Wait For Me (Chapter 2)

IMG_37792033016790

Title            : Wait For Me

Author         : exolras

Main Cast    : Kim Yongra (OC), Oh Sehun

Other Cast  : Park Jinyoung (GOT7), Kim Nara, (OC), Lee Jihee (OC), Kim Jongin

Genre          : school life, romance

Length         : Chaptered

Rating          : Teen

***

Kamar| Sekarang Yongra sudah berbaring di tempat tidurnya dan sudah mengganti bajunya, ia pulang dengan Sehun. “Kau ingin makan apa?” tanya Sehun yang baru keluar dari kamar mandi. “Apa saja,” jawab Yongra. “Baiklah, akan kubuatkan bubur saja,” ujar Sehun lalu pergi ke dapur. ‘ddrtt ddrtt ddrtt’ Yongra mengambil handphonenya ‘Jihee Call’ ia berusaha bangun lalu diangkatnya telpon Jihee,”Yeoboseyeo,” sapa Yongra. “Yongra-ya, apa kau sudah sampai rumah?” tanya Jihee. Yongra diam sejenak, Jihee kan belum tau jika ia sudah pindah ke apartement “Hmm, sudah Jihee-ya,” jawab Yongra. “Istirahatlah dengan baik, nanti sore aku akan menjengukmu,” ujar Jihee, Yongra membulatkan matanya. “Hmm Jihee-ya, gwenchana kau tidak usah menjengukku,” balas Yongra, lalu menggigit bibir bawahnya. “Wae? Aku ingin melihat keadaanmu Yongra-ya,” ujar Jihee. “Aku mohon tidak usah. Besok juga aku masuk sekolah,” ujar Yongra. “Kau ini. Baiklah, istirahat yang baik Yongra-ya. Annyeong,” Jihee sudah pasrah dengan Yongra yang keras kepala, lalu ia mengakhiri telpon mereka. “Ne Jihee-ya, annyeong,” balas Yongra, lalu mematikan telponnya.

Sehun sudah selesai membuat buburnya. “Nugu?” tanya Sehun, lalu ia duduk di pinggir tempat tidur. “Jihee,” jawab Yongra, lalu Sehun berniat untuk menyuapin Yongra, “Tidak usah disuapin. Aku bukan anak kecil,” ujar Yongra, lalu ia mengambil buburnya dari Sehun. “Kau ini masih kecil, tapi tidak merasa masih kecil. Apa yang kau rasakan saat ini?” tanya Sehun. “Hanya sedikit pusing,” jawab Yongra, lalu melahap buburnya. ‘ddrrt ddrrt ddrtt’ handphone Sehun bergetar, di layarnya bertuliskan ‘Nara Call’ lalu ia melihat Yongra “Wae?” tanya Yongra heran, ia sedikit melihat ke layar handphone nya Sehun dan terlihat nama Nara. Lalu Yongra pura-pura tidak tau dan melanjutkan makannya. Sehun keluar menuju ruang tengah.

 

Ruang Tengah| Sehun mengangkat telponnya, “Wae?” tanya Sehun. “Ayo kita pergi bersama, aku hanya sebentar tadi bimbingan olimpiade nya,” jawab Nara, ia mengajak Sehun bersama. “Hmm? Ohh baiklah, aku akan menjemputmu,” kata Sehun, ia tidak bisa menolak jika Nara mengajaknya. “Okee Sehunie,” balas Nara, lalu mematikan telponnya.

 

Kamar| Sehun mengambil jaketnya, lalu ia mendekat pada Yongra “Yongra-ya, aku harus pergi,” pamit Sehun. “Pergilah,” balas Yongra. “Mianhae Yongra-ya,” ujar Sehun yang melihat Yongra seperti memasang muka kesal itu, ‘chuu’ Sehun mencium kening Yongra, Yongra terkejut. “Setelah ini kau harus istirahat,” ujar Sehun, lalu ia pergi. “Apa yang barusan dilakukannya?” Yongra masih tidak menyangka, “Bagaikan seorang suami yang mau pergi lalu mencium kening istrinya, tapi pergi nya untuk berkencan dengan perempuan lain. Apakah suami itu tidak punya hati?” ujar Yongra lalu ia tidak napsu makan lagi, ia letakkan mangkuknya di meja. ‘ddrtt ddrtt ddrtt’ ‘Jinyoung sunbae Call’ itu yang tertulis di layar handphone Yongra. “Yeoboseyeo,” sapa Yongra, “Yongra-ya bolehkan aku menjengukmu, aku ingin melihat keadaanmu,” ujar Jinyoung. “Sunbae sudah selesai bimbingannya?” tanya Yongra. “Sudah, hari ini hanya sebentar,” jawab Jinyoung. “Oo, kalau begitu ayo kita cari kue untuk Sooyoung,” ajak Yongra. “Apa kau bilang? Kau lagi sakit Yongra-ya,” balas Jinyoung. “Hanya darah rendah sunbae, lagian sekarang aku sudah membaik,” kata Yongra, ia ingin keluar karena kesal di apartement sendiri. “Tidak usah, aku bisa sendiri. Kau harus istirahat Yongra-ya, aku akan menjengukmu,” ujar Jinyoung. Yongra berpikir bagaimana jika Jinyoung ada di apartement nya dan Sehun datang, “Aku mohon tidak usah menjengukku sunbae. Aku ingin jalan-jalan denganmu sunbae, kalau kau tidak mau aku sakit lagi ini sunbae,” jelas Yongra, “Kau ini ada-ada saja. Baiklah, kalau begitu. Tunggu aku akan menjemputmu,” balas Jinyoung, menyetujui ajakan Yongra. “Oke sunbae,” kata Yongra, lalu mematikan telponnya.

 

Mall| Sehun dan Nara sedang berjalan bersama, “Kau ingin membeli apa?” tanya Sehun. “Aku ingin mencari sepatu,” jawab Nara. “Sehun-ah, apakah aku bisa memenangkan olimpiade itu?” tanya Nara tiba-tiba. “Hah? Masa iya seorang Nara yang paling ahli bahasa inggris tidak bisa memenangkan olimpiade itu,” jawab Sehun yang membuat Nara tersenyum. “Haha kau ini, benarkah aku bisa? Kau bisa kan selalu memberiku semangat? Hanya kau yang bisa memberiku semangat Sehun-ah,” tanya lagi Nara yang membuat Sehun terdiam sejenak. “Jinca? Bagaimana dengan orang tuamu?’ tanya balik Sehun. “Mereka memberiku semangat juga, tapi kau lah bagiku yang paling membuatku bersemangat,” jawab Nara, Sehun terkekeh. “Arraseo arraseo, aku kan memang selalu memberimu semangat Nara-ya,” balas Sehun. “Aku tidak mau kejadian tahun lalu terulang lagi,” ujar Nara, Sehun hanya terdiam memikirkannya. Waktu Nara berada di kelas 2, ia mengikuti olimpiade Bahasa Inggris juga. tetapi ia jatuh di juara 3.

Flashback| Sehun mendapat sebuah hadiah dari seorang hoobae nya yang bernama Yongra, dia mendapatkan hoodie berwarna navy. Karena itu Sehun dan Yongra lumayan sedikit dekat dan membuat hubungannya dan Nara sedikit renggang. “Nara-ya, kau tau aku mendapatkan hoodie sangat keren dari seorang hoobae,” ujar Sehun. “Siapa namanya? Kau dekat dengannya?” tanya Nara. “Kim Yongra. Lumayan, dia sepertinya anak baik,” jawab Sehun diiringi senyumannya. Kejadian itu 2 minggu sebelum Nara olimpiade, karena itu Nara tidak bersemangat untuk belajar dan pada akhirnya ia jatuh di juara 3. |Flashback end

“Oh itu sepatunya, ayo kita lihat,” ajak Nara menarik lengan Sehun. “Apakah ini cocok untukku?” tanya Nara mencoba sepatu berwarna putih, “Kau pantas memakai sepatu apa saja,” puji Sehun sambil tersenyum. “Ah benarkah?” tanya Nara, Sehun mengangguk. Lalu Nara mencari sepatu yang lainnya lagi, dan Sehun juga melihat sepatu lainnya. Padahal ini adalah sepatu perempuan semua, lalu ia tertarik slip on berwarna marron dan ada gambar beruangnya kecil ia memperhatikan sepatu itu secara detail. “Sehunie, yang ini atau yang ini?” tanya Nara meminta pendapat Sehun tentang kedua sepatu yang berbeda di tangan Nara. “Aku lebih suka yang warna biru ini,” jawab Sehun, lalu menaruh sepatu yang tadi. “Benarkah? Aku lebih suka yang krim ini,” balas Nara mengerucutkan bibirnya. “Yasudah kalau kau lebih suka yang krim. Kan itu hanya pendapatku saja,” ujar Sehun. “Oke, aku akan mengambil yang ini,” kata Nara, lalu mengembalikan sepatu yang berwarna biru.

 

Toko kue| Yongra memilihkan kue untuk Sooyoung, “Ini saja sunbae,” tunjuk Yongra pada kue yang berkrim putih dan di atasnya terdapat buah. “Sooyoung suka dengan coklat,” ujar Jinyoung, lalu “Ahjumma, ini kue nya rasa apa?” tanya Jinyoung. “Yang ini coklat,” jawab ahjumma. “Baiklah, saya pesan yang ini ahjumma. Dengan tulisan ‘Happy Birthday Sooyoung’,” pinta Jinyoung, lalu ahjumma itu menulis pesanannya. “Atas nama siapa?” tanya ahjumma. “Jinyoung. Besok saya ambil jam 3,” jawab Jinyoung, lalu ahjumma itu memberikan notanya. “Gamshamida,” ucap Jinyoung menerima nota itu dan membayarnya. “Kau mau makan?” tanya Jinyoung pada Yongra, mereka keluar toko. “Hm, aku ingin es krim saja sunbae,” jawab Yongra, “Arraseo. Tapi temani aku dulu mencari sweater,” pinta Jinyoung. “Sweater? Sunbae kan punya banyak sweater, kalau sekolah seperti nya sering ganti,” ujar Yongra. “Ya aku memang memiliki banyak sweater. Tapi, yang aku pakai setiap saat itu sudah lama-lama. Aku ingin membeli yang baru,” balas Jinyoung. “Baiklah. Ingin membeli dimana?” tanya Yongra. Mata Jinyoung tertuju pada sebuah distro yang tidak jauh dari toko kue itu, “Disitu saja. Seperti nya banyak dan bagus-bagus,” jawab Jinyoung dengan menunjuk distro yang dilihatnya tadi. Yongra mengangguk, lalu mereka berdua jalan menuju distro itu.

 

Distro| ‘klining’ Jinyoung dan Yongra memasuki distro itu, “Oseo useyeo,” ucap pegawai distro itu, Jinyoung membalasnya dengan tersenyum. “Ayo bantu aku memilih sweater yang menurutmu bagus,” ajak Jinyoung. Ada dua gadis yang sedang bercengkrama tidak jauh dari mereka, Yongra mendengarkan percakapan mereka, “Yoona-ya, apakah ini menurutmu bagus?” tanya gadis satunya. “Hmm, bagus cocok untuknya. Apa kau benar-benar yakin ingin memberi Yugyeom sunbae hoodie ini? Apa kau tidak takut jika Yugyeom sunbae akan menolaknya?” tanya gadis yang bernama Yoona itu. Yongra sedikit tersenyum mendengarkan percakapan mereka, “Ne, aku sudah sangat yakin. Tidak apa-apa jika ia menolaknya,” jawab gadis satunya, lalu mengambil hoodie yang berwarna merah tadi memang terlihat sangat keren. Yongra sedikit tertawa mendengar kalimat yang diungkapan gadis satunya tadi, itu mengingatkan pada dirinya sendiri yang dulu tetap bersikeras ingin membelikan hoodie untuk Sehun, padahal hubungan mereka tidak sangat dekat awalnya. Yongra terlalu terpesona dengan Sehun. “Yongra-ya, apakah ini bagus?” tanya Jinyoung menunjukkan sweater berwarna biru. “Ne? Bagus sunbae, kenapa tidak yang abu-abu saja?” tanya Yongra mengambil sweater dengan model sama tapi warna berbeda. “Hmm iya juga. Aku belum pernah memiliki sweater abu-abu, baiklah aku akan mengambil yang ini,” jawab Jinyoung mengembalikan yang warna biru dan mengambil yang abu-abu di tangan Yongra. “Ayoo cari model yang lain lagi,” ajak Jinyoung. “Mwo? memangnya sunbae ingin beli berapa?” tanya Yongra. “Hanya dua,” jawab Jinyoung, lalu jalan mendahului Yongra. “Aigoo, baiklah,” balas Yongra, lalu jalan mengikuti Jinyoung.

 

Mall| Sehun dan Nara baru selesai menonton di bioskop, “Film tadi seram sekali,” ujar Nara masih membayangkan film tadi. “Memangnya kau tau cerita tadi? Kau kan hanya memejamkan mata,” ledek Sehun sedikit tertawa. “Ya! Tapi aku mengintip sedikit dan aku tau sedikit cerita film itu,” ujar Yongra yang membela dirinya. “Kau ini,” Sehun mengacak-acak rambut Nara. “Kau mau kemana lagi?” tanya Sehun. “Aku ingin membeli makan, habis itu kita pulang,” jawab Nara. “Kajja, aku juga sudah lapar,” balas Sehun, lalu mereka berdua ke restaurant di mall itu.

Restaurant| Makanan mereka sudah datang, “Masitge duseyeo,” ucap Sehun. “Ne, ” balas Nara lalu melahap makanannya. “Apa Yongra hoobae masih terus menghubungimu lagi?” tanya Nara yang membuat Sehun susah menelan makanannya. “Aniyeo,” jawab Sehun. “Apa dia memberimu sesuatu lagi? Aneh memang hoobae itu, namjachingu saja bukan tapi memberimu seperti itu,” ujar Nara, Sehun sedikit kesal mendengarnya. “Biarkan sajalah, mungkin dia memberi itu sebagai tanda sukanya. Kau tau kan idol itu selalu diberi hadiah oleh fans nya, mungkin dia menganggapnya seperti itu,” jelas Sehun. “Kau benarkan tidak menyukai Yongra?” tanya Nara, yang membuat Sehun terkejut. “Kau ini kenapa? Kok jadi membahas Yongra,” tanya Sehun dengan nada sedikit kesal. “Sehun-ah, aku hanya tanya kau benar-benar tidak menyukai Yongra kan?” tanya lagi Nara. “Memangnya kenapa?” tanya balik Sehun. “Aku tak tau,” jawab Sehun. “Ingat Sehun-ah,” balas Nara untuk mengingatkan Sehun pada sesuatu, Sehun menghela napas.

Flashback| Karena jatuh di juara 3 Nara selalu saja menangis dan dia tidak mau makan. Dan pada akhirnya Sehun ke rumah Nara untuk melihatnya, “Nara-ya,” ucap Sehun lalu memeluk Nara. “Lepaskan!” bentak Nara. Sehun melepaskannya, “Kau kenapa tidak pernah masuk sekolah? Dan lihatlah badanmu menjadi kurus seperti ini,” tanya Sehun. Nara hanya terdiam, lalu akhirnya ia membuka mulutnya, “Semua ini karena kau Sehun-ah,” jawab Nara dengan nada marah tapi pelan. “Wae? Apa yang salah denganku?” tanya Sehun tidak mengerti. “Dua minggu sebelum aku melaksanakan olimpiade itu kau menghilang, kau dekat kan dengan Yongra?” tanya Nara. “Ne aku memang dekat dengannya,” jawab Sehun yang mulai mengerti. “Kau jahat Sehun-ah,” ujar Nara sambil memukul-mukul Sehun dan kini air matanya sudah mengalir. “Arraseo arraseo, mianhae. Mulai sekarang aku akan selalu denganmu dan selalu menyemangatimu, aku tidak akan mendekati yeoja-yeoja lain lagi,” jelas Sehun lalu memeluk Nara lagi. “Jinca?” tanya Nara untuk meyakinkan. “Ne, tapi kau harus makan sekarang dan mulai besok kau harus masuk sekolah lagi, arraseo?” tanya Sehun. “Ne, tapi kau suapin aku. Baiklah besok aku akan sekolah tapi kau ingat kata-katamu tadi,” jawab Nara. “Ne,” jawab Sehun diiringi senyumannya.

 

Kedai es krim| Yongra memesan es krim coklat dengan topping oreo dan Jinyoung memesan es krim vanilla dengan topping wafer. “Ehmm, rasanya seperti aku sudah 1 tahun tidak makan es krim,” ujar Yongra sambil menyeruput es krimnya. “Kau berlebihan. Kalau kau ingin es krim lagi, bilang saja kepadaku. Aku akan membelikanmu,” balas Jinyoung, lalu tersenyum. “Jinca? Baiklah, besok aku ingin es krim ini lagi,” ujar Yongra diiringi dengan cengirannya. “Yongra-ya,” panggil Jinyoung. “Wae?” tanya Yongra tetap menikmati es krim nya. “Kau masih memiliki rasa pada Sehun?” tanya Jinyoung yang membuat Yongra memberhentikan makan es krim nya. “Mwo? Bagaimana sunbae tau?” tanya balik Yongra. “Satu kelas ku sudah tau kalau seorang Kim Yongra dulu anak I-4 menyukai Oh Sehun,” jawab Jinyoung sedikit memberikan tawanya. “Dan kau pernah memberinya hoodie kan?” tanya lagi Jinyoung, ia semakin membuat Yongra naik darah. “Aishh, lupakanlah semua itu,” balas Yongra, tak ada tanda-tanda bahagia di wajahnya. “Kau masih menyukainya?” tanya lagi Jinyoung, “Entahlah, lagian kenapa sih sunbae menanyakan seperti itu?” tanya balik Yongra. “Tidak apa-apa. Kalau kau masih menyukainya, akan kubantu untuk dekat dengannya,” goda Jinyoung disertai dengan tawanya. “Heeyy,” Yongra memukul lengan Jinyoung. “Apheuda,” balas Jinyoung masih disertai tawanya.

 

Apartement| Sehun sudah sampai di apartement dengan membawa tas plastik berisi makanan instan dan makanan ringan untuknya dan Yongra, lalu ia menaruh semua nya di dapur. Ia jalan menuju kamarnya, dan terkejut karena tidak mendapatkan Yongra di kamar. Lalu ia melihat ke kamar mandi, dan Yongra juga tidak ada, “Kemana lagi anak itu?” ujar Sehun khawatir dengan Yongra. Lalu ia menelponnya, ‘ddrrt ddrtt ddrtt’ handphone Yongra bergetar di atas tempat tidur “Dia tidak membawa handphonenya,” ujar Sehun melihat handphone Yongra. Lalu ia menuju lantai 1 untuk mencari di luar, kamar mereka berada di lantai 14.

 

Luar Apartement| Yongra baru turun dari mobil Jinyoung, “Annyeong sunbae,” Yongra melambaikan tangannya, lalu Jinyoung melaju. Pada saat itu juga Sehun melihat Yongra, lalu ia kembali ke atas. Tak lama Sehun kembali, Yongra baru naik lift.

 

Apartement| Yongra masuk, lalu melepaskan sepatunya, lalu meletakkannya di rak. “Kau pergi lagi dengan Jinyoung?” tanya Sehun yang berada di hadapan Yongra. “Wae?” tanya balik Yongra. “Kau masih sakit,” jawab Sehun. “Aku sudah tidak apa-apa, lihat ini,” Yongra menunjukkan tubuhnya yang katanya sudah sehat. “Memang kau sudah membaik. Kan tadi aku sudah bilang setelah makan istirahatlah, tapi kenapa kau malah pergi? Itu bisa membuatmu kelelahan,” jelas Sehun dengan nada yang sedikit marah. “Aku hanya ingin jalan-jalan tadi, kenapa tidak boleh?” tanya Yongra. “Kalau ingin jalan-jalan tunggulah aku. Tidak usah pergi dengan Jinyoung,” balas Sehun. “Minggirlah, aku lagi tidak ingin marah-marah,” ujar Yongra yang ingin meninggalkan Sehun, tapi tangan nya di tahan. “Aku mohon jangan kau terlalu sering pergi bersama Jinyoung,” pinta Sehun. “Wae? Wae? Kenapa aku tidak boleh? Sunbae tidak sadar jika sunbae selalu pergi bersama dengan Nara sunbae, sedangkan aku tidak masalah. Tapi kenapa sunbae tidak memperbolehkan aku pergi dengan Jinyoung sunbae?” tanya Yongra dengan nada marah, tapi matanya sudah sedikit berkaca-kaca. “Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Yongra-ya,” jawab Sehun yang membuat Yongra semakin marah. “Tidak bisa menjelaskannya? Dari dulu aku tidak pernah mendapatkan kejelasan apapun, aku seperti selalu diberikan harapan palsu. Sunbae dari dulu sangat dekat dengan Nara sunbae, tapi juga sering memberikan harapan padaku,” jelas lagi Yongra, kini air matanya sudah mengalir. ‘grepp’ Sehun menarik Yongra ke dalam pelukannya, “Lepaskan!” lirih Yongra berusaha melepaskan pelukan Sehun, Yongra tidak bisa menahan tangisnya. “Aku mohon jangan kau sering dekat dengan Jinyoung, aku takut jika rasamu padaku akan menghilang. Aku tau rasamu padaku yang dulu belum hilang. Aku akan menjelaskannya suatu saat nanti, tunggu aku,” jelas Sehun, lalu tubuh Yongra seperti ingin jatuh. “Yongra-ya!” panggil Sehun, suara tangisannya sudah hilang dan ternyata ia pingsan. “Aigoo, kau pasti kelelahan,” ujar Sehun, lalu ia langsung membawa nya ke kamar.

 

Rumah Nara| Nara sedang makan bersama dengan appa dan eomma nya. “Appa, aku akan mengikuti olimpiade bulan depan,” kata Nara, ia memberitau appa nya dan secara tidak langsung memberitau eomma nya juga. “Eoh benarkah? Kau harus belajar dengan tekun nak, agar kau bisa memenangkan juara 1,” ujar appa nya. “Iya nak, kau harus belajar dengan tekun. Jangan seperti waktu itu hanya kau ada masalah dengan Sehun, kau menjadi tidak semangat belajar. Dan pada akhirnya kau berada di juara 3,” jelas eomma nya. “Tapi eomma, bagiku hanya Sehun penyemangat Nara,” ujar Nara. Eomma nya menghela napas “Itulah karena cinta, semua akan berpengaruh. Yang tadi nya rajin belajar karena ada masalah dengan soal cintanya menjadi malas belajar,” jelas eomma nya, lalu appa nya memberikan isyarat seperti ‘sudahlah biarkan’ dengan memegang bahu istrinya. “Iya nak, appa mengerti perasaanmu. Sudah lanjutkan makanmu,” ujar appa nya, lalu Nara melanjutkan makannya.

 

Apartement, Kamar| Yongra sudah sadar dari pingsannya, Sehun baru saja kembali dari dapur membuatkan teh untuk Yongra. “Ini minumlah,” ujar Sehun sambil membantu Yongra bangun. Lalu Yongra minum teh yang telah dibuatkan Sehun dan merebahkan tubuhnya lagi karena ia masih merasa sangat pusing. “Kau mau makan apa?” tanya Sehun, Yongra menggelengkan kepalanya “Aku tidak ingin makan,” jawab Yongra pelan. “Kau harus makan Yongra, isilah perutmu sedikit,” ujar Sehun. Yongra tetap bersikeras tidak ingin makan, “Kau harus makan Yongra-ya. Akan kuambilkan kau roti,” kata Sehun, lalu ia berdiri untuk mengambil roti. Yongra menahan tangan Sehun. “Aku tidak ingin makan sunbae, kalau aku lapar nanti aku juga akan makan. Saat ini aku tidak napsu, aku ingin tidur,” jelas Yongra dengan suara yang pelan, lalu melepaskan tangannya. “Baiklah, tidur lah dengan nyenyak,” ujar Sehun, lalu menarik selimut agar Yongra terasa hangat dan Yongra memejamkan matanya. ‘dddrtt ddrtt ddrrt’ handphone Sehun bergetar, diambilnya dari saku celananya ‘Appa Nara Call’ Sehun menyerngitkan keningnya. Lalu ia jalan menuju ruang tengah

Ruang tengah| Sehun sudah duduk di sofa, lalu ia angkat teleponnya. “Yeoboseyeo? Waeyeo ahjussi?” tanya Sehun. “Sehun-ah, maaf mengganggumu malam-malam,” ujar appa Nara merasa tidak enak. “Gwenchanseumnida ahjussi,” balas Sehun. “Apa bisa malam ini kita bertemu di kedai kopi dekat rumah saya?” tanya appa Nara. Sehun berpikir, ia tidak akan mungkin akan meninggalkan Yongra yang kondisi nya belum membaik. “Jeosonghamnida ahjussi. Bukannya saya tidak mau, tapi ada tugas yang tidak bisa saya tinggalkan,” jawab Sehun, maksud Sehun adalah tugas menjaga ‘tunangannya’ yaitu Yongra yang sedang sakit. “Oh gwenchanayeo Sehun-ah. Kalau besok bisa saat kau pulang sekolah?” tanya appa Nara. “Bisa ahjussi,” jawab Sehun. “Baiklah, setelah kau pulang sekolah langsung ke kedai kopi itu saja,”  perintah appa Nara. “Nde, arraseoyeo ahjussi,” balas Sehun, lalu dimatikan telponnya. Dan ia menuju ke kamar untuk tidur.

 

Pagi| Seperti biasa Yongra bangun terlebih dahulu, kini ia sudah merasa membaik. Yongra sudah rapih dengan seragamnya, ia sedang membuat sarapan untuknya dan Sehun. Karena aroma roti bakar Yongra masuk ke dalam kamar, itu membuat Sehun terbangun. Sehun langsung menuju dapur dan mendekati Yongra, “Eoh, kau sekolah? Apa kau kuat?” tanya Sehun dengan muka yang masih mengantuk. “Ne, ini aku baik-baik saja,” jawab Yongra. “Cepatlah mandi. Ubah kebiasaan sunbae itu yang selalu bangun siang, berangkatnya selalu terlambat, dan itu membuat poin (poin buruk) sunbae bertambah,” Yongra mengomel dengan tetap membakar roti nya, Sehun yang masih berada di sampingnya mendengarkan dengan mata yang masih terkantuk. “Sudah selesai? Apakah ini rasanya jika aku bangun siang dan istriku mengomeliku? Seperti nya sekarang ini aku sedang merasakan itu,” goda Sehun, yang membuat Yongra memukul lengannya. “Cepatlah mandi!” Yongra marah, “Arraseo arraseo,” balas Sehun dengan sedikit tawanya. Lalu Sehun bergegas ke kamar mandi, Yongra melanjutkan memabakar rotinya. Tak lama itu roti bakarnya sudah jadi dan Yongra sedang sarapan. Sehun sudah rapih dengan seragamnya, lalu ia ikut makan dengan Yongra. “Kau sudah tidak marahkan denganku?” tanya Sehun, lalu mengambil rotinya. “Entah,” jawab Yongra singkat yang masih menikmati rotinya. “Hm baiklah. Aku akan menganggapmu sudah tidak marah denganku,” ujar Sehun, tak ada tanggapan dari Yongra yang menikmati rotinya. “Kau berangkat denganku kan?” tanya Sehun, lalu melahap roti bakarnya. “Aniyeo,” jawab Yongra singkat. “Kau ingin naik bus? Bagaiman jika kau nanti pingsan di bus?” tanya lagi Sehun. “Aku tidak akan pingsan,” jawab Yongra, lalu meminum susu yang dibuatnya tadi. “Kau harus berangkat bersamaku,” paksa Sehun agar Yongra berangkat bersamanya. “Kau tidak memikirkan jika anak-anak sekolah akan heboh? Dan bagaimana jika Na-” “Jangan sangkutkan Nara dengan hubungan kita,” Yongra belum selesai berbicara diputusnya oleh Sehun. “Wae?!!” tanya Yongra kesal, menaruh gelasnya dengan sedikit membanting. “Kan aku sudah bilang, aku belum bisa menjelaskannya sekarang,” jawab Sehun, lalu meminum susu yang telah dibuatkan Yongra. “Sunbae telah membuatku hidup dengan tidak ada kejelasan,” balas Yongra, lalu pergi meninggalkan Sehun dan mengambil tas nya yang tergeletak di sofa. Sehun bergegas mengikuti Yongra, ia mengambil tasnya juga. “Kau harus berangkat denganku,” paksa Sehun yang sedang memakai sepatunya. “Shireo,” jawab Yongra yang sedang memakai sepatunya juga. Mereka selesai memakai sepatu berbarengan, sesegara Sehun memegang tangan Yongra dengan erat lalu menariknya untuk ikut denganya. “Shireo shireo,” ujar Yongra yang berusaha melepaskan tangannya dari Sehun. Tapi genggaman Sehun sangat erat dan ia tidak menggubris omongan Yongra, lalu mereka berdua keluar dan Sehun menutup pintu apartement. Yongra masih saja bersikeras tidak ingin berangkat dengan Sehun, dan Sehun juga tetap tidak menggubris omongan Yongra dengan tetap menarik Yongra.

 

Sekolah| Sehun dan Yongra sudah sampai di sekolah, saat ini mereka berdua masih berada di atas motor Sehun. “Lihatlah sekolah ini masih sepi, jadi kau tidak perlu khawatir,” ujar Sehun. Yongra langsung turun dari motor dan meninggalkan Sehun dengan muka yang masih kesal. Sehun bergegas mengikuti Yongra, dan kini ia sudah sejajar dengan Yongra. Sehun terus saja mengikuti Yongra, “Berhentilah mengikutiku!” bentak Yongra memberhentikan jalannya. Otomatis Sehun berhenti, lalu ia mendekatkan wajahnya ditelinga Yongra ‘degdegdeg’ itu yang dirasakannya “Ingat, kau jangan terlalu sering dekat dengan Jinyoung,” bisik Sehun sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan Yongra. “Namja tidak jelas,” gumam Yongra lalu ia masuk ke kelas.

 

Perpustakaan| Kelas Sehun saat ini sedang belajar di perpustakaan, Sehun dan Jongin seperti biasa bermain handphone sambil menunggu teman-temannya menyelesaikan tugasnya baru setelah itu mereka berdua menyalin. Jinyoung sedang membaca buku sendirian, ia sudah selesai mengerjakan tugasnya. Yongra dan Jihee memasuki perpustakaan, mereka disuruh Lee saem untuk mengambil buku cetak matematika. “Apa kau tau letak bukunya?” tanya Jihee, Yongra sambil melihat rak-rak buku di perpus. “Sepertinya disitu,” tunjuk Yongra pada rak yang tidak jauh dari mereka lalu mereka jalan menuju rak itu. “Ini kelas 12,” ujar Yongra, lalu berpindah ke rak sampingnya yang tidak jauh. “Nah ini dia, Jihee-ya,” panggil Yongra yang sudah menemukan bukunya. Jihee mendekat, “Benar ini bukunya. Aku bawa 12 kau 12,” ujar Jihee lalu mengambil bukunya, Yongra mengangguk. “Kajja,” ajak Yongra, lalu Jihee melihat Jongin yang sedang bermain handphone sendirian “Yongra-ya, bisa kau tunggu sebentar,” pinta Jihee, Yongra yang mengerti langsung melihat sekeliling dan mendapat Jongin yang sedang bermain handphone. “Baiklah, jangan lama-lama,” ujar Yongra, lalu Jihee langsung pergi. Yongra ingin duduk, tapi ia melihat Jinyoung lalu ia mendekati. Sehun sedang bersama Junmyeon, “Apa kau sedah selesai?” tanya Sehun, “Sedikit lagi, aku masih bingung dengan soal yang ini,” jawab Junmyeon yang masih berkutit dengan soalnya. “Semangat hyungie,” Sehun menunjukkan aegyo nya agar diberi jawaban nantinya. “Hmm, tidak usah melakukan itu. Aku akan memberimu nanti,” balas Junmyeon, “Hehehe arraseo,” ujar Sehun, lalu ia kembali lagi ke Jongin. Sehun melihat ada Jihee, pasti ada Yongra. Lalu ia melihat sekeliling dan menemukan Yongra, “Jinyoung sunbae,” panggil Yongra pelan, lalu duduk disebelah Jinyoung. “Oh? Yongra-ya, ada apa?” tanya Jinyoung mengalihkan perhatian dari buku yang dibacanya tadi, Sehun yang memperhatikannya tadi kembali lagi menatap layar handphonenya. “Nanti jadikan memberi kejutan untuk Sooyoung?” tanya Yongra. “Jadi, nanti aku akan menghampirimu ke kelas,” jawab Jinyoung. “Arraseo. Aku pergi dulu sunbae,” ujar Yongra, Jinyoung membalasnya dengan tersenyum. Lalu Yongra beranjak dari tempat duduknya, dan menghampiri Jihee. Yongra melihat Sehun yang sedang asik bermain handphone, lalu ia memasang muka kesal pada saat itu juga Sehun melihat kedatangan Yongra dan ia menatapnya seperti bertanya ‘wae?’ Yongra langsung mengalihkan perhatiannya dari Sehun. Sehun menjatuhkan pulpen yang berada di saku celananya, dan pulpen itu menggelinding ke arah kaki Yongra. “Eoh? Yongra hoobae, bisakah kau ambilkan pulpen ku?” pinta Sehun, lalu tersenyum jail. Yongra dengan berat hati mengambil pulpen itu, “Ini sunbaenim,” Yongra memberikannya pada Sehun. “Gomawo,” ucap Sehun tersenyum, Jongin dan Jihee yang melihatnya sedikit aneh. “Jihee-ya, kajja. Lee saem nanti akan marah,” ujar Yongra, Sehun diam-diam tersenyum yang melihat Yongra sedang kesal. “Baiklah. Oppa, aku kembali ke kelas dulu,” ujar Jihee, “Arraseo,” balas Jongin diiringi senyuman. Lalu Jihee dan Yongra pergi. “Apa kau masih dekat dengannya?” tanya Jongin. “Hmm? Entah,” jawab Sehun singkat, lalu melanjutkan bermain handphone.

 

Kantin| Yongra dan Jihee, baru saja mengambil makanan. Dan mereka sudah mendapatkan tempat duduk, “Masitge duseyeo,” ujar Jihee. “Ne,” balas Yongra, lalu melahap makananya. “Yongra-ya, kau tau kata Jongin oppa ternyata Sehun sunbae sudah ditunangkan,” ujar Jihee yang membuat Yongra tersedak “uhukk uhuk uhuk,”. “Gwenchana?” tanya Jihee khawatir, Yongra langsung meminum ice tea nya. “Gwenchana, aku hanya terkejut saja,” jawab Yongra. “Bb-bagaimana Jongin sunbae tau?” tanya Yongra gugup. “Sehun sunbae memakai cincin tunangan, lalu Jongin oppa menanyakannya dan kata Sehun sunbae iya,” jelas Jihee, lalu melanjutkan makannya. “Oh biarkan, itu bukun urusanku,” balas Yongra lalu melanjutkan makannya juga. “Apa jangan-jangan dia ditunangkan dengan Nara sunbae,” ujar Jihee mengira-ngira. “Ya! Sudahlah tidak usah membicarakan masalah itu lagi,” kesal Yongra. “Mian, aku hanya ingin memberitahumu,” balas Jihee, tak ada tanggapan lagi dari Yongra ia masih terus makan. “Chagiya,” sapa Jongin yang baru datang bersama Sehun dengan membawa makanan. “Oppa, yogi yogi,” balas Jihee lalu menyuruh Jongin untuk duduk di depannya. Lalu Sehun duduk di sebelah Jongin lebih tepatnya di depan Yongra, Yongra sedikit melirik ke Sehun saat itu juga Sehun juga melirik Yongra. Yongra langsung melanjutkan makannya, “Eoh Jongin sunbae, apa kau melihat Jinyoung sunbae?” tanya Yongra yang membuat Sehun memberinya tatapan tajam, tapi ia tidak peduli. “Hmm sepertinya dia sedang bimbingan dengan Nara,” jawab Jongin, Yongra membalasnya dengan membulatkan bibirnya lalu ia lanjutkan makannya. “Oppa, kemarin botol minumku tertinggal di ruang dance,” ujar Jihee pada Jongin. “Nanti kita ambil,” balas Jongin. Jihee, Jongin, dan Sehun adalah anak dance disekolah mereka. Ketuanya Jongin, Yongra termasuk anak dance juga tapi ia sangat jarang masuk karena malas dan karena Sehun juga. Dan Nara anak dance juga, maka dari itu Yongra malas masuk. “Jihee-ya, nanti temani aku mencari hoodie ya,” pinta Jongin, yang masih terus makan. “Kau kan sudah punya banyak hoodie oppa,” balas Jihee, kini ia sudah selesai makannya. Sehun dan Yongra terus saja makan, tak ada percakapan diantara mereka. “Oh ayolah chagi, aku bosan dengan hoodie yang itu-itu saja,” ujar Jongin, “Arraseo arraseo,” balas Jihee, lalu Jongin tersenyum. Sehun diam-diam melirik Yongra yang sedang makan, Yongra tak berani saat ini melirik Sehun. Saat ini keadaannya hening, mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.  “Kenyang sekali. Chagi, kita ambil botol minumu sekarang saja,” ajak Jongin yang sudah menyelesaikan makannya. “Kajja oppa. Yongra-ya, kau nanti duluan saja ke kelasnya,” ujar Jihee, lalu berdiri dari kursinya. “Ne,” jawab Yongra. “Kau Sehun ke kelas duluan saja,” ujar Jongin. “Hm,” jawab Sehun singkat yang masih sibuk dengan makanannya. Lalu Jongin dan Jihee pergi, tetap saja tak ada percakapan diantara mereka. Yongra meminum ice tea nya, “Aigoo, aku kenyang sekali. Aku permisi sunbaenim,” ujar Yongra yang berdiri dari kursinya lalu pamit pada Sehun dengan membungkukan badan sedikit dengan sopan. “Jika kau melangkah aku akan melakukan hal yang akan membuat orang terkejut dan mereka akan heboh,” ujar Sehun yang memberhentikan langkah Yongra. “Arraseo,” balas Yongra lalu terduduk lagi, Sehun menyengir. “Apa kau tega meninggalkan calon suami mu ini makan sendirian disini?” tanya Sehun yang sebenarnya menggoda. “Haishh, jaga omonganmu sunbae. Ini di sekolah,” ujar Yongra kesal. “Ohh berarti kalau di rumah tidak apa-apa,” ujar Sehun yang semakin menggoda diiringi cengirannya. “Aigoo. Berhentilah berbicara seperti itu, cepatlah habiskan makanannya” pinta Yongra, Sehun senang melihat muka kesal Yongra. Sehun sengaja memperlambat makannya, Yongra melihat Nara berjalan kearah mereka yang masih mengbrol dengan temannya. “Ada apa?” tanya Sehun yang melihat wajah Yongra seperti ketakutan, ia langsung bergegas pergi. “Yaa!!” panggil Sehun, tapi Yongra tetap pergi. Lalu menoleh ke belakang, “Karena itu ternyata,” ujar Sehun. “Sehunie, kau sudah selesai? Temani aku makan dulu,” pinta Nara yang sudah mengambil tempat duduk yang diduduki Yongra tadi sambil membawa makanan. “Arraseo,” jawab Sehun, “Kau makan bersama siapa tadi?” tanya Nara lalu melahap makanannya. “Ehmm Jongin dan yeojachingunya,” jawab Sehun. “Ini satu lagi siapa?” tanya lagi Nara. “Temannya Jihee,” jawab Sehun, lalu meminum ice tea nya. “Yongra hoobae?” tanya Nara. “Hmm,” balas Sehun. “Bagaimana bisa dia bergabung?” tanya Nara. “Yaa, dia kan temannya Jihee,” jawab Sehun. “Oh iya juga,” balas Nara.

 

Halaman Sekolah| Yongra sudah menunggu Jinyoung di kelas selama 10 menit, akhirnya ia memutuskan untuk menunggu di halaman sekolah. “Lama sekali Jinyoung sunbae,” ujar Yongra yang terus berusaha menelpon Jinyoung tapi tak terjawab. “Kau menunggu Jinyoung?” tanya Sehun yang baru datang dari belakang. “Mwo? pergilah dari sini, bahaya jika yang lain melihat,” pinta Yongra khawatir. “Arraseo, kau jangan pergi lama-lama,” ujar Sehun. “Ne ne ne, cepatlah pulang,” pinta lagi Yongra. “Kalau kau pulang lebih dari jam 5 sore, aku akan melakukan hal yang tidak-tidak padamu,” ancam Sehun dengan suara pelan, lalu pergi meninggalkan Yongra. “Haishh sekarang ancamannya seperti itu,” ujar Yongra, lalu handphonenya bergetar ‘ddrrt ddrrt dddrtt’ ‘Jinyoung sunbae Call’ “Yeoboseyeo,” sapa Yongra. “Yongra-ya, kau dimana?” tanya Jinyoung. “Aku dihalaman depan sekolah sunbae,” jawab Yongra. “Arraseo, aku akan kesana sekarang,” ujar Jinyoung langsung mematikan telponnya. Tak ada 1 menit Jinyoung datang, “Mianhae, aku tadi dipanggil Kim saem,” ujar Jinyoung. “Ne, gwenchana sunbae,” balas Yongra. “Kajja, kita ambil kue nya terlebih dahulu,” ajak Jinyoung, lalu mereka jalan ke parkiran.

 

Kedai Kopi| Seorang pria sekitar umur 50an sedang menikmati kopi yang dipesannya dan menunggu seseorang. Seorang pemuda datang menghampirinya lebih tepatnya Oh Sehun, “Anyeonghaseyeo ahjussi,” sapa Sehun membungkuk 90°, “Annyeong Sehun-ah,” sapa balik appa Nara, sesuai janjinya mereka bertemu di kedai kopi dekat rumah Nara. “Silakan duduk nak,” ujar appa Nara, lalu Sehun duduk. “Sudah lama menunggu ahjussi?” tanya Sehun. “Ani, bagaimana kabarmu?” tanya appa Nara sambil tersenyum. “Baik-baik saja ahjussi,” jawab Sehun, lalu cappucino Sehun datang “Gamshamida,” ucap Sehun. “Bagaimana kau dengan Nara di sekolah?” tanya appa Nara. “Kami baik-baik saja ahjussi seperti biasa, layaknya sahabat,” jawab Sehun. “Oh sahabat? Tidak lebih?” tanya appa Nara. “Ehmm tidak ahjussi,” jawab Sehun. “Kau tau kan Nara sebentar lagi akan mengikuti olimpiade?” tanya appa Nara, “Ne,” jawab Sehun. “Jangan sampai Nara jatuh di juara 3 lagi. Aku mohon kepadamu Sehun-ah, jagalah Nara baik-baik. Kau tau tadi malam dia bilang hanya kau yang membuatnya semangat,” jelas appa Nara, Sehun terdiam sejenak. “Ne ahjussi. Aku akan membuatnya berada di juara 1, aku akan menjaga hubunganku dengan Nara dengan baik,” balas Sehun lalu ia meminum cappucino nya, appa Nara tersenyum.

 

Rumah Jinyoung| Yongra dan Jinyoung masih sibuk menghiasi kamar Sooyoung, adik Jinyoung berada di kelas 1 SMP. “Memangnya Sooyoung pulang jam berapa sunbae?” tanya Yongra yang baru saja mengikat balon. Jinyoung melihat jam tangannya, “Sekitar 15 menit lagi, ia pulang jam 16.15 sekarang sudah jam 4,” jawab Jinyoung. Lalu Yongra berniat untuk menempelkan balon di dinding yang tinggi bagi Yongra jadi ia menaiki kursi, sudah naik kursi saja masih jinjit “Gwenchana?” tanya Jinyoung yang melihat Yongra sepertinya kesusahan. “Aigoo, sepertinyaa-,” “SUNBAE,” jerit Yongra yang jatuh dari kursi tadi, tapi syukur Jinyoung cepat menangkapnya. Kini mereka sedang bertatapan sekitar 5 detik, Jinyoung langsung melepaskan Yongra “M-mmian, aku ambil kue nya dulu,” ujar Jinyoung sedikit gugup, lalu keluar untuk mengambil kue nya yang diletakkan diatas meja makan tadi. “Tidak terasa apa-apa,” gumam Yongra, maksud Yongra berdekatan dengan Jinyoung seperti tadi ia tidak merasakan apa-apa, biasa saja. Lalu Yongra memasangkan kembali balonnya tapi tidak terlalu tinggi, “Ini kue nya, apakah masih ada yang kurang?” tanya Jinyoung yang baru masuk, “Sepertinya sudah cukup sunbae,” jawab Yongra, kini kamar Sooyoung sudah terhias sangat indah. “Aku pulang,” ujar Sooyoung, Jinyoung langsung menutup pintu kamar. “Sstt,” ujar Jinyoung, Yongra yang memegang kue nya. ‘ceklek’ pintunya terbuka. “Saengil chukha hamnida saengil chukha hamnida, saranghaneun Sooyoung ireum saengil chukha hamnida,” Jinyoung dan Yongra menyanyikan untuk Sooyoung, ia hanya bisa menutup mulutnya karena terkejut. “Tiup lilinnya, make a wish dulu,” ujar Yongra, lalu Sooyoung make a wish, “fuuuhhh,” Sooyoung meniup lilinnya. “Yeee,” ujar Yongra. “Eonni? Aku rindu dengamu,” ujar Sooyoung lalu memeluk Yongra, Jinyoung yang melihatnya tersenyum. “Sooyoungie, aku juga merindukanmu,” balas Yongra, lalu mereka melepaskan pelukannya. Lalu ia mengambil sesuatu dari tasnya, “Ini untukumu,” Yongra memberikan kado yang dibelinya kemarin. “Eoh eonni? gomawo. Jinyoung oppa saja tidak memberiku hadiah,” ujar Sooyoung yang mengejek Jinyoung. “Yaa!” kesal Jinyoung lalu mengambil hadiahya yang terletak di atas meja belajar Sooyoung. “Ini,” Jinyoung memberikannya pada Sooyoung. Lalu Sooyoung memelukknya, “Gomawo oppa,” ucap Sooyoung. “Ne,” balas Jinyoung tersenyum, lalu melepaskan pelukannya. “Eonni oppa ayo kita makan bersama, eomma sudah masak banyak,” ajak Sooyoung, dibalas anggukan dan senyuman oleh Yongra. Lalu mereka bertiga menuju meja makan, “Saengil chukhae Sooyoungie,” ucap eomma Jinyoung yang sedang menyiapkan makanan, lalu menghampiri Sooyoung dan memeluknya “Ne eomma,” balas Sooyoung lalu melepaskan pelukannya. “Mari mari kita makan bersama,” ujar eomma Jinyoung mempersilahkan mereka duduk. “Ne ahjumma,” ucap Yongra. Kini mereka semua sudah duduk di meja makan, “Sini biar ku ambilkan,” ujar eomma Jinyoung mengambil piring dari tangan Yongra, lalu mengambilkan untuk anak-anaknya juga. “Masitge duseyeo,” ucap eomma Jinyoung. “Ne,” balas Yongra, Jinyoung, dan Sooyoung bersamaan. Lalu mereka melahap makanannya, “Sudah lama tak melihatmu Yongra-ya, kau makin cantik,” ujar eomma Jinyoung. “Ne eomma benar. Yongra eonni makin cantik,” ujar Sooyoung. “Ah jincayeo? Gomapseumida,” balas Yongra tersipu malu. “Apakah kalian pacaran?” tanya eomma Jinyoung pada Yongra sedikit berbisik. Jinyoung mendengarnya, “Eomma!” kesal Jinyoung. “Wae? Aku menanyakan pada Yongra bukan padamu,” balas eomma Jinyoung, lalu melahap makanannya, Yongra tersenyum. “Aku dan Yongra hanya sunbae dan hoobae,” jawab Jinyoung lalu melanjutkan makannya. “Arraseo arraseo,” balas eomma Jinyoung lalu melanjutkan makannya. Mereka menikmati makanannya, Yongra baru teringat sesuatu, “Sunbae ini jam berapa?” tanya Yongra, Jinyoung melihat jam tangannya, “Jam 16.47, wae?” tanya Jinyoung. Yongra cepat-cepat menghabiskan makannya, syukur makanannya tinggal sedikit. Lalu ia minum “Ahjumma, sunbae, Sooyoungie, aku harus pulang sekarang. Josongeyeo,” ujar Yongra lalu berdiri dari kursi. “Kenapa buru-buru sekali nak?” tanya eomma Jinyoung. “Aku tidak boleh pulang lebih dari jam 5,” jawab Yongra. “Aigoo, anak perempuan memang selalu dibatasi jam nya jika keluar,” ujar eomma Jinyoung yang mengira kalau yang membuat aturan itu orang tua Yongra. “Biarku antar Yongra-ya,” ujar Jinyoung. “Ne, biar Jinyoung mengantarkanmu.,” perintah eomma Jinyoung. “Gwenchana, aku pulang sendiri saja. Jinyoung sunbae lanjutkan makannya,” balas Yongra. “Kajja, kuantarkan pulang,” ajak Jinyoung menarik tangan Yongra, “Ahjumma, Sooyoungie, aku pamit,” ucap Yongra. “Ne, hati-hati,” balas eomma Jinyoung. “Ne eonni,” balas Sooyoung.

Kini Jinyoung dan Yongra berada di depan rumah Jinyoung. Jinyoung akan mengantarkan Yongra dengan motor, “Sunbae, dari sini ke apartementku berapa lama?” tanya Yongra. “Hanya 10 menit,” jawab Jinyoung. “Ayo cepat naik,” perintah Jinyoung, lalu Yongra menaiki motornya.

 

Apartement| Seperti biasa jika tidak ada yang dilakukan Sehun bermain playstation, “Yeahh,” ujar Sehun yang memenangkan permainannya. Lalu ia melhat jam, “Sudah jam segini belum pulang juga anak itu. Lihat saja jika lebih dari jam 5, aku akan melakukan hal yang tidak-tidak,” ujar Sehun sambil menyeringai, lalu melanjutkan main lagi.

Yongra dan Jinyoung sudah sampai di depan apartement, “Jam berapa sekarang sunbae?” tanya Yongra. “Jam 5. Cepatlah kau masuk,” ujar Jinyoung. “Syukurlah pas, arraseo. Gomawo sunbae,” ucap Yongra. Jinyoung tersenyum lalu melaju, Yongra berlari. Ada seorang nenek yang jatuh di depan Yongra, mau tidak mau Yongra harus menolong nenek itu, “Aigoo, gwenchanseumnida halmeoni?” tanya Yongra lalu membantu nenek itu untuk bangun. “Gwenchanayeo,” jawab nenek itu. “Terima kasih ya cu,” ucap nenek itu. “Nde,” balas Yongra lalu ia berlari lagi.

Sehun sudah menyelesaikan permainannya, lalu ia membereskannya. “Arraseo Kim Yongra, sekarang sudah jam 5. Jika kau hanya terlambat 1 menit aku akan tetap menghukummu,” ujar Sehun yang sudah duduk manis di sofa untuk menunggu Yongra.

Yongra baru saja keluar dari lift, kini ia sudah menuju apartement nya. ‘ting’ Yongra membuka pintunya pada saat itu juga jam sudah menunjukkan pukul 17.01, “Aku pulang,” ujar Yongra lalu melepaskan sepatunya. “Haii nona Kim. Kau sudah terlambat,” ujar Sehun sambil yang berdiri dari sofa yang diduduki nya tadi, ia menunjukkan senyuman kemenangan. “MWO?!! Sudah terlambat? Aku sampai sini jam 5 pas,” balas Yongra yang tidak terima. “Aku tidak mau tau. Aku hanya tau nya kau sampai sini jam 17.01,” ujar Sehun lalu mendekat pada Yongra. “Sunbae, aku hanya melewatkan 1 menit,” balas Yongra yang masih tidak terima. “Cernalah omonganku, ‘jangan pulang lebih dari jam 5’. Berarti kalau kau hanya melewatkan 1 menit saja, itu tetap saja ‘lewat dari jam 5’,” jelas Sehun yang tidak mau kalah. “Kau sudah siap dengan hukumannya?” tanya Sehun diiringi senyuman nakalnya. “Mwo? Tidak usah aneh-aneh” tanya Yongra dengan nada kesal. “Baiklah. Aku memiliki 2 pilihan untukmu. Yang pertama, Mulai besok kau harus selalu pulang bersamaku tidak boleh dengan Jinyoung. Yang kedua-” jelas Sehun yang menggantungkan kalimat terakhir. Ia mendekatkan wajahnya ditelinga Yongra ‘degdegdeg’ itu yang selalu dirasakannya jika berdekatan dengan Sehun seperti ini, “Yang kedua, kau harus mau aku kisseu,” lanjut Sehun dengan senyuman nakalnya, lalu menjauhkan wajahnya lagi. “Silahkan pilih nona Oh,” ujar Sehun, “Ya!! Kim bukan Oh,” kesal Yongra. “Sebentar lagi juga akan berubah,” goda Sehun dengan tawanya. “Aku tidak memilih keduanya. Lagian aku hanya melewati 1 menit,” ujar Yongra yang masih tidak terima dengan Sehun, lalu ia pergi meninggalkan Sehun. “Yaa! Berhentilah, jika kau melanjutkan langkahmu. Aku akan melakukan hal yang lebih parah dari kedua pilihan ini,” ujar Sehun, Yongra memberhentikan langkahnya. “Arraseo aku akan memilih,” balas Yongra, lalu menghadap ke Sehun. Sehun penasaran menunggu jawaban Yongra.

TBC

Iklan

16 thoughts on “Wait For Me (Chapter 2)

  1. Kyaaa…apaan ya yang bakal dipilih ama Yongra? Yongra pilih nomor 2 aja yaaaa#maksa.
    Author mian aku gak komen dichap 1.Tapi nanti aku bakal komenkok di setiap chapter.
    Ditunggu nextnya ya..
    Fighting

  2. Ommo.. ….Kira kira apa y jwban.a…..Haduuuh si nara nyebelin bgt sih dasar PHO huuuu pasti lma” dia akn jdi drama queen…dasar rubah ekor smbilan pasti lma” dia akan jhatin yongra, ngapain sih sehun slalu mntingin nara smpek” slalu PHP ke yongra, kan kasian klo yongra di php.in, uuuuuh greget bgt y tu siih nara pke acra mgok mkan + bolos lgi cma krna sehun dket ma cwe lain pdahal kan dia cma shbatnya sehun bkn pcr haduuuuuh pkoknya aq ngg ska ma nara mnding tu cwe buang aja kelaut huuuuuu dasar nara PHO
    Maaf ne thoor klo aq mrah” abis nara ngeselin siih , ffnya ngefeel bgt thooor next chap jn lma” ne 😄 fighting 😄😘💪

    • Haduhh makasih ya udah mau comment sepanjang ini. Tenang gak usah marah, Nara emng ngeselin begitu. Sehun pasti akan milih yang terbaik, dia gak akan php kok. Oke gomawo 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s