Love in Winter (Chapter 6)

(sambungan dari chapter 5)

To: My dearest Song Jae Ah

Hai, Jae Ah. Beberapa hari lagi kau akan kembali ke Seoul, bukan? Sebelum kau kembali ke Seoul, aku ingin menyampaikan surat ini untukmu.

Kau sudah tau kan, kalau aku mencintaimu? Sebenarnya aku bisa saja menjadikanmu sebagai milikku, dan bahkan menikahimu. Tetapi aku minta maaf, aku tidak bisa melakukannya. Aku memiliki alasan tersendiri, yang tak bisa kujelaskan kepadamu.

Selamat atas keberhasilan yang telah kau raih di kota ini, dan semoga kau tetap sukses. Jaga dirimu baik baik. Dan satu lagi, aku akan muncul setiap musim dingin. Jadi, kalau kau ingin meiyamuiku, datanglah ke kota ini pada saat musim dingin.

Gamsahamnida…..

From: Oh Sehun

Jae Ah pun terharu setelah membaca surat yang diberikan oleh Sehun. Teringat saat saat pertama ia mengenal Sehun. Ia langsung berlari ke kamar dan menangis sejadi jadinya.

Sesampainya di kamar, ia memandangi tanah bekas rumah ahjumma-nya, dan bekas rumah Sehun. Kini, tanah tersebut hanya dipenuhi oleh salju, dan bahkan warga sekitar menganggap tanah tersebut angker. Yang tertinggal hanyalah kenangannya bersama Sehun dan ahjumma-nya yang sudah meninggal.

Sementara itu, Myungsoo yang tadinya berada di ruang tamu langsung mengunjungi Soojin. Satu bulan lagi, ia akan mengadakan acara pelamaran resmi kepada calon istrinya itu. Tentu, Soojin sangat senang mendengarnya. Mereka berencana melakukan pelamaran resmi dan pesta pernikahan di Seoul, agar Jae Ah dapat menghadiri pesta mereka.

Dua hari kemudian……

Jae Ah Point of View:

Aku mengunjungi taman dimana aku bertemu dengan Sehun oppa saat awal musim dingin. Kulihat taman tersebut ramai, sama seperti waktu aku berjumpa dengannya. Salju mulai berkurang, dan kulihat pohon yang semulanya tak berdaun mulai ditumbuhi sedikit daun.

Kusingkirkan butir butir salju yang terdapat di kursi taman yang kududuki, dan aku mulai mengingat kenanganku bersama Sehun oppa . Ketika aku melihat senyumannya, tatapannya, dan sentuhannya saat ia menyentuh rambutku untuk yang pertama kalinya.

“Jae Ah? Nanti sore kau akan pulang, kan? Jam berapa kau akan kuantar ke stasiun?”, Tanya Myungsoo oppa yang tiba tiba membuyarkan lamunanku.

“Eh….iya, . Kira kira jam empat sore”, Jawabku.

“Jam empat sore? Kau belum berkemas-kemas sama sekali kan?”, Tanya Myungsoo oppa lagi.

“Oh iya…..aku lupa. Sekarang aku akan bereskan semuanya”, Ujarku sambil beranjak meninggalkan bangku taman.

“Kau pasti masih memikirkan Sehun ya? Sudahlah, mungkin ‘wujudnya’ akan datang setiap musim dingin. Tahun depan saat musim dingin kau main saja kesini”, Ucap Myungsoo oppa .

*backsound: Lee Taeil-Where are you*

Author Point of View:

Jae Ah pun kembali ke rumah untuk berkemas kemas. Ia mengambil semua barang miliknya di lemari, sambil sesekali mengusap air matanya yang jatuh. Sampai akhirnya, tidak sengaja ia meraba sesuatu yang terselip di lemari pakaian itu. Bentuknya persegi, dan ada bagian yang terbuat dari kaca. Jae Ah pun mencoba mengambil benda tersebut.

Setelah ia mengambilnya, ternyata benda tersebut adalah bingkai foto yang sudah berdebu, dan saat Jae Ah meniup debu tersebut, ternyata isinya adalah fotonya bersama Sehun. Jae Ah pun langsung memeluk foto tersebut erat erat sambil terduduk di depan lemari.

Beberapa jam kemudian…..

Soojin memanggil Jae Ah dari luar kamar. Ia pun menyahut dan segera keluar dari kamar untuk menghampiri Soojin.

“Jae Ah, sekarang kau ganti baju, iya? Barang barangmu sudah tidak ada yang tertinggal di kamar kan?”, Tanya Soojin.

“Oh, iya eonnie. Semuanya sudah kubereskan”, Jawab Jae Ah.

Tak lama kemudian, Jae Ah pun masuk ke mobil bersama Soojin dan Myungsoo. Ia bersiap siap berangkat ke stasiun. Jae Ah merasa keberatan kalau ia harus meninggalkan kota itu. Ya, kota dimana ia dipertemukan dengan seseorang yang ia cintai. Biarpun hanya setengah tahun, tapi waktu yang cukup singkat itu membawa pengalaman yang berharga bagi hidupnya.

Selama di perjalanan, Jae Ah bercakap cakap dengan Soojin dan Myungsoo. Dan yang menjadi topic pembicaraan mereka adalah Sehun.

“Sudahlah, Jae Ah. Aku tau kau merasa kehilangan Sehun, tetapi kudoakan kau akan mendapatkan laki-laki yang baik sepertinya. Di Seoul pasti banyak namja yang seperti Sehun, tinggal menunggu waktu saja”, Ucap Soojin menenangkan.

“Benar kata Soojin. Jangan sedih terus, pasti kau bisa menemukan penggantinya”, Sambung Myungsoo.

Jae Ah pun berusaha berhenti menangisi Sehun. Ia mengusap air matanya, lalu tersenyum. Sesekali ia menatap langit yang ada diluar sana, berharap Tuhan meiyampatkan Sehun di tempat yang paling indah.

Waktu terus dan terus berjalan, hingga akhirnya Jae Ah tiba di stasiun. Soojin dan Myungsoo ikut mengantarnya sampai ke dalam. Karena keberangkatan Jae Ah hanya tinggal menghitung menit, Jae Ah pun sudah buru buru menuju tempat dimana ia akan berangkat.

Jae Ah Point of View:

Ini adalah saat saat terakhirku menginjakkan kaki di kota ini. Harapanku, aku bisa kembali ke kota ini untuk meiyamui Soojin eonnie, dan mungkin bertemu dengan ‘Sehun ’ yang sampai sekarang tidak jelas dimana keberadaannya.

Sebelum aku naik ke kereta, aku berpamitan dengan Soojin eonnie dan Myungsoo . Mereka bilang, mereka akan datang ke Seoul bulan depan, yaitu saat mereka melakukan lamaran. Semoga aku dapat hadir dalam acara lamaran itu, sehingga aku dapat bertemu keduanya.

Beberapa saat kemudian……..

Aku sudah masuk ke kereta dan kendaraan sudah mulai bergerak meninggalkan kota yang indah ini. Semua kenanganku bersama Soojin eonnie, Victonia ahjumma, teman teman kerjaku, bahkan dengan Sehun  dan keluarganya tiba tiba muncul di benakku. Aku yakin, aku bisa bertemu dengan mereka lagi.

Seperti yang dikatakan Soojin eonnie, ia akan mendoakanku agar menemukan laki-laki yang seperti Sehun . Sekalipun setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, tapi aku yakin akan menemukannya. Entah kapanpun dan dimanapun itu, semuanya sudah diatur oleh Tuhan.

Musim dingin kali ini memang musim dingin yang paling mengesankan. Aku teringat Sehun oppa, dan sesaat kumainkan cincin pemberiannya yang  melekat indah di jari manisku ini.

 

Iklan

2 thoughts on “Love in Winter (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s