Wait For Me (Chapter 3)

Title            : Wait For Me

 

Author         : exolras

 

Main Cast    : Kim Yongra (OC), Oh Sehun

 

Other Cast  : Park Jinyoung (GOT7), Kim Nara, (OC), Lee Jihee (OC), Kim Jongin, and others.

 

Genre          : school life, romance

 

Length         : Chaptered

 

Rating                   : Teen

IMG_37792033016790

Kantin| Jihee bingung melihat Yongra yang sedari tadi seperti tidak napsu makan, “Ya! Wae?” tanya Jihee. “Eoh? Gwenchana Jihee-ya,” jawab Yongra. “Jinca? Aku tau kau bohong ka. Marhaebwa,” ujar Jihee yang mengetahui jika Yongra berbohong. “Aniyeo, gwenchana,” balas Yongra memberikan senyumnya, lalu ia menyumpit makanannya. “Baiklah kalau kau tidak ingin cerita,” ujar Jihee lalu melanjutkan makannya. Yongra memang berbohong, ia saat ini sedang memikirkan tentang pilihannya tadi malam

Flashback| Sehun menunggu jawaban dari Yongra, “Aku pilih yang pertama,” jawab Yongra. “Sudah kutebak kau pasti akan pilih yang pertama,” balas Sehun diiringi senyumannya. “Sudahlah, aku ingin mandi,” ujar Yongra lalu meninggalkan Sehun. “Chakkaman,” ujar Sehun yang menghentikan langkah Yongra. “Apa lagi?” tanya Yongra yang masih kesal. “Ingat, kau jangan pulang dengan Jinyoung mulai besok. Kau harus selalu pulang denganku,” jawab Sehun. “Arraseoyeo,” balas Yongra lalu ia langsung masuk ke kamar. |Flashback END

Dia bingung apa yang harus dikatakan pada Jinyoung, jika Jinyoung mengajaknya pulang. Yongra harus menolaknya terus, kemungkinan besar Jinyoung akan curiga akan sesuatu. Seseorang dengan membawa makanannya baru saja duduk di depan Yongra yang membuatnya bangun dari lamunannya, “Eoh?” ucap Yongra pelan terkejut, yang duduk itu ialah Sehun. Ia memberi sedikit senyuman pada Yongra, Yongra tidak memperdulikannya langsung melanjutkan makannya. Saat ini hening suasananya, mereka sibuk dengan makanannya masing-masing. Nara datang dengan membawa makanannya dan ia duduk di sebelah Sehun, “Kau tidak jadi bimbingan?” tanya Sehun yang baru ingin menyumpit makanannya. “Pembimbingnya tidak ada,” jawab Nara lalu melahap makanannya. “Hmm kebetulan ini anak club dance semua, aku ingin memberitahu sesuatu,” ujar Jongin, semua terfokus pada Jongin. “Mwo?” tanya Nara yang dimulutnya masih penuh dengan makanan. Yongra hanya memperhatikan Nara, ia memberi tatapan tidak suka. Sehun yang mengetahui jika Yongra dari tadi hanya memasang muka tidak suka dengan Nara hanya memperhatikan Yongra. “Eunhyuk sunbae memberitahu padaku tadi malam, club dance sekolah kita akan mengikuti lomba. Dan itu lomba cover dance,” jelas Jongin lalu meminum ice tea nya. “Kapan lomba itu dilaksanakan?” tanya Nara. “Belum tau pasti, nanti Eunhyuk sunbae akan datang,” jawab Jongin selaku ketua club dance. “Jadi nanti pulang sekolah kumpul di ruang dance. Hm, Yongra hoobae kau ikut kan?” tanya Jongin. Sehun menatap Yongra seperti memberi isyarat untuk ikut, “Hmm, ne sunbae,” jawab Yongra. “Arraseo, nanti jangan lupa pulang sekolah kita kumpul,” ujar Jongin.

 

Atap| Saat ini kelas Yongra sedang tidak ada guru, seperti biasa ia akan ke atap. Dan ia mendengarkan musik melalui earphone, ‘ddrrt ddrrt’ handphonenya bergetar

From: Oh Sehun

Jangan lupa nanti ikut kumpul di ruang dance dan kita akan pulang bersama, arraseo?

Entah kenapa Yongra sedikit tersenyum membaca pesan dari Sehun, kontak Sehun memang tidak diberi embel-embel sunbae. Lalu dibalasnya pesan tersebut

To: Oh Sehun

Arraseoyeo

Hanya itu balasan Yongra, lalu ia memasukkan handphonenya ke saku blazer. “Apa kau tidak ada guru lagi?” tanya Jinyoung yang baru datang lalu duduk di sebelah Yongra, lalu Yongra melepas earphonenya. “Sunbae? Tidak ada, memang sunbae tidak ada guru juga?” tanya balik Yongra. “Ada, tapi hanya diberi tugas. Tapi aku sudah menyelesaikan tugasnya. Sebenarnya tadi aku hanya ijin ke kamar mandi, tapi setelah itu aku memutuskan untuk kemari” jelas Jinyoung. “Wae?” tanya Yongra. “Aku bosan,” jawab Jinyoung, Yongra membentuk huruf ‘o’ dibibirnya. “Bagaimana kemarin? Apa kau dimarahi?” tanya Jinyoung mengenai yang kemarin. “Eoh itu, aniyeo,” jawab Yongra yang sebenarnya dimarahi Sehun dan dihukum dengan diberi pilihan yang merugikannya, sebenarnya pilihan kedua sedikit menguntungkan tapi tidak akan mungkin Yongra memilih pilihan kedua. “Hmm, hari ini aku tidak bimbingan. Apa kau ingin membeli es krim?” tanya Jinyoung, Yongra terdiam sejenak mengingat kalau ia sudah berjanji tidak akan pulang bersama Jinyoung lagi. “Hm tidak usah sunbae, nanti aku mau kumpulan club dance,” jawab Yongra. “Kau anak dance?” tanya Jinyoung yang tak menyangka. “Ne, aku memang jarang sekali ikut latihan,” jawab Yongra. “Hmm. Kalau begitu setelah kau kumpulan saja bagaimana?” tanya lagi Jinyoung. “Aku lagi tidak ingin es krim dan aku takut sunbae akan menunggu lama,” jawab Yongra mencari alasan agar ia tidak pulang dengan Jinyoung. “Jinca? Kau tidak ingin es krim? Aku akan menunggumu nanti,” balas Jinyoung yang semakin membuat Yongra bingung. “Hmm aku lagi tidak ingin es krim saat ini. Dan sunbae tidak perlu menungguku, aku nanti harus langsung pulang setelah kumpulan,” ujar Yongra sebisa mungkin agar tidak pulang dengan Jinyoung. “Baiklah kalau begitu,” balas Jinyoung dengan tidak menatap Yongra.  “Hmm, aku harus kembali ke kelas sekarang. Annyeong,” balas Jinyoung yang berusaha menunjukkan senyumannya padahal ia sedikit kecewa. “Ne sunbae annyeong,” balas Yongra, lalu Jinyoung pergi. Yongra melihat kepergian Jinyoung, sampai Jinyoung keluar dari pintu. Lalu Yongra meraut wajahnya sendiri, “Aigoo, mianhae sunbae,” ujar Yongra merasa bersalah.

 

Ruang Club Dance| Semua sudah berkumpul di ruangan ini. Yongra duduk di sebelah Jihee, tapi ia sibuk bermain handphonenya dan Jihee bercengkrama dengan Jongin yang duduk di sebelah kanannya. Sehun duduk tepat di belakang Yongra, dan ia sedang bercengkrama dengan Nara yang duduk di sebelahnya. “Sehun-ah, aku ke toilet sebentar,” ujar Nara yang sudah tidak tahan. “Arraseo,” balas Sehun, lalu Nara berlari. Saat ini adalah kesempatan Sehun untuk mengganggu Yongra, sesekali ia menarik ujung rambut Yongra yang terikat rapi. Tiga kali Sehun menarik tidak diperdulikan oleh Yongra, tak lama itu Sehun menarik ikat rambut Yongra, “Aigoo,” keluh Yongra. “Kau bagus dengan rambut terurai,” bisik Sehun pelan. Yongra langsung mengambil ikat rambutnya di tangan Sehun, lalu ia mengikat rambutnya kembali. “Aishh jinca, diamlah sunbae. Ingat ini disekolah,” ujar Yongra pelan yang sudah selesai mengikat rambutnya. “Lihatlah, mereka sibuk masing-masing. Tak akan ada yang memperhatikan kita,” balas Sehun yang semakin membuat Yongra kesal. Lalu Sehun melihat Nara masuk, “Nanti kita lanjutkan saat pulang, arraseo?” ujar Sehun, lalu sedikit mundur dari Yongra. “Apanya yang mau dilanjutkan? Menjailiku, ck,” gumam Yongra pelan berbicara sendiri. Tak lama itu Eunhyuk datang, Jongin berdiri dan langsung menyapa “Annyeonghaseyeo sunbae,” ucap Jongin. “Annyeong,” balas Eunhyuk dengan senyuman. Lalu Jongin mengondisikan semuanya, “Semua harap tenang!” perintah Jongin, lalu semua duduk dan diam. “Annyeong, apakah semua sudah berkumpul disini?” tanya Jongin membuka perkumpulan ini. “Sudah,” jawab semua kompak. “Arraseoyeo. Kalian tau kan kalau sudah dikumpulkan seperti ini pasti ada suatu hal yang penting, saya selaku ketua diclub ini akan memberikan sedikit informasi. Club dance sekolah kita akan mengikuti lomba, nanti Eunhyuk sunbae yang akan menjelaskan semuanya. Yang belum tau Eunhyuk sunbae ini siapa, dia adalah sunbaenim kita yang sudah lulus 4 tahun yang lalu. Saat ia sekolah disini ia menjabat sebagai ketua diclub ini, walaupun sudah lulus ia masih aktif berhubungan dengan club dance sekolah ini dan ia sekarang sedang melanjutkan studi nya di perguruan tinggi. Baiklah sekarang Eunhyuk sunbae yang akan melanjutkannya,” jelas Jongin, lalu giliran Eunhyuk yang berbicara. “Annyeong yeoreobun,” ucap Eunhyuk diiringi senyumannya. “Annyeong,” balas semuanya. “Sudah tau semua kan nama saya? Dan tadi juga Jongin sudah menjelaskan tentang diri saya, untuk mempersingkat waktu saya akan langsung ke intinya saja. Sekolah kita ini sangat terkenal dengan club dance nya, karena setiap ikut lomba pasti selalu juara. Maka dari itu setiap ada lomba dance, sekolah kita mengusahakan untuk ikut. Lomba kali ini adalah cover dance, kita akan mengcoverkan BoA-Only One, jadi yang akan ikut 1 yeoja dan 6 namja. Itu nanti dipertengahan ada adegan salah satu namja dari 6 orang tadi, tetap di panggung dengan yeojanya. Itu hanya sebentar, setelah itu yang lain kembali lagi masuk, jelas?” tanya Eunhyuk yang sudah menjelaskan tentang lombanya. “Sunbae, kapan lombanya dilaksanakan?” tanya Nara. “Sekarang bulan September, lomba akan dilaksanakan bulan November,” jawab Eunhyuk. “Eoh arraseoyeo,” balas Nara. “Berarti aku bisa ikut Sehun-ah,” ujar Nara pelan pada Sehun. “Hmm, memangnya kau akan dipilih?” tanya Sehun. “Mwo? Memangnya siapa yang akan memilih?” tanya balik Nara. “Eunhyuk sunbae,” jawab Sehun. “Hmm, aku pasti akan dipilih,” balas Nara dengan percaya diri nya. “Haha, kau percaya diri sekali Nara-ya,” ujar Sehun dengan tawanya pelan. Yongra hanya bisa kesal mendengarkan percakapan mereka. “Sepertinya semua sudah jelas. Sekarang Jongin-ah?” tanya Eunhyuk pada Jongin yang berdiri di belakangnya. “Ne sunbae,” jawab Jongin, dia sudah siap dengan kertas dan pulpen untuk mendata siapa saja nantinya yang akan ikut. “Baiklah, saya akan menentukan siapa saja yang ikut. Saya memilih ini secara acak, karena saya pikir anak-anak club ini pandai dalam dance semua. Jadi, kalau kalian dipilih jangan mengeluh,” jelas Eunhyuk lalu mengambil daftar nama dari Jongin. Ia mulai membaca daftar namanya, “Kim Nara, Kim Jongin, Kim Hanbin, Oh Sehun, Lee Taemin, Im Jaebum, dan Kim Yugyeom. Yang mana saja orangnya? Angkat tangan kalian, lalu perkenalkan nama kalian dan kelas kalian, kecuali Jongin.” ujar Eunhyuk, nama yang terakhir disebut membuat Yongra penasaran. Karena ia pikir itu sepertinya Yugyeom yang dibicarakan dua gadis waktu itu, saat Yongra menoleh ke belakang karena ingin melihat yang bernama Yugyeom. Tapi ia malah menemukan gadis yang belum ia ketahui namanya itu, yang ingin memberi Yugyeom hoodie itu. “Annyeong, saya Kim Nara dari kelas 3-2,” sapa Nara lalu duduk kembali. “Annyeong, saya Kim Hanbin dari kelas 2-3,” sapa Hanbin lalu duduk kembali. “Annyeong, saya Oh Sehun dari kelas 3-2,” sapa Sehun lalu duduk kembali. “Annyeong, saya Lee Taemin dari kelas 3-1,” sapa Taemin lalu duduk kembali. “Annyeong, saya Im Jaebum dari kelaa 3-1,” sapa Jaebum lalu duduk kembali. “Annyeong, saya Kim Yugyeom dari kelas 2-3,” sapa Yugyeom lalu duduk kembali, ternyata ia seangkatan dengan Yongra. Yongra fokus melihat Yugyeom dan juga melihat gadis itu. “Omo,” ujar Yongra pelan, lalu ia menutup mulutnya dan ia kembali melihat ke depan, Sehun yang melihatnya seperti bertanya ‘kenapa anak ini?’. Benar ternyata itu adalah Yugyeom yang diberi hoodie oleh gadis itu, dan saat ini hoodie nya sedang dipakai oleh Yugyeom. “Oke. Sekarang saya akan menentukan namja yang akan bersama Nara,” ujar Eunhyuk lalu memperhatikan satu persatu yang terpilih tadi. “Oh Sehun, sepertinya dia dekat dengan Nara dan itu nanti pasti feel nya akan bagus,” ujar Eunhyuk membuat semua orang tak menyangka “WAHHH,” takjup semua orang karena pasti feel nya akan bagus, Yongra hanya bisa membulatkan matanya. Nara tersenyum, ia pasti sangat bahagia sekali. “Baiklah, seperti nya yang saya pilih terlihat dari wajahnya memang berniat untuk ikut lomba ini. Buat yang memang belum saatnya ikut lomba yang ini tenang saja, club dance sekolah ini sering mengikuti lomba. Jadi untuk yang lain masih banyak kesempatan,” jelas  Eunhyuk. “Sepertinya sudah cukup untuk hari ini, yang lain boleh pulang. Untuk yang akan mengikuti lomba tinggal sebentar disini,” ujar Eunhyuk. “Nde,” balas mereka semua lalu  keluar untuk pulang.

 

Yongra dan Jihee jalan menuju halaman depan sekolah, “Wahh, yang mengcover BoA-Only One pasti feel nya sangat bagus,” ujar Jihee. “Hmm ne,” balas Yongra dengan muka yang masih murung. “Wae? Kau terlihat cemburu,” ujar Jihee yang memperhatikan wajahnya Yongra. “Mwo? Ani, aku hanya sedang lapar,” balas Yongra yang memang sudah lapar tapi dia juga sedang memikirkan yang dibicarakan Jihee tadi. “Ya Yongra-ya, aku sudah bersamamu hampir 2 tahun. Jadi aku tau wajahmu kalau sedang cemburu,” ujar lagi Jihee yang menyatakan kalau Yongra sedang cemburu saat ini. Kini mereka sudah duduk di bangku taman depan sekolah, “Jincayeo? Apakah wajahku terlihat sedang cemburu?” tanya Yongra. “Ne, kau tidak perlu khawatir aku sudah pernah melihat dance BoA-Only One, itu tidak terlalu romantis dan hanya sebentar saat bagian Sehun sunbae dan Nara sunbae berdua,” jelas Jihee. “Haishh biarkanlah, aku tidak perduli. Lihatlah aku tersenyum sekarang, aku tidak merasa cemburu kalau Sehun sunbae akan melakukan dance yang romantis begitu lama ataupun sebentar dengan Nara sunbae, jeongmal,” ujar Yongra yang berusaha menunjukkan senyumnya. Jihee menggenggam tangan Yongra, “Yongra-ya, aku tau kau masih memiliki rasa pada Sehun sunbae. Kau harus selalu terbuka denganku, ceritakan apa saja yang membuatmu sedih ataupun bahagia,” jelas Jihee lalu ia memeluk Yongra. “Arraseo Jihee-ya,” balas Yongra. Memang hanya ada satu hal yang belum Yongra beritau pada Jihee, yaitu tentang pertunangannya dengan Sehun. Lalu mereka melepaskan pelukannya, “Dan satu lagi, ada seseorang yang sebenarnya mencintaimu dan ia belum bisa mengatakannya sekarang, tapi ia menyatakannya secara tidak langsung,” ujar Jihee yang membuat Yongra bingung, “Mworago?” tanya Yongra. “Hehe, sudahlah lupakan. Itu Jongin oppa sudah datang,” balas Jihee yang tidak menjelaskan siapa yang dimaksud katanya barusan, Yongra melihat Jongin yang berjalan ke arah mereka. Dan Sehun sedang berjalan bersama dengan Nara, “Kau pulang dengan apa?” tanya Jihee. “Hm aku dijemput,” jawab Yongra yang sebenarnya tidak tau pulang dengan siapa karena ia melihat Sehun dan Nara bersama. “Arraseo, aku duluan ya. Annyeong,” pamit Jihee. “Ne annyeong,” balas Yongra, lalu Jihee berlari ke Jongin. ‘ddrrt ddrtt’

From: Oh Sehun

Tunggulah. Nara akan dijemput

To: Oh Sehun

Hmm

Selalu seperti itu Yongra membalasnya dengan sangat singkat.

 

From: YongTtung

Hmm

Sehun menghela napas karena Yongra membalasnya sangat singkat. Nama kontak Yongra di handphone Sehun adalah YongTtung, kepanjangan dari Yongra ttungttung (Yongra gendut) Yongra memang gendut tapi tidak gendut sekali hanya berisi saja, badannya tidak sekurus member Girls’ Generation. Kalau Nara badannya yang seperti member Girls’ Generation, karena itu Sehun menganggap Yongra gendut dan maka dari itu banyak yang bilang Nara sangat cocok dengan Sehun. Nara dan Yongra sama-sama cantik dan tingginya sama-sama sebahu Sehun, yang membedakan hanya badannya. “Kapan kita ingin memulai latihan Sehun-ah?” tanya Yongra. “Hm kau tidak usah memikirkan itu, kalau kau ingin latihan, latihan saja dulu dirumah sendiri. Nanti pemantapannya setelah kau mengikuti olimpiade itu, fokus saja dulu pada olimpiademu itu,” jelas Sehun yang menasehati Nara. Tapi bagi Nara itu adalah salah satu perhatian Sehun yang diberikan untuknya, “Geurae. Gomawo Sehun-ah sudah perhatian padaku,” balas Yongra tersenyum. “Ne,” balas Sehun yang tersenyum juga. Tak lama itu yang menjemput Nara datang, lalu ia naik mobilnya “Annyeong Sehun-ah,” pamit Nara melambaikan tanganya, Sehun membalasnya dengan melambaikan tangannya juga. Sehun melihat Nara sudah benar-benar pergi dan suasana sekolah ini juga lumayan sudah sepi, ia langsung berlari ke Yongra yang duduk sendirian. “Kajja,” ajak Sehun yang mengejutkan Yongra. “Aigoo, kajja aku sudah sangat lapar,” balas Yongra lalu berdiri dan jalan mendahului Sehun. “Kau mau makan dimana?” tanya Sehun yang sudah sejajar jalannya dengan Yongra. “Di rumah saja,” jawab Yongra. “Mwo? Aku tidak mau, ayo kita makan di luar saja,” ajak Sehun. “Ya! Kita harus berhemat, lebih baik makan di rumah saja. Aku yang akan memasakannya,” ujar Yongra. “Aigoo, kita harus berhemat, kau yang akan memasak” ucap Sehun yang mengulang perkataan Yongra. “Kau tau, aku berasa kita ini memang sudah menjadi pasangaan-” “Ya! Sunbae berhentilah menyangkut pautkan tentang itu, sudahlah lebih baik kita makan dirumah saja,” balas Yongra yang memutus omongan Sehun, karena ia tau Sehun pasti akan menyangkut pautkan tentang ‘suami-istri’. “Shireo, ayo kita makan di suatu tempat. Aku tau tempat yang cocok untuk kita,” ajak Sehun menarik tangan Yongra ke parkiran untuk mengambil motornya. Yongra sudah pasrah, kali ini ia tidak membalas Sehun karena ia sudah sangat lapar.

 

Rumah Sehun| Appa Sehun baru pulang dari kantornya, saat ini beliau sedang ingin istirahat di kamar. Tapi istrinya datang, “Yeobo,” panggil eomma Sehun. “Wae?” tanya appa Sehun yang baru ingin merebahkan tubuhnya tetapi tidak jadi. “Aku rindu dengan anak kita Sehun. Menurutmu apa hubungannya  baik-baik saja dengan Yongra?” tanya eomma Sehun. “Hm, setiap hubungan pasti tidak berjalan dengan mulus. Tapi semoga saja akan baik-baik,” jawab appa Sehun. “Kapan kita akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang serius?” tanya eomma Sehun. “Yang pasti tidak secepatnya. Mereka harus menyelesaikan sekolah mereka dan juga tergantung pada mereka berdua,” jelas appa Sehun.”Aku ingin mengunjungi mereka, ayo kita mengunjungi mereka nanti malam,” ajak eomma Sehun. “Arraseo, nanti malam kita mengunjungi mereka tapi aku ingin istirahat dulu,” balas appa Sehun. “Arraseo, istirahatlah dengan baik,” ujar eomma Sehun.

 

Kedai Makanan| Sehun mengajak Yongra tidak ke restaurant karena mengingat Yongra ingin berhemat, disini juga makanannya enak-enak. Mereka sudah memesan makanan dan kini mereka sedang menunggunya. Belum ada percakapan diantara mereka, Yongra yang merasa bosan ia mengeluarkan handphonenya. Baru saja Yongra membuka kuncinya langsung dirampas handphonenya oleh Sehun, “Yaa!” kesal Yongra, Sehun langsung memasukkan handphone Yongra ke saku celananya, “Dilarang bermain handphone jika sedang berdua seperti ini,” perintah Sehun. “Aigoo, aturan apa lagi ini,” ujar Yongra lalu meraut wajahnya sendiri. “Aku lakukan ini agar kau semakin dekat denganku,” balas Sehun yang membuat Yongra terkejut. “Ne, aku semakin dekat dengan sunbae, tapi setelah itu bukannya aku bahagia tapi malah sengsara,” ujar Yongra. “Wae gurae?” tanya Sehun. “Pikirkan saja sendiri,” jawab Yongra. ”Aku tidak mau jika hanya sunbae saja yang membuat peraturan untukku, aku juga akan membuat peraturan untuk sunbae,” ujar Yongra. “Mwo?” tanya Sehun. “Sunbae tidak boleh bersikap terlalu dekat denganku jika disekolah karena itu akan menimbulkan kecurigaan pada Jihee, Jongin sunbae, dan yang lainnya,” jelas Yongra. “Haha arraseo, percuma saja,” balas Sehun yang membuat Yongra bingung. “Apanya yang percuma?” tanya Yongra. “Bukan apa-apa, lupakan. Baiklah akan kulakukan aturanmu itu,” jawab Sehun. Lalu makanan dan minuman mereka datang, mereka hanya memesan lunch box dan cola. “Kau tadi kenapa melihat Yugyeom seperti itu?” tanya Sehun sambil mengocok-ngocok lunch box nya begitu juga dengan Yongra. “Gwenchana,” jawab Yongra lalu membuka lunch box nya. “Eoh kau menyukainya ya?” goda Sehun lalu membuka lunch boxnya. Yongra melahap makannya, “Aniyeo, lagian tidak penting untuk sunbae tau,” jawab Yongra. “Jinca? Sepertinya begitu, dan mana mungkin kau menaruh hati pada namja lain,” balas Sehun diiringi senyumnya, tapi tak ada tanggapan dari Yongra. “Apa kau cemburu tadi mendengar jika di pertengahan waktu dance aku dan Nara akan dance berdua?” tanya Sehun lalu melahap makanannya. “Aniyeo,” jawab Yongra singkat. “Kau bohong Yongra-ya, kau cemburu kan?” tanya lagi Sehun. “Aniyeo aniyeo aniyeo. Sudah jelas kan?” jawab Yongra yang sebenarnya cemburu. “Aigoo, aku tau kau cemburu,” balas Sehun, tak ada tanggapan lagi dari Yongra.  “Ayo habis ini kita main,” ajak Sehun. “Shireo,” balas Yongra. “Wae?” tanya Sehun. “Lihatlah kita masih memakai seragam dan ini sudah hampir jam 6,” jawab Yongra. “Gwenchana,” balas Sehun. “Shireo. Besok saja kalau mau, kita pulang dulu lalu baru kita bermain,” ujar Yongra lalu meminum cola nya. “Yaksok?” tanya Sehun memberikan jari kelingking nya. Lalu Yongra mengaitkan jari kelingkingnya dengan Sehun, “Itupun kalau sunbae tidak pulang dengan Nara sunbae,” ujar Yongra lalu melepaskannya dan melanjutkan makannya. “Dia pasti akan bimbingan, jika tidak aku akan mencari alasan lain agar tidak pulang dengannya,” jelas Sehun lalu meminum cola nya. “Arraseoyeo,” balas Yongra.

 

Rumah Jinyoung| Jinyoung baru pulang dari sekolah, “Eoh kau sudah pulang,” ujar eomma Jinyoung. “Hmm ne eomma,” balas Jinyoung. “Ayo makan dulu sini,” ajak eomma Jinyoung yang sedang menyiapkan makanan. “Ne eomma. Apa Sooyoung belum pulang?” tanya Jinyoung yang sudah duduk di meja makan. “Belum. Ia lagi bimbingan belajar,” jawab eomma Jinyoung lalu memberikan nasi pada Jinyoung. “Masitge duseyeo,” ucap eomma Jinyoung. “Ne,” balas Jinyoung. “Jinyoungie,” panggil eomma Jinyoung. “Waeyeo eomma?” tanya Jinyoung. “Kau sampai saat ini belum juga memiliki yeojachingu?” tanya eommanya yang membuat ia memberhentikan aktivitas makannya sejenak. “Aniyeo,” jawab Jinyoung. “Wae? Kau tidak tertarik pada Yongra?” tanya lagi eommanya. “Entahlah eomma, Yongra pasti tidak akan menerimaku jika aku menyukainya dan aku takut ia malah menjauhiku,” jawab Jinyoung. “Wae?” tanya eomma Jinyoung. “Sepertinya dia masih memiliki rasa pada teman sekelasku,” jawab Jinyoung lalu melanjutkan makannya. “Apa hanya Yongra yang dekat denganmu?” tanya eomma Jinyoung. “Ne eomma, sebenarnya aku lagi tidak ingin mendekati yeoja aku hanya ingin fokus pada sekolahku dulu. Tapi ketika dekat dengan Yongra aku merasa nyaman,” jelas Jinyoung. “Aigoo, sifatmu sangat sama dengan appamu yang tidak terlalu tertarik dengan yeoja dulu. Dia selalu sibuk dengan sekolahnya dan sekarang lihatlah appamu rajin sekali bekerjanya, pulang selalu malam,” ujar eomma Jinyoung. “Ne eomma, aku memang mencontoh appa. Aku ingin seperti appa nantinya,” balas Jinyoung. “Arraseo nak, eomma tidak akan memaksamu untuk memiliki yoejachingu saat ini. Kejarlah impianmu, baru setelah itu carílah pendamping hidupmu,” ujar eomma Jinyoung yang menasehatinya. “Ne eomma,” balas Jinyoung.

 

***

Apartement| Saat ini Yongra ingin mengerjakan tugasnya, ketika ia baru ingin duduk untuk mengerjakan tugasnya di meja belajar ia baru ingat kalau handphonenya masih di Sehun. Sehun sedang mandi saat ini, tapi sudah selesai ia baru keluar. “Sunbae, mana handphoneku?” tanya Yongra. Sehun baru ingat, lalu ia masuk lagi ke kamar mandi karena seingat ia tadi handphonennya diletakkan di saku celana dan celananya sudah ia masukkan ke keranjang baju kotor. Ia keluar lagi dari kamar mandi, “Amugeotdo,” jawab Sehun, lalu jalan mendekati Yongra. “Mwo?” tanya Yongra yang terkejut dengan jawaban Sehun. “Bagaimana bisa tidak ada sunbae?” tanya Yongra. “Tadi ku letakkan di saku celana, tapi barusan ku cari tidak ada,” jawab Sehun. “Mana handphone sunbae? Di misscall saja,” tanya Yongra. “Itu di saku blazer,” jawab Sehun menunjuk blazernya yang tergeletak di tempat tidur. “Bagaimana aku tidak ingat sama sekali?” tanya Sehun pada dirinya sendiri. Lalu Yongra berjalan mengambil handphone Sehun. Sehun baru ingat kalau Yongra tau nama kontaknya pasti ia akan marah dan minta ganti, “Chakkaman, biar aku saja yang misscall,” ujar Sehun berjalan mendekati Yongra. Kini handphonenya sudah berada di tangan Yongra, “Waeyeo?” tanya Yongra menjauhkan tangannya dari Sehun. “Cepatlah berikan padaku, biar aku saja yang misscall,” jawab Sehun. Yongra membelakangi Sehun, ia langsung membuka kontak dan mengetik di pencarian ‘Yong’, ia membulatkan matanya karena menemukan nama kontak ‘YongTtung’, “Apa YongTtung itu nama kontakku?” tanya Yongra kembali menghadap ke Sehun. “Ne,” jawab Sehun pasrah. “Mwo?!! Apa itu YongTtung?” tanya Yongra. “Yongra ttungttung,” jawab Sehun pasrah. “Mwo? Aku tidak gendut sunbae, kenapa kau memberi namaku seperti ini?” tanya Yongra yang tidak terima. “Bagiku kau gendut Yongra-ya tapi kau lucu,” jawab Sehun dengan cengirannya. “Tetap saja aku tidak mau nama kontakku seperti ini,” balas Yongra, lalu memisscall nomornya. ‘ddrrt ddrtt ddrtt’ masih terdengar samar-samar getaran handphonenya. Lalu ia mendekatkan telinganya di tempat tidur, ‘ddrtt ddrtt ddrtt’ dan ternyata handphonenya terletak di bawah blazer Sehun. Lalu ia ambil handphonenya dan ia duduk di atas tempat tidur, “Kembalikan padaku, akan kuganti nama kontakmu,” ujar Sehun. “Shireo, sunbae bohong kalau tidak mengganti namanya aneh-aneh lagi,” ujar Yongra masih mengotak-atik handphone Sehun. Lalu ia ingin menggantinya dengan ‘Kim Yongra’ baru saja ia mengetik ‘Kim’ handphonenya sudah berhasil di ambil Sehun. Lalu Sehun duduk di samping Yongra dan ia mengganti nama kontak Yongra, saat ini Yongra tidak memperhatikan apa yang diketik Sehun melainkan wajah Sehun yang tampan apalagi ia habis mandi dan rambutnya masih basah. Yongra terpesona oleh Sehun, “Lihatlah baguskan,” ujar Sehun menunjukkan nama kontak Yongra, “Eoh?” Yongra baru tersadar setelah memperhatikan Sehun. Nama kontaknya ‘AegiYong’ “Terserah sunbae, yang penting tidak bersifat mengejekku. Sudahlah aku ingin mengerjakan tugasku,” ujar Yongra, lalu ia berdiri ingin ke meja belajar. Tangannya ditahan oleh Sehun, “Aku tampan ya?” tanya Sehun yang sebenarnya menggoda Yongra, karena ia baru sadar kalau tadi pasti Yongra memperhatikan ketampanannya. “Mwo? Aniyeo, lepaskanlah,” jawab Yongra bohong. Sehun tidak melepaskan tangannya, “Jinca? Kau tadi memperhatikanku  kan?” goda Sehun dengan cengirannya. “Aniyeo. Aku ingin mengerjakan tugasku sunbae,” jawab Yongra yang berusaha melepaskan tangannya. “Kau bohong Yongra-ya, aku tampan kan? kalau sekali lagi kau jawab tidak kau akan aku kisseu,” tanya Sehun memaksa Yongra untuk jujur diiringi senyuman nakalnya. “Ne, kau tampan sunbae. Aku memang memperhatikanmu dari tadi karena kau-” ‘chuu’ sekejap Sehun mengecup bibir Yongra ketika Yongra menjelaskannya, Yongra hanya bisa membulatkan matanya. “Ya!! Kan aku sudah menjawab ‘iya’,” ujar Yongra. Sehun memberikan senyum kemenangannya, “Kalau tidak diancam seperti itu kau tidak akan berkata jujur. Dan aku sudah tidak tahan melihat bibirmu yang merah itu,” ujar Sehun dengan cengirannya. “Cukup ini saja, jangan lakukan itu lagi” balas Yongra. “Arraseo, tapi aku tidak yakin hanya ini saja,” ujar Sehun. “Sudahlah, aku ingin mengerjakan tugasku,” balas Yongra, lalu ia kembali lagi ke meja belajarnya. “Aku ada tugas juga, itu materi kelas 2. Bantulah aku untuk mengerjakannya,” pinta Sehun lalu duduk di sebelah Yongra, kebetulan meja belajar ini memiliki kursi dua. “Nantilah, aku menyelesaikan tugasku dulu,” balas Yongra. “Berapa soal tugasmu?” tanya Sehun. “Hanya 2,” jawab Yongra yang mulai membuka bukunya. “Setelah itu bantulah aku,” pinta lagi Sehun. “Hm ne,” balas Yongra lalu ingin mulai menulis tapi ‘tingtung’ suara bel appartement mereka berbunyi, “Mwo? Siapa malam-malam kesini?” tanya. “Biar kulihat,” ujar Sehun lalu jalan menuju depan, Yongra mengikutinya.

Dibukanya pintu oleh Sehun, “Eoh eomma?” kaget Sehun saat membuka pintu. Eommanya langsung memeluknya, “Aku rindu padamu nak,” ujar eomma Sehun lalu melepaskan pelukannya, Sehun tersenyum. “Aku juga eomma,” balas Sehun, lalu melepaskan pelukannya. “Appa,” panggil Sehun lalu memeluk appanya, appanya tersenyum. “Ayo masuk eomma appa,” ajak Sehun. Saat mereka masuk Yongra menyapanya, “Annyeonghaseyeo eommonim appanim,” sapa Yongra membungkukkan badannya 90°. “Annyeong Yongra-ya,” balas appa Sehun. “Annyeong Yongra-ya,” balas eomma Sehun tersenyum. “Silakan duduk,” Yongra mempersilakan mereka duduk di sofa ruang tengah. “Ini nak, bawa ke dapur. Ini untuk makanan kalian,” ujar eomma Sehun memberikan tas plastik yang berisi makanan kepada Yongra. “Ne eommonim, gamshamida,” balas Yongra, lalu ia ke dapur untuk menaruh tas plastik itu. Sehun mengikutinya ke dapur, “Buatkan mereka teh saja, tidak terlalu manis,” ujar Sehun. “Arraseo,” balas Yongra, lalu Sehun kembali ke ruang tengah. Sehun duduk, “Eomma appa kenapa tidak memberitahu jika ingin kesini?” tanya Sehun. “Tidak sempat nak, eommamu saja mengajaknya baru tadi sore,” jawab appa Sehun. “Kalian berdua sedang apa tadi?” tanya eomma Sehun, Sehun tiba-tiba malah mengingat saat ia mencium Yongra tadi. “Hm tadi Yongra sedang mengerjakan tugas dan aku menemaninya,” jawab Sehun, lalu Yongra datang dengan membawa teh nya. “Gomawo nak,” ucap eomma Sehun. “Nde eommonim,” balas Yongra lalu duduk di sebelah Sehun. “Kau tadi sedang mengerjakan tugas nak? Apa Sehun tidak pernah mengerjakan tugasnya?” tanya appa Sehun. “Nde appanim. Tapi katanya tadi ia ingin mengerjakan tugasnya nanti,” jawab Yongra. “Jinca?” tanya appa Sehun yang tidak menyangka. “Ne appa, nanti aku akan minta diajari Yongra,” jawab Sehun. “Mwo? Kau itu tingkatnya lebih tinggi dari Yongra, kau malah minta diajarinya,” ujar eomma Sehun. “Eomma, itu materi kelas 2. Aku tidak ingat tentang materi itu,” balas Sehun. “Aigoo, kau ini. Yongra-ya ajarkan saja dia agar ia mengerjakan tugasnya. Kau sekarang lebih baik mengerjakan tugasmu dulu saja nak,” ujar appa Sehun. “Tidak apa-apa jika aku tinggal?” tanya Yongra yang tidak enak. “Gwenchana,” jawab appa Sehun sambil tersenyum. “Arraseoyeo,” balas Yongra lalu ia menuju ke kamar. “Bagaimana hubunganmu dengannya?” tanya eomma Sehun. “Baik-baik saja eomma, waeyeo?” tanya balik Sehun. “Apa kalian nantinya akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius?” tanya appa Sehun. Sehun terdiam sejenak, “Aku ingin nya begitu appa, tapi lihat nanti yang jelas aku dan Yongra harus menyelesaikan sekolah dan melanjutkan ke perguruan tinggi terlebih dahulu,” jelas Sehun. “Ne Sehun-ah itu harus,” balas appa Sehun.

Kembali ke kamar, kini Yongra sudah duduk di meja belajar. Bukunya masih bersih karena ia belum mulai mengerjakan tugasnya melainkan ia masih memegangi bibirnya yang mungil itu, “Apa yang tadi itu sungguhan?” tanya Yongra yang masih tidak menyangka. “Aigoo, kenapa aku jadi kepikiran itu. Sudahlah aku mengerjakan tugasku dulu,” ujar Yongra lalu ia mengambil pulpennya dan mulai mengerjakannya. Saat Yongra sudah menulis jawaban nomor satu, tak sengaja ia melihat handphone Sehun yang tergelatak di samping bukunya. Lalu Yongra mengambilnya, syukur handphonenya tidak dikunci. Wallpaper Sehun adalah foto Sehun selfie, “Aigoo, narsis sekali namja ini,” ujar Yongra yang melihat wallpapernya. Lalu ia melihat galeri dan ia menemukan banyak sekali foto selfie Sehun bersama Nara, wajah Yongra terlihat sangat cemburu saat melihat foto-foto itu. “Mwo?” kaget Yongra yang menemukan fotonya sedang candid yang diambil Sehun secara diam-diam, “Bukankah ini saat acara ulang tahun sekolah,” Yongra mengingat-ingat, ia menemukan 2 foto dirinya. Lalu ia beralih ke telepon ia mencoba menekan tombol no 1 dan ternyata nomor handphone Yongra yang berada di no 1, Yongra sedikit menunjukkan senyumnya ketika mengetahui akan hal itu. “Aigoo, aku melupakan tugasku,” ujar Yongra lalu meletakkan kembali handphone Sehun dan mulai mengerjakkannya kembali.

Sehun dan eomma appanya masih berbincang tentang hubungannya dengan Yongra, “Jagalah Yongra nak, ingat kau jangan pernah menyakiti hati seorang perempuan. Kau dulu kan yang memintanya sendiri,” ujar appa Sehun. Sehun terdiam sejenak, “Nde arraseoyeo appa,” balas Sehun. “Sudahlah nak, kita tidak bisa lama-lama disini karena sudah malam. Dan kau harus mengerjakan tugasmu,” ujar eomma Sehun. “Mwo? Sebentar sekali eomma?” tanya Sehun. “Kapan-kapan kita makan malam bersama. Dan itu tadi eomma hanya membawa makanan instan, makanlah itu jika memang benar-benar terpaksa. Jangan sering memakan makanan instan,” eomma Sehun menasehatinya. “Ne eomma,” balas Sehun. “Nanti appa akan mengirimkan kau uang,” ujar eomma Sehun. “Ne Sehun-ah,” balas appa Sehun. “Geumapsmida appa eomma,” ucap Sehun. “Ne, kami pulang dulu ya nak,” pamit appa Sehun, lalu Sehun mengantarnya sampai pintu depan.

Yongra hampir selesai mengerjakan tugasnya. “Apa kau sudah selesai?” tanya Sehun yang sudah duduk di sampingnya. “Eoh? Sedikit lagi,” jawab Yongra, lalu Sehun mengambil bukunya di tas. “Mereka sudah pulang?” tanya Yongra. “Sudah,” jawab Sehun yang sudah membuka bukunya. “Sebentar sekali,” ujar Yongra yang masih menyelesaikan tugasnya. Lalu ia menutup bukunya, “Kau sudah selesai?” tanya Sehun yang melihat Yongra sudah menutup bukunya. “Ne,” jawab Yongra lalu memasukkan bukunya ke dalam tas. “Apa tugas sunbae?” tanya Yongra menatap Sehun yang saat ini sedang menatap Yongra juga. Sehun teringat kata-kata appa nya tadi, ‘Jangan pernah menyakiti hati seorang perempuan’. Mungkin saat-saat ini ia akan sedikit menyakiti hati Yongra karena ia harus membagi sedikit perhatiannya untuk Nara. “Sunbae?” panggil Yongra yang melihat Sehun melamun menatapnya, “Eoh? Mianhae, hanya tugas merangkum,” jawab Sehun. “Mwo? Kenapa minta diajariku? Kalau begitu aku harus tidur sekarang, aku sudah sangat mengantuk,” balas Yongra lalu berdiri dari kursi. “Chakkaman, aku sebenarnya hanya ingin ditemanimu,” ujar Sehun memegang tangan Yongra. “Jebal, temani aku Yongra-ya,” pinta Sehun, Yongra menuruti “Arraseoyeo,” balas Yongra lalu ia duduk kembali. Lalu Sehun mulai menulis tugasnya sedangkan Yongra bermain game di handphonenya.

 

Rumah Nara| Karena sekelas dengan Sehun tugas Nara sama yaitu merangkum, kini ia sudah hampir selesai mengerjakan tugasnya. ‘ceklek’ pintu kamarnya terbuka, appa nya masuk, “Kau sedang apa nak?” tanya appa Nara jalan mendekatinya. “Mengerjakan tugas sejarah appa, aku sudah hampir selesai,” jawab Nara. Lalu appa Nara membelai rambut Nara, “Anak appa rajin sekali. Bagaimana sekolahmu saat ini? Dan apa hubunganmu dengan Sehun baik-baik saja?” tanya appa Nara. Nara langsung mengalihkan perhatian dari bukunya , “Hmm sekolahku baik-baik saja dan hubunganku dengan Sehun pun juga baik-baik saja. Dan appa tau, dua bulan kedepan aku akan mengikuti lomba dance dan nanti ada waktu disaat pertengahan aku dance berdua dengan Sehun,” jelas Nara yang sangat bahagianya. “Ah jinca? Pasti kalian berdua sangat cocok, nanti appa akan menonton kalian berdua,” balas appa Nara tersenyum. “Apa appa tidak sibuk?” tanya Nara. “Appa akan mengusahakan untuk menonton kalian berdua,” jawab appa Nara. “Ne appa,” balas Nara bahagia. “Yasudah selesaikan tugasmu lalu tidur, ini sudah malam,” ujar appa Nara. “Arraseoyeo appa,” balas Nara, lalu appanya keluar kamar.

 

Apartement| Tinggal satu paragraf lagi Sehun akan menyelesaikan tugasnya, Yongra sudah tertidur di meja belajar. Yongra tertidur dengan wajahnya menghadap Sehun, “Mianhae Yongra-ya,” ucap Sehun sambil menyibakkan rambut Yongra yang menutupi wajahnya. “Ireona Yongra-ya,” panggil Sehun pelan. “Mwo? Kau sudah selesai sunbae?” tanya Yongra dengan mata terkantuk. “Belum, kau tidur saja duluan. Ini tinggal sedikit lagi,” ujar Sehun. “Guraeyeo,” balas Yongra lalu pindah ke tempat tidur dan Sehun menyelesaikan tugasnya.

 

***

Lorong sekolah| Jongin dan Jihee sedang jalan bersama untuk menuju kelas mereka masing-masing, “Oppa, sebenarnya Nara sunbae itu seperti apa sih sifatnya?” tanya Jihee. “Hm, menurutku sih dia itu anaknya memang baik. Tapi dia anak yang manja dan egois,” jawab Jongin. “Aku bingung sebenarnya apa yang membuat Sehun sunbae dekat dengannya,” ujar Jihee. Jongin terdiam sejenak, “Sebenarnya dulu saat kelas 1 Sehun memang menyukai Nara karena ia anak yang baik dan ia pintar dalam bahasa inggris, itu mengingatkan ia pada mantannya dulu. Dan juga sifat Nara yang aktif sama dengan mantannya itu,” jelas Jongin. “Jinca? Apa sampai saat ini Sehun sunbae masih menyukai Nara sunbae?” tanya Jihee penasaran. “Sepertinya tidak, semenjak ia dekat dengan Yongra waktu itu. Yang Yongra memberinya hoodie,” jawab Jongin. “Ne, ingatkan oppa kemarin waktu kita tanyakan pada Sehun sunbae dia bilang dia memang menyukai Yongra,” ujar Jihee.

Flashback| Setelah Sehun mengancam Yongra agar tidak pulang lebih dari jam 5 sore ia menuju ke parkiran untuk mengambil motornya, tapi “Sehun-ah,” panggil Jongin yang berada tidak jauh dari parkiran. “Mwo?” tanya Sehun. “Yogi yogi,” pinta Jongin, lalu Sehun jalan menghampiri Jongin yang sedang berasama Jihee. “Mwo?” tanya lagi Sehun. “Aku ingin menanyakan tentang pertunanganmu itu, apa tunanganmu itu adalah Yongra?” tanya Jongin pelan, Sehun bingung bagaimana Jongin bisa tau. “Kata siapa?” tanya Sehun. “Aku melihatmu tadi berbicara dengan Yongra,” jawab Jongin.  “Dan aku mendengarkan perbincanganmu dengan Yongra,” jawab Jongin. “Sunbae bolehkah aku melihat cincin yang dipakaimu?” tanya Jihee, lalu Sehun menunjukkan cincin yang dipakainya itu. “Omo, benar oppa ini sama seperti yang Yongra pakai,” ujar Jihee setelah melihat cincin yang dipakai Sehun. Lalu Sehun meletakkan tangannya di saku celananya, “Jujur saja pada kita berdua Sehun-ah,” ujar Jongin. “Arraseo arraseo, aku memang sudah bertunangan dengan Yongra. Kalian diam saja, ini hanya kalian berdua yang tau,” jelas Sehun, Jihee menutup mulutnya karena tidak menyangka. “Mwo? Bagaimana bisa kalian sudah bertunangan, apa kalian dijodohkan?” tanya Jongin. “Aniyeo, aku yang memintanya sendiri,” jawab Sehun. “Ya! Kau jangan main-main Sehun-ah, tunangan itu memang tidak terlalu serius. Tapi, apa kau tidak terlalu cepat memutuskan ini?” tanya Jongin. “Jongin-ah, aku tidak tau lagi harus melakukan apa agar aku bisa dekat dengan Yongra,” jawab Sehun. “Sunbae, apa kau tidak memikirkan perasaan Yongra? Dia pasti akan merasa tersakiti kalau seperti ini, sunbae dan Yongra sudah memiliki hubungan yang terikat tapi sunbae masih dekat dengan Nara sunbae,” ujar Jihee. “Tapi Jihee-ya, aku sangat mencintai Yongra, aku ingin pendamping hidupku Yongra bukan Nara. Memang aku masih dekat dengan Nara, tapi nanti akan kuusahakan akan selalu menghabiskan waktu bersama Yongra,” jelas Sehun. “Sunbae, aku mohon jangan kau sakiti Yongra. Dia memang terlihat biasa saja kalau sedang sedih, dia selalu mengumpat sedihnya sendiri. Bukankah itu malah nanti akan membuat dia akan stres,” pinta Jihee. “Arraseo Jihee-ya,” balas Sehun.  “Jihee-ya, jangan membicarakan tentang ini jika sedang bersama Yongra. Saat ini Yongra taunya jika ia dijodohkan dan aku belum bilang padanya kalau aku memang benar-benar mencintainya, tapi aku akan menunjukkannya secara tidak langsung,” jelas Sehun pada Jihee, “Arraseoyeo sunbae,” balas Jihee. “Sehun-ah, semoga saja ini pilihan terbaikmu,” ujar Jongin memegang bahu Sehun, lalu ia pergi ke parkiran duluan. Sehun terdiam sejenak, ia menghela napas lalu ke parkiran juga. | Flashback END

“Tapi walaupun Sehun sudah tidak menyukai Nara lagi, ia tetap sangat perhatian pada Nara. Dan waktu itu Sehun pernah bilang ia menyayangi Nara layaknya sahabat,” jelas Jongin, kini mereka sudah sampai dipertigaan lorong dan mereka berhenti sejenak. Kelas Jihee belok ke kanan tapi harus menaiki tangga lagi dan kelas Jongin ke kiri, “Tapi Nara menganggapnya bahwa perhatian Sehun itu karena cinta. Saat ini Nara sudah tergila-gila dengan Sehun dan dia sudah ketergantungan dengan Sehun, apalagi appa Nara selalu menuruti kemauan Nara dan selalu melakukan hal apa saja agar anaknya bahagia,” lanjut Jongin, Jihee menyimaknya dengan baik. “Lihatlah kemarin ia sangat bahagia sekali kan karena akan berdance dengan Sehun,” ujar Jongin. “Hm ne. Aku kasihan dengan Yongra, apa yeoja nya tidak bisa diubah oppa?” tanya Jihee. “Aniyeo, kalau diubah juga Nara akan marah besar nantinya. Dia tidak akan mau diubah,” jawab Jongin. “Semoga saja Yongra akan kuat untuk menahannya,” ujar Yongra. “Ne, sudahlah ayo kita ke kelas,” ajak Jongin. “Arraseo. Annyeong oppa,” ucap Jihee. “Annyeong, sampai bertemu nanti,” ujar Jongin. “Ne,” balas Jihee, lalu ia jalan ke arah kanan dan Jongin ke arah kiri.

 

Perpustakaan| Kelas Yongra sedang belajar di perpustakaan saat ini, “Kau sudah selesai?” tanya Jihee yang melihat Yongra sudah meletakkan pulpennya. “Hmm, kau mau lihat?” tanya Yongra yang sudah mengerti. “Aigoo kau ini, aku hanya tidak tau yang no 4 ini saja. Boleh aku lihat?” tanya Jihee dengan cengirannya. Yongra memberikan bukunya pada Jihee, “Aku akan mengembalikan buku cetak ini dulu,” ujar Yongra. “Ne,” balas Jihee. Yongra berjalan ke rak buku ini tadi. Tak sengaja ia melihat Jinyoung yang sedang membaca buku di dekat rak itu, Yongra meletakkan bukunya lalu menghampiri Jinyoung. “Annyeong sunbae,” sapa Yongra dengan senyumannya. “Eoh Yongra-ya, annyeong,” balas Jinyoung dengan senyumannya juga. “Sunbae sedang apa disini?” tanya Yongra. “Hmm, aku sedang mencari buku matematika yang lengkap untuk bimbingan,” jawab Jinyoung. “Ini aku sudah menemukannya, aku kembali ke kelas dulu ya Yongra-ya,” ujar Jinyoung. “Eoh arraseo sunbae,” balas Yongra, lalu Jinyoung pergi meninggalkan Yongra. “Tumben ia tidak mengajakku membeli es krim lagi, tapi syukurlah aku tidak perlu banyak bohong untuk beralasan,” ujar Yongra berbicara sendiri lalu kembali lagi ke tempatnya tadi.

 

Ruang Guru| Jinyoung dan Nara dipanggil Kim saem untuk membicaran tentang olimpiade yang akan berlangsung sekitar 10 hari lagi. “Sepuluh hari memang lama, tapi jika dijalani itu akan terasa cepat. Kemarin-kemarin saya rasa kalian bimbingannya belum sangat maksimal, salah satu penyebabnya karena pembimbingnya tidak ada,” ujar Kim saem. “Ne saem,” balas Jinyoung. “Kita harus bagaimana saem? Apa kita belajar sendiri saja di rumah tidak usah memakai pembimbing?” tanya Nara. “Hmm, boleh juga belajar sendiri di rumah. Tapi kita harus tetap memakai pembimbing,” jawab Kim saem, lalu ia terdiam sejenak memikirkan bagaimana caranya agar Jinyoung dan Nara maksimal belajarnya. “Ah begini saja, jika tidak ada pembimbing kalian pulang sekolah jangan main harus langsung pulang. Kalian istirahat sebentar, lalu kalian mengerjakan 20 soal. Besoknya jika ada pembimbing kalian minta dibahas,” jelas Kim saem. “Jadi saya minta kalian selama sepuluh hari ini kerjakan minimal 20 soal,” lanjut Kim saem. “Mwo? Apa tidak terlalu banyak saem?” tanya Jinyoung. “Majayeo,” balas Nara. “Jinyoungie Nara-ya, kalau akan mengikuti olimpiade seperti ini harus banyak latihan soal. Saya tau kalian pintar dalam bindang kalian ini, tapi kalau tidak melakukan latihan-latihan itu tidak akan bisa maksimal,” jelas Kim saem. “Arraseoyeo saem,”  balas Jinyoung. “Aku mohon sekali kepada kalian, selama sepuluh hari ini jangan buang waktu kalian hanya untuk main,” pinta Kim saem. “Arraseoyeo saem,” balas Nara. “Lakukanlah yang terbaik untuk sekolah ini. Sekarang kalian boleh kembali ke kelas,” ujar Kim saem. “Nde saem, gamshamida,” ucap Jinyoung, ia dan Nara membungkukkan badan lalu pergi.

 

Kantin| Sehun, Jongin, dan Nara sedang makan bersama. Wajah Nara sangat murung sekali, “Ada apa denganmu?” tanya Sehun yang dimulutnya masih penuh dengan makanan. “Sehun-ah,” rengek Nara lalu bersandar pada bahu Sehun. “Wae?” tanya Sehun. “Sepuluh hari sebelum aku melaksanakan olimpiade itu aku tidak bisa pulang bersamamu, aku tidak bisa main denganmu,” ujar Nara lalu bangun dari sandarannya tadi, Sehun senang mendengarnya karena itu adalah kesempatannya untuk selalu pulang dengan Yongra. “Wae?” tanya Sehun, Jongin hanya menyimak mereka sambil menghabiskan makanannya. “Kim saem menyuruhku dan Jinyoung untuk tidak main setelah pulang sekolah, kita harus mengerjakan minimal 20 soal selama sepuluh hari ini,” jawab Nara lalu melahap makanannya. “Bukankah itu bagus, kau dan Jinyoung akan semakin terlatih dengan soal-soal itu,” balas Sehun. “Tapi Sehun-ah, aku tidak bisa pulang dan main bersamamu selama sepuluh hari ini,” ujar Nara. Sehun meminum ice tea nya, “Aigoo, kau jangan memikirkan itu. Kalau kau ingin mendapat juara 1 selain semangat dariku kau juga harus belajar kan. Sudahlan ikuti saja perintah Kim saem,” jelas Sehun lalu melahap makananya. “Majayeo,” balas Jongin yang dari tadi menyimak. “Kan kalau kau sudah menyelesaikan olimpiademu itu dan sudah mendapatkan juara 1 kau bisa main sepuasmu,” ujar Sehun, Nara menghela napas “Arraseo Sehun—ah,” balas Nara lalu melanjutkan makannya.

Atap| Saat istirahat Jinyoung tidak pernah di kantin, ia selalu di perpusatakaan. Ia membawa makan dari rumah, setelah ia selesai makan biasanya langsung ke perpustakaan. Tapi saat ini ia tidak ke perpustakaan melainkan ke atap. Wajahnya saat ini tidak bersemangat dan seperti sedang memikirkan sesuatu. ‘ceklek’ pintu atap terbuka, Jinyoung menoleh ke belakang. “Yongra-ya,” sapa Jinyoung melihat yang datang adalah Yongra. “Sunbae,” balas Yongra lalu ia duduk di samping Jinyoung. “Kau tidak makan?” tanya Jinyoung. “Sudah, aku membawa bekal. Tadi makan bersama Jihee di kelas,” jawab Yongra. “Untuk apa kau kesini?” tanya Jinyoung. “Entah, aku hanya ingin kesini saja,” jawab Yongra.  “Sunbae sedang apa disini? Tidak biasanya saat istirahat pergi ke atap, biasanya ke perpus,” ujar Yongra. “Oh, aku lagi tidak ingin membaca. Aku hanya lagi butuh menenangkan hatiku,” balas Jinyoung. Yongra bingung, “Apa memangnya yang terjadi pada sunbae?” tanya Yongra. “Bukan apa-apa,” jawab Jinyoung diiringi senyumnya. “Jinca?” tanya lagi Yongra. “Ne Yongra-ya,” jawab Jinyoung. “Yongra-ya, aku ingin menanyakan sesuatu,” ujar Jinyoung. “Mwo?” tanya Yongra. “Apa rasanya ketika kita lagi menyukai seseorang?” tanya Jinyoung. “Hmm kalau yang aku rasakan, aku akan merasa nyaman di dekatnya, dan aku selalu cemburu ketika melihat orang yang aku suka bersama perempuan lain,” jawab Yongra. “Eoh sunbae lagi menyukai seseorang ya?” tanya Yongra menggoda Jinyoung. “Ya! Haha, aniyeo,” jawab Jinyoung. “Jinca? Ceritalah padaku sunbae, gwenchana,” pinta Yongra. “Ya! Kan aku sudah bilang tidak ada yang aku sukai. Sudahlah, aku ingin kembali ke kelas,” ujar Jinyoung lalu pergi meninggalkan Yongra. “Sunbae,” panggil Yongra, tapi tak ada tanggapan dari Jinyoung. “Pasti Jinyoung sunbae sedang menyukai seseorang, kalau tidak mana mungkin dia menanyakan hal itu,” ujar Yongra berbicara sendiri.

TBC

Iklan

3 thoughts on “Wait For Me (Chapter 3)

  1. Ga ngeh kalo chap 3nya udah keluar ternyata, disaat sehun mau deket sama yongra, knp harus dipasangin lagi sama nara? Rumit nih cinta segi empat haha lanjut ya chingu, jangan berhenti. Aku setia menanti dirimu di chap selanjutnya dan seterusnya samapai tamat hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s