You Are (chapter 1)

Haruskah aku menyerah? Menyerah mengharapkannya? Menyerah mencintainya? Yang selama ini memberi warna dihidupku.

 

Aku tahu kalau aku tak normal. Dalam hal apapun. Yang mengidolakan girlband bukannya boyband. Dan menyukai namja bukannya yeoja. Sebenarnya aku juga tak mau hidup begini. Menjadi tak normal.

 

Sering ku berpikir dan mencoba menjadi normal. Awalnya berhasil tapi, semua yang kulakukan goyah sudah hanya karena dia. Ya dia Park ChanYeol.

.

.

Cause you are naege naerin biccgwa

You are neomu goun kkumgwa

Ilgop bicceuro on sesangeul

Deo areumdapge muleuryo

Eonjena yeah U R

.

.

~*_You Are _*~

 

Rating : PG-14

Cast : Byun BaekHyun, Park ChanYeol, Oh Sehun, dll

Genre : Yaoi, School life, Hurt, Romance, Sad, dll

Type : Chapters

Note : Italic = flashback/inner

Warning : TYPO(s), green, little bit nc. Dll

a/n : ff ini bergenre YAOI jadi yang gak suka harap jangan bash gue ye. Dan ff ini gue bingung mo pairing yang mana aslinya sih mau baekhun setuju kaga? Yaudah dari pada lama-lama mending lanjut baca ye.

.

.

Enjoy your self

.

.

Jung IlChun © 2016 Present

.

.

.

 

Berawal dari aku yang harus pindah ke Seoul karena orang tuaku bekerja disini dan aku yang sering ditinggal membuat mereka sering khawatir jadi mereka memutuskan supaya aku ikut dengan mereka kesini. Tapi bagiku sama saja karena akupun harus tinggal sendiri di flat kecil yang kusewa. Awalya mereka tak setuju namun setelah aku menjelaskan pada mereka bahwa aku ingin mandiri, akhirnya mereka setuju asalkan jika aku kekurangan uang, aku diharuskan meminta uang pada mereka. Aku pun mendaftar di sekolah baru yang cukup dekat dengan flat ku. Dan aku diterima dikelas unggulan yaitu 10-1. Yup betul pada saat itu aku masih di senior high school.

 

Perkenalan pun dimulai. Memang cukup banyak yang menaruh minat padaku. Tetapi karena sifatku yang penyendiri dan susah untuk bersosialisasi, maka mereka menganggap aku sombong.

 

Seohyun songsaenim menyuruhku untuk duduk dibangku paling depan. Hanya sendiri karena disini sekolah favourit maka meja dan kursi per-siswa hanya satu dan tidak berpasangan.

 

Aku merasa takut sekali pada saat itu. Yang mana aku tidak mengenal siapapun dikelas itu. Sambil berjalan, aku melihat semua siswa yang berada dikelas ini. Dan aku terkejut karena ‘dia’ juga bersekolah disini. Tapi aku menahan semua pertanyaan yang bergejolak dikepalaku

.

.

“Kau yang sempat menghilang dari pandanganku dan hatiku tapi mengapa kau muncul lagi dihadapanku? Atau, aku yang malah tak sengaja menghampiri dirimu lagi?”

.

.

Jam pelajaran ketiga berakhir dan waktunya untuk beistrirahat. Aku yang sibuk mempersiapkan diri untuk pelajaran berikutnya kaget karena tiba tiba aku ditarik keluar oleh ‘namja’ itu. Entah mau dibawa kemana aku olehnya. Dan ketika sudah sampai di atap sekolah, dia menghentakku dengan keras. Ah… ternyata aku dibawa ke atap sekolah.

 

“Kau mau apa datang kesini?

“…..”

“Aku tanya sekali lagi mau apa kau datang kesini huh?”

“Te.. tentu saja a.. aku mau sekolah.”

“KEUNDE WAE KAU MEMILIH SEKOLAH INI HUH! MASIH BANYAK SEKOLAH LAIN YANG ADA DI SEOUL!”

“A.. Aku tak tau kau sekolah di..”

“Ah.. sudahlah terserah kau mau bilang apa aku tak peduli!”

 

Setelah ia mengatakan itu entah mengapa memori masa lalu terbayang dibenakku seperti kaset rusak. Kenangan yang manis itu hilang karena ‘ketidaknormalan’ ku. Aku menyesal karena pernah kehilangan memori manis tersebut. Aku berjanji tak akan pernah melakukan kesalahan yang sama.

.

.

“Janji adalah janji. Kau tak akan pernah tau kapan kau akan menginkari janji itu. Atau malah kau bisa tetap mempertahakan janji itu sampai akhir hidupmu. Itulah manusia. Yang hanya bisa memprediksi, tapi tak tahu hasil akhir. Jika tuhan tak menghendaki, prediksi itu tak berarti apa-apa lagi.”

.

.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Sudah 3 bulan aku bersekolah disini dan hanya satu orang yang mau berteman denganku. Kim Minseok namanya. Sebetulnya aku tidak menganggapnya teman karena dalam hidupku tak ada namanya teman. Menurutku teman adalah pemeran pembantu dalam hidupku yang tak berguna ini.

“Hyun-ie kau mau kekantin? Ayo bersamaku kutraktir kau hari ini. Apa saja yang kau mau kubelikan. Kajja hmm?”

“Kau saja.”

“Mmm… ayolah aku tak mau kalau harus sendiri. Jebal ne ne ne?” Mohonnya seperti anak kucing.

“Sama Jongdae saja sana. Aku mau ke perpustakaan dulu.”

“Eh eh tapi.. ye malah main kabur aja.”

 

Lagi lagi moodku rusak karena Minseok. Karena malas ke perpustakaan kuputuskan untuk ke atap sekolah, lumayan cari angin.

 

Tapi nampaknya keputusanku salah.  Ternyata ada orang lain disini. ‘Dia’ menatapku dengan tajam begitu aku membuka pintu atap sekolah. Jadi, kuurungkan niatku untuk keatap. Tapi sebuah suara menginstruksiku untuk berhenti.

“Keluarlah. Aku yang akan masuk”

“Anieyo. Kau disana saja biar aku yang pergi.”

Aku langsung pergi setelah semua kata meluncur dari bibirku selesai. Tapi belum sempat aku mengangkat kakiku, sebuah tangan kekar mencekalku.

“keluarlah. Lagi pula ada yang harus kubicarakan dengan mu.

Dan mau tak mau, suka tak suka, kuharus mengikuti permintaannya. Atau kusebut saja perintahnya?

.

.

Jika kau tak suka mengapa kau lakukan? Jika kau tak mau mengapa kau kerjakan? Jika hanya kau ingin membuatku senang sementara kau sedih itu juga tak berarti apa-apa buatku. Cukup seperti ini bisa membuatku senang.

.

.

“Aku merindukanmu.”

Dua kata. Ya, dua kata yang terdengar indah ditelingaku. Tapi, apakah itu hanya sekedar ucapan tanpa ia merasakannya?

“Aku tau kau bohong. Berhentilah mengucapkan kata menjijikkan itu. Kumohon”

“Apa maksudmu menjijikkan? Oh, apa kau mencoba membalikkan kata-kat…”

“STOP!”

 

Aku tak tahan lagi mendengar ocehannya. Dengan segera aku menghentakkan tangannya dan menuruni tangga secepat yang aku bisa.

 

Ketika aku mencoba mencoba menengok kebelakang sambil berlari, tanpa sadar aku menabrak tubuh seorang namja. Akupun kehilangan keseimbangan dan akhirnya…

.

.

.

T

.

B

.

C

.

.

.

JUST KIDDING :v

.

.

“Mmm.. Baekhyun-ie?”

Hah, aku kok gak pingsan? Kok aku juga nggak ngerasa sakit?’ batinku. Akupun mencoba membuka mata dan..

 

“Eh, Gamsaamnida eung..”

“Sehun, Cho Sehun imnida.”

“Oh, ne. Gamsahamnida Sehun-ssi. Mm.. kau bisa melepaskanku?”

“Eh, Mianhae Baekhyun-ie.”

 

Tanpa membalas perkataannya, akupun pergi menuju kelas.

.

.

Kalau ini takdirnya mau dibuat apa? Kita tak akan bisa merubah takdir kecuali dengan satu cara. Berdoa. Jika tak berdoa, usahamu akan sia-sia bukan? Tapi jika kau hanya berdoa tanpa melakukan apa apa itu juga akan sia sia

.

.

Sebenarnya aku bingung. Kenapa Sehun bisa mengetahui namaku? Eh, tapi dia dari kelas mana ya?

“Kau tak apa Hyun-ie? Mukamu pucat.” Ya begitulah pertannyaan Minseok padaku.

“Mm.. gwaenchana.”

“Kau sangat pucat begitu masih bisa bilang tak apa? Kajja! Kuantar kau ke UKS.”

“Aniya. Nan gwaencha. Keunde, kau tau yang bernama Cho Sehun? ”

“Heol. Kau tak tau siapa itu Cho Sehun?”

“Mmm.. ani. Memang dia siapa?”

“Hah~” kudengar ia menghela nafas. “Cho Sehun itu termasuk trio bangsat”

“Trio bangsat? Siapa mereka? Kenapa namaya bangsat? Ada ada saja kau ini.”

“Heol~ kau ini benar benar kudet ya. Trio bangasat itu murid sekolah sini yang berhasil mendapat beasiswa modeling. Apa kau punya majalah dirumah? Dan jika kau bertanya kenapa namanya bangsat, ya kau tau lah sifat ‘playboy’”

“Ani.”

“Heol~ kau ini kudet tingkat akut ya. Tapi itu tak penting. Yang penting sekarang, kenapa kau tanya soal Sehun?”

“Oh.. ani. Cuma penasaran aja tadi banyak yeoja yang membicarakan dia.”

“Oh itu. Tak heran karena ada gosip yang menyebar tadi.”

Awalnya aku tak tertarik dengan pembicaraan ini. Tapi, kalau dapat berita hangat, kenapa harus ditolak(?) “Memangnya gosip apa?”

“Sini mendekatlah.”

Aku mendekatkan telingaku untuk mendengar ia berbicara. “Sebenarnya, Cho Sehun akan dijodohkan.”

“Hanya itu?” Minseok pun hanya menggeleng. Lalu isyarat tangannya menyuruh aku untuk mendekat.

“Dia akan dijodohkan dengan anak tunggal dari pendiri perusahaan Byun factory.”

Perasaankupun menjadi tak enak akan hal itu dan setelah mengatakan, “Dan dia namja.”

Seketika akupun pingsan.

.

.

.

T

.

B

.

C

.

.

.

 

안녕하세요 여러분! Aku adalah author freelance baru di wordpress ini dan semoga pada suka ya sama karya abal-abalku ini :v

 

Oh iya btw ff ini akan di publish di ffn atas nama author ya “Ilchun” jadi jangan anggap plagiat.

Aslinya mau aku upload disana duluan tapi karena ada beberapa masalah salah satunya internet positiv jadi ya aku upload disini baru kalau ada wifi lewat upload ulang.

Dan jika terjadi apa-apa misal mau ngepost ff ini diblog kalian, gunakan cr dan ijin dulu di bbm : 5A2DF6F7 dan fb : Rachmadi azhar fathoni seomates

Ok sekian basa basinya maaf ya jika ff ini pendek.

 

Inget orang yang dihargai orang lain adalah orang yang mau menghargai orang lain. Caranya?

REVIEW  JUSEYO^^

 

Iklan

One thought on “You Are (chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s