The Series of Mortality : BLOODY CAMP

bloody camp 2

The Series of Mortality : BLOODY CAMP

Author : YuraKim

Genre : thriller , school life  // Length : oneshot // Rating : PG-15

Cast : Xiumin

Support Cast : Onew,Krystal,Kyungsoo,Eunji,and more

Note : Ini cerita series ya jadi kalo mau dilanjutin seri nya atau mau berhenti ngga ada pengaruhnya. Maaf kalo banyak typo dan kurang sadis hehe . No plagiarism and sider ya , cerita ini murni hasil pemikiran author  HAPPY READING!^^~

AUTHOR POV

Seorang yeoja berambut lurus berwarna coklat tampak duduk diam memperhatikan sesuatu di luar jendela.Dia adalah Eunji(baca Exiled), yeoja itu kini sudah duduk di kelas 12 dan menjadi murid terpintar di sekolah. Menggeser posisi Chanyeol karena ia telah meninggal dan Baekhyun karena sudah lulus. Eunji sudah tidak berteman lagi dengan Kyungsoo(baca exiled) bahkan Eunji di jauhi teman-teman sekelasnya karena sebuah fitnah yang menimpa dirinya. Kyungsoo sekarang memilih bergabung dalam Gank Xiumin.

“Yeoja kutu buku, kemarikan PR Bahasa inggris mu sekarang juga!”, teriak Xiumin menggebrak meja Eunji yang membubarkan lamunannya.Eunji menoleh ke arah Xiumin sebentar tanpa ekspresi, kemudian memalingkan wajah dan menatap sekumpulan murid yang sedang bermain basket di lapangan bawah.”Kau tuli eoh? Ku bilang kemarikan PR mu sekarang”, ujar Xiumin memukul kepala Eunji dengan keras.

“Xiumin! Saem sudah datang duduklah!”. Xiumin segera kembali ke bangku nya sesaat setelah mendengar perintah ketua kelas yang sekaligus adalah temannya, Onew.”Haish, dasar anak ayam untung kau ketua kelas”, Xiumin duduk sambil menggerutu.

“Nah anak-anak, kelas kita akan mengadakan sleep over di sekolah. Berhubung kelas ini adalah kelas khusus untuk anak-anak olimpiade, sleep over tidak di gabung dengan kelas lain. Hari ini kalian akan pulang jam 12 siang untuk persiapan sleep over sampai besok lusa. Kalian harus sampai kembali di sekolah pukul 5 sore.”

“Ne saem!” murid-murid menjawab tanda mereka paham dengan pernyataan yang baru saja di lontarkan gurunya.

SKIP

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Muris-murid sudah berkumpul di sekolah dengan koper besar mereka masing-masing.

“Itu mobil baru Krys? Yeoja sepertimu cukup keren menggunakan mobil sport seperti itu” puji Xiumin sambil berdecak kagum melihat mobil sport Krystal yang berwarna merah.

“Mana mungkin aku beli mobil bekas, yang benar saja. Ini adalah mobil limited edition, kemarin eonnie yang membelikannya untukku katanya pesan langsung dari Eropa” Krystal memutar-mutar kunci mobil yang berada di jari telunjukknya.

“Yang beli mobil bekas kan hanya si anak ayam hahaha” Xiumin tertawa sesaat setelah melontarkan sebuah pernyataan dan diikuti gelak tawa dari Krystal dan Kyungsoo. Onew hanya mempoutkan bibirnya. Sebenarnya, Onew adalah anak pengusaha. Namun karena suatu masalah, perusahaan appa nya bangkrut sehingga yang tersisa hanya lah rumah makan milik eomma nya yang tinggal di Kanada. Onew sudah berteman baik dengan Xiumin dan Krystal sejak kecil, sehingga meskipun Onew sempat menutupi kondisi keluarganya dan akhirnya ketahuan mereka berdua, mereka tidak menjauhi Onew. Hanya saja, Onew jadi sering di juluki anak ayam dan kadang di ejek karena kondisi keluarganya yang sedang krisis.

SKIP

Sekarang sudah pukul 9 malam, setelah murid-murid menyibukkan diri mereka dengan berbagai penelitian di laboratorium biologi, kini saatnya mereka pergi tidur. Terlihat banyak kantong tidur milik murid laki-laki telah di letakkan berjajar memenuhi ruang kelas 12-A dan perempuan di kelas 12-B.

“Krystal dimana? Aku tidak melihatnya dari tadi sejak dia ijin ke kamar mandi saat kita sedang melakukan penelitian di lab”, tanya Xiumin pada Onew dan Kyungsoo yang ada di sebelahnya.

“Eoh? Aku kira dia ada di lab dari tadi. Mungkin dia sekarang sedang bersama Luna dan Joy, bersenang-senang barangkali”, ujar Onew menenangkan Xiumin yang sudah mulai terlihat cemas.

“Kalian berdua kembali lah ke kelas dulu, aku ingin mencari Krystal”, ujar Xiumin berlari meninggalkan mereka berdua.

SKIP

Seorang yeoja tampak berjongkok di depan kamar mandi wanita. Tatapannya menunjukkan kegelisahan dan ketakutan yang luar biasa. Ia tak mampu lagi beranjak dari tempatnya berjongkok sekarang.

“Chorong? Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali” tanya Seolhyun yang baru saja datang bersama Hani menghampiri yeoja yang sedang mengenakan baju berwarna pink. Belum sempat Chorong menjawab, Xiumin yang sudah kehabisan tenaga karena berlari, menghampiri ketiga yeoja itu dengan sempoyongan.

“Di dalam sini sungguh mengerikan aku takut”, ujar Chorong mulai bersuara sambil menunjuk pintu kamar mandi dan kemudian memeluk Hani.

“Ada apa memangnya di dalam?”Xiumin berusaha membuka pintu kamar mandi tapi di cegah oleh Seolhyun karena Chorong tampak berusaha mengungkapkan sesuatu dengan mulutnya yang mulai bergetar.

“Sebelumnya aku melihat seseorang keluar dari kamar mandi mengenakan hoodie hitam.”

Xiumin membuka pintu kamar mandi dan dirinya bersama dua yeoja lain terkejut. Darah mengucur deras dari arah plafon kamar mandi. Sekujur tubuh yeoja yang tergantung di atas sana sudah berlumuran darah dan kaku. Matanya menatap kosong ke arah lantai kamar mandi.

“Krystal!”

SKIP

Xiumin dan ketiga yeoja itu, yang juga merupakan teman dekat Krystal, berlari dengan sangat cepat menghampiri kerumunan siswa lain yang tengah berkumpul di depan board pengumuman. Xiumin sangat shock, di sana terpampang foto Krystal yang sedang di gantung, dan yang lebih mengerikan lagi, disana juga terdapat foto Onew,Luna, dan Joy yang sudah tergeletak di lantai dengan tubuh penuh darah.

“Eunji kau yang melakukan ini! Iya kan? Mengakulah sebelum ku gantung kau di atas tiang bendera” bentak Xiumin kepada Eunji yang tengah berada di luar kerumunan, mengenakan earphone dan menutup kepalanya dengan hoodie hitam. Eunji hanya menoleh tanpa ekspresi ke arah murid-murid yang sedang menatapnya sinis. “Tidak bisakah kau lebih pandai? Bisa jadi salah satu di antara kalian adalah pembunuh yang sebenarnya”, ujar Eunji memainkan handphone nya.

“Pasti kau Eunji! Pembunuh itu menggunakan hoodie hitam! Kau adalah satu-satunya murid yang menggunakan hoodie hitam jadi kau pasti yang membunuh mereka berdua” kata Seolhyun berjalan mendekat ke arah Eunji dan hendak menampar pipi Eunji.

“Kalian semua kembali ke kelas! Jangan main hakim sendiri. Saya dan Guru Lee akan menyelidiki siapa pembunuh yang sedang berkeliaran di sekolah ini. Guru Shin dan Guru Kim akan menjaga kalian agar tetap di dalam kelas dan tidak keluar ke mana-mana”, ujar Mr.Kang yang adalah guru biologi mereka.

Murid-murid  mulai masuk ke dalam kelas, tak peduli yeoja ataupun namja semuanya berkumpul jadi satu karena sangat ketakutan.

“Tidak mungkin Eunji kan yang melakukannya? Dia dari tadi ada di sebelahku dia tidak kemana-mana”, ujar seseorang berbisik kepada temannya yang lain.

“Eoh? Iya sih dia dari tadi di lab, tapi sempat keluar juga untuk mengambil bahan penelitian yang ketinggalan di tas nya? Bisa jadi dia yang membunuh mereka berdua kau kan tau Eunji kan paling bermasalah dengan mereka”, jawab seorang namja bernama Kai kepada dua yeoja di depannya.

“Tapi kalau niat membunuh, dia pasti membunuh ketiganya. Jangan-jangan yang membunuh itu roh Chanyeol sunbae? Ah andwae aku tidak mau dibunuh juga gara-gara dulu sering ikut mem bully Chanyeol sunbae”, pekik yeoja berambut pendek bernama Sunny yang membuat seisi kelas menoleh ke arah mereka bertiga, tak terkecuali Eunji sendiri.

“Chanyeol sunbae? Itu masuk akal. Krystal dan Onew juga suka mengejek Chanyeol sunbae kan? Mereka pernah menyiram meja Chanyeol sunbae dengan darah sapi. Tapi memang, setelah sunbae meninggal banyak hal janggal yang terjadi di sekolah”, jelas Jungkook, namja yang selalu membawa peralatan menggambar kemana-mana. Statement  yang baru saja di ucapkan Jungkook dengan mudahnya di percayai oleh murid-murid yang lain.

“Kalau Krystal dan Onew sudah terbunuh? Berarti yang selanjutnya adalah…” Murid-murid menoleh ke arah Xiumin dan otomatis membuat Xiumin kaget sehingga ia tersedak karena sedang memakan kripik kentang. Xiumin beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar kelas karena ingin memuntahkan semua yang menyumbat tenggorokannya. Kedua guru itu sudah tertidur pulas. Tanpa basa-basi, Hani dan Seolhyun berlari mengejar Xiumin, kemudian disusul Jungkook dan Kyungsoo.

Xiumin berlari kencang di sepanjang lorong yang lampunya remang-remang. Xiumin terlambat, ia memuntahkan semua makanan yang baru saja ia makan di pot tanaman di pojok lorong. “Yaks ini menjijikkan, kenapa aku harus muntah di saat seperti ini”, ujar Xiumin sedikit terbatuk-batuk. Samar-samar terdengar suara langkah kaki dan benda tajam yang bergesekan dengan lantai.

XIUMIN POV

Omo!  Apa yang baru saja aku dengar? Jantung ku mulai berdetak tak karuan. Aku segera berlari menjauhi sumber suara tersebut, turun menuju bawah tangga dan bersembunyi di sana. Lokasi ini sangat gelap, kau tidak akan bisa melihat apapun di bawah tangga. Banyak kardus tak terpakai di bawah sini, kuputuskan untuk menutupi diriku dengan kardus-kardus yang berserakan dan menyisakan sebuah lubang kecil untuk mengintip keluar. Rupanya orang itu menyadari keberadaanku. Ah aku lupa, bukan manusia melainkan arwah Chanyeol sunbae. Dia semakin mendekat ke arahku, dan ruang tangkap nafasku juga semakin sempit. Keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuh mungilku. Aku tidak dapat berpikir jernih lagi, jika aku ditakdirkan mati sekarang, aku tak punya pilihan lain. Tunggu dulu, kenapa dia berbalik arah?

XIUMIN POV END

Jungkook, Kai, dan Hani terlihat kehabisan nafas saat tiba di dalam kelas. Dengan wajah pucat mereka, semua orang di dalam kelas sukses dibuat terheran-heran sekaligus merinding, tak terkecuali kedua guru yang tadinya tidur dan ternyata sudah terjaga.

“Ada apa? Apa yang terjadi” tanya semua murid dan guru kepada tiga orang yang tengah berdiri seperti mayat hidup di depan pintu.

“Siapa yang menyuruh kalian keluar kelas?” bentak Guru Shin kepada tiga manusia di hadapannya.

“Mana Seolhyun? Jangan bilang…” Sunny menutup mulut tanda tak percaya

“Maafkan aku saem. Ini bukan salah mereka bertiga tapi salahku. Tadi aku tersedak sehingga aku perlu ke toilet untuk memuntahkan semuanya… Seolhyun dimana?” ujar Xiumin yang tiba-tiba datang menabrak Kai dengan tubuh yang sudah penuh keringat dingin.

“Seseorang memukul kepalanya dengan benda tajam,a..aku tak tau sekarang ia ada dimana…Kai menarikku ke belakang tembok tapi ia tak sempat menarik Seolhyun.. maafkan aku saem” Hani menangis sambil berlutut di depan gurunya, berharap semua akan memaafkan keteledorannya itu.

“Malam ini kita tidur disini, sekarang sudah pukul 1 pagi. Semuanya lekas tidur pagi nanti kalian akan dipulangkan ke rumah masing-masing dan sekolah diliburkan sampai kita mendapatkan siapa pembunuhnya. Guru Lee dan Guru Kang sedang mengurus semuanya di kantor polisi dan penyidik akan datang ke sini pukul 5 pagi besok”, ujar Guru Kim menenangkan murid-muridnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 2, guru dan beberapa murid terlihat sudah tidur pulas. Namun tidak dengan beberapa murid yang sibuk membicarakan misteri pembunuhan ini.

“Eunji ya, kau dari mana?” tanya Kyungsoo kepada sosok yeoja yang muncul di depan pintu kelas dengan tatapan dinginnya, seperti biasa.

“Toilet, tadi tidak sempat ijin”, ujarnya ingin melangkah tetapi di cegah Xiumin.

“Ku rasa kita sudah tau siapa pembunuhnya. Kau kurang pintar dalam hal seperti ini, tidak pandai menyembunyikan identitasmu dan sangat ceroboh”, ujar Xiumin dengan wajah emosi sambil memegang tangan Eunji hingga merah

“Ku pikir kau pandai, ternyata otakmu tidak berguna. Aku ingin sekali memberi tau kalian sesuatu tetapi sepertinya kalian tak menginginkan itu, aku permisi”, ujar Eunji melepas paksa cengkraman tangan Xiumin dan pergi meninggalkan kelas.

“Eunji ya kau mau kemana?” teriak Kyungsoo agak cemas.

“Sejak kapan dia meninggalkan kelas eoh?” tanya Kai heran.

“Jika memang dia bukan pembunuhnya, aku yakin dia tidak akan survive di luar sana. Tapi aku heran, dia sering keluar kelas sendirian tetapi tidak ada sesuatu yang terjadi dengannya. Aku yakin dia pembunuhnya. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu untuk membunuh kita semua” ujar Xiumin layaknya seorang detektif. “Kalian berdua, ikutlah aku keluar aku ingin mencari siapa pembunuh yang sebenarnya”, sambung Xiumin menarik tangan Kyungsoo dan Kai.

Mereka bertiga menyusuri lorong gelap dengan sedikit lampu penerangan disana.Wajah Kyungsoo tampak pucat menahan ketakutan yang ada dalam dirinya.

“Kita kembali ke kelas saja ya? Aku takut disini”, ujar Kyungsoo merengek seperti anak kecil kepada Kai dan Xiumin.

“Bodoh, kau ini namja atau bukan? “ ujar Xiumin mempercepat jalannya karena mendengar langkah kaki yang masih samar-samar.

“Kau kenapa berjalan ke ruangan ini?” tanya Kai menunjuk sebuah pintu dengan tag bertuliskan ruang CCTV. Tanpa menjawab, Xiumin segera membuka pintu dan mendapati seseorang disana tengah memperhatikan layar monitor komputer dengan pemandangan berbagai ruangan dan lorong sekolah.

“Eunji! Apa yang kau lakukan disini! Kau memata-matai kami agar bisa membunuh kami kan?” bentak Xiumin menarik Eunji kasar.

“Xiumin hentikan!” teriak Kyungsoo berusaha melepaskan cengkraman kuat Xiumin.

“K..kau diamlah kalau masih ingin h..hidup” ujar Eunji terbata-bata.Xiumin melepas cengkramannya pada baju Eunji dan menjatuhkannya ke lantai hingga kepala Eunji terbentur meja komputer. Eunji terbatuk-batuk dan berusaha mengucapkan sesuatu.

“Ah Eunji kau tidak apa-apa? Aduh maafkan aku” ujar Xiumin kaget melihat Eunji terduduk memegangi kepalanya yang terbentur meja.

“Xiumin! Lihat ini”, panggil Kai yang sedang menggeser-gesermouse ditangannya, dan memindah lokasi rekaman CCTV sementara Kyungsoo sedang menenangkan Eunji.

“Siapa itu? Dia mengenakan hoodie hitam? Persis seperti yang Eunji gunakan. Dia namja?” tanya Xiumin menoleh ke arah Kai.

“Eung dia namja. Dilihat dari postur tubuhnya dia pasti namja. Tunggu, cara berjalannya kurasa aku tau siapa dia” ujar Kai

“Sudah ku katakan pada mu pakailah otakmu, jangan hanya berdasarkan perkataan orang kau dengan mudahnya percaya. Aku sangat membenci mu, tapi bukan berarti aku melakukan perbuatan bodoh seperti ini.Dia berjalan ke arah ruangan ini. Ia pasti menyadari keberadaan kita”, jelas Eunji panjang lebar kemudian mendorong sebuah meja yang cukup berat, di bantu namja yang ada disana untuk mencegah laki-laki misterius itu masuk.

“Kalau ku katakana pada kalian siapa namja itu, kalian tidak akan percaya” ujar Eunji mentap Xiumin tajam.

“Katakan saja siapa dia! Entah masalah percaya atau tidak itu urusan nanti” ujar Xiumin berharap mendapat jawaban dari Eunji

“Baiklah, namja itu adalah..”

Belum sempat Eunji menjawab sebuah suara keras terdengar dari arah pintu. Tenaga namja itu cukup keras sehingga membuat meja penghalang tergeser beberapa cm. Namja itu terus saja mendobrak pintu dengan sekuat tenaga. Para namja yang ada disana dengan sigap menahan pintu agar tidak terbuka. Eunji segera mengetik sesuatu di dalam handphone nya, kemudian mengirim pesan itu kepada seseorang.

Sebuah kapak berhasil menembus pintu kayu dan mengenai punggung Xiumin sedikit. Xiumin terjatuh sambil menahan sakit. Eunji yang melihatnya segera mengambil obat di dalam kotak P3K yang ada di ruang CCTV. Dengan sigap, ia menutup luka pada punggung Xiumin. Baru saja selesai, namja dengan hoodie hitam itu ternyata sudah berhasil masuk ke dalam ruangan berisi kan empat manusia. Namja itu membuang kapak yang sedari tadi dibawanya ke lantai, dan mengeluarkan sebuah pisau tajam dan hendak menusuk Xiumin. Xiumin yang menahan sakit hanya bisa pasrah dengan menutup wajahnya. Namun pisau tersebut justru menancap ke tempat yang salah. Eunji berlari ke arah Xiumin dan melindunginya. Alhasil, pisau tersebut malah mengenai tangan Eunji. Kai yang melihatnya hendak memukul namja itu dari belakang tetapi terlambat, namja itu mengetahui apa yang akan di lakukan Kai sehingga ia memukul Kai tepat di perut, membuat Kai terpental dan menabrak lemari hingga tak sadarkan diri. Kini tinggal Kyungsoo seorang diri. Ia mendorong namja itu sekuat tenaga hingga terpojok di tembok. Namun Kyungsoo kalah kekuatan. Namja itu kini balik mendorong Kyungsoo ke tembok dan berusaha menusuk mata Kyungsoo dengan pisau. Kyungsoo menahan pisau yang kini tepat berada 1 cm di depan matanya dengan sisa tenaga yang ada.

Xiumin yang menyaksikan hal itu segera berdiri dan membekuk namja yang berada di depan Kyungsoo. Namja tadi berusaha menusuk perut Xiumin , tetapi tangannya di tahan seseorang dari belakang.

“Jungkook?!” tanya Xiumin dan Kyungsoo heran.

“Eunji mengirim pesan padaku. Namja ini ternyata, kau sungguh pintar menyamar”, ujar Jungkook menepis pisau tersebut dan membuka masker penutup wajah namja itu.

“Ini tidak mungkin”, ujar Xiumin kaget

“Kenapa? Kau tidak suka? Setidaknya itu yang ku rasakan saat kalian semua mengejek ku dan menyinggung soal keadaan orang tua ku. Aku puas karena telah membunuh beberapa di antara kalian, tapi aku menyesal tak membunuhmu dari awal Xiumin”, ujar namja itu yang kini telah di bekuk polisi.

“Ku kira kita sahabat” Xiumin berlinang air mata tak percaya siapa yang baru saja dilihatnya.

SKIP

ONE WEEK LATER

Keadaan sekolah sudah kembali normal. Meskipun suasana duka masih menyelimuti sekolah, tapi kini murid-murid sudah merasa aman. Tidak ada pembunuh yang meneror mereka lagi.

Tampak seorang namja berdiri di depan seorang yeoja yang sedang membaca buku di taman sekolah. Namja itu tampak membawa sesuatu di tangannya, kemudian menyodorkannya kepada yeoja di depannya.

“Maafkan aku karena selama ini bersikap kurang baik padamu. Aku juga bersalah karena menuduhmu yang tidak-tidak. Ehm.. percayalah aku melakukan ini semua karena sebenarnya aku ingin dekat padamu, tapi aku terlalu malu dan tak tau bagaimana caranya. Maukan memaafkanku?” pinta namja berambut hitam pekat itu.

“Xiumin? Aku membencimu, aku tidak akan menerima permintaan maafmu” ujar yeoja itu kembali membaca bukunya.

Xiumin berlutut di depan yeoja itu membuat semua mata di taman tersebut tertuju pada Xiumin.

“Eunji ya kumohon. Aku akan men traktir mu ice cream setiap hari, please”

Eunji kini tercengang melihat perilaku Xiumin yang membuat dirinya malu.

“Ah.. ne.. ne.. aku memaafkan mu tapi tolong berdirilah ini tempat umum bukan rumahmu sendiri” ujar Eunji berdiri mengambil buket bunga besar ditangan Xiumin dan menarik tangan Xiumin.

“Gomawo Eunji ya” Xiumin memeluk Eunji manja dan Eunji hanya bisa membulatkan matanya dengan sempurna.

“Xiumin a, Eunji pacarku kenapa kau memeluknya sembarangan?” tanya seorang namja berjalan mendekat ke arah Xiumin.

“Kyungsoo? Kau berpacaran dengannya Eunji?” tanya Xiumin bingung.

Eunji merangkul Kyungsoo. “Ne, memangnya kenapa?” Eunji menjulurkan lidahnya ke arah Xiumin tanda sebuah ejekan.

“Tapi.. Kyungsoo kau jahat eoh? Aku berniat mengajaknya berkencan dalam waktu dekat. Kau tega” Xiumin memukul pelan lengan Kyungsoo dan disambut dengan tawa oleh Kyungsoo dan Eunji

“Aku hanya bercanda, nih ambil saja Eunji dia masih single sejak 18 tahun lalu hahaha” Kyungsoo mendorong Eunji dan ia mendarat sempurna dalam pelukan Xiumin.

“Cih aku tidak mau dengan Xiumin lebih baik aku single seumur hidup saja”

“Kau!! Kembalikan buket bunga itu akan kuberikan pada yeoja lain” ujar Xiumin sedikit kesal.

“Kau selalu punya emosi tinggi? Aku hanya bercanda” ujar Eunji tersenyum

“Jadi maksudmu kau? Mau? Jadi yeojachingu ku?” tanya Xiumin mendekatkan wajahnya pada  wajah Eunji.

“Molla”, Eunji berlari meninggalkan Xiumin dan menarik tangan Kyungsoo.

“Aish neo jinjja! Tunggu aku!”  Xiumin berlari mengejar Eunji dan merangkulnya.

XIUMIN POV

Awalnya aku menyalahkan diriku sendiri atas apa yang terjadi pada saat camp. Semuanya bermula dari diriku, ejekan yang seharusnya tak ku lontarkan. Tapi semua nya mendatangkan kebaikan. Mungkin aku sedikit egois karena kebaikan itu hanya datang untukku seorang. Tapi mungkin inilah yang terbaik untuk kami semua? Baik bagi yang masih hidup ataupun yang sudah tidak ada. Aku bahagia sekarang bersama seorang yeoja yang aku cintai, yang kini akan menjadi pendamping hidupku. Aku tak membayangkan bagaimana jika ini semua tak terjadi. Aku tak membayangkan kalau saja aku tidak berhasil meringkusnya, mungkin kami semua akan mati termasuk yeojachingu ku dan diriku sendiri. Memang pahit rasanya mengetahui teman-teman dekatku pergi meninggalkanku dengan sangat cepat. Aku berharap waktu dapat kembali diputar. Aku ingin memperlakukan semua orang yang aku temui dengan baik, termasuk Eunji dan teman-teman dekatku.

 

 

THE END

Iklan

One thought on “The Series of Mortality : BLOODY CAMP

  1. Awal and klimaks nya keren bgt!!!
    Kalo ada sedikit revisi di mending pasti perfect!
    Terus bikin ff yg seru yaa! Keren!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s