PAINTING LOVE (Bitter Memories)

image78

PAINTING LOVE (Bitter Memories)

Poster by : NJXAEM@jjhsteleportation

https://jjhsteleportation.wordpress.com

 

 

“BYUNPELVIS Imagine”

 

 

 

Main Cast        : Oh Sehun , Lee Sunhee

Genre              : Sadness, Romance?

Ratting            : General

Leght               : OneShoot

Disclaimer              : This story is mine. Murni dari pemikiran saya sendiri . Sorry for typo ^^

Holla!!

Ketemu lagi nih dengan author pemula yang masih bau kencur 😛 .

Kali ini ByunPelvis membawa sebuah cerita OneShoot

Silahkan dibaca dan semoga suka… ^^

Ok  cekidottt!

And do not be a silent reader

 

***

Suasana kota Seoul sore itu sangatlah ramai. Kendaraan yang berlalu lalang menambah kesan padatnya aktifitas di negri gingseng itu.

Suasana romantis juga dipancarkan dari sorotan lampu warna-warni yang berhias di sepanjang jalan  jembatan  besar yang melintang disana.

Tapi suasana itu berbanding balik dengan hati seorang namja yang sedang mengumpat kesal karena hal yang dialaminya hari ini.  Kaki panjangnya berjalan menyusuri jalan kawasan Hangang Park, tempat favoritnya. Betapa kesalnya ia karena baru beberapa hari di Seoul sudah sangat menyebalkan.

Contohnya beberapa jam yang lalu, ia baru saja mendapat murka dari sang ayah karena tingkah bodohnya.

Tapi dia tidak benar benar bodoh, seseorang bernama Oh Sehun ini adalah pemuda yang sangat cerdas dan  selalu membangkan orang tuannya. Stausnya adalah seorang mahasiswa di New York University .

Dan kebodohannya itu  adalah , ia menghentikan pendidikannya di kampus bergengsi itu untuk pindah ke Seoul. Ia beralasan tidak betah di Amerika sana dan lebih memilih untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Walau ia berencana akan pindah ke univaersitas terbaik di Seoul tapi ayahnya masih saja menolaknya, keinginan beliau Sehun harus menyelesaikan pendidikannya di negri Paman Sam agar mendapat status pendidikan terbaik.

“hahh”

Sudah kesekian kalinya namja tampan itu menghembuskan nafas beratnya. Ia merogoh ponsel dalam saku dan membuka kunci  layar toucscreennya. Disana terpasang gambar seorang gadis yang beberapa hari lalu diambilnya dari tempatnya berdiri saat ini. Bibirnya menyunggingkan senyum saat mengamati foto itu.

“yaeppo”

Mata elangnya mengedarkan pandangannya keseluruh area tepi sungai Han. Mencari sosok yang beberapa waktu ini memenuhi otaknya, ia tau mungkin ia sekonyol pria yang baru saja jatuh cinta. Tapi sungguh, seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan hatinya berdebar kencang saat melihat senyum  manis yang terpatri di wajah cantik seseorang itu. Saat angin menerbangkan helaian rambut yang digerai itu, Sehun benar benar merasa terhipnotis.

Pasti temannya yang bernama Park Chanyeol akan sangat bersyukur jika namja cuek seperti dirinya masih bisa merasakan perasaan semacam itu pada seorang gadis. Pasalnya selama Sehun hidup tidak pernah peduli dengan hal seperti itu. Menurutnya mengencani wanita hanya membuang waktu saja, yang dipentingkannya hanyalah pendidikan.

Tapi saat ini, detik ini Sehun terbuka hatinya saat pertama kali melihat gadis yang selalu duduk manis dibangku kayu bawah pohon ex.

Ia bisa mendefinisikan jika ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Sungguh tak pernah terbayangkan dalam hidupnya.

Yang membuatnya menarik adalah, gadis manis itu selalu membawa kuas dan kertas lukis selama ia melihatnya. Mata yang sepertinya sangat bening itu selalu terpancar kebahagiaan dan bibir yang terlihat tipis itu selalu terangkat membentuk senyum.

Ya, Sehun dapat melihatnya walau dari jarak yang lumayan jauh.

“Siapa kau sampai membuatku seperti ini?”

Ucapnya, munkin ia akan berada ditempat itu selama gadis cantik disana belum beranjak. Ia ingin menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang satu itu .

“ Sial, kau mencuri hatiku nona”

**

2 hari

3 hari

dan seterusnya Sehun selalu mengunjungi Hangang Park.

Tujuannya adalah  untuk menyegarkan pikiran dari masalahnya yang selalu timbul setiap hari.

Lagi lagi sang ayah bersikap tegas padanya, minggu ini ia dituntut harus kembali ke New York. Sungguh Sehun sangatlah tidak siap. Karena kemarahan Appanya itu pula ia belum berani untuk  pulang kekediamannya.

Namja itu lebih memilih menginap untuk sementara di apartement milik temannya.

Angin sore ini cukup kencang, membuatnya semakin mengeratkan mantel tebalnya.

Mata onyxnya  lagi lagi mengedarkan pandangan ketempat yang sudah dihafalnya, yaitu bangku panjang yang terletak dibawah pohon ex didepan sana . Sehun mengerutkan keningnya saat tak menemukan sosok yang dicarinya.

Jika setiap hari ia akan menemukan gadis itu duduk manis disana tapi hari ini ia tak menjumpainya.

Tanpa disadarinya kaki panjangnya melangkah menuju bangku itu. Ia berdiri disana dan mengamatinya. Imajinasinya mulai bekerja.

Ia sedang membayangkan seorang gadis yang diam diam dikaguminya duduk dibangku panjang itu .

“Akuyang  terlambat atau kau tidak datang heum?”

Sehun duduk dibangku itu, menyingkirkan daun ex yang berjatuhan . Mata elangnya terpejam merasakan angin sore yang sangat menyejukan.

Tiba tiba ia merasakan sesuatu, bangku yang didudukinya sedikit bergoyang. Ia berasumsi bahwa seseorang telah duduk disebelahnya.

Perlahan dibuka kelopak matanya yang terpejam. Ia menoleh dan terpaku saat melihat siapa sosok disampingnya itu.

Matanya masih belum berkedip sampai seseorang disampingnya membalas menatapnya dan….tersenyum.

Sehun tersadar saat itu juga dan mengalihkan pandangannya.

“Anyeong… Maaf  karena duduk disampingmu. Ini tempat favoritku”  ucap sosok cantik itu sedikit membungkukan tubuhnya.

Sehun mengangguk gugup dan sedikit mengangkat senyumnya. Jujur ia tak bisa berkutik, ia terlalu gugup untuk mengeluarkan suaranya.

Bagaimana mungkin pria jenius sepertinya terlihat akward saat didekat wanita.

Sehun tak berniat pergi, jika selama ini ia hanya berani  memandang gadis itu dari jauh tapi saat ini ia  duduk disampingnya. Tak terbayangkan olehnya sedikitpun.

“k-kau hanya sendiri?”

Akhirnya sebuah kata keluar dari bibirnya. Sehun dapat melihat respon gadis disampingnya , sekali lagi senyum indah itu terpatri membuat Sehun semakin gugup.

“ne , aku selalu sendiri.”

“ka-kau suka melukis?.”

“hemmm. Ini hobiku.”

“ahh ne”

Hanya itu yang sehun tanyakan, selanjutnya entah apa yang akan diucapkannya lagi. Otak cerdasnya mendadak kosong .

Tak terhitung berapa menit ia gunakan untuk memandang wajah itu dari samping, ternyata dilihat dari dekat yeoja disampingnya ini tak hanya manis,,

“cantik” ucap Sehun tanpa sadar.

“eoh?”

“ee i-itu lukisanmu cantik dan…… terlihat hidup”

“Khamsahamnida .” Balasnya singkat, yeoja itu kembali mengoleskan tinta berwarna untuk menyempurnakan lukisannya.

“Apa kau seorang mahasiswa?”

“na? Aku- ya aku seorang mahasiswa” jawab Sehun. Namja itu mengatakan yang sesungguhnya. Ia memang seorang mahasiswa kan?  (forget it. Author palah nanya duhh)

“geurae.”

“kau hanya sendiri? Dimana temanmu?” tanya Sehun mencoba untuk berbasa basi.

“teman?  Kufikir… tak pernah ada”

Sehun terdiam karena senyum manis itu terlihat  luntur. Ia sadar mungkin pertanyaannya itu salah.

“Mian .”

“Gwemcanayeo..”

Senyum itu muncul kembali, membuat Sehun lega. Setidaknya ia tak membuat sedih gadis yang belum dikenalnya ini.

“Aku melihatmu” ucap gadis itu tiba tiba saja.

“ne?”

“Aku melihatmu beberapa hari ini ditempat ini.”

Degg..

Sehun terdiam, dadanya berdetak lebih kencang lagi. Mungkin setelah ini ia akan serangan jantung jika gadis disampingnya terus tersenyum memandanginya.

“ah majja . ee..Aku sedang menyegarkan otakku. emm kau tau tugas kampus sangat membuatku pusing  . ya begitulah..” jawabn namja itu sembari menggaruk tengkuknya yang sebenarnya  tak terasa gatal sama sekali.

Bohong, Sehun berbohong. Entah kenapa malah itu yang keluar dari mulutnya. Tentu saja karena ia tidak akan mengatakan langsung jika ia ditempat itu untuk melihat gadis yang duduk disampingnya .

“hemm. Aku tau karna aku juga pernah merasakannya”

Ucap gadis itu sembari menundukan wajahnya. Lagi, Sehun menemukan ekspresi berbeda, ekspresi itu terlihat sedih.
“apa kau sudah tak kuliah?”

“Iya. Lebih tepatnya berhenti . Sesuatu mengharuskanku melakukan itu”

Sehun terdiam, membuat suasana hening kembali. Namja itu hanya tak mau membuat yeoja disampingnya ini menghilangkan senyumnya. ia pikir mungkin pertanyaan salah lagi.

Sehun mengalihkan pandangannya pada lukisan yang dibuat oleh gadis disampingnya.

Terkesan, itulah penilaiannya.

“Lee Sunhee? Itukah namamu?”

“ eoh? Bagaimana kau mengetahuinya?”

“itu”

Ucap Sehun sembari menunjuk kanvas yang terukir sebuah nama. Yeoja yang ternyata bernama Lee Sunhee itu terkekeh karena ketidak menyadarinya.

“ya, aku Lee Sunhee. Dan kau?”

“aku? Aku Sehun , Oh Sehun. Bangapta.. Sunhee-ssi”

Sehun mengulurkan tangannya , tangan Sunhee juga terulur untuk membalas. Keduanya terpaut dalam perkenalan saat ini. Tak dibayangkan oleh Sehun jika tangan Sunhee lebih lembut dari kain sutra.

Mata indah itu akan menjadi favoritnya mulai sekarang….

 

**

a few days…………….

 

Sejak hari itu Sehun hampir setiap hari meluangkan waktu sorenya untuk menemani Sunhee duduk dibangku favoritnya. Dan tidak tertinggal pula perangkat alat lukis yang selalu Sunhee bawa.

Sehun selalu menemani gadis itu menggoreskan kanvas pada kertas kosong. Ia selalu kagum dengan apa yang dilukiskan Sunhee. Tidak, sepertinya bukan hanya ia yang akan mengatakan lukisan Sunhee sangat bagus.

“Sunhee-ya bisakah kau melukisku?”

“mwo? Shireo!”

“wae? kau tak akan rugi melukis pria tampan sepertiku” ucap Sehun dengan percaya diri membuat Sunhee menggeleng kecil karena heran dengan sikap narsis seorang Oh Sehun.

“memang apa yang akan kau lakukan jika aku melukismu?”

Tanya Sunhee dibuat serius, tangan lentiknya masih menari diatas kertas putih itu.

“hemmmm. Ah.. kau akan mendapatkanku!”

“apa? ha ha kau ini bicara apa Tuan.Oh”

Sehun mengacak kecil rambut Sunhee, membuatnya mendapatkan protes dari gadis itu. Sehun sangat suka membuat Sunhee kesal.

“Sunhee-ya bagaimana jika ada yang menyukaimu”

“Memang kenapa?”

“ckk tentu saja aku akan cemburu”

Sunhee memandang Sehun serius, ucapan namja itu membuat hatinya tergerak. Gadis itu tau jika Sehun sedang bercanda saat ini, tapi entah kenapa saat menatap manik Sehun dirinya bisa merasaan sesuatu.

Sehun juga masih memandangi Sunhee, matanya terhubung langsung dengan manik coklat gadis itu. Sangat cerah… secerah matahari menyinari dunianya.

Tanpa disadari , Sehun mendekatkan wajahnya pada Sunhee. Seolah hanya ada mereka saja ditempat itu, angin sejukpun mendukung suasana.

Suara debaran jantung  yang berdetak sangat kencang terdengar bagai lagu yang mengiringi keduanya.

Sunhee dapat merasakan nafas hangat Sehun didepan wajahnya ,yeoja itu merasa tak bisa  mengedipkan kelopak matanya….

Apakah ia mulai terbawa suasana?

Sesuatu menyadarkanya… gadis itu mendorong pelan  dada Sehun agar menjauh .

“ekhmm”

Sunhee memutus kontak itu,  keduanya terlihat sama sama gugup.

Sehun kembali keposisi semula. Ia merutuki dirinya sendiri karena hampir saja melakukan hal yang tidak tidak tidak didepan umum.

“emm sepertinya langit sudah mulai gelap. Aku harus pulang”

“Biar kuantar”

Sehun ikut berdiri dan menggenggam lengan Sunhee, gadis itu hanya terdiam memandang genggaman tangan Sehun. Sadar hal itu Sehun melepaskannya,

“Biarkan aku mengantarkanmu Sunhee-ya”

“emm baiklah”

**

Sehun terus saja mengembangkan bibirnya setelah mengantar Sunhee. Tak disangka ternyata orang tua Sunhee sangat ramah dan bahkan menyukainya.

Ia jadi tau sekarang dimana gadis itu tinggal , karena satu minggu lebih berteman keduanya hanya bertemu di Hangan Park saja.

Ia dapat menyimpulkan jika Sunhee adalah seseorang yang memiliki kehidupan sangat sederhana.

Tak apa, Sehun tak mempersalahkannya . Apapun keadaan Sunhee ia tetap mau berada dekat dengan gadis itu.

Semakin hari ia semakin dekat dengan Sunhee, dan setiap hari pula ia sangat bahagia.

namja itu masih saja menunjukan senyum lebarnya dihadapan temannya Park Chanyeol, membuat namja yang mempunyai suara bass itu heran dengan sikap aneh temannya itu.

“yakk waeyo? kenapa kau terus tersenyum seperti orang gila Oh Sehun?”

“hari ini aku sangat senang ”

“ckk.. apa karena gadismu itu? siapa dia.. ee Lee Sun-mi matchi?”

“ya..  namanya Lee Sunhee ! heii.. apa kau berusaha menghapalkan namanya Hyung? Aiss”

“semenarik apa dia sampai membuatmu tidak waras begini eoh? seorang Oh Sehun yang tidak pernah jatuh cinta akhirnya merasakannya huh”  ucap Chanyeol sembari mengapit leher Sehun dengan lengannya. .

“uhukk…yakk lepas! Hyung kau menyebalkan!”

**

Sehun memaksa Sunhee untuk berjalan mengelilingi Seoul. Mulai dari Namsan, Myeongdong ,dan lainnya. Sepanjang hari itu mereka tertawa bersama menikmati kesenangan.Walau tubuh Sunhee terasa sangat lelah dan lemas .

Tak tanggung tanggung saat di lotte world Sehun menaiki hampir semua wahana. Keduanya terlihat senang dan menikmatinya..

Keduanya sudah terlihat bak sepasang kekasih yang bahagia..

Sehunpun berharap begitu. Ia sangat ingin menamai itu sebuah kencan .

“ayo kita berselca!”

“shireo..”

“ck wae?”

“aku tak mau Sehun-ah! Aku tak mau selca dengan namja jelek sepertimu!”

“yakk enak saja . Aku ini yang paling tampan.”  Protes Sehun tidak trima.

“tidak mau”

“yakk ayolah kau… hei hidungmu berdarah! Gwemchanayeo? ”

Nada bicara Sehun cukup terdengar khawatir saat melihat cairan merah kental mengalir membasahi kaos Sunhee.

Sunhee juga merasakannya, ia mengelap darah itu dengan tangannya dan menadahkan kepalanya keatas untuk menghentikan pendarahan.

‘ah kenapa sekarang’ ucap Sunhee dalam hatinya. Ia sedang berdoa agar dirinya baik baik saja selama dibersama Sehun.

Sehun panik dan mencari sapu tangan disaku jaketnya. Setelah mendapatkannya namja itu dengan tlaten mengelap darah di hidung Sunhee.

“yakk apa kau sakit huh?” ucap Sehun dengan nada yang terdengar khawatir. Tentu saja ia akan khawatir saat melihat yeoja yang disukainya tidak baik baik saja.

“aku baik baik saja Sehun-ah . Aku- akhh”

Sunhee mencengkram rambutnya, kepalanya bagai dihujami ribuan jarum . Sehun terus memanggil namanya..

Suara itu terdengar samar samar dipendengarannya dan pandangannya pun perlahan mengabur.

“SUNHEE-YA!!!”

Sehun berteriak panik karena Sunhee limbung , ia menangkapnya dan langsung menggendongnya. Namja itu berjalan cepat  untuk membawa Sunhee menuju mobil.

**

Mobil Sehun melaju cepat membelah jalanan Seoul. Perasaannya sungguh tak karuan, ia sangat khawatir dengan keadaan  Sunhee .

Tujuannya saat ini adalah rumah sakit, namja itu mengumpat pada kendaraan yang menghalangi laju mobilnya. Dengan lihai ia menyalipnya, ia tak peduli jika harus terkena tilang karena kalakuan  ugal ugalannya . Yang terpenting adalah Sehun cepat membawa Sunhee.

“maafkan aku Sunhee-ya! Seharusnya aku tau jika kau sedang tidak enak badan”

Sehun menyesal karena mengajak gadis itu untuk jalan jalan seharian ini. Harusnya ia tak membuat Sunhee kelelahan.

Rumah sakit sudah dilihatnya , Sehun memakirkan mobilnya . Saat ia hendak membuka pintu mobil tiba tiba tangannya diganggam. Sehun menoleh dan mendapati Sunhee sudah tersadar..

“Se-Sehun-ah. Kajima!” Ucap Sunhee degan nada cukup lirih.

“aku disini. Ayo kita harus memeriksakan keadaanmu!”

Sunhee menggeleng dan semakin mengeratkan genggaman tangannya. Sehun mengurunkan niatnya untuk membuka pintu , ditatapnya wajah pucat Sunhee dengan pandangan cemas.

“ayolah! Aku akan mengendongmu sampai dalam sana!”

“tidak Sehun! Aku baik baik saja.” elak Sunhee . Sehun menghembuskan nafasnyaa, ia bukan tipe namja pemaksa.

“tapi-..”

“aku hanya kelelahan. Aku akan seperti ini jika terlalu lelah!”

“benarkah? Maaf , ini salahku karena membawamu seharian ini”

“hemmm . nan gwemchana. geokjongmaseyo!”

Sehun tersenyum , namja itu balas menggenggam tangan hangat Sunhee. Namja itu menghidupkan kembali mesin mobilnya dan melaju menjauhi halaman rumah sakit.

Disamping itu Sunhee sangat lega karena Sehun tak jadi memeriksakannya. Ia takut Sehun mengetahui kenyataan tentangnya, tentang hidupnya.

“Sehun-ah kita ke sungai Han saja ne!”

“mwo? Tidak Sunhee-ya, aku akan mengantarmu pulang!”

“Aku mohon  , Sehun-ah”

Sehun menoleh pada Sunhee , hatinya tergerak karena mendengar permohonan gadis itu. dengan berat hati ia menyetujuinya.

“Baiklah. Lagipula ada sesuatu yang ingi kukatakan padamu!”

**

Sehun menggendong Sunhee dibelakang tubuhnya, namja itu memaksa agar Sunhee tidak menguras tenaga untuk berjalan. Sehun  tau jika Sunhee sangat lemas saat ini.

Mereka mendudukan tubuhnya dibangku seperti biasanya. Sejenak keduanya hanya terdiam memandang lurus sungai Han.

“Sehun-ah!”

“hemm”

“apa makna hidup menurutmu?”

Pertanyaan Sunhee membuat Sehun menoleh saat itu juga, namja itu menatap Sunhee yang tersenyum, tapi senyuman itu terlihat lemah karena tertutup wajah pucat .

“Ketika tangis dan tawa tercipta, maka disitulah letak makna hidup yang sebenarnya”

 

“ aku ingin seperti itu Sehun-ah. Aku ingin tertawa , tidak hanya menangis. Merasakan kebahagiaan tanpa sakit”

Sehun dapat merasakan sesak didadanya, ia tak tau mengapa tapi rasanya ada sesuatu menyedihkan yang menimpa Sunhee. Namja itu tak mau melihat gadis yang disayanginya ini merasa sedih.

“kau akan merasakannya Sunhee-ya. Aku akan membuatmu selalu tertawa”

“benarkah? Aku tak yakin kau akan mendengar tawaku esok”

“yaa! Apa yang kau bicarakan huh?”

“aku mengatakan yang sesungguhnya.”

Sehun tak mengerti apa maksud ucapan Sunhee itu, jujur saja namja itu kesal karena kata kata Sunhee yang terkesan seperti seorang putus asa .

Keheningan kembali tercipta diantara keduannya , Sehun memainkan kakinya sedangkan Sunhee menatap lurus sungai luas didepan sana.

“Sunhee-ya. Ada yang ingin kukatakan”

“marhebwa!”

“aku tau kita belum lama saling mengenal . Tapi aku… sebenarnya aku menyukaimu . Sejak pandangan pertama.”

“……”

Sunhee hanya diam memandang depan, ia sedang  meyakinkan jika dirinya tidak salah dengar.

“Lee Sunhee aku, aku mencintaimu. Maaf karena terlalu cepat. Bisakah aku menjagamu sebagai seorang… kekasih?”

“…”

Lagi, Sunhee hanya diam, ia baru menoleh saat Sehun beralih berjongkok dihadapannya.tangannya digenggam halus oleh Sehun . Gadis itu menatap mata namaja dihadapannya yang terlihat tulus. Benar benar sangat dalam.

“Sunhee-ya … apa- jawabanmu?”

“ne?”

“aku mencintaimu Lee Sunhee “

Sunhee bingung. Ia tak pernah menyangka jika dugaannya benar 100% . Sikap Sehun padanya sudah membuatnya tau jika perasaaan suka itu ada pada namja itu untuknya.

Sunhee memejamkan matanya sejanak dan membukanya kembali. Setelah itu ia bangkit.

“aku akan menjawabnya Sehun-ah. 1 minggu! Beri aku 1 minggu untuk menjawabnya”

“apa? tapi sunhee-ya ….“

“Kumohon. Aku akan memberikan jawaban yang terbaik untukmu . ne?”

Sehun diam, tapi beberapa detik kemudian ia mengangguk.

“baiklah. Aku akan menunggumu! 1 minggu ditempat ini”

“baiklah. Ditempat ini seperti biasa”

**

after one week………….

 

Satu minggu sudah berlalu , hari ini Sehun akan meminta jawaban atas pertanyaannya pada Sunhe,

jika didalam mimpinya ia bahagia bersama Sunhee, tapi entahlah jika dikehidupan nyata ini. Ia harap mimpi indahnya menjadi kenyataan.

Setelah satu minggu Sehun uring uringan karena sangat merindukan sosok Sunhee pada akhirnya sore ini juga ia akan bertemu dengan gadis itu. Segala sesuatu dipersiapkan sebaik mungkin. Mulai dari pakaian,tataan rambut, dan parfum. Ia ingin membuat Sunhee terpesona dengannya.

“heyy bung! Semoga kau berhasil. Aku mendoakanmu , fighting!” Ucap Chanyeol menyemangati temannya.

Ya , sudah 2 minggu lebih ia menumpang di apartement mewah milik Chanyeol karena tentu saja ayahnya masih marah padanya soal kuliahnya yang dihentikannya tiba tiba, atau bisa dibilang Sehun masih dalam itungan ijin liburan oleh universitasnya di New York.

“ne gomawo Hyung. Aku berangkat eoh!”

**

Disisi lain, keluarga Lee di renungi oleh duka mendalam karena meninggalnya putri semata wayang mereka.

Ditempat itu terpampang abu dari kremasi putri satu satunya.

Sungguh kesedihan itu sangat membuat mereka terpukul, terutama para teman teman gadis itu.

Setelah sekian lama putri keluarga Lee mengucilkan diri dan tak mau bersosialisasi , teman temannya malah mendapat kabar jika yeoja bermarga Lee itu  itu sudah tidak ada didunia ini untuk selamannya.

**

@Sehun side…

 

Sehun berjalan menuju bangku taman favorit Sunhee, dilihatnya tempat itu masih kosong. Sehun semakin menggenggam erat buket bunga yang baru saja dibelinya.

Namja itu menyapukan memandang  untuk mencari sosok gadis yang ditunggunya tapi pandangannya tak menemukannya sama sekali.

“Kufikir aku yang terlalu awal datang. Baiklah mungkin sebentar lagi Sunhee datang.”

Sehun mendudukan tubuhnya disana. Ia memandang tempat kosong disampingnya, banyangan Sunhee yang sedang melukispun muncul.

Namja itu tersenyum sendiri saat mengingat betapa bahagianya ekspresi Sunhee saat melukis.

“Kau selalu berhasil membuatku bahagia Lee Sunhee”

Skip

1 jam

2 jam

3 jam

Baiklah Sehun sudah sangat tidak sabar saat ini. Seseorang yang ditunngunya belum memunculkan batang hidungnya sama sekali. Ini sudah 3 jam tapi tak ada tanda tanda kedatangan gadis itu.

“Kau dimana Sunhee-ya?”

Sehun menghela nafasnya, dipandanginya bunga baby breath yang dibawanya. Jika melihat kecantikan bunga itu ia semakin merindukan Sunhee.

Sehun merogoh ponselnya untuk menghubungi Sunhee. Berkali kali ia mencoba tepi tetap   tak tersambung …

Pikiran Sehun tiba tiba mengingat kejadian satu minggu yang lalu saat meraka jalan bersama.

“apa kau masih sakit?”

Sehun bangkit dari bangku panjang itu . Namja itu resah saat ini, takut jika pemikirannya benar.

Tanpa menunggu lama kakinya berlari menuju mobilnya.

Skipp….

Sehun berjalan melewati gang yang cukup sempit, ia masih mengingat saat terakhir kali mengantar Sunhee, ia yakin tak salah jalan.

Matanya terus memandang setiap rumah yang dilaluinya, ia yakin rumah Sunhee tak jauh dari sana.

Namja itu menghentikan langkahnya saat tiba didepan sebuah rumah sederhana. Namja itu membuka gerbang kayu itu dan segera memasuki halaman. Sehun mengerutkan keningnya saat melihat bebera paorang orang keluar dari rumah itu dengan pakaian gelap. Disadarinya juga sepertinya didalam rumah Sunhee cukup ramai.

Perasaan Sehun semakin tidak enak, namja itu segera menuju pintu utama .

“chogiyo!”

Beberapa orang didalam sana menoleh saat menemukan seseorang berdiri didepan pintu yang sudah terbuka. Dua orang paruh baya yang berstatus orang tua Sunhee mendekati Sehun, mereka menyuruh pemuda itu masuk.

“duduklah nak”

“Anyeonghaseyo… ajhuma, dimana Sunhee?”

Wanita yang berstatus eomma Sunhee hanya diam dan menangis. Sehun semakin bingug, ia merasa sangat takut sekarang. Kenapa banyak orang ditempat itu, dan kenapa semua terlihat sedih. Pertanyaan utamanya adalah.. dimana Sunhee-nya.

“ajushi dimana Sunhee? Semuanya bisakah kalian menjawab dimana Lee Sunhee?”

Tuan Lee menepuk pundak Sehun. Pria paruh baya itu tau siapa Sehun karena Sunhee-putrinya selalu menceritakannya setiap malam.  Oh Sehun adalah pemuda yang dapat mengisi hari hari terbatas putrinya..

“maaf Sehun-ssi. Sunhee sudah pergi”

“apa?pergi? kemana ? Sunhee pergi kemana ?”

Sehun tak sabar menunggu jawaban kedua paruh baya itu. Orang orang yang ada disana pun tak ada yang menjawab.

Sehun memandang ke sebuah kamar yang dihiasi berbagai macam bunga. Dengan lemas kakinya melangkah ketempat itu.

Saat itu juga tubuhnya tak bisa ditompangnya lagi, namja itu terduduk. Satu buket bunga baby breath yang dibawanya pun sudah terjatuh sejak tadi.

“I- ini tidak mungkin…. … ANDWE!!”

Sehun tidak percaya saat melihat foto Sunhee terpajang dengan karangan bunga diatas guji abu.

Air matanya sudah tidak bisa ditahannya lagi, namja itu menagis terisak disana . Tidak peduli dengan orang orang yang memandangnya kasihan.

”Kenapa kau pergi huh? WAE ??”

Sehun memegang dadanya yang terasa sangat sesak, pandangannya semakin mengabur karena airmata yang memupuk dikelopak matanya.

“Kau janji akan menemuiku Sunhee-ya! Kenapa kau tega meninggalkanku- hiks..?”

“kumohon…. katakan jika ini hanya lelucon Sunhee-ya!”

Tuan Lee mendekat dan menguatkan Sehun, pria itu tau jika Sehun sangat kehilangan putrinya.

“Tenangkan dirimu nak. Jangan seperti ini didepan Sunhee, kau bisa membuatnya sedih ”

Sehun masih menangis, ia sangat menyesal. Ia menyesal karena tidak ada disamping Sunhee untuk terakhir kalinya.

Jika bisa ia ingin mengulur waktu untuk lebih menjaga Sunhee.

**

Sehun masih terduduk diruang tamu keluarga Lee. Tatapannya kosong, matanya sembab dan tubuhnya terasa sangat lemas.

Ia sangat terpukul atas kepergian Sunhee yang tak diketahuinya sama sekali.

Terlebih ia barusaja menerima sebuah kenyataan jika Sunhee menderita penyakit mematikan selama ini. Sunhee melakukan operasi 3 hari yang lalu, tapi sayang . Operasi itu gagal dan membuat Sunhee tak bisa bertahan.

Pantas saja jika gadis itu mengucilkan diri dan  menjauhi teman temannya. Tuan Lee mengatakan jika Sunhee melakukan itu agar teman temanya terbiasa tanpa kehadiranya.

“ini”

Eomma Sunhee menyodorkan satu buah amplop bersampul pink dan satu gulung  kertas.

Sehun menerimanya dan memandang Ny.Lee.

“Bukalah nak. Itu pesan dari Sunhee untukmu”

Dengan cepat tangan Sehun membuka amplop itu,

 

 

Dear Sehunnie.

Oh Sehun bagaimana kabarmu?

Apa kau baik saat ini tanpaku?

Apa kau sedang menangis saat ini? huh dasar cengeng!

Ya! Kau namja jadi jagalah air matamu itu,

Hei Oh Sehun!

Maaf karena tidak mengatakan  tentang ini padamu,

Aku, Lee Sunhee seorang yang menderita Kanker Otak stadium akhir. Huh mengerikan bukan?

Sehun, aku berusaha tegar untuk hidupku yang sangat menyedihkan ini. Jika aku mempunyai satu permintaan untuk dikabulkan saat itu juga maka aku akan meminta,

‘Aku ingin hidup dengan baik dengan seseorang yang kucintai. Eomma ,Appa, dan kau.’

Sehun-ah aku akan menjawab pertanyaanmu waktu itu,

Aku juga mencintaimu Oh Sehun, sejak pandangan pertama.

Kau terkejut?

Hei kau selalu memperhatikanku kan saat di hangan park itu?

Ha ha aku sangat menyukai dirimu yang gugup itu.

 apa kau senang aku membalas cintamu?

Sehun-ah, hiduplah dengan baik setelah ini. carilah wanita yang lebih baik dari gadis penyakitan seperti aku.

Yakk tapi jangan pernah lupakan aku sebagai gadis yang kau cintai arra! J

Sehun bacalah sekali lagi,

Lee Sunhee mencintai Oh Sehun, youngwonhi.

Kupikir surat ini terlalu panjang, sudah ya! Aku akan tidur,,,

Untuk waktu yangat panjang.

Gomawo,Mianhae,Saranghae Oh Sehun.

“hikss Sunhee neo pabboya! Kenapa kau tak jujur padaku heumm?”

Sehun kembali mengeluarkan air matanya, ia memeluk erat surat dari Sunhee, peninggalan terakhir dari gadis yang di cintainya.

Tidak, masih ada lagi. Sehun mengambil gulungan kertas didepannya. Perlahan dibukanya kertas itu. matanya membulat setelah tau apa itu.

Sebuah lukisan

Lukisan dirinya yang dibuat oleh Sunhee.

 

Ada note kecil disana,

Ini lukisan untukmu

Hei bukankah kau memintaku untuk melukismu?

Tidakkah terlihat tampan,?

Ya kau memang sangat tampan Oh Sehun.

Aku berbohong saat mengatakan kau jelek ^^.

tidak usah heran karena aku melukis sebagus ini,

saat itu aku mencuri fotomu dari ponselmu hi hi mian.

 

Simpanlah dengan baik eoh!

Saranghae, aku akan selalu mencitaimu.

Sehun meletakan lukisan itu kembali, matanya terpejam membayangkan wajah Sunhee saat ini.

“Nado…., nado saranghae Sunhee-ya. Apa kau sudah merasa lebih baik disana?”

Tak apa. Sehun fikir tak apa merelakan untuk ketenangan gadis itu.

ia mengerti, mungkin  Sunhee akan terus merasakan sakit didunia ini , tapi sekarang pasti Sunhee tak merasakan beban apapun di surga Tuhan.

Sehun berjanji tak akan menangis lagi setelah ini, ia ingin membuat Sunhee tetap tenang disana.

**

Sehun berada Icheon Airport saat ini. Pesawatnya yang ditumpanginya  akan lepas landas 20 menit lagi, kedua orang tuanya mengantarkannya.

Setelah malam itu Sehun pulang menemui ayahnya. Ia mengatakan untuk  tidak jadi pindah, ia akan tetap tinggal di New York.

“hati hatilah sayang. Jaga kesehatanmu ne!” ucap nyonya.Oh memeluk putranya.

“baiklah eomma, Appa aku pergi!”

“ne uri adeul. Janganlah berbuat bodoh lagi arraseo? awas jika kau macam macam  meninggalkan universitas lagi”

“hemm baiklah appa. Kau cerewet seperti eomma!”

“yakk anak ini!”

Tuan.Oh berniat menjitak kepala Sehun,  tapi tangannya dihadang oleh istrinya.

“Sudahlah yeobo. Sempat sempatnya kau berdebat dengan putramu eoh”

Sehun tersenyum menang karena Appa-nya dihalangi sang eomma.

“Appa,  eomma. Aku pergi… sampai jumpa”

Sehun melambaikan tangannya pada kedua orang tuanya, ia terus berjalan sampai menuju pintu masuk  pesawat.

Sesampainya didalam kendaraan udara itu Sehun memilih tempat duduk dekat jendela.

Pesawat lepas landas, sehun menatap awan dari jendela yang tertutup rapat itu.

Sunhee-ya..

Kenapa Tuhan harus mempertemukan kita hanya untuk waktu yang sebentar saja?

Jika seperti ini aku lebih memilih tak mengenalmu.

Atau aku akan minta untuk kehidupan kedua kita akan bersama, selamanya….

Aku mencintaimu Lee Sunhee..

I’m sure in a second live, we will be together.

END

 

Huwaa….

Gimana ini?

Sad ending..

Maaf ya kalo banyak typo.

Jujur ini adalah ff  OneShoot kedua yang aku buat.

Dan ini adalah ff OneShoot pertama yang aku post langsung… kerena ff OneShoot yang satunya lagi aku kirim untuk event ^^.

Doakan menang readers…

.

Aku tau mungkin ff’ku ini absurd banget dan mungkin alurnya gak jelas,,, ya karna yang bikin aja udah gak jelas ha ha (lupakan)

Kedepannya akn lebih baik lagi kok ^^.

So , aku minta komentar dan kritik dari kalian readersdeul.

Juseyoo….

Sampai bertemu di lain ff… ^^ pai pai…

 

Iklan

4 thoughts on “PAINTING LOVE (Bitter Memories)

  1. am u the first? right?
    huhuuuu ini sedih banget, kasian sehunnie *pukpuk sehun *lap ingus

    bagus banget ff nya kak.. bikin lagi dong, bikin lagi yakk
    *maksa
    pokoknya bagus keep writing ganbatte 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s