Love In Seoul (chapter 5)

Love In Seoul

Chapter 5 ( Siapakah yang akan mendapatkan ciuman pertama? )

Main Cast:

Ø  Oh Sehun    

Ø  Kim Cheonsa         

Ø  Park Chanyeol       

Other Cast:

Ø  Oh Sejun / Donsaeng Oh Sehun

Ø  Kim Jong Suk / Appa Cheonsa

Ø  Oh Jung Won / Appa Sehun

Ø  Oh Ha Young / Eomma Sehun

Ø  Choi Semi / Sahabat Cheonsa

Ø  Park Min Young / Sahabat Cheonsa

Ø  Kai / Sahabat Chanyeol

Ø  Tao / Sahabat Chanyeol

Ø  Chen / Sahabat Chanyeol

Rating:

Ø  General

Genre:

Ø  Friendship

Ø  Comedy

Ø  Romance

Ø  School Life

Length:

Ø  Chapter

Author:

Ø  Aihara Naomi / @asmie_22 / Asmie amier

 

Disclaimer : terima kasih buat yang komen,ini memang mirip dengan naughty kiss tapi tak sepenuhnya sama. Saya akan berusaha dengan baik untuk membuat ff ini menjadi menarik

 

Chapter 1 Chapter 2Chapter 3Chapter 4

 

“Maret adalah bulan untuk perpisahan bagi setiap orang. Meski hubungan antara aku dan Sehun belum ada perkembangan. Hari terakhirku selama 3 tahun di Seoul High School. iya, Hari kelulusan semakin dekat”

Kelas F terlihat lesu tak punya tenaga karena sebentar lagi hari kelulusan, mereka akan berpisah dan memilih kampusnya sendiri-sendiri. Sementara itu ditempat lain Baekhyun dan Sehun berbicara dikelasnya. Baekhyun bertanya pada Sehun apa ia tidak menyesal memilih Yonsei University bukan Seoul National Univertisy. Sehun menjawab kalau ia nanti tidak betah di Yonsei University, ia bisa ikut di tahun depan. 3 gadis dikelas Sehun membicarakan keputusan pemilihan kampus Sehun itu semua gara-gara ulah Cheonsa.

“ahh sebentar lagi kita lulus”. Kata Cheonsa gembira saat berjalan bersama 2 sahabatnya.

“kau harus membuat kenangan indah bersama Sehun”. kata Semi.

“tapi kan kami akan ke universitas yang sama”. Tolak Cheonsa. Mendengar perkataan Cheonsa, Min Young jadi kesal dan menepuk punggung Cheonsa keras

“mengapa berkata seperti itu? Ini akhir masa SMA kita! Ini kesempatan terbaik untuk dekat dengan Sehun”. Kata Min Young. Mereka terus membicarakan kelulusan mereka sambil terus berjalan.

“untuk kenangan upacara kelulusan kau harus mendapatkan ciuman pertamamu”. Goda Semi dan Min Young membuat Cheonsa terkejut.

“hentikan.. aku tak bisa melakukannya!”. Seru Cheonsa.

“apa kau tahu legenda sekolah?”. Tanya Min Young

“dikatakan kalau ada pasangan yang berciuman di hari kelulusan akan bersama selamanya!”. Lanjut Min Young.

“jinjayo?”. Tanya Cheonsa.

“iya aku pernah mendengarnya”. Sahut Semi.

“sepertinya kita terlalu berharap banyak pada Cheonsa”. Jawab Min Young.

“aku pikir juga begitu”. Jawab Semi.

“kisse.. kisse.. kau hanya akan mendapatkannya sekali di sepanjang hidupmu.. ciuman pertamamu..”. Cheonsa langsung tertawa-tawa membayangkan sebuah ciuman.

“Pada saat itu ‘my first kiss’ seperti sebuah mimpi. Aku tak pernah mengira apa yang terjadi kemudian”. Batin Cheonsa.

Cheonsa mendapat informasi dari wali kelas mereka kalau Chanyeol sepertinya tidak mau ikut acara perpisahan kelulusan karena tidak diterima di universitas Yonsei. Pulang sekolah Cheonsa mampir ke café yang biasa didatangi Chanyeol, café Max.

“Chanyeol ayo ikut upacara kelulusan bersama”. Ajak Cheonsa saat duduk berhadap-hadapan dengan Chanyeol.

“Tao, Kai dan Chen mengkuatirkan dirimu juga”. Bujuk Cheonsa.

“mereka memberitahumu kalau aku tidak diterima di Universitas Yonsei ya?”. Tanya Chanyeol.

“iya.. tapi ada teman lain yang juga tidak diterima di Universitas Yonsei. Bukankah Kai, Chen dan Tao ke sekolah teknik?”. Kata Cheonsa.

“aku datang dari Busan ke Seoul untuk melakukan hal besar”. Kata Chanyeol menerawang.

“apa hal besar itu?”. Tanya Cheonsa.

“aku belum tahu. Tapi aku hanya punya satu kesempatan hidup. Seorang pria harus lakukan hal besar dan menikah dengan wanita yang terbaik dan memiliki keluarga yang hebat. Untuk mencapainya, aku pikir aku harus pindah ke kota terbesar di Korea. Karena itu aku ke Seoul seorang diri. Tapi.. aku bahkan tidak bisa tunjukkan wajahku pada si brengsek Sehun itu”. Kata Chanyeol kesal mengingat Sehun.

“Sehun?”. Tanya Cheonsa bingung.

“benarkan.. aku bilang padanya ‘aku mencintai Cheonsa lebih dari siapapun di dunia ini. Tapi aku malah tidak bisa masuk ke sekolah manapun. Sehun melepaskan universitas Seoul untuk kuliah di universitas yang sama denganmu”. Lanjut Chanyeol.

“sebenarnya bukan itu yang terjadi…”. Sanggah Cheonsa tapi dipotong oleh Chanyeol.

“aku sudah kalah darinya.. menyedihkan sekali”. Ucap Chanyeol lesu. Cheonsa berdiri dan duduk disebelah Chanyeol.

“kuliah itu bukan jalan untuk semuanya..”. Gumam Cheonsa. Chanyeol menoleh pada Cheonsa.

“hey, kurasa aku pernah bicara ini sebelumnya.. Appaku dan Appa Sehun bersahabat tapi Appa Sehun lulusan universitas Seoul, dia memulai usaha dan dia membuat perusahaannya besar dalam 1 generasi. Disisi lain, Appaku bahkan tidak lulus SMA. Dia menjadi koki magang tepat setelah ia lulus SMP. Kau sudah tahu juga kan? Tapi mereka berdua tetap akrab. Mereka saling menghargai dan menghormati pekerjaan masing-masing”. Kata Cheonsa mencoba member semangat untuk Chanyeol.

“jika tidak begitu, dia tidak akan membiarkan kau dan Appamu tinggal dirumahnya”. Kata Chanyeol.

“benarkan? Yang ingin ku katakan.. kau dan aku tidak beitu baik soal pelajaran. Tapi kita harus temukan yang kita bisa kuasai”. Kata Cheonsa.

“sesuatuu yang kukuasai?”. Kata Chanyeol berfikir apa yang dia bias lakukan tanpa harus kuliah.

“Benar. Hal besar yang hanya bisa kau lakukan”. Lanjut Cheonsa. Chanyeol merenungkan perkataan Cheonsa itu,

“hey jika aku temukan sesuatu dan jadi orang hebat, apa kau mau mencintaiku?”. Kata Chanyeol menatap Cheonsa tajam.

“ahh kau membahas itu lagi..”. Cheonsa malu Chanyeol mengungkapkan perasaannya lagi padanya.

“tapi Sehun juga pernah bilang ‘kau tidak akan tau yang akan terjadi.. kau membenci seseorang hari ini, tapi besok kau mungkin menyukainya”. kata Chanyeol tersenyum.

“ahh.. aku tak membencimu Oppa. Tapi aku tak bisa menganggapmu lebih dari teman”. Kata Cheonsa.

“sekarang aku sudah tidak apa-apa. Aku pasti akan temukan hal yang aku kuasai. Menghasilkan uang dari situ dan jadi orang hebat.. tunggu saja Cheonsa..”. Kata Chanyeol mengusap rambut Cheonsa.

“bagaiman dengan acara kelulusannya?”. Tanya Cheonsa.

“aku akan ikut.. tingkatan di sekolah bukan satu-satunya yang menentukan nilai manusia. Aku janji aku akan lebih hebat dari Sehun”. Kata Chanyeol yang sudah kembali jadi Chanyeol yang ceria dan bersemangat.

“ayo kita buat pesta yang meriah!”. Kata Cheonsa tersenyum.

“iya.. kita buat kenangan yang indah..”. Jawab Chanyeol.

“iya..”. Kata Cheonsa mengangguk.

 

~Skip~

“Cheonsa-ah..”. Panggil Chanyeol saat melihat Cheonsa jalan ke sekolah.

“ya?”. Sahut Cheonsa menoleh pada Chanyeol yang tiba-tiba saja langsung merangkulnya.

“ohhh.. ada apa?”. Cheonsa terkejut tapi membiarkan dirinya dirangkul Chanyeol. Tanpa Cheonsa sadari dilantai atas, Sehun melihat kejadian itu dengan tidak suka.

Dikelas Chanyeol yang masuk sekolah lagi disambut teman-temannya bahkan Chanyeol berjanji ia yang akan mengatur acara perpisahan mereka.
~Hari kelulusan~

Cheonsa dirumah keluarga Oh sedang di foto Eomma Sehun untuk kenangan terakhir memakai seragam SMA.

“hmm.. kau cantik Cheonsa-ah. ayo senyum lagi!”. Puji Eomma Sehun memfoto Cheonsa.

“ayo kau menengadah sedikit..”. Lanjut Eomma Sehun mengarahkan gaya Cheonsa yang terlihat semakin imut dengan gaya fotonya.

“anggap saja Sehun yang memotretmu”. Kata Eomma Sehun lagi. Semua menyaksikan pemotretan itu di ruang tamu kecuali Sehun yang belum turun dari kamarnya.

“kau bisa ke belakang kursi?”. Eomma Sehun mengarahkan Cheonsa lagi.

“sudah siap? Katakan cheese…! Ah manisnya.. sekarang kau duduk disini dan bersandar. ahh manisnya! Sudut yang sangat indah!”. Puji Eomma Sehun bersemangat mengambil foto Cheonsa terus-terusan.

“hari ini hari terakhir kita melihat Cheonsa pakai seragam sekolahnya”.  kata Appa Cheonsa menangis terharu.

“jangan seperti itu ayah..”. Sahut Cheonsa.

“ayo kita berfoto diluar”. Ajak Eomma Sehun lagi. Sehun muncul dan membuat Eommanya semakin semangat.

“ hey… hei.. karena ini hari kelulusan bagaimana kalau kau berfoto dengan Sehun!”. Kata Eomma pada Cheonsa

Cheonsa tersenyum melirik pada Sehun untuk minta persetujuan tapi wajah Sehun sepertinya sedang bad mood jadi Cheonsa tak berani meminta Sehun berfoto. Tanpa banyak bicara Sehun lalu pergi kearah pintu.

“kurasa Sehun tidak mau”. Kata Cheonsa tersenyum malu. Sehun sampai didepan pintu berbalik kebelakang.

“bukankah kau mau berfoto denganku?”. Tanya Sehun melihat Cheonsa.

“heihhh?”. Cheonsa terkejut mendengar apa yang dikatakan Sehun.

“Cheonsa-ah ini kesempatanmu!”. Seru Eomma Sehun gembira. Cheonsa langsung berlari kegirangan menyususl Sehun ke halaman rumah.

Dihalaman rumah Eomma Sehun langsung mengarahkan gaya keduanya “siap…. “ tapi ia melihat jarak keduanya terlalu jauh.

“ayo kalian mendekat..”. Kata Eomma Sehun mengarahkan. Cheonsa melangkah pelan ke samping Sehun lebih dekat lagi.

“ahh lebih dekat lagi..”. Perintah Eomma Sehun.

Cheonsa melangkah ragu-ragu mendekat ke samping Sehun. Tanpa diduga Sehun tiba-tiba merangkul bahu Cheonsa membuat keduanya berdekatan. Cheonsa benar-benar terkejut.

“ahh bagus sekali..”. Seru Eomma Sehun melihat keduanya seperti itu. Tapi saat akan memotret .

“ada remah remah roti dipipimu..”. Bisik Sehun pada Cheonsa, Cheonsa langsung terkejut menghindar dari Sehun tepat saat foto diambil Eomma Sehun. Membuat hasil fotonya jadi jelek.

 

~Skip~

Cheonsa dan Sehun berangkat kesekolah bersama-sama, seperti biasanya Cheonsa berjalan dibelakang Sehun. Dengan mengendap-endap Cheonsa berjalan agar bisa sejajar dengan Sehun.

“karena ini hari terakhir bisa kita jalan bersama?”. Pinta Cheonsa setelah berjalan disamping Sehun. Sehun hanya melirik sekilas pada Cheonsa lalu melihat kedepan lagi.

“lagi pula waktu cepat berlalu ya..”. Cheonsa melirik Sehun yang tak ada komentar padanya.

“SMA kita berakhir hari ini.. tapi, aku lebih menikmati tahun ini dari tahun lainnya”. Lanjut Cheonsa.

“aku menderita tahun ini dari delapan belas tahun yang telah terlewati”. Jawab Sehun. Cheonsa merasa Sehun menyindirnya sampai ia tak berani berjalan disamping Sehun lagi.

Chanyeol dan sahabat-sahabatnya melihat kebersamaan keduanya. Chanyeol lalu merencakan ciuman setelah upacara perpisahan. Ia akan mempersiapkan kejutan diacara perpisahan itu. Semua terharu saat menerima ijazah kelulusan, keluarga-keluarga mereka juga terharu. Saat menyanyi lagu sekolah, Cheonsa CS dan Chanyeol CS menyanyi sambil menangis. Eomma Sehun menunggu Cheonsa setelah acara itu selesai.

“Eomma Sehun terima kasih sudah datang kesini”. Kata Cheonsa.

“Appamu dan suamiku juga kesini tapi mreka harus berangkat kerja”. Kata Eomma tersenyum.

“lebih baik begitu daripada nanti dia menangis lagi” jawab Cheonsa.

“kalau aku melihatnya menangis aku juga mulai menangis”. Lanjut Cheonsa.

“ini acara perpisahan anak satu-satunya tentu saja dia menangis. Aku juga ikut menangis..”. Jawab Eomma Sehun. Cheonsa, Eomma Sehun, Min Young dan Sehun langsung menangis terharu.

“Cheonsa kau benar-benar seperti anggota keluarga Oh sungguhan”. Ujar Min Young.

“tentu saja.. aku masih membayangkan Cheonsa-ah akan menikah dengan anggota keluarga kita”. Sahut Eomma Sehun.

“eh lihat itu..”.Seru Semi melihat pasangan teman sekolah mereka berciuman di sudut-sudut sekolah. Semua langsung heboh melihatnya termasuk Eomma Sehun yang langsung mengambil foto mereka.

“seperti itulah hari kelulusan yang seharusnya”. Seru Eomma Sehun.

“Eomma Sehun kau juga tau hal seperti itu”. Seru Semi heran.

“kisah cinta Ahjumma pasti hebat”. kata Min Young.

Cheonsa melihat disudut lain, ada seorang cowok yang memberikan kancing keduanya pada seorang cewek. Pemberian kancing kedua di Seoul itu sudah jadi tradisi seperti pernyataan cinta pada cewek yang disukainya.

“meski seragam kita hanya punya 2 kancing saja”. Kata Semi

“satu-satunya waktu yang bahagia mendapatkan kancing baju orang lain adalah saat upacara kelulusan”. Sambung Min Young.

“pasti manis sekali, aku jadi iri. Aku selalu merindukannya”. Gumam Cheonsa pelan.

“hey Cheonsa-ah bukan waktunya berkata begitu. Kau juga sudah lulus, kau harus minta pada Sehun juga!”. Seru Eomma Cheonsa.

“iya benar, kau sudah punya ijin dari Eomma Sehun. Kau sudah punya dukungan besar!”. Seru Semi bersemangat.

“ya benar..”. Kata Cheonsa tidak yakin.

“bicara soal Sehun.. sepertinya disana cukup kerepotan, sehun”. Kata Min young melihat jauh kedepan Kekerumunan gadis-gadis yang mencoba mendapatkan kancing kedua Sehun.

“Sehun, bisakah aku mendapatkan kancing keduamu?”. Pinta seorang cewek.

“tidak”. Jawab Sehun yang dikawal sahabat setianya, Baekhyun.

“Sehun, maukah kau berfoto denganku?”. Tanya cewek lainnya.

“tidak”. Tolak Sehun sambil terus berjalan. Karena didepan mereka banyak gadis yang menghalangi langkah Sehun, Baekhyun lalu menyingkirkan gadis-gadis itu kesamping.

“aku tak tahu Sehun punya banyak fans”. Kata Cheonsa yang melihat dari jauh.

“tidak sepertimu Cheonsa. Mereka tahu siapa mereka jadi mereka tidak pernah menyatakan perasaannya pada dia”. Kata Semi.

“hari ini hari terakhir, hati mereka meledak!”. Seru Min Young.

“sudah kuduga..”. Kata Eomma Sehun.

“apa”. Kata Cheonsa CS berbarengan.

“aku merasa Sehun punya perasaan untukmu, Cheonsa-ah. Karena itu dia menyimpan kancing keduanya untukmu!”. Kata Eomma Sehun yakin.

“itu tidak mungkin Ahjumma..”. Kata Cheonsa yang tak percaya diri.

“aku ini Eommanya jadi aku tau yang ia pikirkan..”. Lanjut Eomma Sehun.

“Cheonsa… ayo!”. Seru Semi memberi semangat pada Cheonsa.

“hari ini adalah hari terakhir!”. Kata Semi

“benar. Kenangan terakhir!”. Sambung Min Young memberi semangat.

”maju..”.

“maju..”. Sahut yang lainnya. Min young mendorong Cheonsa maju menemui Sehun. Apa daya Cheonsa pun melangkah maju mendekati Sehun.

“kalau Sehun-ssi memberiku kancing keduanya…..”

Cheonsa berhadap-hadapan dengan Sehun.

“ummm.. Sehun-ssi.. selamat atas kelulusanmu. Umm.. kalau boleh.. kancing keduamu…”. Cheonsa grogi untuk meminta kancing Sehun.

“baiklah..”jawab Sehun tersenyum.

“heihhh??” Cheonsa terkejut Sehun setuju memberikan kancing itu padanya.

Sehun melepas kancing keduanya dan memberikan pada Cheonsa yang masih tidak percaya dibuatnya. Cheonsa terus memegang kancing ditangannya dengan erat.

“ini… apakah artinya.. aku orang spesialnya?” mereka saling menatap lama. Tiba-tiba tangan Sehun menyentuh wajahnya.. Cheonsa gelisah menunggu.. ia memejamkan matanya menanti ciuman Sehun.

 

 

Namun tiba-tiba Cheonsa membentur sesuatu. Ia membuka matanya dan melihat kalau ia tidak berciuman dengan Sehun tapi ia justru menabrak punggung Sehun. Ternyata tadi ia Cuma mengkhayal Sehun memberikan kancing keduanya padanya.

“Sehun-ssi…” Cheonsa melihat kancing ditangannya yang sudah tidak ada.

“kancingnya.. kancingnya hilang..” Cheonsa sadar itu hanya ada dilamunannya. Ia tersenyum pada Sehun.

“Sehun-ssi bisakah kau memberikan kancing keduamu padaku?” tanyanya malu-malu.

“tidak..” jawab Sehun pergi meninggalkan Cheonsa.

“Mianhe Cheonsa…Jeongmal Mianhe..” Baekhyun justru yang minta maaf pada Cheonsa lalu menyusul Sehun pergi bersama gadis-gadis itu. Eomma Sehun, Min Young dan Semi menghampiri Cheonsa.

“dia lulus SMA tapi dia masih tidak suka gadis” gumam heran Min Young.

“sepertinya cintamu akan tambah berat.” Sahut Semi.

Cheonsa menangis kecewa. Chanyeol cs sedang mempersiapkan ruangan dan makanan yang akan dipakai untuk perpisahan. Mereka mendapatkan ruangan besar yang nanti akan berbagi dengan kelompok lain karena ruangan sudah penuh semua. Ia juga merencakan menyanyi didepan Cheonsa nanti dan ia juga berencana untuk mencium Cheonsa setelah acara selesai.

Chanyeol berlatih menyanyi lagu yang akan dibawakannya.

“aku akan menyanyikan lagu cinta untuk Cheonsa dengan sepenuh hatiku. Dan Cheonsa akan jatuh cinta padaku.” Chanyeol membayangkan Cheonsa didepannya dan terharu melihat pada dirinya.

“Chanyeol… maaf atas apa yang aku lakukan padamu. Aku tidak sadar pada cintamu. Aku tak percaya aku mencintai si brengsek itu. Aku bodoh..”. sesal cheonsa.

“jangan menangis..”. Chanyeol mendekati Cheonsa ia menyentuh wajah Cheonsa dan akan menciumnya.

Dibelakangnya kai dan tao heran dengan tingkah Chanyeol yang seperti mencium seseorang padahal tidak ada orang lain didepannya.

“Chanyeol… maaf sudah menganggu” lamunan Chanyeol buyar oleh teriakan Cheonsa yang datang bersama semua teman kelas F. Chanyeol kecewa karena mimpinya yang indah hilang disaat adegan yang bagus itu.

Mereka histeris melihat mie yakisoba yang dibuat Chanyeol. Mereka langsung memakan makanan yang sudah disiapkan Chanyeol. Cheonsa makan mie dengan mulut yang berlepotan. Chanyeol datang dan melihat itu.

“yakisobanya Chanyeol itu enak!”. Seru Cheonsa.

“benarkah?” Tanya Chanyeol tersenyum.

“Cheonsa, ada rumput laut diwajahmu.” Chanyeol langsung mengusap makanan disudut bibir Cheonsa.

Sehun datang dan melihat adegan itu dengan tidak suka. Mungkin merasa ada yang memperhatikan, Cheonsa berpaling ke pintu keluar dan ia terkejut melihat Sehun disana.

“Sehun-ssi” seru terkejutnya. Chanyeol ikut menoleh melihat ke Sehun.

 

Ternyata kelompok yang berbagi ruangan dengan mereka adalah kelasnya Sehun. Chanyeol saat berpidato memberi sambutan dari arah luar pelayan datang membawakan pesanan makanan kelas Sehun dan makanannya enak-enak membuat kelas F jadi iri melihatnya.

Cheonsa merasa tidak enak sendiri dengan Chanyeol jadi ia berbalik dan memuji makanan yang dibuat Chanyeol dan mencoba semua makanan yang sudah disiapkan. Teman-teman yang lain jadi tersadar dan ikut makan makanan itu semua.

Suasa kembali memanas saat pidato guru kelas A dan kelas F terjadi bersamaan. Karena satu ruangan hanya ada penyekat lipat, otomatis semua pembicaraan bisa saling terdengar. Guru kelas A menghina kelas F yang bodoh. Chanyeol kesal dan jadi emosi saat salah satu siswi kelas A menyindir mereka.

“ya ampun, orang-orang dari kelas bawah selalu ketakutan.” Seru siswi dari kelas A.

“apa yang kau katakan hah?” teriak Chanyeol marah.

“dan selalu melakukan kekerasan.” Lanjut siswi kelas A lagi.

“apa?? Aku tidak lakukan apa-apa.” Seru Chanyeol.

“mengunakan kekerasan lisan bisa kena sanksi pidana” seru siswi itu lagi.

“lagu pula, satu-satunya cara orang-orang dari kelas F bisa melawan kita adalah dengan otot” Sehun yang ada disebelah gadis itu tiba-tiba menimpali.

Chanyeol dan Cheonsa kesal mendengar kata-kata Sehun tadi. Chanyeo hanya menahan emosinya. Ia segera keluar ruangan. Cheonsa yang melihat Chanyeol pergi jadi khawatir. Ia segera menyusul Chanyeol keluar ruangan. Sehun melihatnya jadi kesal, cemburu. Chanyeol menemui pengurus gedung dan meminta pindah ruangan tapi karna tidaka ada ruangan lain jadi ditolak.

Cheonsa datang dan menenangkan Chanyeol dan meminta tetap memakai ruangan itu. Cheonsa menyeret Chanyeol kembali keruangan. Mereka berjalan dilorong gedung, Kai dan Tao yang berniat menyusul melihat keduanya jadi tidak berani mendekat, takut mengganggu keduanya. Mereka berhenti ditengah lorong. Chanyeol masih kesal dengan apa yang terjadi dan Cheonsa menemaninya disana.

“kita sudah berjanji. Kita akan temukan sesuatu yang kita kuasai. Kita tidak peduli apapun dari kelas A bicara soal kita kan?”. Chanyeol menghela nafasnya mencoba menahan emosinya.

“benar.. aku tadi marah sekali. Terima kasih kau sudah merubah sikapku tadi, Cheonsa” Chanyeol menatap wajah Cheonsa yang ada disebelahnya dan tertawa.

“ada rumput laut lagi diwajahmu” Chanyeol lalu membersihkan rumput laut dibibir Cheonsa yang diam saja diperlakukan Chanyeol seperti itu. Tao dan Kai yang posisinya ada dibelakang Chanyeol mengira Chanyeol seperti mencium Cheonsa.

“akhirnya..” kata keduanya berbisik-bisik.

Sehun keluar ruangan acara dan berjalan dilorong. Dari posisinya berjalan, Sehun melihatnya juga sama seperti yang dilihat Tao dan Kai, Chanyeol seperti mencium Cheonsa. Sehun berdiri menatap keduanya. Tao dan Kai melihat Sehun yang ada disana jadi terkejut.

“Oh Sehun..!”teriak keduanya. Cheonsa dan Chanyeol langsung menoleh dan melihat Sehun. Karena tidak mau bicara dengan Sehun, Cheonsa langsung pergi meninggalkan Chanyeol.

“aku masuk dulu Oppa” Cheonsa berlari masuk ke ruangannya. Chanyeol dan Sehun tinggal berdua dilorong itu..

“kenapa kau kesini, jenius? Apa kau kesini untuk mencari tau apa yang terjadi antara Cheonsa dan aku?”. Tanya Chanyeol sambil tertawa. Sehun tidak menjawabnya dan berjalan melewati Chanyeol.

“apa kau cemburu?” lanjut Chanyeol. Sehun tetap diam tak menjawab.

“hey, kenapa kau tidak bicara? Tunggu dulu..”Chanyeol menyusul Sehun dan menyentuh pundak Sehun.

“sementara kau disekolah malas-malasan, aku akan jadi orang hebat dengan lakukan yang tidak kau bisa. Aku sudah janji dengan Cheonsa”. Kata Chanyeol.

“banyak orang bilang, hebat bila seseorang bisa kuliah. Tapi jika seseorang yang tidak diterima disana, itu seperti anggur asam.” Kata Sehun tertawa sinis.

“bukan itu saja janjiku dengan Cheonsa. Malam ini aku dan Cheonsa akan ciu… ciuman” lanjut Chanyeol.

“harusnya kau bermimpi saat tidur”. Kata Sehun meremehkan kata-kata Chanyeol.

“aku tidak tau.. Cheonsa sendiri yang memintaku untuk membuat acara kelulusan yang meriah. Diakhir SMA akhirnya dia sadar siapa yang paling peduli dengannya. Sudah terlambat untuk cemburu, jenius”. kata Chanyeol sebelum pergi meninggalkan Sehun yang sepertinya mulai mengkhawatirkan ucapan Chanyeol itu.

“hai.. hai.. hai.. kelas A.. kelas F, kita bersenang-senang! Ini malam terakhir SMA kita.” Seru Cheonsa yang baru masuk ke ruang acara lagi dengan ceria mengajak kedua kelas bergabung.

“benar, ayo kita makan sama-sama” Baekhyun menyetujui usul Cheonsa.

“itu ide bagus.. ayo..!” seru Cheonsa sambil pergi ke penyekat ruangan. Teman-teman cowok langsung menyingkirkan penyekat ruangan itu. Cheonsa mengambil makanan dari kelas A dan langsung memakannya. Semuanya terlihat gembira tanpa masalah.

“kau pasti senang semua berjalan sesuai keinginanmu”. Kata siswi yang tadi bertengkar dengan Chanyeol.

“karenamu, Sehun-ssi tidak ke universitas Seoul.” Kata siswi lain.

“karena kau bodoh kau mengganggu hidup orang cerdas. Benar-benar jahat” Kata siswi 3 sekawan ini yang fans Sehun. Cheonsa terdiam tak sanggup mengelak.

“bukan salahnya” sahut Sehun yang masuk ke ruangan lagi. Sehun datang mendekati Cheonsa.

“dia bukan alasan aku tidak ke universitas Seoul“. Kata Sehun.

“Sehun-ssi…”. Cheonsa, Minyoung, Semi senang mendengar Sehun membela Cheonsa.

“ternyata kau bisa baik juga.” Kata Min Young yang senang Sehun membela sahabatnya.

“aku terkesan” ucap Semi.

“kenapa juga aku harus tidak ke universitas Seoul hanya untuk parasit ini?” lanjut Sehun kembali sinis.

Cheonsa langsung jadi emosi mendengar Sehun menyebutnya sebagai parasit. “parasitttttt…” Cheonsa langsung menahan emosinya sampai terjatuh mau pingsan. Min Young dan Semi membantunya berdiri tegak lagi. Guru kelas A maju kedepan Sehun.

“benar juga. Orang yang cerdas seperti Sehun, tidak akan terkecoh ‘Cuma’ karena 1 siswi dan merusak hidupnya”. Kata Guru Kelas A.

“Cuma???” gerutu kesal Cheonsa.

“sekarang aku sadar, tidak mungkin Sehun-ssi suka dengan gadis malang itu”. kata siswi fans Sehun.

“sia-sia saja kita percaya dengan gossip itu” Kata siswi fans Sehun lagi.

“gadis malang..??” Cheonsa menjadi semakin emosi mendengarnya.

“tunggu dulu!” kata Cheonsa dengan percaya diri menyentuh rambutnya dengan tangannya.

“aku sudah dengar semuanya. parasite? Bodoh? Mengganggu? Malang? Kurasa kalian terlalu kejam. Memang benar.. benar aku mendapat bantuan dari Sehun. Aku mungkin membuatnya sedikit masalah”. Kata Cheonsa

“sedikit??” sindir Sehun. Cheonsa langsung memikirkan kata-katanya lagi

“ hmm maksudku ‘banyak’ tapi dari caramu mengatakannya, kau cowok berdarah dingin!”. Lanjut Cheonsa.

“tapi kau suka dengan cowok berdarah dingin ini, kan?” ejek Sehun lagi. Mendengar itu semua teman langsung menyoraki keduanya membuat Cheonsa tertunduk malu.

“berhenti mesra-mesraan.” Kata Baekhyun menengahi Sehun dan Cheonsa

“ini semua kekuatan cinta Cheonsa. Sehun dan Cheonsa ditakdirkan untuk bersama”. Kata Baekhyun.

“konyol sekali” sanggah Sehun dengan angkuhnya.

“tapi jimat yang kau punya diujian seleksi..”lanjut Baekhyun.

“ada apa??” Tanya siswa-siswi yang lain yang belum tau kisah ujian itu.

“kita bisa tertawakan itu, tapi berkat jimat buatan Cheonsa, Sehun jatuh dari tangga dan terluka”. Kata Baekhyun sambil mengingatnya.

“soal itu.. aku jadi ingat kau pernah memakai tongkat.” Kata sisi fans sehun.

“dia ketinggalan kereta, semua pensilnya patah dan juga dia tidak makan bekal makan siangnya. Benar-benar sial”. Lanjut Baekhyun.

“itu bukan jimat, itu kutukan” kata siswa kelas A.

“tidak, itu kekuatan cinta… kebalikan kekuatan cinta..” lanjut Baekhyun.

“kalau dipikir-pikir, sehari setelah dia memberi Sehun surat cinta.. rumahnya hancur.. ditambah lagi dia ditolak”. kata cewek fans Sehun.

“hebat ada gadis pembawa badai” seru cowok kelas A. Semua kelas A menertawakan kotoko.

“ngomong-ngomong, dia memberimu coklat di hari valentine?” Tanya seorang cewek.

“coklatnya tidak enak” jawab Sehun

“juga setelah tahun baru dia memberiku pijat kepala aneh.” Lanjut Sehun membuka semua apa yang Cheonsa lakukan untuknya.

“lucu sekali..”

“selera yang aneh.”

“ini seperti kuis buka rahasia” kata Baekhyun

“rahasia siapa lagi yang mau dibuka?” Tanya Baekhyun.

Cheonsa emosi dan tertawa-tawa aneh. Min Young dan Semi tahu tawa Cheonsa itu menggambarkan kesedihan Cheonsa, mereka sudah hapal tingkah Cheonsa itu.

“Cheonsa kau tidak apa-apa?” Tanya Min Young dan Semi.

“lucu kan, kontes buka rahasia itu menyenangkan” kata Sehun. Sehun terus melihat Chonsa yang seperti kesurupan itu. Cheonsa menatap Sehun menantang.

“jika kau sejauh itu, sebaiknya kau bersiap-siap..”. kata Cheonsa menantang Sehun.

“apa?” kata Sehun.

“kau kira kau tak punya rahasia?”. Tanya Sehun.

“aku tidak pernah lakukan apapun yang memalukan dalam hidupku.”sahut Sehun. Cheonsa tertawa-tawa mengejek.

“orang jenius juga punya kelemahan tau?!”. Kata Cheonsa menggoda Sehun.

Otak Sehun langsung bisa menebak apa yang akan dilakukan Cheonsa, tapi ia ragu karena fotonya sudah diambil dia.

“apakah kau…”. Kata Sehun terputus setelah melihat apa yang ada disaku bajunya Cheonsa menunjukkan foto Sehun yang berpakaian cewek. Lalu menariknya ke atas dan menunjukkan pada Sehun. Semi langsung mngambil foto dari tangan Cheonsa. Semua langsung kaget melihat Sehun berpakaian cewek seperti itu. Mereka berebut melihat foto itu. Cheonsa tertawa-tawa senang bisa membalas Sehun.

“darimana kau mendapatkannya?” Tanya Sehun.

“ibumu memberiku 1 lagi. Aku menyimpannya ditempat tiket keretaku. Foto masa kecil orang yang kusukai. Tapi sekarang aku berubah pikiran karena ini terlihat perempuan sekali” ejek Cheonsa. Semua teman kelas A dan F langsung menertawakan Sehun semua, membuat Sehun semakin marah.

“sekarang kau tau rasanya ditertawakan orang-orang. Ini.. ini” kata Cheonsa mengibar-kibarkan foto Sehun didepan Sehun. Foto itu coba direbut Sehun tapi terjatuh ke lantai. Min Young mengambilnya dan membandingkan wajah Sehun dengan foto cewek Sehun kecil itu. Cheonsa terus tertawa-tawa mengejek Sehun.

“ikut aku.!”seru Sehun menarik tangan Cheonsa pergi keluar gedung. Tepat saat itu Chanyeol masuk dan berdiri untuk pidato.

“hey.. hey.. hey.. apa kalian bersenang-senang? Aku Chanyeol akan membuat kalian semakin bersemangat lagi. Aku membuat lagu ini untuk gadis yang kusukai.” Kata Chanyeol sambil mencari-cari Cheonsa.

“perasaan ini ada sudah 3 tahun.. akan kutunjukkn pada kalian! Dengarkan lagu ini yang judulnya ‘aku mencintaimu, Cheonsa!’” lanjut Chanyeol yang tak menyadari kalau Cheonsa tidak ada di ruangan itu lagi.

“aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. la..la..la” Chanyeol terus bernyanyi sambil mencari-cari cheonsa diantara teman-temannya.

Sehun menarik Cheonsa sambil di tangga gedung lantai atas.

“ada apa?” Tanya Cheonsa setelah Sehun melepaskan pegangan tangannya.

“kau buat keributan!” kata Sehun marah.

“aku tidak takut padamu!” jawab Cheonsa memberanikan diri padahal sebenarnya ia takut melihat wajah marah Sehun.

“kau juga mempermainkan perasaanku padamu. Aku berhenti..” isak Cheonsa. Sehun melirik Cheonsa.

“aku.. akan berhenti mencintaimu” ucap Cheonsa dengan sedihnya. Sehun terus menatap wajah Cheonsa dengan tatapan dingin

“ohh begitu.. jadi kau akan melupakanku?”. Tanya Sehun.

“iya. Sekarang aku tau seperti apa dirimu itu. Aku akan melupakanmu dan mencari cowok lebih tampan dikampus”. teriak Cheonsa. Mendengarnya Sehun jadi kesal. Ia mendekat dan mencengkram bahu Cheonsa.

“coba saja lupakan aku” kata Sehun dan tiba-tiba saja ia mencium Cheonsa. Membuat Cheonsa terbelalak terkejut.

“kau puaskan..” kata Sehun menatap Cheonsa yang baru saja diciumnya dan pergi meninggalkan Cheonsa yang masih shock akibat ciuman pertamanya itu.

 

 

 

Diruang perpisahan Chanyeol berteriak-teriak memanggil Cheonsa.

“Cheonsa kau tak menginginkanku? Cheonsa saat aku menginginkan sesuatu akan kulakukan”.

Masih ditempatnya berdiri, tubuh Cheonsa melemah setelah ciuman yang mengejutkannya itu.
“ciuman? Ciuman pertamaku. Pertama kalinya dalam hidupku.. sekali seumur hidup.. ciuman istimewa. Aku dan Sehun-ssi ciuman? ”

 

 

6 thoughts on “Love In Seoul (chapter 5)

  1. Ditunggu bgt next chapter plus kejelasan hubungan Sehun-Cheonsaaa! Kalo bisa alurnya lbh dirapihin lg author hehehe

  2. yeeeyyy…..akhirnya sehun nyium cheonsa🙂
    ayolah hun akui saja jika kamu jg udh mulai suka kan sma cheonsa? kamu cmburu kan lihat cheonsa deket sama chanyeol….
    moga hubungan sehun-cheonsa makin deket lagi….
    buruan ungkapin perasaanmu hun🙂
    ceritanya jgn dibuat sama persis kyk naughty kiss dong kak?
    mksut aq adegan”nya jgn sama persis, tapi kalau ending nya harus sehun-cheonsa ya,hehehe…..
    alurnya beda tpi endingnya sama🙂 sehun-cheonsa menikah seperti irei naoki dan kotoko🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s