FIRE AND ICE (CHAPTER1)

FnI

Fire and Ice (Chapter 1)•

author : dey•

Chanyeol-Sehun(EXO)/Yura(oc)•

EXO OT12/etc•

fantasy/romance rate 13+/tragedi/etc•

disclaimer: cerita murni dari otak author yang sedikit kurang waras/? Tapi ada juga inspirasi dari film kartun disney Frozen, MV EXO Wolf dan Monster. Bagaimanapun jalan ceritanya ini hanya fiktif oke.. ingat fiktif.. begitupun dengan main cast atau suport castnya milik tuhan yme dan hati hati ya banyak typo yang berada dimana mana>< jadi keep reading yapp.. jangan lupa tingalkan jejaknya•

==========================================================================

“Kebakaraann…!!” Mata yang tadinya terpejam rapat terpaksa terbuka karena jeritan ketakutan yang terngiang jelas ditelinga sang gadis yang memiliki nama Kim Yura itu merasa bahwa dirinya sedang di alam bawah sadar dan bukan dialam sebenarnya. Gadis itu tak yakin dengan jeritan dari berbagai macam makhluk diluar sana sehingga ia tetap terdiam di tepi ranjangnya karena nyawa yang belum terkumpul sempurna “kebakaraan!!!” Lagi-lagi suara teriakan terdengar lagi dengan hentapan langah kaki yang bertanda banyak sekali orang yang berlarian ketakutan, kali ini mata Yura berhasil membulat sempurna bahwa dirinya sudah sadar karena ia bukan sedang di alam bawah sadar. Dengan mantel yang lumayan menghangatkan badannya, Yura berjalan menuruni anak tangga yang menyambung ke arah ruang laboratorium milik kakeknya yang berisi berbagai macam jenis hewan tak sehat alias sakit, yupp… kakeknya adalah seorang dokter hewan dan saat Yura pindah kemarin ke rumah barunya, kakek Yura kali ini tengah bertugas keluar kotakali dan Yura belum sempat menemui kakeknya dan malah hanya menemukan secarik kertas yang berisi tentang permohonan maaf tak bisa menyambutnya, dan Yura pun memahaminya dan berlagak acuh. Yura melihat sekeliling ruangan yang dipenuhi berbagai macam hewan yang saat ini tengah memandang Yura dengan mata sayu berharap tak ingin kehilangan nyawa karena lalapan api yang belum tentu bisa menyambar rumah milik kakeknya itu

“kami tak ingin mati” suara itulah yang tertangkap oleh telinga Yura yang dihasilkan oleh ular yang tengah tegap gagah, membuat Yura menghela nafas panjang dan berusaha menenangkan hewan disekitarnya. Yup.. itulah kelebihan Kim Yura yang bisa berbicara dengan hewan karena keturunan yang masih Yura tak mengerti bahkan teringat karena kakeknya memotong ingatan Yura agar tak terjadi traumah yang mendalam. Yura adalah manusia yang memiliki kelebihan lain bukan hanya berbicara dengan hewan saja, tapi Yura juga mempunyai kekuatan dari ibunya yang selalu menyiksa dirinya karena dengan kekuatan itu Yura harus menahan rasa sakit dari tangan dan dadanya yang tak dapat diprediksi kapan rasa sakit itu muncul, dan dengan kekuatan itu Yura selalu diperlakukan tak adil oleh orang-orang disekitarnya pada saat di kota tempat ia tinggal bersama bibinya, bahkan ia dipanggil Monster oleh banyak orang membuat Yura terpuruk, begitupun dengan bibinya yang memperlakukan Yura seperti monster yang selalu mengurung Yura di kamarnya, karena kakeknya mengetahui bahwa cucunya diperlakukan tak adil, ia memutuskan untuk menyuruh Yura ke rumahnya yang lokasinya dekat hutan tetapi tak jauh dari pusat kota. Yura pun menyembunyikan kekuatannya dengan memasangkan syal dilehernya agar lambang kekuatannya tidak terlihat oleh banyak orang disekitarnya, karena lambang itu bisa bersinar kapanpun tanpa persetujuan darinya, begitupun dengan tangannya yang selalu dipakaikan sarung tangan agar kekuatannya tak keluar secara tiba-tiba, kekuatan yang dimiliki Yura adalah kekuatan es yang bisa membekukan apa saja yang ia sentuh karena tak mampu mengontrolnya dengan baik, tetapi kali ini Yura berusaha menyembunyikan kekuatannya dari masyarkat barunya dengan cara menutup dirinya untuk tak selalu mencolok dan keluar dari rumahnya, kecuali ada keperluan yang memang sangat penting yang membuat Yura harus keluar dari sarangnya, dan karena pusat kota tak begitu jauh dengan rumahnya sekarang, jadi ia masih merasa was was dengan incaran para pesuruh dari pemerintah yang akan mengurungnya dipenjara yang berlokasi digunung yang tak ada penghuninya, katanya sih agar tak banyak korban yang bejatuhan karena tangan Yura.

Yura mendelik ular didepannya yang saat ini tengah terkurung karena ada metode penyembuhan penyakit pada ular itu untuk bisa normal seperti yang lainnya

“ck.. api tak akan menyambar rumah kita bodoh.. bahkan bercak api nya pun tak terlihat dari sini” Yura membalas dengan omelan yang membuat ular itu tertawa

“Kau tak tau sekuat apa api itu?” Balas ular itu, Yura hanya mengangkat bahunya malas

“Bahkan jika api itu benar benar menyambar rumah ini aku bisa mengontrolnya” ujar Yura enteng

“Apa benar? Bahkan kau tak bisa mengontol kekuatan mu dengan sempurna” ujar kelinci di sebelahnya membuat Yura sedikit pesimis dengan perkataannya tadi,

 

“Kau benar” ujar Yura lemah menghela nafas

“Dan bahkan kau tak tau siapa penyebab yang membakar itu” ujar buaya di belakangnya membuat Yura mengerutkan dahinya tak mengerti

“Apa maksudmu? Penyebabnya bisa saja dari gas yang meledak atau api dari lilin yang membakar sesuatu” protes Yura tak mau kalah

“Terserah kau gadis keras kepala.. apa memang kau yakin yang terbakar itu rumah?” Balas ular lagi santai dan Yura hanya menaikan bahunya dan beranjak pergi meninggalkan rumahnya untuk melihat lokasi yang terbakar.

Yura berjalan mengikuti berkas cahaya api yang sepertinya cukup kuat dan begitupun dengan asap yang hitam pekat memenuhi langit yang memang hitam karena malam, Yura semakin penasaran apa yang terbakar dimalam hari yang sejuk ini. Langkah kaki Yura berhenti didepan lokasi yang terbakar yang ternyata adalah hutan yang kali ini sedang dilalap api seperti neraka, tubuhnya lemas dan matanyapun membulat sempurna melihat hutan yang tadinya indah kali ini dilalap api yang sangat besar itu. Sekali kali Yura mengerjapkan matanya berusaha meyakinkan bahwa yang ia lihat itu bukan halusinasi

“Yura? Sedang apa kau disini? Kau tak ingin mati kan?? Kajja kita pergi..” Seru gadis sebaya dengan Yura yang ternyata teman yang baru saja ia kenal kemarin bernama Youngie

“Nggg.. k-kau pergi saja dulu aku akan menyusul”

“Ck.. kau mau mati eoh.?? Aku akan menunggumu!” Youngie berlari ketakutan meninggalkan Yura yang kali ini kembali memandang hutan yang tengah terbakar. Yura kali ini memicingkan matanya setelah melihat sesuatu didalam kerumunan api di hutan itu

“Itu..?? Apa??” Gumam Yura pelan dan melangkahkan kakinya mencoba mendekati hutan itu, dan kali ini Yura terkesiap melihat ada seseorang sedang berlutut dengan menundukan kepalanya

“Dia manusia?? Ta-Tapi kenapa tangannya dipenuhi oleh api?” Rancau Yura frustasi “heeeyy.. kau?? Apa kau gila?? Kenapa kau diam di api besar seperti itu?”

Apa dia masih hidup? Tapi kenapa hanya tangannya yang terbakar?

 

==TBC==

Dedey berbacot/? :

Holaa *-*)/ author baru debut here 😂 makasih ya yang udah mampir buat baca ff gaje ini wkwk.. karena ini ff debut gue.. gue minta maap yak karena alur gaje atau typo yang tak dapat di prediksi:”)

Entah apa yang bisa bikin gue bikin ff bergendre fantasy ‘-‘a mungkin gegafa suka baca ff wolfnya kakak aouthor yang punya banyak kosa kata yang banyak maygaaat >< gue mah apa atuh.. baca buku jarang nganggur iya:’v #curhat

Komen ya para readers yang baik.. biar gue bikin part selanjutnya lagi dengan hati yang semangat ‘-‘)/ dan jangan lupa juga kritikan sama sarannya, biar di chapter selanjutnya bisa mendekati perfect *-* mohon yaaa…

Dan biar lebih deket kol mi Dedey yaap *-*)/ tengkyu peri mac/? *:

Iklan

3 thoughts on “FIRE AND ICE (CHAPTER1)

  1. Holla..
    Ficnya bgus. Cma nemu pggunaan “di” yg tdk tepat. Sbg preposisi,pnulisan yg benar adlh “di sekitarnya”, bkan “disekitarnya”. Udah, gtu aja keknya,aq jg krg pham EYD. But, nice fic. Keep writing 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s