Warm Hug

Warm Hug

-teallcyP.2016-

Warm Hug // Park Chanyeol [EXO], Shin Yeorin [OC] // Romance, Teen // General // One Shoot

Ide murni dari penulis, jika ada sama kata, cerita atau yang lainnya itu hanya sebuah kebetulan.

No plagiarism!

[Selamat Membaca]

“A hug like healing,

Specially, a warm hug from you”

Musim semi. Musim yang selalu dinanti-nanti karena selalu menyajikan pemandangan indah bunga-bunga yang mekar, termasuk bunga sakura. Jepang sangat terkenal dengan bunga sakuranya pada saat musim semi. Para wisatawan termasuk penduduk sekitar berlomba-lomba untuk melihat bunga tersebut mekar. Bisa dilihat pada sebuah taman dipinggiran kota Tokyo tersaji pemandangan bunga-bunga sakura yang baru saja mekar. Sangat indah.

Ditambah lagi dengan cuaca pagi yang begitu segar yang mengundang seluruh makhluk hidup untuk menikmatinya dengan sekedar berjalan santai di sebuah taman ataupun jalanan kota.

Tidak terkecuali pasangan kekasih yang sedang berjalan-jalan di taman  sambil bergandengan tangan dengan nyamannya. Tampaknya sang pria sangat menikmati suasana ini sambil menampakkan senyumnya yang merekah merekah. Berbeda dengan  gadis yang berada tepat disampingnya yang terlihat wajah cantiknya dihiasi dengan wajah khawatir.

“Chanyeol-ah, kau baik-baik saja? apa kau tidak lelah? Kita sudah berjalan mengelilingi taman ini sepuluh kali. Aku lelah chanyeol-ah!” gadis tersebut berucap.

“Aku seratus persen baik-baik saja, Yeorin-ah. Kita belum melihat seluruh bunga sakura di taman ini. Semangatlah!” sambil member semangat kepada sang gadis.

“Tapi chanyeol kau kan sedang demam, semalam panasmu sangat tinggi.” Tanyanya khawatir sambil menatap pria tersebut.

“Tidak apa-apa. Aku sebentar lagi sehat, percayalah padaku.” Dengan penuh percaya diri.

Gadis diam lalu menghempaskan tangannya pelan dan menaruhnya di dahi pria tersebut.

“Kau sedari tadi berbicara seperti itu, lihatlah dahimu masih panas, Lebih baik kita mencari tempat untuk beristirahat Chanyeol-ah.” Ucapnya makin khawatir karena merasakan dahi kekasihnya masih saja panas.

“Aku tidak apa-apa yeorin-ah. Sungguh!” sambil meyakinkan kekasihnya dan kembali menautkan jari mereka.

“ Chanyeol!” teriaknya bersamaan dengan melepaskan tautan jari mereka dan berlalu ke sebuah kursi kayu panjang yang tak jauh dari mereka. Yeorin pun mendudukkan dirinya seraya menatap sebuah kolam ikan di depannya atas dasar ingin memalingkan wajah dari kekasihnya yang tidak pernah mendengarkannya.

“Ya! Yeorin-ah? Kau kenapa?” mengejar Yeorin dan mendudukkan dirinya sejajar dengan sang kekasih.

“Yeorin-ah?” ucapnya lembut. Chanyeol mengambil tangan Yeorin dan menautkan kembali jari-jari mereka. “Ya.. kau tidak boleh melepaskan ini sepihak. Kau ingat? Aku ini sedang demam dan membutuhkan kehangatan. Kau tega membiarkan kekasihmu ini sakit?” ucapnya seraya memohon dan menampakkan muka yang dibuat-buat seakan sedih.

Yeorin menatap chanyeol sesaat dan melepas tautan mereka perlahan. Yeorin yang terdiam terus tidak bisa memungkiri bahwa chanyeol jika sedang memohon sangatlah lucu. Bagaimana tidak mukanya yang berkerut-kerut sedih seperti itu sangat gemas di hadapannya. Tetapi mengingat chanyeol sangat susah diberitahu soal kesehatannya maka Yeorin tidak punya cara lain selain seperti ini agar chanyeol mendengarkannya.

“Maafkan aku Yeorin-ah, aku hanya ingin berjalan-jalan menikmati musim yang kau sukai ini sambil menggenggam tanganmu. Berjalan keliling taman ini, menikmati waktu kita bersama di awal musim ini. Kau kan pernah bilang pada saat bunga sakura bermekaran kau sangat ingin melihatnya berlama-lama sambil merasakan udaranya yang segar. Apakah aku salah jika alasannya seperti itu? Maafkan aku membuatmu kesal. Kumohon..” Yeorin menatap chanyeol dalam diam.

“Aku tidak kesal kepadamu. Hanya saja–” ucapnya terputus

“Hanya saja mengapa? Mengapa seperti ini?” balas cepat chanyeol.

“Kau sangat sulit diberitahu.” Masih tetap dengan memalingkan wajahnya. Chanyeol hanya diam sambil terus berfikir dia kenapa.

Selang beberapa detik Yeorin membuka suaranya kembali dengan lembut sambil menjelaskan semuanya.

“Chanyeol-ah, sebenarnya kau tidak perlu seperti itu. Aku tidak apa-apa jika tidak melihat bunga sakura mekar. Kau harusnya melihat kesehatanmu juga, semalam demammu sangat tinggi Chanyeol-ah. Aku takut terjadi sesuatu jika kau terus berjalan-jalan terlebih udaranya juga lumayan dingin. Kau butuh istirahat chanyeol-ah. Kumohon dengarkan aku.” Ucapnya khawatir dan menatap chanyeol tepat dimatanya.

“Aku tidak bisa memakai cara lain selain berpura-pura kesal agar kau mau mendengarkan ku. Sedari tadi kau terus mengajakku jalan-jalan sampai kau lupa sendiri dengan dirimu. Tanganmu itu sudah dingin sedingin es batu Tuan Park. Kau tidak sadar?”

Yeorin khawatir. Ya sebagai seorang kekasih yang sangat mencintai pria yang didepannya saat ini, dia takut. Benar-benar takut jika Chanyeol sakit. Sebelum dia terkena demam ini Yeorin terus saja memperingati Chanyeol agar menjaga kesehatannya. Tetapi lihatlah yang Chanyeol katakan selalu saja sama aku akan baik-baik saja, tenanglah.

Tetapi buktinya semalam dia deman sangat tinggi gara-gara tidak mendengarkan Yeorin untuk tidak ikut acara malam yang diadakan teman-temannya, dan tebak chanyeol pulang dengan pakaian tipis yang melekat di tubuhnya padahal suhu malam itu sangat dingin.

Yeorin sangat takut melihat Chanyeol deman tinggi seperti itu. Semalam saja melihat Chanyeol demam tinggi dia sampai menangis karena takut itu terjadi akibat dari penyakit parah yang tiba-tiba masuk ketubuhnya. Dia sampai membawa Chanyeol ke rumah sakit terdekat. Bersyukurlah ternyata demam Chanyeol hanya karena lelah dengan aktivitasnya.

Oleh karena itu Yeorin memutuskan untuk menginap di apartemen Chanyeol hanya untuk merawatnya. Tetapi bisa di lihat sedari tadi malam Chanyeol terus mengatakan bahwa dia baik-baik saja, dia tidak apa-apa dan mengatakan bahwa dia akan sembuh padahal demamnya terus bertambah tinggi. Tidakkan Yeorin menjadi sangat khawatir? Salahkan Yeorin? Semuanya dilakukan agar Chanyeol tidak pernah sakit dan lemah seperti itu.

Chanyeol menatap Yeorin dengan wajah yang tak bisa diartikan. Lalu berkata “Yeorin-ah, aku mencintaimu. Sangat.” Sambil memeluknya hangat. “Terima kasih sudah menghawatirkanku seperti ini. Aku bahagia. Aku akan kembali sehat yeorin-ah.”

Yeorin membalas pelukan chanyeol “Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Sangat. Park. Chan. Yeol.” Sambil menekankan kata. Senyumnya merekah.

“Jangan pernah sakit lagi, aku sangat benci ketika melihatmu sakit walaupun itu hanya demam ataupun flu. Aku tidak menyukainya. Aku berharap penyakit itu tidak pernah datang ke tubuhmu lagi.”

“Baiklah kekasihku yang cerewet.”

“Oh, aku cerewet demi kesehatanmu juga Tuan Park. Lepaskan pelukanmu, sesak.” Yeorin ingin melepas pelukannya perlahan tetapi chanyeol makin merapatkan tubuh mereka.

“Jangan.. aku masih ingin memelukmu. Obat demamku adalah memeluk kekasihku dengan erat.” Ucapnya dengan terkekeh.

“Ya! Park chanyeol, kau tidak malu dilihat orang-orang? Ah mau ditaruh dimana mukaku.”

“Masa bodoh dengan mereka, yang penting aku sehat. Bukankah itu maumu yeorin-ah?”

“Iya memang yang aku mau, tetapi tidak di muka umum seperti ini.”

“Biarkan saja, sebentar saja yeorin-ah. Sebentar.” Chanyeol berucap sambil masih memeluk hangat Yeorin. Yeorin pun menerima.

Terduduk pada sebuah kursi kayu tepat dibawah pohon sakura. Hari itu mereka menghabiskan waktu berdua dengan senyum merekah yang tidak pudar sama sekali. Mereka benar-benar menikmati waktu indah mereka berdua dengan secangkir coklat panas yang mereka beli setelahnya. Menurut mereka ini hari yang sangat indah, walaupun awalnya tidak benar-benar indah. Tetapi manis. Ya manis, karena pertengkaran kecil yang mereka lalui.

 

-End-

 

Halo, salam kenal. Aku orang baru dalam dunia per-ff-an. Aku minta maaf sebelumnya kalau ceritanya pasaran atau gimana tapi ini murni dari pemikiranku sendiri. Buat tata bahasa dan sejenisnya, aku minta maaf kalau masih belum jelas dan belum rapi xixi. Singkat kata buat yang ngeluangin waktu berharganya buat baca terima kasih banyak.

personal blog : https://teallcyp.wordpress.com

Sincerely, teallcyP.

Iklan

4 thoughts on “Warm Hug

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s