My Boss (Chapter 3)

Poster FF My Boss

My Boss

Author : Hannitae

Genre : AU, Romance, Life Story

Rating : PG-15

Length : MultiChapter

Cast(s) : Exo’s Chanyeol, Go Nam Bi (OC), Oh sehun, Kim Ji An (OC) and other cast(s) you can find by ur self

Ps : saya hanya meminjam nama pemeran cerita, mohon maaf jika ada kesamaan tempat dan cerita. Ff ini berdasarkan pemikiran saya. Maaf jika ada kesalahan kata-kata dalam cerita. Happy reading ^^

(Di publikasikan juga di wattpad dan blog pribadi)

 

 

 

=MY BOSS=

 

 

Jam tangan nya menunjukkan pukul 8 lewat. Sehun masih menunggu, sejak ia membuat wanita itu khawatir sepuluh menit yang lalu. Sehun terbayang bagaimana reaksi nya saat sehun menelpon tadi, apakah dia khawatir atau justru sebaliknya. Sehun tak yakin Nam bi khawatir kepada nya dengan sifat cuek dan cerobohnya itu. Sehun ragu karena Nam bi langsung menutup telepon nya tadi. mungkin cara ini bukan yang terbaik, menyuruhnya pulang dalam rangka melihat sosok oh Sehun yang darurat. Sehun memakai kata darurat yang tak berarti. Ini bukan bukan seperti yang dipikirkan. Sehun hanya ingin melihat nya tersenyum.

Tak lama setelah pikiran aneh itu mengacak otak nya Sehun mendengar langkah kaki yang cepat mungkin sedang berlari dan benar saja sosok yang ia tunggu datang bersama dengan teman nya,  menghampiri diri oh sehun yang sedang berdiri santai di depan ambang pintu apartemen bertuliskan GO NAM BI here.

ya! Apa yang sebe-“ Nam bi mengatur napas nya yang hampir habis berkat kalimat darurat yang keluar dari mulut Oh sehun.

“kau berdiri santai begini, apa nama nya itu darurat. Kau membuat ku dan Nam bi kehabisan napas karena omongan bohong mu itu” amarah Ji an seakan naik ke awan melihat sehun yang berdiri santai seperti tak terjadi apa apa. Atmosfer disini semakin terasa panas.

Nam bi dan Ji an sama sama mengeluarkan kekesalan mereka, melihat kondisi Sehun yang sehat sempurna. Apakah dia sedang dilanda bencana. Apakah ia hanya mengerjai Nam bi dan juga Ji an yang sedang bersamanya.

Sehun menarik napas nya dalam dan mengeluarkan nya “hei tenanglah dulu, atur napas kalian”

“bagaimana bisa, kami berlari hanya untuk melihat kondisi bohongan mu itu” Nam bi menjawab sehun tak sabar.

Masih di depan pintu apartemen nya Nam bi berdiri tiga langkah dari sehun diikuti Ji an tepat di sebelahnya, menatap mata laki laki itu. Hanya tatapan penasarannya yang membuat laki laki di depan nya tersenyum kecil dan membalas tatapan Nam bi dengan eye smile yang khas. Tapi lain hal nya dengan Ji an yang menatap lurus ke pada diri nya. Tatapan yang mengerikan.

“jadi ada apa?” Nam bi membuka percakapan.

Sehun hanya melihat Nam bi dan belum merespon pertanyaan nya. Bukan saat yang tepat menjawab pertanyaan nya sekarang.  Ji an yang sudah lelah memilih untuk pulang ketimbang melihat si baekgu bodoh dihadapan nya sekarang dan sebentar lagi pasti akan membela diri.

Keadaan kembali mereda setelah peperangan yang hampir terjadi. “jangan kau apa apakan Nam bi, kalau kau berani kau tau akibatnya baekgu aneh” Ji an mengepal tangan dan mengarahkan nya ke sehun. Lalu ia berbalik dan berjalan lambat meninggalkan satu orang temannya dan satu orang teman pengacaunya.

“jangan panggil aku baekgu” protes sehun

Ji an memutar diri menghadap sehun sambil berjalan mundur menuju tangga apartemen “apa salahnya, warna kulitmu memang putih. Nama baekgu lebih cocok dengan mu ketimbang oh sehun. Pas sekali” ia melambaikan tangan lalu berbalik dan berjalan seperti orang normal. Sehun masih tidak terima dengan panggilan yang diberikan Ji an hanya karena warna kulitnya.

Nam bi menyentuh pinggang sehun dengan jari telunjukya. Dia masih diam ditempat belum merespon Nam bi dari tadi. Didiamkan seperti ini rasanya tidak enak.

Lima detik yang hening sehun berbalik menghadap Nam bi yang menyetuh pinggang nya tadi dengan jari mungilnya. Wajah Nam bi yang penasaran membuat sehun ingin mencubit pipi Nam bi.

“maaf telah membuatmu sangat penasaran dan khawatir” sehun membuka pembicaraan

Nam bi memasang muka kesal pada wajahnya “memang seharusnya kau meminta maaf”

“aku hanya ingin mengajakmu melihat bunga daisy di belakang kantor ku yang sudah mekar dan aku tau kau sangat menyukainya, aku takut jika bunga itu akan layu karena terlalu lama” jelas sehun dengan wajah ceria nya seperti tidak terjadi apa apa.

Kepala Nam bi terasa berat seketika setelah sehun menjelaskan apa maksud kata darurat nya. Ia mencoba mengerak gerakan kepala nya ke kanan dan kiri. Sehun hanya melihat tingkah wanita di depan nya sekarang, lalu ia menirukan tingkah Nam bi. Kepala Nam bi lalu berhenti bergerak diiringi sehun yang menirukan nya. Nam bi tak suka berlama lama dalam situasi yang membuat kepalanya pusing.

“hei, apakah kau membiarkan ku dalam keheningan”

“maksudmu?”

Nam bi melipat tangan di pinggang nya “jika kau sudah membuat orang kesal kepadamu maka buatlah orang itu tersenyum lagi”

Sehun tak berpikir panjang. Ia melepas lembut tangan Nam bi yang di lipat depan pinggang nya lalu menariknya. Tangan halus berwarna putih pucat itu menarik satu tangan mungil sebelah kanan milik Nam bi dan ia menerima ajakan si tangan putih pucat tadi. Sekarang, tangan kiri milik sehun memegang tangan kanan milik Nam bi. Mereka bergandengan. Sontak Nam bi kaget tangan mungil nya kini di nodai oleh si pria baekgu itu. Sebelum nya ia tak pernah bergandengan tangan dengan pria. Jantung nya dipacu ke adrenalin level dewa. tapi anehnya Nam bi tak sekali pun melepaskan tangan Sehun, membiarkan nya saja seperti itu dan berjalan biasa tanpa kata kata protes nya.

Nam bi terus melihat ke arah sehun tanpa berkedip. Bingung karena perilaku pria itu tadi. Hal itu seketika dirasakan oleh sehun, ia langsung melepas kontak tangan nya dengan Nam bi. mereka berdua berhenti berjalan.  Sehun sadar ia tak akan mengerti dan ini juga terlalu cepat.

“kenapa kau lepas?”

Sehun bingung seketika saat Nam bi melontarkan kata katanya. Ia tak pandai dalam berbohong. Wajah sehun akan memberi tau jika ia berbohong. Yang ada di pikiran nya sekarang hanya memohon agar wajah nya tidak menunjukkan kebohongan yang akan ia berikan kepada Nam bi. hati nya berbisik bodoh sekali kau Oh Sehun.

Sehun memeberanikan diri menjawab pertanyaan Nam bi “kau pasti akan berpikir bahwa aku adalah pria yang seenaknya. Dan kau juga bodoh mengapa tidak melepaskan tangan ku saja. Ini tidak bagus” sehun berterima kasih karena omongan nya berjalan mulus.

Nam bi memamerkan wajah aneh miliknya. Ia sama sekali tak mengerti apa yang dipikirkan si baekgu aneh plus bodoh ini. Kata katanya tidak pas dengan raut wajahnya. Antara benar atau tidak, wajahnya menduduki posisi di tengah tengah. Tapi apa salahnya jika Nam bi percaya. Sehun juga ingin melakukan hal baik pada nya.

“aku kelewat senang karena akan melihat mu tersenyum selebar lebarnya, sontak saja aku memegang tangan mu. Lagipula Sehun si baekgu yang tampan ini susah untuk ditakhlukan, kau harus berusaha” jawab sehun sedikit bohong

Nam bi berdehem dan lanjut berjalan duluan meninggalkan Sehun si baekgu yang katanya tampan itu. Nam bi berbalik dan menjulurkan lidah nya pada sehun dan berkata “aku tidak mau berusaha jika kau tidak mau berusaha duluan. Dan siapa yang menganggapmu tampan”

Sehun tak tahan lagi lalu ia lari mengejar Nam bi yang mendahului nya tadi. Seperti kucing dan anjing yang bersemboyan tiada hari tanpa hal mengejutkan.

 

 

****

 

 

Chanyeol menekan tombol menuju lantai dasar. Melewati beberapa lantai dan berhenti di lantai utama. Ia berjalan dengan muka semeringah nya. terbebas dari kertas kertas itu sekarang apakah ia tidak merasa senang. Meskipun senyum nya tak terlalu lebar setidaknya ia menggunakan lengkungan itu saat berjalan. Karyawan dan bawahan nya pasti heran, Chanyeol si muka dingin itu tersenyum. Tidak, sebenarnya ia tidak sedingin yang dibayangkan. Hanya menjaga image bodohnya jika tiba tiba itu keluar. Memalukan bukan.

Pintu otomatis terbelah menjadi dua. Membiarkan orang orang berlalu lalang keluar masuk gedung temasuk Chanyeol yang menuju keluar gedung kantornya. Melangkahkan kaki menuju tempat favoritnya. Kedai soju. Pikiran nya bersuara  “Ah itu sangat favorit” seperti biasa yang ia lakukan saat lampu lampu sekitar kantornya sudah menyala terang.

Sedikit lagi langkah kaki besarnya menuju kebahagiaan, tiba tiba kakinya terpaksa berhenti melangkah maju. Mata chanyeol menerjap siapa kah gerangan wanita itu. Tidak asing baginya. “oh apa yang ia lakukan disini? Ini sudah hampir larut malam tapi si wanita aneh itu masih berkeliaran dan untuk apa memandangi bunga daisy yang hanya diam tak bersuara. Apa manfaat nya” gumam Chanyeol.

Ia menghampiri Nam bi yang sendirian menatap hamparan bunga daisy yang cukup luas. Memang sekarang bunga itu sedang banyak mekar bersama dengan bunga cherry blossom yang menurut chanyeol lebih menarik dibanding bunga putih yang ditengahya terdapat warna kuning sepeti telur itu.

Satu langkah….. dua langkah….. tiga…. Empat…. Dan suara besar nya memecah keheningan Nam bi  “wah selamat kita bertemu lagi” langkah kaki besarnya membuat Chanyeol sedikit cepat sampai yang notabene tempat Nam bi berdiri itu sedikit jauh. Lumayan

Nam bi memutar badannya menghadap asal suara berat itu. Ia menemukan sosok tinggi bersetelan jas, menatapnya dan tersenyum kecil  yang membuat Nam bi agak berdebar.

suara berat Chanyeol sama sekali tak membuat Nam bi terkejut sedikitpun. Malahan ia sedikit senang karena ada seseorang yang menemaninya. Sehun pergi sebentar membeli minuman dan Nam bi menunggu sendiri, sekarang hampir larut malam. Ia sedikit takut padahal orang orang lumayan banyak yang berlalu lalang di sekitar nya. Nam bi senang sekaligus khawatir tentang pria ini.

“kk-kkau?”

“sepertinya kau belum mengetahui namaku. Oke nama ku Park Chanyeol. Panggil aku Chanyeol”  ia mengajak Nam bi bersalaman tapi tidak dihiraukan oleh Nam bi. Chanyeol mulai penasaran dengan wanita di depan nya ini. Sikap seperti itu membuatnya memiliki pandangan yang bagus kepada Nam bi. Chanyeol suka wanita seperti itu. Tidak mudah dibohongi.

Nam bi sedikit bingung haruskah melanjutkan basa basi ini atau membiarkan nya berjalan sesuai takdir. Kata membiarkan itu terus terpintas di pikiran nya terus dan terus. Nam bi memilih untuk mengalah kali ini. Tak ada salah nya jika meneruskan nya.toh ia uga butuh teman untuk mengobrol sekarang. Oke kau menang kali ini.

“ah… aku Go Nam Bi” ia berpikir sejenak mementukan apa yang akan ia katakan untuk pria di depan nya ini. Mungkin sebuah kata sambutan. Nah tepat sekali.

Chanyeol berdehem sebentar dan membiarkan Nam bi melanjutkan kata kata nya yang hampir terpotong tadi.

“aku tidak tau jika akan bertemu lagi dengan mu jadi selamat bertemu kembali” senyum tipis terukir di bibir Nam bi yang diberikan untuk menyambut Chanyeol. tapi berbanding terbalik dengan wajah nya sekarang. Menunjukkan raut khawatir alias takut.

Kembali lagi pada kejadian yang belum sehari terjadi. Kejadian yang aneh tapi nyata terjadi. Belum lepas dari kejadian itu Nam bi Khawatir jika Chanyeol menghampiri nya hanya untuk menanyakan hal yang dianggap Nam bi sangatlah bodoh itu. Ia tak habis pikir mengapa pria di hadapan nya ini meminta dengan cara yang lumayan yahh payah menurut Nam bi.

Entah apa yang membuat Nam bi merasa sedikit khawatir sekarang. Ia tak pernah seperti ini sebelum nya. Jika ada masalah dia akan pura pura tidak tau dan membiarkan nya begitu saja. Sadis sekali.

Udara dingin yang berhembus malam ini membuat Nam bi menarik lengan jaket sampai menutupi tangan nya hampir tidak terlihat. Berharap pria ini segera mengakhiri kekhawatiran Nam bi yang belum pergi dari tadi. “Oh tuhan apa yang dia inginkan”

“jadi apa yang kau lakukan disini? Melihat bunga telur ini? Atau sekedar jalan jalan kecil bersama teman atau sendiri mungkin?” Chanyeol menabrak Nam bi dengan pertanyaan pertanyaan yang keluar dari mulutnya.

“yah seperti yang kau lihat, aku sedang menikmati keindahan bunga ini dan aku bersama teman ku. tidak sendiri”

“oke itu bagus”

“apanya?” Nam bi menyeritkan dahi.

“untuk tidak sendiri di taman bunga ini dan sekarang hampir larut malam. Dan mana teman mu.  Aku tidak melihat nya dari tadi” Chanyeol seperti nya memimpin sesi pertanyaan malam ini.

Nam bi melengkungkan bibir nya ke atas. Kau tau Kebalikan dari tersenyum. “dia sedang membeli minuman dan belum kembali dari tadi. Aku tidak tau dia membeli minuman apa sampai selama ini. Apa ia pergi ke Busan hanya untuk membeli minuman haha”

Chanyeol  ber-oohhhh panjang. Hanya merespon seperti itu, padahal ia yang menabrak Nam bi dengan pertanyaan tapi ia seperti yang tak acuh sekarang. lalu Chanyeol mendekat ke pagar taman bunga daisy itu. Jari nya menunjuk nunjuk bunga yang ia sebut telur itu tadi. Nam bi tak tau mengapa pria itu menyebut bunga indah ini dengan telur. Apakah ia sedang mengidamkan telur sekarang.

“aku menyebut nya telur karena kau bisa lihat sendiri” Chanyeol menghadap kea rah Nam bi sebentar dan kembali melihat hamparan bunga putih ini. Nam bi yang merasa terpanggil mulai mendekat dan sekarang ia berdiri sejajar dengan Chanyeol. Melihat bunga indah ini bersama pria yang baru ia kenal dalam waktu hitungan jam. Tapi aneh nya ia tak merasa canggung dengan Chanyeol. Berbeda saat bersama Sehun pertama kali. Sangat canggung.

Chanyeol melanjutkan penjelasan nya “ditengah nya warna kuning dan di bagian luar berwarna putih. Seperti telur mata sapi. Hebat”

Nam bi mengangguk anggukan kepala nya “penjelasan mu masuk akal”

Tawa Chanyeol terdengar setelah Nam bi mengakui penjelasan nya itu. Nam bi juga ikut tertawa padahal itu sama sekali tak lucu. Biasa saja.

“kau tidak lupa kan dengan janji mu” deg, raut wajah Nam bi berubah menjadi kacau alias tak beraturan. Ingin senyum tapi dipaksakan sangat tidak enak.

“aku masih bingung kenapa kau ingin diberikan kopi untuk meminta maaf mu. Kenapa tak langsung saja memaaf kan ku. Apa sangat susah? Jadi jika kau tertumpah kopi harus dibalas dengan kopi juga? Perhitungan sekali” Nam bi melipat tangan nya di pinggang dan raut kesal ditambah bingung memenuhi wajah nya sambil menunggu  jawaban dari Chanyeol. Sekarang Nam bi yang memimpin sesi pertanyaan. Menabrak Chanyeol seperti menabrak nya tadi.

Chanyeol berdiri santai dan siap menjawab pertanyaan Nam bi. atmosfer disini tercampur aduk antara santai kesal dan penasaran.

“aku ini orang yang sibuk dan tidak bisa memikirkan hal hal seperti itu. Dan aku tidak mau menggampangkan seseorang yang membuat ku susah. Jadi aku hanya meminta kopi untuk memberikan maaf ku padamu. Bagiku itu sangat mudah dari yang biasa ku berikan. aku tak tega” Chanyeol menganggap diri nya menang. Tapi sepertinya belum karena perdebata seperti nya berlanjut.

 

Nam bi menghadap kearah Chanyeol dengan tatapan menyerah. Penjelasan Chanyeol sudah cukup bagi nya. Baru kali ini ia sangat pasrah. Bukan pasrah tapi mencoba berdamai dengan keadaan. Seperti itulah.

“karena aku orang yang baik jadi aku akan memenuhi perintaan mu itu. Tapi kau harus memaaf kan ku”

Chanyeol balik menghadap Nam bi, kedua mata mereka bertemu “tenanglah pasti”

“bagus. Jadi kita deal” Nam bi memberi aba aba untu bersalaman. Dan mereka bersalaman. Lalu tersenyum tanpa paksaan.

Nam bi mengarahkan tangan nya pada Chanyeol seolah meminta sesuatu.

“apa?” Chanyeol bingung Nam bi mengarahkan Tangan nya meminta sesuatu.

“mana ponsel mu?”

Chanyeol mengerutkan dahi “untuk apa?”

“berikan saja dulu” Nam bi memainkan tangan nya tanda menyuruh Chanyeol cepat melakukan perintah nya.

Chanyeol mengambil ponsel dari saku celana nya dan memberikan kepada Nam bi. Nam bi meraih nya cepat lalu ia seperti mengetikkan sesuatu pada ponsel Chanyeol.

“Kau apakan ponsel ku?”

“nah.. selesai” Nam bi mengembalikan ponsel Chanyeol.

“nomor ku ada di ponsel mu sekarang. Jadi kau bisa menghubungi ku untuk memberi tau lokasi kantor mu dan jangan kau gunakan untuk  yang lain. aku memberi nomor ponsel ku agar kau percaya aku tak akan lari dari kenyataan. Kalau kau macam macam Awas saja” Nam bi kembali menghadap ke hamparan bunga daisy lagi. Bagi nya jalan yang ia ambil ini adalah yang paling baik dari semua nya.

“kalau aku menghubungi mu setiap jam bagaimana” pertanyaan bodoh yang sama sekali Nam bi malas untuk menanggapi nya. Chanyeol tertawa renyah setelah nya.

“kau akan pulang dengan tubuh penuh lebam dan aku akan menendang selangkanganmu sampai kau tak bisa berjalan”

Chanyeol membulatkan mata nya “seram sekali”

Mereka berdua masih melanjutkan obrolan basa basi itu. Tak sadar ada yang memerhatikan mereka dari belakang. Berdiri sambil menenteng kantong plastik berisi beberapa minuman.

Setelah obrolan panjang nya dengan Nam bi, Chanyeol memutuskan untuk pergi ke tempat tujuan nya semula. Tapi sehun belum juga kembali. Padahal setengah jam sudah berlalu. dan untung nya ada Chanyeol yang menemani Nam bi. ia berniat untuk menahan Chanyeol sampai Sehun kembali tapi ia tak bisa. Chanyeol bukan siapa siapa nya. Tapi Nam bi tak tau apa yang akan terjadi nanti.

 

 

 

****

 

 

 

Kaleng soda kosong ditendang nya sampai berbunyi keras. Tapi dua orang itu tak melihat nya juga. Tapi apa untung nya juga jika mereka melihat Sehun. Toh apa untung nya.

“siapa pria itu? Lama sekali” Sehun mendesah berat dan berjalan meghampiri Nam bi. tak tega melihat nya sendirian. Lagipula ini sudah larut malam.

Nam bi menyadari Sehun yang sedang berjalan menghampiri nya. Bukan kesal yang menghinggapi nya, justru rasa khawatir takut pria itu tak kembali.

yak dari mana saja kau? Apa minuman itu kau beli di Busan atau di pulau jeju? Kaki ku hampir mejadi es karena menunggu mu” Nam bi protes dengan suara yang tak bersemangat.

“ah maaf kan aku. Tadi supermarket di sekitar jalan ini sebagian sudah tutup, jadi aku harus memutar dan mencari lagi. Kalau begitu sebaik nya aku mengantar mu pulang”

Nam bi tersenyum tipis “baiklah. Ayo kita pulang” ia berjalan mendahului Sehun di belakang nya. Nam bi selalu berjalan duluan entah mengapa. Mungkin ia ingin dijaga oleh Sehun atau Sehun yang ingin menjaganya.

“aku tau semua nya tadi. Terima kasih telah menemani Nam bi tadi siapapun pria itu”  sehun mengejar Nam bi, memikirkan apa yang Nam bi dan pria itu bicarakan. kau sangat beruntung.

 

 

 

 

 

TO BE CONTINUE……

 

 

(hai semua maaf ya Chapter ini mungkin ga jelas. Aku juga update nya lama. Aku soalnya sibuk banget *curhat. Maaf ya semua kalo ini gaje hehe)

 

 

5 thoughts on “My Boss (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s