Dongsaeng (Chapter 1)

DONGSAENG (PART 1)

Titte : Dongsaeng || Author : Yulvika || Cover : Yulvika || Twitter : @chrng__ || Length : Chaptered || Rating : ? || Genre : Schoolife, Romance (maybe), Friendship, family || Cast : Oh Sehun, Jang Sora (OC)|| Desclaimer : Semua cast milik Allah SWT dan SM Ent, Author cuman minjem. Jika ada kesamaan cerita itu merupakan ketidaksengajaan. Plagiator? dosa tanggung sendiri. Silent riders? segeralah bertobat || Warning!! Typo bertebaran dan perubahan alur mendadak /? ||

Enjoy~

dongsaeng

.

.

“Sehuna, kau akan kedatangan adik baru”

“Apa??”

.

.

 

AUTHOR POV

“Sora-ya, bagaimana sekolahmu hari ini?” Ibu Sora mengelus puncak kepala Sora yang sedang berbaring dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Sora, ia sibuk memainkan game di ponselnya dan sedikit mengacuhkan ibunya.

“Baik bu.” Ucap Sora yang masih fokus dengan gamenya.

Dalam hati ia bingung dengan sikap ibunya yang tidak biasa. Tidak biasanya ibunya mengajaknya berbicara dengan nada yang err, entahlah. Terlalu lembut mungkin? Tapi Sora berusaha mengabaikan pemikirannya.

Apa ada sesuatu? Sora membatin

“Kau tahu kan, ibu dan ayah akan ada urusan bisnis di Jepang lusa.” Sora menghentikan aktifitasnya. Ia mengangkat kepalanya dan menatap ibunya bingung.

“Lalu?” Sora mengernyitkan dahinya. Ia bingung, biasanya kalau ada urusan bisnis ke luar kota ataupun ke luar negeri ibunya hanya mengirim pesan singkat atau menelponnya untuk memberitahu Sora. Ada apa sekarang?

“Mungkin kami akan sedikit lama di sana.” Ibu Sora menatap anaknya dengan penuh kasih sayang. Sora masih tidak mengerti. Ia hanya diam, menunggu ibunya melanjutkan perkataanya.

“Eomma dan appa sudah sepakat, untuk menitipkanmu di rumah teman baik ibu. Di Seoul” Ujar ibu Sora dengan raut wajah agak ragu. Ia takut jika putri tunggalnya itu tidak bisa menerima keputusannya.

“Apa?” Sora mengangkat sebelah alisnya. Ia mencerna setiap kata yang baru saja meluncur dari mulut ibunya.

“Dengar, Sora-ya. Kami akan menetap di Jepang untuk bisnis itu. Mungkin sekitar beberapa bulan. Jadi eomma berpikir akan lebih baik jika kau tinggal bersama orang yang sudah ibu percaya.” Ibu Sora menatap Sora intens.

Sora menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin tinggal di rumah orang yang tidak ia kenal. Bagaimana bisa orang tuanya menitipkannya ke orang lain? Kenapa orang tuanya tidak mengajaknya saja untuk ikut ke Jepang? Atau mungkin setidaknya orang tuanya bisa menyuruhnya tinggal di rumah paman atau bibinya.

“Tidak. Bagaimana dengan sekolahku? Bagaimana dengan teman-temanku? Aku tidak mungkin meninggalkan mereka eomma. Aku akan tinggal di rumah ini, masih ada ahjumma yang merawatku. Atau mungkin aku bisa tinggal di rumah paman dan bibi. Aku tidak mau tinggal di rumah orang asing.” Sora bersikeras mempertahankan pendapatnya.

Ibu Sora menarik nafas panjang. Ia sudah memikirkan hal ini sebelumnya. Ia tahu Sora akan menolak tawaran itu.

“Ahjumma mengambil cuti untuk beberapa bulan karena ibunya sakit. Ibu tidak mungkin mencari pembantu lain dalam waktu kurang dari 5 hari. Paman dan bibi sedang mengalami masalah dengan bisnis mereka. Ibu tidak mungkin menitipkanmu pada mereka. Mereka mungkin akan merasa terbebani. Jangan membuat keadaan semakin sulit, Sora-ya.”

“Tapi, bu…”

“Ibu janji, eomma akan kembali secepatnya. Persiapkan dirimu. Kau akan pindah lusa.” Ibu Sora mengakhiri perdebatan. Ia lalu melangkah keluar kamar putrinya.

Sora mengacak rambutnya frustasi. Ia membanting tubuhnya ke kasur empuknya. Perlahan cairan bening mulai mengalir dari kelopak matanya.

Dulu ibu dan ayah Sora sangat menyayangi Sora. Mereka tidak pernah meninggalkan Sora sendirian. Mereka selalu ada di samping Sora. Tapi sejak ibu dan ayahnya sibuk dengan bisnis, semuanya berubah. Mereka sudah jarang pulang dan lebih mementingkan pekerjaanya daripada Sora.

Sora mengerti, orang tuanya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi haruskah mereka sesibuk itu tanpa mengkhawatirkan keadaan putrinya di rumah?

Sora tersenyum miris membayangkannya.

======

“Ahjumma, apa kamar tamu sudah dibersihkan? Pastikan tidak ada debu yang menempel di sana.” Titah Mrs. Oh pada salah satu pelayan di rumahnya. Si pelayan rumah hanya mengangguk mengerti dan segera meluncur menuju kamar tamu untuk membersihkannya.

“Ada apa bu?” Sehun yang baru datang itu pun mengernyitkan dahinya saat melihat ibunya berbicara dengan nada agak keras dengan pelayannya.

“Ah, Sehuna. Bersiaplah. Kau akan kedatangan adik baru.” Ujar Mrs. Oh dengan senyum yang menggantung di bibirnya.

Sehun menautkan alisnya bingung. Ibunya berkata bahwa ia akan kedatangan adik baru? Apa itu berarti…

“Maksud ibu.. kau… hamil?” Sehun berusaha menerka-nerka.

Ohh, membayangkan jika ibunya hamil saja ia sudah bergidik ngeri. Sehun teringat cerita Kyungsoo beberapa hari yang lalu. Kyungsoo bilang orang yang sedang hamil akan meminta yang aneh-aneh atau mengidam.

“Bukan seperti itu, Sehuna. Teman baik ibu menitipkan anaknya pada ibu karena mereka ada urusan bisnis ke luar negeri. Dia akan tiba besok. Jadi kita harus menyambutnya. Mengerti?” Mrs. Oh melangkahkan kakinya meninggalkan Sehun yang masih mematung di tempatnya.

Anak teman ibu? Apa mungkin dia masih kecil sehingga harus dititipkan di rumah orang lain?

Sehun mengangguk paham atas pemikirannya. Ia pun pergi menaiki tangga rumahnya lalu masuk ke dalam kamarnya.

======

“Nyonya, anda kedatangan tamu.” Ucap pelayan rumah sesaat setelah menerima tamu yang ia maksud. Sementara orang yang dipanggil nyonya itu pun segera menghentikan aktifitas minum tehnya dengan sang anak.

“Oh, mungkin itu dia. Ayo Sehun.” Mrs. Oh segera beranjak dari tempat duduknya dan merapihkan pakaianya yang agak kusut. Ia lalu menarik lengan anaknya menuju ruang tengah.

Sementara itu, seorang gadis cantik sedang sibuk mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Mengamati setiap detail barang-barang yang menurutnya menarik di ruangan itu.

“Oh, Jang Sora?”  Gadis itu segera membalikkan badannya saat mendengar namanya dipanggil. Seorang wanita paruh baya menghambur kearahnya diikuti lelaki yang kelihatannya lebih muda.

Wanita itu segera memeluk gadis yang ada di depannya dengan sangat lembut. Bagai seorang ibu yang memeluk anaknya. Sora membalas pelukannya. Hangat. Itulah yang dirasakan Sora. Sudah lama ia tidak dipeluk oleh ibunya.

Jadi begini rasanya dipeluk seorang ibu? Gumam Sora dalam hati.

“Annyeong, Mrs. Oh.” Sapa Sora sembari tersenyum ramah.

“Jangan panggil Mrs. Oh, Panggil eomonim saja arra? Auh, kau tumbuh begitu cepat Sora-ya. Dulu terakhir kali aku bertemu denganmu kau masih setinggi pinggangku.” Ucap  Mrs. Oh sambil tertawa renyah. Sora hanya tersenyum kikuk menanggapi perkataan Ibu Sehun.

Sehun mengamati gadis yang ada di depan ibunya. Ia menatapnya lekat-lekat. Dari tadi Sehun hanya diam menyaksikan 2 perempuan di depannya berbicara. Ia bahkan tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

“Sehun, kau tidak ingin berkenalan dengan adikmu?” Mrs. Oh menyenggol lengan Sehun. Sehun mengerutkan keningnya mendengar perkataan ibunya. Adik. Ibunya bilang apa dia tidak mau berkenalan dengan adiknya. Sehun segera tersadar dan beralih menatap ibunya.

Apa? jangan bilang kalau gadis ini…

“Jadi.. Yang ibu maksud adik kemarin.. dia?” Tanya Sehun dengan wajah bingung.

“Tentu. Sora ini yang ibu ceritakan kemarin. Dia lebih muda 1 tahun darimu. Tidak salah kan, jika ibu menyebutnya adikmu?”

“Tapi kupikir –“

“Ah, eomma harus memasak sekarang. Sehun, antarkan Sora ke kamar tamu yang ada di samping kamarmu. Dan Sora, anggap saja rumah sendiri ok? Jangan sungkan-sungkan. Eomonim ke dapur dulu.” Mrs. Oh segera melangkah ke dapur meninggalkan 2 manusia itu.

 

Baru saja Sehun ingin mengatakan pemikirannya, ibunya sudah memotong ucapannya terlebih dahulu. Sungguh, Sehun tidak pernah berpikiran untuk mempunyai adik. Apalagi adik perempuan. Ia pikir adik yang eomma maksud berumur sekitar 10 tahun. Tapi kenyataannya… ah sudahlah. Dan, apa maksudnya ia disuruh mengantarkan gadis ini ke kamarnya?

Heol, ada banyak pembantu di rumah ini!

Sehun mengumpat dalam hati. Ia melirik koper yang ada di balik tubuh gadis itu. Hanya 2 koper. Sehun rasa tidak ada salahnya menyambut tamu. Ia menarik nafasnya dan segera mengambil koper bawaan gadis itu.

“Ikut aku.”

Sehun berjalan ke arah tangga diikuti oleh gadis tadi, Sora. Sora baru menyadari kalau rumah ini sangat luas. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan rumahnya sendiri. Tapi gaya arsitektur rumah ini membuatnya kagum.

Tidak terasa ia sudah sampai di depan kamarnya. Sehun meletakkan koper itu tepat di depan pintu kamar Sora.

“Ini kamarmu. Kalau butuh sesuatu panggil ahjumma saja yang di sana itu.” Ujar Sehun sambil melirik ahjumma yang sedang menyiram tanaman.

Sora mengangukkan kepalanya paham dan berterima kasih kepada Sehun karena telah mengantarnya. Setelah itu, Sehun berjalan menuju kamarnya. Oh, Sora baru ingat bahwa dia belum tahu nama laki-laki yang tadi mengantarnya. Sora masih bisa melihat punggung nlaki-laki itu. Dengan segera ia berteriak.

“Hey. Aku Jang Sora! Siapa nama–“

“Sehun.” Setelah mengucapkan satu kata itu, Sehun langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya.

Sora mengerjapkan matanya beberapa kali 0_o . Ia tidak percaya laki-laki bernama Sehun itu memotong ucapannya. Bukannya menyela perkataan orang itu tidak sopan? Bahkan ia baru mengenal Sehun kurang dari 2 jam, tapi Sehun sudah bersikap sedingin itu dengannya.

Apa dia manusia es?

Sora menggeleng-gelengkan kepalanya lalu masuk ke kamarnya.

======

“Bagaimana kabar orang tuamu, Sora-ya?” Ujar Mrs. Oh sambil memasukkan sesuap sushi ke mulutnya. Ya, sekarang adalah jam makan malam. Sora, Sehun dan ibunya sedang sibuk memakan hidangan yang tersedia sambil sesekali bercengkrama.

“Baik, eomonim.” Ujar Sora ramah. Sebenarnya Sora agak risih menyebut kata eomonim. Kesannya seperti seorang menantu yang memanggil ibu mertuanya -_- Tapi apa boleh buat. Tapi tidak ada salahnya juga.

“Kau sudah berkenalan dengan Sehun? Dia memang agak pendiam dan cuek. Tapi sebenarnya dia tipe orang baik.” Sora tersenyum miring mendengar kata-kata Mrs. Oh. Ia kembali mengingat kejadian beberapa jam yang lalu saat Sehun mengacuhkannya.

“Bagaimana dengan sekolahmu? Ibumu memintaku untuk memasukkanmu di SMA yang sama dengan Sehun.” Lanjut Mrs. Oh

“UHUK UHUK~” Sehun segera mengambil segelas air saat mendengar ucapan ibunya. Apa tidak salah? Berarti secara otomatis dia akan berangkat dan pulang sekolah bersama adiknya itu? Oh, mimpi apa Sehun semalam??

“Sehuna, ada apa dengamu?” Mrs. Oh menyodorkan tissue makan ke arah Sehun

“Apa yang… uhuk.. eomma katakan… uhuk… tadi?” Sehun mengelap sisa air yang ada di sekitar bibirnya dengan tidak santai.

“Eomma akan memasukkan Sora ke SMA yang sama denganmu. Apa ada masalah?” Mrs. Oh menyatukan alisnya bingung.

“Berarti aku tidak perlu naik subway lagi. Benar kan eomonim??” Ucap Sora girang. Selama ini ia selalu naik subway untuk pergi ke sekolahnya. Meskipun sebenarnya ia sudah bisa mengemudi sendiri, tapi di sekolahnya hanya siswa tingkat 2 dan 3 yang bolah membawa mobil. Sementara ia baru tingkat 1 -_-

Dengan Sora satu sekolah dengan Sehun, Sora pikir ia tidak akan berdesak-desakan naik subway lagi.

“Tentu, kau akan berangkat dan pulang bersama Sehun. Benar kan, Sehun?” Ujar Mrs. Oh sambil melirik Sehun yang kini hanya bisa mengangguk lemah.

Uwaaa, tumpangan gratis ><

Sora berteriak senang dalam hati. Sementara Sehun sibuk dengan pemikirannya. Sehun berpikir jika Sora satu sekolah dengannya otomatis Sora adalah tanggung jawabnya. Sedangkan selama ini, Sehun tidak punya pengalaman apa-apa dengan wanita. Bahkan ia jarang mengobrol dengan perempuan jika tidak ada kepentingan.

Aku tidak bisa menjaga sikap di depan wanita. Bagaimana jika dia berpikir aku adalah seorang gay karena jarang bergaul dengan wanita -_-

Itu yang dipikirkan Sehun saat ini.

“Baiklah. Eomonim akan mengurus itu secepatnya. Mungkin lusa kau sudah bisa masuk, Sora-ya.” Ujar Mrs. Oh dengan senyum yang selalu merekah di wajahnya.

======

TOK TOK TOK~~

“Noona, anda sudah ditunggu Tuan Muda di depan.” Terdengar suara ahjumma yang memanggil Sora dari depan pintu kamar.

“Neee” Sora mempercepat geraknnya. Ini semua gara-gara ia tidur terlalu malam kemarin. Sora terlalu asik membaca komik doraemon yang baru ia beli, jadi ia lupa kalau besoknya dia sudah masuk. Jadi ini salah siapa? Salah Sora yang pelupa atau komik doraemon yang terlalu disayangkan kalau tidak dibaca. Baiklah abaikan.

Sial, dimana kaos kaki milikku?

Sora menggledah isi kamarnya. Ia sudah mencari kaos kakinya dimana-mana tapi tetap tidak ketemu.

TOK TOK TOK~~

Suara ketukan pintu kembali terdengar. Sora semakin panik. Setelah sekian menit ia berhasil menemukan kaos kakinya. Ia bergegas keluar kamar. Sora memakai sepatu sambil berlari. Ia bahkan belum sarapan pagi ini. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Sora saat ini?

Terlihat Sehun sudah berada di luar. Menunggu Sora sambil bersandar pada mobilnya. Dengan ekspresi yang sama tentunya.

“Apa kau siput heh?” Decak Sehun dengan kesal. Dia lalu masuk ke mobil.

“Maaf, aku lupa meletakkan kaos kakiku heheh” ujar Sora dengan senyum polosnya. Sehun tidak membalas perkataan Sora dan langsung tancap gas. Sora hanya mengumpat dalam hati.

Bagaimana bisa ada manusia seperti ini?

======

 

Sehun turun dari mobilnya diikuti Sora yang mengekor di belakangnya. Ini adalah hari pertama Sora masuk ke sekolah ini. Ada sedikit rasa khawatir yang hinggap di hati Sora. Bagiamana jika ia tidak bisa menyesuaikan diri dengan linggungan barunya? Itu yang saat ini dia pikirkan.

“Ya! Kau mau berdiri di situ sampai kapan?” Sora terkejut dengan terikan sehun yang sudah berjarak beberapa meter darinya.

Oh sial. Aku melamun lagi.

Sora lalu berlari mengejar Sehun dan berjalan disampingnya.

“Emm dimana ruang gurunya? Bisa kau mengantarku? Aku takut tersesat.” Ucap Sora ragu-ragu.

Sehun hanya diam. Dia tidak menjawab perkataan Sora. Sora bisa menebak. Mungkin Sehun tidak akan mau mengantarnya. Mengingat sikapnya yang cuek selama ini. Ia sudah tau akan begini jadinya.

“Baiklah  kalau kau tidak—“

“Aku akan mengantarmu.” Sahut Sehun.

Sora tersenyum kecil. Ia dan Sehun lalu berjalan ke ruang guru ditemani oleh Sehun. Tanpa Sora sadari, banyak perempuan yang berbisik-bisik saat melihat Sehun dan Sora berjalan beriringan.

Tak terasa ia sudah sampai di depan ruang guru. Sora mengucapkan termakasih pada Sehun. Sehun hanya mengangguk dan pergi begitu saja. Sora lalu masuk ke ruang guru dan menemui wali kelasnya.

Bel berbunyi. Semua siswa langsung berlarian masuk ke dalam kelas. Sora mengikuti wali kelasnya, berjalan menuju kelasnya. Sampai di depan pintu kelas. Langkah Sora terhenti. Ia menarik nafas panjang sebelum melangkah kembali memasuki ruang kelasnya.

“Halo. Aku Jang Sora. Kalian bisa memanggilku Sora. Aku pindahan dari Busan. Aku harap kita bisa berteman baik.” Ujar Sora dengan senyum ramahnya. Seisi kelas bertepuk tangan. Wali kelas menyuruh Sora untuk duduk di bangku yang kosong.

“Hai, aku Ye Seul. Han Ye Seul.” Seseorang menyapa Sora dengan mengulurkan tangannya. Teman sebangkunya. Sora tersenyum. Ia lalu menjabat tangannya dan duduk di kursinya.

Pelajaran pun dimulai.

======

“Hm~ kita duduk dimana ya? Oh itu ada Ji Hyun dan Jinri. Kita duduk disana saja ya.” ujar Ye Seul sambil menarik tangan Sora.

Ye Seul adalah orang yang baik. Dia mudah akrab dengan orang baru. Sora bersyukur bisa sebangku dengannya. Kira-kira itu yang ada di pikiran Sora saat ini.

Sora dan Ye Seul duduk bersama teman teman sekelasnya. Mereka semua juga sama ramahnya dengan Ye Seul. Mereka duduk sambil menikmati makan siangnya masing-masing. Bahkan sesekali mereka bercanda dan bergosip tanpa ada rasa canggung di depan Sora.

Hei hei. Lihat! Park Chanyeol dan Oh Sehun

Mereka tampan sekali.

Suho oppa aku mencintaimuu

Oppa~~

Kai juga tak kalah tampan

Dia milikku

Milikku!

Tiba-tiba suara riuh terdengar dari arah pintu kantin.

“Ada apa?” Sora bertanya dengan polosnya.

“EXO. Mereka adalah sekumpulan pria tampan nan seksi. Mereka terkenal karena ikut ekstra basket. Selain itu,  anggota EXO juga terkenal pintar dan punya suara yang merdu.” Jinri menjelaskan dengan sesekali menyeruput susu pisangnya.

“Mungkin kau tidak tahu karena baru pindah kesini. Mereka memiliki banyak fans, bahkan sampai luar sekolah.” Lanjut  Seung Ri

“Ahh, seperti itu. Mereka senior kita ya? Pasti keren sekali.” Sora mengangguk paham.

“Ya seperti itulah. Kau ingin tahu siapa saja mereka? Barangkali nanti kamu juga ikutan ngefans wkwkwk” Sahut Gi Beom yang hanya dibalas oleh anggukan Sora.

Yaaa lumayan buat cuci mata

Sora bergumam dalam hati.

“Ehem. Baiklah. Ada Kyungsoo, Kai, Suho, Chanyeol, Baekhyun dan terakhir adalah Sehun.”

Uhuk uhukkk!! Uhukk!!

Sora  tersedak saat mendengar Seung Ri mengucapkan nama Sehun.

“Maksudmu, Oh Sehun?” Apa mungkin Sehun yang dimaksud adalah Oh Sehun yang itu? Yang baru beberapa hari dia kenal dan dia selalu bersikap acuh padanya. Si manusia es yang tinggal serumah dengannya. Apa benar Oh Sehun yang itu?

Seung Ri dan temannya yang lain hanya mengangguk.

Sora mengedarkan pandangannya. Mencari sosok Oh Sehun dan EXO yang baru saja ia bicarakan dengan teman-temannya.

Dan benar saja. Sehun sedang dikerumuni banyak siswi lain. Banyak bingkisan juga yang diterima Sehun dari fansnya.

Whoaa bagaimana bisa si manusia es itu punya bank fans?

“Bagaimana kau bisa tahu Oh Sehun?” Tanya Ye Seul. Teman-temannya yang lain juga menatap heran ke arah Sora. Sementara Sora hanya terdiam, memikirkan apa yang harus ia katakan pada temannya.

Haishhh akan terdengar aneh kalau aku bilang kalau aku tinggal serumah dengannya

“Ah.. itu…”

TBC

 

Heheheheh gimana? Garing ya? Wkwk:’v

Pertama author ngucapin trimaksih buat admin yang udah ngeposting FF abal ini >< Dan maaf kalo ff ini banyak sekali kekurangannya seperti typo dll 😀

Mohon kririk dan sarannya ya readers tercintah :* FF author ini tidak berarti apa-apa tanpa komentar dari kalian \(^o^)/

Terima kasih buat yang udah mau baca ff absurd ini dan meninggalkan jejak berupa komentar 😀

See ya next Part!

 

Iklan

9 thoughts on “Dongsaeng (Chapter 1)

  1. aq kira dongsaeng dsini adalah adik tirinya sehun, tp ternyata bukan,hehehe…
    seneng deh 🙂
    itu berarti mereka brdua ada kemungkinan bisa brsama dong 🙂
    sehun dingin bgt sikapnya….
    tp sebenarnya dia suka kan????
    ditunggu next nya kak ^__^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s