Sleeping Prince (Chapter 1)

Author             : Nikky-Chan

Tittle                : Sleeping Prince

Cast                 : Chanyeol, Minhyun and other (seiring chapter cast bertambah kalau diperlukan)

Genre              : Humor (garing), School life, Romance

Lenght             : Chapter

Rating             : T

Sejak awal tinggal di sekolah berasrama adalah pilihan Minhyun.

 

Asrama laki-laki di sebelah kanan sekolah. Dan asrama perempuan di sebelah kiri sekolah. Memudahkan para murid untuk hadir ke sekolah tepat waktu. Kalaupun ada yang terlambat ya itu sudah kelewatan. Padahal tinggal menuruni tangga bagi yang berada di lantai atas, lalu berjalan beberapa meter dan merekapun sampai di sekolah.

 

Semuanya Minhyun pilih atas dasar ketenangan dan juga kenyamanan. Dengan begini, tidak ada orang yang akan meributkan ini-itu seperti yang biasa terjadi di rumahnya. Pagi hari yang damai, dan sore hari yang tenang.

 

Tapi semua hancur ketika seseorang menjadi teman sekamarnya.

 

“Kami harus menyiapkan kamar untuk Chanyeol-sshi di asrama laki-laki. Tapi, karena mendadak dan tidak ada kamar yang kosong. Terpaksa kami menempatkannya di asrama perempuan yang tidur sendirian. Minhyun-sshi… tolong jaga Chanyeol-sshi dengan baik ya. Dia itu sedikit… unik, tapi tenang saja dia tidak mesum kok. Hanya unik.”

 

Wah.. Minhyun mengerti sekarang kenapa kepala asrama laki-laki mengatakan bahwa siswa baru bernama Park Chanyeol ini unik. Karena dia… kebanyakan tidur, mungkin. Dari sepulang sekolah hingga sekarang lewat jam makan malam, pemuda dengan kaki panjang yang melebihi ranjang itu masih terlelap dengan nyenyak sekali.

 

“Jadi… pemuda ini akan tinggal bersamaku selama sebulan ini sampai kamar untuknya selesai disiapkan?” Minhyun menghela nafas lelah, “Merepotkan sekali.”

 

Park Chanyeol sedang tidur di kasur atas yang lebih sempit dari kasur bawah, secara kebetulan kasurnya memang tingkat meskipun tidur sendirian. Sepertinya Minhyun harus mengalah mengenai itu. Lagipula dia tidak setinggi itu, sampai-sampai kakinya keluar dari batas seperti Chanyeol. Diapun membereskan barang-barangnya lalu menaiki anak tangga kasur tingkatnya.

 

“Park Chanyeol-sshi..” Minhyun mencoba membangunkan Chanyeol dengan menggoyangkan tubuhnya. Tapi Chanyeol tidur seperti orang mati. Dipanggil berulang kali tidak ada tanda-tanda dia akan membuka mata dan bangun.

 

“Hey, bangunlah. Kau belum makan malam kan!”

 

“Yang aku butuhkan hanya tidur, makan itu tidak terlalu penting.” Gumam Chanyeol dengan suara seraknya.

 

Minhyun merinding mendengarnya. Tidak di sangka, wajah yang menurutnya lumayan imut dan flower boy itu memiliki suara yang sangat berat. Tidak boleh menilai buku dari sampulnya, heh?

 

“Siapa yang mengajarkanmu hal seperti itu? Di sekolah manapun, makan itu kebutuhan yang penting.”

 

“Tapi tidur juga penting.” balas Chanyeol tidak terima. Tapi bagian yang menyebalkan adalah, dia masih menutup mata dan hanya mengubah posisi tidurnya.

 

Minhyun menggerutu dalam hati. Mungkin ini yang dikatakan unik oleh si kepala asrama laki-laki menyebalkan itu. Seharusnya tadi dia lebih bersikeras untuk menolak. Bukannya tergiur oleh iming-iming uang jajan selama sebulan penuh. Dan sekarang akibatnya seperti ini.

 

“Setidaknya dia bukan lelaki mesum sih..”

 

Gadis kelas SMA tahun terakhir itupun memilih jalan terakhir. Apagunanya dia berlatih bela diri sejak masih sekolah dasar. Kekuatan fisiknya sudah menyamai anak laki-laki. Jadi, meskipun tubuhnya masih seperti anak kecil, otot-ototnya benar-benar terlatih dan tidak bisa diremehkan.

 

Dengan sedikit perjuangan, diapun naik ke kasur atas. Sedikit was-was sebenarnya, karena siapa tahu kasurnya tidak kuat dan jebol. Malah memperparah masalah. Setelah meletakkan kasurnya sendiri di lantai Minhyunpun mengambil ancang-ancang di samping Chanyeol yang sedang tertidur. Sedikit susah karena punggungnya menabrak tembok.

 

“Park Chanyeol, jika kau tidak bisa di bangunkan dengan cara baik-baik. Lebih baik kau bersiap-siap dengan cara yang kasar.”

 

Tidak ada respon dari si pemuda.

 

1…

 

 

2…

 

 

3.

 

BRAAK!!

 

Tendangan maut pun di terima Chanyeol.

 

“Aw!”

 

Minhyun sedikit terkejut ketika respon Chanyeol yang terjatuh dari kasurnya hanya itu saja. Biasanya orang yang di tendangnya pasti mengaduh dengan keras sambil menangis kesakitan. Apalagi Chanyeol kan jatuh dari atas. Meskipun ada kasur di lantai sih.

 

“Kau tidak pingsan kan?”

 

Chanyeol mengambil posisi duduk. “Aku baik-baik saja, terima kasih. Apa ini kasur untukku tidur di bawah?”

 

“Bukan! Kasur itu untuk menangkap tubuh raksasamu, bodoh.” Minhyun bersungut-sungut sambil menunjuk-nunjuk Chanyeol di kasur atas, sementara si objek kemarahannya hanya menatap dengan mata mengantuk.

 

“Ugh! Sekarang lebih baik kau makan malam.”

 

“Aku tidak lapar.” Kruukk~

 

Tapi suara perutnya tidak bisa berbohong.

 

Minhyun menghela nafas dan turun ke bawah. “Untuk kali ini saja ya. Kau ingin makan apa? Biar kumasakkan di dapur asrama.”

 

“Nasi kare.”

 

“Oi,oi.. mau membuat kare lalu sisanya siapa yang mau makan?”

 

“Berikan saja pada teman-temanmu di asrama ini. Aku tahu kau mendapat uang jajan setiap hari selama sebulan ini dari kepala asrama Kim bukan?”

 

Minhyun tampaknya tersulut emosi,”Oh, lalu karena itu kau ingin membuat kare dengan uang itu dan membagikannya pada teman-temanku di asrama ini?”

 

Chanyeol mengangguk polos yang membuat teman sekamarnya semakin gregetan padanya. Kerah baju tak berdosapun di tarik, lalu tatapan nyalangpun di lontarkan.

 

Snif!sniff!

 

“Chanyeol-sshi… kau belum mandi ya?”

 

Lagi-lagi Chanyeol menjawab dengan wajah polos, tapi kali ini kepalanya di gelengkan beberapa kali.

 

“Hahh.. kau mandi sajalah dulu.”

 

“Lalu karenya?”

 

“Aku akan beli di supermarket kalau ada, tapi kalau tidak ada ramen instan saja tidak apa-apa ya?”

 

Minhyun memakai jaketnya dan mengambil dompet. Sudah bersiap keluar kamar, Chanyeol menarik jaketnya.

 

“Kalau begitu tidak usah keluar, kau punya persediaan ramen instan di kulkas kan. Makan itu saja tak masalah. Tidak baik seorang gadis keluar malam-malam.”

 

Setelah mengatakan itu, Chanyeolpun mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi. Barang-barangnyapun masih berada di dalam koper dan belum di bereskan sama sekali. Minhyun sedikit takjub mengetahui Chanyeol mengkhawatirkannya barusan. Ada sedikit rona merah menjalar di pipinya. Sialan, bukan berarti aku suka di khawatirkan ya, rutuknya.

 

Minhyun membuka kulkas dan mengambil satu cup ramen instannya. Setelah memasukkan bumbu dan air panas,cup ramenpun ditutup lagi. Di kamar mandi terdengar suara gemericik air yang jatuh. Minhyun terdiam sebentar.

 

“Sebulan? Seperti ini? Akan jadi apa aku nanti?” gumamnya pada diri sendiri.

 

Tidak akan jadi apa-apa, tapi kalau beruntung siapa tahu jodoh terus mereka pacaran meskipun sudah pisah kamar. Kalau beruntung ya sekamar terus sampai lulus. Minhyun tersedak sendiri dengan otaknya yang mulai berpikiran sengklek ini. Sepertinya dia terlalu sering menguping tentang cerita-cerita drama di TV dari teman sekelasnya.

 

Cklek!

 

Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Minhyun buru-buru naik ke kasurnya. Ceritanya pura-pura tidur. Sedikit gugup karena siapa tahu Chanyeol keluar dari kamar mandi dalam keadaan topless. Dan memang benar pemuda itu belum memakai kaosnya ketika keluar dari kamar mandi. Dasar.

 

Minhyun memakai selimutnya sampai menutupi kepala. Takut otaknya semakin ngeres dan berakhir mimisan melihat tubuh Chanyeol yang sepertinya seksi itu.

 

“Terima kasih ramennya..” suara berat Chanyeol terdengar di dekat telinganya. Tidak berani mengubah posisinya, Minhyun hanya menganggukkan kepala seadanya. Entah Chanyeol tahu atau tidak.

 

Oh.. kehidupan tenang dan nyamanku lenyap sudah.

8 thoughts on “Sleeping Prince (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s