Sweet Sparks (7)

sweet sparks

Sweet Sparks

Casts of Chanyeol, Baekhyun and Jinri (OC)

Presented by deera

Friendship. Romance. Series.

Stories : Jinri’s To-Be-True Wedding Party | Chanyeol’s Everlast PainJinri’s Unavoidable Problem | Baekhyun’s Cannot-Bare Fear | Jinri’s Half-Moon-Curved Lips | Baekhyun’s Untold Feeling

Shot 7 : Chanyeol’s Not-So-Late Freedom

“So many times I sacrifed to be here by now.”

“You didn’t do any. You just did.”

Chanyeol bisa melakukan segalanya—apapun yang dia inginkan. Terlepas dari semua kesibukan kegiatan perkuliahan yang menyita delapan puluh dari seratus porsi di hidupnya, setidaknya ia tidak perlu merasa tertekan.

Ia bisa pergi kemanapun yang disukainya. Ia bebas berhubungan dengan siapapun—bercinta di mana pun—yeah, Chanyeol benar-benar melakukannya, termasuk di sudut tak terjamah di gedung teknik, tepat di bawah pohon cherry yang rimbun dan beraoma manis.

Ia tak perlu khawatir dengan banyak hal, tapi tetap konsisten dengan keputusannya menjadi anak baik di mata ayahnya dengan nilai-nilai yang tidak pernah mengecewakan.

Tapi mungkin dari semua itu, ada yang Chanyeol lupakan. Yakni waktu untuk Baekhyun. Dan Jinri.

Seperti malam ini, saat Jinri seorang diri dengan segelas macchiato yang tak lagi hangat dan berselera untuk dinikmati saat ia kesal bukan main menunggu kedatangan Chanyeol. Semenit lalu, Baekhyun masuk ke backstage dan bersiap. Entah sudah berapa Baekhyun’s gigs yang dilewatkannya, Chanyeol hanya menjawab kalau ia sibuk.

Baekhyun bisa terima walau kesal juga. Karena ia akan berlanjut menghajar Chanyeol habis-habisan di rumah nanti, jadi ia bisa bersikap kalem. Berbeda dengan Jinri yang which is perempuan dan agak drama.

“Kau masih menganggap Kyoong teman tidak sih? Katanya kalian berteman dari lahir—ya! Bong! Park Bong! Kemari kau dalam lima menit atau kau habis di tanganku!!” Begitu Jinri mengakhiri panggilannya dengan Chanyeol dengan berapi-api.

Dan setelah Baekhyun menyelesaikan dua lagu, bahkan cafe nyaris tutup, lelaki itu tak kunjung menampakkan diri atau menghubungi keduanya. Baekhyun hanya mengangkat bahu dan tersenyum kecut mendengar Jinri berkeluh kesah.

Baekhyun menenteng ranselnya dan milik Jinri. Sepanjang perjalanan pulang, Jinri masih saja menyalahkan Chanyeol, mempertanyakan loyalitas lelaki itu sebagai teman.

“Ini bukan yang pertama, Jinri-ya. Santai saja lah. Bukankah kampusmu memang dalam masa ujian? Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau ada di sini,” ujar Baekhyun retoris, membuat sekejap pandangan Jinri mendeliknya tajam.

“Kau lupa? Aku satu semester di atas si Bong dan aku sudah menyelesaikan ujianku minggu lalu,” jawab Jinri masih terbawa emosi.

“Ah, aku lapar.” Baekhyun mengelus perutnya, tak peduli dengan bangganya gadis itu bercerita tentang prestasinya yang tak lagi asing.

Jinri-ya is online.

Jinri-ya sent you a message!

Jinri-ya  Kau ingat, kita sudah semester berapa, Bong-ah?

Park Chanbong  Aku memang tidak sepintar kau. Tapi aku juga tidak bodoh untuk lupa hal-hal semacam itu, Min Jinri. Wae?

Jinri-ya Jawab saja, Bodoh

Park Chanbong Baru kutahu, ternyata kau bisa mengumpat juga

Jinri-ya KUBILANG JAWAB SAJA, PARK CHANBONG!!!!!!!

Park Chanbong is typing….

Park Chanbong EMPAT

Park Chanbong EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT EMPAT

Park Chanbong WAE????!!!!

Jinri-ya Itu berarti sudah dua tahun kita sekampus dan tidak pernah bertemu

Jinri-ya Apa kau sempat berpikir kalau itu tidak wajar?

Park Chanbong Biasa saja. Kita kan sering bertemu di luar

Jinri-ya Lalu apa kau ingat kapan terakhir kali kita bertemu?

(read 2 minutes ago)

Jinri-ya Takes some times to remember, huh?

Park Chanbong sent you a message!

Park Chanbong Saat ulang tahunmu

Park Chabong Desember tahun lalu

Jinri-ya Dan sebentar lagi ulang tahun Baekhyun

Jinri-ya Kau tidak merindukanku, Bong? Kita tidak bertemu selama itu loh

Park Chanbong Kau merindukanku?

Jinri-ya Aku kangen menggigit telingamu

Park Chanbong YA!!!!

(read 6 minutes ago)

Jinri-ya sent you a message!

Jinri-ya Aku ingin makan siang denganmu. Kutunggu kau di kantin

Jinri-ya Kuharap kau datang

Jinri-ya Aku akan mematikan ponselku setelah ini

Park Chanbong Dosen Kim memintaku menemaninya di lab sampai sore, Jinri-ya

(read 3 minutes ago)

Park Chanbong Jinri-ya?

(read 2 minutes ago)

Park Chanbong Min Jinri!!!

(read 1 minute a go)

Chanyeol menyambar buku gambar dan pensilnya cepat. Tidak peduli seisi ruangan memerhatikan langkahnya yang berderap meninggalkan lab dan berlari di sepanjang koridor, kemudian berbelok di depan ruang dekan, menaiki tangga di bawah pohon akasia yang mulai meranggas, melintasi setapak di tengah rumah kaca berisi hamparan bunga tulip oranye, dan memasuki fakultas kedokteran.

Ia segera berpindah ke lantai dua, di ruangan keempat paling ujung di koridor sebelah kanan. Perpustakaan. Hanya itu tempat yang menggambarkan Jinri. Chanyeol membuka pintu kaca geser dengan hati-hati dan menemukan gadis itu di salah satu bilik meja.

Napasnya habis saat dipaksakan tersenyum di depan Jinri yang membeku. Chanyeol membuka buku gambarnya, menunjukkan halaman terakhir yang sudah terisi yang digambarnya beberapa menit lalu sebelum berlari ke sana. Jinri menatap apa yang ada di buku dan kembali melihat Chanyeol.

“Aku melukis malaikat,” ucapnya lebih baik. Chanyeol sempat melakukan olah napas sambil menunggu respon Jinri yang terasa seperti melambat.

Mata Jinri membulat.

“Malaikat yang harus selalu tersenyum. Kalau tidak—apalagi sampai menangis—aku bisa mati,” ucapnya lagi.

Halaman buku gambar itu berisi wajah Jinri yang sedang tersenyum.

Chanyeol menjatuhkan tangannya di atas kepala Jinri. Mengusapnya, mengelusnya perlahan, yang lama-lama akhirnya mengacak tatanan rambut hitam dan panjang Jinri. “Maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa siang ini.”

“Lalu bagaimana kau akan makan?”

“Aku sudah merasa cukup setelah bertemu denganmu.”

Jinri menghembuskan napasnya keras-keras dan memutar bola matanya. “Jadi begini caramu membuat banyak wanita ingin tidur denganmu?”

“Tidak. Atau…,” Chanyeol mendekat dan berbisik persis di depan telinga Jinri, “kau ingin aku merayumu seperti itu juga?”

Tengkuk Jinri meremang. Faktor suara berat Chanyeol, tiupan napas lelaki itu yang jatuh di daun telinganya, dan kalimatnya barusan yang kelewat mencekam.

Chanyeol terkikik pelan. Ia mengantongi tangannya dan bicara dengan senyum miring, “Aku hanya menyentuh wanita bodoh, Min Jinri. Kau tidak masuk hitungan. Aku pergi!”

Lelaki itu pergi secepat ia datang.

three of us chatting group

Byun Kyoong yoyo bradah sistah! Welcome in the house yoyoyo~

Byun Kyoong guess what? Aku akan tampil lagi malam lusa di Analise

Byun Kyoong ini sudah undangan yang ketiga

Byun Kyoong dan minggu ini jadwalku full!!!

Byun Kyoong so, who’s in?

Byun Kyoong Jinri-ya?

Jinri-ya I’m always in XD

Jinri-ya you know exactly who the one that only speak :p

Park Chanbong sejak kapan kau lancar bahasa inggris, baek-ie?

Park Chanbong *claps*

Byun Kyoong thanks to uri Jinri *hug* *kiss*

Park Chanbong go get a room guys

Park Chanbong you two deserve it

Byun Kyoong jadi kau akan datang tidak tuan arsitek?

Byun Kyoong apa kau tidak merindukanku?

Byun Kyoong aku rindu bokongmu

Byun Kyoong *sniff*

Park Chanbong fvck ya, jinri is here. Idiot

Park Chanbong aku tidak bisa janji. Lusa malam aku ada kelas

Byun Kyoong cmon bradar. The club’s into you

Park Chanbong biar kuselesaikan ini dulu

Byun Kyoong ini apa?

Park Chanbong you know what

Jinri-ya he’s doing that, kyoong

Jinri-ya that ‘game’

Park Chanbong aku tak mengajarimu apapun Min Jinri

Park Chanbong tapi kau keren! Welcome!!

Jinri-ya apa maksudmu berkata ‘welcome’?

Park Chanbong kau tak lagi menganggap itu tabu. That’s why you’re aweseome

Park Chanbong welcome to awesome people club!

Jinri-ya tentu saja itu karena aku jenius

Jinri-ya dan aku menyesalinya sekarang

Byun Kyoong so what are you doing here if you are playing, yeol-lie?

Park Chanbong i’m multitasking

Jinri-ya has already left

Byun Kyoong fvck

Byun Kyoong kau keterlaluan yeol! Jinri pasti mengerti!

Byun Kyoong bagaimana kalau dia membayangkan yang iya iya? XD

Park Chanbong kita sudah sama-sama dewasa. Sudah tidak aneh bukan?

Byun Kyoong jadi kali ini dengan siapa kau bermain?

Park Chanbong gadis dari kelas literatur tadi siang

Byun Kyoong kalian baru kenal tadi siang? You’re freakin popular, dude

Park Chanbong dia bilang dia sudah memperhatikanku sejak lama

Park Chanbong dia menginginkanku

Park Chanbong so what I’m waiting for? Aku sedang butuh

Byun Kyoong kau dimana sekarang?

Park Chanbong di kamarmu

Park Chanbong I’m ran of money to book a room :p

Byun Kyoong YAAAAA!!!!! KELUAR KAU DARI SANA!!!!

Park Chanbong sudah, baru saja

Park Chanbong still many rounds to go~

Byun Kyoong sumpah itu menjijikan park chanyeol!!

deera says : this part is quite gaje hahaha i’m run of ideas and sekedar selingan aja. Maafkeun chapter ini yang kebanyakan teks format karena lagi males bernarasi *lol* maafkeun deh pokoknya ya. Nanti aku kembali lagi dengan chapter berikutnya wkwk annyeong!

Iklan

9 thoughts on “Sweet Sparks (7)

  1. OMO.. uri yeol waeyo km jd badboy gni? Jgn blg itu cma pelarian krn blm bsa milikin Jinri. Owh sudahlah, aq tetep dukung km sma Jinri,Yeol. Cause Kyoong is mine. Hahaha (ketawa evil)

  2. plis ngakak ketika bagian “bagaimana kalau dia membayangkan yang iya iya?” wkwkwkwk masih penasaran tapi mereka sahabatan atau salah satu dr chanbaek akan nikah ama jinri atau gmana ya hihi nice story author 😀😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s