Sweet Sparks (1)

sweet sparks

Sweet Sparks

Casts of Chanyeol, Baekhyun and Jinri (OC)

Presented by deera

Friendship. Romance. Series.

deera says : I’m calling you out all chanbaek shipper!!! Kkkk~ But calm down, this is not yaoi kinda things haha please, jaebal, I beg you don’t ever make our bias’ image like that, even we know they’re sweet to each other *lol* but pleaseee don’t, I beg you –there’s also OA said chanbaek is confirmed omg wth is that haha. This is story about friendship, I dare you, two boys can live-by together without fallin love or ‘baper’ easily haha

Shot 1 : Jinri’s To-Be-True Wedding Party

“Should I sing here, Jinri-ya?”

“Don’t you dare!”

Seperti keinginannya, garden party ini bernuansa vintage. Jinri menyukai warna-warna pastel—yeah right, hampir semua wanita menyukai warna teduh. Dan warna favorit wanita itu adalah biru langit. Ia bahkan memesan satu stel gaun berwarna biru dengan ekor sepanjang satu meter. Riasan kepala berupa mawar putih pun ingin diwarnai biru olehnya…. Untung saja jasa wedding organizer yang membantu terlaksananya upacara pernikahan ini adalah salah satu teman sepupunya Jinri, jadi ia bisa meminta tambahan ini-itu sesuka hatinya.

Hari yang dipersiapkan sebulan penuh ini akhirnya tiba juga. Jinri tidak bisa melepas senyum dari bibirnya barang sedetik saja karena ia nampak begitu bahagia. Semua yang datang memberinya selamat dan memuji kecantikannya.

Jinri memang selalu cantik. Setidaknya, beberapa orang mengiyakannya.

Di salah satu meja saji, Baekhyun mengangkat gelas tingginya dan meneguk sampanye. Kadar alkoholnya memang rendah, tapi cukup membuat kepalanya berat. Ia menyipitkan mata dan mengedarkan pandang ke sekeliling.

“Apa ini sudah pagi?” Lelaki itu mulai meracau. Ia bahkan terkekeh pelan dan cegukan. Seseorang di samping menyikut lengannya dan menahan gerakan hampir terjatuhnya dengan memeluk pinggangnya.

“Kau mabuk, Baek? Astaga.” Dengan suara seraknya, Chanyeol menepuk kepala Baekhyun agar lelaki itu tersadar.

“Kenapa rasanya…, berputar?”

“Sudah tahu kau tidak bisa minum,” Chanyeol menggelengkan kepala dan memapah Baekhyun, “ayo ke dalam sebentar. Kurasa Hyeyeon noona punya anti-hangover.”

Malam semakin menurunkan jangkarnya, hingga pesta kembang api berada pada puncak. Panitia mulai bersiap sedang para tamu tidak menyadari apa yang akan terjadi. Impian terakhir Jinri dari pesta idamannya ini adalah berfoto dengan latar belakang langit hitam yang dipenuhi kembang api. Lehernya sudah berusaha dipanjang-panjangkan, tapi dua lelaki itu tidak juga ditemukannya.

Jinri keluar dari kerumunan tamu-tamu sambil kesusahan berjalan. Ia mengangkat gaunnya yang menggembung sampai sebatas betis. Ibunya dari kejauhan melihat kelakuan puterinya dan hanya bisa menggeleng pelan.

Eonni, apa kau melihat Kyoong dan Bong?” tanya Jinri pada seorang panitia yang kebetulan lewat.

“Mereka ada di dalam—omo, kau mau kemana? Biar aku yang panggilkan saja. Aigo, kau kesusahan seperti itu. Tunggulah di sini.”

Eonni itu mendahului langkah Jinri masuk ke dalam bangunan  kecil yang berisi semua peralatan panitia dan ruang istirahat keluarga. Jinri memilin jemarinya resah, masih bisa tersenyum saat beberapa tamu melewatinya menuju open space dekat dengan stage band pengiring.

Tak lama, dua wajah itu muncul dari dalam rumah yang segera menerbitkan senyum di bibir Jinri. Wanita itu berlari kecil menghampiri keduanya. Lengannya langsung menggamit milik Baekhyun.

“Kyoong-ie, kau mabuk?” tangan Jinri terjulur menyentuh dagu Baekhyun, mengecek kondisi lelaki itu. Lalu setelahnya, ia mendongakan kepala mencari wajah lain yang mengamati keduanya. “Bong-ah, apa yang diminum Kyoong-ie?” tanyanya pada Chanyeol.

Lelaki itu tersenyum miring. “Sampanye.”

Lengan Jinri terlepas tepat sebelum Baekhyun menjatuhkan kepalanya di pundak Jinri. Ia lantas memukul kepala Baekhyun keras-keras. “Sudah tahu kau tidak bisa minum, masih cari perkara!”

“Ah! Itu sakit, Jinri-ya.” Baekhyun mengelus kepalanya.

Dhaaarr!!

Ketiganya terkesima dengan kembang api yang tiba-tiba meledak mencuri perhatian. Tamu undangan pun sama terekejutnya dengan acara puncak tersebut. Tak lama, warna-warni itu mencoret langit malam dan membuat semua yang melihatnya mendecak kagum.

Ya! Ayo kita berfoto. Ini yang kutunggu-tunggu!” Jinri menarik lengan Baekhyun dengan tangan kiri dan Chanyeol dengan tangan kanannya. Seorang fotografer yang sudah siap mulai membidik kameranya dan menekan shutter tepat saat sebuah kembang api berbentuk hati meledak sempurna di udara.

Setelahnya, mereka menonton sisa pertujukkan dengan berdiri bersisian. Salah satu lengan Jinru tak lepas menggamit dan merebahkan kepalanya di sana.

“Kau senang?” tanya Chanyeol.

Senyum puas dan bahagia tersemat di bibir Jinri. Ia mengangguk antusias. “Tentu saja. Ini adalah hari yang kutunggu-tunggu.”

Aigo. Kau benar-benar mewujudkan dream party yang kau tulis di bucket list sewaktu sekolah dulu, Jinri-ya,” sahut Baekhyun tak kalah.

“Apa yang kuinginkan harus jadi kenyataan. Bukankah aku pernah bilang begitu dulu?”

Ketiganya tersenyum, mengingat bahwa wanita itu adalah sosok yang selalu ceria dan optimis dengan hari esok. Meskipun ia pernah kehilangan kepercayaan diri, harapan, dan nyaris menyerah, senyum di wajahnya adalah sesuatu yang lebih berharga dari apapun yang pernah Baekhyun dan Chanyeol perjuangkan.

Satu dari lelaki itu berhasil mewujudkan mimpi-mimpi Jinri dan berjanji sehidup semati akan terus membahagiakannya.

Dan satu juga dari lelaki itu berhasil mengantarkan Jinri kepada mimpi-mimpi yang tengah digenapkannya dan berjanji akan menghajar satu dari mereka jika kedapatan membuat Jinri menangis.

 

19 thoughts on “Sweet Sparks (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s