Monstrum (Chapter 2)

ff monstrum chap 1

MONSTRUM (Chapter 2)

HUNXOHANLIGHTS™ PRESENTS

Chapter 2 – 17 years old

Silahkan kunjungi wp pribadiku click

Main cast : Byun Baekhyun (EXO) – Shin Eunbi (OC) – Kai (EXO) | Other cast : Jeon Jungkook (BTS), Mark (NCT), Joshua (SEVENTEEN).

Genre : ?

PG-17

Chaptered

Disclaimer : This story is pure from my imajination, so…

DON’T PLAGIARISM

DON’T BASH

DON’T BE SIDER

 

“Sudah saatnya kau menjadi milikku”

 

Eunbi POV

PROK

BUGH

“Akkh-“

“Ah mian mian. Jeongmal mianhae Jo. Aku tidak tahu kalau itu kau” ucapku pada Joshua yang sedang memegangi perutnya menahan rasa sakit.

“Bi-ya sekarang kau sangat berlebihan kau tahu. Aku hanya menepuk bahumu dan kau membalasnya dengan meninju perutku. Aduh sakit-“

“Mianhaeyo. Hah~” aku hanya bisa menghembuskan nafasku. Memang setelah kejadian itu perasaanku menjadi lebih sensitif, dan beginilah refleksku menjadi berlebihan seperti ini.

“Kau kenapa? Ceritakanlah kepada kami jika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu” Mark menggenggam tanganku.

Aku menghembuskan nafasku dengan kasar dan menatap ketiga sahabatku. Lalu aku mulai menceritakannya.

~~~

3 hari yang lalu

“Saengil chukha habnida, saengil chukha habnida, saranghaneun uri chingu, saengil chukha habnida. Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga~~~”

HUFFF

“YEAY” riuh suara tepuk tanganpun muncul disaat lilin kutiup.

“Happy birthday eunbi-ssi”

“Saengil chukha habnida eunbi-ya”

“Selamat ulang tahun Shin Eunbi. Ya! Kau benar-benar cantik malam ini hahaha”

“Terima kasih banyak semuanya, terima kasih karena kalian semua sudah mau datang, terima kasih karena sudah memujiku, dan terima kasih karena sudah memberikanku kado tentu saja. Sekarang, silahkan nikmati pestanya. Aku sudah menyiapkan makanan yang enak untuk kalian. Selamat menikmati pestanya~” balasku kepada teman-teman sekelasku.

Malam ini aku merayakan ulang tahun ke-17ku bersama teman-teman. Ya. Aku mengadakan pesta, tidak besar tapi sudah cukup menguras hampir seluruh tabunganku. Tadinya aku tidak ingin mengadakan pesta tetapi, karena bujukan ketiga sahabatku itu akhirnya aku mau melakukannya, mereka bilang seperti ini “Hanya sekali selama hidupmu bibiya, kau tidak akan berumur 17 lagi setelah ini”. Dan setelah kupikir-pikir, benar juga apa kata mereka. Dan disinilah kami semua berada, di halaman belakang rumah Jungkook. Dia dengan sukarela menawarkan rumahnya untuk dijadikan tempat pesta, karena dia tahu tempat tinggalku tidak akan bisa menampung orang sebanyak ini. Lagipula dia berkata bahwa orrang tuanya sedang melakukan perjalanan bisnis ke Eropa. Dan aku dengan senang hati menerima tawarannya itu, aku tidak mau repot-repot menyewa tempat untuk mengadakan pesta, tabunganku tidak sanggup melakukan itu semua.

“Saengil chukhaheyo bibi-yaaaaa, uuuuu kau sudah dewasa sekarang” ucap Kookie kepadaku sambil mengedipkan sebelah matanya kepadaku.

“Gomawo kookie. Terima kasih juga karena kau sudah meminjamkan halaman belakangmu ini”

“Tidak masalah kawan. Ngomong-ngomong dimana Joshua dan Mark?”

“Itu, di sebelah sana. Hahaha lihatlah, mereka seperti gelandangan yang tidak pernah makan hahahaha” tawaku sambil menunjuk keberadaan Mark dan Joshua.

“Menjijikan. Ayo kita kesana”

“Kajja” balasku.

“Hei kalian kemarilah. Minumlah bersama kami” ucap Joshua saat kami sudah sampai di depan mereka.

“Apa ini?” tanya Jungkook sambil memegang gelas pemberian Joshua.

Joshua membisikkan sesuatu ke Jungkook, dan Mark menaik-naikkan alisnya secara bersamaan.

“Yak Yak Yak! Apa yang kalian bicarakan? Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?” ucapku cemberut.

“Tidak kok. Apa kau mau minum?” Mark membalas perkataanku dan tersenyum.

“Ani. Aku akan makan saja disana” balasku menunjuk meja yang penuh dengan makanan  dan kue.

“Baiklah” balas Mark.

Aku menuju meja itu. Hah~ sebenarnya aku sudah menahan lapar sejak tadi. Ah jinjja, perutku benar-benar meminta asupan gizi sekarang. Aku mengambil makanan yang tadi ku buat bersama Mark. Aku menyendok makananku dan wah , ini enak sekali. Marklah yang mengusulkan menu-menu makanan  untuk pestaku ini. Dia benar-benar berbakat dalam hal ini. Kupikir dia akan menjadi koki yang handal nantinya.

Sebenarnya aku tidak terlalu menyukai pesta. Tetapi, jika pestanya damai dan tentram seperti ini aku benar-benar menyukainya. Saling bercengkrama satu sama lain, tertawa, bahkan ada yang melemparkan lelucon yang benar-benar membuatku meneteskan air mata karena menahan tawa. Mereka semua menikmati pesta ini.

Pada kenyataannya ini semua tidak bertahan lama.

30 menit kemudian

Aku menyadari sesuatu yang aneh saat ini. Kenapa mereka semua menjadi seperti itu? Mereka seperti orang mabuk. Dan joshua seperti zombie yag berkeliaran sekarang.

Aku mengambil segelas air dari meja sebelahku, dan langsung menenggaknya. Tenggorokanku malah menjadi sangat kering. Dan aku baru menyadari bahwa ini adalah wine. Pantas saja tadi mereka membisikkan sesuatu. Ah sial, pestaku berantakan. Lihatlah teman-teman sekelasku mereka sudah sangat mabuk.

“Aku menyukainya. Aku menyukai gadis itu, tapi dia sudah punya kekasih. Brengsek!” racau salah satu temanku

“Eunbi kami pulang ya. Dia benar-benar sudah mabuk. Terima kasih atas makanan dan minumannya. Pestamu benar-benar mengasyikkan. Annyeong.” ucap teman-temanku.

“Ah ne, sama-sama. Terima kasih juga sudah mau hadir. Hati-hati di jalan ya. Pastikan kalian pulang dengan selamat. Annyeong.” Balasku.

Ini pasti perbuatan Joshua, aku sudah mengatakan kepadanya jangan membeli wine, itu benar-benar berbahaya. Dasar sialan!

Dan sekarang tinggal kami berempat yang tersisa disini.

“Hei kalian. Segeralah bersihkan badan kalian dan pergi tidur. Arra?” aku setengah berteriak kepada mereka. Tapi percuma, mereka bahkan tidak menjawab pesanku. Aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku.

‘Mwo? Sial, ini sudah hampir tengah malam. Aku harus pulang.’ Umpatku kesal.

“Kau mau kemana?” tanya Mark.

“Pulang”

“Minumlah bersama kami bibiya” ucap Jungkook.

“Tidak. Aku harus pulang. Ini sudah larut”

“Apa kau mau ku antar?” tawar Joshua.

“Itu sama saja cari mati. Bagaimana bisa kau membawa motor dengan keadaanmu yang seperti itu” balasku

“Baiklah hati-hati di jalan ya”

Aku hanya mengacungkan jempol ke mereka. Aku tidak melihat jam sejak tadi. Jam sudah menunjukkan pukul 23.45, kalau sudah begini aku hanya bisa pulang dengan berjalan kaki. Sial! Benar-benar sial! Tadinya kupikir tidak masalah jika pulang larut karena aku akan meminta salah satu dari sahabatku untuk mengantarku pulang, tapi dewi fortuna memang tidak berpihak padaku kali ini. Untung saja besok hari minggu, jadi aku bisa bersantai.

***

Author POV

Seorang gadis cantik berjalan sendirian di sepanjang trotoar itu. Angin musim semi berhembus kencang pada malam itu. Gadis itu hanya bisa mengeratkan jaket yang dia pakai kala angin menerpa tubuhnya yang ramping itu.

KRESEK

Gadis itu menghentikan langkahnya sejenak kala indra pendengarannya mendengar sesuatu. Gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekitar.

“Siapa itu? Apa ada orang disana?”

Dan dia melanjutkan perjalanannya yang tertunda kala tidak mendapatkan jawaban. Kali ini dia benar-benar kedinginan, entah apa yang membuatnya kedinginan seperti itu. Tapi ada satu yang pasti, jantungnya berdetak dengan cepat sekarang. Dia memasangkan earphonenya dan menaikkan volume lagu berharap dia tidak mendengar apa yang tidak ingin dia dengar.

SSSHHH

DEG

Gadis itu mendengarnya, tepat dibelakangnya. Dia memejamkan mata, keringat dingin mulai bercucuran di sekitaran dahinya. Alih-alih ingin kabur, kakinya terasa membeku, seperti ada sesuatu yang menahannya.

PROK

“AAAAAAAAAAAAAAA” gadis itu berteriak saat ada seseorang menepuk pundaknya dari samping.

“Andwae andwae. Aku gadis yang baik. Aku bukan pelacur. Aku pulang malam karena aku mengadakan pesta ulang tahunku di rumah teman. Maafkan aku, aku tidak akan pulang larut malam lagi. Aku janji” ucap gadis itu dalam sekali tarikan nafas dengan masih memejamkan matanya dan dengan tangan yang ditangkupkan seperti memohon ampun.

“Iya iya aku tahu, kan tadi aku datang ke pestamu itu” ucap seorang pria dengan poni yang menutupi dahi dan kacamata bulatnya yang menempel di hidung.

“Kai-ssi?” ucap gadis itu saat matanya sudah benar-benar terbuka.

“Ne. Apa kau baru pulang Eunbi-ssi?” tanya pria yang dipanggilnya Kai itu.

“Ne. Kau membuatku sangat takut barusan. Apa yang kau lakukan disini Kai-ssi?” jawab gadis yang dipanggil Eunbi itu.

“Hehehehehe mian, aku tidak sengaja. Aku baru saja mengambil motorku di rumah teman. Apa kau mau ku antar? Tidak baik seorang gadis berjalan sendirian di tengah malam begini” tawar Kai yang sepertinya mengerti kondisi Eunbi sekarang.

Sedangkan Eunbi menatap Kai dengan mata yang berbinar dan dia mengangguk dengan sangat semangat.

“Naiklah”

“Ne”

reditus sum

“Ye? Apa yang kau katakan Kai-ssi?” tanya Eunbi setelah dia mendengar sesuatu yang diiringi dengan hembusan nafas yang berat.

“Aku tidak mengatakan apapun” jawab Kai.

“Apa kau yakin?” tanya Eunbi memastikan.

“Apa yang kau dengar?” Kai malah balik bertanya.

“Entahlah. Aku tidak yakin”

“Mungkin kau salah dengar” ucap Kai menenangkan.

“Ya, mungkin”

 

 

 

 

tbc

A/N : Silahkan tinggalkan komentar baik saran maupun kritik. Hargailah usahaku untuk menulis ini. Komentar dari kalian sangat berharga untukku J

 

Regards,

 

hunxohanlights

3 thoughts on “Monstrum (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s