Wait For Me (Chapter 1)

IMG_37792033016790

Title            : Wait For Me

 

Author         : exolras

 

Main Cast    : Kim Yongra (OC), Oh Sehun

 

Other Cast  : Park Jinyoung (GOT7), Kim Nara, (OC), Lee Jihee (OC), Kim Jongin

 

Genre          : school life, romance

 

Length         : Chaptered

 

Rating                   : Teen

***

Kim Yongra, perempuan yang berada di kelas 2 SMA. Ia sudah ditunangkan dengan seorang yang tak diduga, ia tidak bisa menolak karena orang tua nya lah yang memilihkan jodoh. Oh Sehun, senior Yongra yang pernah disukai nya tapi sekarang Yongra sudah tidak menyukainya. Yongra tidak tau pasti dari mana orang tuanya dan orang tua Sehun saling mengenal.

Hal yang membuat Yongra tidak menyukainya lagi adalah Sehun sudah di gosipkan memiliki hubungan lebih dari sahabat dengan Kim Nara teman sekelasnya. Nara, ialah perempuan cantik dan sangat ahli dalam bahasa inggris. Kenapa Yongra sangat percaya? Bagaimana tidak, Sehun selalu memberi perhatian lebih pada Nara. Meskipun sekarang Sehun sudah menjadi tunangan Yongra, entah ia masih berhubungan atau tidak dengan Nara. Yongra tidak peduli, yang penting ia sudah menuruti orang tua nya.

 

Apartement| Entah apa yang dipikirkan orang tua Yongra dan Sehun. Mereka menempatkan Yongra dan Sehun disebuah apartement, walaupun mereka masih bertunangan. Yongra sangat lelah sekali setelah menjalankan acara tunangan tadi, ia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sehun masuk kamar, lalu melepaskan jas nya “Apakah disini hanya ada satu ranjang?” tanyanya, tidak ada tanggapan, Yongra sudah memejamkan matanya. Lalu Sehun sudah sangat gerah dan ia ingin mandi. Di apartement ini memang hanya ada satu ranjang dan satu kamar.

Setelah selesai mandi, Sehun yang melihat Yongra masih tertidur dengan dress nya dia langsung membangunkannya “Hey, mandi. Apa kau akan tahan dengan tidur memakai dress seperti itu,” kata Sehun dengan sedikit menggoyangkan tubuh Yongra. “Eungg,” Yongra menggeliat, lalu ia terduduk masih mengumpulkan nyawa. Ia mengambil handuk dan baju nya, lalu bergegas ke kamar mandi.

Saat Yongra ingin tidur, Sehun sudah memenuhi seluruh tempat tidur. “Sunbae,” Yongra menggoyangkan tubuh Sehun. “Wae?” tanya Sehun. “Kau memenuhi seluruh tempat tidur ini,” jawab Yongra, lalu Sehun bergeser sedikit. “Ya! Ini sempit sekali, geser lagi,” pinta Yongra. “Arraseo,” balas Sehun. Seteleh Sehun bergeser, Yongra merebahkan tubuhnya ia menghadap berlawanan dengan Sehun. Ia sedikit merasa risih, lalu ia menghadap ke Sehun, ternyata Sehun mendekati Yongra, “Ya! Awas sunbae macam-macam denganku, kita masih anak SMA,” Yongra terbangun. “Aku tau, oh? Berarti suatu saat nanti kau mau-” “Cukup. Ini sudah malam, aku ingin tidur,” Yongra memotong omongan Sehun, lalu ia memejamkan matanya.

 

Pagi| Yongra yang bangun terlebih dahulu, ia sudah rapih dengan seragamnya. Ia sedang membuat sarapan untuknya dan Sehun. Saat ia sedang sarapan, Sehun baru saja mandi. Itulah kebiasaan Sehun bangun siang, dan itu membuat dia selalu terlambat. Dan di sekolah dia sering tidak mengikuti pelajaran saat jam terakhir, itulah sifat pemalas Sehun.

Sehun sudah rapih dengan seragamnya dan Yongra sudah selesai makan. Lalu ia mengambil tas, Sehun yang melihat Yongra sudah mau berangkat. “Kau tidak berangkat denganku?” tanya Sehun. “Mwo? Kau gila sunbae, seluruh sekolah akan heboh dan Nara sunbae akan marah,” jelas Yongra dengan penekanan pada kata ‘Nara sunbae’. Lalu Yongra pergi, Sehun diam setelah Yongra berbicara yang menyangkutkan dengan ‘Nara’

 

Kantin| Yongra dan Jihee sedang menikmati makannya, “Wooow, apa kau cicin baru?” tanya Jihee melihat cincin tunangan Yongra. “Eoh? Ini sudah lama sebenarnya, aku baru pakai saja,” kata Yongra bohong, tidak mungkin dia memberitahu yang sebenarnya. “Jihee,” sapa Jongin yang sudah duduk di sebelah Jihee, ia adalah namjachingu nya. “Oppa? Kau sendirian?” tanya Jihee. “Aniyo, aku bersama dua anak itu,” tunjuk Jongin pada dua orang yang sedang mengambil makanan, Jihee dan Yongra yang sedang makan otomatis melihat orang yang ditunjuk Jongin. Yongra terkejut melihatnya

Yongra POV| Ternyata benar, pasti mereka berdua masih memiliki hubungan. “Annyeong,” sapa Nara sunbae yang baru saja datang dengan Sehun sunbae. “Annyeong sunbae,” balas Jihee, aku membalasnya dengan tersenyum saja. Sehun sunbae duduk tepat di depan ku dan Nara sunbae di sampingku. Aku baru ingat, langsung ku perhatikan tangan Sehun sunbae. Ck, bahkan cincin nya tidak dipakai. Sepertinya saat aku memperhatikan tangannya ia melihatku, aku langsung kembali memakan makananku. Tapi syukurlah ia tidak pakai, kalau ia pakai orang-orang akan curiga. Aku baru tersadar, disini aku seperti orang asing. Aku sudah menyelesaikan makananku, lalu aku berdiri. “Yongra-ya, mau kemana?” tanya Jihee, otomatis mereka melihatku. “Ehm, aku duluan,” jawabku. “Arraseo,” jawab Jihee mengerti.

 

Atap, Yongra POV| Semua guru rapat, jadi jam kosong. Aku memutuskan untuk ke atap, disini suasananya sangat tenang dan sejuk. Berbeda dengan di kelas sangat berisik, aku tidak suka dengan keramaian karena itu membuatku pusing. Aku mendengarkan lagu melalui earphone. Jujur setiap melihat Sehun sunbae dan Nara sunbae selalu bersama, rasa cemburu akan selalu datang. Aku tidak bisa melawan rasa itu, dan tadi saat tau kalau Sehun sunbae tidak memakai cincinnya ada sedikit rasa sakit. Sebenarnya ada rasa senang dijodohkan dengan Sehun sunbae, tapi aku akan berusaha melawan rasa sukaku pada Sehun sunbae. Aku tidak akan pernah menyukai seseorang yang sudah ada yang memiliki, tapi entahlah Sehun sunbae milik siapa. “Ahh,” gumamku, Tuhan yang akan memberikan terbaik. “Kim Yongra,” sapa seseorang yang sudah berdiri di sampingku. “Sunbae?” aku memastikan. “Kenapa kau kesini?” tanyaku pada Jinyoung sunbae. Park Jinyoung, dia adalah seniorku. Aku sudah dekat dengannya sejak semester awal kelas 2, tapi aku tidak ada rasa sama sekali dengannya. Aku bingung, padahal dia laki-laki baik, pintar, dan pendiam sama halnya denganku. “Aku bosan di kelas, di kelas sangat berisik,” jawabnya, ia memang hampir sama sifatnya denganku. “Kau kenapa berada disini?” tanyanya, lalu aku melepas earphoneku. “Sama dengan sunbae, di kelas sangat berisik. Disini suasana nya sangat tenang,” jawabku. “Kau benar,” balasnya, sepertinya ia melihat cincinku. “Tak biasanya kau memakai cincin,” kata nya. “Oh ini, sebenarnya sudah lama. Aku tidak pernah memakainya, lalu eomma menyuruhku memakainya,” balasku, maafkan aku berbohong sunbae. “Hm, sangat cocok di jarimu,” puji Jinyoung sunbae, “O-oh benarkah?” tanyaku sambil memperhatikan cicinku, Jinyoung sunbae mengangguk. “Apa kau bisa menemaniku membeli sesuatu saat pulang sekolah?” tanyanya. “Bisa,” jawabku, aku juga malas di apartement sendiri pasti Sehun sunbae pergi dengan Nara sunbae. “Baiklah, nanti aku tunggu di depan kelasmu,” katanya. Aku memberikan simbol ‘ok’ pada tanganku

 

Depan Kelas Yongra, Author POV| Yongra baru saja keluar dari kelas, “Jihee-ya, kau duluan saja kedepannya,” kata Yongra. “Baiklah,” balas Jihee, lalu Yongra menghampiri Jinyoung yang sudah menunggu sambil bermain handphone. “Sunbae,” panggil Yongra, “Sudah lama menunggu?” tanya Yongra. “Ani, baru sekitar 5 menit,” jawab Jinyoung, lalu memasukkan handphonenya ke dalam saku celana.  “Kajja,” ajak Jinyoung, Yongra membalasnya dengan tersenyum.

 

Parkiran| Yongra dan Jinyoung sedang bercengkrama, Yongra tertawa tak hentinya. Dan ternyata dari kejauhan ada yang melihatnya, “Baiklah, pasti dia pulang akan terlambat,” ujar Sehun yang sedang berjalan berdua dengan Nara. Pada saat itu juga Yongra melihat Sehun juga, dan dia berpikir juga kalau Sehun akan pulang terlambat. Lalu ia melaju dengan Jinyoung. Padahal, “Sehunnie, aku duluan,” pamit Nara yang sudah dijemput oleh supirnya. Sehun melambikan tangannya sambil tersenyum.

 

Mall| Yongra dan Jinyoung jalan berdua, mungkin orang lain mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih. “Sunbae ingin membeli apa?” tanya Yongra. “Aku ingin membelikan hadiah untuk adikku,” jawabnya. “Sooyoungie? Kapan dia ulang tahun?” tanya Yongra. “Lusa, apakah kau mau membantuku membuat kejutan untuknya?” tanya Jinyoung sambil melihat-lihat boneka. “Bisa, aku akan membantumu sunbae. Jika butuh pertolongan, mintalah padaku,” ujar Yongra dengan cengirannya. “Haha baiklah, bantu aku pilih boneka yang bagus,” pinta Jinyoung. “Baiklah kalau begitu, aku ingin mencari kado juga untuknya,” balas Yongra, Jinyoung tersenyum.

 

Apartemnt| ‘ting’ Sehun baru masuk apartement nya setelah memasukkan password, ia melepas sepatunya. Suasana apartement ini sangat sunyi sekali, seperti tidak ada kehidupan. Ia masuk kamar, meleparkan tasnya, dan merebahkan badannya. “Hmm, Kim Yongra. Aku tidak bisa,” Sehun berbicara sendiri, lalu ia mengambil handphonenya. Ia memperhatikan foto Yongra yang diambilnya secara diam-diam. Sebenarnya, Sehun memiliki rasa pada Yongra. Tapi ia tidak bisa menunjukkan sikap yang menyatakan kalau ia mencintai dan menyukai Yongra, itu karena suatu hal. “Apa kau masih memiliki rasa padaku seperti dulu? semoga saja masih,” Sehun berbicara pada foto Yongra. Lalu ia bangun, berniat untuk mengganti baju nya dan bermain playstation.

 

Mall| Kembali lagi ke mall, tepatnya di restaurant. Yongra dan Jinyoung sedang menikmati makanannya, mereka sudah mendapatkan kadonya. “Apa kau tidak lelah?” tanya Jinyoung. “Tadi iya, tapi sekarang kan sudah makan,” jawab Yongra, lalu ia melahap makanannya. Jinyoung yang melihatnya tersenyum, “Masih ada yang mau aku cari, tak apa kan temani aku lagi?” tanya Jinyoung. “Gwenchanayeo,” jawab Yongra. Lalu seseorang menghampiri mereka, “Park Jinyoung,” sapa Kim saem, orang itu adalah Kim saem ia sendirian. “Oh saem? Bergabunglah dengan kami,” ajak Jinyoung. “Aniyo, aku tidak ingin mengganggu kalian berdua,” balas Kim saem. “Apakah kalian berdua pacaran?” tanya Kim saem sedikit pelan. “Aniyo, kami hanya sunbae dan hoobae,” jawab Jinyoung. “Ah benarkah, Yongra-ya kau sangat beruntung jika mendapatkan Jinyoung,” goda Kim saem, Yongra hanya tersenyum sedikit tertawa. “Ya! Saem berhentilah, ayo bergabung dengan kami,” ajak lagi Jinyoung. “Aniyo, nikmatilah. Aku pergi dulu,” pamit Kim saem. “Ne saem,” balas Jinyoung.

 

***

Apartement| Sehun asik bermain playstation sendiri. “Aishh,” dan pada akhirnya ia kalah. Lalu ia melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. “Anak itu belum pulang juga,” ujar Sehun, lalu ia pergi ke dapur untuk mengambil bubble tea yang dibeli nya tadi. ‘ting’ suara pintu terbuka, siapa lagi kalau bukan Yongra. “Kau dari mana saja? Apa kau bersama Jinyoung?” tanya Sehun pada Yongra yang baru datang. “Bukan urusanmu sunbae,” jawab Yongra, ia bergegas ke kamarnya. “Kenapa kau pergi dengan Jinyoung?” tanya lagi Sehun menahan tangan Yongra, lalu Yongra melepasnya dengan paksa. Lalu Yongra pergi ke kamar ‘brakk’ pintunya ditutup oleh Yongra. Sehun menjatuhkan tubuhnya di sofa, “Akhh, pasti ia mengira kalau aku tadi pergi juga bersama Nara,” ujar Sehun.

Kamar| “Apa urusannya dia menanyakanku seperti itu? Apa dia tidak sadar jika ia melakukan hal yang sama denganku, dia pasti jalan bersama dengan Nara sunbae. Hati dia kan hanya milik Nara sunbae,” Yongra mengomel sambil membereskan kamar mereka, lalu ia mengambil baju dan mandi.

Setelah mandi ia mengerjakan tugas sekolah, lalu ia tidur. ‘ceklek’ Sehun membuka pintu kamar, ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Yongra sudah tidur dengan nyenyak, sepertinya ia kelelahan jalan-jalan di mall tadi. Saat ini Yongra tidur menghadap Sehun, “Tunggulah aku,” ujar Sehun, sambil memperhatikan Yongra.

 

Sekolah| Pagi ini Sehun berangkat lebih pagi. Yongra sedang jalan memasuki gerbang, “Hmm pantas saja berangkat pagi, ia pasti menjemput perempuan itu,” ujar Yongra, yang tak sengaja melihat Nara turun dari motor Sehun. Dan ternyata Sehun juga melihat Yongra saat ia sudah berlalu.

 

Ruang olahraga| Saat ini jam olahraga kelas Yongra dan Sehun, kelas mereka kalau olahraga memang bersama. “Oh my gosh, apakah jam olahraga kita tidak bisa diubah?” Yongra mengomel karena melihat Sehun dan Yongra berduaan lagi. “Mwo?” bingung Jihee, ia mengerti lalu mencari sekeliling pemandangan yang membuat Yongra berbicara seperti itu. “Oh, apa kau sampai saat ini belum bisa melupakannya?” tanya Jihee. “Entahlah,” jawab Yongra membanting bola yang dipegangnya, lalu ia pergi untuk istirahat sepertinya. “Yongra-ya!”jerit Jihee, ia berniat mengejar Yongra tapi “Chagiyaa,” panggil Jongin jalan menuju arah Jihee. “Eoh? Oppa,” balas Jihee, ia tidak jadi mengejar Yongra.

Yongra sedang meneguk air minumnya, “Bagaimana bisa aku melupakannya, sepanjang waktu aku selalu melihat wajahnya,” ia mengomel lagi, “Yongra-ya,” sapa Jinyoung, ia memang sekelas dengan Sehun. Yongra melihat Jinyoung yang sudah duduk disebelahnya, “Kau seperti lagi kesal, wae?” tanya Jinyoung. “Tidak apa-apa sunbae, aku hanya lelah. Besok jadi kan?” tanya Yongra merubah topik pembicaraan, “Jadi, nanti temani aku lagi memesan kue oke? kemarin aku lupa,” ajak Jinyoung. “Oh iya, kita kemarin melupakan kue nya. Arraseo,” balas Yongra, tak sengaja lagi ia melihat Sehun tertawa bersama dengan Nara dengan bahagianya. “Sunbae, aku permisi dulu disini sangat panas sekali aku ingin keluar,” ijin Yongra, Jinyoung tidak bisa ikut karena ia belum pengambílan nilai. “Baiklah,” balas Jinyoung. Yongra sedang berjalan keluar, tapi ia seperti memegang keningnya “Aigoo, kenapa pusing sekali,” ujar Yongra, dan ternyata Jinyoung mendengarkannya “Yongra-ya, gwenchana?” tanya Jinyoung dari jarak yang agak jauh, tak ada tanggapan dari Yongra. ‘Gubrakk’ Yongra jatuh pingsan “AIGOO!” jerit semua orang yang melihat Yongra, “Yongra-ya!” jerit Jinyoung, lalu menghampiri Yongra. “Bawa dia ke UKS, cepat!” perintah Jung saem. Sehun yang melihat kejadian itu berniat untuk membawa Yongra ke UKS, tapi ia ingat bahwa ia sedang bersama Nara, ia urungkan niatnya. Lalu Jinyoung langsung mengangkat Yongra menuju UKS, “Yongra-ya, kau kenapa?” tanya Jihee khawatir, lalu ia ikut ke UKS.

 

UKS| Jinyoung, Jihee, dan Hyemi pengurus UKS sedang berusaha membangunkan Yongra. “Ireona Yongra,” kata Jihee pelan. Akhirnya setelah 1 menit, Yongra sadar. “Apa yang terjadi denganku?” tanya Yongra lirih. “Kau tadi jatuh pingsan,” jawab Jinyoung. “Sepertinya kau darah rendah, nanti akan ku tensi,” jelas Hyemi. “Jihee-ya, aku harus kembali ke ruang olahraga. Jaga Yongra,” pinta Jinyoung. “Oh ye sunbaenim,” balas Jihee, lalu Jinyoung pergi. “Aigoo, kau kenapa Yongra-ya?” tanya Jihee khawatir. “Gwenchana, aku hanya sedikit pusing,” jawab Yongra pelan. “Baiklah kau istirahat saja dulu disini, aku juga belum pengambilan nilai. Kau disini bersama Hyemi ok? Aku nanti akan kesini lagi,” jelas Jihee, Yongra membalas dengan anggukan dan senyuman.

Hyemi sudah selesai memeriksa tekanan darah Yongra, “Benar, kau mengalami tekanan darah rendah. Aku akan membelikanmu makanan dulu, dan nanti akan kuberi obatnya,” ujar Hyemi, lalu ia pergi ke luar UKS. Saat ini di UKS hanya Yongra sendiri, karena sangat pusing ia memejamkan matanya. “Kau kenapa?” tanya seseorang tiba-tiba, membuat Yongra terkejut. “Untuk apa sunbae kesini? Tidak usah sok-” Sehun meletakkan telunjuknya di mulut Yongra. “Jawab saja apa yang kutanyakan,” ujar Sehun. “Aku hanya darah rendah,” jawab Yongra, lalu ia bangun dan mengambil minum yang sudah disediakan Hyemi. “Cepatlah sunbae pergi dari sini, jangan sampai orang lain melihat apalagi Nara sunbae. Pergilah,” perintah Yongra. “Biarkan aku disini dulu, aku ingin menjaga-,” Sehun menggantungkan kalimatnya, “Calon istriku,” bisik Sehun diiringi cengirannya. “Aishh, cepatlah pergi sunbae. Nanti kalau ada yang lihat mereka akan salah sangka,” ujar Yongra. “Salah sangka apanya? Salah sangka kalau kita memiliki hubungan? Kan memang benar kita memiliki hubungan,” balas Sehun, yang membuat Yongra semakin kesal dan bertambah pusing. “Hmm, terserah sunbae. Aku tambah pusing mendengarkan omongan sunbae,” ujar Yongra, lalu merebahkan kembali tubuhnya. “Baiklah, aku akan pergi,” jawab Sehun, lalu ia keluar dari UKS.

 

Kantin| Sehun dan Nara sedang makan bersama, “Nanti jadi kan Sehunnie?” tanya Nara, Sehun tidak menjawab. Ia melamun dengan menyunyah makanannya dengan pelan. “Sehunnie?” Nara melambaikan tanganya di depan wajah Sehun, “Eoh? Mian, kau tadi bicara apa?” tanya Sehun, Nara sedikit kesal “Kau ini, nanti jadi kan?” tanya lagi Nara, “Oh jadi, tapi sepertinya aku harus pulang dulu,” jawab Sehun. “Wae?” tanya Nara, lalu minum ice tea nya. “Ada sesuatu yang tidak bisa aku tinggalkan,” jawab Sehun sambil membersihkan mulutnya dengan tisue. “Baiklah gwenchana,” jawab Nara. “Permisi sunbaenim, josongeo. Nara sunbae dipanggil Kim saem untuk ke ruang guru,” ujar seorang hoobae laki-laki. “Baiklah, terima kasih,” kata Nara, “Ne sunbae,” balas hoobae itu, lalu pergi. Nara menyelesaikan makannya, “Sehunnie, aku akan ke ruang guru,” kata Nara, lalu berdiri. Sehun membalas dengan anggukan.

 

Ruang Guru| Lebih tepatnya di meja Kim saem, sudah ada Nara dan Jinyoung. “Apa kalian sudah tau kenapa saya memanggil kesini?” tanya Kim saem. Jinyoung dan Nara menggelengkan kepalanya, itu berarti mereka tidak tau. “Baiklah. Park Jinyoung kau anak yang pandai dalam pelajaran matematika. Dan Kim Nara kau pintar dalam bahasa inggris. Jadi sekolah akan mengirimkan kalian untuk ikut olimpiade,” jelas Kim saem. “Memang nya kapan saem?” tanya Jinyoung. “Bulan depan. Ini kan masih minggu pertama, jadi waktu kalian belajar ada 3 minggu.” jawab Kim saem sambil melihat kalender. “Apa nanti akan ada yang membimbing kita saem?” tanya Nara. “Nanti ada, kalian akan mendapat bimbing 3 kali seminggu. Dan itu akan dimulai hari ini, waktu terserah kalian apa mau saat istirahat atau pulang sekolah” jelas Kim saem. “Baiklah saem,” balas Jinyoung.

 

UKS| Yongra sudah makan dan meminum obat yang diberikan Hyemi, “Hyemi-ssi, apa dia sudah diberi obat?” tanya Jihee yang baru datang dengan Jongin. “Sudah,” jawab Hyemi. Yongra yang mendengar suara Jihee terbangun. “Yongra-ya apa kau sudah membaik?” tanya Jongin. “Sudah sunbae,” jawab Yongra. “Apa kau sudah makan? Kalau belum, aku akan membelikanmu makanan,” tanya Jihee khawatir dengan keadaan temannya. “Aku sudah makan Jihee-ya, tadi Hyemi sudah membelikannya,” jawab Yongra. “Syukurlah, kalau begitu kau harus istirahat sekarang. Nanti kau pulang bagaimana?” tanya Jihee. “Nanti aku minta jemput appa,” jawab Yongra. “Baiklah, nanti akan kubawakan tas mu kesini. Aku balik ke kelas yaa,” pamit Jihee, lalu keluar dengan Jongin. “Yongra-ssi, aku tinggal ya. Aku harus masuk jam pelajaran Lee saem,” kata Hyemi. “Ne, gwenchana,” balas Yongra. Hanya selang beberapa menit, Sehun masuk ke UKS. “Aishh orang itu kesini lagi, kenapa Jinyoung sunbae tidak kesini,” gumam Yongra yang melihat kedatangan Sehun. “Jangan pasang muka tidak suka seperti itu melihatku datang,” ujar Sehun lalu duduk dan tiba-tiba ia memegang tangan Yongra ‘degdegdeg’ itu yang dirasakan Yongra. “Kau tidak memakai cincinya,” kata Sehun, “Hah? Memangnya sunbae memakainya?” tanya Yongra, lalu melepaskan tangannya dari Sehun. Sehun menunjukkan cincinnya, “Waktu itu aku tidak pakai karena aku lupa bukan karena sengaja. Aku berangkat terburu-buru, cincinnya aku letakkan di meja belajar,” jelas Sehun tentang yang waktu itu. Yongra hanya diam, “Pakailah cincinmu,” pinta Sehun. “Apa arti cincin itu?” tanya Yongra, saat ini ia berani menatap Sehun. “Artinya-” “Yongra-ya,” ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, karena seseorang memanggil Yongra dari pintu UKS. Sehun langsung berpura-pura sedang mencari suatu obat, “Dimana obat itu?” ujar Sehun. “Eoh? Sehun? kau disini, kau tidak masuk jam Kim saem?” tanya Jinyoung. “Nanti aku masuk, lagian hanya diberi tugas. Aku kesini mencari obat sakit perut,” jelas Sehun, lalu Jinyoung mendekat. “Untuk apa kau kesini?” tanya Sehun, Jinyoung sibuk membantunya mencari obat. “Aku kesini untuk melihat keadaan Yongra dan aku juga sudah menyelesaikan tugasku. Ini obatnya,” jawab Jinyoung, lalu memberi obatnya pada Sehun. “Gomawo,” balas Sehun, lalu ia berlalu. “Apa kau sudah membaik, mian aku baru bisa kesini lagi,” ujar Jinyoung, lalu ia duduk di kursi yang diduduki Sehun. “Aku sudah membaik. Gwencahana sunbae,” balas Yongra diiringi senyuman. “Sepertinya nanti aku tidak bisa mengantarmu mencari kue sunbae,” ujar Yongra. “Gwenchana, aku mengerti. Aku juga nanti ada bimbingan olimpiade, kau pulangnya bagaimana?” tanya Jinyoung. “Nanti aku minta jemput saja,” jawab Yongra. “Oh baiklah,” balas Jinyoung.

 

Kelas Sehun| Sehun sedang sibuk mengerjakan tugasnya tapi tidak dengan hasilnya sendiri, ia menyalin milik Junmyeon. Nara menghampiri Sehun, “Sehunnie,” sapa Nara, Sehun masih mengerjakan tugasnya. “Ah selesai. Wae?” tanya Sehun. “Sepertinya hari ini kita tidak jadi, aku harus bimbingan olimpiade,” jawab Nara. “Kau ikut olimpiade? Yasudah, kan masih banyak hari. Kau harus fokus belajar untuk olimpiade itu,” balas Sehun. “Tapi aku ingin jalan bersamamu,” ujar Nara. “Kim Nara, kau harus bisa membanggakan orang tuamu dan sekolahan,” kata Sehun sambil memegang bahu Nara, lalu ia pergi untuk mengumpulkan tugas.

 

Halaman Sekolah| Jihee bersama Jongin mengantarkan Yongra duduk di bangku taman depan sekolah, “Apa kau benar sudah menghubungi appa mu?” tanya Jihee memastikan. “Sudah Jihee-ya, cepatlah pulang,” pinta Yongra. “Baiklah, kau nanti harus istirahat dan jaga baik-baik dirimu,” kata Jihee, Yongra mengangguk. “Aku pulang, annyeong,” pamit Jihee. “Annyeong,” balas Yongra.

Setelah Yongra melihat kalau Jihee dan Jongin sudah benar-benar pulang, ia berdiri lalu berjalan untuk pulang. Sebenarnya, ia tidak meminta jemput pada appa nya. Percuma saja, pasti appa nya akan mananyakan ‘kenapa tidak bersama Sehun?’ lebih baik ia naik bus.

Saat Yongra sedang berusaha membawa tubuhnya yang sebenarnya masih sedikit pusing, seseorang telah menahannya untuk pulang dengan menarik tangannya. Yongra menoleh ke belakang, “Apa kau yakin bisa pulang sendiri? Michyoseo” tanya Sehun.

TBC

12 thoughts on “Wait For Me (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s