Happen Ending Sequel : The Ending

the-ending-cvr

Tittle :  [Happen Ending Sequel] The Ending

Author : Ameliakkim230

Length : Oneshot《-+1363 words》

Genre : Hurt, Friendship, Romance, Family

Rating : PG 15

Cast : EXO Oh Sehun X OC Kim Hyunji

ameliakkim230.wordpress.com

 

 

 

The plot is original from my mind!

typo(s) everywhere.

Pardon ma badfict and Happy Reading!

 

———————-

“Ia yakin. Tekadnya sudah bulat. Pilihannya kali ini tidak akan salah”

———————-

 

ameliakkim@2016

Kim Hyunji sekali lagi menatap pantulan dirinya pada cermin setinggi badan di hadapannya. Di sana, ada seorang wanita yang sedang mengenakan gaun pengantin putih berekor panjang. Rambut wanita itu di tata sedemikian rupa sehingga bisa tersanggul rapi dengan rangkaian mutiara yang menghiasinya. Menyisakan beberapa anak rambutnya yang bergelantungan. Wajah wanita tadi di poles dengan make up natural yang semakin memperkuat aura kecantikan di wajahnya. Wanita itu, wanita yang ada di cermin itu adalah Kim Hyunji. Dirinya.

Ia yakin. Tekadnya sudah bulat. Pilihannya kali ini tidak akan salah. Tidak akan membuatnya meneteskan air dari kedua kelopak matanya.

Pintu ruangan ini terbuka, Hyunji bisa melihatnya dari kaca. Hyunji kemudian menoleh. Mendapati Ibunya yang sedang tersenyum simpul padanya.

Ibunya berjalan mendekat. Merengkuh Hyunji ke dalam dekapan hangatnya. Melepas pelukan, lalu memandang wajah cantik putrinya dengan sendu. Tak terasa putri kecilnya yang setiap hari ia timang sudah sebesar ini. Sudah berdiri dengan gaun pengantin cantik yang membalut tubuhnya. Bahkan sebentar lagi gadis ini sudah bukan tanggung jawabnya.

“Kau yakin, Nak? Masih ada waktu. Kau bisa memikirkannya kembali. Ibu tidak mau kau menyesal di kemudian hari”

Hyunji menghela nafas. Ibunya membicarakan hal ini lagi. Jika ia tidak yakin. Untuk apa ia berdiri di sini dengan gaun pengantin dan segala perlengkapan merepotkan lainnya?

“Aku sangat yakin, bu. Tidak usah khawatir. Aku berjanji tidak akan menangis lagi”

Hyunji memeluk ibunya lagi. Kali ini lebih erat, seolah menegaskan jika ia sudah mencapai keputusan final. Ibunya membalas pelukan, mengusap punggung hyunji sayang. Membisikkan kata ‘berbahagialah’ dan Hyunji mengangguk.

Pintu kembali terbuka. Ini sudah saatnya. Hyunji melepas pelukan pada ibunya, tersenyum. Hyunji berjalan ke arah pintu sambil memeluk satu buket bunga, musik pengiring mulai di mainkan. Ayahnya mengulurkan tangan padanya sambil tersenyum. Hyunji menerima uluran tangannya, lalu kembali berjalan berasama ayahnya. Di depannya, dua orang gadis kecil bergaun putih berjalan sambil menebar bunga.

Ditengah perjalanan mata Hyunji mengedar pandang. Di sebelah kanan, ada Kim Junmyeon, oppanya berdiri bersebelahan dengan istrinya yang sedang tersenyum sambil menggendong bayi laki laki nya yang gemuk. Junmyeon meraih tangan putranya lalu melambaikannya ke arah Hyunji. Membuat Hyunji tersenyum lebar ke arah mereka.

Mata Hyunji mengedar lagi, bisa di lihatnya Luhan, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Kim Jongdae dan beberapa teman dari calon suaminya. Lalu, ada Kris Wu, si sekretaris Oh Sehun. Ia lupa jika ia juga mengundang namja yang tingginya di atas rata rata itu. Oh jangan jangan,

Benar saja. Tak jauh dari Kris Wu, berdiri Oh Sehun yang memandangnya dengan tatapan sendu, kosong seolah jiwanya pergi entah kemana. Pasti calon suaminya yang mengundang Sehun, mengingat dia juga salah satu rekan kerjanya dan Hyunji juga belum memberi tau apa yang terjadi antara dia dan Sehun pada calon suaminya. Lelaki itu datang sendiri. Lalu kemana gadis di restoran Jepang tempo hari yang lalu?

Setelah memutuskan hubungan dengan Sehun, Hyunji akhirnya menerima tawaran perjodohan dari orang tuanya yang sebenarnya sudah lama di tawarkan kepadanya. Dan di sinilah ia sekarang. Awalnya Hyunji tak yakin. Tapi, setelah beberapa bulan menjalani ‘pendekatan’ dan melihat adanya kesungguhan yang ada di mata calon suaminya itu, Hyunji memutuskan untuk meneruskan perjodohan ini. Memulai kisah yang baru.

Memberi kesempatan kedua sama saja membuat lelaki itu menang dan akan terus mengulangi kesalahan yang sama. Lalu Sehun akan beranggapan jika bagaimana pun kesalahannya, Hyunji akan memaafkannya.

Sehun sendiri sebenarnya sudah berkali kali menghubunginya, meminta maaf dan meminta Hyunji untuk kembali padanya. Ada sebuah pepatah mengatakan, ‘forgiving someone is easy, it’s trusting them again that’s hard’. Itu juga berlaku untuk Hyunji. Juga, kata maaf tidak akan berguna jika kepercayaan Hyunji terhadap Sehun sudah rusak. Percuma saja.

Jauh di lubuk hatinya, Hyunji masih menyimpan banyak rasa untuk Sehun. Hyunji masih mencintainya. Tapi Hyunji terlalu takut. Takut untuk tersakiti oleh Sehun lagi.

Netra mereka beradu cukup lama, mata mereka sama sama hampir basah. Sorot mata Sehun seolah mengatakan, ‘Berbaliklah, ada aku yang akan lebih membahagiakanmu. Aku yang lebih mengenalmu, Aku berjanji tidak akan mengulangi semua kesalahan bodohku. Masih ada waktu sebelum kau benar benar tak bisa kuraih lagi’

Namun Hyunji menggeleng, cepat cepat menghadapkan kepalanya ke depan. Mencoba mengacuhkan Sehun yang berdiri penuh harap. Sehun tidak bisa lagi mengubah keputusan Hyunji. Sudah sangat terlambat. Sehun juga harusnya dengan lapang dada menerima resiko dari tindakan yang dia ambil.

Hyunji dan ayahnya berjalan lagi, kini di depannya, telah berdiri lelaki yang mengenakan tuxedo putih dengan bunga di sakunya. Dahinya terlihat dengan jelas karena poni rambutnya di tata ke atas. Dia sedang tersenyum ke arah Hyunji, menghasilkan cetakan kecil di pipinya. Tampan sekali.

Hyunji balas tersenyum padanya. Lelaki yang kelak akan melindunginya, mencintainya di setiap senang maupun susah, sakit maupun sehat sampai ajal memisahkan mereka. Yang Hyunji harap tidak akan menghianatinya.

Hyunji bisa mendengar ayahnya berbisik lirih pada lelaki itu saat mengulurkan tangan Hyunji padanya, “Aku titipkan putriku padamu. Aku mempercayaimu, Nak” Lelaki itu mengangguk sambil membawa tangan Hyunji ke genggamannya. Kembali mengulas senyum. Hingga akhirnya kini mereka berdiri bersisian menghadap pendeta yang ada di depan mereka.

“Apakah saudara Park Chanyeol bersedia menerima Saudari Kim Hyunji sebagai istri, mengasihinya sama seperti saudara mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit dan sehat dan setia kepadanya selama saudara berdua hidup?”

“Ya. Saya bersedia”

Park Chanyeol, namja yang berdiri di samping Kim Hyunji menjawab dengan suara yang lantang dan tegas.

“Apakah saudari Kim Hyunji bersedia menerima Saudara Park Chanyeol sebagai suami, mengasihinya sama seperti saudara mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit dan sehat dan setia kepadanya selama saudara berdua hidup?”

Kini saatnya sudah benar benar tiba untuk Hyunji. Ia mengedarkan pandangan ke samping. Ibu dan Ayahnya sedang tersenyum padanya. Hyunji menghela nafas, menoleh lagi ke arah Chanyeol yang juga tengah tersenyum ke arahnya. Hyunji juga bisa merasa jika genggaman tangan Chanyeol mengerat. Hyunji tersenyum.

“Ya. Saya bersedia”

 

***

 

EPILOG.

 

Oh Sehun menumpukan kepalanya di tangan. Kepalanya benar benar pening sekarang. Hyunji benar benar tidak bisa di hubungi akhir akhir ini. Sebenarnya wajar juga Hyunji seperti itu. Sehun sudah berbuat suatu kesalahan. Hyunji wajar jika dia membenci Sehun.

Hari itu, bukan tanpa alasan ia tidak beranjak menahan kepergian Hyunji, karena Hyunji saat itu sedang dalam keadaan emosi, karena ia tahu Hyunji akan semakin tidak mau memaafkannya saat ia terus mencoba berbicara ataupun menjelaskan semua padanya. Ia tahu, Hyunji butuh berfikir lagi, begitu juga dirinya yang perlu bercermin lagi.

“Hei!”

Tepukan di bahunya membuat Sehun mendongak. Bisa di lihatnya Jongin, Baekhyun, serta Luhan sudah duduk di hadapannya.

“Oh. Kalian sudah datang”

Sehun duduk dengan tegak. Lalu setelah memesan makanan, ia mulai berbincang dengan ke tiganya. Hari ini para lelaki tadi sedang mengadakan reuni kecil kecilan. Mereka memang dekat satu sama lain sejak SMA.

Mereka sangat ampuh membuat Sehun melupakan stress yang sedang melandanya. Sehun jadi menyesal tidak mengenalkan Hyunji pada mereka dulu, karena Sehun yakin, gadis itu akan sangat menyukai candaan mereka.

Astaga. Hyunji lagi.

“Oh ya, Baekhyun Hyung. Chanyeol Hyung di mana?”

Sehun yang menyadari ke absenan seorang anggota mereka berinisiatif bertanya pada Baekhyun yang notabene nya sangat dekat dengan Chanyeol.

“Dia akan sedikit terlambat. Ada urusan penting katanya”

Sehun mengangguk paham. Paling juga rapat penting para pemegang saham lagi. Mereka–Sehun dan Chanyeol hidup di lingkungan yang sama. Lingkungan keluarga bisnis yang mengharuskan mereka memimpin perusahaan di usia muda.

“Oh. Itu dia”

Baru saja di bicarakan, Kim Jongin menunjuk ke luar caffe tempat mereka berkumpul sekarang. Mereka bisa melihat Chanyeol sedang berjalan sambil sesekali mengulas senyum. Terdengar dentingan halus kala Park Chanyeol memasuki caffe. Lelaki jangkung itu langsung berjalan menuju meja mereka.

“Maaf terlambat”

Masih dengan tersenyum, Chanyeol duduk dan ikut bergabung dalam obrolan. Seperti biasa, mereka membicarakan kekonyolan kekonyolan mereka saat remaja, atau bagaimana pusingnya mereka saat mengurus pekerjaan. Baru sebentar berbincang, Chanyeol terlihat mengangsurkan sesuatu ke tangan mereka.

“Maaf baru memberi tau kalian. Aku benar benar sibuk akhir akhir ini. Tapi, aku harap kalian semua bisa datang. Seminggu lagi”

Sehun yang awalnya tidak tertarik sama sekali dengan benda berpita putih tadi tiba tiba merasa seperti tersambar petir ketika membaca apa yang tertulis di sampulnya. Bukan kata undangan pernikahan yang membuat Sehun kaget, tapi sebuah foto di halaman pertama, seorang gadis yang tengah tersenyum dengan Chanyeol yang memeluknya dari belakang dan nama sang mempelai wanita yang tertulis di sana.

 

“Wedding Ceremony, Park Chanyeol and Kim Hyunji”

 

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

 

kkeut

 

 

Hallo. Ada yang ingat ff Happen Ending? /nggak/

Aduhh. Maaf. Ini pasti jelek bangetㅠㅠ Bahasa ff ini apabanget lagi. Yang penting sekarang Happen Ending ada sequelnya ya hohoho.

Terimakasih sudah membaca♡

#Ameliakkim230

 

4 thoughts on “Happen Ending Sequel : The Ending

  1. Aduhhh kasian ya bang sehunn, udahlahh bang legowo aja mendingan sama gue aja, gue siap kok bang lahir dan batin, syukur saingannya cy ya gue bisa terima lahh tapi kalo yg lain lain udahh dipastikan gue pro ke sehun :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s