KING & I (Chapter 1)

king-and-i (1)

KING & I

 

EXO’s Oh Sehun

OC’s Jessica Alicei Arnault

Actrees’s Yuan Shan Shan

 

Sad, Romance, Marriage Life Story Rated by PG-17  Served In Chaptered Lenght

 

Disclaimer : Hi, thanks for all of you who’ve willing to read the story of the artificial I. Once again, the story is original to me. Sorry if there is similarity of background, cast, place, events, characters and more because, everything is accidental author when creating. Don’t Be Plagiarism! Enjoy and Happy Reading

 

2016© HOYA Story Present

Thanks to her poster, this is amazing.( Katalavaino )

 

Publish in :

– EXO Fanfiction Indonesia : EXO Fanfiction Indonesia

– Say Korean Fanfiction : Say Korean Fanfiction

– EXO Fanfiction : EXO Fanfiction

– WordPress Pribadi : Star Family Fanfiction

 

King & I ♔

 

~ Game Start ~

Apa Itu Cinta?

Aku Tak Pernah Memperdulikan Kata Cinta Dan Jawabannya Adalah  Aku Tak Tau Apa Itu Cinta. Semua Berfikir, Oh Betapa Menyedihkannya Seseorang Yang Tak Tahu Arti Cinta. Cinta? Itu Tak Penting.

 

Apa Itu Kasih Sayang?

Aku Juga Tak Pernah Memperdulikan Sesuatu Hal Yang Berhubungan Dengan Kasih Sayang Ataupun Cinta. Mengapa? Karena Aku Tak Pernah Merasakan Keduanya.Menyedihkan? Aku Tak Peduli.

 

Apa Itu Kehidupan?

Kehidupan Adalah Sesuatu Hal Yang Membuatku Serasa Berada Di Dua Dunia. Dunia Nyata Dan Dunia Fantasi. Dua Dunia Yang Mengajarkan Apa Arti Dari Cinta, Kasih Sayang, Dan Juga Ketulusan Yang Sebenarnya.

 

Apa Itu Waktu?

Waktu Adalah Sesuatu Hal Yang Mampu Membuatku Gelisah, Marah, Dan Kesal Secara Bersamaan. Kecepatan Waktu Membuat Setiap Orang Harus Merelakan Sesuatu Yang Begitu Berharga Dalam Kehidupannya.

 

Apa Itu Keserakahan?

Keserakahan Adalah Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Nafsu. Keserakahan Membuat Setiap Orang Lupa Akan Segala Hal Yang Berharga Di Dirinya. Keserakahan Lah Penyebab Terjadinya Dunia Yang Menyeramkan Dan Menyedihkan Bersatu.

 

Apa Itu Keluarga?

Keluarga Adalah Sesuatu Hal Yang Berhubungan Dengan Akar Tumbuhnya Seseorang. Akar Itu Bisa Saja Patah Ataupun Layu Karena, Sebuah Penyebab. Sebuah Akar Rentan Patah Atau Layu Jika Sesuatu Yang Mendasar Dari Dalamnya Buruk.

 

~ King & I ~

 

Pagi ini, mentari meninggi menyinari dunia dengan sinarnya yang cerah. Embun pagi masih membasahi dedaunan dan bunga-bunga yang bermekaran. Jalan ibu kota terlihat begitu ramai dilalui setiap orang yang hendak memulai aktivitas masing-masing.

 

Seorang gadis cantik berjalan di pinggiran jalan kota Roma, Italia. Melangkah melewati manusia yang berlalu lalang di sekitarnya. Balutan Cocktail Attire berwarna hitam pekat sangat pas di tubuhnya. Rambut hitam coklatnya dengan indah menjuntai arah ke samping, kulit putih bak porselen tanpa lecet sedikitpun, dan Pandangan sinis nan tajam yang mampu membuat lelaki mana pun tergila-gila padanya.

 

Sebuah Cafe menjadi tujuan utamanya untuk pagi kali ini. memasuki tempat yang hanya di penuhi bau-bau Coffee dan Cake. Mengambil duduk di ujung cafe tersebut, menghadapkan dirinya ke arah jalanan yang amat sangat ramai.

 

Gadis itu, Jessica Alicei Arnault. Anak pertama di keluarga Arnault. Direktur perusahaan Louis Vuitton. Gadis cantik dengan kepribadian yang tertutup, dingin, datar, dan angkuh.

 

“Messaggio di benvenuto, cosa vuoi(Selamat datang, anda ingin pesan apa)?”Tanya seorang pelayan di cafe tersebut sambil tersenyum manis ke arahnya.

 

“Coffee Latte.”jawabnya singkat tetap dengan tatapan datarnya. Pelayan tersebut menunduk lalu meninggalkan Jessica. Dan beberapa hal yang pelayan itu tau, Jessica bukanlah orang yang banyak bicara seperti gadis kebanyakan.

 

Jessica membenarkan posisi duduknya, ia merasa ada seseorang yang terus-terus’an menatapnya tetapi entah siapa itu.

 

“Questo è il vostro ordine, signorina(Ini pesanan anda, nona).”

 

Jessica menyesap Coffee Latte miliknya perlahan. Perasaan tidak tenang mulai menghantuinya. Ia pun menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria yang ternyata sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

 

“Ehem.”Pria itu membangunkan Jessica dari dunia melamunnya. Memang benar kata orang, bukan Jessica namanya jika ia peduli dengan hal di sekitarnya.

 

“Nona Arnault, right?”

 

Jessica malah berbalik seperti semula. Ia menghela nafas berat sebentar lalu berjalan menuju pintu keluar Cafe.

 

“Nona!”seru pria itu lagi.

 

“Apa yang kau inginkan dariku?”tanya Jessica to the point.

 

“Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku itu keinginanku, nona.”Jessica membuang nafas kasar. Pria di depannya ini benar-benar menyulut emosinya. “Memangnya kenapa? Itu hakku untuk menjawab pertanyaanmu.”jawab Jessica.

 

Jessica keluar dari Cafe tersebut dengan emosi menggebu-gebu. Terlihat para Paparazzi berjalan ke arahnya. Oh tidak, ini benar-benar berbahaya.

 

“Jongdae, kau dimana sekarang??”gumamnya. Tiba-tiba seseorang menarik pergelangan tangannya, menariknya menuju sebuah gudang penyimpanan barang-barang supermarket.

 

Paparazzi mengejar-ngejarmu lagi, nona?”

 

“Kau, Ah tidak-, apa yang kau lakukan?”

 

“Aku hanya berusaha menolong gadis cantik sepertimu.”

 

Jessica membuang nafas kasar untuk yang kesekian kalinya hanya karena pria tak di kenalnya itu. “Ma’af, aku tak pernah terbuai dengan rayuan murahan seperti itu, tuan.”sahutnya. Pria itu menyeringai lalu, mengikis jarak di antara dirinya dan juga Jessica.

 

“Jika anda keluar dari dalam sini maka, Paparazzi akan menanyai anda terus, nona.”pria itu terus mengikis jarak di antara mereka. Terlihat Jessica begitu gugup. Hey, gadis mana yang tak gugup dengan perlakuan seorang pria padanya jika dalam masalah hal seperti ini.

 

“Jangan macam-macam, tuan.”

 

“Aku tak macam-macam.”

 

“Tuan, kita baru pertama kali bertemu dan juga belum saling mengenal. Apa anda tak tau ini termasuk dalam hal tindakan Pelecehan.“pria itu menyeringai. Sedangkan Jessica, sedari tadi ia menahan kegugupannya agar tak terlihat jelas oleh pria di depannya.

 

“Apa calon suami-isteri melakukan tindakan seperti masih bisa di sebut Pelecehan? Itu wajar, nona.”kata pria itu terkesan ambigu di mata Jessica.

 

“Apa maksud anda, tuan? Apa anda sedang dalam pengaruh Alkohol?”

 

“Tidak, sayang. Aku dalam keadaan sangat sadar sekarang ini.”jawab pria itu.

 

“Sepertinya para Paparazzi itu sudah pergi, dan seharusnya juga aku sudah harus pergi.”Jessica mendorong kasar pria itu agar menjauh darinya, ia pun berjalam menaiki setiap anak tangga gudang bawah tanah tersebut.

 

“Nona..”Jessica menoleh.

 

“Ingat namaku, Sehun. Oh Sehun.“Jessica tak peduli, memangnya pria itu siapa? Ia tak mengenalnya tapi, pria itu bersikap seolah sudah mengenalnya. Aneh, benar-benar aneh.

 

Jessica mengumpat kesal di sepanjang jalannya. Mengacak rambutnya frustasi setelah mendengar suara dari seberang, menandakan orang yang di hubunginya sedang tak aktif. Ia benar-benar kesal sekali sesaat setelah melihat  jam tangannya, jam menunjukan pukul 10.00 dan orang yang di tunggu-tunggunya belum juga datang.

 

“Oh, shit. Kenapa Jongdae lama sekali.”umpatnya kesal.

 

“Maaf, nona. Saya terlambat menjemput anda.”seorang pria dengan jas hitam kerjanya membungkuk hormat pada Jessica. Sekretaris sekaligus sahabatnya karibnya, Kim Jongdae itu pun tersenyum.

 

“Aku membutuhkan alasan berkelas darimu, Jongdae.”kata Jessica.

 

“Baik, nona.”sahut Jongdae.

 

“Sekali lagi kau memanggilku nona maka, gajimu akan kupotong setengahnya.”ancam Jessica lalu berjalan mendahului Jongdae. Jongdae tersenyum, Jessica sangat berbeda jika berada di dekatnya. Dingin, datar, arogant, angkuh, dan tak suka bicara seolah semua sifatnya itu hilang jika di dekat Jongdae. Tapi bagaimana jika nanti Jongdae tak lagi di sampingnya?

 

Pertama, Jessica adalah orang yang tak pernah peduli dengan hal-hal di sekitarnya. Kedua, Jessica tak pernah luput dari yang namanya para Paparazzi. Ketiga, Jessica tak bisa beradaptasi dengan hal-hal di sekitarnya begitupun dengan Jongdae, butuh waktu untuk bisa menjadi sahabat karibnya-Jessica. Hanya saja yang ia fikirkan adalah, apabila sewaktu-waktu ia kembali ke negara kelahirannya, akankah Jessica bisa hidup seperti biasanya.

 

Jessica, nama yang sering Jongdae dengar di universitas di Italia. Di mana dirinya menuntut ilmu dengan bantuan beasiswa. Pertemuan pertama, saat itu Jessica tak sengaja menabraknya dan membuatnya terluka. Setelah itu ia mencoba untuk dekat dengan Jessica. Ya, ia akui itu memang sangat susah. Tapi setelah kecelakaan yang menimpa ayah dan ibu Jongdae, di sanalah Jessica berubah banyak. Sekolah, fasilitas, dan uang semua di tanggung ayah Jessica. Hanya deminya Jessica mau berlutut di depan ayahnya. Bagaimana caranya ia bisa berterima kasih pada Jessica? Seakan semuanya hanya Jessica, Jessica, dan Jessica.

 

“Jongdae, kenapa kau hanya berdiri di sana?”Jessica membuyarkan lamunan Jongdae. Jongdae menggeleng, lalu menghampiri Jessica yang masih berdiri di depan pintu mobil Ferarri yang di bawanya.

 

“Sica, ma’af. Mungkin kau sedikit terlambat sekarang.”ucapnya.

 

“Jongdae, ada apa?”tanya Jessica.

 

“Tak apa, ayo masuk.”Jessica pun mengangguk lalu masuk ke dalam mobil tersebut sambil tersenyum manis membalas senyuman Jongdae.

 

KING & I

 

Sehun mengumpat frustasi. Di depannya seorang pria duduk dengan manisnya terlihat sedang menyesap Coffee Latte miliknya. Sekretaris sekaligus sahabat dan juga Sunbaenya, Kim Minseok itu menggeleng pelan.

 

“Ada apa denganmu, Hun?”tanya Minseok seraya menaruh cangkir Coffee miliknya kembali.

 

“Kenapa dia sangat susah untuk di dekati? Oh, betapa malunya aku.”gerutu Sehun.

 

Minseok tersenyum, ternyata adik angkatnya itu sedang jatuh cinta. Separuh hidupnya hanya bersama dengan pria itu-Sehun. Jenuh? Tidak kesal? Terkadang menyebalkan? Ya, sangat. Minseok bukanlah tipe orang yang bisa dekat dengan orang arogant, ambisius, tak banyak bicara, dan dingin padanya tapi entah dorongan darimana ia bisa dekat dengan orang seperti itu.

 

“Kau sedang jatuh cinta, Hun?”

 

“Cih, jatuh cinta katamu, Hyung. Bagaimana aku bisa jatuh cinta pada gadis seperti itu?”

 

“Kupegang kata-katamu, Hun. Eum, kuakui gadis bernama Jessica itu cantik tapi sayangnya ia tak sama dengan gadis biasanya…”Minseok menjeda.

 

“Ia gadis dingin, datar, arogant, tak pernah peduli, dan tak banyak bicara sama sepertimu.”lanjutnya. Sehun mendongak menatap Hyungnya itu bingung.

 

“Kau mengenalnya, Hyung?”

 

“Tidak, tapi Hoobae ku sangat mengenalnya.”Minseok menyesap Coffeenya kembali.

 

“Maksudmu, Hyung?”

 

“Kau ingat, Kim Jongdae Hoobae ku saat masa pertemuan yang ku ceritakan padamu di hotel waktu itu?”Sehun mengangguk lalu menyesap Coffeenya.

 

“Dia sekretaris gadis bernama Jessica itu.”

 

“Benarkah?!”

 

“Sekarang kau akan lebih mudah untuk mendekatinya.”sahut Minseok. Sehun tersenyum kecil menanggapi perkataan Minseok. Sekarang ia akan lebih mudah untuk mendekati Jessica.

 

“Kau tak pergi ke butik ibumu?”Minseok menatap Sehun.

 

“Ah, iya hampir saja aku melupakannya. Hyung, aku pergi dulu.”Sehun berlari keluar Cafe menuju mobil Lamborghini merah miliknya. Sesampainya di sebuah butik, ia hanya diam tak ada niatan untuk masuk. Tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya pelan. “Hun, what are you doing here?”tanya Oh Hayoung, adik Sehun yang ternyata baru saja pulang sekolah.

 

“Ada apa denganmu?”Sehun bertanya balik. Hayoung menepuk dahinya pelan. Ia lupa akan sesuatu yang harus di lakukannya di butik itu.

 

“Ibu menunggu, Kajja.”ajak Hayoung. Seorang wanita cantik berdiri di depan sebuah gaun pernikahan berwarna putih yang di rancang khusus olehnya. Sehun dan Hayoung menghampiri wanita itu. Seketika wajah muram wanita itu menjadi cerah.

 

“Hayoung-ah…”

 

“Eomma!”seru Hayoung. Sehun menyandarkan dirinya pada dinding, melihat pemandangan mengharukan antara ibu dan anak yang sedang melepas rindu.

 

“Hun-ah, Eomma merindukanmu..”kata-kata rindu yang di lontarkan nyonya Oh seakan membuat pertahanan Sehun untuk tak terharu terbobol. Ia pun memeluk sang ibu. Wanita terhebat yang melahirkannya, menjaganya, dan juga merawatnya. Ayah? Oh, itu kata yang tak pernah ada di dunianya. Ia dilahirkan, dirawat, dan dijaga oleh ibunya namun, sekarang dengan keterpaksaan ia tinggal bersama ayahnya.

 

“Bagaimana kabar ayahmu?”tanya nyonya Oh.

 

“Tak perlu khawatirkan dia, dia selalu baik.”jawab Sehun.

 

“Hun, apa kau lapar? Eomma menyiapkan sesuatu untukmu. Eum, Hayoung-ah, ganti pakaianmu dulu baru makan siang.”

 

“Ne, Eomma.”

 

“Bagaimana kesehatan Eomma?”

 

“Hey, Eomma sehat sekali. Ada apa dengan kalian berdua, kalian ingin Eomma cepat-cepat-,”

 

“Aniya, Eomma. Sehun dan Hayoung hanya khawatir itu saja..”Sehun memotong perkataan nyonya Oh. Nyonya Oh tersenyum menanggapi perkataan Sehun.

 

“Menikahlah.”

 

“Ya?”Sehun kaget bukan main. Setelah sekian lama, kenapa ibunya membuka topik yang jelas-jelas selalu di hindarinya? Oh, kata-kata ini tidak hanya sekali dikatakan oleh nyonya Oh mungkin sudah hampir ratusan kali. Lucu, benar-benar lucu.

 

“Eomma, sudah kukatakan untuk tidak membahas hal itu.”Sehun membuang nafasnya kasar. Nyonya Oh terlihat kecewa, sangat kecewa.

 

“Bukankah kekasihmu Yuan Shan Shan?”

 

“Eomma!”bentak Sehun keras.

 

“Wae? Eomma hanya ingin kamu menikah dan bahagia, itu saja.”sahut nyonya Oh.

 

“Aku tak ingin membahas hal ini lagi, aku pergi.”Sehun melesat pergi meninggalkan nyonya Oh.

 

“Hun-ah, kau mau kemana? Setidaknya makan dulu masakan ibumu ini.”

 

“Waeyo, Eomma?”Hayoung keluar dari kamarnya lalu menghampiri nyonya Oh.

 

“Waeyo, kenapa Hunnie pergi? Bukankah makanannya belum di makan??”

 

“Hayoung-ah, makanlah duluan. Eomma ke kamar dulu.”

 

“Ne, arasseo.”sahut Hayoung.

 

KING & I

 

Sehun mengendarai mobilnya dengan laju kecepatan tak biasa. Membelah jalanan kota Roma, Italia menggunakan Lamborghini merahnya. Ia sedikit berteriak frustasi karena sang ibu yang selalu mengungkit gadis bernama, Yuan Shan Shan itu.

 

“Argh! Berani-beraninya dia-, Ah lupakan. Wanita jalang itu sudah berani mencampuri kehidupanku.”Sehun membanting stir mobil. Menepikan mobilnya di sebuah butik. Sesampainya di sana, ia pun berlari memasuki butik tersebut. Menghampiri seorang wanita lalu, menariknya ke dalam toilet di butik tersebut.

 

“Hun-ah, lepass! Ini sakit!”ronta wanita itu sambil terus mencoba untuk melepaskan tangannya yang di tarik sehun.

 

“Kau bisa bicara baik-baik, Hun-ah..”kata wanita itu lagi.

 

Brakk!

 

Wanita itu terpojok ke ujung dinding toilet. Sehun tersenyum remeh lalu, merapatkan dirinya. Wanita itu hanya diam, ia membiarkan sehun melakukan hal itu. Inilah yang di inginkan seorang Yuan Shan Shan.

 

“Yuan, berani-beraninya kau mendatangi ibuku.”bisik Sehun.

 

“Ya? Eum, aku tidak mendatangi ibumu. Aku bahkan tak tau dimana ibumu berada.”elak Yuan gugup.

 

“Jangan berbohong!”bentak Sehun keras.

 

“Aku berkata jujur, Oh Sehun!”

 

“Aku tak pernah percaya padamu, karena kau selalu membalikan fakta dan aku tak suka hal itu.”kata Sehun lagi.

 

“Aku berkata jujur, Oh Sehun!”

 

“Jika kau berkata jujur, kenapa-,”

 

“Kenapa aku? kenapa selalu aku, aku, dan aku yang menjadi titik pusat penyebab ketidakbahagianmu?”isak Yuan.

 

“Yuan, aku-, ma’af. Tak seharusnya begini, ma’af.”Sehun memeluk Yuan hangat. Yuan pun membalas perlakuan itu dengan senyum merekah di wajahnya ternyata begitu mudah untuk bisa membuat Sehun percaya.

 

“Aku mencintaimu..”bisik Sehun.

 

“Aku juga mencintaimu, Hun-ah..”balas Yuan.

 

TBC or END?

 

Gimana?? setelah meninggalkan FF Hopefully Sky, Hoya merasa lega banget sekarang. Rasanya FF Hopefully Sky itu nggak cocok dengan Hoya yang mempunyai ide pas-pas’an. Untuk KING & I Sendiri sudah menjadi ide dari awal-awal sebelum pembuatan Hopefully Sky. Oh iya,Jangan lupa kritik & saran kalian karena, satu comment saja sudah membuat aku bahagia dam juga senang. Sekali lagi terima kasih…

 

See*Hoya

One thought on “KING & I (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s