3 foolish girls and handsome aliens (chapter 4)

 

PhotoGrid_14466375996883 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 4)

 

 

 

Title              : 3 Foolish Girls and Handsome Aliens chapter 4

 

Author                    : Hyun Ra

 

Genre                  : Romantis, fantasi, school, friendship

 

Cast               : Park Chanyeol

 

Xiumin

 

Oh Sehun

 

Kim Hyu Ra (OC)

 

Kim Ha Ni (OC)

 

Lee Hyun Hae (OC)

 

Other cast : All member EXO

 

And many others

 

Rating                     : Semua umur

 

Length         : chaptered

 

Disclaimer            : EXO belong to GOD, SM, and their parents. Dan ini adalah cerita murni dari hasil pemikiran kami, jadi mohon maaf apabila ada kesamaan jalan cerita atau latarnya. Don’t Plagiat, Don’t be SIDERS and I HOPE YOU LIKE IT. And don’t forget to give a Cement.

 

Author note’s : Terima kasih atas dukungan, komentar dan semangat dari para readers, terutama kepada para readers yang sudah memberi kami saran, kritik dan komentar.  Sekali lagi author mengucapkan gamsahamnida ^^

 

 

AWAS!!!      Typo bertebaran dimana-mana!!!

 

 

 

***

 

 

 

“Kalau begitu untuk ke depannya kau harus lebih berhati-hati” ucap Xiumin menasihati salah satu adiknya.

 

“Sekarang Chen kemana, apa dia masih belum pulang?” lanjutnya.

 

“Kurasa belum” jawab Sehun.

 

 

.

.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

 

“Tidak akan kuberikan gadis ini padamu” sambil merentangkan kedua tangannya ke samping.

 

“Cih. Ya ahjussi, lebih baik kau berikan gadis itu jika kau menyayangi nyawamu” ucap pria yang berada paling depan.

 

“Meskipun kalian berbicara seperti itu, aku tetap tidak akan memberikannya pada kalian”

 

“Baiklah, maka itu artinya kau ingin memakai jalur kekerasan” tantang pria yang bertubuh tegap.

 

“Baiklah aku tidak takut. Tapi daripada kita berkelahi bukankah lebih baik jika kalian pulang ke rumah masing – masing? Kalian ini masih muda, aku bisa melaporkan kalian karena masih berkeliaran di malam hari seperti ini ditambah dengan keadaan kalian yang setengah mabuk seperti sekarang ini”

 

“Cih, bilang saja jika kau takut. Tidak usah berbicara panjang lebar seperti itu, kami sama sekali tidak takut akan ancamanmu itu. Lebih baik kita berkelahi saja sekarang”

 

“Baiklah, ayo”

 

Hyu Ra yang sedari tadi hanya diam tanpa sepatah kata apapun karena takut, mulai berbicara dan berbisik kepada pamannya.

“Ahjussi! apa maksudmu kenapa kau berbicara seperti itu kepada mereka?”

 

“Memangnya, aku harus berbicara apa lagi?” ucap sang paman bingung

 

“Paman kan bisa berbicara yang lain, kenapa paman harus meladeni ucapan mereka” ucap Hyu Ra mulai kesal.

 

“Bagaimana jika paman terluka, paman tidak akan bisa melawan mereka. Sudah jelas jumlah mereka berempat, sedangkan paman hanya sendiri. Paman tidak akan menang melawan mereka” lanjutnya khawatir.

 

“Sudahlah, kau tidak perlu mengkhawatirkan paman, lebih baik  saat paman melawan mereka nanti kau harus berlari. Mengerti?”

 

“Bagaimana dengan paman, aku tidak mau meninggalkan paman sendirian disini”

 

“Sudahlah, lebih baik sekarang kau lari saja dan jangan khawatirkan keadaan paman”

 

 

. .

 

 

Melihat suasana yang semakin memanas, akhirnya pria itu segera keluar dari persembunyiannya dan membantu mereka.

 

 

BUAAKHH!!!!

 

 

Pria itu kemudian langsung menghajar salah satu diantara mereka hingga jatuh terduduk dan terdapat sedikit luka di sudut bibirnya, sehingga membuat yang lainnya semakin marah. Sedangkan Hyu Ra dan pamannya begitu terkejut melihat pria itu yang tiba-tiba menyerang mereka.

 

“Siapa kau!!”

 

“Aku? Kalian tidak perlu tahu siapa aku”

 

Melihat perkelahian yang akan terjadi sebentar lagi, Hyu Ra dan pamannya lebih memilih untuk minggir dan berada di sisi jalan.

 

“Sebaiknya kau tidak usah ikut campur urusan kami” ucap pria yang bertubuh tegap itu sekali lagi dengan sedikit seringaian.

 

“Aku tidak akan ikut campur urusan kalian, jika kalian tidak membuat keributan disini. Kalian ini benar-benar sangat pengecut, menyerang seseorang dengan jumlah kalian yang berempat” dengan memberikan senyuman yang meremehkan.

 

“Cih, itu bukan urusanmu lebih baik kau pergi saja darisini. Dari pada nyawamu yang sebagai gantinya”

 

“Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Ayo kita berkelahi sekarang”

 

 

 

Saat perkelahian akan terjadi, tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh petir terdengar dari langit, Hyu Ra yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung. Bagaimana tidak, Suasana malam hari ini sangat cerah, tapi kenapa tiba-tiba saja jadi mendung, apa mungkin sebentar lagi akan hujan? Tapi itu juga tidak mungkin, karena sekarang ini musim semi, jadi mana mungkin akan terjadi hujan?. Pikirnya.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

“Sepertinya aku harus kembali sebelum yang lain juga menemukanku” gumamnya.

 

Saat ini, Kai berjalan di sebuah lorong yang sepi, mencari tempat untuk ia berteleportasi. Pria itu memutuskan untuk menghentikan pencariannya dan memutuskan untuk kembali saja. Setidaknya, meski ia belum mendapatkan apa yang dicarinya, tapi ia mendapatkan sebuah informasi yang mungkin dapat membantu.

 

Tanpa disadari, sejak tadi ada yang mengikutinya dari belakang. Pria itu terus mengeluarkan seringaiannya karena sebentar lagi ia akan mengetahui tempat persembunyian Kai dan yang lainnya.

 

Kai menghentikan langkahnya saat berada di ujung belokan dan menolehkan kepalanya ke belakang saat merasa ada yang mengikutinya. Sedangkan seseorang yang mengikutinya itu dengan refleks bersembunyi sehingga tidak diketahui oleh Kai.

 

Setelah dirasa tidak ada seseorang, Kai langsung mengeluarkan kekuatannya dan langsung berteleportasi. Sedangkan seseorang yang mengikutinya tadi, mengintip apa yang dilakukan Kai dan segera mengikuti pria itu dengan kekuatan teleportasi yang ia miliki juga.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Saat sampai di bumi, Kai kesal dengan dirinya sendiri karena mendarat di dekat sekolahnya, seharusnya ia sampai di rumahnya bukannya di dekat sekolah. Akhirnya dengan terpaksa, ia pulang dengan menaiki taksi.

 

Sedangkan pria yang mengikuti Kai, tiba di dekat sungai Han dan mencoba untuk mengamati tempat yang ia datangi saat ini. Setelah puas melihat-lihat pria itu melangkahkan kakinya untuk mengamati lebih jauh, tanpa memperhatikan pandangan orang-orang yang menatapnya aneh karena berjalan-jalan dengan memakai jubah hitam dengan tudung yang hampir menutupi seluruh wajahnya. ‘Jadi di tempat seperti ini kalian bersembunyi’ batinnya sambil menyeringai.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

JEEDAARRR

 

 

Suara petir mulai terdengar dari langit. Hyu Ra dan pamannya dibuat terheran-heran dengan cuaca saat ini. Dan suara dari petir itu mengiringi perkelahian itu.

 

 

BUAAKHH!!!!

 

 

BUUKKK!!

 

 

BUUKKK!!

 

 

Satu persatu, sekumpulan pria itu dapat dikalahkan, dan gemuruh di langit serta kilat yang sempat muncul langsung hilang setelah perkelahian itu selesai. Kemudian pria itu mendekati Hyu Ra dan pamannya.

 

“Apa kalian baik-baik saja?” ucap sang pria setelah mendekati mereka.

 

“Ah, ya kami baik-baik saja. Terima kasih karena telah menolong kami” ucap sang paman tulus.

 

Tapi sayangnya, hal ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan Hyu Ra saat ini. Gadis itu tidak terlihat baik-baik saja, ia sangat terkejut melihat sesosok pria yang berada di depannya saat ini. Tubuhnya terkejut dan kaku sehingga ia diam dan tidak mampu untuk ikut menjawab.

 

“Kau baik-baik saja?” ucap pria itu dengan sedikit seringaian yang hanya diketahui oleh dirinya dan pria itu.

 

Bukannya menjawab, gadis itu tetap memilih untuk diam dengan menundukkan kepalanya sedikit karena takut dengan seringaian yang pria itu berikan padanya. Melihat Hyu Ra yang tidak langsung menjawab pertanyaan dari pria itu, membuat sang paman sedikit menyikut tubuhnya untuk segera menjawab pertanyaannya.

 

Bukannya menjawab, gadis itu malah meminta izin kepada pamannya untuk pulang dan meninggalkan mereka berdua.

 

“Hahaha…. tolong kau maafkan keponakanku. Ah.. bagaimana jika anda mampir ke rumah kami sebentar. Anggap saja ini sebagai balas budi kami dan ucapan permintaan maaf keponakanku atas tindakannya tadi” ucap sang paman, saat ini ia merasa tidak enak dengan pria yang berada di depannya saat ini, ia sama sekali tidak habis pikir akan sikap yang ditunjukkan oleh keponakannya itu

 

Tidak buruk juga, mungkin aku bisa mengetahui latar belakangnya dan juga alamat tempat tinggalnya batin pria itu, yang tak lain adalah Chen. Pria yang sadari tadi menunggunya sejak masih berada di Cafe hingga saat ini.

 

“Namaku adalah Lee Changmin, dan gadis tadi namanya adalah Kim Hyu Ra. Aku adalah pamannya dan kau bisa memanggilku dengan sebutan hyung saja” ucap sang paman saat mereka dalam perjalanan menuju ke rumahnya.

 

Sedangkan yang diajak bicara hanya tersenyum mendengar pernyataan orang yang dianggap lawan bicaranya itu. “Namaku adalah Chen dan aku adalah teman satu sekolahnya Hyu Ra”

 

“Benarkah? Bagaimana bisa gadis itu tidak pernah berbicara jika memiliki teman sepertimu. Dasar gadis itu. Ck” ucap sang paman tidak percaya.

 

“Itu karena hubungan kami tidak dekat”

 

“Benarkah, aku sedikit bingung sekarang. Jika kalian berdua tidak dekat, tapi mengapa Hyu Ra sempat bersembunyi darimu saat masih berada di café” ucap sang paman heran.

 

Chen yang mendengar hal itu tersenyum sekilas, tentu saja ia mengetahui alasan yang sebenarnya.

 

“Itu karena ada suatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan” jelas Chen .

 

“Yayaya, aku mengerti pasti tentang masalah anak muda kan. Aku mengerti karena aku juga pernah muda” tebak sang paman sambil terkekeh geli.

 

“Ini, kami ingin membayar makanan yang sudah kami pesan tadi. Sebenarnya tadi kami ingin membayarnya saat sudah sampai, tapi sayangnya Hyu Ra terburu-buru pulang dan lupa membawa uangnya” ucap Chen sambil memberikan beberapa lembar uang dari saku dompetnya.

 

“Terima kasih, maaf membuatmu mengantar uangnya kemari” ucap sang paman. “Tapi, apa kau baik-baik saja, ada sedikit lebam di sudut bibirmu itu” lanjutnya sambil menunjukkan tempat yang luka.

 

“Aku baik-baik saja”

 

“Sebaiknya lukamu itu segera diobati nanti saat sudah sampai di rumahku”

 

Setelah itu tidak ada yang berbicara di antara mereka. Kemudian Chen ingat akan tujuan awalnya dan bertanya tentang Hyu Ra.

 

“Dulu, aku dan Hyu Ra tinggal di kota Jeonju. Kemudian kami pindah ke kota Seoul dan mendirikan sebuah café disini.” Jelas sang paman

 

“Lalu bagaimana dengan kedua orangtuanya?” Tanya Chen

 

“Entahlah aku tidak tahu, aku sudah merawat Hyu Ra sejak kecil. Orang tuanya menitipkannya padaku, mereka mengatakan, mereka ingin mencari pekerjaan ke luar kota dan akan kembali jika mereka telah sukses. Tapi, sampai sekarang mereka tidak pernah kembali” jelas sang paman. “Ah, kita sudah sampai, ayo masuk” lanjutnya sambil membuka pintu rumahnya.

 

Mendengar ada yang membuka pintu, Hyu Ra mencoba untuk melihat siapa yang datang. Begitu terkejutnya gadis itu ketika melihat pamannya yang datang bersama pria itu. ‘Kenapa paman mengajak pria itu datang kemari?’ batinnya.

 

“Ahjussi, kenapa kau membawa pria ini kemari?” Tanya Hyu Ra

 

“Hyu Ra-ya, sebaiknya jaga bicaramu itu, dia ini sudah menyelamatkan kita jadi wajar jika paman mengajaknya kemari. Dan juga, kau belum mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan kita dan jangan lupa untuk meminta maaf padanya juga, karena dengan tidak sopannya kau meninggalkan orang yang telah menyelamatkanmu” jelas sang paman sambil berlalu masuk dan mengganti pakaiannya.

 

“Apa yang kau tunggu cepat meminta maaf dan juga ucapkan terima kasih padanya” ucap pamannya setelah mengganti pakaiannya, ia tak habis pikir kenapa Hyu Ra tidak meminta maaf dan malah terdiam saja seperti itu. Setelah mengucapkan hal itu, ia segera masuk ke dapur untuk memasak makanan yang akan disajikan kepada tamunya itu.

 

“Si… silahkan masuk” ucap Hyu Ra gugup sambil mempersilahkan Chen untuk duduk di ruang tamunya.

 

“A… aku… aku minta maaf padamu dan juga terima kasih karena telah menolongku dan juga paman” lanjutnya sambil menundukkan kepalanya. Gadis ini sama sekali tidak berani untuk melihat pria yang ada di depannya saat ini. Setelah mengatakan hal itu, tidak ada sama sekali diantara mereka yang berbicara. Chen, pria itu sibuk melihat-lihat rumah itu, sedangkan gadis yang ada di depannya masih menundukkan kepalannya

 

 

“Ini silahkan diminum” ucap sang paman memecahkan keheningan.

 

“Gamsahamnida, hyung” ucap Chen sambil mengambil minuman yang disuguhkan padanya. ‘Hyung??’ batin Hyu Ra bingung

 

“Hei, Hyu Ra-ya daripada kau diam saja seperti itu, lebih baik sekarang kau ambil kotak P3K untuk menyembuhkan lukanya”

 

“Gwenchana hyung, aku baik-baik saja” sahut Chen

 

“Sudahlah, lagipula lebammu itu harus segera diobati agar cepat sembuh” jelas sang paman.

 

Setelah mendengar perkataan pamannya Hyu Ra segera mencari kotak obatnya, sedangkan pamannya kembali ke dapur untuk melanjutkan acara memasaknya.

 

Sementara itu, Chen mulai berdiri dan melihat-lihat seluruh rumah itu untuk mencari infomarsi tambahan tentang gadis itu. Sebuah foto keluarga yang terpampang di tengah ruangan, dapat menarik perhatian Chen, dan membuat pria itu menghentikan kegiatannya dan mengamati foto itu. Dalam foto itu terdapat dua orang pria yang sedang berdiri dan satu wanita yang berada di tengah-tengah mereka sambil menggendong seorang bayi.

 

Chen mengerutkan keningnya, ia yakin sepertinya pria yang berada di sebelah kiri itu adalah paman dari Hyu Ra, sedangkan pria yang berada di sebelah kanan dan wanita yang berada di tengah-tengah itu ia tidak terlalu yakin, tapi firasatnya ia pernah melihat mereka berdua.

 

Setelah mengamati foto itu untuk beberapa saat, pria itu kemudian melanjutkan untuk mengamati seluruh rumah itu.

 

“Se…. sedang apa kau ada disana?” Tanya Hyu Ra saat menemukan Chen yang berada di samping rumahnya.

 

“Aku sedang mengamati pemandangan langit malam” ucap Chen sambil mendudukkan dirinya.

 

Mendengar perkataan dari Chen, membuat gadis itu memberanikan dirinya untuk duduk disamping pria itu sambil meletakkan kotak obat yang dibawanya.

 

“Bi….bisakah kau kemari, aku ingin mengobati lebammu” ucap Hyu Ra sambil duduk berhadapan dengan pria itu.

 

Dengan hati-hati Hyu Ra mengobati luka yang ada di sudut bibirnya. Tanpa disadari, akibat luka yang ada di sudut bibir Chen membuat keduanya saling berdekatan, dan tanpa sadar Chen memperhatikan gadis itu sejak tadi ‘Ternyata dia manis juga. Ah apa yang kupikirkan!’ batin Chen dan menjauhkan tubuhnya, sehingga Hyu Ra yang sedang mengobatinya mengerutkan dahinya bingung

 

“Kenapa kau-”

 

Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya tiba-tiba pamannya datang dan mengatakan jika makanannya sudah siap. Dan mereka bertiga pun masuk ke dalam.

 

 

Tanpa mereka sadari, sebenarnya ada orang yang mengikuti mereka daritadi, sejak Chen berjalan bersama Changmin, paman dari Hyu Ra.

 

“Hah! Akhirnya, aku menemukan salah satu dari kalian lagi” ucap pria itu dengan seringaian.

 

“Aku harus mencari tempat tinggal disini dan memberi tahu informasi ini kepada Raja Cyrus” lanjutnya kemudian pergi dari rumah itu.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Setelah selesai makan malam di rumah itu, Chen segera pamit dan pergi. Setelah kepergian pria itu, Hyu Ra bisa bernapas lega karena pria itu sudah pergi dari rumahnya. Hyu Ra segera masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. Namun entah kenapa, ia sama sekali tidak bisa tidur malam ini pikirannya terus membayangkan tentang kejadian disaat ia yang melihat mereka yang berlatih menggunakan kekuatan mereka.

 

Gadis itu terus memandang langit-langit yang ada di kamarnya

 

“Apa benar yang kulihat ini nyata? Tapi jika itu nyata, mana mungkin ada seorang manusia yang bisa memiliki kekuatan seperti itu?” gumamnya.

 

“Tapi jika yang kulihat itu tidak nyata, apa mungkin yang kulihat itu hanyalah imajinasiku? Haaa… tidak mungkin” lanjutnya.

 

Karena tidak bisa tidur, akhirnya Hyu Ra terbangun dan terduduk di sisi ranjangnya dengan lesu. “Apakah aku harus memastikannya? Tapi, bukankah mereka sudah mengetahui identitasku? Lalu jika itu memang benar, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengan mereka besok… haa sepertinya aku akan mati di tangan mereka besok”

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Sesampainya di rumah, Chen mengerutkan dahinya bingung, karena tidak biasanya suasana di rumahnya mendadak hening seperti ini.

“Ada apa ini? Apa aku melewatkan sesuatu?” Tanya Chen

 

“Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang orang itu? Lalu ada apa dengan lebam yang ada di sudut bibirmu itu? Apa kau habis berkelahi?” Tanya Suho balik.

 

“Eoh, aku habis berkelahi karena menolong seseorang tadi, dan aku berhasil mendapatkan informasinya dan juga tempat tinggalnya” jawab Chen sambil mendudukkan dirinya di sofa dekat Xiumin.

 

“Ceritakan kepada kami” ucap Baekhyun antusias

 

“Baiklah, tapi sebelumnya katakan padaku, kenapa tiba-tiba suasananya seperti ini?”

 

“Nanti saja kujelaskan” sahut Luhan.

 

“Baiklah. Akan kukatakan. Namanya adalah Hyu Ra, dia adalah salah satu siswa di sekolah kita dan dia adalah gadis yang marah kepada kita karena mengotori seragamnya tadi pagi-”

 

“Ah, yeoja itu? Tapi, yang mana… bukankah mereka ada tiga?” potong Tao

 

“Ehem. Akan kulanjutkan, dia memiliki dua teman, namanya adalah Hyun Hae dan Ha Ni. Dia bekerja di café milik pamannya. Dan dia juga merupakan wakil ketua OSIS di sekolah. Dan alasan mengapa mereka bisa sekolah di sekolah kita adalah karena mereka mendapatkan beasiswa di sekolah kita.” jelas Chen.

 

“Lalu, dia berada di kelas berapa?” Tanya Chanyeol.

 

“Dia satu angkatan dengan kita, dan berada di kelas 2-3” jelas Chen

 

“Lalu, apakah kedua temannya itu mengetahui tentang rahasia kita?” Tanya Suho

 

“Entahlah, tapi menurutku dia belum menceritakannya. Tentang yang satu itu, kurasa itu adalah tugas dari Luhan hyung”

 

“Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan gadis itu?” Tanya Sehun

 

“Apalagi, tentu kita harus membuat gadis itu diam dan tidak memberitahukan rahasia kita” ucap D.O

 

“Dengan cara apa?” Tanya Lay

 

“Tentu saja dengan cara yang biasa digunakan oleh manusia untuk membuat lawan mereka diam dan tak berkutik lagi” sahut Chanyeol dengan menyeringai.

 

“Jangan bilang kalau kau ingin memakai jalur kekerasan” tebak Baekhyun.

 

“Apa kau sudah gila? Tentu saja aku tidak akan melakukannya”

 

“Lalu, kau ingin melakukan apa?” Tanya Kris.

 

“Aku akan melakukan hal yang biasa dilakukan oleh para siswa di jaman sekarang, yaitu…. pembullyan” ucap Chanyeol.

 

“Baiklah, terserah kalian saja. Luhan-ah, aku ingin kau memantau gadis itu, jika perlu baca pikirannya juga” ucap Suho, kali ini ia tidak ingin ambil pusing dan menyerahkan semuanya kepada saudara-saudaranya yang lain.

 

“Jika sudah tidak ada lagi, sebaiknya kita segera beristirahat dan bersiap-siap untuk besok” ucap Xiumin.

 

Setelah pembicaraan mereka selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun saat akan menuju kamarnya, Kai di cegat oleh Chanyeol.

 

“Waeyo hyung”

 

“Kai-ya kau bisa membantuku?” Tanya Chanyeol

 

“Membantu apa” ucap Kai malas, dirinya saat ini terlalu lelah untuk membantu hyung-nya itu

 

“Aku ingin kau membantuku untuk mengumpulkan siswa-siswa yang ada di sekolah besok”

 

“Untuk apa?”

 

“Kau kan sudah tahu jika aku akan melakukan apa besok” ucap Chanyeol sambil mengangkat kedua alisnya, kemudian meninggalkan Kai yang masih bingung dengan apa yang dimaksudkan. Sejenak pria itu berpikir sambil masuk ke dalam kamarnya, dan beberapa detik kemudian ia menyadari apa yang dimaksud Chanyeol, dan pria itu tersenyum sedikit kemudian tertidur.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Keesokan harinya, seperti biasa Hyun Hae, Ha Ni dan Hyu Ra pergi ke sekolah bersama, tapi anehnya, mereka berangkat lebih pagi daripada yang biasanya.

 

“Hoam. Kenapa kau mengajak kita untuk berangkat lebih pagi, aku masih mengantuk sekarang” keluh Ha Ni saat mereka sedang berjalan menuju halte bis.

 

“Itu karena… ah sudahlah, yang jelas aku hanya ingin kita berangkat lebih pagi saja” ucap Hyu Ra sambil berjalan terlebih dahulu. “Lagipula salah sendiri kenapa kau tidak tidur semalam, sekarang kau mengantuk kan”

 

“Hei, jangan menyalahkanku sendiri, kau sendiri kenapa kau tidak tidur semalam, lihatlah ada lingkaran hitam di matamu” ucap Ha Ni sambil menyusul Hyu Ra dan menunjukkan lingkaran hitam yang ada pada matanya.

 

“Benarkah? Hyun Hae-ya, bisakah aku pinjam cerminmu?” ucap Hyu Ra sambil menengok ke arah belakang.

 

Hyun Hae segera mengeluarkan ceminnya dari dalam tas dan menyerahkannya kepada Hyu Ra yang berada di depannya “Hah… kau benar” ucap Hyu Ra sambil menghela napasnya setelah melihat pantulan dirinya yang berada di cermin.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Saat mereka sudah sampai di halte, bis pun datang, mereka bertiga segera masuk ke dalam dan duduk di kursi masing-masing,

 

“Hei, jika sudah sampai tolong bangunkan aku” ucap Ha Ni sambil menyenderkan kepalanya di jendela dan dibalas anggukan oleh Hyun Hae dan Hyu Ra yang duduk di belakangnya.

 

Saat bis sudah melaju, dibelakangnya ada sebuah mobil yang berhenti tepat di belakangnya, mobil itu berwarna putih dengan atap yang terbuka. Setelah bis itu melaju, pria yang sedang menyetir itu atau lebih tepatnya Kai yang sedang menggunakan kacamata menelpon seseorang yang ada disana.

 

“Yeoboseoyo”

 

“…..”

 

“Hyung, mereka sudah berangkat”

 

“……”

 

“Arraseo”

 

 

Setelah selesai menelpon, Kai segera melajukan mobilnya mengikuti bis itu. Saat hampir sampai di sekolah, Kai melajukan mobilnya dengan cepat untuk sampai di sekolah terlebih dahulu. Sesampainya di sekolah, Kai segera memberi aba-aba kepada yang lain untuk bersiap-siap.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Di sebuah istana yang tampak tenang, terdapat beberapa orang yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Di dalam sebuah perpustakaan terdapat seorang pria dengan memakai sebuah jubah hitam sedang berdiri di dekat jendela sambil mengawasi para pelayannya yang sedang bekerja di samping taman istana. Pria itu sangat terlihat berkarisma dan gagah, namun sayangnya ia sangat angkuh dan dikenal sangat kejam. Suara ketukan pintu menghentikan aktivitasnya sejenak. “Masuklah” ucapnya.

 

Setelah mendengar perintah itu, orang yang mengetuk pintu itupun langsung masuk ke dalam dan langsung berjongkok sambil bertumpu dengan sebelah kakinya saat berada di hadapan pria berjubah itu.

 

“Ada apa kau kemari?” ucapnya dengan suara berat. “Apa kau membawa informasi penting untukku?” lanjutnya.

 

“Benar tuan, saya kemari untuk menyampaikan jika keberadaan mereka sudah ditemukan dan saat ini mereka sedang tinggal di bumi” jelas pria berjubah yang kita tahu adalah orang yang mengikuti Kai dari belakang itu.

 

“Kerja yang bagus, sekarang aku ingin kau mengawasi mereka” ucapnya dengan seringaian. “Dan kau bisa mengajak JK dan J-Hope, mereka bisa membantumu saat berada di bumi” lanjutnya.

 

“Baik tuan” ucap pria itu, kemudian segera berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu. Tapi, ketika pria itu sudah berada di depan pintu, ia dipanggil kembali.

 

“Lee Taemin?” lanjutnya

 

“Ia tuan, ada apa?”

 

“Kau harus berhati-hati, dan juga jangan terlalu sering mengeluarkan kekuatanmu, karena manusia yang tinggal disana tidak memiliki kekuatan seperti kita, jadi mereka akan mencurigaimu jika kau melakukan sesuatu yang aneh dan kau bisa keluar sekarang” jelasnya.

 

“Baik tuan, saya akan berhati-hati”

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Saat sampai di bumi, Taemin membawa JK dan J-Hope ke tempat tinggal mereka yang baru.

 

“Ini adalah tempat yang biasa mereka sebut rumah, dan disinilah kita akan tinggal untuk sementara di bumi” jelas Taemin sambil membawa mereka berkeliling rumah.

 

“Ini adalah kamar untukmu, dan sebelahnya adalah kamarmu” lanjut Taemin sambil menunjukkan kamar JK dan J-Hope.

 

“Jika tidak ada yang ingin kalian tanyakan, aku harus pergi dan bersiap-siap sekarang” lanjutnya.

 

“Kau mau pergi kemana?” Tanya J-Hope

 

“Aku akan pergi ke SM High School dan menyamar menjadi siswa baru disana karena saat ini, mereka sedang bersembunyi dan menyamar menjadi siswa disana” jelas Taemin.

 

“Lalu bagaimana dengan kami?” Tanya JK

 

“Kalian juga akan menjadi salah satu siswa baru disana mulai besok. Aku sudah menyiapkan seragam dan semua penyamaran kalian di lemari” jelas Taemin kemudian pergi meninggalkan JK dan J-Hope.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Saat berada di depan gerbang sekolah, Hyu Ra mulai menghentikan langkahnya dan tidak mengikuti Hyun Hae dan Ha Ni dari belakang. Merasa jika tidak ada seseorang yang mengikuti mereka dari belakang, Hyun Hae dan Ha Ni segera menghentikan langkah mereka dan menoleh ke arah belakang secara bersama-sama.

 

“Ya, kenapa kau berdiam diri di depan gerbang sekolah seperti itu eoh!” ucap Hyun Hae sambil berjalan menghampiri Hyu Ra dan diikuti Ha Ni dari belakang.

 

“Entahlah, aku hanya merasakan firasat yang buruk saat ini” jawab Hyu Ra

 

“Mungkin itu hanya imajinasimu saja. Tenanglah kau tidak perlu khawatir, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk hari ini” ucap Ha Ni menenangkan, sambil menepuk bahu sebelah Hyu Ra.

 

Setelah mengucapkan hal itu, Ha Ni segera menarik paksa tangan Hyu Ra dengan dibantu oleh Hyun Hae untuk segera masuk ke dalam sekolah.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Saat berada di koridor sekolah, Hyun Hae, Ha Ni dan Hyu Ra merasakan ada yang aneh saat ini. Tidak biasanya mereka akan ditatap dengan tatapan yang tajam dan sinis oleh para siswa yang ada disana dan tidak biasanya suasana di sekolah sudah ramai seperti ini, padahal suasana masih sangat pagi.

 

“Ada apa dengan mereka? Apa kita pernah membuat kesalahan kepada mereka?” Tanya Tanya Hyun Hae.

 

Sejenak Hyu Ra menghela napasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan Hyun Hae “Haah, bukankah sudah kubilang aku sudah merasakan firasat yang buruk saat berada di depan gerbang sekolah tadi” jawab Hyu Ra lesu.

 

“Sudahlah, kita tidak perlu menghiraukan mereka, lebih baik sekarang kita pergi ke kelas saja” sahut Ha Ni.

 

 

Saat berada di kelas, Hyun Hae, Ha Ni dan Hyu Ra segera duduk ke tempat masing-masing. Namun sayangnya saat akan duduk salah satu dari meja mereka, atau lebih tepatnya meja dari Hyu Ra tidak ada dan membuat gadis itu kebingungan melihat mejannya yang hilang.

 

Melihat hal itu, Hyun Hae dan Ha Ni juga ikut bingung melihat meja Hyu Ra yang tiba-tiba saja hilang. Kemudian beberapa gadis datang dan menghampiri Hyu Ra dengan tatapan sinis.

 

“Kurasa kau tidak mempunyai meja disini” ucap salah seorang gadis yang berambut panjang dengan tatapan sinis.

 

“Bagaimana kau bisa bermimpi untuk belajar disini bersama kami?” ucap gadis lainnya yang berambut pendek.

 

“Kenapa kau datang ke sekolah? Kau bahkan sama sekali tidak pantas untuk bersekolah disini” sahut gadis yang menguncir rambutnya.

 

Melihat temannya yang diejek seperti itu, membuat Hyun Hae dan Ha Ni ingin membalas perkataan dari mereka. Baru berjalan beberapa langkah, Hyu Ra memegang lengan keduanya. Untung saja Hyu Ra berada di tengah-tengah kedua temannya sehingga ia bisa mencegah kedua temannya itu.

 

“Sudahlah, kalian jangan hiraukan mereka, lebih baik sekarang kalian berdua membantuku untuk menemukan mejaku sebelum bel berbunyi” ucap Hyu Ra dan berjalan keluar kelas.

 

Sebelum melangkahkan kaki mereka keluar kelas, Hyun Hae dan Ha Ni memberikan tatapan sinis kepada para gadis itu selama beberapa detik dan pergi keluar kelas.

 

“Supaya cepat, kita akan berbagi tugas. Kalian ke arah kanan dan aku ke arah kiri” jelas Hyu Ra dan dengan segera mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju ke arah yang telah dikatakan oleh Hyu Ra.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Di sebuah ruangan yang terletak di salah satu ruangan di sekolah, terdapat sebuah monitor yang berukuran besar, disana terlihat dua belas namja yang sedang memperhatikan sesuatu dari layar monitor itu.

 

“Apa kau juga akan melibatkan mereka berdua?” Tanya Tao.

 

“Tidak, aku tidak akan melibatkan mereka berdua. Aku hanya akan menjadikan mereka sebagai umpanku saja. Jika gadis itu sampai memberitahukan rahasia kita kepada orang lain, maka aku mengatakan padanya jika aku juga akan mengancam kedua temannya itu” ucap Chanyeol dengan seringaian.

 

Tidak lama kemudian ponsel Chanyeol berbunyi, ia segera mengangkatnya. Setelah beberapa menit ia menutup ponselnya, seringaian pun muncul kembali dari wajahnya.

 

“Ada apa?” Tanya Suho

 

“Kita harus bersiap-siap sekarang, gadis itu sudah terperangkap dalam jebakan kita” ucap Chanyeol “It’s Showtime” gumamnya pelan.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Terlihat saat ini Taemin berjalan memasuki gerbang sekolah. Senyuman terus terpatri dalam wajahnya yang dapat meluluhkan seluruh hati para gadis yang berada di sana.

 

Langkahnya terhenti ketika sampai di depan gedung sekolah tersebut. Sejenak ia mengangkat kepalanya untuk melihat bangunan dari sekolah itu. Kemudian mengeluarkan kacamata dari saku celananya dan memakainya untuk menutupi identitasnya. Meski saat ini sudah terpasang kacamata di wajahnya, tapi itu sama sekali tidak mengurangi ketampanannya.

 

Setelah puas mengamati bangunan sekolah tersebut, ia segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang guru. Saat melintasi beberapa lorong yang ada di sekolah itu, ada seorang gadis yang menarik perhatiannya. Karena penasaran kemana arah gadis itu akan pergi, ia memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.

 

Beberapa meter kemudian gadis itu berhenti dan membuat dirinya juga ikut berhenti, hingga beberapa saat kemudian gadis itu mulai berjalan lagi, dan Taemin terus saja mengikuti gadis itu dari belakang.

 

Tida terasa, beberapa menit pria itu habiskan hanya untuk mengikuti gadis itu tanpa sadar. Akhirnya selama beberapa menit mereka berjalan atau lebih tepatnya gadis itu berjalan dengan dibuntuti Taemin dari belakangpun akhirnya berhenti. Taemin mengerutkan keningnya bingung, dan beberapa saat kemudian, Taemin dibuat terkejut dengan keadaan gadis itu.

 

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

 

TBC

 

Gimana dengan kelanjutannya, kepanjangankah?? Awalnya author mau manjangin di chapter ini, tapi setelah itu author gak jadi manjanginnya soalnya takut para readers bosan membacanya. Author juga harap semoga para readers setia untuk menunggu kelanjutan dari ff yang gak jelas ini, soalnya author lagi sibuk sama urusan sekolah dan nerusin ff author yang lainnya. Sekali lagi author ngucapin terima kasih atas saran, komentar, dan semangat dari para readers, Gamsahamnida ^^

 

And PLEASE give the comment and LIKE. Saran dan kritikan dari para readers sangat penting  and DON’T BE SILENT READERS!!

 

5 thoughts on “3 foolish girls and handsome aliens (chapter 4)

  1. Wuuuaaa kereen . Udah mulai memanas skarang /haha/*abaikan :v
    penasaran yg di ikutin taemin itu Hyu Ra kan? Trus Jk itu Tiger Jk maksudnya ya? Ppfft~ itu mah udah ahjussi-ahjussi thor😀
    Di tunggu sangat nextnya ya^^ Fighting

    1. Bukan yang author maksud itu, JK (Jungkook) BTS. HEHEHE maaf ya karena author krang buat ngejelasinnya jdi salah paham deh 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s