N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 9, END)

9.jpg

Title                   : N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 9, END)

Author              : Kang Gin Jin
Genre               : Romance, Friendship, School Life

Length              : Chaptered

Rating               : PG 13+

Main Cast        : Kim Hyu Rin (Yuri) | Oh Se Hun (Sehun)

Support Cast  : Byun Baek Hyun (Baekhyun), Oh Se Hee (Sehee), Park Chan Yeol (Chanyeol), Shin Hyu Ra (Hyu Ra)

Disclaimer       : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj dan terlalu cepat. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning           : Typo bertebaran

 

 

N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 9, END)

Setelah dirasa siap, dia segera berangkat bersama kedua orangtuanya. Appanya pun bahkan tidak berkedip melihat kecantikan putrinya. Yuri hanya tersenyum yang dipaksakan saat appanya memuji kecantikannya. Sepanjang perjalanan, dia hanya diam. Dia mengutuk dirinya sendiri karena dia sangat membenci gaun itu. namun tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Dia segera melihat siapa yang telah mengirim pesan untuknya.

‘Apa kau sudah berangkat?’

Oh Se Hun

‘Ne, aku masih dalam perjalanan’

Kim Hyu Rin

‘Hati-hati’

Oh Se Hun

Ne

Kim Hyu Rin

Tak lama setelah Sehun tak membalas pesan Yuri, Yuri dan kedua orang tuanya sampai di tempat pesta diadakan. Yuri lalu diajak turun oleh eommanya, namun dia menolak.

“Aku disini saja eomma”, kata Yuri.

Eommanya paham, dia lalu meninggalkan putrinya sendiri di dalam mobil. Kedua orang tua Yuri segera masuk ke ruang tempat pesta diadakan. Belum sampai ke ruangan pesta, mereka bertemu dengan calon menantunya. Melihat kedua orang tua Yuri, Sehun memberi salam hormat dengan membungkukkan badannya, lalu dia memberi salam.

Annyeong haseyo, Kim ahjussi dan Kim ahjumma. Yuri dimana? Apa dia tidak berangkat bersama kalian?”, tanya Sehun dengan sopan. Dia terlilihat sangat tampan dengan balutan jas yang dia kenakan.

“Dia masih di dalam mobil. Ajaklah dia kesini. Dia terlalu malu untuk datang kemari”, kata eommanya Yuri.

“Malu? Malu kanapa ahjumma?”.

“Karena kau mengirim gaun dengan warna yang tidak disukainya. Dia membenci warna pink. Bujuklah dia supaya dia mau masuk. Mungkin jika kau yang membujuknya dia mau masuk. Ya sudah, ahjumma dan ahjussi masuk dulu”.

Ne, baiklah. Akan ku coba membujuknya”.

Sehun segera menuju parkiran dan mencari mobil milik Yuri. Sedang orang tua Yuri masuk ke ruang pesta. Setelah menemukan mobilnya Yuri, Sehun segera mengetuk kaca jendela mobil itu.

“Kim Hyu Rin, apa kau ada di dalam?”, kata Sehun.

Ne”, Yuri segera membuka pintu mobilnya.

“Kenapa kau tidak masuk?”.

Ani, aku sangat malu oppa”.

Waeyo? Kajja kita masuk”.

Tanpa pikir panjang Sehun menarik tangan Yuri dan mengajaknya masuk. Dengan berat hati dia menuruti permintaan Sehun. Sepanjang perjalanan menuju rung pesta, Yuri menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, dia adalah yeoja paling cantik di pesta itu.

“Kenapa semua orang memandangku seperti itu? apa ada yang aneh denganku?”, tanya yuri pada Sehun.

Sehun lalu menghentikan langkahnya. Di tersenyum sambil memandang Yuri. Dan tentu itu membuat Yuri juga harus menghentikan langkahnya karena tangannya masih dipegang Sehun. Dia merasa heran mengapa Sehun malah tersenyum padanya.

Wae? Kenapa kau malah tersenyum?”, tanyanya lagi pada Sehun.

“Itu wajar Yuri. Hari ini kau sangat cantik. Gaun itu sangat pas untukmu”, jawab Sehun.

Jinjja! Aish, apa aku terlihat secantik itu? Padahal aku tidak suka warnanya”.

Ne. Neo neomu neomu neomu yeppeo”.

Aish, jangan membual”.

“Aku sungguh-sungguh Yuri. Apa aku terlihat sedang membual?”.

Yuri balik memandang Sehun. Dia melihat kesungguhan dalam matanya. “Ne, kau memang tidak sedang membual oppa”, jawab Yuri.

“Ow, ya. Ngomong-ngomong kenapa kau membenci warna pink?”.

“Entahlah, aku hanya tidak suka saja”.

Sehun melirik jam tangannya. “Kajja kita masuk. Sebentar lagi acaranya akan dimulai”, ajak Sehun.

Ne, kajja”, jawab Yuri.

Mereka berdua meneruskan perjalannnya menuju ruang pesta. Tak lama merek berjalan mereka telah sampai di ruang itu. Ruang itu adalah aula sekolah yang kini sudah di dekorasi menjadi sangat indah dengan hiasan disana sini. Semua orang juga telah berkumpul, hanya tinggal menunggu mereka berdua. Setelah kedatangan mereka, pestapun segera dimulai.

Pertama-tama adalah pesta memotong kue setelah meniup lilin dan berdoa mereka memotong kue. Potongan pertama diberikan kepada orang tua mereka. Lalu potongan berikutnya untuk orang yang spesial di hati mereka. Sehee memberikannya pada Chanyeol, sedangkan Sehun memberikannya pada Yuri. Setelah itu, suara tepuk tangan dari tamu yang hadir terdengar.

Selanjutnya adalah pemberian hadiah. Pertama yang memberi hadiah mereka adalah orang tua. Selanjutnya dari teman dekat atau pacar mereka masing-masing. Setelah orang tua si kembar memberikan hadiah, kini Chanyeol lah yang memberi hadiah pada Sehee. Dia memberi sebuah kotak berlapis beludru berwarna merah dengan hiasan pita diatasnya. Segera saja Sehee membuka isi kotak itu, dan ternyata isinya adalah kalung yang berliontin hati. Chanyeol segera mengambil kalung itu dan memakaikannya pada Sehee. Tepuk tangan dari tamupun terdengar lagi.

Selanjutnya giliran Yuri yang harus memberi hadiah untuk Sehun. Yuri kebingungan karena dia tidak membawa hadiah apapun untuk Sehun. Itu adalah kesalahan terbesarnya, kenapa dia bisa lupa memberikannya hadiah. Meskipun dia tidak menyukainya seharusnya dia tetap membawa meskipun hanya sebagai formalitas. ‘Kau benar-benar pabbo Kim Hyu Rin’, katanya dalam hati. Dia lalu melirik ke arah Sehun, dia jadi punya ide ingin memberi hadiah apa.

“Ayo Yuri, apa hadiahmu untuk Sehun?”, tanya eommanya penasaran. Semua orang kini menatapnya, mereka penasaran hadiah apa yang akan Yuri berikan untuk Sehun. Yuri menghela nafas panjang sebelum memberikan hadiahnya. Dia meminta maaf terlebih dahulu pada Sehun.

Mianhae oppa. Acara ini terlalu mendadak. Aku bingung harus memberimu hadiah apa. Karena itu, sampai saat ini aku tidak menyiapkan apapun untukmu. Tapi aku akan tetap memberimu hadiah”.

Yuri lalu berjalan mendekati Sehun. Sehun sempat bertanya-tanya hadiah apa yang akan Yuri berikan untuknya. Sehun merasa kini jantungnya bertetak lebih kencang dan kencang. Yuri semakin mendekatinya hingga kini Yuri tepat di depannya. Jarak mereka hanya tinggal beberapa senti saja.

Wajah Yuri mendekati wajah Sehun. Semakin dekat dan dekat. Hingga Sehun dapat meresakan hembusan nafas Yuri. Dan akhirnya Yuri mendaratkan sebuah ciuman tepat di bibir Sehun. Dia sedikit melumat bibir Sehun, namun itu tak berlangsung lama karena Yuri segera mengakhiri ciumannya. Sehun masih termenung, dia masih tidak percaya jika Yuri telah menciumnya. Dia seperti sedang bermimpi. Dia baru tersadar setelah mendengar ucapan Yuri.

Saengil chukkae oppa. Mianhae, hanya itu yang dapat ku berikan”, kata Yuri. Setelah itu terdengarlah suara tepuk tangan dari para tamu yang datang.

Itu adalah ciuman pertama antara Yuri dan Sehun. Sehun tidak menyangka itu akan terjadi di hari ulang tahunnya. Yuripun juga stengah sadar saat melakukannya. Yuri bahkan mengutuk dirinya sendiri, karena telah melakukan hal bodoh dan memalukan di depan banyak orang.

Selanjutnya para tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan. Para tamu sangat menikmati hidangannya. Selanjutnya adalah acara puncak dari pesta itu yaitu dansa. Setelah terdengar suara musik mereka semua mulai berdansa. Sehee berdansa dengan Chanyeol sedang Sehun tentu dengan Yuri. Mereka semua sangat menikmati alunan musik yang melo itu.

“Hadiahmu sungguh indah nona Kim”, bisik Sehun sambil terus berdansa dengan Yuri. Yuri hanya tersenyum.

“Darimana kau mendapat ide itu?”, tanya Sehun lagi.

“Entahlah, aku bahkan setengah sadar saat melakukannya tadi”, jawab Yuri.

Jinjja! Wae?”.

“Itu karena aku tidak membawa apapun saat datang kesini. Aku benar-benar lupa tentang hadiah ulang tahunmu. Tentu aku tidak ingin malu karena tidak memberimu hadiah. Karena itu, aku terpikirkan hal itu saat melihatmu tadi”.

Aish, kau memang sangat menjaga harga dirimu. Apa kau tidak takut Baekhyun marah?”.

“Baekhyun, tentu tidak. Sebenarnya kami sudah mengakhiri hubungan kami”.

Mwo? Wae?”, kata Sehun. Dia sangat terkejut mendengar ucapan Yuri.

“Dia dipaksa bertunangan oleh orang tuanya, katanya untuk menyelamatkan perusahaan appanya”.

“Dengan siapa?”.

“Dengan mantan kekasihmu?”.

“Hyura maksudmu?”.

Yuri mengangguk membenarkan perkataan Sehun.

“Kenapa Baekhyun tidak pernah cerita padaku, seharusnya dia dapat meminta bantuan ayahku”.

“Mana aku tahu. Mungkin dia hanya tidak ingin menyusahkamu”.

Ne, mungkin kau benar. Dia memang tipe namja yang tidak suka menyusahkan temannya. Sejak kapan kalian putus?”.

“Setelah percakapan kita di N Seoul Tower. Dia datang secara kebetulan setelah kepergianmu”.

Sehun mengangguk paham. Dia masih memegang pinggang Yuri. Mereka masih berdansa mengikuti alunan musik. Dia melihat raut kesedihan di wajah Yuri. Dan untuk beberapa saat merekan terdiam. Sehun lalu memulai pembicaraan untuk memecahkan keheningan mereka.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?”, tanya Sehun.

“Entahlah, mungkin aku harus belajar mencintaimu mulai sekarang. Setidaknya itu permintaan terakhirnya”, jawab Yuri.

Jinjja! Bagaimana jika aku tidak mencintaimu?”.

“Akan ku buat kau mencintaiku tuan Oh”, bisik Yuri ditelinga Sehun.

“Bagaimana caranya?”.

“Kau tidak perlu tahu tuan Oh. Itu rahasia”.

Aish”, kata Sehun dengan nada kesal. Sehun lalu memutarkan tubuh Yuri. Yuri hanya tersenyum setelah berhasil membuat tunangannya kesal.

“Sebenarnya aku punya sebuah rahasia untukmu. Mungkin kau akan marah atau justru malah senang saat aku mengungkapnya padamu”, kata Yuri.

“Rahasia? Untukku? Mwo?”, kata Sehun penasaran.

“Aku akan bilang padamu, tapi tidak disini”.

“Baiklah! Kajja kita pergi”.

Sehun segera mengajak Yuri meninggalkan pesta ulang tahunnya. Yuripun tak sempat menolak ajakan Sehun. Tanpa sepengetahuan kedua orang tua mereka, Sehun dan Yuri kabur dari pesta itu. Mereka pergi dengan mobil Sehun dan Sehunlah yang mengemudikannya. Mereka menuju N Seoul Tower.

“Kenapa kau mengajakku kesini?”, tanya Yuri saat mereka telah sampai ti tempat itu.

“Bukankah kau menyukai tempat ini?”, jawab Sehun.

Ne, kau benar”.

“Sekarang ceritakan, rahasia apa yang kau maksud”.

“Aku ingin bertanya sesuatu dulu?”.

“Kau mau tanya apa?”.

“Apa kau benar-benar mencintai yeoja yang kau selamatkan di tempat ini?”.

Ne, bukankah aku sudah pernah bilang padamu? Hampir setiap hari aku datang kesini untuk bisa bertemu dengannya”.

“Apa kau benar-benar ingin bertemu dengannya?”.

“Tentu saja”.

“Baiklah kalau begitu. Sekarang tataplah mataku?”.

Sehun masih terdiam.

“Kenapa, ayo tatap”, kata Yuri lagi.

Sehun menuruti permintaan Yuri. Dia menatap dalam-dalam mata Yuri. Dia merasa pernah melihat mata itu. Ya, itu adalah mata yeoja yang ia selamatkan. Mata dengan warna black pearl itu adalah mata yeoja yang selama ini ditunggu olehnya. Yeoja yang selalu ingin ditemuinya. Yeoja yang sudah meluluhkan hatinya. Yeoja yang selalu dalam fikirannya. Ya, yeoja itu adalah Yuri.

“Yuri, jangan bilang kalau yeoja itu adalah kau?”, kata Sehun.

Ne, yeoja itu memang aku oppa”, jawab Yuri.

Ani. Aniyo. Ini tidak mungkin. Kau bohongkan Yuri. Kau pasti bohong”, kata Sehun sambil mengguncang-guncangkan tubuh Yuri. Dia lalu membalikkan tubuhnya.

Ani. Aku tidak bohong oppa. Aku berkata benar”.

“Itu tidak mungkin Yuri. Kalian memiliki rambut yang berbeda”.

“Tentu saja. Karena saat itu aku menggunakan rambut palsu. Dan bukankah kau memiliki buku harianku. Seharusnya kau tahu apa yang disukai dan tidak disukainya dan bukankah itu sama denganku?”.

Sehun lalu terdiam. Dia mengingat apa yang disukai dan tidak disukai yeoja itu, lalu membandingkannya dengan Yuri. Dan semuanya sama dengan Yuri. Dan tidak ada orang memiliki kesamaan sebanyak itu kecuali dia memang orang yang sama. Hal itu membuat hati Sehun terluka. Dia bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukannya, semua ini diluar dugaannnya.

“Itu adalah rahasia yang ingin aku ungkapkan. Ku harap kau bisa melupakan yeoja itu. Lupakan yeoja bodoh itu”.

“Kenapa kau tidak bilang dari awal. Kenapa setelah semua ini kau baru bilang. Kenapa Yuri? Kenapa?”, kata Sehun dengan sedikit membentak. Tak disangka air matanya meleleh. Dia marah dengan kenyataan yang ada.

Mianhae oppa. Aku hanya tidak ingin kau tahu kalau yeoja itu adalah aku. Aku hanya ingin membuatmu melupakan yeoja itu, karena kau tidak akan pernah bisa menemuinya lagi. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Justru itu membuatmu semakin mencintainya. Selain itu, aku juga tidak ingin ada pengganggu dalam hubunganku dengan Baekhyun. Tapi sekarang, justru Baekhyun lah yang meninggalkanku. Mianhae. Jeongmal mianhae, karena tidak memberitahumu sejak awal. Aku sangat lega karena telah memberitahumu semua kebenaran ini, sebelum aku pergi”.

Yuri menangis setelah mengatakan semua kebenaran itu. Dia tak sanggup menghadapi kenyataan dalam hidupnya.

”Pergi, kau mau pergi kemana?”, tanya Sehun.

“Aku sudah tidak sanggup lagi dengan semua ini oppa. Ini terlalu menyakitkan untukku. Kau tahukan kalau aku hanya mencintai Baekhyun oppa dan aku tidak bisa hidup tanpanya”, Yuri terisak. Dia lalu melanjutkan kata-katanya, “Aku akan menyusul halmoni. Aku harap bisa menemukan hidup baru disana. Selamat tinggal oppa. Gomawo untuk semua yang telah kau berikan padaku. Mianhae jika aku menyusahkanmu selama ini. Sampaikan salamku untuk semuanya. Annyeong”.

Perlahan-perlahan Yuri berjalan menuju tepi tempat itu. Dia berencana untuk melompat dari tempat itu lagi. Namun belum sempat ia melakukannya, Sehun sudah menariknya kepelukan Sehun.

Andwe. Jangan pernah lakukan itu lagi. Jika kau pergi, lalu yeoja mana yang harus aku cintai. Tidak peduli siapapun yeoja itu, aku akan  tetap mencintainya”, kata Sehun.

Jinjja!”, kata Yuri masih terisak.

Ne, kau juga harus belajar mencintai namja itu. Dia benar-benar sangat mencintaimu. Dia juga berjanji akan selalu menjagamu”.

“Benarkah! Kau tidak bohongkan?”.

“Tentu. Aku janji. Bulan, bintang serta Tuhanlah yang menjadi saksinya”.

Ne. Kim Hyu Rin akan belajar mencintai namja itu. Gomawo, jeongmal gomawo oppa”.

Ne, cheongma. Gomawo sudah hadir dalam hidupku”.

Begitulah akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Dari pertemuan yang tak terduga serta perjodohan yang tak disangka. Siapa yang tahu takdir Tuhan.

 

  • §§§§ THE END §§§§§

 

Akhirnya selesai, gimana readers? Tetep komen ya. Thanks.

Salam hangat:  Kang Gin Jin

2 thoughts on “N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 9, END)

  1. aq sdikit kecewa dgn jalan pemikirannya yuri….masak dikit” bunuh diri????
    padahal ada sehun yg dr dlu tulus mncintai dia, bagaimana bisa dia brfikir sperti itu hnya gara” baekhyun???.
    tp untunglah akhirnya dia mw belajar mncintai sehun🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s