I am Number Four

IGhEZtsa2H

I am Number Four

Author        : Mardikaa_94

Cast            : Byun Baekhyun, OC, and others

Genre                   : fantasy, action(?)

Rating         : PG 15

Length        : oneshot

-Happy reading-

 

Baekhyun frustasi di tempatnya, terus mengerang tertahan saat merasa bahwa tangannya panas bukan main. Ini bukan pertama kalinya terjadi, sebelumnya, sesaat setelah ulang tahunnya yang ke tujuh belas, tangannya mulai merah dan panas. Rasanya seperti terbakar bahkan pada saat musim dingin.

Awalnya Baekhyun kira ini hanya masalah biasa. Tidak berarti apa-apa dan Baekhyun berlagak acuh saat tangannya mulai memerah. Tapi kelamaan, rasanya makin menjadi. Bahkan rasa itu muncul lebih sering dan lebih panas. Sampai membuat Baekhyun mengerang sakit dan berkeringat.

Entah sudah berapa dokter yang dia datangi dan obat yang dia minum. Hasilnya sama saja, malah membuat uangnya habis dan tangannya makin menjadi.

Dan hari ini, tepat saat Kang Ssaem menjelaskan teori tentang fisika yang Baekhyun sendiri tak mengerti maksudnya apa karena sibuk menahan rasa panas tangannya, ia mengerang sampai menghentakkan kepalanya pada meja kotak putih di depannya.

“kau baik-baik saja, Baekhyun-ssi?”

Baekhyun mendongak, menatap pasang mata yang menatapnya aneh, lalu dengan wajah merah, dia permisi ke toilet.

Dengan tergesa, dia ambil ponsel hitam di saku celananya, lalu dengan tangan gemetar, dia ketik beberapa nomor dan mendekatkan benda kotak itu ke telinga.

“terasa lagi. kali ini benar-benar panas.—iya, sudah mendingan, sih.—baiklah, aku tunggu.”

Panggilan itu berakhir tepat setelah Baekhyun menarik napas panjang.

Lee Chi Hun, satu-satunya manusia yang tahu bahwa Baekhyun mengidap penyakit aneh yang bahkan namanya saja tak ia ketahui, menjadi kakak angkat lelaki itu saat kedua orang tua Baekhyun meninggal tanpa sebab yang pasti. Menyayangi sepenuh hati seperti adiknya sendiri. Dan mengetahui semua yang harusnya Baekhyun ketahui.

Baekhyun izin pulang lebih dulu dengan alasan tidak enak badan, lalu dalam perjalanan, Chi Hun terus saja bertanya tentang tangan Baekhyun sampai membuat lelaki itu muak bukan main.

“bisakah kau berhenti bertanya tentang tanganku yang bahkan sekarang sudah baik-baik saja?”

Chi Hun tersenyum, lelaki di sampingnya ini keras kepala sekali.

“aku hanya memastikan.”

Lalu mereka pulang dengan membeli beberapa bahan makanan untuk beberapa hari ke depan.

Baekhyun terbangun saat Chi Hun masuk ke kamarnya dan menyuruh agar cepat turun ke belakang rumah. Dia melihat jam digital di samping tempat tidurnya. Masih jam lima pagi, masih terlalu pagi untuk mandi dan bersiap untuk—entah apa—di belakang rumahnya.

Kurang lima belas menit (karena airnya sangat dingin dan pemanasnya sedang rusak, jadi Baekhyun mandi seadanya) dia sudah berdiri menghadap Chi Hun yang sedang menggenggam beberapa kertas yang di satukan di atas sebuah papan.

Lama Chi Hun diam memperhatikan gelagat Baekhyun tanpa mengucap apa-apa, lalu Baekhyun mendengus sebal, “ap—,”

“kau seorang Shiner.”

Alis Baekhyun bertaut hebat, “apa?”

“tanganmu itu—yang selalu terasa panas—sebenarnya bisa mengeluarkan cahaya.”

Baekhyun diam sebentar, lalu tak lama tawanya menguar di antara pohon rimbun di samping kiri dan kanannya.

“lelucon mu itu lucu sekali. Aku serius, jadi kuucapkan selamat untukmu.”

Chi Hun masih dengan ekspresinya, membuat Baekhyun terdiam dan mencoba untuk serius.

“maksudmu aku—punya kekuatan?”

Chi Hun diam, tapi matanya berkata ‘iya’ dan Baekhyun menyadari itu. Dan dalam sepersekian detik, Baekhyun mengira bahwa dia sedang bermimpi.

“woah, woah.” Tangan Baekhyun bergerak dan tawanya kembali menguar, kali ini agak gemetar.

“aku juga seorang shiner, orang tuamu juga. Mereka terbunuh karena melawan Mereka.”

Lalu tawanya terhenti dan menatap Chi Hun lekat, “mereka siapa?”

Bangsa Cronic, monster pembunuh dari Planet Crone, berniat mengambil bumi dan menjadikan kita budak.”

Tak masuk akal.

Lelucon yang sangat tidak lucu.

Kubunuh kau bila ini semua hanya lelucon.

Tiga hal yang ada di otak Baekhyun sekarang. Ini masih jam enam pagi, bukan waktu yang bagus untuk membuat lelucon di belakang rumah.

“kumohon, Chi Hun, aku bukan bocah.”

“aku juga tidak akan membuat lelucon seperti tadi pada bocah.”

Lalu Baekhyun berdehem sebentar, “apa buktinya?”

Lalu Chi Hun melempar papan itu dan Baekhyun reflek menangkapnya, “semuanya ada di situ.”

Baekhyun membaca kertas itu dengan teliti, mengamati setiap gambar yang tertempel dan keterangan yang tertera, sampai alisnya bertaut saat melihat dua orang bersimbah darah yang sepertinya sudah mati.

“ini—,”

“orang tuamu.”

Benar, mereka orang tua Baekhyun, ia ingat betul saat terakhir dirinya di peluk dan di cium oleh ibunya, di bacakan dongeng oleh ayahnya, dan berdoa sebelum tidur bersama. Baekhyun ingat semua itu, bahkan sampai berita bahwa orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil.

“mereka mati bukan karena mobil ayahmu yang kehilangan arah dan jatuh ke jurang. Tapi karena melawan sekawanan Cronic untuk menyelamatkan dirimu.”

“mereka tahu jika ada sebuah ramalan yang mengatakan bahwa akan ada Sembilan anak laki-laki yang lahir untuk membunuh mereka. Yang masing-masing mempunyai kekuatan.”

“dan salah satunya adalah kau.”

“kau seorang Shiner, kemampuanmu adalah mengeluarkan cahaya.”

Penjelasan itu berakhir saat Chi Hun tersenyum dan menepuk pundak Baekhyun.

“maksudmu, kami ada Sembilan?”

“iya, maka dari itu kalian harus cepat bersatu(?), jika tidak, satu persatu dari kalian akan dibunuh. Dan bumi kita—.”

“iya, iya, kalau itu aku mengerti.” Baekhyun berjalan menjauh untuk duduk di salah satu akar pohon sambil mengamati papan kecil di tangannya.

“jadi, dimana mereka?”

TBC or END?

Aku ngakak masa :v ini ff fantasy yang pertama aku bikin. Idenya muncul waktu aku inget sama film judulnya sama2 ‘I am Number Four’ langsung inget EXO dan muncullah cerita ini.

Jujur aku ga pede waktu nulis ini, takut jadinya malah lawak atau garing bahkan boring. Makanya, kalo responnya baik, insyaallah aku lanjut, tapi kalo engga, ya cukup sampai disini(?)

Oh iya, karena kemaren pada minta sequel untuk ff ‘You and I’, insyaallah bakal aku bikin yang oneshot. Jadi tunggu aja ya! J

Terimakasih banyak J

4 thoughts on “I am Number Four

  1. Ngga tau kenapa aku juga ketawa 😂 mungkin karena karakter tulisan author. Ah ya ditunggu chapter selanjutnya. Walau pertama kali buat genre fantasi, menurut ku ini menarik. Semangat dan terus berkarya ya Thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s