[Oneshoot] Miss Perfect

miss-perfect-close.jpg

By himawari

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : T

Cast : Kim Jongin, OC and other

Disclaimer : Posted in closerhimaexol.wordpress.com

Kim Jongin tercipta untuk menjadi pria pujaan semua wanita.

Dia bukan pangeran. Kim Jongin bukan pangeran yang memakai jubah kebesaran dan mahkota emas yang bertahtakan batu berharga. Jongin juga tidak membawa tongkat komando atau tombak kekuasaan keman-mana. Jongin juga bukan putra raja yang mewarisi kerajaan super mewah yang dibangun di pinggir danau seperti kastil Walt Disney.

Namun, Jongin dapat meluluhkan hati setiap wanita hanya dengan sebuah senyuman. Bukan sulap, bukan sihir. Itu fakta, dan aku adalah salah satu saksi hidup yang berani mempertaruhkan seluruh gajiku untuk ini.

Terlahir sebagai satu-satunya pejantan di keluarganya, Kim Jongin ditakdirkan menjadi seorang alfa. Capricorn type A. Menurutku pribadi yang terlalu percaya diri, cenderung angkuh dan sedikit bossy. Di sisi lain, wajahnya tampan, dengan garis wajah yang tegas dan tubuh semampai. Kulitnya cenderung gelap, tapi itulah nilai tambah yang tidak dimiliki laki-laki lain. Dia seksi, tipe yang diburu ratusan bahkan ribuan noona di luar sana, selain karena pembawaannya yang manly. Ah, pokoknya dia manis sekali.

Siapa yang bisa menolaknya? Karisma yang meluber sampai tumpah kemana-mana. Bahkan legenda mengatakan, karisma Jongin bisa membuat sungai Han meluap. Well, aku tidak sedang bermulut besar. Bahkan Nicole KARA menyukainya dan Hyoyeon SNSD ingin menari bersamanya. Saat dia mengangkat tangannya, Sakura berguguran, saat dia menggerakan satu kakinya, kuncup Lily bermekaran. Saat dia mulai menari, dunia pun menari bersamanya. Dan saat dia bernyanyi, eh, kapan ya Jongin bernyanyi?

Lupakan. Singkatnya, Kim Jongin sedang dalam fase kasmaran dan korban dari curahan hatinya adalah aku.

“Dia bagai Aphrodite. Tahu kan, dewi paling cantik di mitologi?”

“Satu sekolah menjulukinya Miss Perfect. Cocok sekali untuknya, dia, kan, memang sempurna.”

“Dia bahkan tidak mau secuil noda mengotori seragamnya atau membiarkan rambutnya yang sehalus sutera kusut.”

“Pokoknya dia sempurna dan hanya cocok dengan pria yang sempurna juga. Ya, sepertiku ini.”

Aku nyaris menyemburkan minumanku. Gayamu Jongin, sungguh kau sedang terbang sekarang. Haruskah aku memberi kakimu jangkar agar kau tidak menerobos atap dan merusaknya.

“Lalu, apa lagi yang kau tunggu, Romeo? Katakan padanya.”

Dan dengan sedikit dorongan yang ternyata berefek begitu dahsyat, esoknya Jongin bertekad mengutarakan perasaannya. Dia tidak melakukan ritual khusus, hanya mandi lebih lama, bercermin lebih lama, dan menuang parfum lebih banyak. Dia bahkan tak perlu repot-repot menyiapkan hadiah, saat aku bertanya kenapa …,

“Hadiahnya, kan, aku.”

Well, jawaban tadi memang sangat Kim Jongin.

Jongin mencegatnya di koridor sekolah, di bawah tangga yang hanya berjarak beberapa meter dari gudang. Tempatnya cukup sepi, terhalang dinding dan rimbunnya bungur kecil yang tengah berbunga. Sangat sempurna untuk menjadikan momen pengakuan itu tidak terganggu oleh makhluk-makhluk penebar gosip. Bermodal dirinya sebagai aset paling berharga dan kepercayaan diri setinggi puncak Himalaya, Kim Jongin siap mengadu keberuntungan meminang Julietnya untuk dijadikan kekasih.

“Soojung-ah.” Panggil Jongin sembari berpose menyender di dinding dengan kedua tangan bersembunyi di saku celana.

“Iya, kenapa Jongin?” sahut gadis itu seraya menghentikan langkahnya dan menghadapi Jongin.

Jongin nyaris terkena serangan jantung saat pujaan hatinya tersenyum manis ke arahnya. Aneh dan menggelitik. Sensasi yang selalu mengiringi perjumpaannya dengan Soojung. Seperti ribuan tawon, eh, kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya. Dan semua hal menjadi lebih indah saat gadis itu bersamanya.

“Ada yang ingin kukatakan kepadamu.”

“Apa itu? Katakan saja.”

Jongin menatap gadis itu tepat di netranya, sembari mengukir kurva dengan bibir penuhnya yang sensual. Ingin rasanya dia berguling-guling di lantai atau menari-nari samba saking senangnya. Tapi, itu akan menghancurkan karismanya. Jongin tidak boleh menebar senyum sembarangan macam rekannya yang berjuluk Yoda.

Jongin mendekat, semakin dekat, menatap gadis di hadapannya intens, tapi tidak mengintimidasi. Dan dengan kemantapan hati yang tak tergoyahkan, Jongin mengaku,

“Kim Soojung, aku menyukaimu. Jadilah pacarku.”

“Eh?!”

Soojung nampak terkejut, atau terguncang, bibir plum-nya sedikit terbuka dan matanya yang cemerlang membola seolah tak percaya. Jongin bahkan bisa melihat semburat merah jambu di kedua apel pipinya. Aish, manis sekali. Inilah reaksi yang Jongin bayangkan, Soojung akan kaget luar biasa, kemudian dengan malu-malu dia akan menjawab,

 

 

 

 

 

 

“Maaf.”

Eh?

“Aku tidak bisa Jongin.”

EhhhhHHHHH??!!

“A-a-apa?! Ta-tapi, ke-ke-KENAPA?!”

Jongin mendadak stroke, rasanya sulit untuk berbicara lancar saat darah seolah tak mengalir lagi di pembuluh darahnya.

“Aku tidak memiliki perasaan yang sama kepadamu.”

Oke, alasan yang logis. Setidaknya gadis itu berani berterus terang bahwa dia tidak punya rasa yang sama kepada Jongin. Bukan memberi jawaban berputar-putar dan mengharuskan Jongin memeras otak. Tapi, tetap saja ….

Cahaya kerlap-kerlip yang mengitari Jongin perlahan redup. Rambutnya yang dilumuri gel berangsur-angsur layu. Cuaca berubah mendung, bahkan gerimis turun membasahi bumi bersamaan dengan tangisan Jongin yang tertunda. Meski sekarang, di dalam hatinya yang mendadak melankolis, air matanya sudah mirip air terjun Niagara.

Oh, Kim Soojung, kau sudah menolakku. Sekarang setidaknya hiburlah aku, Soojung-ah.

“Hei, kenapa sedih? Kau, kan, tampan Jongin.”

Gadis itu benar-benar tampak bersimpati. Dia masih saja tersenyum, tak tahu pria di hadapannya tengah kebingungan mengumpulkan serpihan hatinya yang berserakan.

“Aku tahu.”

Jongin mati-matian mengangkat wajahnya, meski irisnya menatap kosong tanpa arah.

“Meski hitam.”

Deg

Baru saja luka ini kau tiup, Soojung-ah. Kenapa sekarang kau cakar lagi?

“Tapi seksi. Dan hidungmu ….

“Hi_hidung? Kenapa dengan … hidungku?”

Jongin sering mendengar opini perihal kulitnya yang sewarna langit kalau mau turun hujan. Atau bibirnya yang sensual dan kissable. Tapi, hidung, baru kali ini ada orang yang tertarik membahas hidungnya. Well, apakah setelah ini hidung Jongin akan menjadi topik baru bagi netizen.

“HIDUNG KAI EXO bla bla bla ….

Ah, Jongin tidak tahu judul apa yang akan menghiasi headline bertemakan hidungnya.

“Jongin.”

“I-iya.”

Astaga, Jongin sangat menyukai kulitnya yang gelap nan seksi. Tapi, hidungnya? Owh, Jongin, tak mungkin kau lupa dengan siapa kau berhadapan sekarang. Miss Perfect. Kim Soojung sang pemburu kesempurnaan. Dan di antara julukan-julukan miliknya, dara ini adalah seorang observator sekaligus kritikus sejati. Dia bisa mendeteksi noda saus di lipatan kemejamu dari atas Namsan Tower.

“Hidungmu … ah, tidak jadi.” Soojung meragu, jemari lentiknya tak berhenti bermain di sekitar dagunya yang lancip.

“Kenapa? Katakan saja.”

Sudah kepalang basah, Jongin tak mungkin menjilat ludahnya sendiri. Dia ambil resiko dikritik oleh si Miss Perfect ini.

“Hidungmu itu ….”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Flat.”

AHAHAHAHAHHAHA.

Perutku sakit sekali. Owh, astaga, semoga tidak ada yang mendengar cara tertawaku yang mirip pria.

“Karismamu memang memenuhi sungai Han, Jongin-ah. Tapi, terus hanyut sampai ke teluk dan tenggelam di samudera.”

Noona … Ahreum Noona, berhentilah mengejekku.”

“Oke, oke. Maaafkan aku. Mau kuberi saran?”

Jongin nampak tak acuh, tapi aku tahu dia mendengarkan.

“Hal yang dilakukan oleh orang yang mencintaimu adalah menerimamu apa adanya. Semua yang ada dalam dirimu, kelebihan dan kekuranganmu. Tanpa terkecuali. Gadis sepertinya hanya akan rugi sendiri. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, Jongin-ah. Lagipula, masih banyak gadis lain yang menyukaimu. Kau mengerti?” khotbahku panjang lebar.

Dia mengangguk, mirip pajangan di dashboard mobilku. Aish, manis sekali.

“Baiklah, sekarang buang kerutan itu dari wajahmu dan bergabung dengan yang lain. Sebentar lagi kalian on-air.”

Jongin mengambil blazer-nya, kemudian berjalan menuju pintu bertuliskan EXO WAITING ROOM. Tapi, sebelum dia pergi, lagi-lagi dia berujar,

“Tapi, aku sukanya sama Soojung, Noona.”

Ya Tuhan, kuatkan aku.

“Baiklah, nanti kucarikan Soojung yang lain untukmu.”

Owh, beginilah nasib seorang manager di kala artisnya tengah patah hati.

 

-Fin-

Note : Fanfiction ini tidak ada maksud untuk menyinggung atau menghina siapapun. #ILoveKimJongin

 

17 thoughts on “[Oneshoot] Miss Perfect

  1. Wkwkwk.. ahreum hatinya sekeras batu karang setebal baja beton yah thor.. wkwkwk kasian si kkamjong ditolak pdhl didunia nyata mereka berdua… isi sendiri aj gak mau dibash saya.. wkwk lanjutkan thorrr.. ceritanya seru gaya penulisannya juga enak dibaca.. hehe

  2. halu halu ka himawari^^ sebelumnya pen kenalan duluu, devi dari garis 99 di sini eheee:3

    soojung paan si kalo ngomong suka benerrr xD hadu aku ngakak ini ketawa sendiri tengah malem pas bagian si jong dikomentarin kulit item idung flat, temsek-ku sayaang makanya jangan kepedean muluu wkwk etapi kutetep sayang jongin kok /peluk ciyom jongin /ditendang
    terus terus itu namanya kim soojung yak? kirain aku jung soojung, udah bayangin teteh ital padahal wehehe=)) dan pas kalimat terakhirnya ahreum ituloooh “nanti kucarikan soojung yang lain” eummm jongin, tak ada kim soojung, jung soojung pun jadi xD

    okelah kak /sksd gini gayanya /maapkan aku hiks / ini seruu sekaliii, komedinya dapet dan aku suka tiap dialog mereka hihi~
    johayooooooo<3

    1. halu halu juga devi…🙂
      Kyaa… kita ketemu lagi(?) #ketemudicommentbox

      Iya tuh, biar greget. Yg exo L pasti langsung koneknya ke ital deh, pdhl bkan. Anggep aja itu kayak true story behind kaistal dating issue… hahaha #delulubertebaran

      Gak sksd kok, malah akunya yg gak ngira ada yg masih ngeh sama aku… hahaha
      tadi aku meluncur ke wpmu dek, baca yg a confession. Kocak bgt, Btw, Sehun bkn sodaranya basiliks dek, tp adeknya nagini #miankomennyamalahdisini

      Thanks uda baca dan komen…😀

      (You can call me monster, eh salah, call me Tyan, anyway. Tapi, dipanggil hima jg gpp, hehe) #lambai2brgSehun

      1. wehehe kita pernah ketemu di xoxoparty kan yaaak:3 ka tyan dapet mdr yaa, congrats kaa^^ doh aku seneng wpku ditengokin hihi, itu si nagini asek banget adek-kakaan sama sehun /seketika ngiri sama nagini wkwk yodah deh kaa, salam kenal yaaa^^ /ini telat ini ngomong salam kenalnya-_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s