Another Me (Chapter 5)

IMG-20160130-WA0000

Title                 : Another Me

Author             : Jojjomi

Length             : chapters

Genre              : Fantasy, romance, family

Rating             : T

Cast                 : Kwon Alice, Oh Sehun (EXO), and many more.

A/N                 : this story belong to me. Info tentang makhluk – makhluk fiksi dalam cerita           ini dapat dari beberapa FF fantasy lain dan google tentunya.

Chapter 5

Look at the mirror! You’ll find another reflection of yours…

 

-Author POV-

Di tengah kota Seoul. Lampu-lampu jalan berbaur menjadi satu dengan cahaya lampu dari kendaraan yang berlalu lalang dan cahaya lampu gedung-gedung tinggi di sepanjang jalanan Seoul. Berpendar menciptakan pemandangan begitu indah jika dilihat dari tempat tinggi.

Salah satu rumah megah di kota Seoul. Begitu megah dari rumah-rumah megah disekitarnya. Halaman luas dengan pagar tinggi penuh ukiran naga pada tiap badan pagar rumah itu. Ditengah halaman rumah terdapat air mancur lumayan besar, kolam dibawahnya cukup untuk berenang empat sampai lima orang dewasa. Begitu banyak ukiran naga disetiap dinding dan pilar pada rumah itu. Dua buah patung naga besar juga terlihat berdiri kokoh pada sisi kiri dan kanan pintu masuk rumah. Bukan nampak seperti rumah sebenarnya, istana atau museum lebih tepat menggambarkan keadaan rumah tersebut.

Di atas sana, balkon paling atas. Balkon pada lantai tiga rumah besar itu nampak sesosok pria sedang bersandar pada pagar pembatas. Sudah sepanjang malam laki-laki itu berdiri di balkon sana, kepalanya menengadah ke langit, matanya menerawang seolah menembus awan-awan diatas langit.

“merindukan anak-anak?”

Dibelakang laki-laki tadi, berdiri seorang wanita cantik dengan jubah tidurnya. Wanita itu menghampiri laki-laki yang sama sekali tidak bergerak ketika si wanita menghampirinya kemudian berdiri disampingnya dan merangkul lengan kirinya, menyandarkan kepalanya di pundak sang lelaki.

“liburan masih lama. Kau harus bersabar menunggu mereka semua” ucapnya lagi sembali mengelus punggung tangan si lelaki. Senyum kecil akhirnya terkembang di wajah pucat si lelaki, ia menundukkan kepalanya menatap wanita cantik yang begitu ia cintai. Wanita yang sudah menemaninya ratusan tahun ini. tangannya terulur untuk mengelus rambut lembut milik wanitanya.

“tidakkah kau merindukan mereka juga? Rumah begitu sepi tanpa mereka” kalimat itu keluar dari sang lelaki.

“sangat! Mana mungkin aku tidak merindukan mereka. biasanya Jun dan Jennie akan berisik bertengkar hanya karena beda pendapat. Saling melempar api satu sama lain” wanita itu terkikik geli mengingat kelakuan anak kembarnya. “Bobby dan Hanbin akan begitu ribut memintamu melatih mereka selama yang kau bisa. Dan Alice… oh putriku yang satu itu selalu mengomel pada semua anak buahmu ketika mereka membuat kasalahan kecil didepannya.”

Tawa menguar dari mereka berdua. Mengingat-ingat kelakuan apa saja yang biasa lima anak mereka lakukan. Kwon Jiyong dan Mizuhara Kiko. Pasangan suami istri yang sedang berdiri di balkon lantai tiga rumah mereka.

Kwon Jiyong, atau makhluk lain biasa menyebutnya G Dragon. pemimpin keluarga Kwon. Vampir kuno dengan segala kekuatan dan kekayaannya. Vampir yang ditakuti oleh vampir maupun makhluk lain. Begitu juga kelima anak-anaknya, mereka begitu takut padanya ya walaupun terkadang mereka merasa malu memiliki ayah yang selalu bertingkah berlebihan dalam segala hal.

Dan wanita dalam pelukannya adalah Mizuhara Kiko. Wanita itu setengah vampir. Tadinya manusia seutuhnya dengan kemampuan pengendalian darah yang entah darimana ia dapatkan ketika pertama bertemu dengan Jiyong. Berubah menjadi setengah vampir setelah menikah dengan Jiyong. Setidaknya Kiko bisa menjadi penetral dalam keluarga itu, sifatnya yang lembut dan ramah pada siapa saja sangat disukai oleh anak buah Jiyong dan vampir-vampir lain yang mengenal keluarga mereka. Begitu berbeda dengan suami dan kelima anaknya.

Sesungguhnya bukan soal anak-anaknya yang dipikirkan Jiyong. Dia sedang menatap langit, melihat warna langit dan bagaimana awan bergerak diatas sana. Semenjak Jun dan Jennie berangkat ke Cove Crown, hampir tiap malam vampir pengendali segala jenis naga itu melihat keadaan langit yang sama. Ia seperti pernah melihat keadaan langit semacam itu. Seperti malaikat sedang murka pada malam hari, tapi keadaannya tidak separah itu. Hanya aneh saja, ada yang berdenyut di dadanya. Pastinya itu bukan jantungnya karena jantung vampir sudah tidak berdetak seperti manusia. Denyutan yang seolah memaksanya mengingat kejadian lima tahun lalu.

Sehun POV-

Setelah sarapan, kami semua diminta untuk berkumpul di aula. Aku tidak tau apa yang akan kami lakukan di sana, tapi yang aku dengar dari anak-anak tukang gosip kalau kepala sekolah akan memberi pengumuman penting.

Benar saja. Mr. Song sedang berpidato di depan sana. Berdiri diatas podium disamping patung burung phoenix. Aku sering melihat burung itu pada salah satu jaket dan jubah tidur milik Chanyeol. Lambang keluarga Chanyeol memang burung phoenix, pengendali api. Sangat tidak mengerti kenapa kepala sekolah meminta kami untuk meningkatkan kewaspadaan kami mulai sekarang.

Cove Crown dalam keadaan tidak aman atau diluar Cove Crown sedang terjadi sesuatu yang berbahaya? Entahlah. tidak biasanya saja kepala sekolah mengumpulkan kami mendadak begini. Beliau juga meminta pelajaran pada kelas pertahanan untuk ditingkatkan. Untung saja masa hukumanku sudah berakhir dua hari lalu. Lumayan menjalani hukuman dari Mr. Kangin, setidaknya kemampuanku sedikit bertambah.

Jongin sedang tertidur di samping kananku, sedangkan Chanyeol disebelah Jongin terlihat mengobrol dengan elf berambut merah, Byun Baekhyun. Aku memutar bola mataku malas, lebih baik di kelas bisa mendapat hal penting untuk didengarkan daripada seperti ini. baru saja aku menyadari ada vampir bermanik biru duduk tepat di samping kiriku. Kwon Alice. Kemudian aku ingat kalau seminggu yang lalu dia sudah menolongku, haruskah aku mengucapkan terima kasih padanya?

Belum sempat aku memanggilnya, ketika dia tidak sengaja menghadap padaku, menatapku begitu meremehkan dan kembali terfokus pada Mr. Song, aku mengurungkan niatku untuk berterima kasih padanya. Percuma saja aku rasa.

Selesai juga pidato panjang kepala sekolah. Meregangkan otot-ototku sebelum berjalan meninggalkan tempat dudukku. Anak-anak sudah berhamburan keluar aula. Aku berjalan mendahului Chanyeol dan Jongin, entah apa yang mereka lakukan begitu lama mereka berjalan.

Aku menangkap sosok Alice berdiri di depan patung Athena. Patung besar yang seluruh badannya terbuat dari perak. Kalau saja kulit para vampir tergores oleh patung itu, bisa aku jamin kami akan menjerit kesakitan, merasa terbakar pada tubuh kami. Alice ada disana bersama dengan Hanbin, membicarakan sesuatu sepertinya begitu penting kalau dilihat dari air wajah mereka.

Kedua mata hijau milikku terpaku pada patung Athena di belakang Alice. Itu! Ada lagi! Sosok yang beberapa bulan lalu aku lihat pada genangan air. Sosok yang begitu mirip Alice. Dia ada lagi disana, aku bisa membaca gerak bibirnya, sosok itu mengucapkan nama Alice dan Hanbin berkali-kali.

Tidakkah Hanbin bisa melihat sosok itu? Hanbin berdiri di depan Alice, posisinya berhadapan dengan Alice seharusnya dia bisa melihat pantulan sosok lain mirip Alice disamping pantulan Alice sendiri.

Terus aku memperhatikan sosok itu dan akhirnya dia menghilang begitu Suho dan Xiumin melintas didepan Alice dan Hanbin.

Gara-gara hal itu membuat otakku penuh dengan Alice berbulan-bulan sejak pertama aku melihat sosok tadi pada genangan air di koridor. Apa itu tadi? Alice tau atau tidak kalau ada sesuatu yang dua kali aku melihatnya muncul bersamaan dengan pantulannya sendiri?.

“oy! Menatap gadis yang sahabatmu sukai terlalu lama itu tidak baik Oh Sehun” suara berat milik Jongin terdengar di belakangku setelah tangannya menepuk pundakku.

“berisik!” sahutku ketus sembari menghentakkan tangannya dari pundakku.

“hahahaha astaga ya ya aku minta maaf. Tak masalah kalau kau menyukainya. Dia terlalu sulit didekati, aku angkat tangan. Lagipula aku lebih tertarik pada adiknya” jari telunjuk Jongin terangkat menunjuk pada gadis vampir yang sedang berjalan keluar melewati pintu aula bersama teman-temannya. Kwon Jennie.

Peduli apa pada kata-kata Jongin. Kalau memperhatikan seorang gadis begitu lama apa pasti karena menyukainya? Tidak juga kan? Walaupun aku mengaku Alice menyerang otakku belakangan ini tapi bukan berarti karena aku menyukainya.

 

Normal POV-

“matamu itu, Oh Sehun! Aku bisa saja benar-benar mencoloknya sendiri dengan jari jariku langsung sekarang juga kalau kau masih saja menggunakannya untuk menatapku terus-terusan!”

Sehun terperanjat dengan kemunculan Alice di hadapannya. Belum ada dua detik yang lalu Sehun masih memperhatikan Alice duduk bersama Yinghan dan Yue tak jauh dari tempatnya duduk bersama dua sahabat vampirnya dan tiga malaikat seniornya. Lima laki-laki lainnya yang duduk dekat dengan Sehun juga tak kalah terkejut dengan keberadaan Alice diantara mereka.

Tak ada balasan apapun dari mulut Sehun. Anak itu beranjak dari tempatnya, meninggalkan Alice dan kelima temannya di ruang santai. Masih tidak terima diabaikan oleh Sehun, Alice juga ikut melesak dari ruang santai menyusul Sehun yang terlebih dahulu keluar dari sana. Sehun juga melesat begitu cepat, membuat Alice harus menambah kecepatannya agar bisa mencapai vampir bersurai coklat.

“sopan sekali ketika ada yang berbicara denganmu malah kau tinggal pergi begitu saja!” bentak Alice setelah berhasil mendahului Sehun dan kini berdiri di depan Sehun.

“sorry? Bukannya kau juga sering melakukan hal seperti itu ya?” Sehun menatap Alice dengan datar. Berbeda dengan Alice yang semakin bersungut kesal setelah mendengar sindiran Sehun.

“kau ada masalah denganku? Jujur saja aku risih dengan kelakuanmu belakangan ini yang selalu saja memperhatikanku. Seperti mengintaiku. Memata-mataiku” ungkap Alice to the point. Memang benar akhir-akhir ini entah kenapa Sehun suka sekali memperhatikannya dari jauh.

“jangan salah. Aku bukan memperhatikanmu. Aku memperhatikan bayangan lain yang selalu muncul ketika kau melewati cermin atau jendela yang ada di kastil.” Sehun benar-benar jujur kali ini. dia tidak mau dituduh yang tidak-tidak oleh Alice, karena benar selama ini yang membuat Sehun terus memperhatikan Alice adalah bayangan lain itu, sosok itu terus ia lihat ketika tidak sengaja Sehun bertemu atau melihat Alice melintasi jendela-jendela kastil.

Vampir dihadapan Sehun hanya diam. Matanya menatap lantai koridor seolah ada sesuatu yang menarik disana. Tanpa berucap lagi Sehun melewati Alice, berjalan meninggalkan gadis itu.

“kau bisa melihatnya? Terus melihatnya setelah di koridor kastil sekolah beberapa bulan lalu?” Alice kembali bersuara menghentikan langkah Sehun, membuat Sehun membalikkan badannya untuk menghadap Alice lagi.

“siapa dia? penjagamu? Atau ada hubungannya dengan buku-buku yang kau baca di perpustakaan waktu itu?” pertanyaan Sehun memasuki telinga Alice. Ia mendongakkan kepalanya untuk menatap Sehun.

“aku juga tidak tau dia siapa. Tapi bagaimana bisa kau melihatnya sedangkan yang lain tidak bisa?”

“benarkah? Hanya aku yang bisa melihatnya?

Alice mengangguk pelan membuat Sehun semakin kaget. Benarkah hanya dia dan Alice yang hanya bisa melihat sosok itu? Kenapa harus dia saja?

“dia tidak menyerangmu?” tanya Sehun lagi.

“tidak pernah sama sekali. Yang bisa dia lakukan hanya berdiri, menangis, berusaha meraihku, memanggil namaku, dan terakhir dia hanya bertanya padaku apa aku mengingatnya. Terus seperti itu setiap dia muncul.” Mata yang selalu memancarkan tatapan angkuh dan meremehkan milik Alice menatap Sehun. Sedangkan sehun hanya diam. Tidak tau harus bertanya dan menanggapi apa lagi.

Pikirannya sendiri juga berkecamuk memikirkan apa yang baru saja Alice katakan. Sedangkan Alice sendiri ingin sekali meminta Sehun untuk melihat sosok itu sekali lagi, siapa tau Sehun dapat berbicara lebih dengan sosok tersebut. Tapi rasanya tidak mungkin Sehun mau membantunya.

Sebuah hadiah luar biasa yang pernah Alice dapatkan semenjak di Cove Crown. Biasanya guru hanya akan memberi hadiah berupa tambahan nilai atau permudahan dalam ujian selanjutnya jika dia berhasil membuat gurunya bangga dan puas akan kemampuan yang ia miliki.

Tapi kali ini berbeda. Alice bersama lima teman yang lainnya, Chanyeol, Sehun, Jongin, Seulgi, dan Amber. Mereka enam murid vampir yang mendapatkan nilai sempurna pada ujian di kelas pengendalian diri khusus vampir. Mr. Cho memberi hadiah khusus untuk keenam vampir pandai dan hebat kesayangannya, sebuah hadiah yang selalu ia berikan setiap satu tahun sekali pada murid-murid yang memang pantas menerimanya. Bebas berburu hewan liar di dalam hutan yang mengelilingi Cove Crown.

Tidak biasanya hari minggu Jongin dan Chanyeol bangun sepagi ini. mereka bahkan sudah berdiri di taman depan kastil asrama. Bersama Sehun dan Amber. Vampir-vampir itu sudah tidak sabar menunggu saat-saat mereka berlarian di tengah hutan, melompati batang-batang pohon untuk  mengejar binatang buruan mereka kemudian menyantap binatang itu. Ya kecuali Oh Sehun sepertinya. Vampir itu yang paling terlihat tidak bersemangat diantara teman-temannya.

Jam menunjukkan pukul 6 pagi, setelah Alice dan Seulgi tiba menghampiri keempat teman mereka yang sudah lebih dahulu berada di taman, mereka segera melangkah menuju gerbang utama. Tentunya mereka tidak dilepas begitu saja untuk berburu, ada vampir yang kini menjalani tahun kelimanya di Cove Crown. Vampir senior mereka akan menjaga dan mengawasi kegiatan mereka di dalam hutan.

Wu Yifan. Vampir seangkatan dengan Luhan adalah favorit Mr. Cho. Vampir dengan kepala yang hampir plontos itu adalah vampir terkuat sepanjang sejarah murid-murid vampir yang menjalani pendidikan di Cove Crown. Kemampuannya sudah bisa menyetarai Mr. Cho ketika masih berada di tahun keduanya. yang jelas, Yifan bukan vampir yang bisa diremehkan.

Yifan dapat mengendalikan naga, sama seperti kemampuan milik keluarga Kwon. Dapat mengendalikan api, mengeluarkan api dari tubuhnya, seperti kekuatan yang keluarga Chanyeol miliki. Tidak ada yang tahu mengenai latar belakang keluarganya. Ada yang mengatakan kalau kedua orang tua Yifan adalah vampir kuno, vampir terkuat dengan usia berabad-abad. Tapi tak ada yang bisa membuktikan hal tersebut.

“aku tidak mau kalian membuat keributan sekecil apapun. Jangan pergi sampai keluar dari hutan ini. sebagai vampir yang terpelajar jaga sopan santun kalian juga meskipun ini hanya hutan dan tak ada manusia atau makhluk iblis lain di dalam sini” pesan Yifan panjang lebar sebelum keenam vampir juniornya melesak masuk ke dalam hutan. Berpencar mencari burannya masing-masing.

Sehun berhenti ketika dia merasa sudah lumayan jauh dari tempat Yifan berada. Vampir itu berdiri pada batang pohon. Mengawasi keadaan di bawahnya. Hal semacam ini sesungguhnya bukan keahlian Sehun sama sekali. Sejak lahir dia tidak pernah berburu makanannya sendiri. Selalu ada kantung darah di rumahnya yang sudah disediakan oleh ayahnya. Sekalipun tidak pernah ia melangkahkan kakinya memasuki hutan untuk berburu. Jangankan binatang, berburu manusia sekalipun Sehun belum pernah.

Seingatnya hanya sekali ia menghisap darah langsung dari urat nadi manusia, tetapi setelah ia melakukan hal itu ayahnya marah besar. Hingga saat ini Sehun sendiri tidak mengerti apa alasan ayahnya begitu murka padanya hanya karena dia meminum darah dengan cara yang biasa vampir lakukan.

Suara berdebum begitu keras tertangkap telinga Sehun. Suara itu berasal dari bawah tempat ia berdiri sekarang. Ia menundukkan kepalanya melihat apa yang terjadi sehingga menimbulkan debuman begitu keras.

Seekor harimau super besar menggeram kesakitan dibawah sana. Pasti tulang-tulangnya patah akibat benturan tubuhnya dengan tanah. Tak lama, sesosok vampir pemilik surai hitam yang kini sedang diikat ekor kuda menghampiri harimau tadi dengan perlahan.

Alice Kwon. Sudah mendapatkan buruannya ternyata. Cepat juga gadis itu, batin Sehun masih memperhatikan pergerakan Alice dan harimau dari atas.

Harimau di depan vampir itu kembali menegakkan tubuhnya, menggeram marah pada si vampir. Seketika harimau itu melompat untuk menerjang Alice yang berdiri tak jauh di depannya. Belum sempat si harimau mengibaskan cakarnya pada Alice, harimau itu tiba-tiba menghentikan gerakannya dan terjatuh kembali diatas tanah. Tepat dekat didepan kaki Alice.

Alice tidak melakukan apapun pada harimau itu, tidak menyerangnya kembali atau memberi pukulan tapi bagaimana bisa harimau besar itu tiba-tiba berhenti di udara sebelum berhasil menyentuh Alice? Jelas sekali Alice hanya berdiri diam di tempatnya sambil terus menatap si harimau.

Binatang buas didepan Alice kembali berdiri, kali ini gerakan tubuhnya seperti begitu terpaksa. Geraman kesakitan kembali terdengar dari mulut harimau. Tangan kanan Alice terulur, jari-jarinya seolah sedang menggenggam sesuatu. Harimau itu semakin menggeram pedih, tidak tau apa yang membuatnya begitu terlihat sangat kesakitan. Pada detik berikutnya harimau itu melayang begitu cepat ke sisi kiri, tubuh besarnya menabrak batang pohon disana lebih keras daripada tadi ketika tubuhnya jatuh ke tanah.

Belum sempat si harimau merosot mencapai tanah, Alice sudah bergerak menghampiri harimau hidangannya. Taring-taringnya mengoyak leher harimau tanpa ampun hingga sama sekali tak ada tanda-tanda kehidupan dari harimau.

“apa itu tadi? Bagaimana kau melakukannya?” Sehun melompat turun menghampiri Alice. Vampir yang ia tanyai beranjak menjauhi bangkai harimau sembari mengusap sisa darah pada sudut bibirnya.

“pengendalian darah”

Seketika itu tubuh Sehun terasa membeku. Kaku. Darahnya seakan berhenti otomatis membuat tubuhnya ikut tercekat tak dapat bergerak sama sekali. Alice sedang menatap Sehun begitu tajam.

“ini yang aku lakukan pada harimau tadi” ucap Alice datar. Kedua matanya masih menatap Sehun. “dan kalau aku mau aku juga bisa membuat darah dalam jantungmu keluar dari tempatnya. Membuat jantungmu meledak!” lanjut Alice. ucapannya penuh penekanan pada kalimat terakhir. Kemudian tawa bahagia Alice terdengar pada telinga Sehun sebelum Sehun kembali merasa darah dalam tubuhnya berjalan dengan normal.

“sakit jiwa!” sembur Sehun membuat tawa Alice berhenti.

“ah, terima kasih.” Bukannya kemarahan yang Alice tunjukkan tapi malah sebuah senyuman dan ucapan terima kasih. “kau belum mendapatkan buruanmu?” tanya Alice kemudian. Menyadari Sehun masih bersih dan tidak ada aroma darah binatang pada tubuh Sehun.

“aku tidak berminat” bohong Sehun.

“cih! Bilang saja kau tidak bisa berburu makananmu sendiri!” tepat sekali. Tebakan Alice begitu tepat hingga rasanya menonjok jantung Sehun.

Hening beberapa menit. Sehun tidak membalas ucapan Alice. Yang dia lakukan hanya berdiri di tempatnya tadi. Mengalihkan pandangannya melihat pohon-pohon besar yang mengelilingi mereka.

“jangan katakan kalau kau memang tidak pernah melakukan hal semacam ini?” kembali Alice bersuara. Meyakinkan dugaannya.

“salah? Vampir harus selalu makan langsung dari buruannya begitu?” balas Sehun.

“kau harus tau sensasinya berlari mengejar buruanmu dan menghisap darah langsung dari leher mereka. ohhh kau bisa merasakan surga saat sedang melakukan hal tersebut. Karena selain saat begitu kita tidak akan pernah merasakan surga sungguhan. Kau tau lah vampir akan dilempar kemana jika sudah mati” mata Alice begitu berbinar mendefinisikan perasaan ketika berburu makanannya. Sehun hanya bergidik mendengar penjelasan Alice.

“aku tau rasanya. Pernah sekali aku melakukan itu tapi tidak pernah lagi”

“kenapa? tinggal di Seoul tidak berarti membuatmu berhenti menjadi pemburu paling hebat. terkadang aku pergi ke Hutan bersama daddy dan saudara-saudaraku untuk berburu makanan kami”

“tidak penting. Sudah lupakan saja!”

Baru saja Sehun akan beranjak dari tempatnya, tetapi sebuah tangan meraih pergelangan tangannya. Menahan langkah Sehun.

“ikut aku! Akan aku ajari caranya” tawar Alice begitu semangat. Menyenangkan sekali dia akhirnya bisa menjadi guru dalam hal berburu. Dia tidak mendapat kesempatan untuk mengajari kedua adiknya bagaimana cara berburu karena tugas itu sudah menjadi kewajiban Bobby sebagai anak pertama.

“aku sungguh curiga dengan hubungan kalian akhir-akhir ini. kalau sudah menjadi sepasang kekasih setidaknya kau cerita padaku, Sehun” suara husky milik Chanyeol terdengar oleh mereka berdua.

“siapa sepasang kekasih?!” bentak Alice tak terima dengan tuduhan Chanyeol.

“itu apa?” jari telunjuk Chanyeol mengarah pada tangan Alice yang masih menggenggam pergelangan tangan Sehun. Bodoh! Kenapa harus menyentuh Sehun?!

“bukan apa-apa! Aku hanya ingin mengajarinya cara berburu”

“tidak perlu repot-repot. Itu kenapa aku kemari. Aku sendiri yang akan turun tangan mengatasi masalah sahabatku” Chanyeol berbicara dengan senyuman lebar di wajahnya. Geli melihat gelagat Alice dan Sehun yang salah tingkah.

“bagus kalau begitu. Aku pergi dulu” belum sempat Chanyeol membalas Alice, gadis vampir itu sudah menghilang dari hadapannya dan Sehun.

“berhenti berfikir kalau kami adalah sepasang kekasih!” seru Sehun mengetahui isi pikiran Chanyeol.

Tawa Chanyeol memecah sunyi hutan yang mulai panas karena hari semakin siang. Masih terus menggoda Sehun dalam pikirannya selama mengajari Sehun bagaimana mencari mangsa yang tepat.

Bukan hanya Chanyeol yang akan berpikir seperti itu. Satu Cove Crown mungkin memiliki pikiran yang sama seperti Chanyeol. Belakangan ini Sehun dan Alice lebih sering terlihat bersama. Sekedar bertengkar kecil di depan kelas, duduk bersebelahan ketika di lapangan arena, atau membaca buku bersama di perpustakaan. Mereka berdua tidak menyadari perubahan dalam diri mereka sejak sering berinteraksi satu sama lain. Anak-anak lain yang merasakan dan melihatnya.

Entahlah, Sehun tidak merasa ada yang berubah dari dirinya. Dia sendiri juga tidak tau mengapa bisa lebih sering berinteraksi dengan Alice. Yah, setidaknya dia sendiri menikmati waktunya yang lebih banyak ia habiskan dengan gadis vampir bermarga Kwon itu.

 

-TBC-

Iklan

7 thoughts on “Another Me (Chapter 5)

  1. ah si chanyoel ganggu aja deh, harusnya biar si alice aja yg ngajarin sehun.
    biar mereka jd makin dket gitu???
    aq seneng bgt deh cz update nya cepet, semangat terus buat nulis ya kak 🙂
    oh jadi ibunya alice itu dlu manusia ya?
    brarti alice pnya kmampuan pngendalian darah dr ibunya dong…
    eh…aq pnasaran dgn kjadian 5th lalu yg dmaksud appa nya alice, kejadian apa itu ya? apa ada hubungannya dgn masa lalu alice….
    aq jg jadi curiga jngan” dlu alice itu manusia sperti ibunya, trus orang yg dlu sehun ggit itu adlh alice gitu????
    bener gak sih, hehehe…
    habisnya appa nya sehun jd mrah besar kn gara” kjadian itu???
    ah…molla….yg jelas aq jadi makin penasaran sama kisah selanjutnya…
    ditunggu updatean selanjutnya kak ^^

  2. Aelaahh chanchan perusak suasana nih :-/
    ternyata sehun alice udah deket yaa
    walau terbilang biasa ajah bagi mereka, tapi bagi orang lain itu malah luar binasa loohh :v

    lanjuuuttt fighting ..

  3. Chapter 6nya kapan ya kak?? Masih belum update kah?? Udah nunggu dari bulan lalu nh ka…

    Duh, sampe samar2 nh cerita sebelumnya apa, harus baca ulang lagi nh,,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s