The 12 Legends of Black Pearls chapter 10

Author             : Zhou Si Yu

Tittle                : The 12 Legends of Black Pearls

Cast                 : EXO Members OT12

Main Cast        : Others..

Genre              : Fantasy, Romance, Friendship, Brothership, Sad, Action, School Life

Lenght             : Chaptered

Rating             : T

Chapter           : 10

Twitter            : @Khalisah_ES

Summary         : 11 orang Ksatria Legends telah terpisah di berbagai belahan Bumi karena adanya peperangan di EXO Planet tempat mereka terlahir, yang mengancam ke-11 Ksatria tersebut agar mereka terbunuh sebelum memusnahkan kegalapan. Tetapi sebelum kegelapan berhasil membunuh para Ksatria di perang tersebut, MAMA telah meminta kepada The Tree Of Life memindahkan para bayi Ksatria ke tempat yang aman dan diasuh oleh para orang kepercayaan MAMA.

Note                : Asli buatanku sendiri, NO COPAS! NO PLAGIAT!

“YI XINGGGGGG!!!!”….

Semua yang ada di meja makan terdiam mendengar teriakan Suho dari kamar Lay, sedetik kemudian mereka sudah berlari menuju kamar Lay.

“Yi xing, ireona” ucap Suho memeluk adiknya yang tidak sadarkan diri sambil menangis

“Apa yang terjadi Suho-ya?” Tanya Kris yang kaget melihat kejadian di depan matanya itu.

FLASHBACK ON

Jam sudah menunjukan jam 3 pagi, tapi mata namja manis itu tidak juga tertutup.

Lay prov

Aku tidak bisa tidur sama sekali, padahal ini sudah tengah malam. Apa aku ke kamar Suho hyung saja, aku takut mengganggu tidurnya.

Apa ini? Kenapa banyak sekali pasir disini?

“Anyyeong, manis” ucap seseorang dari balik jubah hitam yang menutupi seluruh badannya

“……” kenapa suaraku menghilang seperti ini?

“Teriaklah manis, tidak ada yang bisa mendengar mu disini. Ruangan ini sudah tertutup pasir” ucap namja itu lagi

Suara ini, aku kenal suara ini. Ini suara Minho tapi bagaimana bisa dia memiliki kekuatan kegelapan. Ku lihat namja di depanku ini membuka penutup kepalanya, dugaanku benar Minho lah yang mengendalikan pasir-pasir ini.

“Kenapa manis kaget? Yi Xingie, kau pasti kesayangan Guardian Angel itu. Dia sudah membuat wajahku babak belur pertama kali bertemu dengannya, aku ingin membalas dendam…” ucap namja yang ternyata adalah Minho itu, “tapi, aku tidak mau membunuh fisiknya. Aku akan membunuhnya secara perlahan melaluimu, kau mati maka dia akan ikut mati secara perlahan” lanjut Minho menyeringai

Lay prov end

Authir prov

Minho menggerakkan tangannya untuk membentuk pasir “sand waves” ucap Minho.

Bagaikan secepat angin kulit Lay sudah tercabik-cabik karena pasir Minho, darah sudah mengalir di seluruh tubuh Lay.

“Jangan mati secepat itu Yi Xingie, aku masih ingin bermain-main, grip the sand” ucap Minho lagi

BUKK

Serangan kedua Minho berhasil membuat Lay ambruk ke lantai dengan darah yang sudah mengalir deras di tubuh putihnya.

“Aku masih belum puas Yi Xingie” ucap Minho menyeringai, “controlling sand”

Terbentuklah sebuah panah pasir di tangan Minho, diarahkannya anak panah tepat ke jantung Lay.

“Kau akan mati Zhang Yi Xing” ucapnya menyeringai.

Secepat kilat panah itu mengenai dada Lay, membuat Lay meringis kesakitan dalam diam.

“Kau akan mati Yi Xingie” ucap Minho penuh kemenangan dan mencabut anak panah yang tertancap di dada Lay dengan kasar.

FLASHBACK OFF

“Yixing, jeongmal iroena Lay, iroena. IROENA!!” tangis Suho melihat adiknya yang sekarat bersimbah darah, “Bertahanlah, Lay. Jeball”

“Kalian semua pergilah sekolah. Lay biar kami yang jaga” suruh Kris

“Tapi, hyung…” ucap Kyungsoo

“Pergilah! Siapa tau kalian bisa menemukan Frost dan Time Control” lanjut Luhan

“Ne hyung” jawab Kyungsoo

Setelah para dongsaengnya pergi Kris dan Luhan menghampiri Suho yang masih menangis disamping ranjang Lay.

“Suho-ya..” panggil Luhan pelan

“Yixing ireona, jeball ireona Yixingie. Kau kuat Lay, kau pemimpin para Unicorn Lay. Ireona, Lay ireona…” ucap Suho

Tapi Lay masih tidak sadarkan diri, darah yang ada di tubuhnya masih mengalir dengan cantiknya di tubuh putihnya. Kris hanya bisa diam melihat doengsaengnya seperti itu, di dalam hatinya dia sangat marah karena tidak bisa menjaga dongsaengnya.

SKIP

Jam pelajaran masih berlangsung tapi pikiran namja bermata bulat itu sama sekali tidak fokus, memikirkan kejadian yang menimpa hyungnya tadi pagi.

Berselang beberapa waktu bel istirahat berbunyi, membuat seluruh siswa keluar kelas menuju tempat masing-masing.

“Kyungsoo hyung” panggil namja berkulit putih susu itu diikuti namja berkulit tan disebelahnya. “Ayo ke kantin, aku lapar hyung” rengek namja berkulit putih susu yang ternyata adalah Sehun dan disebelahnya ada Kai.

Kyungsoo yang dipanggil hanya bisa menghela nafas berat melihat maknae yang merengek itu, semua orang dikelas menatap Kyungsoo dengan tatapan bagaimana-bisa-kau-kenal-Oh-Se-Hoon-pemilik-sekolah

Sehun disekolah memang terkenal dengan kepribadian tidak peduli dengan siapapun, cuek dan angkuh. Dihadapan sunbaenya saja dia tidak mau hormat, karena itu dia tidak mempunyai banyak teman. Tetapi kepintarannya melebihi siapapun di sekolah.

“Hyung, ppali” rengek Sehun lagi

“Ne, Sehunnie. Kajja” ucap Kyungsoo

Semua yang disana menatap Kyungsoo kaget, yang memanggil Sehun dengan panggilan informal bukan formal seperti Sehun-ssi. Selain banyak yang kaget, banyak juga yeoja yang gemas melihat tingkah Sehun seperti tadi.

SKIP

Di kampus ternama di Seoul terlihat 2 namja tampan yang sedang latihan Vokal, 2 dari Beagle Line memang mengambil jurusan bernyanyi dan yang satunya jurusan musik.

Agmongeul kkwosseoyo

Uldeon geudaereul anajugi jeone

Kkumeseo kkaeeo beoryeotjyo

Seogeulpeun mame

Keoteuneul yeoreo

Dalbiche muldeurin

Nunmullo pyeonjil bonaeyo

Remember geudaega

Himdeul ttaemyeon hangsang

Nunmureul useumgwa bakkwotjyo

Na eobtneun goseseon

Uljimayo

Don’t cry

Nunmuri manhdeon geudaeraseo

Oh Andwaeyo

It’s my turn to cry

Naega halgeyo

Geudaeui nunmul moa

It’s my turn to cry

Naege matgyeoyo

Geu nunmul kkaji

This time

This time yeah

Beoril ppeonhaetdeon baraen sajindeul

Neomu apaseo ijen bol suga eobtjyo

Tto jami oji anhneun bam

Eoduun bangane nun tteugo anja

Geudae eolgul geuryeoyo

Sujubdeon misowa

Sangnyanghan nundongja

Ango shipeunde eotteoghajyo

Na eobtneun goseseon

Uljimayo

Good-bye

Ijen nae eokkael mot billyeoyo

Oh Andwaeyo

It’s my turn to cry

Naega halgeyo

Geudaeui nunmul moaIt’s my turn to cry

Naege matgyeoyo

Geu nunmul kkaji

This time

Ne nunmulkkaji

This time yeah-

Nan (ajig) neol (geudaereul) sa (manhi)

Rang (saranghan) hae (nameoji)

Yo (neomu nado geuriwoyo)

Ul (budi) ji (geogiseon)

Mal (haengbog) ayo (haejwoyo)

I’m missing you

Andwaeyo

It’s my turn to cry

Naega halgeyo

Geudaeui nunmul moa

It’s my turn to cry

Naege matgyeoyo

Geu nunmul kkaji

This time

Uljimayo

Baby

It’s my turn to cry

Naega halgeyo

Geudaeui nunmul moa

It’s my turn to cry

Naege matgyeoyo

Geu nunmul kkaji

This time

Geu nunmul kkaji

This time

Geu nunmul kkaji

This time

Geu nunmul kkaji

This time

Neol saranghae

Yeah neol saranghae

Saranghae saranghae uljimayo.

Naege matgyeo

EXO – My turn To Cry

Seperti itulah lagu dari suara Chen dan Baekhyun yang terdengar dari ruang vokal di kampus itu, nilai terbaik pasti dicapai oleh Chen dan Baekhyun. Di kelas mereka berdua lah yang mempunyai suara paling bagus dan tepat. Mereka berdua sudah sering tampil berduet mewakili kampusnya bersama Chanyeol yang memainkan alat musiknya. Chen dan Baekhyun juga seorang trainee sebelum mereka tau kalau mereka adalah para Ksatria Legenda.

“Baekkie hyung, Chennie” panggil seorang namja jakung yang melihat Baekhyun dan Chen keluar dari ruang latihan vokal.

“Wae? Yeollie” sahut Baekhyun

“Hyung, ayo ke kantin. Aku lapar” rengek Chanyeol

“Kau tidak mengajak ku, Yeol?” Ucap Chen yang meraju

“Tentu saja, kau ikut Chennie. Kajja kita pergi, Baekkie hyung yang traktir” ucap Chanyeol riang

“MWO?/JINJJA?” ucap Chen dengan wajah berseri dan Baekhyun dengan wajah kaget bersamaan.

“Yeheyy, kajja. Yeol” ajak Chen yang langsung menarik tangan Chanyeol

“Hei, kalian berdua!!!” Teriak Baekhyun sambil berlari mengejar mereka berdua

“APPOOOO!!!!”

TBC

Notes:

Tinggalkan jejak ne jangan jadi pembaca misterius. Okey^^

 

2 thoughts on “The 12 Legends of Black Pearls chapter 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s