When I See You Again

PicsArt_1460001469925

A Story by Yunietananda

WHEN I SEE YOU AGAIN

Park Chanyeol / Chanyeol EXO, Sung Gyuri (OC) || Genre : Romance, Slight of Life, AU || Rating : PG-17|| Lenght : Vignette.

Disclaimer : Chanyeol EXO milik dirinya seutuhnya, Keluarga, SM Ent, serta fans. OC dan alur cerita milik author. Jika terdapat beberapa kemiripan di pastikan unsur ketidak sengajaan, mengingat konsep kali ini terbilang umun/mainstream. FF ini bukan hasil plagiat, jadi diharap untuk tidak pula mengCopy-paste, alih bahasa ataupun merubahnya. Happy reading and Gamsahabnida ^^

Summary :

Ketika aku bertemu denganmu kembali, tanpa kita sadari segalanya telah berubah. Aku, kamu dan mereka terlihat berbeda serta terasa asing. Tapi, ada satu hal yang ingin ku pastikan saat kita berjumpa lagi nantinya. ‘Akankah perasaan ini masih sama?’

 

||

 

Chanyeol POV

 

Ku langkahkan kedua kaki ini dengan cepat menuju tempat paling sepi di tepi ruangan yang tadi sempat ku lihat. Harusnya aku terbiasa dengan puluhan pasang mata yang menatapku kini, namun pada kenyataannya aku justru di buat tak nyaman olehnya.

 

Aku menyandarkan tubuh ini ke dinding bercat putih yang disampingnya terdapat jendela kaca berukuran cukup lebar. Ku amati beberapa orang yang berlalu lalang dihadapanku, dan beberapa diantaranya tak jarang melempar senyum kearahku ataupun berbisik kegirangan kepada teman disampingnya setelah melihatku. Sejujurnya ini melelahkan, tapi mau bagaimana lagi? hal itu sudah menjadi resikoku sebagai public figure.

 

“Hai!” Sapa seorang wanita cantik dengan dress pendek berwarna hijau tosca, berbalut jaket kulit hitam yang sedang berjalan serta menatap kearahku. Aku tak langsung menyahuti sapaannya barusan, karena aku ingin memastikan identitas gadis itu dulu.

 

“Hya, Park Chanyeol! Apa kau sekarang sedang mengabaikanku?” Gertak gadis yang kini sudah berada di hadapanku.

 

Wajahnya sangat tak asing buatku, bahkan aku bisa langsung mengenalinya dari cara dia berteriak padaku. Ya, dia gadis yang paling aku hindari saat di SMA dulu.

 

“Apa aku terlihat mengabaikanmu nona Sung?” Ujarku sembari memberikannya sedikit senyuman dan menatapnya tajam.

 

Oh shit! Kau bahkan sekarang berani menatap mata lawan bicaramu? Luar biasa! Kau benar-benar tumbuh dengan baik Chanyeol-a.” Ungkap gadis itu terdengar seperti sindiran.

 

Hhhuuuffftt.” Tiba-tiba aku mendengus, dan sepertinya seseorang yang ku panggil nona Sung masih saja memperhatikanku.

 

“Ada apa denganmu? Apa kau sedang memikirkan sesuatu?” Benar dugaanku, Sung Gyuri -nama gadis itu- masih saja memiliki reaksi berlebihan saat bicara dengan seseorang. Itu terbukti dari cara dia mengartikan setiap gesture lawan bicaranya. Ternyata dia masih sama seperti dulu, tidak banyak berubah.

 

“Tidak ada. Aku hanya kesal terhadapmu.” Godaku. Entah setan apa yang hinggap dibenakku hingga berani benar aku menggodanya.

 

“Kesal padaku? Kenapa?” Sahutnya dengan nada mulai meninggi.

 

“Aku kesal karena kamu telah menipuku.”

 

What do you mean?

 

“Kamu sudah menipuku dengan penampilanmu malam ini. Tadinya ku kira kamu sudah banyak berubah, ternyata penampilan feminim ini hanya topeng.” Bisikku lalu tertawa lirih meledeknya.

 

Saat ini aku bisa menangkap raut wajah yang amat ku kenali. Wajah penuh amarah, pikiran penuh prasangka, dan hati penuh kebencian. Ya, inilah Sung Gyuri yang aku tahu sejak dulu.

 

“Kau ini!” Bentaknya sambil mengangkat tangan kanannya hendak menamparku. Aku terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun, bahkan aku tak akan terkejut jika tiba-tiba pukulan sudah bersarang di wajahku. “Aish, menyebalkan!” Gumamnya lalu menurunkan lagi tangannya.

 

‘Apa yang terjadi? Gyuri tidak jadi menamparku?’ Batinku. Secara spontan akupun langsung meraih tangannya dan membuat Gyuri yang tadinya akan pergi menjauh, kembali berhadapan denganku.

 

“Apa yang terjadi padamu? Apa kamu baik-baik saja?” Jujur saat ini aku merasa khawatir akan teman lamaku ini.

 

“Aku baik-baik saja. Lepaskan aku!” Pintanya dengan santun. ‘Tunggu! Seorang Gyuri bisa bicara lembut? Hei! Kami hanya berpisah kurang lebih 6 tahun dan dia sudah terasa asing buatku.’ Pikirku dalam diam. Bukannya melepaskan pergelangan tangan itu, aku justru menggenggamnya semakin erat.

 

“Hya! Kau menyakitiku Park Chanyeol!” Rintihnya yang memberontak agar terlepas, seketika aku tersadar lalu melepaskan cengkramanku. Sekarang aku melihat raut wajah sendu yang jelas tak ku kenali sebelumnya. Gadis ini memang banyak berubah rupanya. Tapi apa yang membuatnya jadi serapuh ini? Dimana gadis ketua Genk terkuat SMA kami yang dulu? Apa menjadi seorang designer membuatnya seanggun nan selemah itu?

 

Sekali lagi aku bertindak refleks menarik lengan Gyuri, kali ini lebih kuat hingga membuat tubuhnya menabrak tubuhku, saat ku lihat ada seorang waitress dengan nampan berisi gelas-gelas minuman hampir ditabraknya tadi.

 

Kami hanya terdiam, bahkan aku kini bisa merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Aku tersenyum menang begitu menyadari hal tersebut. Sedangkan Gyuri, sepertinya dia masih shock, terbukti dari sikapnya yang mematung dalam dekapanku.

 

Aku sangat menikmati moment langkah ini. Tak ku hiraukan orang-orang yang saat ini sedang menatap kami. Yang ku inginkan hanyalah lebih lama lagi memeluknya.

 

.

.

.

 

Gyuri POV

 

‘Apa ini? Sejak kapan seorang Chanyeol memiliki dada yang bidang seperti ini. Aish ini sangat nyaman.’ Pikirku yang masih terbawa oleh suasana hatiku. ‘Oh shit! Ini tidak benar!’ Akhirnya akupun tersadar dari fantasiku dan mulai mendorong tubuh laki-laki berpostur tinggi tegap tersebut.

 

Bukan kata maaf yang diucapkannya dia justru menatapku sembari menyunggingkan sebuah senyuman, senyum yang amat manis. Entah sudah berapa juta wanita yang terbuai oleh senyuman itu? Yang pasti, itu merupakan senyum terbaiknya versiku.

 

“Hati-hati dengan pandanganmu! Kau bisa jatuh cinta padaku nantinya!” Ujarku sedikit menggodanya.

 

“Bukankah itu pernah terjadi nona Sung?”

 

“Kapan?” Sungutku menutupi rasa malu. Kenapa dia harus membahasnya saat ini? Moodku sunggguh tidak bagus sekarang.

 

“Kamu memang sudah lupa, atau pura-pura lupa Sung Gyuri?”

 

Hei! Sejak kapan seorang Park Chanyeol bisa mengintimidasi orang seperti ini? Yang kutahu dia dulu sangat pemalu juga pengecut. Dimana sosok remaja jangkung, berkacamata tebal, yang jika sedang bicara dengan orang lain hanya tertunduk malu? Apa menjadi seorang K-Idol benar-benar merubah karakternya?

 

Ku beranikan diriku untuk membalas tatapan matanya dan Damn! Ternyata laki-laki itu memiliki bola mata yang sangat indah. Hidungnya yang mancung, bibirnya, kedua alisnya, semua terlihat baik dan sempurna. Membuatnya semakin tampan.

 

Oh stop it Sung Gyuri! Kenapa aku harus mengaguminya disaat seperti ini? Tidak cukupkah aku turut berteriak histeris ditengah-tengah ribuan fans saat menonton konser EXO? Apa masih kurang bagiku menyimpan banyak foto Chanyeol yang ku peroleh dari para Masternim? Oh itu sudah sangat memalukan Sung Gyuri! Jangan sampai Chanyeol tahu bahwa kamu adalah salah satu dari ribuan EXO-L yang mengidolakannya.

 

“Ada apa denganmu? Kenapa diam saja?” Tegur Chanyeol menepuk bahu kiriku. Dengan begitu, runtuh sudah lamunanku tentangnya.

 

“Aku baik-baik saja.”

 

“Syukurlah.” Ungkap Chanyeol dengan diiringi senyuman lagi. “Gyuri-a, apa saat ini kau memiliki kekasih?” Aku terbelalak ketika mendengar pertanyaannya. Jantungku berdegup semakin kencang.

 

“Tidak ada. Kenapa? Apa kamu ingin mengajakku berkencan?” Sungutku berlagak menggodanya.

 

“Tidak … Tapi aku ingin menjadikanmu istriku. Bagaimana menurutmu?” Pertanyaan itu sungguh-sungguh di luar dugaanku, tanpa sadar aku pun menatapnya tak percaya.

 

“Kenapa diam saja? Berhentilah berpura-pura tidak tahu perasaanku padamu!”

 

Tuhan, apa ini nyata? Seorang Park Chanyeol, member dari Boygroup EXO masih menyukaiku? Bahkan dia bermaksud meminangku? Jika ini hanya sebuah mimpi, aku tak ingin bangun saat ini juga, sungguh.

 

*Chuu* Ku bulatkan mataku sempurna saat kurasakan kecupan singkat yang di terima bibirku.

 

“Aku masih mencintaimu, Sung Gyuri.” Ungkap Chanyeol kembali menarikku kedalam pelukannya yang hangat. Pelukan yang masih saja terasa nyaman dan menenangkan sama seperti 6 tahun lalu.

 

.

.

.

 

*Flashback On, 6 Tahun silam*

 

Author POV

 

Hari itu menjadi hari sial bagi seorang siswa pindahan bernama Park Chanyeol. Bagaimana tidak? Baru sehari dia menginjakkan kaki di SMA barunya, dia sudah di sambut oleh sebuah lemparan bola basket yang tapat mengenai kepalanya. Membuat tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah serta kacamata yang dia kenakan pecah.

 

Seorang gadis bernama Sung Gyuri-lah, sosok yang bertanggung jawab atas insiden siang itu. Dengan berdalih tak sengaja, siswi itu terus saja membela diri agar terlepas dari hukuman.

 

“Sung Gyuri! Kamu harus menjaga sikapmu! Terlebih kepada Park Chanyeol! Kamu tahu dia ini siapa?” Bentak salah seorang Guru BK, yang hanya mendapat gelengan kepala dari murid perempuan itu.

 

“Park Chanyeol adalah seorang trainee di perusahaan besar. Apa kamu tahu artinya itu?” Lanjut sang guru masih meninggi. “Artinya dia adalah siswa yang sangat berharga! Tubuhnya, Wajahnya, semua harus terjaga dengan baik!”

 

“Kalau dia memang sangat berharga, kenapa dia tidak di museumkan atau di awetkan saja, saem?” Celetuk Gyuri menatap Chanyeol yang berdiri di sampingnya dengan sinis sebelum akhirnya gadis itu memilih untuk pergi darisana, tidak lagi mempedulikan teriak gurunya yang kian emosi dibuatnya.

 

.

 

Sejak saat itu baik Chanyeol maupun Gyuri berniat untuk tidak saling berhubungan satu sama lain. Namun situasi mengharuskan sebaliknya, Chanyeol yang kikuk justru sering kali menjadi bulan-bulanan siswa-siswa nakal di Sekolahnya. Mau tak mau, Gyuri pun harus turun tangan untuk menghentikan aksi bullying tersebut. Mengingat Gyuri merupakan siswi paling berkuasa saat itu, serta ketua genk paling kuat disana. Yang artinya, setiap kali ada keributan Sung Gyuri adalah murid pertama yang dicari pihak sekolah.

 

Cih, dasar lemah!” Kalimat itu selalu saja menjadi penutup yang di ucapkan Gyuri setelah membantu Chanyeol.

 

Tanpa disadari, kata-kata itu menorehkan luka dihati pendengarnya. Luka yang kian lama kian dalam. Dan luka yang memotivasinya untuk berubah menjadi lebih berani.

 

.

 

Usai upacara kelulusan, terdengar sebuah perkelahian sedang terjadi di belakang Aula Sekolah. Nampak disana seorang siswi tengah menghadapi beberapa siswa yang tak lain dulunya adalah anggota genk yang sama dengannya.

 

Sepandai apapun Gyuri menguasai ilmu bela diri, dia tetaplah perempuan yang tak akan berdaya melawan 8 orang siswa bersamaan, seorang diri. Pukulan, tendangan, tamparan silih berganti menghujam tubuhnya yang mungil. Bukan rintihan meminta ampun yang dia ucapkan, justru seringai bengis dan meledek yang ia tunjukan kepada mantan anak buahnya itu.

 

Hya! Jika saja kau bukan anak seorang Jenderal, kau akan kami habisi!” Gertak salah satu dari siswa disana.

 

“Bunuh saja aku, kalau kamu bisa!” Tantang Gyuri yang telah berlumuran darah di wajah dan sekujur tubuhnya.

 

“Tapi tubuhmu terlalu sayang untuk di lenyapkan saat ini juga.” Gumam siswa tadi memasang wajah beringasnya. Tangannya kini telah siap membuka kemeja seragam milik Gyuri. Gadis itu hanya mendelik diiringi cucuran peluh yang amat banyak. Ya, selama ini memang tak ada satupun yang ditakuti Gyuri di dunia ini. Tapi, jauh dilubuk hatinya, gadis itu sangat takut kehilangan kesuciannya, mahkota paling berharga dalam hidupnya.

 

“Hei lepaskan dia!” Tiba-tiba seorang bapak paruh baya berhasil membuyarkan gerombolan berandalan tersebut.

 

“Anda siapa?” Tanya Gyuri sedikit gemetaran.

 

“Aku ayah dari Park Chanyeol, mari kami antar ke rumah sakit!” Jawab Tuan Park sembari menompang tubuh Gyuri yang lemah.

 

Chanyeol terkejut saat melihat ayahnya datang bersama Gyuri yang berlumuran darah sedang menuju ke mobil mereka, tempat dia berada sekarang.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa Gyuri jadi seperti ini?” Seru namja itu.

 

“Tenanglah! Lebih baik kita segera ke rumah sakit sebelum banyak orang yang melihatnya.” Ujar sang Ayah yang kemudian dituruti oleh Chanyeol. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, laki-laki itu tak berhenti menangis sembari memeluk tubuh Gyuri yang sedang tak sadarkan diri.

 

.

 

“Aku berhutang nyawa pada ayahmu, bukan padamu Park Chanyeol. Jadi, jangan pernah berharap aku akan berterima kasih padamu.” Sungut Gyuri sesaat setelah siuman.

 

Hanya sebuah anggukan yang di berikan oleh lelaki bermarga Park tersebut, tak lupa masih berlinangan air mata.

 

Aish! Kau ini sungguh payah Chanyeol-a! Aku yang terluka parah, tapi kenapa kamu yang menangis, huh?”

 

“Itu karena aku menyesal, bodoh!” Seru Chanyeol membuat Gyuri tersentak sekaligus terperangah.

 

“Apa kau bilang? Bodoh?”

 

“Maaf … ”

 

Hya! Sebenarnya ada apa denganmu? Kau membuatku takut saja!”

 

“Maafkan aku Gyuri-a. Aku berjanji, suatu saat nanti aku yang akan menjagamu. Dan aku akan memastikan hal semacam ini tidak akan pernah menimpahmu lagi.”

 

“Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu?”

 

“Karena aku menyukaimu Sung Gyuri. Aku sangat menyukaimu! Tapi apa dayaku? Aku hanyalah seorang laki-laki lemah yang selalu kamu lindungi. Aku sangat malu akan diriku sendiri.”

 

Aaahh kau ini kenapa Chanyeol-a? Aneh sekali.”

 

“Berjanjilah padaku Gyuri-a! Suatu saat nanti, saat kita saling bertemu, jadilah milikku! Karena aku yang akan menjagamu.” Ungkap Chanyeol sembari menatap mata Gyuri lekat-lekat.

 

*Falshback Off*

 

.

.

.

 

“Apa kamu sudah mengingatnya?” Tanya Chanyeol membuyarkan lamunan panjang Gyuri.

 

“Entahlah.” Sangkal gadis itu penuh gengsi.

 

“Aku tidak tahu jika kamu memiliki sisi lembut seperti ini. Kamu cantik, Gyuri-a. Tapi jauh lebih cantik saat berkelahi.”

 

“Apa kamu yakin Chanyeol-a? Ku kira bibi Park jauh lebih menyukai menantu yang lemah lembut, santun, pandai memasak dan juga anggun.”

 

Hahahahaha itu benar. Darimana kamu tahu semua itu? Apa Yura noona yang memberitahumu?”

 

Aish! Bagaimana kamu tahu jika aku dekat dengan Yura eonni?”

 

Ah! Jadi dugaanku benar! Selama ini noona selalu bercerita jika memiliki adik perempuan, dan semua ciri-ciri yang di berikan hampir sama denganmu. Lagipula aku sudah menduga hal itu sejak 6 tahun yang lalu. Bukankah dulu dia sering menjengukmu di rumah sakit? Sejak saat itu kan kalian dekat?”

 

“Benar. Daripada keluargaku, paman dan bibi Park, beserta Yura eonni lah yang sering merawatku di rumah sakit.”

 

“Jadi? Apa boleh ku artikan perubahanmu ini sebagai persiapan diri untuk masuk kedalam keluargaku?”

 

Hya! Park Chanyeol! Apa kata-katamu harus segamblang itu?”

 

Aigoo! Kamu imut sekali jika tersipu seperti ini!”

 

“Chanyeol-a, hentikan! Semua orang memandang kita!”

 

“Biar saja, aku sudah menunggu datangnya hari ini sejak lama.” Tutur Chanyeol semakin mempererat pelukannya.

 

“Aku bersyukur saat tahu perasaanmu masih sama terhadapku.”

 

“Tentu saja, aku kan sudah berhanji padamu Gyuri-a. Justru aku yang bersyukur karena kamu masih mau menerimaku setelah yang terjadi selama ini. Terlebih setelah kita tak pernah bertemu lagi dan aku sibuk dengan dunia baruku.”

 

“Itu karena aku percaya pada janjimu, Chanyeol-a.”

 

Dan saat keduanya bertemu kembali, mereka saling menyadari atas perasaan masing-masing yang ternyata tak pernah berubah.

 

 

-FIN-

 

 

A/N : Entahlah ini FF apa sebenarnya? Hikshikshiks … Maaf jika kalian kehilangan feel dari cerita ini. Karena authornya pun dalam mood yang tidak baik saat menulis ini. Maaf jika mengecewakan. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk membaca FF apalah-apalah ini. Komentar, Kritik, Review dan Saran Juseyo^^

 

By. Yunietananda

14.04.2016

 

 

 

 

 

 

9 thoughts on “When I See You Again

  1. Waktu nyangkut masalah “Geng” entah kenapa yg terlintas di kepala gw itu drama ‘Majisuka Gakuen’ 😂🔫
    Btw, ini keren thor, gw ngira awalnya ini ff adaptasi dari drama majijo yg di romancekan/? ternyata bukan😂
    Komen apalagi ya? Udah deh, intinya ini keren😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s