Let Me Know (Chapter 3)

Let Me Know

LET ME KNOW

Cast :   Park Chanyeol

Kim Danna

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Lee Ahrin

Jung Eunji

Park Jihae

Other cast…

 

Genre :            Friendship, Romance.

Rated :            T

 

“…dia tersenyum, begitu hangat. Seperti matahari, dia menghangatkan hatiku.

Ini salah, tapi aku mencintainya. Sejak pertemuan pertama dia…

seseorang yang tak mungkin ku miliki.”

 

 

©Deenosa

 

Terlalu dini jika harus memikirkan apa yang dikatakan Ahrin padanya tempo hari. Untuk apa hal seperti itu dipikirkan terlalu dalam.  Mereka baru kenal dan kemungkinan sangat kecil untuk mengatakan saling suka pandangan pertama.  Lagipula, dia sudah memiliki tambatan hati.  Terpisah oleh jarak bukan menjadi alasan untuknya melupakan sang terkasih.

 

Awan di luar nampak putih bersih, padahal tadi sempat mendung.  Danna mengamati keadaan luar melalui jendela di samping tempat tidurnya.  Kamar sepi, Eunji sedang tidur sedangkan Ahrin tidak tahu pergi kemana.

 

Danna terkejut tiba-tiba merasakan getaran di dekat tangannya.  Ada yang menelpon, dan Danna tersenyum melihat nama yang tertera sebagai caller. Menjawab Hallo dan memulai obrolan.  Danna tidak pernah berhenti tersenyum dan sedikit –atau banyak- tertawa selama mengobrol dengan si penelpon.  Siapa yang tidak senang, saat kekasihmu menghubungi untuk saling melepas rindu.

 

***

 

Ini adalah jam pertama untuk Danna mengikuti kelas seni.  Danna akan mendalami bidang bernyanyi, sudah menetapkan.  Untuk menari Danna bisa tapi tidak sebagus kekasihnya ataupun Eunji.  Diluar dugaan, kenapa dari sekian banyak orang dan pilihan kelas mata kuliah, dirinya harus berada di kelas yang sama dengan Chanyeol.

 

Tidak, tidak. Bukan masalah besar. Hanya saja perkataan Ahrin tiba-tiba membuatnya tak nyaman berada dekat dengan Chanyeol. Bukan karena dia tidak menyukai Chanyeol. Lebih takut kalau sampai dirinya tidak bisa menjaga pikiran untuk tidak memikirkan semua hal aneh itu. Dan kenapa pula, Chanyeol memilih duduk tepat di sampingnya, menyapa dengan senyuman lebar yang entah bagaimana membuat Danna tidak bisa menahan diri untuk ikut melebarkan mulutnya.

 

“Kau suka bernyanyi?”

 

Danna hanya mengangguk sebagai jawaban, setelah itu pura-pura menyibukkan diri dengan membaca buku materi yang telah ia beli kemarin.  “Apa selain bernyanyi ada yang kau suka, misalnya menari?”

 

Tidak enak jika terus bersikap seperti ini, tapi sungguh Danna merasa canggung. Mengerti tidak, jantungnya bahkan berdetak sangat aneh.  “Aku mencintai seni, jadi selain menyanyi aku suka semua. Kecuali menari, aku tidak terlalu menguasai.”

 

“Itu gunanya kita belajar, semangat. Kurasa hanya kita bertiga yang mengambil kelas ini.” Chanyeol menggerakkan kepalanya, seperti sedang mencari sesuatu. Tanpa sadar Danna mengikuti hal itu.  “Baekhyun! Kemari..”

 

Oh.  Jadi si berisik Baekhyun, wajar cocok dengan suara cemprengnya yang memang harus di kuliahkan. Supaya tidak terlalu merusak telinga karena dia bisa mengendalikan lengkingan suaranya itu. Ugh!

 

Baekhyun memilih duduk di kursi tepat di depan Danna.  Suasana yang mulanya canggung berubah seketika saat Baekhyun datang. Hanya obrolan kecil tentang Sehun dan Eunji yang sedang ada kelas menari, serta Ahrin dengan painting class-nya, cocok dengan kepribadian Ahrin yang tenang.

 

Waktu berlalu, dosen masuk menjelaskan kontrak kuliah. Saling memperkenalkan diri, dan hal-hal biasa yang akan terjadi dalam ruang belajar baru.  Danna bahkan tidak bisa untuk mengeluarkan ekspresi biasa saat Baekhyun menunjukkan bakat bernyanyinya. Suara cempreng yang luar biasa.  Apalagi saat Baekhyun melepaskan nada tinggi.  Hah, Danna merasa tersaingi.

 

.

 

“Bagaimana kau bisa miliki suara seperti itu?”

 

Satu pertanyaan meluncur begitu saja, dan Baekhyun menjawab mungkin karena dia sering berteriak, adalah karena keturunan kata Chanyeol setelahnya.  Bukan karena kebiasaan Baekhyun yang sering berteriak.  Baekhyun setuju saja dengan yang dikatakan Chanyeol, pasalnya dia pun tidak pernah mendengar kedua orangtuanya bernyanyi, kecuali saat di gereja.

Mereka berjalan ke kantin fakultas, di sana sudah ada yang lain menunggu.  Seperti biasa Eunji mengirim pesan ke Chanyeol.  “Kenapa kita harus beda kelas.”  Eunji mulai menggerutu.

 

“Aku bersyukur kau dan Baekhyun terpisah, cukup berisik disini dan tidak untuk kelas.”  Chanyeol mulai menggoda kebiasaan mereka selalu seperti ‘Tom & Jerry’.

“Thanks Dobi, kau memang menyebalkan.”

 

“Kau juga.” Chanyeol memeletkan lidahnya.

 

“Tapi Ahrin sendiri, tidak ada satupun dari kita bersamanya.”  Kali ini Danna berbicara, sesekali matanya melirik ponsel yang bahkan terlalu sepi dari semalam.  Kemana dia.

 

“Banyak orang di dalam kelas, aku tidak sendiri.”  Selalu Ahrin dengan jawaban dingin, yang lain menanggapi masih belum terbiasa, dan Danna tanpa pusing tidak memperhatikan jawaban Ahrin.  Pikirannya fokus ke lain hal.

 

Pesanan datang, dan mereka menikmati hidangan dengan hikmat.  Mereka benar-benar lapar.  Setelah ini masih ada kelas yang harus dihadiri.  Jam pulang masih lama, dan Baekhyun tidak pernah suka itu.

 

“Usahakan hari ini kita kumpul bersama, oke.  Hang out sebentar oke kan.”  Dan semua menyetujui usulan Eunji, untuk Ahrin yang tetap diam, yakinlah itu artinya dia pun setuju.  Dasar Tsundere.

 

 

Mereka memutuskan pergi ke Lotte World, yang lainnya bersemangat hanya Ahrin yang lagi-lagi memasang wajah malas tanpa minat.  Dasarnya Eunji yang lincah-Jail-maka dia yang menyerat seenaknya Ahrin kemana saja yang dia mau.  Mereka menikmati wahana magic permainan di luar gedung.

“Aku tidak mau naik permainan ini lagi, rasanya aku akan mati.”  Baekhyun terduduk dan memegangi dadanya.  Baekhyun bilang dia jantungan saat Bungee Drop bergerak turun dengan kecepatan 90 km/jam diketinggian 38 meter.

“Kau laki-laki tapi penakut.” Eunji mencibir, dan Baekhyun memelototinya.

 

Mereka melanjutkan kepermainan berikutnya. Sehun menyarankan roller coaster tapi Baekhyun menolak, walau beberapa menit kemudian mereka sudah duduk menjelajahi seluruh gedung dengan jalan yang berkelok-kelok.  Eunji berhasil membujuk Baekhyun menaiki roller coaster tentu dengan sindirannya.  Kali ini Ahrin yang turun dengan muka pucat, walau tetap tenang yang lain tahu kalau permainan ini tidak cocok untuknya.

 

Sehun menyarankan Baloon Sky Ride, dan Danna langsung menyetujui.  Mereka mulai berceloteh ingin melihat kemegahan Lotte World.  Kali ini  yang terdiam, dan Baekhyun membalas dendam.  Eunji takut ketinggian.  Tapi tadi mau naik Bunge Drop.  Katanya kedua hal itu berbeda.  Padahal sama saja.

 

“Aku benar-benar memimpikan ini, berjalan-jalan bersama kekasih menikmati waktu dengan bahagia.”

 

“Jadi Danna sudah punya pacar?” Sehun bertanya.

 

Danna mengangguk dan tersenyum, “Tidak ada kesempatan dong.” Spontan Danna menatap Sehun dan menggigit bibirnya.  Sehun hanya bercanda, pasti.

 

Yang lain bahkan tidak hentinya berdecak kagum melihat betapa luasnya taman indoor Korea Selatan ini dari udara.  Semua tampak mungil dan jauh, terlihat indah.  Tapi sayang Eunji tidak menikmatinya, dia duduk diam dan ditertawakan Baekhyun.  Eunji merancau bagaimana jika ada angin kencang dan balon udara ini tak terkendali, ada-ada saja.

 

Sedangkan Danna, antara fokus dan tidak fokus.  Pasalnya dia berdiri diantara Sehun dan Chanyeol.  Ini canggung sekali, untuk dirinya sendiri.  Kenapa bisa merasa begitu, wajar sih kan mereka lelaki tampan, sebagai wanita apa bisa menolak?

 

Stop Danna!! Ingat kekasihmu.  Kekasih ya, seharian tanpa kabar jadi kepikiran.

“Kenapa tiba-tiba murung?”  Danna terkejut dan menoleh ke samping, “Tidak, aku baik.”  Chanyeol tersenyum, sebagai tanda ia percaya jawaban Danna.

 

Hari sudah mulai petang, lampu bangunan dan perumahan hampir mendominasi, Danna sedikit merasa sebal karena disini tidak bisa melihat bintang.  Cahayanya terkalahkan lampu bangunan pencakar langit.  Sekali lagi Danna melirik handphonenya, pesan yang ia kirim belum dibalas.  Menyebalkan!

 

“Hari ini sangat menyenangkan, lain kali kita ketempat lain ya.”  Semua mengiyakan usulan Sehun.  Mereka berpisah di gerbang, menuju asrama masing-masing.

 

“Danna, kalau ada masalah, jangan sungkan ya.”  Itu lagi-lagi Chanyeol, Danna hanya tersenyum dan melambai tangan.  Kenapa perhatian sekali?

 

 

 

 

Pesan Mini:

 

“Terima kasih yang sudah berkenan membaca dan review, lama melanjutkan ya, ntah ada yang menanti tidak.  Semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Jangan lupa kritik dan saran membangun kawan ^^.”‑Deenosa

Iklan

3 thoughts on “Let Me Know (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s