MONSTER (Chapter 2)

CYMERA_20160604_220140

 Tittle : MONSTER

Author : stefioh (@stfexol)

Maincast : – Song Haejin (OC)

– Oh Sehun (EXO)

– Yoo Kihyun (MONSTA-X)

Genre : Sad, Hurt, Angst, Sadism, Romance & Gore

Rating : PG-17

Lenght : Chapter

Disclaimer : Ff ini saya buat berdasarkan imajinasi saya dan juga terinspirasi dari berbagai ff lain yang pernah saya baca. Jika ada kesamaan nama tokoh oc, atau bahkan alur cerita yang sedikit mirip itu sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Hargailah jerih payah author dengan cara memberi feedback jika kalian membaca suatu karya, karena menulis cerita tidak semudah membaca cerita. Jangan mengkopi atau memplagiat karya orang lain tanpa ijin, jadilah readers yang baikJ

Recomendation Song : B2ST – Clenching a Tigh Fist

 

 

 

MONSTER

 

 

Dengan satu tarikan, Kihyun memeluk tubuh kecil Haejin. Seakan menyalurkan perasaanya, Kihyun memeluknya begitu erat. Hal ini membuat Haejin sulit mencerna dengan apa yang terjadi, otaknya memerintah untuk menolak tapi seakan saraf motoriknya menjadi lumpuh.

Diluar sana, ada sepasang mata elang menatap tajam kearah dalam kafe yang dengan lampu temaram itu, meski begitu sesuatu yang terjadi didalam sana terlihat jelas olehnya, Oh Sehun.

 

 

Chapter 2 (It All Started)

 

Entah apa yang dirasakan Sehun, tak ada yang tahu bagaimana perasaanya. Secepat kilat Sehun berjalan kearah kafe dengan langkah lebar. Membuka pintu kafe dengan tidak sabaran, sehingga menimbulkan bunyi decitan yang memekakan telinga. Haejin segera melepas pelukan Kihyun, ia tidak tahu apa yang akan terjadi, sungguh hatinya dan pikirannya sangat cemas. Tanpa basa-basi lagi Sehun menarik tangan Haejin dengan sedikit kasar, tak memerdulikan eksistensi dari Kihyun, siapa peduli dengan kehadiranya sekarang. Meskipun pria itu sudah membuatnya jengkel, tapi sungguh Sehun bukanlah tipe orang yang suka melempar tinju, berkelahi.

“Tunggu! Siapa kau?” Kihyun menahan pergerakan Sehun yang mencoba membawa Haejin pergi dari tempat itu. Sehun menatapnya tajam, buku-buku tanganya semakin erat menggenggam tangan Haejin, dengan raut muka yang tak pernah Haejin lihat sebelumnya, Sehun berbeda.

“Aku kekasihnya” dengan dua kata itu, Sehun tanpa mengucap kata lagi melesat pergi dari sana sambil menarik tangan Haejin tak sabaran. Haejin tak melakukan penolakan apapun, ia benar-benar takut saat ini. Sampai dimobil, Sehun masih saja diam tak mengatakan apa-apa, Sehun sungguhan marah. Caranya mengendarai mobil juga tak terkendali, sangat cepat dan tak memperhatikan rambu. Haejin dibayangi rasa bersalah yang amat sangat, ingin ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tapi bibirnya terasa kelu, tak mau berkata.

“Sehun” dengan seluruh keberanianya Haejin mencoba memanggil nama Sehun, tak ada jawaban

“Sehun..” panggilan kedua juga tak dapat respon

“Sehun…” ketiga, Sehun masih tak merespon

“Ini semua tidak seperti yang kau pikirkan, Sehun. Aku tidak-“

“Diamlah!” Satu hentakan suara Sehun sangat keras, membuat Haejin terkejut. Baru kali ini Sehun membentaknya, rasa takut Haejin kian bertambah karenanya. Tapi bukan seperti ini yang Haejin inginkan, ia hanya sedang berusaha menjelaskan semuanya, ia hanya ingin mengatakan pada Sehun bahwa Sehun salah paham. Mata Haejin berkaca-kaca, terasa pedih, bibirnya sedikit bergetar menahan sesuatu, pikirannya sangat kalut sekarang.

“Sehun, tolong dengarkan-“

“KUBILANG DIAM!!”

Jantung Haejin bedetak semakin kencang, rasanya tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagimana perasaan Haejin saat ini. Matanya semakin pedih, air matanya mendesak akan keluar, tapi enggan. Haejin bahkan tak patut untuk menangis, karena semua ini kesalahannya. Ia hanya bisa tertunduk diam sambil mengepalkan tanganya yang sudah basah dengan keringat. Perjalanan pulang jadi semakin terasa jauh.

Sehun menghentikan mobilnya, bunyi decit akan rem dengan ban menggema keras diantara sunyinya malam. Kini mereka telah sampai didepan rumah sederhana, milik bibi Haejin. Keduanya masih terdiam, selama beberapa menit. Secara tiba-tiba Sehun keluar dari mobilnya dan menarik Haejin keluar dari sana juga, dengan sedikit kasar. Ingin mengeluhpun rasanya Haejin tak bisa, ia hanya diam mengikuti Sehun. Setelah itu tanpa mengucap sepatah katapun Sehun menumpaki mobilnya, melesat cepat tak memerdulikan Haejin yang hampir menangis disana.

Rasanya sudah tak bisa ditahan lagi, air mata Haejin sukses meluncur dengan isakan lirih. Wajahnya tertunduk, ia sungguh merasa bersalah. Terlalu kaget dengan sikap Sehun. Haejin berjalan menuju pintu rumah, suasana sudah sangat sepi, lampu rumah juga sudah dipadamkan itu tandanya bibi Haejin sudah tidur mungkin, Haejin berharap bibinya itu akan membukakan pintu. Haejin mencoba mengetuk pintu, dan memanggil bibinya. Berkali-kali diketuk tak ada respon sama sekali. Haejin masih belum menyerah, ia masih mengetuk pintu dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya.

Hampir setengah jam Haejin melakukan hal yang sama, mengetuk pintu. Tapi sunguh, bibinya tidak membukanya, bahkan merespon saja tidak. Bahkan Haejin tahu jika bibinya mendengar Haejin, seakan sengaja wanita itu membiarkan Haejin diluar saja, tega sekali. Akhirnya Haejin menyerah, bukan sekali dua kali kejadian seperti ini. Ini sebabnya Haejin takut jika pulang terlalu malam, takut akan tidur diluar dengan udara malam yang sangat dingin. Tapi bukan itu yang Haejin takutkan saat ini, ia masih memikirkan Sehun. Bagaimana Sehun, membentaknya dan bertindak kasar, Sehun sangat marah padanya. Haejin bingung ia harus bagaimana, Sehun sama sekali tidak mau mendengar penjelasan dari Haejin. Apakah akan berakhir seperti ini?

Haejin terduduk didepan pintu, memeluk kakinya dan menumpahkan segala kesedihanya. Ia menangis, suaranya lirih, memilukan. Ia sangat takut dengan kemungkinan yang akan terjadi. Baru saja ia memiliki semangat untuk menjalani hidup, baru saja ia merasakan bagaimana ada orang yang menyayanginya, menjaganya, baru saja ia merasakan yang namanya mencintai dan dicintai seseorang dengan tulus. Haejin baru pernah merasakan hal itu seumur hidupnya. Tapi apa secepat ini? Semuanya akan pergi meninggalkannya lagi, selalu saja seperti ini. Seolah Tuhan tidak membiarkan Haejin merasakan kebahagiaan barang sebentar. Hidupnya terlalu keras, terlalu berat untuk dijalani seorang gadis berumur 19 tahun. Terkadang Haejin merasa tak pantas untuk dilahirkan, ia bahkan tak dibutuhkan siapapun, orang-orang tak menginginkan keberadaanya. Sering dikucilkan masyarakat karena tak jelas asal-usulnya, bahkan bibinya sendiri mengatakan bahwa ia anak haram. Ia ingin marah, tapi tak tahu pada siapa. Haruskah Haejin marah pada Tuhan? Rasanya sangat tidak adil bagi Haejin. Seolah semua hal yang hina ada pada dirinya. Tangis Haejin semakin menjadi mengingat betapa menyedihkan hidupnya selama ini.

 

MONSTER

 

 

Kihyun masih saja mematung pada tempatnya, meski Haejin dan pria yang tak dikenalnya sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu. Pikirannya masih mencerna dengan apa yang terjadi barusan, Kihyun masih bertanya-tanya siapakah pria itu sebenarnya, apakah ia sungguhan kekasih Haejin. Lalu kenapa Haejin tak pernah menceritakan apapun yang berhubungan dengan itu. Perasaan aneh bersarang dihati Kihyun, mungkin ini yang dinamakan patah hati. Kihyun pernah merasakan hal seperti itu, tapi sungguhan tidak sesakit ini, apa karena rasa cinta pada Haejin begitu besar. Meski begitu, Kihyun tidak menghawatirkan bagaimana perasaanya saat ini, ia justru hawatir dengan Haejin. Apa yang terjadi padanya, apa dia baik-baik saja dengan pria itu. Rasa hawatirnya lebih besar dari pada rasa sakit hatinya. Dengan segera ia pergi dengan motornya, melaju secepat mungkin mencari keberadaan Haejin. Sampai ditempat yang sudah tak asing baginya, rumah Haejin, rumah bibi Haejin tepatnya. Seorang gadis terduduk memeluk kakinya didepan pintu, Haejin tentu saja. Kihyun hapal sekali perawakan Haejin diluar kepala. Melihat itu, hati Kihyun mencelos, ia merasa begitu prihatin melihat keadaan Haejin. Hidup gadis itu tidak mudah, selalu saja ada cobaan yang menghampirinya, maka dari itu Kihyun telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan selalu menjaga Haejin apapun yang terjadi.

Saat Kihyun turun dari motornya dan akan menghampiri Haejin, terlihat ada seorang pria tinggi dengan pakaian sebar hitam datang menghampiri Haejin dan membawa Haejin pergi. Tentu saja Kihyun tidak tinggal diam, ia berlari mencoba mengejar pria itu dengan sekuat tenaganya. Namun kalah cepat, pria itu pergi melesat dengan mobilnya. Kihyun berlari berbalik mengambil motornya, dengan cepat Kihyun mengejar mobil pria itu. Perasaan hawatir, cemas menyelubungi Kihyun saat ini. Ia benar-benar merasa bersalah, andai saja Kihyun tidak menahan Haejin pulang tadi. Andai saja Kihyun tidak menyatakan perasaannya tadi, pasti Haejin sampai rumah dengan selamat, pasti bibi Haejin masih membuka pintu untuk Haejin, pasti Haejin tidak akan mendapat masalah dengan pria tadi, pasti Haejin tidak akan tidur diluar. Semua ini salahnya, Kihyun menyesali banyak hal hari ini.

Disamping pikirannya yang sangat kacau, matanya juga fokus mengikuti mobil pria yang membawa Haejin tadi. Mobil itu melaju sangat cepat, saat diperempatan lampu merah Kihyun kehilangan jejak mobil tadi, apakah lurus, belok kanan, atau belok kiri. Kihyun merasa sangat frustasi sekarang, pikiranya kacau sekali, ia tak bisa berpikir jernih. Dengan mengikuti perasaanya, ia masih mencari keberadaan mobil itu, ia tidak akan menyerah begitu saja. Ia begitu hawatir dengan Haejin, pria yang membawanya tadi pasti bukanlah orang baik. Bagaimana jika Haejin disakiti, dijadikan budak, dijadikan pegawai seks, atau bahkan dimutilasi. Kihyun tidak sanggup membayangkan, hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi pada Haejin.

Waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari. Kihyun masih saja belum menyerah mencari Haejin. Kantung matanya terlihat jelas, raut muka yang begitu lelah dan pucat. Kihyun rasa ia akan gila sekarang, jika terjadi sesuatu dengan Haejin ialah orang yang patut disalahkan. Hatinya tak bisa tenang barang sebentar, cemas, lelah, dan rasa bersalah bercampur menjadi satu.

 

****

 

 

 

 

 

 

n/p: Terimakasih yang sudah baca chapter satu kemarinJ terimakasih yang sudah memberi komentar, baik kritikan maupun saran. Btw aku kasih recoment lagu diatas ya, biar readers pas baca bisa sambil dengerin lagu itu biar ceritanya lebih ngefeel dan makin greged wkwkwk. Oh ya, dulu aku itu pas awal-awal jadi kpopers aku beauty (nama fansnya beast/B2st) makanya nanti jangan heran kalo aku banyakan recoment lagunya b2st, soalnya lagu balad mereka itu ngena banget. Sampe sekarang juga kalo denger masih baper, apalagi suaranya yoseob ughhhhh~ (lah jadi curhat).  Oh ya, kemarin banyak yg nanya kihyun itu cewek apa cowok sih? nah loh, aduh oppaku yg unyu ga pemes jadi cedih TTTT kihyun itu cowok ya guys, dia lead vocalnya MONSTA-X, kan udah aku tulisin diatas. Suaranya bagus bgt (iyalah lead vocal) unyu2, manis bgt senyumnya, banyak makan, somplak, udah itu bantet lagi wkwk pokoknya kece parah. Tadinya sih karakter kihyun ini awalnya itu jongin, tp setelah dipikir2 kok kayaknya rada ga masuk sama visual dia, secara kan jongin badboy banget (apalagi pas diteaser monster sama lucky one kemarin ugh>.<) lah yg aku tulisin disini kan si cowok ini tulus, baik, dan ga ada kesan badnya sama sekali, cocok banget sama kihyun yg murah senyum. For your information aja ya, cerita belum masuk konflik yg sebenernya baru kronologi kejadian awal aja, jadi maaf klo kesanya jadi bertele-tele gini. Duh udah deh jangan kepanjangan, readers jadi males nanti. Sekali lagi makasih buat yg nunggu ff aku, maafkan typo, alur kependekan, ga sesuai harapan, scene kurang panjang dsb.

 

 

 

Bonusnya, aku kasih pict Yoo Kihyun

 

 

 

See Ya, stefioh

Iklan

5 thoughts on “MONSTER (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s