My Boss (Chapter 2)

Poster FF My Boss

My Boss

Author : Hannitae

Genre : AU, Romance, Life Story

Rating : PG-15

Length : MultiChapter

Cast(s) : Exo’s Chanyeol, Go Nam Bi (OC), Oh sehun, Kim Ji An (OC) and other cast(s) you can find by ur self

Ps : saya hanya meminjam nama pemeran cerita, mohon maaf jika ada kesamaan tempat dan cerita. Ff ini berdasarkan pemikiran saya. Maaf jika ada kesalahan kata-kata dalam cerita. Happy reading ^^

 

 

=MY BOSS=

 

 

wah, kau yakin masih ada dua rapat lagi? Ini melelahkan. Aku ingin pergi keluar sejenak, telepon aku jika rapat ingin dimulai” ucap chanyeol diikuti langkah kaki besarnya.

Chanyeol berhenti sejenak dan berbalik “kerjakan tugas mu dengan baik” sekretarisnya mengiyakan perkataan chanyeol tadi. Hanya untuk ya basa basi tapi kau tahu chanyeol tak suka basa basi. Kebosanan memaksa nya untuk berbasa basi.

Chanyeol melangkahkan kaki tak tau tujuan. Ia hanya ingin mencari kesegaran yang padahal bisa ia dapatkan di ruangannya, tapi ia mencari kesegaran yang lain. Berjalan jalan sejenak membuat pikiran nya kembali ke semula. Tak berantakan dan kusut.

Kaki chanyeol masih melangkah menjauhi kantornya, melihat pemandangan jalanan yang dihiasi bunga cherry blossom membuat garis melengkung yang indah di wajahnya. Ia jarang tersenyum hanya ketika bertemu klien atau rapat senyum baru ia gunakan. Dan kadang terpaksa.

“bunga cherry blossom ditambah langit senja. Cantik” matanya tertuju pada langit berwarna jingga itu.

Lalu chanyeol mulai menggerak kan kakinya menjauhi pemandangan indah tadi meskipun langit nya masih bisa ia lihat. Ia berjalan dan kakinya tiba tiba berhenti menemukan satu kafe dengan gaya klasik berwarna putih. Chanyeol yang penasaran mulai menjalankan kakinya memasuki kafe itu.

“selamat datang” sapa pelayan kafe itu ketika chanyeol masuk ke dalam.

Ruangan cafe itu dihiasi cat berwarna hitam-putih dan beberapa hiasan dinding bergaya klasik, sama dengan luar bangunan kafe ini.tak terlalu besar dan kecil, kafe ini bagus.

“selamat sore ingin pesan apa?” Tanya pelayan pria kafe ini ramah

“satu ice Americano”

Chanyeol memberikan uang setelah memesan dan ia berdiri menunggu pesanan nya. Tak lama pelayan kafe itu memberikan pesanan kepada chanyeol dengan senyum ramahnya. Chanyeol tak acuh dan langsung berjalan keluar.

 

 

****

 

Nam bi berlari sangat cepat takut tertinggal kereta. bukan, ia berlari karena punya janji dengan Ji an dan bodohnya Nam bi lupa. Janjinya dengan Ji an yang seharusnya terjadi siang hari malah terjadi ketika matahari ingin tidur. Nam bi lupa karena ada sebuah pameran di kampusnya membuat ia menghabiskan waktu siang nya disana. Ji an memutuskan untuk bertemu Nam bi pada sore hari tapi ia telat, kebiasaan yang menempel padanya.

Nam mengambil ponsel dan menelpon Ji an “Ji an-Ji an aku agak telat tunggu lah aku di kafe. Dahhh”

Suara disebrang sana membuat Ji an khawatir “yak kau- kenapa napasmu, kau mau jika jantungmu copot karena kau selalu berla-“ Nam bi memutus sambungan telepon sebelum Ji an selesai bicara. Nam bi menurunkan kecepatan berlarinya karena sedikit lagi ia sampai.

“itu itu kafeee, bergerak terus kakiku” Nam bi sampai di depan kafe, membuka pintu dan

brukkk

Dan kejadian yang sama kembali…….

“Hei jika kau terburu buru jangan sampai terlewat batas. Apa kau mau mengganti jas mahal ku? Aku akan menghadiri rapat dan jas ku kau kotori” tatap chanyeol kesal karena jas nya terkena tumpahan minuman yang ia beli tadi.

Peristiwa yang sama kembali terjadi dan sepertinya ini lebih parah. Nam bi berharap dia sehun yang hanya tersenyum ramah saat buble tea mengenai bajunya.

“ah maafkan aku, aku tidak sengaja karena terburu-buru” Nam bi membungkukan badan nya tanda salah. Dan terus mengucapkan kata maaf nya.

Chanyeol menepis rambut dari dahinya “kau tau kata maaf tidak berarti jika hanya di mulut bukan, jika rasa kesal masih menempel itu tidak bisa disebut maaf. Kebohongan menurutku lebih cocok” Chanyeol menatap tajam mata seolah Nam bi tersangka pembunuhan.

“jadi kau mau aku melakukan apa?” Tanya Nam bi sedikit kesal

“sesuatu yang sederhana”

“apa?”

Tiba tiba ponsel chanyeol berdering, Chanyeol mengambil ponsel dari saku celana nya, ia melihat sejenak layar ponsel dan memasukan nya lagi ke saku jelana.

“aku buru-buru jadi kau hanya perlu mebawakan ku kopi dan jangan lewat dari jam makan siang ingat. Kantorku ada di belakang taman depan kafe ini jadi jangan menolak nya hanya satu kopi kau akan mendapatkan maaf ku” Chanyeol lalu pergi dari hadapan Nam bi dan Nam bi belum meresapi perkataan Chanyeol tadi. Ia masih berdiri mematung diluar kafe tanpa ingan janji nya dengan Ji an.

Nam bi mengacak rambut lurusnya dan mendesah panjang “membuang waktuku saja, apakah hal bodoh itu harus kulakukan demi mendapat maaf dari nya. Tidak mungkin. cih” dengus Nam bi kesal

“dan kau melupakan sesuatu Nam Bi. Hadiah dari kecerobohan mu” ia berbicara sendiri dan melangkahkan kaki memasuki kafe.

Nam bi menghampiri Ji an yang terduduk di kursi kafe. Ji an duduk di kursi kasir sambil bertumpu pada tangan nya.

“kau lama, sangat lama. Menunggu mu seperti ini membuat ku haus. Ayo kita keluar dan makan” Ji an menarik tangan Nam bi keluar kafe.

Nam bi diam dan hanya mengikuti Ji an dari belakang. Pikiran nya sedang mencerna masalah hari ini. Jangankan masalah hari ini, masalah kemarin, lusa dan bulan lalu bahkan belum tercerna. Kapala nya bisa botak jika pikiran nya tidak dapat mencerna masalahnya dengan baik.

Ji an duduk di depan Nam bi yang masih terdiam membisu, sebenarnya Ji an tau apa yang terjadi dan Ji an tau siapa dia. “hei apa kau mau setiap hari selalu terlihat suram,wajahmu bahkan lebih parah dari nenek lampir sekarang”

“hanya sekarang kan, bukan setiap hari” protes Nam bi

“akan menjadi setiap hari kalau kau tidak memperbaiki kebiasaan mu itu”

“kaperibadian ku baik”

“kau ceroboh dan keras kepala, sadarlah nak” Ji an menepuk nepuk pundak Nam Bi

Tangan Nam bi bertumpu pada pipinya malas “itu susah”

“susah jika kau kepalamu keras seperti batu” Ji an memajukan bibirnya sedikit kesal karena Nam bi yang terus keras kepala tak mau tau

Setelahnya hening tanpa suara. Ji an dan Nam bi menunggu makanan mereka datang dalam diam. Lima menit berlalu dalam diam yang mereka tunggu datang. Ayam dan cola memang kombinasi yang terbaik, tapi hari ini, ayam dan cola bukan yang terbaik bagi Nam bi.

 

****

 

Chanyeol melangkahkan kaki memasuki ruang rapat dipandu oleh sekretaris nya. Tak lama, chanyeol keluar dari ruang rapat itu dan memasuki ruang kerja nya untuk beristirahat.

Ia hanya duduk sebentar lalu sekretarisnya menjemput chanyeol untuk menghadiri rapat terakhir. Sungguh melelahkan.

Ia berdiri dan membungkukan badan nya “rapat hari ini selesai. Terima kasih” chanyeol membungkukan badan dan pergi dari ruangan rapat tadi.wajahnya tampak lelah walaupun hanya beberapa menit ia berada di ruang rapat itu.

sekretarisnya memberikan dokumen rapat tadi “seharusnya anda istirahat sajangnim”

“istirahat akan membuang waktuku, sebaiknya kau kembali bekerja” Chanyeol menumpuk dokumen dari sekretarisnya dengan dokumen dokumen lain. Meja kerjan nya bahkan penuh akan kertas bertumpuk sekarang.

Chanyeol membaringkan bahunya ke kursi, matanya menatap langit langit ruangan “dimana gadis itu sekarang dan apa yang dia lakukan sekarang” chanyeol menepuk dahinya dan kembali duduk dengan benar.

“sudah lama sejak kejadian itu park chanyeol, lagipula aku tidak menyesali berpisah dengan nya, hanya aku penasaran bisakah ia melewati hari tanpaku” tawa kecil nya mengisi ruangan.

Chanyeol diam beberapa saat dan kembali mengerjakan dokumen perusahaan yang masih menumpuk memenuhi meja kerja nya. Matanya melirik jam yang menunjukkan pukul tujuh tepat.

“belum waktunya pulang ternyata, haha”

 

 

****

 

Ji an menyenggol bahu Nam bi “hei senyumlah sedikit Nam bi ku”

“Nih,iiiiii” Nam bi memamerkan deretan gigi putihnya.

“masih terlihat seperti nenek lampir” Ji an tertawa menjulurkan lidahnya pada Nam bi.

Nam bi melipatkan kedua tangan nya di dada “nenek lampir yang cantik”

“mana ada” protes Ji an

“di depan mu ada, haha”

Nam bi dan Ji an berajalan pulang setelah makan malam yang tidak bersemangat tadi. Kedua nya berjalan menyusuri jalanan malam kota seoul. Sangat indah jika malam hari, padahal mereka bisa saja menaiki bus untuk pulang, hanya saja jalanan ini memaksa (ralat:meminta) mereka untuk berjalan, ya setidaknya untuk berolahraga kecil.

Ji an membuka suaranya “tadi ada apa” tanya nya.

“hmm sesuatu” jawab nya santai

“sesuatu itu adalahhhhh” tanya Ji an balik

“kau ingin mendengarnya, oke baiklah tadi ada seorang pria memakai setelan jas rapih mungkin pekerja kantoran atau apalah itu dan aku menumpahkan kopi ke jas nya selesai” jelas Nam bi

Ji an bertanya lagi “dia memaafkan mu?”

“haha tentu saja” Nam bi tersenyum

Ji an heran dan tidak percara omongan Nam Bi tadi “Hmm bagus lah”

“tentu saja tidak, kau tau orang itu sungguh menyebalkan, hanya tertumpah kopi lalu ia ingin diganti kopi lagi, rasanya aku ingin menumpahkan kopi panas ke kepalanya agar ia tidak semena mena” dengus Nam bi kesal

“lakukanlah jika itu bisa mendapat maafnya”

Nam bi menatap mata Ji an “apa kau gila”

Nam bi berjalan dan masih bertanya mengapa Ji an menyuruh melakukan nya, tidak biasanya Ji an seperti itu, Ji an pasti akan membela Nam bi walaupun salah. Nam bi pasrah karena Ji an tak menjawab pertan nyaan nya dari tadi.

“setidaknya kau mendapatkan maaf dari salah satu orang atas kecerobohan mu itu, kau sering kabur dari masalah maka sekarang lakukan lah” Ji an berbicara dengan tempo tinggi, Nam bi merasakan atmosfer semakin panas maka ia memutuskan untuk berhenti berdebat dengan Ji an, toh tidak ada guna nya, lebih baik dia melakukan saja apa yang disarankan Ji an tadi, lagipula Nam bi sering kabur dari masalahnya jadi ia mencoba untuk menghadapi masalahnya kali ini.

“aku akan melakukan nya”

“oke” Ji an tersenyum

Telepon Nam bi tiba tiba saja berdering dan tak lain dari Sehun, Nam bi mengangkat telepon nya dengan malas

Nam bi-ya apa kau ada dirumah” suara di sebrang sana berbunyi

“hei mengapa kau tiba tiba-“ belum sempat Nam bi melanjutkan kalimatnya sehun menyela perkataan nya tadi

“cepatlah ini darurat”

“apa nya” Tanya Nam bi khawatir dan Ji an juga ikut khawatir

“cepatlah” sehun menaikan tempo bicaranya

“oh-iya-aku-segera-kesana” setelah nya telepon dengan sehun tadi terputus. Nam bi dan Ji an khawatir dengan sehun, tiba tiba ia menelepon Nam bi mengatakan darurat.

“sebenarnya apa yang terjadi” Ji an membuka suara

“ayo kita cepat kerumah ku” Nam bi dan Ji an berlari menuju rumah Nam bi yang lumayan dekat dari tempatnya dan Ji an berjalan.

“oh ada apa sebenarnya” gumam nya dalam hati

 

 

 

 

 

TO BE CONTINUE

 

******************

 

Maaf ya kalau chapter ini gaje hihi, aku ingin nunjukin jati diri mereka disini tapi jadinya malah begini. Kalau begituuu HAPPY READING^^

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “My Boss (Chapter 2)

  1. Kok cepat banget ceritanya Thor😭😭😭

    kan nungguya lmayan lma😭😭😭😭

    next chapternya klu bisa di perpanjang ceritanya, biar makin seru

    Hwaiting thor!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s