(3 Foolish Girls and Handsome Aliens) (chapter 6)

PicsArt_03-09-06.20.08

3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 6)

 

 

Title                          : 3 Foolish Girls and Handsome Aliens chapter 6

 

Author        : Hyun Ra

 

Genre                  : Romantis, fantasi, school, friendship

 

Cast              : Park Chanyeol

 

Xiumin

 

Oh Sehun

 

Kim Hyu Ra (OC)

 

Kim Ha Ni (OC)

 

Lee Hyun Hae (OC)

 

Other cast : All member EXO

 

And many others

 

Rating          : Semua umur

 

Length         : chaptered

 

Disclaimer            : EXO belong to GOD, SM, and their parents. Dan ini adalah cerita murni dari hasil pemikiran kami, jadi mohon maaf apabila ada kesamaan jalan cerita atau latarnya. Don’t PLAGIAT, Don’t be SIDERS and I HOPE YOU LIKE IT. Ff ini juga di publish di https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

Author note’s : Terima kasih atas komentar dan semangat dari para readers, terutama kepada para readers yang sudah memberi kami saran, kritik dan komentar. Sekali lagi author mengucapkan gamsahamnida ^^

 

 

AWAS!!!      Typo bertebaran dimana-mana!!!

 

 

***

 

 

 

 

Hyu Ra yang mendengar pernyataan dari para gadis yang dilewatinya-pun langsung menghentikan langkahnya dan mendengarkan pembicaraan para gadis itu sekilas kemudian melanjutkan langkahnya dengan berjalan lebar-lebar.

‘Awas kau Park Chanyeol, tidak akan kubiarkan teman-temanku ikut terlibat dalam masalah ini’ batin Hyu Ra.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

***

 

 

Saat ini sekolah telah sepi, setelah mendengar pengumuman itu, para siswa segera pergi keluar karena mereka sama sekali tidak ingin tertangkap dan dijadikan budak oleh mereka.

 

Kini Hyu Ra tengah berjalan sambil berlari kecil menuju ruang yang dihuni oleh dua belas namja itu. Namun sayangnya, saat ia sudah sampai disana, dia tidak menemukan siapapun disana. Hyu Ra segera keluar dari ruangan itu dan mencari keberadaan mereka.

 

Di saat sekolah tengah sepi, terdapat dua orang gadis yang sedang duduk sambil menunggu seseorang di salah satu ruangan.

 

“Kenapa lama sekali?” keluh Ha Ni.

 

“Entahlah, coba kau hubungi dia” sahut Hyun Hae.

 

DRRRTT….. DRRTT

 

Terdengar suara ponsel yang bergetar yang tidak jauh dari mereka duduk saat ini.

 

“Eeiiiy, pantas saja tidak mungkin Hyu Ra akan menjawabnya, ponselnya tertinggal disini” jawab Ha Ni.

 

“Hah, sepertinya kita harus menunggunya kalau begitu”

 

Saat ini kedua gadis itu sedang menunggu kedatangan Hyu Ra yang sama sekali belum menampakkan batang hidungnya sejak 15 menit yang lalu.

 

“Aish, jika ini bukanlah sesuatu yang penting aku pasti sudah pulang daritadi” gerutu Ha Ni.

 

“Bersabarlah, mungkin sebentar lagi dia akan datang” ucap Hyun Hae menenangkan Ha Ni.

 

Saat ini gadis yang tengah dibicarakan oleh mereka tengah berlari ke seluruh ruang sekolah dan memeriksa tiap ruangan yang ada, berharap ke-12 namja itu berada di salah satu ruangan.

 

 

***

 

 

“Aku penasaran, apa yang kau lakukan setelah menangkap mangsamu itu, Oh Sehun?” ucap Kai dengan penekenanan di akhir kalimat.

 

“Molla, yang jelas aku akan membuat dia bertanggung jawab karena telah menyiramku dan membuat bajuku basah waktu itu” keluh Sehun.

 

“Dimana?” Tanya D.O penasaran

 

“Di taman, dia tidak sengaja menyiramku saat dia sedang menyiram tanaman waktu itu”

 

“Seharusnya kau tidak perlu meminta pertanggung jawaban seperti itu, bukankah bajumu basah hanya karena tersiram air? Kalau begitu kau cukup mengeringkannya dengan kekuatanmu itu, dan.. selesai, masalah selesai” jelas Lay.

 

“Shirreo, hyung apa kau tidak tahu, pakaian yang kupakai waktu itu adalah pakaian yang dibuat oleh desaigner terkenal dan hanya ada 2 di dunia” jelas Sehun yang dibalas dengan gelengan kepala oleh hyung-hyungnya yang ada disana.

 

Setelah puas berdebat dengan Lay, Sehun melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda, yaitu bermain basket bersama dengan yang lainnya.

 

“Hei, apakah kalian tidak takut jika bermain dengan menggunakan kekuatan kalian?” Tanya Tao.

 

Seketika itu, mereka yang tengah bermain basket langsung menghentikan kegiatan mereka.

 

“Kau tenang saja Tao-ya, tidak akan ada yang mengetahui aktivitas kita kali ini” ucap Chen menenangkan Tao sambil menepuk sebelah bahunya, dan kemudian mengajaknya untuk ikut bergabung bermain bersama dengan yang lain.

 

 

BRRAAKKK

 

 

Di saat mereka tengah sibuk bermain sambil mengeluarkan kekuatan mereka pun terhenti, karena mendengar suara yang berasal dari pintu yang terbuka dengan kasar. Seketika mereka langsung menghentikan kegiatan mereka dan menoleh ke arah pintu.

 

 

GLEK

 

 

Sesosok yang tengah membuka pintu itu langsung menelan ludahnya dengan kasar, pasalnya saat ini dia tengah melihat kedua belas namja itu yang sedang mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing, dan sialnya ia telah melihat kegiatan itu sebanyak dua kali, namun kali ini jauh lebih banyak dari yang ia lihat waktu itu dan yang lebih parahnya lagi adalah ia tertangkap basah lagi, dan kali ini oleh kedua belas namja itu.

 

Setelah tersadar dari lamunannya, Hyu Ra segera berlari meninggalkan mereka tanpa bicara sepatah katapun sehingga umpatan-umpatan dan gerutuan yang ada di dalam hatinya seolah sirna dan hilang begitu saja. Di lain sisi, Sehun yang tersadar lebih dahulu langsung bertanya kepada yang lain

“Apakah sekarang sudah waktunya?” tanya Sehun.

 

“Kurasa belum” jawab Tao sambil melihat ke arah jam tangannya.

 

“Aish, ini sama sekali tidak seru, permainannya masih belum dimulai, tapi ia sudah menyerahkan dirinya” gerutu Chanyeol sambil melempar bola basket ke sembarang arah.

 

“Kurasa tidak, sepertinya dia kesini untuk memancing kita agar segera keluar dan menangkap mereka” jawab Kai asal. “Padahal kita sudah berbaik hati memberikan waktu pada mereka, dan salah satu dari mereka malah pergi menghampiri kita, sama sekali tidak seru” lanjutnya sambil berjalan ke arah tempat duduk yang sudah tersedia disana.

 

“Kalau begitu apa lagi yang kita tunggu” sahut Xiumin sambil berjalan ke arah pintu.

 

“Kau mau kemana?” Tanya Suho

 

“Tentu saja menangkap mangsaku, apalagi. Dan kalian berdua lebih baik tangkap mangsa kalian sekarang juga sebelum mereka pergi lebih jauh” jelas Xiumin sambil bersandar pada pintu.

 

“Baiklah, tapi sebelumnya kita membutuhkan beberapa orang untuk menggiring mereka ke tempat yang sudah kita rencanakan” jelas Sehun sambil berjalan menghampiri Xiumin.

 

“Kurasa aku tidak butuh bantuan karena tanpa diminta dia pasti akan datang ke tempat itu” sahut Xiumin percaya diri.

 

“Tapi bagaimana jika mereka bisa lolos, apa yang akan kalian lakukan” Tanya Kris.

 

“Jika itu yang terjadi maka….. tidak ada cara lain, terpaksa kita akan menggunakan kekuatan kita untuk menghentikan mereka” jelas Chanyeol.

 

“Apa kau sudah gila? Bagaimana jika mereka menyebarkan hal itu kepada yang lain, apa yang akan kau lakukan jika hal itu terjadi” sahut Suho emosi.

 

“Itu tidak akan terjadi, karena kami akan memastikan, mereka tidak akan punya waktu hanya untuk sekedar menyebarkan hal itu” jelas Sehun dengan seringaian khas di wajahnya.

 

“Sudahlah kalian terlalu banyak berbasa basi, aku pergi” sahut Xiumin dan berjalan menjauh dari ruangan basket yang ada di dalam ruangan.

 

“Baiklah, tadi kalian mengatakan jika membutuhkan beberapa orang, boleh aku ikut bergabung?” tawar Kai sambil berjalan menghampiri yang lain yang saat ini masih berdiri di tengah lapangan saat ini.

 

“Baiklah kau boleh ikut, Tao, D.O aku butuh bantuan dari kalian berdua” jawab Sehun.

 

“Lalu apa imbalannya jika aku ikut?” ucap Tao.

 

Sehun melipat kedua tangannya dan menghela napas kasar sejenak “Heuh, kau akan kubelikan tas Gucci model terbaru, bagaimana?”

 

“Baiklah akan kupegang janjimu itu, jadi apa tugasku?” jawab Tao senang karena akan mendapatkan tas Gucci keluaran terbaru. Sedangkan D.O hanya memutar kedua bola matanya malas.

 

“Kau hanya perlu menggiring Hyun Hae ke tempatku, sedangkan Kai menggiring Hyu Ra ke tempat Chanyeol hyung, dan D.O hyung kau hanya perlu memancing mereka agar mereka terpisah” jelas Sehun. “Ada pertanyaan?” lanjutnya.

 

Setelah beberapa detik terdiam dan tidak ada yang bertanya, Sehun-pun keluar dan disusul oleh Chanyeol, Tao dan Kai di belakangnya.

 

Tanpa disadari oleh mereka semua, terdapat salah satu diantara mereka yang sedang khawatir dan cemas, sedari tadi ia sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun dan hanya diam mendengarkan

 

‘Apakah dia akan baik-baik saja? Aishh apa yang kupikirkan’ batin Chen.

 

“Gwenchana? tidak biasanya kau diam seperti itu, dan kenapa kau tidak ikut serta dengan mereka? Bukankah kau biasanya yang paling antusias?” Tanya Luhan sambil menepuk pundak sebelah Chen.

 

“Ania, nan gwenchana” setelah itu ia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

 

 

***

 

 

“Kai aku butuh bantuanmu” ucap Chanyeol sambil menepuk pundak sebelah Kai.

 

“Mwo, kau mau meminta bantuan apa lagi dariku” ucap Kai malas.

 

“Hanya sedikit, kalau kau mau aku akan memberikan sebuah imbalan padamu” ucap Chanyeol sambil menaik turunkan kedua alisnya.

 

“Lalu apa tugasku” ucap Kai pura-pura malas dan tidak peduli.

 

“Aku membutuhkan kekuatanmu” mendengar ucapan dari Chanyeol membuat Kai menaikkan sebelah alisnya bingung sehingga langkahnya langsung terhenti, kemudian Chanyeol membisikan sesuatu di telinga Kai.

 

“-Dan imbalannya adalah, kau akan kuberi nomor telpon yeoja yang paling cantik di sekolah ini sekaligus aku akan memberikannya padamu secara Cuma-cuma. Jadi, lakukan dengan baik” kemudian Chanyeol melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan Kai yang berada di belakangnya dan beberapa detik kemudian Kai pun menyusul Chanyeol dengan seringaian di wajahnya.

 

 

***

 

 

Saat ini Hyu Ra sedang berlari sambil tergesa-gesa menuju ke ruang rapat OSIS dimana kedua temannya sedang menunggunya saat ini.

 

BRAKK

 

“Ya, Hyu Ra-ya kau darimana saja kenapa baru sekarang kau baru muncul” protes Ha Ni.

 

Dengan napas yang terengah-engah ia segera mendekati meja rapat dan memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas

 

“Ya, kau mau kemana Hyu Ra-ya, kita belum memulai rapat dan kau sudah mau pulang?” kini giliran Hyun Hae yang protes.

 

“Mianhae, mungkin kita bisa menundanya sebentar, kita sekarang tidak punya banyak waktu lagi sebaiknya kalian masukkan semuanya ke dalam tas dan pulang saat ini” jelas Hyu Ra sambil tergesa-gesa memasukkan semua barang-barangnya.

 

“Wae geurae, apa terjadi sesuatu yang buruk?” Tanya Ha Ni bingung.

 

“Nanti saja kujelaskan, lebih baik kita segera berkemas dan pulang”

 

Tanpa bertanya lebih banyak lagi, mereka segera menuruti perkataan dari Hyu Ra dan berkemas dengan cepat. Setelah selesai berkemas mereka segera ditarik keluar dari ruangan dan berlari menuju gerbang utama sekolah.

 

Namun sayangnya, ketika mereka sampai di depan gerbang utama, gerbang itu sudah terkunci dan alhasil mereka segera berlari menuju gerbang belakang sekolah, namun sayangnya tempat itu juga sudah terkunci. Sepertinya ketiga namja itu benar-benar berniat untuk menjadikan ketiga gadis itu sebagai budak mereka.

 

“Hosh… hosh…. Hyu Ra-ya bisa kau hosh… jelaskan pada kami, kenapa gerbang utama dan belakang sudah di kunci padahal hari masih sore” ucap Hyun Hae dengan napas yang terengah-engah. Kini mereka tengah kembali ke dalam sekolah dan berada di salah satu lorong dan berhenti sejenak untuk beristirahat.

 

“Haruskah ku jelaskan sekarang?” Tanya Hyu Ra balik, kemudian di balas dengan tatapan kedua temannya yang seolah-olah mengatakan ‘jelaskan atau kubunuh kau saat ini’

 

Melihat tatapan tajam dari kedua temannya, Hyu Ra hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar dan setelah itu ia menjelaskan semuanya kepada teman-temannya, kecuali tentang kedua belas namja itu yang sedang mengeluarkan kekuatan mereka saat berada di ruang basket tadi.

 

“MWO?! Bagaimana bisa, kenapa aku harus dijadikan budak oleh mereka” protes Ha Ni tidak terima, sedangkan Hyun Hae yang berdiri di sebelahnya tidak mengeluarkan sepatah katapun karena ia jelas mengetahui apa alasan dia bisa dijadikan budak oleh mereka.

 

Setelah berbicara mengenai kedua belas namja itu, membuat Hyu Ra teringat kembali oleh mereka.

 

“Ya, sebaiknya kita segera bersembunyi sekarang sebelum mereka menemukan kita” sahut Hyu Ra yang segera menyadarkan kedua temannya itu dari pikiran mereka masing-masing.

 

TAP TAP TAP

 

Suara langkah kaki itu sukses membuat mereka panic dan gelagapan dan dengan segera mereka langsung berlari sekuat tenaga agar tidak ketahuan oleh salah satu dari mereka.

 

Namun baru beberapa meter mereka berlari mereka langsung berhenti karena melihat ada 3 jalur yang berada di hadapan mereka saat ini.

 

“Eottokhae… kita harus kemana sekarang” ucap Hyun Hae panic karena ia tidak mau dijadikan budak oleh mereka terutama namja yang pernah disiramnya waktu itu.

 

TAP TAP TAP

 

Mendengar suara derap langkah kaki yang semakin dekat, membuat mereka bingung.

 

“Kita kesana” ucap mereka bersamaan dan setelah itu mereka langsung berlari ke arah yang mereka tunjuk dan tanpa sadar ketiga gadis itu telah masuk ke salah satu perangkap yang telah direncanakan oleh mereka.

 

Beberapa detik kemudian derap langkah itu telah berhenti dan ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi yang lain.

 

“Aku sudah menyelesaikan tugasku, mereka baru saja masuk ke dalam perangkap, kini giliran kalian” ucap D.O. Setelah menghubungi mereka ia segera mematikan sambungan ponselnya dan memasukkannya kembali ke dalam saku celananya, kemudian ia melihat sekilas ke arah yang dituju oleh ketiga gadis itu dan seringaian muncul di wajahnya yang dingin itu, kemudian berlalu dan pergi sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

 

“Ini terlalu mudah untuk di lakukan” gumam D.O

 

 

***

 

 

Kini Hyun Hae, Ha Ni dan Hyu Ra berlari ke arah yang berbeda, mereka sama sekali tidak sadar jika mereka telah terpisah sejak tadi. Saat ini Hyun Hae sudah berada di halaman belakang sekolah ia berpikir untuk keluar dari sekolah lewat gerbang belakang.

 

Karena terlalu panic, saat berada di depan gerbang belakang ia lupa jika gerbangnya telah di kunci, Hyun Hae pun menoleh ke sekeliling, setelah merasa tidak ada yang mengikutinya ia mencoba naik ke atas gerbang itu. Namun saat ia baru akan memanjat ia dikejutkan oleh suara yang berada di belakangnya.

 

Hyun Hae langsung menghentikan kegiatannya dan menoleh ke belakang hati-hati, takut-takut perkiraannya benar. Dan benar saja, Hyun Hae begitu terkesiap ketika melihat pria yang berada di depannya saat ini, dalam hati ia yakin jika pemuda yang berada di depannya itu pasti adalah salah satu dari mereka, mengingat pemuda itu yang paling menonjol di antara yang lain, karena ada lingkaran hitam di bawah matanya.

 

Tao, pemuda yang berada di hadapan Hyun Hae kini melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Hyun Hae, lalu menolehkan kepalanya ke samping sekilas “Ck, tidak kusangka ini begitu mudah sama sekali tidak ada tantangannya” keluh Tao, kemudian ia menatap Hyun Hae mulai dari bawah hingga ke atas.

 

Merasa di tatap, Hyun Hae langsung menundukkan kepalanya dan tidak berani untuk menatap pemuda yang berada di depannya kini.

 

Sadar jika pemuda itu sama sekali tidak ada niat untuk menahannya, Hyun Hae-pun mencoba untuk kabur dari hadapan Tao saat ini. Melihat Hyun Hae yang telah berlari menjauhinya, Tao langsung membalikkan badannya dan berjalan menyusul Hyun Hae dengan santai.

 

 

***

 

 

Kini Ha Ni berlari menyusuri lorong-lorong yang ada di sekolah, sesekali ia melihat ke arah belakang untuk memastikan apa ada yang mengikutinya dari belakang atau tidak. Beberapa menit yang lalu ia tersadar jika kedua temannya itu tidak ada di belakangnya, namun ia tidak terlalu peduli, yang penting ia bisa selamat dari kedua belas namja itu, lalu kemudian ia bisa mencari kedua temannya itu.

 

‘Gudang penyimpanan olahraga’ adalah satu-satunya tempat yang dituju oleh Ha Ni saat ini, karena ia merasa jika tempat itu adalah tempat yang paling baik untuk bersembunyi, dan kini gadis itu tengah bersembunyi di balik pintu sambil sesekali mengintip keluar.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” sebuah suara menginterupsi kegiatannya.

 

“Ssst. Bisakah kau diam, saat ini aku tengah bersembunyi dari mereka” ucap Ha Ni tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.

 

“Mereka?” tanyanya sekali lagi dengan seringaian yang jelas tidak diketahui oleh Ha Ni saat ini.

 

Ha Ni sedikit memiringkan kepalanya, sejenak ia berpikir dan baru tersadar jika ternyata ada orang lain yang berada disana, namun Ha Ni tidak terlalu memperdulikannya.

 

Orang itu segera bangun dari kursi yang di dudukinya dan berjalan menghampiri Ha Ni yang kini sedikit membungkukkan badannya untuk mengintip keadaan di luar.

 

“Apa yang kau lihat” Tanya orang itu sekali lagi, yang tepat di telinga Ha Ni dan membuat gadis itu sedikit terkejut.

 

Saat ia menolehkan kepalanya, ia langsung bertatapan dengan wajah orang itu, jarak di antara mereka kurang dari lima belas senti. Xiumin, yang tersadar lebih dahulu segera menjauhkan tubuhnya, lalu sedikit berdehem dan berjalan mundur.

 

“A…apa yang kau lakukan disini?” Tanya Ha Ni gugup.

 

“Aku? Aku sedang menunggu budakku kemari, dan setelah menunggu selama beberapa menit akhirnya ia datang juga” jelas Xiumin santai.

 

Ha Ni langsung mengerutkan dahinya bingung “Apa kau sudah gila? Disini kan hanya ada aku dan-”

 

Seketika Ha Ni langsung mengerti apa maksud dari perkataan Xiumin tadi.

‘Apa dia sudah gila? Jadi yang dia maksud adalah aku?’ batin Ha Ni.

 

“Melihat dari ekspresimu itu, kurasa kau sudah mengerti”

 

“Shirreo, aku tidak mau, tapi jika kau ingin maka kau harus melawanku terlebih dahulu”

 

Kemudian Ha Ni mencoba untuk menggapai barang-barang yang bisa di jangkaunya. Diraihnya sebuah tongkat yang biasa ia gunakan saat berlatih karate dan memegangnya tepat di depan dadanya.

 

“Jadi kau ingin menantangku berkelahi? Baiklah, tapi….. sayangnya aku tidak berkelahi dengan seorang yeoja, tapi karena kau yang menginginkannya maka aku tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya” jawab Xiumin santai sambil berjalan ke arah Ha Ni.

 

“Jangan mendekat atau aku benar-benar akan memukulmu” jawab Ha Ni dengan suara yang sedikit bergetar, sangat terlihat sekali jika ia sedikit gugup dan takut saat ini.

 

“Kau ingin memukulku? Silahkan, silahkan kau pukul aku…. Ayo pukul” jawab Xiumin santai

 

“Wae, kau tidak mau memukulku? Ku dengar kau adalah anggota terbaik dalam club karate, jadi lakukan dan tunjukkan kemampuanmu itu padaku” lanjutnya dengan penuh penekanan di akhir kalimat dan ditambah dengan sebuah seringaian yang tercetak sangat jelas di wajahnya, sambil terus melangkah maju, dan hal itu berpengaruh kepada Ha Ni, hingga membuat gadis itu ketakutan karena aura yang di keluarkan oleh Xiumin sehingga ia memundurkan langkahnya dan akhirnya ia tersudut di tembok.

 

“Kau tidak mau memukulku? Baiklah, jika kau tidak mau maka sekarang giliranku” ucap Xiumin sambil menghentikan langkahnya.

 

‘Apa aku tidak salah dengar? Dia akan memukul seorang wanita? Oh ya Tuhan lebih baik kau bunuh aku sekarang juga’ batin Ha Ni panic.

 

 

***

 

 

Hyu Ra tengah berlari ke seluruh lorong sekolah dan mencari tempat persembunyian yang aman menurutnya. Namun, ketika ia masuk dan bersembunyi di salah satu ruangan, pasti selalu ada namja itu.

 

“Aaahh… eottokhae, aku harus kemana sekarang? Kemana pun aku bersembunyi, pasti namja tan itu bisa  menemukanku. Dan, bagaimana dia bisa menemukanku dengan cepat, seolah-olah, dia tahu kemana aku pergi. Apa jangan-jangan dia memiliki ‘pintu kemana saja’ seperti doraemon? Aishh Hyu Ra-ya apa yang sebenarnya kau pikirkan kau ini pabbo, pabbo, pabbo” rutuk Hyu Ra sambil memukul kepalanya.

 

Hyu Ra kini tengah putus asa, pasalnya kemana pun ia bersembunyi pasti persembunyiannya akan langsung di temukan. Saat ini ia menerobos masuk ke salah satu ruangan yang ia ketahui sebagai ruangan dari club anggar.

 

“Neo, apa kau tidak mempunyai tempat persembunyian yang lebih baik lagi”

 

Suara itu, ia kenal dengan suara itu. Baru saja ia menutup pintu itu, tiba-tiba ada suara yang langsung menginterupsinya.

 

“Kau! Bagaimana, bagaimana kau bisa ada disini, bukankah jarak antara ruang teater dan club anggar itu jauh bagaimana kau bisa langsung ada disini” protes Hyu Ra.

 

“Ck, bukankah sudah kubilang, lebih baik kau menyerah saja, karena kemana pun kau bersembunyi aku pasti akan menemukanmu” ucap namja tan itu.

 

“Apa sekarang kau sudah lelah, apa kau ingin menyerah sekarang? Kusarankan, lebih baik kau menyerah saja daripada kau kelelahan seperti ini, karena aku tidak mau kau pingsan disini dan membuatku repot” lanjutnya

 

“Shirreo, aku tidak mau, aku tidak ingin di jadikan budak oleh namja tan seperti dirimu, lebih baik aku kelelahan dan pingsan disini daripada menjadi budakmu” setelah berbicara Hyu Ra langsung keluar dari ruangan itu dan berlari kembali, sedangkan namja tan itu sedang ber-smirk ria.

 

*flashback on*

 

“Kai aku butuh bantuanmu” ucap Chanyeol sambil menepuk pundak sebelah Kai.

 

“Mwo, kau mau meminta bantuan apa lagi dariku” ucap Kai malas.

 

“Hanya sedikit, kalau kau mau aku akan memberikan sebuah imbalan padamu” ucap Chanyeol sambil menaik turunkan kedua alisnya.

 

“Lalu apa tugasku” ucap Kai pura-pura malas dan tidak peduli.

 

“Aku membutuhkan kekuatanmu” mendengar ucapan dari Chanyeol membuat Kai menaikkan sebelah alisnya bingung sehingga langkahnya langsung terhenti.

 

“Sebelum dia masuk ke dalam perangkapku, aku ingin memainkan sebuah permainan dengannya”

 

“Maksudmu?” Tanya Kai

 

Kemudian Chanyeol membisikan sesuatu di telinga Kai.

 

“Aku ingin kalian berdua memainkan sebuah permainan ‘Hide and Seek’ dia yang bersembunyi dan kau yang akan menemukannya”

 

“MWO?! Shirreo aku tidak mau, tugasku hanyalah menggiring gadis itu ke tempatmu, dan aku tidak mau memainkan sebuah permainan konyol seperti itu” tolak Kai.

 

“Aku belum selesai” sahut Chanyeol, kemudian ia kembali berbisik kepada Kai.

 

“Buat dia kelelahan karena terus berlari dan bersembunyi. Dan aku juga ingin kau menggiringnya ke ruang penyiaran sekolah bukan di ruang OSIS, dan setelah dia masuk ke dalam ruangan itu aku ingin kau menguncinya-” kemudian ia menjauhkan wajahnya dari telinga Kai.

 

“-Dan imbalannya adalah, kau akan kuberi nomor telpon yeoja yang paling cantik di sekolah ini sekaligus aku akan memberikannya padamu secara cuma-cuma. Jadi, lakukan dengan baik” Ucap Chanyeol

 

“Kenapa kau ingin membuatnya kelelahan?” tanya Kai.

 

“Alasannya sederhana, karena aku tidak ingin repot-repot berurusan dengannya” jelas Chanyeol.

 

kemudian Chanyeol melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan Kai yang berada di belakangnya Dan beberapa detik kemudian Kai pun menyusul Chanyeol dengan seringaian di wajahnya.

 

*flashback off*

 

Setelah itu Kai keluar dari ruangan itu dan pergi mengejar Hyu Ra yang telah pergi jauh.

 

 

***

 

 

“Ya, kau tidak perlu berlari dengan tergesa-gesa seperti itu! Aku sama sekali tidak ada niat untuk menangkapmu” teriak Tao.

 

Teriakan dari Tao sukses membuat Hyun Hae menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Tao. Kini jarak antara Hyun Hae dan Tao hanya terlampau beberapa meter.

 

“Kau pikir aku akan percaya begitu saja?” ejek Hyun Hae.

 

“Terserah kau percaya atau tidak itu semua terserah padamu, tapi seperti yang kau lihat, aku sama sekali tidak ada keinginan untuk menangkapmu dan jika aku ingin, kenapa aku tidak menangkapmu saja sejak awal” jelas Tao sambil melangkahkan kakinya maju dan sukses membuat Hyun Hae memundurkan langkahnya menjauhi Tao.

 

“Ya terserah apa yang kau katakan, tapi aku sama sekali tidak percaya dengan yang kau katakan. Lagipula, mungkin saja kau mencoba untuk bermain denganku lebih dahulu dan saat aku lengah kau mulai menangkapku dan menjadikanku seorang budak” jawab Hyun Hae sambil terus melangkah mundur menjauhi Tao.

 

Tao, pria itu sama sekali tidak menjawab perkataan dari Hyun Hae, ia hanya terus melangkah maju tanpa sepatah katapun.

 

“See, kau sama sekali tidak bisa menjawabnya, apa itu artinya aku benar?” Tanya Hyun Hae percaya diri.

 

Dan sekali lagi pria di hadapannya itu sama sekali tidak menjawab sepatah katapun dari ucapan Hyun Hae, dan itu membuat gadis itu semakin percaya diri jika peryataan yang baru saja ia lontarkan memang benar adanya.

 

Tao, pria itu terus saja melangkah maju sehingga membuat Hyun Hae terus melangkah mundur, Tao memang berusaha membuat gadis yang ada di hadapannya ini senang akan pernyataan yang dia ucapkan padanya, sehingga gadis itu sama sekali tidak sadar jika pria yang ada di hadapannya kini tengah memberikan sebuah seringaian halus sejak beberapa detik yang lalu, karena sebentar lagi gadis itu akan masuk ke dalam sebuah perangkap yang telah ia susun bersama dengan Sehun.

 

Hyun Hae, ia merasa jika ia telah menang melawan pria yang ada di hadapannya ini karena ia bisa menebak apa yang sedang direncanakan oleh pria itu. Namun sayangnya terkadang apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, terbukti jika sebenarnya apa yang ia katakan kepada Tao sama sekali tidak ada yang benar, dan itu malah membuat dirinya masuk ke dalam perangkap yang sudah di rencanakan oleh Tao. Kini, hanya butuh beberapa meter lagi agar dia masuk ke dalam ‘kandang singa’.

 

“Baiklah kau menang, kau sudah bisa menebak apa yang kurencanakan padamu” ucap Tao sambil berpura-pura memasang ekspresi menyerah sambil mengangkat kedua tangannnya ke udara

 

“Lalu apa kau akan membiarkanku pergi sekarang?” pertanyaan dari Hyun Hae membuat Tao menaikkan sebelah alisnya bingung.

 

“Bukankah aku bisa menebak apa yang kau rencanakan? Jadi, kau akan memutuskan untuk membiarkan aku pergi kan?” lanjutnya.

 

Tanpa disadari, kini Tao telah mengeluarkan seringaiannya kepada Hyun Hae dan menghentikan langkahnya. “Benarkah? Baiklah tapi kau harus menunggu disini terlebih dahulu” ucap Tao sembari menutup dan mengunci pintu gerbang lapangan basket outdoor.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan, cepat buka pintu ini” teriak Hyun Hae sambil menggedor-gedor pintu gerbang itu dan hanya di hadiahi sebuah lambaian tangan oleh Tao, tanpa menoleh sedikit pun dan terus melangkahkan kakinya menjauhi tempat itu.

 

Kini Hyun Hae telah masuk ke dalam perangkap yang sesungguhnya. Hyun Hae, gadis itu terlalu polos dan mudah percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Tao, sehingga ia terjebak dalam perangkap yang sesungguhnya. Seharusnya ia curiga kepada pria itu, karena tidak mungkin pria seperti dia akan menyerah dengan mudah padanya. Seharusnya ia tidak mudah terpancing dengan ucapannya. Seharusnya ia sudah sadar sejak pria itu menemukannya.

 

Banyak sekali pemikiran dan penyesalan yang terlintas di benak Hyun Hae, kini gadis itu tidak bisa melakukan apapun, yang bisa ia lakukan hanyalah duduk di depan gerbang pintu basket dan menekuk lututnya sampai sebatas dada. Ketika Hyun Hae terlalu sibuk dengan pemikiran dan penyesalan yang ada di otaknya, ia sampai tidak sadar jika ada seseorang yang sedang bermain basket disana. Hyun Hae, gadis itu baru menyadarinya ketika ada sebuah bola yang menggelinding tepat menyentuh ujung sepatunya.

 

“Ya! Kau yang ada disana, cepat bawakan bola itu kemari” ucap seseorang yang ada disana.

 

Hyun Hae dengan refleks langsung berdiri dan mengambil bola basket yang berada di depannya itu, saat ia mendongakkan kepalanya gadis itu cukup terkejut melihat pamandangan yang ada di depannya saat ini.

 

“KAU?! Apa yang kau lakukan disini, ba… bagaimana kau bisa berada disini? Dan… dan sejak kapan kau berada disini?” Tanya Hyun Hae bertubi-tubi.

 

“Aku? Aku sudah berada disini sejak tadi, dan juga.. berikan bola itu padaku sekarang” ucapnya dingin.

 

Kemudian Hyun Hae berjalan ke tengah lapangan menghampiri orang itu, tapi sesaat kemudian ia tersadar dan berhenti melangkahkan kakinya “Ya, bukankah disaat seperti ini kau seharusnya memohon padaku dengan baik?” protes Hyun Hae.

 

“Kenapa, Kenapa aku harus memohon kepada budakku sendiri, sudahlah cepat berikan bola itu padaku dan aku akan memaafkan sikapmu kali ini” ucapnya.

 

“Mworago? Kau bilang apa tadi? Aku… aku budakmu? Ya, apa kau sudah gila? Aku tidak mau jadi budakmu dan selamanya aku tidak akan pernah menjadi budakmu” ucap Hyun Hae.

 

“Terserah saja, jika kau tidak mau menjadi budakku, itu sama sekali tidak masalah, tapi sebagai gantinya maka kau harus bertanggung jawab atas bajuku yang telah kau siram waktu itu, dan juga jangan pernah berharap kau bisa keluar dari tempat ini dan jika kau sudah bisa keluar dari tempat ini, maka jangan pernah kembali kesini, dengan kata lain kau tidak boleh sekolah lagi disini” ucapnya dengan penuh penekanan dan mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati Hyun Hae

 

“MWO? Heeeh…. Jangan karena kau adalah pemilik dari sekolah ini, kau bisa bertindak dengan sesuka hatimu seperti itu” protes Hyun Hae.

 

“Bukankah itu wajar, aku adalah pemilik dari sekolah ini maka aku bisa melakukan apapun sesuka hatiku, terutama mengeluarkan gadis seperti dirimu” ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke arah Hyun Hae dan menatap wajah gadis itu dari dekat selama beberapa detik.

 

“Bagaimana, aku memberimu 2 pilihan, pilihan pertama kau bisa menjadi budakku dan pilihan kedua kau bisa bertanggung jawab atas bajuku yang telah kau siram itu. Eotte?” lanjutnya. “Aku tidak punya banyak waktu, jadi sebaiknya kau putuskan sekarang”

 

Sesaat kemudian Hyun Hae menghembuskan napasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya untuk berpikir sejenak. “Baiklah, aku akan mulai menjadi budakmu saat ini”

 

Setelah mendengar ucapan dari Hyun Hae, orang itu langsung melangkahkan kakinya dan berdiri di samping Hyun Hae. “Kerja yang bagus, kau telah memilih pilihan yang tepat” sambil menepuk pundak sebelah Hyun Hae dan berjalan mendekati pintu keluar basket.

 

Baru beberapa langkah berjalan, orang itu langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. “Ah ya, apa kau sudah tau siapa namaku? Jika kau tidak tahu, maka akan ku beritahu namaku adalah Oh Sehun dan kau bisa memanggilku Sehun. Kalau begitu sampai ketemu besok”

 

Sudah cukup, ia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya yang sejak tadi ia pendam dan akhirnya ia melemparkan bola basket itu ke sembarang arah dan mengarah ke tembok dan secara tidak sengaja memantul ke arah Sehun yang sedang berjalan keluar dengan santai dan tepat mengarah pada kepalanya.

 

DUUAAKH

 

Mendengar suara yang berbeda, Hyun Hae langsung membalikkan badannya dan gadis itu sangat terkejut ketika bola itu memantul ke arah Sehun. “Ya, apa yang sekarang kau lakukan eoh? Apa kau marah padaku karena aku menjadikanmu seorang budak? Itukah sebabnya kau marah dan melampiaskannya dengan melempar bola itu padaku begitu?” ucap Sehun marah.

 

“A… ani, aku sama sekali tidak sengaja melakukannya, tadi aku melemparkannya ke arah tembok dan tanpa sengaja bola itu lalu memantul ke arahmu” jelas Hyun Hae panic.

 

Karena terlalu emosi dan marah, akhirnya tanpa sengaja Sehun mengeluarkan kekuatannya sehingga menciptakan sebuah putaran angin yang sangat kencang di antara mereka.

 

Hyun Hae, meskipun gadis ini berada dalam keadaan genting ia masih bisa terkejut sampai-sampai ia mematung di tempat, karena baru pertama kali ini ia melihat sesorang yang bisa mengeluarkan kekuatan dari dalam tubuhnya seperti itu.

 

“Apa yang kulihat ini nyata?” gumam Hyun Hae. Tapi seketika Hyun Hae langsung tersadar dan membelalakkan matanya ketika Sehun akan mengarahkan kekuatannya padanya dan secara refleks gadis itu langsung berjongkok dan melindungi dirinya dengan menyembunyikan wajahnya menggunakan kedua tangannya yang diletakkan tepat di depan kepalanya.

 

“Ya Oh Sehun geumanhae!” teriak Luhan tepat di depan pintu kemudian ia melangkahkan kakinya ke arah Sehun, tapi sesaat kemudian ia berhenti dan membalikkan badannya ke arah Tao yang masih berdiri di depan pintu.

 

“Tao-ya, cepat keluarkan kekuatanmu dengan menghentikan waktu saat ini” teriak Luhan.

 

“Tapi ge, aku masih belum terlalu menguasainya” ucap Tao takut.

 

“Tidak masalah, cepat kau hentikan waktu sekarang agar ia tidak melukai gadis itu” ucap Luhan panic.

 

Dengan segera Tao mengeluarkan kekuatannya dan seketika itu waktu langsung terhenti. Di tariknya Sehun keluar dari area basket dan pergi menjauh menuju tempat parkir, dan selang beberapa detik kemudian waktu telah berjalan kembali, kini Sehun dan Tao telah sampai di tempat parkir.

 

“Bagaimana aku bisa berada disini?” Tanya Sehun penasaran, kemudian ia menoleh ke arah samping, dilihatnya Tao sedang berdiri di sampingnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

 

“Sudahlah, lebih baik kau masuk saja ke dalam mobil sebelum Luhan gege yang memerintahkanmu” ucap Tao kesal. Tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk, Sehun lebih baik memilih untuk menurut dan masuk ke dalam mobil, sedangkan Tao tetap berada di luar sambil menyenderkan tubuhnya di samping mobil sambil menunggu Luhan dan yang lainnya.

 

“Untung saja aku datang tepat waktu” gumam Tao lirih, sampai Sehun tidak dapat mendengarnya di dalam mobil.

 

 

 

.

.

.

.

.

.

 

 

TBC

 

Well, di chapter ini aku gak akan banyak bercuap-cuap, cukup author meminta komen dari kalian, karena tiap komentar dari kalian bisa menambah semangat untuk terus ngelanjutin ff yang gak jelas ini dan sekali lagi aku ucapin terima kasih buat kalian yang udah bersedia komentar tentang ff ini. Ok itu aja yang ingin aku sampaikan dan aku juga mau ngucapin…..

 

 

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, bagi yang menjalankan ^^

 

Iklan

2 thoughts on “(3 Foolish Girls and Handsome Aliens) (chapter 6)

  1. Ya ampuunn
    tolongin si 3 sejoli itu doonkk …
    kasiman mereka mau dijadikan budak alien tamvan bin menawan :v :v tapi kejam bin menakutkaaann :v #bhaaks

    lanjut lanjut
    fighting author ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s