Let Me Know (Chapter 2)

LET ME KNOW

Let Me Know

 

 

 

Author : Denosa312

Cast    : Park Chanyeol

Kim Danna

 

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Lee Ahrin

Jung Eunji

Park Jihae

Other cast…

 

Genre : Friendship, Romance.

Rated : T

“…dia tersenyum, begitu hangat. Seperti matahari, dia menghangatkan hatiku.

Ini salah, tapi aku mencintainya. Sejak pertemuan pertama dia…

seseorang yang tak mungkin ku miliki.”

LETS READ

Entah itu keberuntungan atau memang disengaja, mereka bertiga juga tidak ingin berpikir jauh. Mungkin menurut pembimbing mereka, jika dijadikan satu akan lebih mudah saling berkomunikasi.

 

“Kita satu kamar, lumayan juga.” Eunji yang pertama berkomentar sesaat setelah masuk dan berdiam sebentar mengamati asrama yang akan menjadi tempat tinggal mereka sekarang, “Aku pilih ranjang atas ya, boleh?”

 

“Aku sebelah kiri, bagaimana menurutmu?” Danna yang tiba-tiba ditanyai sedikit terkejut, tapi segera kembali bersikap biasa. “Oke, aku yang kanan dekat jendela. Aku suka,” jawabnya memberi kedipan mata ke Ahrin.

 

Setelah menentukan tempat tidur masing-masing mereka mulai membereskan bawaan mereka ke lemari yang juga sudah dibagi. Lemari pakaian disini juga jenis tunggal, jadi mereka mendapat satu menjadi milik masing-masing. Lemari kecil berwarna coklat itu yang semula kosong sudah terisi pakaian dan segala perlengkapan pribadi pemiliknya.

 

Dalam berbenah juga diselingi obrolan ringan, yah mencoba untuk memperkenalkan diri lebih dalam. Obrolan tak elak juga diselingi tawa saat salah satunya bercerita atau melakukan hal yang terbilang konyol. Walaupun disini Ahrin tetap lebih banyak diam, berbanding dengan Danna yang bahkan dengan semangat bercerita tentang kecerobohannya memakai celana dalam ibunya. Saat itu aku terburu-buru, dan motifnya hampir sama. Katanya memberi alasan. Logikanya, bagaimana hal itu bisa terjadi.

 

Danna sedikit menyesalkan mulut cerewetnya, seharusnya tidak bercerita tentang hal memalukan seperti itu saat pertama berinteraksi dengan teman baru. Memalukan. Apalagi Eunji yang bahkan tidak berhenti tertawa dengan berguling-guling di lantai. Dan terdiam setelah dikatai berisik oleh Ahrin. Benar-benar dia itu…

 

Beda tempat beda juga obrolan, ketiga remaja ini setelah selesai berbenah mengistirahatkan badan pegal mereka di lantai. Obrolan mereka tentu bukan tentang celana dalam yang tertukar kan? Mereka bukan lelaki sembarangan yang akan tertukar hal seperti itu dengan, ibu atau ayah mereka.

 

Obrolan mereka tentang hal yang lebih menantang, pengalaman mereka dengan alam atau pergaulan yang pernah mereka lakoni di masa lalu, atau sekarang masih. Contohnya Baekhyun, dengan pawakan seperti itu kedua teman barunya bahkan harus bertanya berkali-kali untuk meyakinkan kebenarannya. Baekhyun pernah menjadi anggota balap liar!

Bagusnya bukan anggota gangster atau pengedar obat terlaris (terlarang). Chanyeol yang dengan kalem mengatakan itu langsung mendapat lemparan bantal oleh Baekhyun. Baekhyun percaya dirinya masih terlalu polos untuk melakukan hal gila itu. Sehun yang mendengarnya langsung berekspresi mau muntah. Sebagai anggota balap liar, bukankah itu sama gilanya.

 

“Setelah ini kita akan menghadapi masa orientasi, yang katanya asyik tapi menyebalkan, kita akan dibentak-bentak. Mereka pasti sangat bangga menjadi senior, cih.”

 

“Jangan begitu Baek, nikmati saja.” Chanyeol menimpali.

 

Tawa di ruangan itu pun tak dapat dihindari saat Sehun berakting layaknya senior yang mengerjai adik tingkatnya. Apalagi bicaranya terdengar sedikit aneh, karena sehun cadel. Dalam konteks ini Chanyeol menjadi korban, dan Sehun dengan beraninya menunjuk-nunjuk Chanyeol saat melakukan itu. Tak sopan, padahal Yeol kan lebih tua. Masa bodo, yang penting asyik. Baekhyun tentu yang tertawa paling lebar.

 

“Ya ampun Baek, tertawamu seperti tante-tante saat rencana kriminalnya berjalan lancar, tau!!” dan sekali lagi Baekhyun memukulkan bantal ke Chanyeol.

 

“Ucapanmu itu menyakitkan. Disini, aku merasa tersakiti Yeol.” Ocehnya berlebihan dengan meremat kaos hitamnya di bagian dada.

 

“Errr, Baek, kurasa kau memang sedikit aneh.”

 

BUK!

 

Dan, Sehun pun mendapat gilirannya. Berciuman dengan bantal.

 

Kurasa mereka bertiga sama-sama aneh. Iya tidak sih?

Tapi keanehan itu bukannya terlihat keren, setidaknya hal ini bisa semakin membuat mereka semakin dekat.

 

 

Ini waktunya. Hari ini adalah pertemuan pertama seluruh calon mahasiswa baru untuk mengenal jajaran para rektor dan para petinggi yang berperan dalam kemajuan universitas sehingga dikenal dengan kualitas terbaiknya.

 

Seluruh mahasiswa sudah duduk dengan tenang memutari gedung serba guna yang sudah disulap sesuai dengan acara hari ini. Para senior hilir mudik menertipkan para mahasiswa, lalu membagi-bagikan tiga buku berbeda warna dan berbeda fungsi kepada setiap mahasiswa. Ketiga buku yang nantinya akan membantu mereka mengenal universitas ini lebih dalam, tentang peraturan dan segala kepentingan lainnya.

Semua begitu sibuk dengan tugas masing-masing, demi kelancaran acara ini mereka bekerja sama dengan baik. Tidak ingin ada kesalahan sedikit pun, walaupun tidak ada hal yang benar-benar sempurna. Tetapi, mencoba mengurangi kesalahan bukankah lebih baik daripada tidak melakukan apapun. Lalu bagaimana dengan keenam tokoh utama kita. Mari kita lihat.

 

 

“Hai, selamat pagi.” Baekhyun adalah orang yang benar-benar cepat menjadi akrab, atau sok akrab. Nyatanya dia yang lebih dahulu menyapa ketiga gadis di hadapan mereka ini. Mereka masih di depan gerbang asrama, berkumpul untuk berangkat bersama. Yah, subuh tadi Eunji menghubungi Chanyeol untuk menunggu mereka.

 

“Pagi juga.” Eunji yang sikapnya sama saja dengan Baekhyun menjawab. Sedangkan yang lain hanya saling melempar senyum ramah, walau tetap canggung. Mereka kan baru kenal, kurasa itu wajar.

 

“Ayo berangkat, aku sudah tidak sabar. Bagaimana dengan kalian?” ucapan Chanyeol bersamaan dengan langkah kaki mereka. Obrolan ringan mengiringi kebersamaan mereka dipagi yang indah ini. Langit berwarna biru terang. Mengingatkan Danna tentang keindahan laut di kampung halamannya. Ah, tiba-tiba ia rindu rumah.

 

Sepanjang jalan ocehan Baekhyun dan Eunji yang lebih mendominasi. Menunjukkan keantusiasan mereka dalam pertemuan ini. Walau terkadang akan mengeluh tentang masa orientasi yang akan mereka lalui. Sedangkan yang lain hanya sesekali menanggapi.

Danna berjalan paling akhir, ia tengah sibuk dengan ponsel di tanggannya. Dia menoleh saat merasakan keberadaan seseorang di sampingnya.

 

“Kau akan terjatuh, perhatikan jalanmu ketika melangkah.”

Danna tersenyum, mengantongi telpon genggamnya dan mulai fokus dengan teman di sampingnya ini.

 

“Chanyeol ya, apa aku salah.” Ia memegang erat tali tas punggungnya dan mendongak untuk menatap Chanyeol.

 

“Iya aku Chanyeol. Mudah untuk mengingat namaku. Apa aku mengganggumu.” Chanyeol memasukkan kedua tanggannya ke dalam saku jaket yang dipakainya.

 

“Tidak kok, bukan apa-apa. Terima kasih sudah memperingatkan.” Sekali lagi Danna tersenyum.

 

“Kau manis dengan senyum itu. Bagaimana perasaanmu, apa kau siap menjalani hari-hari baru disini,” Chanyeol diam-diam terkekeh saat melihat rona merah samar di pipi Danna. Gadis memang mudah digoda. Tangannya menepuk pelan kepala Danna, saat ia menjawab dengan begitu yakin dengan senyum yang kata Chanyeol manis.

 

“Tentu.”

 

Rektor dan Dekan, sekaligus merangkap sebagai dosen di universitas ini duduk menempati tempat yang sudah disiapkan oleh panitia. Acara sudah dimulai dengan hikmat. Sebelumnya tadi menyanyikan lagu nasional, dilanjutkan lagu mars dan himne mahasiswa. Acara berlanjut dengan sambutan rektor universitas. Para mahasiswa memperhatikan dengan tenang. Walau, ada juga yang malah asyik mengobrol dengan teman disampingnya. Mengharuskan para senior yang mengawasi menegur untuk diam.

 

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa sejarah berdirinya universitas yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu pengetahuan secara lebih dalam. Memperkenalkan para petinggi yang sekarang menjabat, juga memperkenalkan para dekan beserta wakilnya sesuai dengan fakultas apa yang dipimpinnya. Lalu kegiatan apa saja yang akan mereka ikuti seminggu ini, sebelum benar-benar mengikuti perkuliahan.

 

Acara terus berlanjut hingga siang hari, setelah rektor, dekan, dan dosen meninggalkan tempatnya. Seluruh mahasiswa diambil alih oleh mahasiswa senior sesuai dengan fakultas masing-masing. Ini yang ingin dihindari Baekhyun dan kawan-kawan. Malas sekali melihat para senior yang mulai menunjukkan kuasanya. Dan kembali Chanyeol dengan sok dewasa menasehati.

 

“Rasanya ingin kabur saja.” Itu ocehan Baekhyun yang entah keberapa kali.

 

“Ini kan cuma sebentar Byun, bersikaplah dewasa.”

 

“Kau mengataiku tua?!”

 

“Aku, tidak.”

 

Pertengkaran kecil mereka terhenti karena interupsi seorang senior dengan pengeras suara ditangannya. Sepertinya senior itu yang akan mengambil alih, menjelaskan apa yang akan mereka lakukan hari ini, besok dan seterusnya sampai berakhirnya masa orientasi.

 

“Aku kenal dengan salah satu senior tadi, aku yakin itu dia.”

 

Ini sudah pukul 3 sore, dan acara perkenalan dengan senior atau apalah itu baru saja selesai, untuk hari ini saja. Belum besok, dan hari selanjutnya.

 

“Ya, ya, Eunji, aku juga kenal dengan senior berbadan subur tadi. Aku percaya.” Baekhyun mengingat salah satu senior, dengan badan subur‑maksudnya gemuk, yang sempat berdiri di depannya tadi. Menggoda Eunji, sekali lagi. Bersikap seolah-olah dia tidak percaya. Sudah kukatakan mereka akrab, sama-sama cerewetnya sih.

 

“Kau meragukan ku, kalian tidak kan, Danna kau percaya kan.” Dan untuk kedua kalinya, obrolan tentang senior ini diperbincangkan. Sebenarnya akan selesai jika Baekhyun tidak terus menggoda gadis dengan rambut lurus ini.

 

“Iya, aku percaya kok.” Mereka saat ini tentu saja dalam perjalanan pulang.

 

“Tunggu, ‘kok’ berarti kepercayaanmu pun meragukan.”

 

“Eunji, Eunji, kami percaya kau tidak membual.”

 

“Diam kau pendek!”

 

“Aku tidak pendek. Dasar gendut.”

 

Seterusnya dan selanjutnya, Eunji bahkan sudah melayangkan tangan kekarnya ke Baekhyun. Baekhyun tentu saja menghindar. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Ramai sekali, dan Sehun dengan ketidakberdayaannya menjadi tameng Baekhyun dari kejaran Eunji. Langsung saja Sehun berteriak-teriak sebal ke arah keduanya.

 

Chanyeol, Danna dan Ahrin lagi-lagi menjadi penonton setia. Ini tontonan yang menarik, gratis pula. Apalagi saat Eunji dengan kekuatan penuhnya menendang pantat rata Baekhyun. Ow, pasti sakit.

 

“Oh tidak, pantat mulusku. Dasar gadis urakan! Kemari kau!”

 

“Haahh, mereka itu. Apa tidak malu.”

 

“Biarkan saja Ahrin, malah seru. Kan, asyik jadi tidak sepi.”

 

Mendengar itu, Ahrin menghela napas malas, ”Kau sama saja dengannya.” Danna cemberut. “Aku tidak kok,”

 

“Karena ada yang kau suka jadi sikapmu sok tenang, iya kan?” matanya melirik Chanyeol sekilas, yang berjalan tepat di samping Danna.

 

“Maksudmu apa sih, tidak kok.”

 

Apa-apaan, jangan bilang kalau Ahrin mengira dia menyukai Chanyeol. Park Chanyeol, mana mungkin. Mereka baru bertemu dan berkenalan. Darimana pikiran itu muncul. “Kamu aneh.”

 

“Kita lihat saja nanti.”

 

“Kau peramal, dengar ya aku tidak seperti yang kau pikirkan. Sekedar informasi aku ini‑ Ya! Jung Eunji bukumu mengenaiku!“

 

“Ops, aku tidak sengaja.”

 

Danna mendengus sebal, dan memijat ringan bagian kepalanya yang terkena timpukan salah arah Eunji. Tidak terlalu sakit sih, tapi lumayan juga. Menyebalkan!

 

“Kau baik-baik saja?”

 

“Oh, ya, aku tidak apa-apa.”

 

“Sungguh, apa sakit.” Chanyeol mengangkat tangannya, bermaksud untuk ikut memeriksa kepala Danna.

 

Dengan gugup Danna menjauhkan dirinya dari jangkauan Chanyeol. Dia tak ingin Ahrin salah paham saja. Bingung juga, Chanyeol tidak perlu sampai seperhatian ini kan. “Tidak terlalu kok,” Danna tersenyum meyakinkan.

 

Chanyeol tidak menjawab, hanya tersenyum dan­ apa ini. Danna mengerjap lucu saat dirasanya tangan Chanyeol mengacak rambutnya gemas. Tanpa bisa dijegah, rona merah menghiasi pipinya. Ah, memalukan. Apa pipiku memerah, kuharap tidak.

 

“Baguslah.”

 

Chanyeol melangkah mendahului Danna dan Ahrin setelahnya. Menyusul Baekhyun Eunji dan Sehun yang masih melanjutkan pertengkaran konyol mereka.

Danna menggeram sebal, menolehkan kepalanya cepat ke Ahrin yang juga berjalan meninggalkannya dengan seringai menyebalkan setelah membisikkan sesuatu ke Danna. Sesuatu yang kembali membuat sapuan merah di pipinya muncul kepermukaan. Entah itu karena marah, geram, atau malu.

 

“Jangan menggodaku, kau menyebalkan Ahrin!”

 

 

“Kalau kau tidak suka, bagaimana kalau dia yang menyukaimu.”

 

***

 

Kau mencoba bermain dengan perasaanmu.

Tanpa tau kebenaran di baliknya.

Kau membuat kesimpulan terlalu cepat.

Tidakkah kau memikirkan akibat dari kesimpulan yang kau ambil.

Apa yang kau pikirkan tentang mereka?

Apapun itu, kau harus bertangung jawab.

 

***

 

 

Bagaimana chapter ini, aku berusaha tidak terlalu terburu-buru tapi berharap tidak terlalu lambat. Melihat kejadian di akhir, aku belum berpikir untuk memperlihatkan kedekatan kedua tokoh utama. Masih terlalu awal untuk mereka bisa saling suka. Chapter ini terlalu pendek kah?

Tolong beri saran, untuk mengarahkan cerita ini agar tetap manis.

Thanks, untuk yang mau membaca dan memberi review.

3 thoughts on “Let Me Know (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s