( 3 Foolish Girls and Handsome Aliens ) (chapter 5)

PicsArt_03-10-07.39.51

3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 5)

 

 

Title                          : 3 Foolish Girls and Handsome Aliens chapter 5

 

Author        : Hyun Ra

 

Genre                  : Romantis, fantasi, school, friendship

 

Cast              : Park Chanyeol

 

Xiumin

 

Oh Sehun

 

Kim Hyu Ra (OC)

 

Kim Ha Ni (OC)

 

Lee Hyun Hae (OC)

 

Other cast : All member EXO

 

And many others

 

Rating          : Semua umur

 

Length         : chaptered

 

Disclaimer            : EXO belong to GOD, SM, and their parents. Dan ini adalah cerita murni dari hasil pemikiran kami, jadi mohon maaf apabila ada kesamaan jalan cerita atau latarnya. Don’t PLAGIAT, Don’t be SIDERS and I HOPE YOU LIKE IT.

 

Author note’s : Dalam chapter ini terdapat unsur pembullyan jadi mohon maaf bagi para readers yang tidak suka.Terima kasih atas komentar dan semangat dari para readers, terutama kepada para readers yang sudah memberi kami saran, kritik dan komentar. Sekali lagi author mengucapkan gamsahamnida ^^

 

 

AWAS!!!      Typo bertebaran dimana-mana!!!

 

 

 

***

 

 

 

Setelah puas mengamati bangunan sekolah tersebut, ia segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang guru. Saat melintasi beberapa lorong yang ada di sekolah itu, ada seorang gadis yang menarik perhatiannya. Karena penarasan kemana arah gadis itu akan pergi, ia memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.

 

Beberapa meter kemudian gadis itu berhenti dan membuat dirinya juga ikut berhenti, hingga beberapa saat kemudian gadis itu mulai berjalan lagi, dan Taemin terus saja mengikuti gadis itu dari belakang.

 

Tidak terasa, beberapa menit pria itu menghabiskan waktunya hanya untuk mengikuti gadis itu tanpa sadar. Akhirnya selama beberapa menit mereka berjalan atau lebih tepatnya gadis itu berjalan dengan diikuti Taemin dari belakangpun akhirnya berhenti. Taemin mengerutkan keningnya bingung, dan beberapa saat kemudian, Taemin dibuat terkejut dengan keadaan gadis itu.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

Kim Hyu Ra POV

 

 

Astaga apa salahku? Kenapa mereka melakukan ini padaku? Aku tahu, aku hanyalah seorang gadis biasa yang beruntung bisa sekolah di sekolah yang elit dan mewah ini, tapi apakah mereka juga harus membullyku? Keluhku di sepanjang koridor.

 

15 menit lagi bel akan berbunyi, aku harus segera menemukan mejaku dan membawanya kembali ke dalam kelas. Apakah Hyun Hae dan Ha Ni sudah menemukan mejaku? Entahlah, tapi sampai sekarang mereka belum menghubungiku, itu artinya mungkin mereka juga belum menemukan mejaku.

 

Oh! Bukankah itu adalah kertas-kertasku, bagaimana bisa ada disini? Gumamku heran karena melihat beberapa kertas yang seharusnya berada di kolong mejaku. Aku langsung mengambil kertas yang berada di lantai itu, dan melihatnya. Benar saja, ketika aku melihat dan membaca kertas-kertas itu, ternyata memang benar itu adalah kertasku. Kulipat kertas-kertas itu dan memasukkannye ke dalam saku yang berada di dalam blazer-ku.

 

Aku semakin melangkahkan kakiku dengan semangat setelah melihat kertasku, dan berharap jika mejaku berada di sekitar sini. Setelah beberapa meter berjalan, akhirnya aku menemukan mejaku.

 

Saat aku berjalan mendekat ke arah mejaku, aku begitu terkejut melihat coretan-coretan yang berada di sana. Siapa yang mencoret-coret mejaku? Batinku. Setelah kubaca, banyak sekali hinaan dan juga ejekan yang tertulis disana. Sudah cukup aku tidak tahan!

 

“Siapa yang melakukannya, jika kau membenciku, keluarlah dan bicara padaku!” teriakku tidak tahan menahan kesal.

 

 

Kim Hyu Ra POV End

 

 

Setelah mengucapkan hal itu, para siswa mulai berdatangan mengelilingi Hyu Ra, dan mulai menertawainya atau mungkin lebih tepatnya tertawa setengah mengejek kepadanya. Hyu Ra yang melihatnya, hanya bisa bersabar menghadapi situasi yang seperti ini.

 

Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang melempar telur ke arahnya dan diikuti dengan yang lain, setelah puas melempar telur, mereka mulai melempar tepung ke arah Hyu Ra. Sedangkan Hyu Ra hanya bisa terdiam dan pasrah.

 

Taemin yang sedari tadi mengikuti Hyu Ra dari belakang, mulai terkejut melihat keadaan gadis itu yang saat ini sedang di lempari oleh telur dan tepung ke arahnya.

 

“kenapa dia hanya diam saja dan tidak membalas” gumam Taemin penasaran.

 

Setelah Taemin bergumam sendirian, ia dibuat terkejut lagi oleh Hyu Ra yang saat ini sedang meneteskan air matanya. Sebenarnya, ada rasa sedikit kasihan kepada Hyu Ra, entah apa yang dirasakannya saat ini, tapi yang pasti ia ingin melindungi Hyu Ra, namun semua itu segera ditepis olehnya karena ia pikir ini masih belum waktunya untuk membantu gadis itu.

 

“Apa kalian sudah puas! Apa kalian masih ingin melampariku lagi, silahkan, lempari aku sampai kalian merasa puas” ucap Hyu Ra yang di balas tawaan oleh mereka

 

 

 

***

 

 

 

“Jadi ini rencamu hyung? Apa kau tidak punya rencana lain, atau memang hanya itu rencanamu?” Tanya Sehun meremehkan. Saat ini mereka sedang berada tidak jauh dari tempat Hyu Ra saat ini

 

“Ya, jangan meremahkanku Sehun-a, tentu aku masih memiliki rencana lain untuknya kau tenang saja” jawab Chanyeol sambil menepuk sebelah bahu Sehun. Sedangkan Sehun hanya mengalihkan padangannya ke arah lain.

 

Matanya menangkap sesuatu, ada seseorang yang sedang berjalan entah kemana. Matanya menatap lurus orang itu, seakan-akan jika ia sedikit mengalihkan pandangannya, maka orang itu akan hilang dengan sekejap mata.

 

“Gadis itu…” gumam Sehun pelan. “Ternyata dia ada disini” lanjutnya yang sekarang sedang menyeringai.

 

Melihat tingkah Sehun yang tidak memperhatikannya, membuatnya mengalihkan pandangannya sejenak dan melihat apa yang sedang dilihat oleh Sehun saat ini. Chanyeol mengerutkan keningnya bingung saat melihat seorang gadis yang sedang berjalan.

 

“Ada apa?”

 

Seketika itu, Sehun langsung menghentikan kegiatannya dan menolehkan kepalanya ke arah Chanyeol.

 

“Wae?” jawab Sehun yang malah balik bertanya kepada Chanyeol.

 

“Aku hanya penasaran, kenapa kau melihat gadis itu, apa kau mengenalnya?”

 

“Ani” jawab Sehun cepat, yang seketika membuat Chanyeol curiga. Sebelum Chanyeol bertanya yang tidak-tidak padanya, Sehun langsung mengajak Chanyeol untuk pergi.

 

 

 

***

 

 

 

Saat ini Hyu Ra sedang membersihkan dirinya di salah satu toilet yang ada di sekolah. Saat ia akan membuka pintu untuk keluar dari toilet, tiba-tiba ponselnya bergetar, ada pesan masuk dari ponselnya.

 

 

To       : Hyu Ra

From : Ha Ni

 

Neo odiga? Palliwa, aku dan Hyun Hae sudah mendapatkan meja yang baru untukmu, cepatlah kemari sebelum Jung songsaenim datang.

 

 

Setelah membaca pesan dari Ha Ni, gadis itu langsung pergi dan keluar dari toilet. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti saat berada di depan toilet dan melihat ada seseorang yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.

 

Hyu Ra langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang itu. Ia begitu terkejut melihat seseorang yang berada di hadapannya saat ini. Ia mengerutkan keningnya bingung. ‘Siapa orang ini, apa aku mengenalnya?’ batin Hyu Ra

 

Lalu orang itu, mengambil sesuatu dari dalam saku celananya dan menyodorkannya kepada Hyu Ra. “Ini untukmu”

 

Hyu Ra semakin mengerutkan keningnya bingung, setelah orang itu memberikan sapu tangan untuknya sambil tersenyum manis kepadanya.

 

“Apa aku mengenalmu?” Tanya Hyu Ra hati-hati

 

Kemudian orang itu hanya membalas tersenyum kepadanya. “Tidak, kau tidak mengenalku, dan aku juga tidak mengenalmu”

 

Mendengar jawaban dari orang itu, membuat Hyu Ra semakin bingung di buatnya, mengerti akan kebingungan Hyu Ra, pria itu tersenyum kembali. “Tadi, aku tidak sengaja melihatmu yang sedang di lempari telur dan tepung oleh mereka”

 

Setelah mendengar penjelasan dari orang itu, Hyu Ra hanya membalasnya dengan menundukkan kepalanya malu dan sedikit menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.

 

Kemudian mereka berjalan bersama di lorong sekolah dalam keadaan diam dan tidak ada seorangpun yang berbicara. Teringat, jika mereka belum saling mengenal, Hyu Ra mencoba mencairkan suasana dengan mengenalkan dirinya pada orang itu.

 

“Namaku adalah Hyu Ra, Kim Hyu Ra, neo nuguya?”

 

“Namaku adalah Taemin, Cho Taemin”

 

“Apa kau adalah siswa baru disini? Aku belum pernah melihatmu sama sekali disini”

 

“Ne, aku adalah siswa baru disini”

 

“Lalu, kau berada di kelas berapa?”

 

“Aku berada di kelas 2-3”

 

“Eoh, itu berarti kau satu kelas denganku. Kajja, ikut aku” setelah itu Hyu Ra langsung menarik sebelah tangan Taemin dan menariknya menuju kelas mereka.

 

Saat hampir berada di depan kelas, mereka bertemu dengan Jung songsaenim yang saat itu sedang berjalan berlawanan arah dengan mereka.

 

Mereka langsung membungkukkan badannya ketika Jung songsaenim berada di hadapan mereka.

 

“Apa yang kalian lakukan disini, kenapa kalian tidak masuk ke kelas” ucap Jung songsaenim dengan tatapan yang mematikan. Kemudian matanya teralihkan ketika melihat ke arah Taemin.

 

“Tadi-”

 

“Tadi, Hyu Ra-ssi membantuku untuk menemukan kelasku” sahut Taemin.

 

“Apa kau murid baru disini?”

 

“Ne. saya adalah murid baru disini” jawab Taemin

 

“Baiklah, kalau begitu kau ikut ibu untuk diperkenalkan ke dalam kelas.”

 

Setelah itu Jung songsaenim berjalan masuk bersama dengan Taemin dan diikuti Hyu Ra dari belakang.

 

Setelah masuk ke dalam, semua siswa langsung terdiam dan Taemin segera berjalan ke depan kelas untuk memperkenalkan diri dengan Jung songsaenim yang berada di sampingnya.

 

Sedangkan Hyu Ra, gadis itu langsung berjalan ke belakang dan menuju tempat duduknya. Ketika Hyu Ra sedang berjalan semua orang mentapnya dengan tatapan benci dan sinis padanya. Ha Ni yang melihat hal itu, hanya menatap kasihan kepada Hyu Ra.

 

 

BRRAAKK

 

 

Terdengar suara kursi roboh yang berasal dari kursi Hyu Ra ketika gadis itu sedang duduk di kursinya.

 

“Hahahaha…..” terdengar suara riuh dari dalam kelas ketika melihat Hyu Ra yang sedang terjatuh dari kursinya.

 

“Sudah cukup, diam semuanya!” ucap Jung songsaenim dengan suara lantang ketika berdiri di depan kelas.

 

Seketika itu seluruh siswa yang berada di dalam kelas langsung terdiam, lalu dengan sigap Ha Ni membantu Hyu Ra untuk berdiri.

 

“Nah sekarang perkenalkan dirimu” ucap Jung songsaenim memecahkan keheningan.

 

Taemin dengan segera membungkukkan badannya sebelum memperkenalkan diri.

 

“Anyeong haseo, namaku adalah Taemin, Cho Taemin. Senang berkenalan dengan kalian” dan diakhiri dengan senyuman manis yang membuat seluruh gadis yang berada di dalam kelas langsung terpesona olehnya.

 

“Kau boleh duduk sekarang” sambil menunjukkan sebuah kursi kosong yang berada di dekat jendela. Segera Taemin langsung berjalan ke arah tempat duduknya.

 

Saat Jung songsaenim akan memulai pelajarannya, sebuah suara yang berasal dari arah pintu langsung menginterupsinya.

 

 

TOK TOK TOK

 

 

“Darimana saja kau Hyun Hae-ssi, kenapa baru sekarang kau masuk ke dalam kelas” ucap Jung songsaenim kesal dengan penuh penekanan di akhir kalimat, ia sama sekali tidak suka jika ada salah satu siswanya yang terlambat masuk ke dalam kelas.

 

“Joesonghamnida, tadi ada sesuatu yang harus saya lakukan”

 

“Heuh, sebagai hukuman karena kau sudah terlambat maka aku ingin kau berlari memutari lapangan sebanyak 5 kali”

 

Setelah mendengar perintah dari Jung songsaenim, Hyun Hae segera pergi keluar kelas dan segera menuju ke lapangan. Ha Ni dan Hyu Ra yang melihatnya hanya bisa menatap heran dan sekaligus kasihan melihat Hyun Hae.

 

 

 

***

 

 

 

Ya, saat ini sesuai dengan perintah dari Jung songsaenim, tampak seorang gadis yang bernama Hyun Hae yang sedang berlarian di pinggir lapangan. Tampak sesekali Ha Ni dan Hyu Ra yang menoleh ke arah jendela untuk melihat Hyun Hae.

 

“Kalian berdua, jika kalian tidak ingin bernasib sama seperti teman kalian, sebaiknya kalian berdua kembali focus pada buku yang ada di hadapan kalian” ucap Jung songsaenim kepada Ha Ni dan Hyu Ra yang sedaritadi melihat ke arah Hyun Hae yang berlari di lapangan.

 

 

Saat jam istirahat tiba, ketiga gadis itu berkumpul di halaman belakang sekolah. Saat ini mereka sedang menginterogasi Hyun Hae.

 

“Jadi… bagaimana kau bisa telat masuk ke kelas, apa kau sudah lupa jika jam pertama adalah waktunya Jung Songsaenim.” Ucap Ha Ni memulai pembicaraan.

 

“Ceritanya panjang, jika kalian ingin tahu” jelas Hyun Hae.

 

Hyu Ra langsung melihat ke arah jam tangannya, “Karena masih ada banyak waktu, jadi kau bisa menceritakannya pada kami”

 

 

Flashback On

 

Setelah mendapatkan meja baru dari gudang penyimpanan, Hyun Hae dan Ha Ni segera membawanya ke kelas, setelah sampai di kelas mereka langsung meletakkannya di tempat Hyu Ra.

 

“Nah, sudah selesai sekarang kau kirim pesan kepada Hyu Ra sebelum Jung Songsaenim datang” ucap Hyun Hae.

 

“Arraseo” setelah mengucapkan itu, Ha Ni segera mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Hyu Ra.

 

Setelah menunggu selama beberapa saat, Hyun Hae berkata kepada Ha Ni, jika ia ingin pergi ke toilet sebentar.

 

 Saat keluar dari toilet, ia bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak ingin ditemuinya saat ini. Orang itu adalah Oh Sehun, orang yang pernah bertemu dengannya di taman tempatnya bekerja atau mungkin lebih tepatnya orang yang pernah disiramnya waktu itu.

 

“Tak kusangka kita bertemu lagi disini” ucap Oh Sehun dengan seringaiannya dan juga tatapannya yang mematikan.

 

GLEK

 

Seketika Hyun Hae langsung menelan ludahnya secara kasar. ‘Bagaimana bisa orang itu ada disini?’ batin Hyun Hae.

 

“S-siapa kau aku sama sekali tidak mengenalmu” ucapnya berbohong.

 

Sehun melangkahkan kakinya ke depan, sehingga jarak antara mereka berdua semakin dekat. Sehun sedikit mencondongkan badannya untuk mensejarkan wajahnya dengan Hyun Hae.

 

“Apa kau sudah lupa denganku? Atau… kau sedang berpura-pura tidak mengenalku” ucapnya tepat dihadapan Hyun Hae.

 

“Mungkin kau salah orang, a-aku sama sekali tidak mengenalmu” setelah itu ia melangkahkan kakinya untuk menghindar dari Sehun. Namun baru satu langkah ia berjalan tangannya sudah dicekal oleh Sehun, kemudian dia menariknya dan menyudutkannya ke tembok.

 

Sebelum berbicara dia menghembuskan napasnya perlahan “Baiklah, mungkin kau tidak mengenalku, tapi aku bisa mengenali wajahmu itu dengan sekali lihat”

 

“Woaah… benarkah? Kau hebat sekali, tapi maaf ya tuan aku sama sekali tidak mengenalmu” dengan ekspresi tidak percaya yang ia buat-buat.

 

“Terserah kau mengenalku atau tidak, tapi aku ingin menagih ucapanku padamu waktu itu”

 

‘Astaga, kenapa ia harus mengingatkanku tentang hal itu’ batin Hyun Hae.

 

“Jadi.. aku ingin menagihnya sekarang juga”

 

“Menagih apa, memang apa yang kau ucapkan padaku”

 

“Aku ingin kau bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku saat berada di taman waktu itu” ucapnya penuh penekanan.

 

“Aaaahhh… jadi itu adalah dirimu” ucap Hyun Hae pura-pura ingat.

 

“Jadi, kau sudah meningatnya? Baiklah karena kau sudah mengingatnya maka aku ingin menagihnya sekarang”

 

‘Aish…. aku salah bicara’ rutuk Hyun Hae.

 

“Memangnya apa yang harus aku lakukan?”

 

“Kau harus bertanggung jawab, karena kau sudah menyiramku dan membuat bajuku basah waktu itu.”

 

“Apa hanya karena bajumu yang basah, aku harus bertanggung jawab? Shirreo, aku tidak mau” ucap Hyun Hae tidak terima. “Ah, aku harus pergi jam pertama sudah dimulai, aku harus segera pergi ke kelas” kemudian Hyun Hae melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Oh Sehun.

 

‘Akan kupastikan kau akan bertanggung jawab atas perbuatanmu itu’ batin Sehun.

 

 

Flashback off

 

“Jadi begitu…” ucap Hyun Hae mengakhiri pembicaraannya dan dibalas anggukan kepala oleh Ha Ni dan Hyu Ra.

 

“Lalu bagaimana denganmu Hyu Ra-ya, kulihat kau dan Taemin saling tersenyum jika kalian tidak sengaja saling bertatapan, apa kau mengenalnya?” Tanya Ha Ni penuh selidik

 

“Taemin? Nuguya?” sahut Hyun Hae.

 

“Dia adalah murid baru yang ada di kelas kita, dan aku juga tidak mengenalnya. Tadi aku bertemu dengannya di depan toilet dan dia memberikan sapu tangannya padaku saat para siswa melempari telur dan tepung padaku, setelah itu kami berjalan berdua dan saling memperkenalkan diri. Hanya itu saja” jelas Hyu Ra dengan sedikit membungkukkan kepalanya.

 

“MWO?! Tadi kau dilempari telur dan tepung?” ucap Ha Ni dan Hyun Hae bersamaan.

 

Sebelum menjawab pertanyaan dari kedua temannya Hyu Ra menghela napasnya sejenak “Emm, tadi aku dilempari tepung saat aku telah menemukan mejaku”

 

Setelah terdiam beberapa saat, ketiga gadis itu kemudian berpisah dan pergi menuju club masing-masing. Pertama Lee Hyun Hae, ia ikut ke dalam club STAPALA, yang merupakan perkumpulan antar siswa pecinta alam, saat ini ia harus berkumpul karena sebentar lagi sekolah akan mengadakan studi wisata antar club. Kedua Kim Ha Ni, ia ikut ke dalam club beladiri KARATE, dan saat ini adalah waktunya untuk ia berlatih bersama dengan clubnya. Dan terakhir Kim Hyu Ra, ia adalah salah satu pengurus OSIS yang menjabat sebagai wakil ketua, dan sepertinya ia harus berlari lebih cepat jika ia tidak ingin terlambat dalam rapat kali ini.

 

 

 

***

 

 

 

Di sebuah ruangan khusus yang terdapat di SM High School, terdapat kedua belas namja yang sibuk dengan dunianya masing-masing. Di ruangan ini terdapat berbagai jenis fasilitas seperti billiard kecil, sofa mini, bar kecil dan lain-lain. Terdapat salah satu namja yang sedang terduduk sambil berpikir tentang sesuatu, namja itu adalah Park Chanyeol, ia sedang menyusun rencana untuk membully dan menakut-nakuti Hyu Ra.

 

Ketika Chanyeol tengah serius dalam berpikir, sebuah pukulan ringan mendarat di bahunya dan mengganggu konsentrasinya.

 

“Wae?” ucapnya dingin karena kesal dengan orang yang tengah mengganggunya saat ini.

 

“Kau sedang apa?” Tanya Sehun, orang yang baru saja memukul bahunya dan kini tengah duduk di sampingnya.

 

“Kau tidak perlu tahu” ucap Chanyeol acuh tak acuh.

 

“Cih, jadi kau tidak mau memberitahu padaku. Baiklah” ucap Sehun kesal. Setelah itu ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi menghampiri Luhan.

 

Luhan, namja itu kini tengah asyik berbicara bersama dengan Xiumin dan Baekhyun.

“Lu ge” mendengar ada yang menyebut namanya, orang itu langsung menoleh dan melihat Sehun yang kini tengah berdiri di sampingnya.

 

“Wae?” kemudian Sehun membisikkan sesuatu di telinga Luhan dan akhirnya mereka berdua berbicara dengan saling berbisik satu sama lain.

 

“Eeiiyy, kenapa kalian berbisik-bisik seperti itu, apa kalian sedang menyembunyikan sesuatu dariku” ucap Baekhyun sambil menatap Sehun dan Luhan secara bergantian.

 

 

“Kau tidak perlu tahu hyung” ucap Sehun mengcopy ucapan dari Chanyeol beberapa detik yang lalu.

 

“Dasar, maknae kurang ajar” sahut Xiumin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sedikit ulasan senyum di bibirnya.

 

Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Sehun langsung berlalu begitu saja meninggalkan mereka tanpa menghiraukan ocehan dari Baekhyun.

 

“Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Jika boleh apa kau mau mengijinkanku untuk ikut bergabung?” Tanya Sehun saat duduk berhadapan dengan Chanyeol.

 

Chanyeol mengerutkan keningnya bingung “Benarkah? Lalu apa yang sedang kupikirkan” tantang Chanyeol.

 

Seulas senyum meremehkan muncul di wajah Sehun sebelum menjawab pertanyaan dari Chanyeol “Aku tahu, saat ini kau sedang memikirkan sebuah rencana untuk membully gadis itu, kan?”

 

Mendengar jawaban dari Sehun yang sangat tepat itu cukup membuat Chanyeol terkejut sekilas. Chanyeol langsung menatap Sehun secara intens kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Luhan sekilas dan sedikit tersenyum setelah mengetahui sesuatu.

 

“Geurae, pasti Luhan hyung yang memberitahukannya padamu kan?” ucap Chanyeol tidak terima karena Luhan yang memiliki kekuatan mind reader, dan tentu saja itu dapat memudahkannya untuk mengetahui pikiran dari seseorang. Dan Luhan akan senantiasa membantu dan melakukan apapun demi Sehun, karena Sehun adalah adik kesayangan dari Luhan.

 

“Jadi apa aku boleh ikut bergabung denganmu?” Tanya Sehun sekali lagi, karena mengingat Chanyeol yang masih belum menjawab pertanyaannya itu.

 

“Kenapa, apa terjadi sesuatu? Kenapa tiba-tiba kau ikut bergabung denganku?” Tanya Chanyeol penasaran.

 

“Karena aku… ingin temannya itu bertanggung jawab atas perbuatannya padaku”

 

Mendengar jawaban dari Sehun, Chanyeol-pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Tidak ingin mendengar alasan yang lebih jauh dari Sehun, Chanyeol-pun mengangguk-anggukkan kepalanya setuju.

 

“Jadi, apa kau memiliki rencana?” Tanya Chanyeol dan Sehun-pun segera membisikkan sesuatu kepada Chanyeol.

 

Seulas senyum muncul di wajah Chanyeol ketika Sehun yang membicarakan sesuatu kepada Chanyeol.

 

 

 

***

 

 

 

Seorang pria tinggi berjubah hitam sedang berjalan dengan angkuhnya menuruni tangga yang menuju bawah tanah. Para prajurit dan pelayan yang dilewatinya-pun langsung menundukkan kepalanya dan menghentikan seluruh kegiatan mereka, mereka sama sekali tidak berani ketika bertemu dengan pria itu.

 

Saat pria itu sampai di sebuah ujung lorong yang sepi dan tidak diketahui oleh siapapun, ia melakukan sesuatu hingga ujung lorong itu tiba-tiba saja terbuka dan dengan segera masuk ke dalam sana.

 

“Lama tidak bertemu Alastor”

 

“Apa yang kau inginkan Cyrus” ucap pria yang di panggil Alastor itu dengan nada yang dingin campur kesal dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya.

 

“Aku?…… hahahaha” ucapnya dengan tawa yang begitu menggelegar dan memenuhi seluruh ruangan di ruang bawah tanah itu.

 

“Kau lucu sekali Alastor. Aku kemari hanyalah untuk mengunjungimu, apa itu salah?”

 

“Hah, aku sama sekali tidak percaya dengan omong kosongmu itu, Cyrus”

 

“Terserah kau saja Alastor, tapi yang jelas aku kemari ingin menanyakan sesuatu padamu”

 

“Apa? Katakanlah, asalkan itu bisa membuatmu bisa segera pergi dari sini”

 

“Kau sama sekali tidak pernah berubah”

 

“Aku tidak peduli”

 

“Baiklah, karena aku bukanlah orang yang suka berbasa-basi jadi… langsung saja. Dimana letak buku itu?” ucapnya dengan penuh penekanan di akhir kalimat.

 

“Apa maksudmu? Buku apa yang kau maksud?”

 

“Cih, tidak usah bertele-tele aku yakin kau mengeri apa maksudku”

 

“Meskipun aku mengerti, aku tidak akan memberitahukannya padamu”

 

“Benarkah? Baiklah kalau begitu sampai jumpa”

 

“Kudengar kedua belas cucumu itu saat ini, sedang berada di bumi. Ahh bagaimana jadinya jika aku melenyapkan mereka semua, wah itu pasti akan sangat menyenangkan” lanjutnya dan berjalan pergi.

 

“Jangan macam-macam kau Cyrus, aku sudah memberikan kekuasaanku padamu, jadi jangan kau macam-macam dengan mereka” teriaknya yang masih di dengar oleh Cyrus.

 

 

 

***

 

 

 

Gadis bernama Kim Ha Ni kini sedang terburu-buru pergi menuju ruang klub bela diri, gadis itu baru saja mendapatkan pesan dari salah satu teman klubnya, jika latihan akan segera dimulai 15 menit lagi. Namun…..

 

BRUKK

 

Saat Ha Ni akan berbelok ia bertabrakan dengan seseorang. Betapa terkejutnya Ha Ni jika orang yang di tabraknya itu adalah orang yang pernah di tabraknya juga saat berada di taman hiburan waktu itu.

 

“Neo?” tunjuk Xiumin, orang yang pernah di tabraknya

 

“Ah, mianhae”

 

“Aish, apa kau tidak punya mata? Kenapa lagi-lagi aku harus bertabrakan denganmu kembali” ucap Xiumin kesal.

 

“Ah, mianhae, sekali lagi aku meminta maaf padamu, tapi aku harus pergi sekarang, aku sedang terburu-buru. Jadi.. sampai jumpa” ucap Ha Ni mengakhiri pembicaraannya sambil membungkukkan kepalanya dan segera pergi menjauhi Xiumin.

 

‘Akan kupastikan kau tidak akan mengulangi perbuatanmu itu padaku lagi’ batin Xiumin sambil pergi menjauhi Ha Ni.

 

 

Setelah sampai di ruang klub bela diri Ha Ni segera mengganti pakaiannya. Setelah selesai mengganti pakaiannya, ia tiba-tiba teringat sesuatu.

 

“Aku ingat!” kejut Ha Ni yang seketika mengejutkan Seorin yang sedang berdiri di sampingnya.

 

“Ya, kau mengagetkanku” protes Seorin

 

“Mianhae” sambil menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal.

 

‘Aku ingat, dia adalah salah satu namja yang pernah mengacaukan makan siangku dan Hyu Ra saat itu’ batin Ha Ni yakin.

 

 

 

***

 

 

 

Saat berada di tempat mereka biasa berkumpul, Xiumin langsung mendudukkan dirinya bersama Chanyeol dan Sehun.

 

“Waeyeo hyung, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan pada kami? Tidak biasanya wajahmu berubah menjadi seserius ini” ucap Sehun.

 

“Boleh aku ikut bergabung dengan kalian? Aku ingin memberi pelajaran pada temannya juga, agar tidak sembarangan menabrak orang”

 

“Tentu saja, lebih banyak lebih baik” ucap Chanyeol dengan seringaian kecil di wajahnya.

 

Seketika itu, Sehun langsung membisikkan rencana mereka kepada Xiumin dan dibalas dengan seringaian olehnya.

 

“Jadi, kapan kita akan melakukannya?” Tanya Xiumin.

 

“Nanti, kita akan melakukannya sepulang sekolah”

 

Tidak jauh dari mereka bertiga terdapat Suho dan Kris yang sedang bermain billiard. Kris hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja ketika melihat kelakuan dari saudara-saudaranya itu.

 

“Entah rencana apa saja yang akan mereka lakukan” ucap Kris yang seketika itu langsung menghentikan permainannya

 

“Maksudmu?”

 

“Tentu saja Chanyeol dan Sehun, jika mereka berdua yang akan melakukannya aku sama sekali tidak heran, tapi Xiumin hyung? Entah apa yang merasukinya, tidak biasanya dia seperti itu.” Jelas Kris.

 

Seketika Suho, langsung mengangkat sebelah alisnya bingung, karena memang tidak biasanya Xiumin akan ikut campur dalam urusan seperti itu, kecuali… memang ada yang mengganggunya atau mungkin…. Yang lain, entahlah hanya Xiumin yang tahu.

 

 

 

***

 

 

 

Sepulang sekolah banyak sekali siswa yang sedang berkumpul di hall room sekolah, atau yang sering disebut dengan sebutan aula sekolah. Bukan karena ada sesuatu yang penting yang mengakibatkan mereka semua berkumpul di aula, tetapi di karenakan adanya sebuah LCD yang berukuran besar, dalam LCD itu, terdapat seorang Park Chanyeol yang sedang mengumumkan sesuatu.

 

Hyu Ra yang tidak sengaja melihat keramaian yang ada di aula-pun ikut berkumpul bersama dengan yang lain dan langsung menerobos maju ke depan untuk melihat lebih jelas.

 

Hari ini, kami selaku pemilik dari SM High School akan mengumumkan sesuatu kepada kalian.

 

Bagi para siswa yang melakukan pembullyan, khususnya kepada siswa yang bernama Hyu Ra kami meminta untuk menghentikan semua hal itu.

Dan sebagai gantinya, bagi para siswa yang bernama Hyun Hae, Ha Ni dan Hyu Ra dari kelas 2-3, akan menjadi budak kami

 

Setelah mendengarkan pengumuman ini, diharapkan bagi seluruh siswa lain untuk segera pergi meninggalkan sekolah ini dengan tenang, karena sebentar lagi permainan akan segera dimulai.

Jika kalian tidak segera meninggalkan tempat ini, maka kalian juga akan dijadikan budak oleh kami.

 

 

‘Yang benar saja, mereka semua pasti sudah gila’ batin Hyu Ra kesal.

 

Dan seketika itu, layar LCD pun telah mati, setelah melihat pengumuman itu, para siswa pun segera meninggalkan sekolah. Begitu pun dengan Hyu Ra, ia segera melangkah pergi, tapi bukan untuk pergi meninggalkan sekolah, ia kini melangkah pergi ke ruang khusus milik kedua belas namja itu.

 

 

“Wah, bukankah Park Chanyeol sangat keren saat tampil di layar LCD tadi?” kagum seorang gadis

 

“Kau benar. Haaa aku merasa menjadi salah satu yeoja yang beruntung di dunia karena pernah berkencan dengan seorang Park Chanyeol” kagum gadis yang lainnya.

 

Hyu Ra yang mendengar pernyataan dari para gadis yang dilewatinya-pun langsung menghentikan langkahnya dan mendengarkan pembicaraan para gadis itu sekilas kemudian melanjutkan langkahnya dengan berjalan lebar-lebar.

‘Awas kau Park Chanyeol, tidak akan kubiarkan teman-temanku ikut terlibat dalam masalah ini’ batin Hyu Ra.

 

 

.

.

.

.

.

.

 

 

TBC

 

Gimana? Author berusaha untuk manjangin chapter yang ini, dan author juga minta maaf karena lama buat nge-update ff ini, soalnya author lagi disibukin sama tugas sekolah dan juga ujian semester, so kalian harus harus sabar untuk menunggu kelanjutan chapter yang selanjutnya. Ok bye-bye dan terima kasih kepada para readers yang udah setia baca ff kami. Gamsahamnida ^^

4 thoughts on “( 3 Foolish Girls and Handsome Aliens ) (chapter 5)

  1. Kereennn
    seru baca nya.. Greget gimana gth kkk~

    duh si maknae exo ini bener” deh, dasar otak evil ><

    girls semungut yaaa.. Lawan balik tuh si xiuchanhun wkwkk

    next author

  2. wahh,, keren thorr.. yaa meskipun aku agak sedikit engga ngerti sama ceritanya kenapa hyura harus di bully lah, kenapa pada pengen balas dendam itu maksudnya apa ya? *gagal paham :3
    tapii ceritanyaa baguss menarikk bikin penasaran sama kelanjutannya .. keep writing thorr ^_^ .. semangat yaa.. di tunggu next nya lohh -maksa-___-* hehe :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s