PETRICHOR (CHAPTER 1)

Untitled-1

Judul                : PETRICHOR

Author             : Lala eldee (twitter @missD9349)

Genre              : Romance Drama

Rating              : PG

Main Cast        : Do Kyung Soo – Song Hye Rim – Kim Na Na – All EXO’s Member

Length             : 6 Chapters

CHAPTER 1

Menjadi teman dekat sejak SMA membuat Hyerim sangat mengenal Kyungsoo yang misterius dan manis, tapi Hye Rim tidak pernah tahu Kyungsoo adalah salah satu member EXO, boyband baru yang sangat dia sukai saat ini. Pertama kali debut EXO, Hye Rim dan beberapa temannya juga menghadiri konser showcase saat itu. Hye Rim ada dibarisan depan saat member EXO satu per satu mulai turun dari mobil van. Hyerim begitu menyukai Sehun sejak pertama kali sahabatnya mengenalkannya pada EXO, Hye Rim terus memanggil nama Sehun saat pertama kali dia melihatnya turun dari van. Untuk yang pertama kalinya sebagai fans baru EXO, dia hanya jatuh hati saat melihat Sehun dan untuk yang pertama kalinya dia bisa melihat Sehun secara langsung. Tapi, apa jadinya jika ternyata Baekhyun dan Jongdae yang tidak lain adalah tetangga sekaligus teman bermain Hye Rim dulu sewaktu dia tinggal di Gyeonggi juga bagian dari anggota EXO. Hye Rim langsung berhenti meneriaki Sehun saat pertama kali melihat Jongdae dan Baekhyun disana

“Nana, kau lihat dua orang yang baru turun dari van itu?” tanya Hyerim sambil menunjuk Baekhyun dan Jongdae yang baru saja lewat di depan mereka

“Siapa? Ah~ Baekhyun dan Chen? Kenapa?” tanpa melihat kekhawatiran Hyerim, Nana masih fokus pada pintu van menunggu member selanjutnya yang akan turun

“Bukan… maksudku Baekhyun dan Jongdae, bukan Chen” Hyerim sangat penasaran kenapa mereka ada disana, Hyerim awalnya berpikir mereka bukan salah satu member EXO tapi begitu mendengar teriakan fans Hyerim semakin bingung

“Hei~, bagaimana bisa kau mengaku seorang fans jika kau tidak tahu nama panggungnya? di EXO namanya Chen bukan Jongdae! Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?” sejenak Nana mengalihkan pandangannya pada Hyerim

“Bagaimana mungkin mereka disini pada saat bersamaan?” Hyerim benar-benar tidak yakin jika mereka member EXO

“Hei~ Hye Rim~ “ Hye Rim tidak bisa mendengar Nana, karena sibuk dengan pikirannya dan suasana saat itu terlalu ramai. Tiba-tiba dia tersentak saat fans semakin ramai memanggil nama yang tidak asing di telinganya,

“Kyungsoo~”

“Kyungsoo oppa~”

“Dyo ah~”

“Dyo ah~ saranghae…”

“Apa yang terjadi? Kenapa dia juga disini?” batin Hyerim semakin bingung, karena melihat Dyo juga disana.

Flash Back 3 tahun yang lalu “Pertemuan Terakhir”

Bagi Hye Rim, Dyo memiliki tempat terasing dalam hidupnya. Dia tidak tahu harus menyebut Dyo apa atau siapa karena mereka pernah dekat tapi tidak bertahan lama. Ada masalah yang tidak pernah di mengerti oleh Hye Rim sampai sekarang.

“Dyo~ hari ini kau ingin makan apa?” Dyo yang masih serius membaca, hanya diam dan tidak menjawab.

“Hei…Ddodo~ kau tidak mendengarku?”  Hye Rim sedikit kesal. Mendengar itu Dyo hanya melirik kepada Hyerim yang sedang berdiri di depannya.

“Aku tidak ingin makan apa-apa” kembali lagi pada buku yang dia baca.

“Kenapa~? Tidak biasanya kau seperti ini, katakan sesuatu” sambil menggoyangkan sedikit lengan Dyo. Tapi Dyo tidak menjawab, dia bahkan langsung pergi meninggalkan Hyerim. Hye Rim bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Hye Rim tidak ingin mengejarnya, karena dia tidak ingin membuat suasana semakin tidak baik jika dia memaksa Dyo bicara.

Sepulang sekolah, Hye Rim menunggu Dyo di gerbang sekolah. Dan dia sempat bertemu dengan Jongdae dan Baekhyun (mereka tidak satu sekolah dengan Hye Rim, tapi sering lewat depan sekolah Hye Rim saat pulang sekolah).

“Hyerim~, apa lagi yang kau lakukan disini? Ayo pulang bersama kami”

“Tidak mau~ aku masih menunggu temanku, kalian pulanglah dulu” jawab Hyerim pada Baekhyun dan Jongdae sambil melempar senyum pada mereka.

“Kau selalu seperti ini, sebenarnya siapa yang selalu kau tunggu? Apa dia pacarmu?” tanya Jongdae mulai curiga karena hamper setiap hari, dia melihat Hyerim berdiri di depan gerbang sekolahnya

“Bukan~ hanya teman, aku bilang teman” Hyerim menekankan ucapannya pada kata ‘teman’ agar Jongdae percaya

“Eeeiih..bukan~ hanya teman, aku bilang teman” Baekhyun menggoda Hye Rim dengan menirukan gaya bicara Hye Rim “Dengan bicara seperti itu kau pikir kami percaya?”

“Hei~ Berhenti menggodaku, pulang sana! Kenapa kalian masih disini?” Hyerim melayangkan tendangannya pada Baekhyun dan Baekhyun tertawa senang karena berhasil menggoda Hye Rim.

“Oya, Jongdae~ bisakah kau bilang pada ibuku, aku akan pulang terlambat hari ini” Hye Rim mengatakannya pada Jongdae karena rumahnya yang paling dekat dengan rumah Hye Rim,

“Kenapa~? Ibumu, pasti bertanya alasannya”

“Nanti aku akan bilang pada ibu, maaf…aku tidak bisa mengatakannya padamu” Hye Rim hanya tersenyum.

“Ah~ ini benar-benar membuatku semakin curiga, baiklah… kalo begitu kami pulang duluan, Hyerim annyeong! Aku akan bilang pada eommamu, kau pergi berkencan!!” Baekhyun masih sempat menggoda Hye Rim

“Yyaaa~ Baekhyun ah~ aku akan menendangmu lebih keras jika kau berbohong pada ibuku” mendengar teriakan Hye Rim, Baekhyun semakin senang dan melambaikan tangannya pada Hye Rim

Hye Rim tahu Baekhyun hanya sangat suka bercanda dan menggoda semua orang. Itulah kenapa dia tidak menanggapi serius lelucon Baekhyun. Mereka akhirnya meninggalkan Hye Rim. Hyerim kembali terlihat gelisah menunggu Dyo keluar.

Sudah satu jam lebih Hye Rim menunggu Dyo, tapi dia tidak muncul juga.

Hingga 3 jam berlalu dan sekolah sudah sangat sepi. Dyo tidak terlihat sama sekali.

“Dimana dia? Apa dia sudah pulang?” nada bicaranya lirih karena sudah terlalu lama menunggu, sampai akhirnya Hye Rim mencoba melihat ke dalam sekolah. Semua sudut sekolah dia jelajahi, tapi tidak ada seorang pun disana. Bahkan anak-anak band dan basket yang biasanya latihan sampai sore pun tak terdengar suaranya.

“Ddodo ya~ ddodo…!!?!” Hye Rim berteriak sekuat tenaga, tapi tidak seorang pun menjawab. Dengan perasaan kecewa dan lelah karena belum makan siang Hye Rim hanya duduk di teras depan sekolah sambil menundukkan kepala. Saat itulah tiba-tiba Hye Rim mencium bau hujan dan dia ingat Dyo sangat menyukai bau hujan. Hye Rim melihat ke atas langit dan hujan turun sangat deras, sudah pasti Hye Rim tidak akan bisa pulang karena dia tidak membawa payung apa lagi mantel. Hye Rim memutuskan untuk menunggu hujan sedikit reda.

Sebenarnya, saat jam makan siang tadi Hye Rim ingin memberi surprise ulang tahun untuk Dyo tapi karena Dyo tidak mau makan dan mengacuhkannya, dia tidak ikut makan dan kado yang sudah dia siapkan untuk Dyo masih dia simpan dengan baik di dalam tas.

“Kenapa kau masih disini?” tiba-tiba seorang anak laki-laki yang ditunggu Hye Rim sejak 3 jam yang lalu berdiri tepat di depannya dengan membawa sebuah payung besar. Hye Rim sudah mulai kedinginan, dan hanya membalasnya dengan senyuman.

“Ddodo ah~ selamat ulang tahun…! Maafkan aku, jika aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah”  sambil menahan dinginnya hujan, meski Hyerim tidak kehujanan sama sekali. Tapi hujan saat itu membawa hawa dingin yang sangat menusuk tulang,

“Apa kau sudah gila? Kenapa kau melakukan hal sebodoh ini? Bagaimana jika tadi aku tidak bisa menemukanmu?” kata Dyo sedikit kesal, dia langsung melepas jaketnya dan memakaikannya pada Hye Rim.

Hye Rim masih berpikir tentang apa yang membuat Dyo marah. Dyo menggandeng tangan Hye Rim begitu erat dibawah payung dan hujan yang deras. Selama perjalanan pulang, tak ada suara diantara mereka hanya suara riuh hujan yang terdengar di telinga mereka. Dyo masih memegang tangan Hye Rim erat dan sedikit gemetar, tangannya terasa sangat dingin. Hye Rim merasakannya dan melihat kearah Dyo, tatapan mata Dyo hanya lurus kedepan. Sesekali Hye Rim melihat tangannya yang masih dipegang oleh Dyo. Tapi Hye Rim benar-benar tidak ingin bicara apa-apa, hanya menikmati hujan bersama Dyo, baginya sudah sangat cukup. Hye Rim lebih mendekat dan melingkarkan tangannya pada lengan Dyo lalu menyandarkan kepalanya dibahu Dyo.

“Semoga perasaanmu lebih hangat seperti sebelumnya” Ucap Hye Rim dalam hati. Dyo tidak menolak, dia semakin mempererat pegangan tangannya pada tangan Hye Rim.

Sesampainya tiba di depan rumah Hye Rim…

“Masuklah…” Dyo melepaskan pegangannya,

“Bisakah kita bicara sebentar?” nada bicara Hye Rim terdengar sangat rendah dan halus, Dyo hanya memandangnya lekat.

“Aku harus segera pulang, hari sudah gelap” Dyo bergegas pulang, tapi Hyerim menahannya

“Sebentar saja, aku mohon! Aku ingin mendengar kesalahan apa yang aku lakukan padamu sampai…” Hyerim masih menatap Dyo dengan tatapan yang begitu tegas, namun matanya sudah basah.

“Aku marah karena kau selalu mengabaikaku, tapi kau seolah selalu menjadi parasit yang mengikutiku kemana pun aku pergi” Dyo sedang berusaha membohongi Hyerim, tapi Hyerim tahu Dyo tidak pernah pandai berbohong.

“Bohong, kau selalu menyembunyikan banyak hal dariku saat aku banyak bercerita padamu. Aku tidak pernah menjadi parasit untuk siapa pun, tapi jika kau merasa seperti itu…” belum selesai bicara, Hye Rim tiba-tiba menangis begitu keras.

Dyo langsung termenung sejenak, karena untuk pertama kalinya saat itu dia melihat Hye Rim menangis tepat di depan matanya. o.o

“Aku mohon, sekali pun jangan pernah berbohong padaku. Karena aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan pernah berbohong padamu. Aku hanya ingin tahu apa salahku, sebenarnya apa yang membuatmu tidak mau mengatakannya?” suasana semakin hening saat Hye Rim menangis semakin keras, kali ini bahkan Hyerim harus jongkok karena tidak bisa menahan tangisnya. Suara hujan yang deras masih menemani suasana hening diantara mereka.

“Maafkan aku…Hye Rim~ tapi aku benar-benar tidak bisa mengatakannya” Dyo sedikit gugup dan segera jongkok menemani tangis Hyerim,

“Wae? Waeyo? Wae?!!” tangisan Hye Rim semakin tidak tertahan lagi, meledak dan membuat Dyo semakin merasa bersalah, Hye Rim bahkan beberapa kali memukul tubuh Dyo. Dyo yang awalnya diam saja, kini mencoba menghentikan pukulan Hye Rim dengan memegang kedua tangannya. Meski Hye Rim memberontak dengan terus menangis, sekuat tenaga Dyo mencoba menenangkannya dan memeluknya erat sambil duduk.

“Maafkan aku…Hye Rim~ aku benar-benar minta maaf, aku berjanji suatu saat nanti akan mengatakannya padamu. Aku harap kau tidak akan pernah menangis lagi karena aku” bisik Dyo sambil memeluk Hye Rim semakin erat. Dan tangisan Hye Rim semakin keras, dia marah pada dirinya sendiri karena dia tidak tahu kenapa dia sangat menyukai Dyo. Dia hanya berharap Dyo segera mengatakan kesalahannya dan memahami perasaannya saat itu.

 

Iklan

4 thoughts on “PETRICHOR (CHAPTER 1)

  1. Yahh kasian banget, aku hampir nangis loh *tapi gak jadi karna ada orang lain, malu dong nangis :v*
    aku suka banget cara author nyampein emosi dlm ffnya keren, penulisannya juga bagus gak ribet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s