Hopefully Sky Chapter 2

Hopefully Sky

Hopefully Sky █

 

EXO’s Oh Sehun, OC’s Im Sena, & JYJ’s Kim Jaejoong █

 

Sad, SchoolLife, Romance Story Rated by T Served In Chaptered Lenght █

 

Disclaimer : this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted. █

 

Chapter 1

 

~ Hopefully Sky ~

 

Flashback ON

 

Ketika Semua Orang Masuk Ke Kelas Masing-Masing Dengan Orang Tua Masing-Masing Pula. Tertinggal Seorang Anak Perempuan Yang Terisak Kecil. Entah Apa Penyebabnya.

 

Tiba-Tiba Seorang Anak Laki-Laki Dengan Tubuh Kurusnya Mengaitkan Jemarinya Di Tangan Anak Perempuan Tersebut.

 

“Apa Yang Terjadi? Kenapa Kau Menangis?”Anak Laki-Laki Itu Pun Membenarkan Posisinya, Agar Memudahkannya Menatap Wajah Anak Perempuan Di Depannya.

 

“Oh Iya, Namaku Oh Sehun. Dan Kau?”

 

“A-aku..”Ada Sedikit Jeda Saat Anak Perempuan Itu Menatap Orang Di Depannya. Entahlah, Mungkin Karena Orang Itu Terasa Familiar Ataupun Karena Dirinya Takut Akan Terjadi Sesuatu.

 

“A-aku, Im Sena..”Lanjutnya. Hey, Anak Itu Sangat Manis Saat Dirinya Tersenyum. Jika Saat Tersenyum Ia Manis, Lalu Kenapa Ia Lebih Memilih Menangis Seakan Membuatnya Terlihat Buruk. Fikir Sehun.

 

“Apa Yang Terjadi?”

 

“Ayahku Tak Datang, Padahal Aku Sudah Menunggu Lama Sekali.”Sehun Tersenyum Mendengar Penuturan Sena. Untuk Apa Menangis? Bukankah Ia Akan Bersama Dengan Teman-Teman Dan Akhirnya Juga Akan Di Tinggal Pergi Orang Tua?

 

“Itu Tak Masalah, Bukankah Ada Aku? Ayo, Kita Masuk.”Sehun Menarik Lengan Sena Untuk Masuk Ke Dalam Kelas Baru Mereka.

 

5 Tahun Kemudian..

 

Sehun Dan Sena Bermain Di Taman Dekat Sekolah. Mereka Berdua Telah Menginjak Usia 12 Tahun. Sehun Yang Semakin Tinggi Dan Tampan Dan Sena Yang Semakin Cantik. Ocehan Sena Tak Di Hiraukan Oleh Sehun, Ia Hanya Sibuk Mengayun Ayunannya.

 

Pletakk!

 

“Kau Diam Saja Sedari Tadi, Memangnya Kau Mendengar Apa Yang Kukatakan?”Sehun Meringis Pelan. Sena Terlalu Keras Menjitak Kepalanya. Oh Lihatlah Bahkan Sekarang Sena Tertawa Terbahak-Bahak Melihat Sehun Yang Meringis Sesekali Mengumpat Tentang Dirinya.

 

“Apa Kau Ingin Makan Sesuatu?”

 

“Kau Akan Membelikan Sesuatu Itu Untukku?”Sena Mengangguk, Menarik Lengan Sehun Menuju Kedai Ice Cream Di Seberang Taman.

 

 

“Hey, Coba Lihat. Boneka Lobak Itu Bagus Sekali, Aku Menyukainya.”Sehun Menghampiri Sena Yang Sedang Menggumam Tak Jelas.

 

“Ada Apa?”Sena Menggeleng, Baru Ia Ingin Melangkah Sebuah Tangan Menahannya. Dan Tentulah Itu Tangan Sehun.

 

“Kau Menginginkannya?”

 

“Jika Kau Bisa Berikan, Berikan Aku Itu.”

 

“Usiamu Baru Dua Belas Tahun, Tapi Perkataanmu Seperti Gadis Usia Tujuh Belas Tahun.”

 

“Aku Kan Tidak Salah.”

 

“Ya. Ya. Kau Tak Penah Salah.”Sehun Mengalah.

 

3 Tahun Kemudian..

 

Hari Ini Adalah Hari Spesial Untuk Sehun Dan Sena Yang Sedang Berulang Tahun. Tak Terasa Usia Mereka Sudah 15 Tahun. Dan Artinya Mereka Telah Beranjak Dewasa. Juga Dapat Di Hitung Pula Berapa Lama Mereka Berteman Hampir Sekitar 8 Tahun Dan Itu Bukan Waktu Yang Sedikit Untuk Keduanya.

 

Sehun Berjalan Sesekali Menggerutu Menendang Kerikil-Kerikil Yang Terdapat Di Trotoar.

 

“Menyebalkan, Dia Bahkan Sudah Lupa Hari Spesial Di Bulan April.”

 

Deg!

 

Sehun POV

 

Tunggu, Bukankah Itu..

 

“Aku Menyukaimu. Apakah Kau Menyukaiku Juga?”Seseorang Yang Tak Familiar Bagiku Tengah Bertekuk Lutut Di Depan Sena. Apa Yang Di Maksudnya? Sena Hanya Milikku, Tak Boleh Ada Yang Merebutnya Dariku. Entah Dorongan Dari Mana Aku Berlari Kearah Kedua Orang Yang Sedang Bertautan Tangan-Sena & Tao-

 

Brakk!

 

Oh, Tidak. Kenapa Aku Mendorong Sena? Kenapa Aku Melakukannya? Apa Yang Telah Kulakukan? Kulihat Sena Merintih Kesakitan Karena Doronganku. Tangannya Penuh Darah, Kepalanya Juga Berdarah Karena Terbentur. Dan Aku Hanya Diam, Membiarkan Sena Kesakitan.

 

“Apa Yang Kau Lakukan?! Bukankah Kau Temannya?! Lihatlah Dia Terluka Dan Kesakitan, Bodoh!”Aku Diam. Meratapi Apa Yang Telah Kuperbuat.

 

Bugh!Bugh!Plakk!

 

Kubiarkan Tao Memukulku. Sakit Ini Sangat Kecil, Tak Seperti Sakit Yang Dirasakan Sena. Aku Harus Kesakitan Seperti Yang Dialami Sena, Maka Dari Itu Aku Membiarkan Tao Memukuliku Sesuka Yang Ia Mau.

 

“Kau Pria Bodoh! Apa Yang Kau Lakukan?!”Jangan Hiraukan, Oh Sehun. Itu Bukan Salahmu, Itu Kesalahan Sena Yang Membuatmu Bertindak Di Luar Dugaan. Hey, Jangan Biarkan Bajingan Di Depanmu Memukulmu, Bodoh. Aku Bangun Lalu Memukuli Tao Seperti Yang Dilakukannya Kepadaku Sebelumnya.

 

“Itu Kesalahannya, Tao! Kenapa Ia Mengkhianatiku?! Kenapa Dia Lebih Memilihmu?! Aku Temannya, Jika Bukan Karena Diriku Mungkin Dirinya Saat Itu Sudah Sendirian Di Luar. Apa Dia Tidak Tahu Pengorbananku Untuknya?! Jawab Aku?!”Aku Tak Tau, Aku Tak Butuh Penjelasan, Aku Mengerti. Sena, Aku Membencimu, Kau Sama Seperti Wanita Yang Pernah Menjadi Seseorang Yang Berharga Bagiku Namun, Dengan Mudahnya Dia Meninggalkanku Seperti Dirimu Yang Mulai Melupakanku.

 

 

Sehun Memasukkan Bola Basket Ke Ring Hampir 50 Kali, JongIn Yang Melihatnya Hanya Geleng-Geleng Kepala. Ia Memperhatikan Sena Yang Sedari Tadi Memanggil Nama Sehun Tapi Sehun Menghiraukannya.

 

“Albino, Sena Memanggilmu.”

 

“Aku Tak Kenal Dengan Orang Bernama Sena.”

 

“Jangan Menjadi Pria Yang Kekanak-Kanakan, Oh Sehun.”

 

“Sekali Kau Menyebut Namanya Maka Aku Tak Akan Segan-Segan Membunuhmu.”JongIn Membulatkan Matanya Sempurna. Apa Yang Terjadi Pada Anak Itu?

 

“Sehun, Aku Ingin Bicara Padamu..”

 

“Bicara Apa Lagi, Im Sena?!”Bentak Sehun. Sena Memundurkan Dirinya, Sedikit Menjauhi Sehun. Ini Bukan Sehun Yang Di Kenalnya.

 

“Apa Kau Berfikir Aku Bukan Oh Sehun Yang Kau Kenal? Fikiranmu Dapat Di Baca, Im Sena.”

 

“Hun, A-aku Minta..,”

 

“Aku Tak Tahu Harus Berkata Apa. Kau Mengkhianatiku, Im Sena. Jika Kau Memang Menyayangiku Seharusnya Kau Menolak Pria Bermata Panda Itu!”Sehun Berbalik Namun, Sebuah Tangan Menahan Pergerakannya.

 

“Aku Mencintaimu.”

 

Sehun Menggeleng, Tapi Tangan Sena Terus Menahan Pergerakannya.

 

“Kau Jahat, Sehun!”

 

“Ya! Aku Memang Jahat, Arogant, Dan Keras Kepala! Lalu Kenapa Kau Mau Bersahabat Dengan Orang Sepertiku?!”

 

“Karena Hatiku Berkata Lain Mengenai Dirimu.”

 

“Cih, Jalang.”Sehun Berbalik Kembali Tapi Tetap Saja Sena Menahannya, Membuat Sehun Kehilangan Kesabaran.

 

Plakk!

 

Sehun Menampar Sena Dengan Sangat Keras. Oh, Anak Itu Menangis Lagi. Benar-Benar Cengeng.

 

“Aku Sudah Kehilangan Ayah Dan Ibuku. Lalu Mengapa Tuhan Juga Harus Membuatku Kehilangan Dirimu, Sehun..”

 

“Kau Jahat, Kau Jahat, Oh Sehun!”

 

“Dan Kau Kira Di Sini Hanya Diriku Yang Patut Di Salahkan? Fikirkan Dirimu, Im Sena. Kau Yang Membuatku Kehilangan Kepercayaan Padamu.”

 

“Aku Dan Kau Mulai Detik Ini Tak Ada Hubungan Apapun, Pertemanan Atau Apapun Itu. Anggaplah Kita Tak Pernah Berteman, Bertemu, Atau Apapun Itu Dan Juga Berpura-Puralah Seakan Tak Pernah Terjadi Sesuatu. Selamat Tinggal.”Sena Menangisi Kepergian Sehun.

 

“Aku Membencimu, Oh Sehun! Aku Benci!”

 

 

Setahun Sudah Persahabatn Renggang Antara Sehun Dan Sena. Sehun Lebih Banyak Menyendiri, Marah-Marah, Dan Suka Mem-Bully Sena. Sedangkan Sena, Ia Lebih Suka Menangis, Meratapi Kesalahannya. Apa Yang Ia Lakukan Pada Sehun? Apakah Ia Mengatakan Sesuatu Yang Membuat Sehun Tersinggung?

 

Sena Berjalan Di Sepanjang Lorong Sekolah Yang Sepi. Siswa Dan Siswi Yang Lain Sudah Pulang Satu Jam Yang Lalu. Ia Baru Saja Menyelesaikan Pekerjaan Rumahnya Di Kelas Baru Saja Tadi.

 

Deg!

 

Ia Melihat Sehun Bersandar Pada Dinding Samping Mading Sambil Mendengarkan Musik. Sehun Terlihat Tampan Jika Di Lihat Dari Samping, Ia Bahkan Dapat Melihat Tatapan Tajam Pria Itu Dari Arah Sini.

 

“Apa Aku Harus Menghampirinya?”Gumam Sena, Tanpa Ia Sadari Kakinya Berjalan Menghampiri Sehun. Menakutkan. Sehun Terlihat Tak Suka Dengan Kehadirannya Di Sana. Sena Yang Tak Mampu Berkata-Kata Hanya Dapat Meremas Ujung Kemejanya.

 

“Ada Apa?”Sehun Memulai Pembicaraan. Sena Yang Mendengarnya, Langsung Menatap Sehun Gembira. Apa Pria Itu Tak Marah Lagi Padanya? Apa Ia Sudah Melupakan Kejadian Hari Itu?

 

“Sehun, A-aku Ingin-“

 

“Minta Ma’af, Begitu? Apa Kau Belum Menyadari Kesalahanmu?”

 

“Aku Minta Ma’af Jika Aku Memiliki Kesalahan Padamu, Ma’af Jika Aku Menyusahkanmu, Ma-Mpphh..”Sehun Membungkam Bibir Sena Dengan Bibirnya, Lumatan Kasar Membuat Sena Meringis Tertahan, Air Matanya Sedikit Demi Sedikit Jatuh Dari Pelupuk Matanya. Ia Tak Habis Fikir, Sehun Menciumnya Terlalu Kasar Bahkan, Bibirnya Sedikit Bengkak Akibat Ciuman Pria Itu. Sehun Terus Memaksanya Untuk Melakukan Lebih, Sena Tak Tahu Harus Berbuat Apa.

 

Plakk!

 

Tangan Mungil Sena Menampar Pipi Kiri Sehun Dengan Sangat Keras. Ini Pertama Kalinya Sena Bersikap Kasar Pada Orang Lain. Ia Tak Habis Fikir, Sehun Sangat Kasar Padanya. Apa Selama Ini Sehun Hanya Menginginkan Tubuhnya? Apa Sehun Memanfaatkannya? Sena Akui, Sehun Patut Di Berikan Apresiasi Atas Keberhasilannya Dalam Memanfaatkan Orang Lain.

 

“A-aku Tak Habis Fikir Padamu, Oh Sehun. Kenapa Kau Melakukan Ini Padaku? Aku Membencimu.”

 

“Aku Ingin Tau Seberapa Kuatnya Dirimu Tanpaku.”

 

“Aku Akan Membuktikan Padamu.”

 

Flashback END

 

Brakk!

 

Pintu Di Dobrak Oleh Salah Satu Anggota Tim Basket Sehun, Kim Taehyung. Sehun Dan Jaejoong Benar-Benar Terkejut Dengan Kehadiran Orang Itu.

 

“Sehun, Di Luar Sana Ada Sena Dan Tzuyu Yang Sedang Berkelahi!”

 

“Apa?!”

 

 

Rambut Coklatnya Yang Kusut, Kerah Kemeja Sekolahnya Yang Sedikit Robek, Dan Tak Lupa Pelipisnya Yang Di Perban. Menyedihan Saat Melihat Kondisi Sena Saat Ini. Anak Itu Terlihat Sendu, Matanya Yang Bengkak, Dan Juga Bibirnya Yang Ikut-Ikutan Bengkak Akibat Pukulan. Di Sebelah Sena Terdapat Jaejoong Yamg Terus Menatapnya Heran.

 

“Kufikir Kau Seseorang Yang Tak Pernah Berkelahi Atau Apapun Itu.”Sena Tersenyum Kecut Menanggapi. Jaejoong Benar, Ini Pertama Kalinya Semenjak Ia Memutuskan Untuk Mengubah Diri Demi Sehun.

 

“Aku Tak Tau. Aku Bahkan Tak Ada Niatan, Tapi Tanpa Sadar Aku Memukulnya Lebih Dulu.”

 

“Kau Hebat..”

 

“Hey, Apa Yang Hebat? Ini Benar-Benar Menakutkan, Untunglah Miss Taeyeon Tak Menghukumku.”

 

“Ayolah, Anggaplah Setiap Yang Kau Lakukan Itu Hebat.”Sena Tertawa. Ia Menatap Langit, Oh Bayangan 3 Tahun Lalu Kembali Menghantuinya.

 

“Ayah Aku Harus Bagaimana? Aku Tak Tau Jalan Mana Yang Harus Kutuju, Aku Sudah Mengambil Jalan Yang Salah. Dan Aku Takut Jalan Itu Salah Lagi. Beri Aku Jawabannya Ayah..,”Sena Menggumam Tak Jelas. Suaranya Yang Kecil Terasa Sangat Berat Untuk Mengatakan Hal Itu.

 

“Sena-ya!”Oh Itu Suara Eunji Eonni. Apa Yang Di Lakukannya Di Sini? Kenapa Ia Tak Ke Kampus?

 

“Eonni! Apa Yang Eonni Lakukan Di Sini?”

 

“Bodoh, Sekolah Menelpon Sica Eonni Tadi. Berhubung Sica Eonni Sibuk, Jadi Aku Yang Menggantikannya.”

 

“Kuliah Eonni?”

 

“Bukankah Hari Ini Libur?”Sena Merutuki Dirinya Yang Terlihat Bodoh. Eunji Mendapati Jaejoong Di Belakang Sena.

 

“Ah, Anyeong. Saya Kim Jaejoong. Teman Sena.”

 

“Ah Ya, Kalau Begitu Bisakah Noona Titip Pesan. Katakan Pada Wali Kelas Sena Bahwa, Sena Merasa Tak Enak Badan Jadi Dia Memutuskan Untuk Pulang.”Jaejoong Mengangguk.

 

“Ma’af Jika Merepotkanmu.”Lanjutnya.

 

“Ah Tidak, Noona. Tidak Merepotkan Sama Sekali.”Eunji Pun Tersenyum Lalu Menarik Lengan Sena Meninggalkan Jaejoong Sendirian.

 

“Sebenarnya Apa Hubungan Sehun Dan Sena? Kenapa Mereka Seperti Berpura-Pura Tak Saling Mengenal? Ah, Molla. Ini Membingungkan..”Gerutu Jaejoong Kesal.

 

 

Sehun Memainkan Kembali Gitarnya Setelah Selesai Mengobati Tzuyu Di UKS. Ia Melamun Membuat Nada Gitar Yang Di Hasilkan Oleh Petikannya Tak Beraturan Seperti Hatinya. Tzuyu Dan Sena Berkelahi? Ah, Sena Bukanlah Orang Yang Mudah Terbawa Emosi.

 

“Sehun, Kau Di Sini?”

 

“Ah, Iya. Aku Hanya Fokus Untuk Membuat Musik.”

 

“Tapi Nada Petikan Gitarmu Tak Beraturan.”

 

“Ya? Eh, Benarkah?”

 

“Oh Iya, Kau Belum Menjawab Pertanyaanku. Kenapa? Apa Alasannya?”

 

“Aku Tak Mengerti. Pertanyaan Yang Mana?”

 

“Ah, Sudahlah. Lebih Baik Kita Ke Kelas Saja.”

 

“Ok.”

 

‘Ma’af Hyung, Hanya Aku, Sena, Dan Tuhan Yang Tau. Aku Terlalu Takut Mengakuinya..’

 

TBC

 

Gimana? Tetap Gak Ngerti? Ah Ma’afkan Otak Hoya Yang Begitu Kosong. Nanti Akan Kuusahakan Yang Terbaik. Terima Kasih. Please Commemt, Kritik, Like, And Sarannya. FF Ini Juga Di Publish Di EXO Fanfiction Indo https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

See•Hoya•

Iklan

2 thoughts on “Hopefully Sky Chapter 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s