Good Morning, Love

2c2427bf709d4dc0b0f51036a4a47516

Good Morning, Love

Cast of Baekhyun and Aeri (OC)

Presented by deera

Genre : Family | Length : 694 words | Rating : General

deera says : May good things always happen to you! Even it’s hard, don’t worry, we’ll be there together with you through all the hardships. Happy born day, Kyoong! Aeris are blessed to be with you. Shy shy shy!!!

Aku tak pernah memintanya tapi terimakasih telah selalu mencintaiku

Bulu mata lentik milik Baekhyun bergerak-gerak, mengedip centil tepat di atas wajah seseorang yang membungkus erat seluruh tubuhnya dengan selimut warna moka. Tubuh orang itu pasti sangat imut, karena selimut itu benar-benar melingkupi tubuhnya tanpa terkecuali. Membuat Baekhyun—begitu memasuki kamar yang beraroma manis itu—terkesima dengan gundukan cokelat yang dikiranya hanya berisi bantal-guling, kalau tidak menggeliat dan berbunyi tipis seperti dengkuran.

Lalu seberkas wajah menyembul dari sebilah celah selimut yang tersingkap. Senyum di bibir Baekhyun terkembang begitu saja.

“Apa Aeri sudah bangun?” suara seseorang dari arah ruang keluarga terdengar nyaring, membuat Baekhyun sempat mengangkat kepala dan bermaksud menutup kembali pintu kamar. Ia membiarkan gadis itu—yang dipanggil Aeri—tidur lebih lama lagi.

Ia kembali naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya menyamping, menghadap Aeri. Rambut halus gadis itu menutupi sebagian matanya dan dengan hati-hati, Baekhyun menyingkapkannya. Ia memandangi wajah dengan lekuk serupa dengan miliknya—mata yang runcing di ujung-ujungnya, hidung bulat, bibir mungil merah muda pucat, dagu lancip, wajah kecil, dan pipi tirus.

Kaki-kaki ranjang berderit pelan saat Aeri menggerakan tubuhnya dan menggeliat. Gadis itu kembali menarik selimut hingga menutupi setengah wajahnya. Cahaya matahari pukul delapan pagi mulai menyeruak masuk melewati tirai jendela kamarnya, membuat hawa hangat melingkupi kamar dengan dominan warna susu.

“Selamat pagi, Love.”

Sapaan yang akan selalu terngiang di setiap paginya.

Baekhyun berbisik setelah menyelipkan rambut hitam yang menjuntai di balik telinga Aeri. Gadis itu hanya balas menggumam. Kikikan menyebalkan keluar dari mulut Baekhyun dan itu sungguh membuat bising bak suara tronton di telinga Aeri.

“Aeri-ya~”

Baekhyun kembali memanggil Aeri dengan suara yang lebih keras. Ia menjawil ujung hidung Aeri dan menekannya lembut hingga suara gumaman Aeri terdengar sangat lucu. Kali ini, Baekhyun terkekeh, membuat Aeri menepis jemari Baekhyun dari sekitar wajahnya. Ia kembali menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.

Lelaki itu tidak habis akal. Ia memeluk Aeri dari balik punggungnya yang membelakangi Baekhyun karena kesal. Ia mengendus-endus tengkuk Aeri hingga gadis itu meronta meminta dilepaskan.

Aeri menggeram kesal.

APPA!! BERHENTI MENGGANGGUKU!!”

Tawa Baekhyun sukses menyembur dan semakin menghambur menghujani wajah Aeri dengan kecupan-kecupan kecil. Jemari panjangnya juga sibuk menggelitiki pinggang dan perut Aeri hingga kaki gadis sembilan tahun itu sukses menendang-nendang di atas kasur dan ikut terkekeh bersamanya.

Appa, hentikan kyaaaa!!!”

Aeri balik menghajar Baekhyun dengan gelitikan tak kalah hebohnya. Keduanya tertawa bersama di atas kasur yang berundak tak beraturan. Selimut mokanya jatuh ke lantai, sprei warna gadingnya terburai dari tempat seharusnya. Beberapa boneka teddy terduduk miring bahkan jungkir balik

“Lihat, Aeri-ya! Teddy sedang melakukan salto!” seru Baekhyun menunjuk salah satu boneka beruang putih milik puterinya.

“Itu Bona, bukan Teddy, Appa. Teddy itu yang warna cokelat!” bibir Aeri mengerucut kesal karena Baekhyun salah menyebut nama bonekanya.

“Maklum saja kalau Appa lupa. Bonekamu itu ada selemari penuh! Dan kau berharap Appa bisa menghapal semuanya? Ah, kau harus menghadiahi Appa dengan pelukan kalau bisa mengingat lima saja.”

Aeri terduduk dengan rambut acak-acakan. “Kantukku langsung hilang. Ini semua karenamu,”  sahut Aeri malas sambil menguap dan menggaruk lehernya.

Baekhyun tersenyum. Kebiasaan yang sama dengan miliknya.

“Aeri-ya.” Baekhyun memanggil puterinya dengan penuh kasih sayang. Sedang gadis itu bertingkah pura-pura tidak mendengar—persis seperti ibunya.

“Aeri-ya.” Panggilan itu terdengar lagi.

Ne, Appa.”

Appa mencintaimu.”

“Aku tidak.”

Mwo? Apa cinta Ayah bertepuk sebelah tangan?”

Eoh. Appa harus lebih giat mengejarku.”

“Kau seperti ibumu: sangat jual mahal. Padahal aku tahu dari lama bahwa ibumu juga mencintai Ayah.”

“Perempuan memang harus seperti itu. Tidak boleh terlalu mudah.”

Aigo. Uri Aeri tahu darimana hal-hal seperti itu?” Saking gemasnya melihat Aeri, Baekhyun kembali menggelitiki pinggang Aeri yang lengah.

Dan berakhir mendekapnya erat. Aeri membalas pelukan ayahnya dan menenggelamkan wajahnya di hadapan dada Baekhyun sambil menghirup dalam-dalam wangi sabun yang selalu menempel di tubuh ayahnya.

Yang akan selalu dirindukan Aeri.

“Selamat pagi, Love.”

Aeri melamatkan setiap kata itu—yang tak pernah didengarnya lagi setelah sekian lama—yang kini selalu diucapkannya setiap kali mengunjungi ayahnya di bawah pohon cherry. Aeri dua-sembilan duduk di sana dengan seikat bunga tulip jingga yang disukai Baekhyun.

Dua puluh tahun berlalu begitu saja.

“Apa tidur Ayah nyenyak semalam?”

“Aku bermimpi tentang Ayah lagi—pasti karena Ayah merindukanku ya, jadi Ayah ingin bertemu denganku?”

“Bagaimana rasanya terbang ke langit? Bagaimana rasanya berada di atas sana, Appa?”

Appa…”

“Aku merindukanmu.”

“Aeri mencintaimu, Appa.”

deera says : I do looooovveeee and impressed how Baekhyun treat his fan –the way he calls us cutely with that ‘Aeri’ name, uh so lovely. So here I present how uri Kyoong will love ‘Aeri’ if she was his daughter –even the ending’s  quite sad lol.

Iklan

5 thoughts on “Good Morning, Love

  1. aeri~ iya aku juga baru tau dia manggil fansnya aeri kemarin waktu lagi browsing video2 dia
    kyaaaa imut bgt XD dan itu si anaknya malah lebih dewasa dari bapaknya ufufufu. tapi blkgan kyknya tulisan kakak rada2 bernuansa sedih gitu ya, ini jadinya sedih lagi endingnya, baekhyunnya udah meninggal bukan? ttp manis sih cuman ya itu … T.T
    anyways, tadi ada titik yg ketinggalan. ehe
    keep writing kakak!

  2. Kirain Aeri siapanya baekhyun, eh nyatanya anaknya baekhyun yaa, terketjoh (?) Sayaaa.. 😄, tapii endingnya kok bikin nyesek yaa? Mngkin gara-gara dari happy ke sad scene nya muluss..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s