The Series of Mortality : KEEKER

keeker

The Series of Mortality : KEEKER

Author : YuraKim

Genre : thriller , family // Length : oneshot // Rating : PG-15

Cast : Kris, Jessica

Support Cast : Sehun

Note : Maaf kalo banyak typo dan ceritanya geje hehe . No plagiarism and sider ya , cerita ini murni hasil pemikiran author  HAPPY READING!^^~

KRIS POV

Namaku Wu yifan, atau kau bisa memanggilku Kris. Aku hanya tinggal bertiga dengan kakak perempuanku yang bernama Jessica dan ahjumma yang mengurus pekerjaan rumah. Kedua orang tua kami meninggal setahun lalu karena kasus pembunuhan, saat aku baru saja lulus kuliah. Begitu pula dengan adik perempuanku, Krystal (baca Bloody Camp). Ia juga sudah meninggal beberapa bulan lalu karena dibunuh temannya sendiri saat mengikuti sleep over di sekolahnya. Aku sangat mencintai Krystal, bukan sebagai adik lagi melainkan sebagai seorang yeoja. Bahkan kami berdua sudah berpacaran meskipun tidak diketahui siapapun termasuk nuna dan kedua orangtua ku.

Hidup berdua bersama nuna ku benar2 merupakan perjuangan. Bagaimana tidak, kau hidup sendirian bersama nuna mu yang tidak waras? Itu sangat menyedihkan dan terjadi padaku. Dia suka memaksa ku bahkan memukulku jika aku tidak menuruti perintahnya.Sudah berkali kali ku paksa dia minum obat, tetapi yang ada dia memaksa ku balik. Dan ku lihat semakin hari bukan semakin baik, dia malah semakin diam dan sering berteriak tidak jelas jika aku mendekatinya. Dia sangat aneh, seperti melihat hantu atau pembunuh, bahkan penguntit mungkin?

KRIS POV END

AUTHOR POV

“Nuna, akhir-akhir ini aku merasa ada yang menguntitku, aku jadi takut untuk keluar rumah sekarang”, ujar Kris menghampiri nuna nya yang sedang membaca buku di balkon.

“Sudah berapa kali kau mengatakan itu padaku Kris? Itu hanya perasaanmu saja, kembalilah ke kamarmu dan jangan mengganggu nuna”, ujar Jessica melangkahkan kakinya ke dalam kamar.

“Nuna kau kenapa selalu menjauh dariku? Apa sakit jiwa mu separah itu eoh?” teriak Kris tapi tak dihiraukan Jessica.

“Dia benar- benar menyebalkan. Kenapa aku harus punya nuna yang cuek seperti dia, baru dengar aku berbicara satu kalimat saja sudah ditinggal pergi, benar-benar tidak berguna”, gumam Kris memegang erat-erat sebuah benda di tangannya.

KRIS POV

Yah, benar kan apa kata ku? Nuna benar-benar cuek padaku bahkan tidak mau di ajak bicara. Aku benar-benar bingung sekarang, juga ketakutan karena aku sering melihat sosok bayangan hitam di taman rumahku. Kemana pun aku pergi, bayangan itu terus mengikuti ku sehingga aku merasa terintimidasi. Aku bahkan sekarang tidak bisa bekerja lagi karena hal bodoh ini.

Ini sudah sebulan sejak aku merasa ada penguntit di rumah, dan aku juga sudah muak dengan kelakuan nuna ku yang terus saja tidak menganggap aku ada dan memaksa ku untuk menuruti semua kemauan bodohnya.

Aku membuka kulkas di dapur untuk mengambil makanan, kulihat ahjumma sudah tergeletak tak bernyawa di lantai dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya.  Bahkan wajahnya pun sudah tidak dapat di kenali lagi. Tunggu, apakah nuna….

Aku membuka kamarnya perlahan dan memanggil namanya,” Jessica nuna, apa kau sudah tidur? Aku tidak bisa tidur, bolehkah aku tidur bersama mu?” . Tapi jawabannya selalu sama, “tidak Kris, kembalilah ke kamarmu, kau sudah besar dan berhentilah berbicara soal penguntit tidak jelas itu” ujar nuna ku yang teryata sedang bermain HP dan meringkuk di dalam selimut. Spontan saja ku tarik selimutnya dan ia terlihat sangat histeris saat menghadapku. Oh ya Tuhan, apakah ada penguntit itu di belakangku? Aku menoleh kebelakang tetapi tidak ada siapa-siapa. Jessica nuna spontan memukul kepala ku entah dengan apa, dan aku jatuh pingsan.

Aku terbangun setelah cukup lama pingsan, kurasa. Hey ini bukan di rumah, dimana ini? Kulihat hanya ada kasur yang aku tiduri saat ini saja di ruangan yang seluruh dindingnya bercat putih. Samar- samar kudengar suara seorang namja dan yeoja setelah ku tempelkan telinga kananku di dinding ruangan kosong itu. Apakah nuna sedang bersama namja bernama tuan Oh Sehun itu? Apakah mereka bersekongkol untuk menyiksa ku lagi? Dasar dua manusia bodoh dan gila.

KRIS POV END

JESSICA POV

Namaku Jessica, aku hanya tinggal bertiga bersama adik laki-laki ku yang bernama Kris dan seorang ahjumma yang membantu pekerjaan rumah kami. Aku bekerja sebagai seorang fashion designer yang cukup terkenal sehingga aku bisa membiayai kehidupan sehari- hari kami. Orang tua kami sudah meninggal setahun lalu karena pembunuhan. Dan aku masih tidak bisa percaya bahwa yang membunuh mereka adalah adikku sendiri, yaitu Kris. Saat itu memang aku melihat dia depresi karena tidak berhasil meraih target nya saat hari kelulusan, yaitu masuk kategori 10 besar untuk mendapatkan beasiswa S-2 prodi hukum di Jerman. Kris mendapat peringkat ke 11 dengan skor akhir 3,8 yang membuatnya sangat shock. Kedua orang tua ku tidak masalah soal hal itu, karena mereka bukan orang tidak mampu. Mereka bisa menyekolahkan Kris di Jerman tanpa beasiswa sekalipun. Tapi aku tahu bahwa ia tidak hanya depresi soal itu, tetapi juga karena kedua orang tua ku tidak bisa hadir saat hari kelulusannya. Hanya aku dan Krystal yang datang untuk menyemangatinya, meskipun aku tahu dia sangat kecewa. Namun sungguh aku tidak pernah menduga bahwa kekecewaan dan depresi Kris semakin parah dan berakhir dengan pembunuhan kedua orang tua ku.

Aku hanya bisa diam tanpa berkutik dari tempatku berdiri saat aku menyaksikan pembunuhan sadis ini. Ya, aku melihatnya langsung. Melihat bagaimana Kris dengan santainya menusuk perut appa dan eomma ku, kemudian me mutilasi mereka. Kris hanya berjalan santai ke arahku, dengan wajah dan baju nya yang sudah berlumuran darah,raut wajahnya benar-benar seperti orang psikopat. “Nuna diamlah, jangan memberitahu siapa2 soal hal ini termasuk pada Krystal, aku jamin nuna tidak akan ku apa-apa kan.” Seharusnya aku tidak mendengarkan kata-katanya dan melaporkan dia ke polisi sejak dulu.

Soal hubungan Kris dan Krystal? Aku mengetahuinya dan aku hanya diam. Bukan apa, tetapi aku tidak mau Kris semakin depresi karena aku mengetahui hubungan mereka. Kris memang telah di diagnosa menderita depresi oleh Tuan Oh sejak setahun lalu. Entah sudah berapa ratus juta ku habiskan untuk me rehabilitasi dan mengobatinya, tetapi hasilnya nihil. Tuan Oh mengatakan bahwa depresi nya sudah terlalu parah dan jika diteruskan mengonsumsi obat dengan dosis tinggi akan berbahaya bagi kesehatannya dan menyebabkan ketergantungan, bahkan kematian. Aku sudah berusaha menjaga nya sebisa ku tetapi Kris tidak pernah mendengarkan nasehatku dan suka berjalan sesuai kemauannya sendiri, bahkan memutar balikkan fakta. Berbicara soal penguntit? Itu hanya ilusi nya saja. Tuan Oh mengatakan bahwa depresi Kris memang sudah masuk ke tahap halusinasi. Oh iya, kalian penasaran bukan mengapa aku selalu ketakutan dan menghindar saat melihat Kris? Bukan aku melihat hantu, tetapi aku melihat Kris seperti seorang pembunuh. Ia selalu membawa benda tajam di tangannya, dan selalu berakhir dengan pukulan keras dariku agar ia pingsan dan tidak melukai ku. Kemudian ku bawa dia ke rumah sakit jiwa tempat Tuan Oh bekerja, dengan harapan Kris akan membaik jika di taruh di ruang isolasi selama beberapa hari.

JESSICA POV END

“Jadi terakhir kali Kris masuk ke kamarmu dan membawa pisau penuh dengan darah?” tanya tuan Oh kepada Jessica

“Ya begitulah, karena itu aku menelfon anda agar cepat datang ke rumah untuk membawa Kris kembali kesini. Dan seperti yang kau tahu, ahjumma di rumah juga telah di bunuh olehnya. Lagi-lagi aku melihat secara langsung dia membunuh ahjumma dengan menusuk seluruh badannya. Dan aku tau sasaran terakhirnya adalah aku”, ujar Jessica menghadap sebuah kaca gelap di dinding sebuah ruangan, dimana ia melihat Kris sedang marah2 dan mengumpat.

“Dia masih saja berbicara soal penguntit itu? Asal kau tahu saja Jess, aku pernah menyuruhnya menggambar diri penguntit yang sering ia bicarakan. Aku baru sempat memberi tahumu sekarang, dia ternyata menggambar ini”, kata Tuan Oh mengambil sesuatu di dalam map tebalnya yang ada di laci meja dan menunjukkannya pada Jessica.

“Ya Tuhan, benarkah dia yang menggambar ini?” Jessica menutup mulutnya dan terkejut, menoleh ke arah Tuan Oh dengan tatapan tidak percaya. Sekilas melihat gambar di kertas tersebut, Jessica sudah mengetahui bahwa Kris menggambar dirinya sendiri sebagai seorang penguntit dengan membawa pisau andalannya untuk membunuh seluruh anggota rumah selama ini. Seluruh kertas itu di coret dengan spidol merah yang menunjukkan darah.

“Lalu menurutmu apa euthanasia* adalah jalan terbaik? Aku menunggu jawaban dari keputusanmu sejak beberapa bulan lalu. Jika kau melakukan itu, berarti kau akan hidup seorang diri?” ujar Tuan Oh sambil membaca record kesehatan Kris di sebuah kertas yang di pegangnya.

“Lakukanlah Tuan Oh, aku tidak mau ada korban lagi setelah ini dan aku tidak tega melihat adik laki-laki ku menderita karena penyakit ini”

KRIS POV

Beberapa orang memasuki ruangan dimana aku berada. Mereka dengan sigap menutup mata ku dan membaringkan paksa diriku di atas kasur keras ini. Mereka pasti adalah orang-orang suruhan Tuan Oh. Aku merasakan ada sebuah jarum menusuk tepat di pergelangan tanganku. Satu menit, dua menit, aku tidak dapat menggerakkan tubuhku. Aku berusaha membuka mata tapi sia-sia karena semua nya tetap gelap. Aku tak merasakan apapun, aku hanya berpikir bahwa aku sudah bebas dari penguntit itu untuk selamanya.

 

 

THE END

euthanasia : suntik mati

Iklan

2 thoughts on “The Series of Mortality : KEEKER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s