XOXO

PicsArt_1461049976175

Yunietananda StoryLine

 

XOXO

(Kisses & Hugs)

 

Main Cast : Byun Baek Hyun / Baekhyun (EXO), Sung Ara (OC) || Genre : Romance, Slight of life || Rating : PG – 19 || Lenght : Ficlet || Author : @yunietananda (IG, Twitter, Wattpad)

 

Disclaimer : EXO’s Baekhyun mutlak milik dirinya sendiri, keluarga serta SM Ent. OC dan alur cerita hasil imajinasi author. Jika terdapat kemiripan tema/konsep, alur, tempat, karakter, waktu, dsb merupakan unsur ketidak sengajaan. Karya ini bukan hasil plagiat. Maka dari itu diharapkan untuj tidak mengCopy-Paste, meniru/menyadur, ataupun alih bahasa tanpa ijin penulis.

 

Summary :

 

Berteman dengan seorang gadis menurutku sedikit sulit. Kenapa? Karena pada akhirnya kami akan saling jatuh cinta, berkencan lalu putus hubungan dan saling menjauh. Begitulah pemahaman yang selama ini ku pegang teguh sekaligus ku terapkan untuk menolak tawaran pertemanan dari seorang gadis. Tapi entah kenapa penolakanku tidak berlaku padanya …

 

||

(Baekhyun POV)

 

Jantungku berdebar kencang tanpa aturan saat seorang gadis cantik melingkarkan kedua tangannya di leherku. Iris kecokelatannya menatapku intens, bibir ranumnya membentuk sebuah simpul tipis yang menggoda. Dia nampak begitu sexy meski tidak sedang mengenakan mini dress. Entah kenapa, gadis ini berhasil  mempesonaku, walau hanya memakai kaos oblong extra large dan short pants, dengan rambut panjang yang terurai.

 

Oh shit! Otak liar ini mulai memikirkan hal-hal kotor. Jika saja aku tak ingat siapa gadis ini dan siapa diriku, mungkin aku sudah menerkamnya sejak tadi. Ini bukan karena aku mesum! Tapi laki-laki normal mana yang tak akan merasakan getaran ini saat bersama seorang wanita di sebuah kamar yang terkunci, dengan posisi tubuh yang sedekat ini. Jika aku adalah Kai atau Sehun, dua maknae yadong-ku di EXO, pasti gadis ini telah game over.

 

“Kenapa kau tidak tertawa sama sekali? Aish menyebalkan!” Dengus Sung Ara -nama gadis itu- kembali ketempatnya semula, duduk berseberangan denganku.

 

“Sudahlah! Kita akhiri saja permainan ini! Bagaimanapun kau tak akan membuatku tertawa.” Sesumbarku penuh percaya diri.

 

Sirheo! Aku tak mau kalah darimu. Lihat saja! Aku akan membuatmu tertawa, Bacon-i!” Sungutnya kembali menggambar 9 kotak pada selembar kertas yang baru. “Karena aku menang, aku yang akan menulis duluan!” Serunya kemudian menuliskan huruf ‘X’ pada salah satu kotak yang tadi di gambarnya.

 

Ya, aku dan Ara sedang bermain XOXO square. Ini memang kekanak-kanakan, tapi Ara tetap memaksaku untuk menemaninya bermain disini, di kamarnya. Aturan mainnya sangat mudah, siapa yang berhasil membentuk garis pada square secara horizontal, vertikal, ataupun diagonal dialah pemenangnya. Dan pemenang berhak menentukan hukuman yang akan dijalani oleh lawannya.

 

Yes!!! Aku menang lagi!” Seru Ara yang berhasil membentuk garis XXX pada square secara diagonal.

 

“Baiklah, apa hukumanku kali ini?” Tanyaku pasrah.

 

“Masih sama! Kau harus menahan tawa seperti tadi.”

 

“Oh ayolah! Bukankah itu berhasil ku lalui dengan mudah? Apa kau tidak punya hukuman yang lebih sulit?”

 

Eopseo! Bersiaplah Bacon!” Teriaknya yang ku yakini bisa terdengar hingga keluar kamar sembari mendeketiku lagi.

 

Ara menyeringai aneh saat melihatku mundur sejengkal lantaran terkejut, kemudian dia pun mulai menggelitik perutku tanpa ampun. Dan jujur saja, ini sangat menyiksaku.

 

Hya! Hya! Hentikan! A … aku … mengaku … kalah! Geumanhae … Ara-ya!” Ujarku susah payah sembari berusaha menghindar dari serangan Ara yang tak kunjung berhenti.

 

Sirheo! Aku tak akan berhenti sampai kau benar-benar tertawa!”

 

Hya! Tapi ini sakit!” Bentakku, sembari tak sengaja menarik tangannya dengan kuat, hingga membuat tubuh gadis ini berada diatasku. Ya, kami saat ini tengah terjatuh di lantai dengan posisi Ara menindih tubuhku.

 

Aku yakin sekarang Ara bisa mendengar detak jantungku yang berpacu tak berturan, lantaran tubuh kami yang tak berjarak. Dia mendongakkam kepalanya, membuat mata kami saling bertemu.

 

Joh-a! Lagi-lagi aku gagal membuatmu tertawa.” Sungutnya sembari bangkit dari posisi tak nyaman ini. Sejujurnya itu membuatku frustasi namun juga lega, mengingat aku hampir saja bermaksud memcium bibirnya.

 

“Kalau begitu kita akhiri saja!” Usulku.

 

“Tidak mau!”

 

Wae?”

 

“Apa kamu tidak ingin menang dariku, Byun Baekhyun?”

 

Sial! Gadis ini mulai lagi! Jika dia mulai memanggil nama lengkapku, itu tandanya dia sedang mengejekku.

 

Joh-a! Jangan menangis jika kau kalah dariku, Sung Ara!” Balasku yang kini mulai serius dalam bermain.

 

Aish! Aku salah langkah!” Rengeknya begitu aku berhasil membuat garis OOO secara vertikal.

 

“Aku kan tadi sudah memperingatkanmu untuk menghentikan permainannya.” Godaku bermaksud membuatnya marah.

 

“Aku tidak takut padamu! Ayo sebutkan apa hukumannya!” Aku selalu benar, Ara memang gadis yang sangat sensitif. Buktinya dia langsung tersulut emosi begitu aku meledeknya.

 

“Cium aku selama 3 menit!”

 

Mworagu?”

 

“Kenapa? Apa seorang Sung Ara tak sanggup melakukannya?”

 

Hya! Byeontae!” Bentaknya sambil memukulku namun tetap mendekatkan dirinya ke arahku.

 

“Kau yang mesum! Aku kan belum menjelaskan secara menyeluruh hukumanmu itu.”

 

“Katakanlah! Cepat!”

 

“Kau harus meletakkan bibirmu tepat di bibirku selama 3 menit.”

 

Mwo?”

 

“Diamlah dulu!” Perintahku, “Aku berjanji tidak akan membalas.”

 

“Baiklah.” Jawabnya singkat. Itu membuatku bersorak-sorai bergembira di dalam hati. Akhirnya, gadis yang selama ini bersikap jual mahal padaku, berhasil ku luluhkan hatinya.

 

.

 

(Ara POV)

 

Dengan berat hati aku pun menerima hukuman dari Bacon, tetangga baruku yang juga merupakan teman SMP ku dulu. Karena aku masih baru pindah ke Seoul, maka mau tak mau aku pun memberanikan diri untuk berteman dengan salah satu member EXO ini. Lantaran letak apartemen kami yang bersebelahan.

 

Ku tempelkan bibirku perlahan pada bibirnya. Ouh, rasanya jantungku hampir terpisah dari tubuhku karena teramat berdenyut cepat tanpa henti-hentinya. Hal ini membuat wajahku terasa panas seketika. Astaga! Jika Baekhyun menyadarinya, tamatlah aku.

 

Sudut mataku mengekori arah pandangannya, aku tidak mau pemuda ini berpikir serta merencanakan sesuatu terhadapku. Ah, ternyata dia sedang menatap jam digital pada ponselnya. Hampir 2 menit telah berlalu, dan pemuda itu benar-benar tak bergeming.

 

‘Apakah bibirku tidak terasa manis?’ – ‘Kenapa dia hanya diam saja?’ – ‘Apa ciumanku tidak menggairahkan?’ – ‘Baekhyun masih normalkan?’ – Pikiran tidak jelas pun bergerilya dalam otakku.

 

Ceklek – Tiba-tiba terdengar suara dari ponsel yang diarahkan pada wajah kami berdua. Ya, Bacon mesum itu memotret adegan ini.

 

Hyaaaa!!!” Bentakku kesal akan tindakannya.

 

“Kau gagal! Ciumanmu kurang dari 3 menit!” Celetuknya sembari menunjukkan jam yang tertera pada smartphone-nya.

 

Mwo? Keunde … ”

 

Ssssttttt … kau harus menerima hukuman tambahan, Sung Ara!”

 

“Hukuman lagi?”  Tanyaku.

 

“Tentu saja. Selama permainan berlangsung, kau harus menjawab pertanyaanku dengan cepat dan jujur. Bahkan kau boleh menolak hukuman dariku selanjutnya jika bertentangan dengan hatimu.”

 

“Baiklah, itu mudah.” Tantangku sembari menggambar kembali 9 kotak di lembaran kertas yang masih putih bersih.

 

“Apa kau memiliki kekasih?” Tanya Baekhyung sangat cepat.

 

“Tidak.” Jawabku kemudian.

 

Hya! Aku bilang harus cepat dan jujur!” Protesnya.

 

“Maaf, tapi itu aku sudah jujur!”

 

Ok, kita lanjutkan lagi!” Titahnya sambil menuliskan huruf O pada salah satu kotak yang ada di kertas.

 

“Berapa kali kamu berkencan?”

 

“Tidak pernah!” Jawabku spontan. Cepat-cepat ku tutupi wajahku dengan kertas permainan kami. Pengakuan tadi, sungguh memalukan. Hilang sudah kebanggaanku dihadapan Bacon.

 

Wae geurae?”

 

Aniyo!”

 

Hya! Harusnya kau jujur saja jika saat ini kau sedang malu! Kenapa masih berpura-pura, huh?”

 

“Sudah tahu begitu, kenapa kau masih bertanya? Dasar menyebalkan!” Sungutku yang mengembalikan kertas ke atas meja.

 

Oh Seolma?” Tiba-tiba Baekhyun menatapku dengan kedua mata yang membulat sempurna.

 

Wae?” Dengan ragu, akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya. Sebab, aku takut dia sedang berpikiran macam-macam.

 

“Apa ciuman tadi adalah ciuman pertamamu?”

 

Dugaanku benar! Laki-laki ini sedang menganalisaku secara detail.

 

Dwae.” Jawabku lemas. Rasanya aku kehilangan muka untuk bisa menatap wajah Baekhyun saat ini.

 

Mianh! Mari kita lanjutkan permainannya!”

 

Baekhyun meminta maaf? Apa aku tidak salah dengar? Ku kira dia akan menertawaiku? Ternyata prediksiku salah.

 

“Aku menang lagi! Itu artinya hukumanmu bertambah!” Celotehnya kembali menyebalkan seperti semula.

 

“Baik.” Sahutku pasrah tanpa perlawanan.

 

“Katakan bahwa kau membenciku!” Aku tertegun mendengar ucapannya barusan. “Tapi kau harus ingat, kau masih dalam hukuman untuk berkata jujur.” Imbuhnya.

 

“Aku tidak membencimu.” Ungkapku mengerti akan maksudnya.

 

“Katakan bahwa kau muak melihatku!”

 

“Aku senang bertemu denganmu.”

 

“Katakan bahwa kau tidak menyukaiku!”

 

“Aku menyukaimu.” Seketika suasana menjadi hening. Hanya ada senyum kemenangan yang ditunjukkan oleh Baekhyun saat ini.

 

“Aku juga menyukaimu, Sung Ara.” Akunya yang membuatku terperangah dan wajahku semakin terasa panas. “Maukah kau menjadi kekasihku?” Lanjutnya sembari mendekat kearahku.

 

Dwae.” Jawabku lirih yang langsung disambut dengan sebuah pelukan darinya. Kini aku pun terperangkap dalam dekapannya.

 

“Cium aku sekali lagi!” Pinta Baekhyun dengan senyuman genitnya.

 

Mwo?”

 

“Aku janji kali ini akan terasa berbeda.”

 

Hya! Dasar mesum!” Tolakku sambil memukul-mukul dadanya yang bidang. Sekuat apapun tenagaku, tetaplah kalah dengan kekuatannya yang berhasil menghentikan tanganku.

 

Wajah kami berjarak sangat dekat, bahkan sekarang aku merasakan sentuhan bibirnya pada bibirku. Aish! Laki-laki ini telah berhasil menjeratku dalam pesonanya.

 

Aku jatuh cinta pada Baekhyun bukan karena dia adalah member EXO yang terkenal, bukan juga karena kami bersekolah di SMP yang sama, tapi karena dia adalah orang pertama yang membantuku sebagai tetangga baru di Seoul.

 

.

 

“Dengan begini, kita bisa melakukan XOXO tanpa canggung lagi.” Ujarnya sesaat sebelum kembali ke apartemennya, yang berada di sebelah apartemenku ini.

 

“Bukankah kita selalu memainkannya, jika kau sedang libur seperti ini.” Sahutku sekenanya sesuai kenyataan.

 

“Bukan XOXO yang itu, tapi XOXO seperti judul lagu kami.”

 

“XOXO?” Gumamku lirih, lalu Baekhyun pun menyanyikan lagu tersebut dengan ekspresi yang terlihat bahagia.

 

Aish jinca! Kau membuatku malu.” Kataku jujur. Kemudian Chuu namja itu mengecup keningku singkat.

 

Good night, baby!” Ujarnya sambil melangkah mundur ke arah pintu apartemennya.

 

Good night! Have a nice dream.” Balasku sebelum memutuskan untuk menutup pintu pada akhirnya.

 

Aku tidak pernah menyangka bahwa permainan XOXO yang sering aku mainkan bersama Baekhyun sebulan terakhir ini, akan menghadiahiku XOXO (Kisses & Hugs) yang sesungguhnya.

 

-FIN-

 

A/N : Selamat ulang tahun uri eonni, Sany! Maaf karena hanya FF ini yang bisa ku berikan sebagai hadiah untukmu, mengingat jarak yang memisahkan kita. Semoga FF ini bisa memberikan hiburan. Maaf jika sedikit absurd dan kurang dapet feel-nya.

 

Terima kasih untuk blog beserta para admin yang telah bersedia memposting FF ini. Terima kasih juga pada readers yang menyempatkan waktu untuk membacanya. Komentar, Kritik, Review serta Saran sangat ditunggu-tunggu! Gamsahabnida^^

 

By. Yunietananda

19.04.2016

 

 

Iklan

7 thoughts on “XOXO

  1. Thank u nanda … glad to read this story from u … eventough my born day its tomorrow … but anyway thank very much 😊😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s