Unlogical Time #8

PhotoGrid_1453032335183

Unlogical Time? #8

Author : Blue Sky

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Cast : Oh Sehun & Song Daera (and Other cast)

Genre : Fantasy, Married Life

Unlogical Time?

~*~

“Kau? Apa yang kau katakan?” Daera memasang wajahnya datar membuat Sehun memutar bola matanya “Kau tidak mengingat ini?” Sehun kembali menyodorkan plester luka bermotif bintang tersebut namun nihil, otak Daera tak bekerja sama sekali.

“kau pernah menolongku. Saat itu aku dipukuli”

Sehun kembali ke pembicaraan awal, “Apa kau mau menerimaku?”

Daera masih terdiam, dengan pasti ia menatap lekat sepasang mata Sehun “Maafkan aku, kurasa aku gadis yang tak pantas untuk lelaki berstatus tinggi sepertimu” Daera segera berdiri dari kursi taman yang ia duduki, “terima kasih karena telah menyukaiku” lanjutnya kemudian ia tersenyum dan segera berlalu.

Sehun memandangi punggung gadis itu yang semakin menjauh “Kau memang istinewa bagiku” lelaki itu pun tersenyum.

 

Suasana kembali sepi, Daera melihat kejadian aneh tadi di mana Sehun menyatakan cinta padanya namun ia menolak. Seketika lampu jalan terlihat, semua terasa gelap namun perlahan suasana di sekitarnya terlihat jelas. Daera berada tepat di bawah lampu jalan tersebut, mobil berlalu lalang di tengah gelapnya langit. Terlihat Daera yang menangis tersedu-sedu, rintik hujan mulai turun perlahan membuat kemeja yang di kenakan gadis itu seketika basah tetapi ia sama sekali tak beranjak dari tempat itu.

 

Namun perlahan Ia tak merasakan rintikan hujan yang membasahi tubuhnya, Daera mendongakkan kepala menatap sosok lelaki jangkung yang menutupi kepalanya dengan sebuah payung

“Apa kau tidak berteduh?” tegur Sehun

Suara Daera terasa berat untuk di keluarkan, Ia hanya bisa menggeleng dan tertunduk.

“masuklah ke mobilku, kau bisa terkena flu” ucapnya

Kini Daera berada di dalam mobil mewah Sehun, lelaki itu menyerahkan jaketnya “pakailah, kau pasti kedinginan dengan pakaian seperti itu” Daera menyadari pakaiannya yang dari ujung kaki hingga kepala basah kuyup. “Apa kau mau pulang?” tanya lagi Sehun

Daera hanya terdiam dan sama sekali tidak menjawab.

“kurasa tidak” ucap Sehun

Mobil Sehun tak beranjak dari tempat tadi. Lelaki itu tahu persis jika Daera tak ingin pulang atau lebih tepatnya tak bisa pulang. Suasana sangat hening hingga Daera membuka pembicaraan “Kurasa aku tidak akan bahagia untuk selamanya”

Ia menitihkan air mata, pandangannya lurus ke depan “Apa aku pantas untuk hidup? Apa aku di butuhkan? Tapi.. Kurasa tidak, semua yang ku sayangi telah meninggalkanku”

Daera menghapus air mata yang telah membanjiri pipinya “Maafkan aku karena bercerita hal aneh padamu, kurasa aku harus pergi” Daera hendak membuka pintu mobil namun Sehun meraih tengkuk gadis itu hingga membuat bibir mereka saling bertemu. Daera terbelalak merasakan bibir Sehun yang melumatnya dengan lembut, tapi tak butuh waktu yang lama Sehun melepas ciuman mereka. Hingga Sehun mendekatkan bibir mungilnya dan membisikkan gadis itu “Hiduplah denganku, Aku ingin kau menjadi ibu dari anakku kelak dan aku ingin bahagia denganmu selamanya”

Mendengar perkataan Sehun membuat tubuh Daera seketika menjadi kaku  Hingga tangan lembut Sehun membelai rambut Daera dengan perlahan “Aku mencintaimu”

~*~

 

Daera tersadar, ia tengah berada di rumah sakit “Syukurlah kau sudah sadar” terlihat Ibu Sehun dengan ekpresi khawatirnya “Apa yang terjadi?” tanya Daera

“Kau tadi pingsan anakku”

Seketika gadis itu menyadari sesuatu “Sehun.. Bagaimana keadaannya sekarang?”

 

“operasinya berhasil, tapi dia belum sadar. Kau tidak perlu khawatir”

“ibu, apa aku bisa melihatnya?”

Daera membuka pintu ruangan di mana Sehun di rawat, Jantungnya berdegub tak karuan. Setelah membuka pintu ia meluruskan pandangannya dan mendapati lelaki yang terbaring lemah serta alat medis yang mengelilinginya. Kepalanya yang di balut serta wajah pucatnya yang terdapat sedikit goresan luka. Dada gadis itu berkedut nyeri, Ia mengatur nafasnya yang berat hingga berani melangkahkan kaki sampai berada tepat di samping lelaki itu.

“kenapa kau menjadi seperti ini?”

Tak ada jawaban apapun dari Sehun hingga Daera meraih tangan lelaki itu. “Aku mengerti sekarang, kurasa ucapan terima kasih dariku itu tak cukup”

 

“pasti diriku yang di masa ini sangat bahagia memilikimu. Jadi kumohon tetaplah hidup”

 

Daera mengusapi perutnya di mana buah hati mereka sedang tumbuh di sana, melihat wajah Sehun yang terbaring lemah bagaikan ia di tusuki belati tajam tepat jantungnya. “kurasa aku harus kembali ke masaku”

 

Pagi pun menjelang, terlihat  matahari yang memancarkan sinarnya di balik gorden serta udara pagi yang terasa menyejukkan.

“eonni”

Daera berbalik dan terkejut di mana tepat di sampingnya ia mendapati gadis kecil yang sangat ia kenali “Na ra?”

Gadis kecil yang bernama Na ra itu meletakkan tangan mungilnya di atas tangan Daera dan Sehun.

“Apa kabar eonni?”

“Kau..”

Na ra memandang wajah Sehun “Kasihan Ahjussi, dia terluka” ucap gadis kecil itu

“Kau.. Dari mana.. Maksudku sejak kapan kau di sini?”

“Baru saja” ucapnya sambil tersenyun “eonni ingat kan? Aku datang untuk mengembalikan eonni” lanjutnya.

 

“Sekarang?.. Tapi..” Daera melirik Sehun yang masih terbaring lemah di sampingnya.

“waktu eonni sisa 2 jam” Na ra mengambil sebuah jam dari sakunya, yang terakhir kali di berikkannya pada Daera. Gadis kecil itu memperlihatkan jam itu “sekarang pukul 06:30 dan waktu eonni berakhir 08:30”

“Tunggu..” Daera memotong pembicaraan “Aku ingin berbicara padamu tapi bukan di sini”

“baiklah” Angguk Na ra setuju dan sedetik kemudian mereka telah berada di atap Rumah sakit, Daera seketika terkejut. Memang ada yang aneh dari anak itu. “Apa yang eonni ingin bicarakan?”

“Sehun.. Apa dia akan baik-baik saja?”

Na ra hanya mengangkat kedua bahunya “Aku tak tahu”

“Apa maksudmu kau tidak tahu? Bukankah kau yang membawaku ke masa depan? Kau pasti mengetahuinya”

 

“aku sungguh tak tahu, ini adalah perjalanan eonni di masa depan. Aku hanyalah seseorang yang ingin menunjukkan masa depan yang eonni jalani” jelasnya

 

“Apa maksudmu? Kenapa kau membawaku di masa ini?”

Na ra menghela nafas “karena eonni selalu berputus asa dan selalu menganggap bahwa eonni tak akan bahagia untuk selamanya”

Seketika Daera terdiam, angin sejuk menyapu helaian rambutnya hingga mengalun mengikuti hembusan. Gadis itu mentihkan air mata “Apa Suamiku akan mati?”

Na ra tak menjawab, Ia terdiam sesaat hingga membuka suaranya “Aku bukanlah Tuhan, yang menentukan hidup dan matinya hanyalah Tuhan. Tapi..” gadis kecil itu menghentikan pembicaraannya sesaat “ini tergantung keputusan eonni”

 

“Apa maksudmu?..” Tanya Daera tak mengerti namun seketika bayangan Minri terlintas di pikirannya “Minri, Apa dia..”

 

“bagaimana menurut eonni?” tanpa berpikir panjang Daera dengan cepat berlari meninggalkan gadis kecil itu.

 

~*~

 

Daera berlari hingga menghampiri ibu Sehun alias mertuanya “Astaga! Kenapa kau berlari seperti itu? Kau sedang hamil” Tegur wanita paruh baya itu.

Daera mengatur nafasnya yang naik turun akibat berlari seperti sedang berlomba”di mana zitao-ssi? Aku membutuhkan kunci mobil”

“kunci mobil? Untuk apa?!”

“Aku harus pergi”

 

Ibu Sehun melarang Daera untuk mengendarai mobil, sehingga berujunglah pada zitao yang mengendarai mobil dan menuntunnya menuju apartemen tempat Minri berada. Dengan tergesa-gesa, Gadis mungil itu menyuruh Zitao untuk mempercepat laju kendaraannya

….

Tak berselang lama, Daera telah berada di sebuah gedung apartemen mewah di mana para artis ternama dan konglomerat menempati apartemen tersebut. Daera memasuki apartemen tanpa ragu, Ia melangkahkan kaki menuju resepsionis

“Selamat pagi nyonya, ada yang bisa saya bantu?”

“Ne, bisakah kau memberitahuku di mana ruangan apartemen Ahn Minri?”

Wanita tersebut mengangguk mengerti dan menyuruh Daera ubtuk menunggu sejenak hingga ia mengecek di mana ruang apartemen Minri.

Hingga wanita tersebut bersuara “Ahn Minri menempati ruangan 508 di lantai 16, Nyonya”

Daera tersenyum dan berterima kasih, kemudian ia berlalu dan segera menaiki lift, memencet tombol 16 yang tertera.

Tak butuh waktu yan lama, pintu lift pun terbuka. Daera dengan mantap mencari ruangan apartemen 508, hingga berdiri tepat di pintu tersebut. Dengan cepat Ia memencet bel namun tak ada respon hingga Daera memencet untuk kedua kalinya.

Pintu apartemen 508 itu pun terbuka. “Ahh.. Rupanya kau Daera-ssi”

Daera terkejut dengan apa yang ia lihat di hadapannya. Minri terlihat sedang mabuk berat, rambutnya yang acakkan dan matanya yang sayu “kau mabuk?”

“cuman sedikit, masuklah” jawab Minri sambil meneguk kembali wine pada gelas yang ia genggam.

Dengan ragu Daera memasukki ruangan apartemen tersebut, pertama yang dilihati gadis itu hanyalah tatapan kagum akan kemewahan apartemen yang di tinggali Minri.

Minri menduduki sofa “duduklah” pintanya

Daera mengepalkan tangannya dengan erat, Ia menatap sebuah meja yang sangat berantakan di mana berserakannya Botol Wine “Kenapa kau sampai mabuk seperti ini?” tanya Daera

Minri tertawa kecil “Kau pasti berpikir aku gila”

Sejenak Daera menatap Mata Minri hingga Wanita tersebut melanjutkan pembicaraannya “Tapi kurasa kau sudah tahu.. Bahwa kau.. Penyebab mengapa aku bisa gila seperti ini” ucap Minri dengan jelas yang membuat kening Daera berkerut samar.

“Kau.. Sudah merenggutnya.. Apa kau tahu betapa menderitanya diriku?!…Sedangkan kau bahagia bersamanya, eoh?!” Nada Minri sedikit meninggi, Ia berdiri dari sofa yang ia duduki, menegakkan tubuhnya dan menatap tajam Daera “Kau sudah cukup bahagia kan?”

Tubuh Daera seketika menegang melihati Minri yang tengah menggenggam sebuah pistol di tangan kanannya “Minri-ssi” gumam Daera.

Bukannya menodongkan pistol tersebut pada Daera, namun Minri justu menegakkan pistol tersebut tepat di kepalanya sendiri

“Apa yang kau lakukan?” Daera mulai terlihat panik, namun seketika Minri tertawa kecil dan sedetik kemudian bulir kristal keluar dari sudut matanya. Penampilan wanita bertubuh ramping tersebut sangat kacau “Aku akan membuatmu menderita!! lihatlah Sehun dan juga aku akan meninggalkanmu”

Kening Daera berkerut samar “A.. Apa maksudmu?!”

“Sehun dan Aku akan mati bersama”

Mata bening Daera membulat “Apa betul kau yang lakukan semua ini pada Sehun?!!”

Untuk kedua kalinya Minri tertawa namun sangat kencang, hal itu membuat Daera ketakutan “Kau tahu kan? Percuma jika aku membunuhmu, Sehun tak akan juga berpaling dariku..” Minri menarik nafasnya dan kembali melanjutkan “Jadi.. Aku akan membuatmu menderita bersama anakmu itu, membuatmu menderita tanpa adanya Sehun”

Daera mendengar penjelasan Minri, hatinya bergejolak. Ia menahan amarah di lubuk hatinya hingga gadis itu hanya dapat mengepalkan tangannya dengan erat

“Aku.. Tidak tahu tentangmu, bahkan aku tidak begitu tahu apa hubunganmu dengan Sehun. Tapi.. Dengarkanlah aku, Sehun adalah Suamiku dan dia telah Memilihku. Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah membiarkan kau untuk menyakiti Ayah dari anak-anakku..”

“.. Karena aku juga sangat mencintainya” Lanjut Daera dengan mantap.

 

Daera dan Minri masih saja saling bertatap tajam dan sama sekali tak beranjak dari tempat mereka berpijak. Namun terlihat sepasang mata Daera yang mengeluarkan kemarahannya. Minri tertawa lepas, penampilannya yang kacau terlihat layaknya seperti sedang kesurupan “Apa kau bilang? kau mencintainya?” Ia melanjutkan tawanya lagi, “Sehun akan mati sebentar lagi bersamaku Daera-ssi, kau akan menderita sebentar lagi”

Pistol di genggam erat oleh Minri, wanita itu siap untuk menarik pelatuk pada pistol “YA!! Berhenti”

~*~

Ruangan yang di tempati oleh Sehun sedang sepi, ibu Sehun sedang keluar untuk menengok Daehun di rumah mereka. 2 pengawal yang memakai jas hitam tengah mengawasi ruangan yang di tempati Sehun hingga Seorang Suster terlihat hendak memasuki ruangan lelaki itu “Aku ingin mengecek Tuan Oh” jelasnya.

Pengawal pun menghindar dan memberikan ruang pada Suster tersebut untuk memasuki ruangan. Suster tersebut melangkahkan kaki mendekati Sehun yang terbaring lemah dan belum juga sadar dari kondisinya, Suster tersebut tersenyum licik. Ia mengeluarkan sebuah suntikkan “Hidup yang singkat”

Terdengar suara decitan pintu, suster itu pun terkejut dan mendapati seorang lelaki jangkung yang baru saja masuk ke dalam, lelaki itu segera menutup pintu dan melangkahkan kakinya

“Kau sedang memeriksa Sehun?” tanya Chanyeol pada suster tersebut

“Ya, tuan” dengan tenangnya suster tersebut melanjutkan aksinya yang hendak menyuntikkan sesuatu pada cairan infus Sehun.

Tak berselang lama Eunji memasuki ruangan, Ia terlihat bungkam seribu kata ketika melihat wajah Sehun. “Apa dia memeriksa sehun?” tanya Eunji pada suaminya itu.

“eo” jawab Chanyeol singkat

 

Perasaan Chanyeol sedari tadi gelisah, entah apa yang meraukinya namun ia merasa ada yang aneh. “Suster di sini sangat ber style, lihatlah dia memakai high heels” Bisik Eunji bercanda

Binggo! Seketika Chanyeol tersadar “Tunggu!!” lelaki jangkung itu menahan Lengan sang suster yang hendak menyuntik Sehun “Kau bukan suster kan? Siapa kau?!”

 

Dengan gerakannya yang cepat ia mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya dan segera meraih tubuh Eunji hingga mengunci pergerakannya, kemudian ia menodongkan pistol tersebut tepat di kepala Eunji “Jika kau bergerak, wanita ini akan mati” ujarnya

Chanyeol seketika membeku, tak ada yang ia bisa lakukan. Pengawal Sehun sama sekali tak mengetahui apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut, lelaki jangkung itu kembali melirik Eunji, wajah istrinya yang sangat ketakutan sangat terlihat “Oppa” lirihnya

“Angkat tanganmu”

~*~

 

….

“Yang lakukan kejahatan padamu adalah Minri”

“Apa?” Daera sedikit terkejut, terlihat Sehun yang mengusap wajahnya gusar. Lelaki itu menghela nafasnya “aku tak tahu kenapa dia menjadi seperti itu, aku tak ingin membencinya. Apa kau tahu?”

Daera tahu pasti apa yang di maksud suaminya itu, Ia sangat mengetahui wanita yang selalu menemani Sehun di saat susah dan senang dan bahkan suaminya itu yang telah menganggap Minri sebagai saudaranya sendiri.

“Aku.. Tak ingin memecatnya, dia tidak mempunyai keluarga lagi. Kau dan dia adalah wanita yang berharga bagiku” jelas Sehun, terlihat perasaan terluka dari dalam lubuk hati lelaki itu, ia berusaha menahan kenyataan bahwa Minri yang telah berubah drastis.

Daera tersenyum dan mengusap punggung lelaki yang dicintainya itu “tenanglah, dia akan berubah seperti saat dulu. Aku yakin”

Daera kemudian mengusap puncak kepala Sehun layaknya Ibu dan anaknya “Jangan cengeng, kau harus yakin dengannya” Daera melangkah pergi dan berlalu, seulas senyum terlukis dari bibir Sehun “Terima kasih”

 

….

Daera mengerjap “Apa itu tadi?” Ia masih belum mencerna kejadian yang ia rasakan sendiri, seketika pandangannya beralih pada Minri yang sudah bersiap menarik pelatuk pada pistol yang di genggamnya

“YA!! Berhenti!” teriak Daera

Minri tercekat “Janga…” belum sempat Minri menyelesaikan perkataannya, Daera pun bersuara “Apa kau bodoh?! Kau mau mati begitu saja? Kau pikir Sehun akan bahagia jika kau seperti ini eoh?!”

“Kau..”

“Sehun selalu mengkhawatirkanmu, Dia selalu mengatakan kau adalah wanita berharga dalam hidupnya. Dia tidak ingin kau menyendiri dan dia tidak ingin membencimu”

Suasana menjadi hening sesaat hingga Minri mampu mencerna kembali perkataan Daera “mengertilah Minri-ssi..”

“kau bohong kan?!! Kau berusaha untuk menghasutku agar aku membatalkan semua ini kan?!!” bantah Minri

“YA!! Jika kau begini.. Sehun akan kecewa padamu, bukankah kau sahabatnya?”

Minri seketika terdiam, perlahan tangannya yang siap untuk menarik pelatuk semakin mengendur hingga ia meneteskan air mata

FLASHBACK

“Minri-ah” sontak gadis itu berbalik mengenali suara yang terdengar sangat tak asing baginya

“omo!! Sehun-ah”

Sehun memberikan sebuah boneka beruang pada gadis yang bernama Minri tersebut “kau sangat cantik dengan gaun itu”

Minri tersenyum riang “jinja? Aku memang selalu terlihat cantik”

“cih, kau selalu percaya diri, lagi pula umurmu sudah bertambah. Aku baru sadar ternyata kau semakin tua”

“YA!! Jaga mulutmu Sehun” erangnya

Sehun tertawa kecil “Saengil cukhae sahabatku yang paling cantik, kau memang selalu cantik dari manapun”

***

“Apa maumu sebenarnya hah?!!” bentak Chanyeol

Wanita yang berpakaian suster tersebut masih saja menodongkan pistolnya tepat di kepala Eunji “Aku sedang melaksanakan tugasku”

Kening Chanyeol berkerut samar “Apa? Tugas?”

“Untuk membunuhnya”

“itu artinya kau telah di bayar oleh seseorang untuk membunuh Sehun?”

Wanita tersebut tersenyum licik “tentu saja”

Chanyeol terkejut mendengar perkataan wanita tersebut, ia sama sekali tak dapat berpikir jernih sedangkan Eunji masih saja menegang di tempatnya berpijak. Perlahan Chanyeol memandang sosok lelaki yang terbaring lemah tersebut “Apa yang harus aku lakukan?”

Suara getaran ponsel terdengar, Sontak wanita tersebut segera meraih ponselnya di saku dan tanpa berpikir panjang mengangkatnya “Yeoboseyo?”

“…..”

“Apa?!!”

“….”

“Ne, saya mengerti nyonya”

Percakapan telepon tersebut pun berakhir, Wanita tersebut kembali menatap Chanyeol dan perlahan pistol yang di arahkan ke Eunji mengendur “Misiku telah dibatalkan, aku tak akan mengganggu kalian lagi. Biarkan aku keluar dari sini tanpa ada yang mengejarku”

 

~*~

Mnri menjatuhkan ponsel dari genggamannya “Aku telah membatalkannya”

Daera menarik napasnya dengan lega.

“Kau menang” ucap Minri

“tidak.. Kau lah yang menang Minri-ssi”

“maksudmu?”

Terlihat seulas senyum dari bibir mungil Daera “Kau menang, karena telah menjadi seseorang yang sangat disayangi oleh Sehun bahkan kau telah menemaninya selama ini”

“Terima kasih untukmu, mulai sekarang tetaplah di samping Sehun bersamaku juga” Lanjut Daera

Minri tak dapat menahan rasa perih di hatinya sekaligus bahagia, ia menyesal telah menutupi segalanya dengan rasa ego dan menyadari semua itu salah “Maafkan aku Daera-ssi, kau memang wanita yang pantas untuk bersamanya” terlihat bulir kristal yang jatuh perlahan di pipi pucat Minri, ia menangis tersedu hingga usapan lembut Daera membuatnya merasa nyaman

….

Daera seketika merasa aneh, jam yang berputar seketika terhenti bahkan Minri yang terlihat seperti sebuah patung. Ia merasa waktu terhenti hingga gadis mungil itu berlari melihat ke luar jendela, memandangi dengan mata yang terbelalak di mana seluruh mobil yang berlalu lalang seketika berhenti.

“eonni” tegur sang sumber suara

Daera berbalik, mengenali suara tersebut “Na ra?”

“waktu eonni telah berakhir” gadis kecil yang bernama Na ra itu mengulurkan tangan mungilnya “saatnya kita kembali ke masa eonni”

Daera berpikir sejenak “tunggu!!”

“Apa Sehun baik-baik saja”

Seketika Na ra tersenyum “biarlah waktu yang menjawabnya, eonni pasti akan mengetahuinya”

“tapi.. Bagaimana..”

“eonni, tak ada cukup waktu. Sekaramg saatnya eonni kembali” Na ra menarik pergelangan tangan Daera dan di sekitar mereka berubah menjadi putih hingga Daera menutup kedua matanya yang serasa berat

~*~

Seoul, korea selatan

07:05 AM

 

Daera mengerjap merasakan udara yang sangat sejuk menerpa kulitnya serta cahaya yang menusuk di balik kelopak matanya, hingga ia terbangun setengah sadar “apa sudah pagi?”

Ia Segera meraih jam digital dan sedetik kemudian ekpresi terkejutnya mulai terpampang jelas “aku terlambat?!!” ia segera meloncat dan tak memperdulikan segalanya, gadis mungil berambut sebahu itu segera menuju toilet dan Menyikat giginya dengan cepat

….

Matahari telah meninggi, Daera yang tak pantang menyerah berlari menuju halte bus dan berharap bisa segera tiba di kampusnya “Aku pasti gila!! Kenapa bangun setelat ini?”

Hingga ia melihat sebuah bus berhenti tepat di hadapannya “Ya!! Tunggu aku!!” entah bagaimana kejadiannya ia bagaikan ninja yang berlari sangat cepat dan berhasil menaiki bus tersebut.

“cih, melelahkan” Daera menarik napasnya perlahan, mencoba mengatur Pernapasannya.

Hingga ia pun menduduki sebuah kursi dan mencoba menenangkan pikirannya. Entah kenapa ia merasa waktu yang ia lalui sangat lama tetapi ia hanya tertidur selama 4 jam. Tubuhnya pun serasa segar bahkan tak merasa lelah sekalipun.

 

~*~

Seoul, korea selatan

Restoran

04:00 PM

 

“Ya! Daera-ah, kau di panggil nyonya Jung” Ujar Eunji

Daera terkejut mendengar hal tersebut “Apa?! Nyonya Jung? Apa kau yakin” gadis itu mengerjap tak percaya

“Iya, kau dipanggil olehnya”

Kening Daera berkerut samar “Tapi.. Untuk apa?”

“entahlah, aku tidak terlalu yakin. Cepatlah dia menunggumu”

Daera mengangguk dan segera pergi menuju ruangan di mana nyonya Jung si pemilik restoran itu berada. Tak butuh waktu yang lama untuk mencapai lantai 3 restoran, Daera merasa gugup hingga ia merapikan rambutnya yang pendek dan memperhatikan baju seragam restoran yang ia kenakan bisa terlihat baik atau tidak.

Gadis itu mengatur napasnya dan memuka pintu ruangan dengan perlahan, mendapati nyonya Jung yang tersenyum kepadanya serta ada seseorang lelaki jangkung yang duduk manis di sofa ruangan tersebut.

“permisi, nyonya” Daera membungkuk

“masuklah, kau Song Daera kan?” tegur wanita paruh baya yang bernama nyonya jung tersebut

Daera mengangguk dan tersenyum tipis tak mengerti apa yang harus ia lakukan hingga ia melangkah perlahan memasuki ruangan, tak lupa ia membungkuk kepada lelaki jangkung yang kini berdiri dan juga membungkuk serta tersenyum kepada Daera.

“Duduklah, ada yang ingin ku beritahukan padamu”

Daera si gadis yang polos hanya bisa tersenyum cengir dan menuruti perintah si.wanita paruh baya. “Bisakah kau membantuku?”

“Ne? Membantu apa nyonya?”

Nyonya Jung tersenyum “Sehun-ah, kemarilah” ia memanggil lelaki jangkung yang menduduki sofa tadi, “Daera-ssi aku ingin mengenalkannya padamu”

Daera awalnya tak mengerti hingga ia berdiri dan tersenyum serta menjabat tangan lelaki jangkung itu dengan mantap “Dia adalah Direktur Younghwa corporation, aku ingin kau membantunya pada masalah perusahaannya. Ini tentang restoran”

Daera sedikit terkejut “Ne?.. Tapi kenapa aku?”

“Aku merasa kau sangat cerdas dan juga tekun, jadi aku ingin kau yang membantuku. Apa kau bisa Daera-ssi?”

“Ya, saya bisa nyonya” jawab Daera dengan pasti dan membuat lelaki yang tak asing bagi Daera itu tersenyum “Senang bisa berkenalan denganmu”

Daera seketika Seperti teringat sesuatu, senyum lelaki itu seperti telah sering dilihatnya serta telapak tangannya yang hangat membuat Daera merasa sangat tak asing pada lelaki itu.

“Ne.. Senang juga bisa berkenalan dengan anda Tuan”

 

TO BE CONTINUED…

 

Hello ^^/ Long time no see~~ udah 2 bulan gak update, sorry untuk para pembaca setia ff Unlogical time, sorry yang telah menunggu lama untuk ff ini. Author sangat sibuk, ampe Author ngebaca ada yang comment untuk cepat update… Tapi tadaaaa!! Sekarang udah update jadi tunggu next chapter ending dari ff Unlogical time ini yaahhh~~ hope you more like this ff.. Anyyeongg ^^

 

28 thoughts on “Unlogical Time #8

  1. Huuuaaaa akhirnya…. ceritanya makin seru jadi kepo chapter selanjutnya… Ditunggu kelanjutannya ya thor ^3^
    Jangan lama-lama ya..
    SEMANGAT YA THOR…^^

  2. senengnya update lagi……..
    next chapternya jangan terlalu lama ya kak updatenya……
    semangat kak nulis ceritanya…..

  3. Kak, Kok uda lma ga update cerita yg baru sih??? Kangen ama cerita Sehun and Daera nya…..
    Pliz kak sambung lgi cerita nya….🙏🙏🙏🙏🙏🙏
    #masihsetiamenunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s