Sambaran Petir Cinta

Sambaran Petir Cinta

Author : Seo Joo Eun

Length : Ficlet

Gendre : Fluff

Rating : General

Cast : Kim Jongin, OC

images (1)

“Apa jongin terkena sambaran petir cinta?”

Katanya, kami ini satu kesatuan. Seperti jiwa dan raga, yang selalu berdampingan selama manusia hidup. Tapi, apa peduli kami, soal perkataan orang.

Nah, ceritanya, kami akan berkemah. Berhubung sohibku ini orang terkenal. Akhirnya, kami terdampar di halaman belakang rumah kami. Tenang, kami tidak tinggal di bawah atap yang sama. Kebetulan saja, pagar tanaman pemisah halaman belakang rumah kami, rusak. Karena malas, akhirnya pembatasnya dihilangkan oleh ayah Jongin. Jadi, sampai detik ini, kami selalu berbagi halaman belakang.

Satu tenda kecil sudah berdiri. Sangat cukup untuk kami berdua. Iya, kami akan tidur di tenda yang sama. Tenang, aku tidak bernafsu pada pria bernama Kim Jongin. Mungkin, karena kami terlalu sering berbagi. Maksudku, berbagi bau kentut, berbagi ompol saat masih balita, sampai berbagi kakak perempuannya, pun, aku pernah.

“Kau sedang berkencan dengan ponselmu, yah.” sindirku. Sejak tadi, Jongin terus saja sibuk dengan ponselnya. Sesekali juga ia menampilkan cengiran konyolnya.

“Kau cemburu?”

“Sedikit,” kataku.

Tanganku sudah meraih buku harian Jongin. Di cover bukunya, tertulis ‘sangat rahasia’. Tapi, aku sering sekali membacanya. Hanya aku. Serahasia apapun rahasia seorang Kim Jongin, aku pasti tahu.

Terakhir kali aku membaca buku harian Jongin, aku terpingkal-pingkal. Terlalu lucu, bahkan selama seminggu aku cekikikan sendiri jika tidak sengaja mengingat isi buku harian Jongin.

Aku melirik Jongin yang sedang senyum-senyum sendiri, seperti orang kurang waras. Aku bisa menebak, sih, apa yang dilakukan oleh Jongin. Kemungkinan besarnya adalah, ia tengah menggoda seorang gadis. Seperti kebiasaannya sejak dulu.

Aku tak acuh pada kelakuan Jongin. Jadi, aku mengalihkan  indra penglihatanku pada buku harian Jongin. Tulisannya, sama sekali tak ada penyaringan yang menghasilkan nilai sastra.

Kubuka lembar berikutnya. Ada yang menarik. Aku hampir saja meledakkan tawaku. Untung saja aku bisa menahannya. “Kau itu seperti kembang api. Tak perlu melihatmu dari dekat untuk melihat kecantikanmu, dari kejauhan, pun, kau sudah terlihat cantik,” aku membaca untaian kata yang Jongin tulis di buku hariannya. Kalimat yang sangat berbeda dari kalimat lainnya.

Jongin sudah melirikku, terlihat sangat terganggu. “Apa?” kataku, menantang Jongin. Sebenarnya, aku hanya ingin menggoda pria yang menjadi sohibku sejak dalam kandungan, itu. “Tidak perlu dibacakan seperti itu, ‘kan?” katanya. “Aku malu,” imbuhnya, sekarang ia sudah kembali pada ponselnya.

Mimpi apa aku semalam? Bisa mendengar Si Jongin malu.

“Kau terkena sambaran petir cinta, yah?” tanyaku. Netraku fokus melihat Jongin yang sibuk dengan ponselnya. “Ehm, siapa yang menolak jika petir cintanya berasal dari kristal,” ujarnya. Matanya sama sekali tak menoleh padaku.

“Kalau berasal dariku?”

“Lebih baik aku mati,” katanya, sempat melirikku sekilas sampai pada akhirnya kembali fokus pada ponselnya.

Jongin menolakku. Bahkan lebih memilih mati ketimbang terkena sambaran petir cinta dariku. Untung saja aku tak bernafsu pada pria bernama Kim Jongin. Cenderung ingin menedang bokongnya ketimbang sakit hati.

END

 

2 thoughts on “Sambaran Petir Cinta

  1. Hello there..🙂 Jyah.. Kocak bgt nie ff. Bahasamu santai dan ngalir gitu. Baper tu bawa2 ital,hehe
    tp kesannya si “aku” kok kyak patah hati waktu ditolak jongin, jangan2…/oke, nice fic, keep writing😀

  2. Aigoo.. Ngakak, dr judul aj udh kerasa aura komediny… Tp pas liat genreny, ternyt fluff.. Bang kai emng romantis klo ke kristal, tp sadis klo ke ‘aku’, untung ‘aku’ g napsu.. wkwk.. Suka ceritany… Keep writing euy.. (Y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s