Painful Hope (Chapter 1)

PAINFUL HOPE CHAPTER 1

Title : painful hope

Author : esteraprilia

genre : romance,hurt,sad ending.

length : chapter

Rating : G

Maincast : park chanyeol (exo) , lee hye rim (oc) , exo member

Disclaimer : annyeong chingu^^ FF ini murni hasil jerih payah aku sendiri. Mianhae,kalo ceritanya terlalu panjang atau ada kalimat yang kurang pas. Jangan lupa tinggalkan comment setelah membaca biar author semangat lanjutin ceritanya. Happy reading^^

Note : baca juga FFku yang berjudul be my forever^^

Park chanyeol. pria yang sangat terkenal karna dia adalah salah satu anggota exo,boyband terkenal di korea. Dan dia adalah pacarku selama dua tahun ini. pacar seorang lee hye rim yang merupakan gadis biasa yang kerja di salah satu cafe yang terletak di myeongdong.

“chagiya,kau sudah makan?”

“hye rim-ah,aku merindukanmu”

Beberapa pesan dari park chanyeol yang masuk ke handphoneku. aku sering senyum – senyum sendiri ketika membacanya. Ia memang tidak pernah berubah walaupun sudah menjadi orang yang terkenal. Ia tetap park chanyeol,namja yang sangat aku cintai.

“nanti aku ke cafe jam 5 sore,tunggu aku”

Aku cukup terkejut setelah membaca pesan dari chanyeol. bagaimana bisa dia datang ke cafe tempatku bekerja? Bagaimana jika ada yeoja yang mengetahui penyamarannya?

Ting..tong..

Terlihat seorang namja masuk ke dalam cafe dengan syal tebal yang menutupi lehernya dan juga masker yang menutupi wajahnya.

“aku pesan satu hot chocolate” ucap pria tersebut sambil sesekali merapikan syalnya yang sedikit berantakan.

“aku sudah tahu,cepat duduk sana nanti kuantar” ucap hye rim yang memang sudah tahu jika pria di depannya ini adalah park chanyeol. setebal apapun syal yang menutupi wajahnya,hye rim tetap tahu jika itu adalah park chanyeol.

“gomawo chagiya..hehehe…” ucap chanyeol tersenyum lalu pergi mencari tempat duduk yang kosong. Tempat duduk yang paling pojok adalah favoritnya.

Ketika minuman sudah selesai dibuat,hye rim segera mengantarkannya kepada chanyeol. ia sangat merindukan namja tersebut karna belakangan ini chanyeol sangat sibuk dengan jadwalnya bersama exo yang membuat mereka berdua jarang bertemu.

“apa yang kau lakukan? Kenapa kau datang ke cafe saat suasana cafe sedang ramai pengunjung?” ucap hye rim sedikit kesal. Sebenarnya ia khawatir,ia tidak ingin pengunjung di cafe mengenali chanyeol dan suasana menjadi ricuh.

“aku merindukanmu,lagipula aku sedang tidak sibuk hari ini. aku akan menunggumu sampai selesai bekerja lalu kita jalan – jalan,gimana setuju?” ucap chanyeol semangat. Ia memang sangat merindukan hye rim,sudah sebulan tidak bertemu akibat jadwalnya bersama exo yang sangat padat.

“baiklah aku setuju,tapi lain kali aku mohon jangan datang ke cafe lagi” ucap hye rim dengan wajah memohon. Ia benar – benar tidak ingin melihat adegan dimana para gadis berteriak histeris meminta foto pada chanyeol.

“iya aku mengerti” chanyeol mengangguk lalu tangannya mengusap kepala hye rim. Ia memang suka melakukan ini. apalagi mengacak rambut hye rim sampai pemiliknya marah. Entah kenapa chanyeol sangat sayang pada hye rim walaupun di kelilingi oleh banyak gadis yang jauh lebih cantik tapi hatinya selalu menunjuk hye rim.

Saat waktu kerja hye rim di cafe sudah selesai,ia pun beranjak pergi dengan chanyeol jalan – jalan mengelilingi myeongdong. Saat perjalanan,hye rim selalu menggandeng lengan chanyeol. ini adalah kegiatan favorit hye rim. Menggandeng lengan chanyeol lalu bersandar padanya.

“oppa aku ingin permen kapas itu” ucap hye rim dengan nada manjanya sambil menunjuk pedagang gulali.

Chanyeol mengiyakan keinginan hye rim. Ia tidak bisa menolak keinginan hye rim jika hye rim sudah meminta dirinya untuk membelikan permen kapas yang merupakan favorit hye rim.

Karna hari sudah malam,chanyeol memutuskan mengantar hye rim kerumahnya. Ia tidak ingin hye rim kelelahan dan ia juga harus kembali ke dorm untuk istirahat.

Sesampainya di depan rumah hye rim,chanyeol langsung memeluk hye rim. Seperti tidak ingin berpisah.

“jangan sampai sakit,jangan lupa makan. Akan kutelfon begitu sampai dorm” ucap chanyeol masih di dalam pelukan hye rim.

“aku bukan anak kecil park chanyeol. lepaskan pelukanmu. Bagaimana jika ada yang melihat?” ucap hye rim khawatir. Memberontak di pelukan chanyeol.

Chanyeol melepaskan pelukannya. Beralih memegang wajah hye rim dengan kedua tangannya. ia memandangi wajah hye rim,wajah yang selalu ia rindukan.

“saranghae hye rim-ah” ucap chanyeol tersenyum memandang wajah hye rim.

Hye rim yang mendengar kalimat tersebut hanya bisa membalasnya dengan tersenyum. jujur,ia tidak mampu untuk mengatakan jika dirinya juga mencintai chanyeol. ia begitu takut jika nanti ia harus kehilangan chanyeol.

“aku pergi dulu,jaga kesehatanmu dan hubungi aku jika terjadi sesuatu” ucap chanyeol memegang pundak hye rim lalu mendekat,mencium kening hye rim.

Park chanyeol,dengan ketampanan yang ia miliki gadis manapun pasti bersedia menjadi pacarnya. Dan itu lah yang ia takutkan. Kehilangan chanyeol. bukankah suatu hubungan tidak akan selalu berjalan mulus?

Hye rim melambaikan tangannya kearah chanyeol yang semakin menjauh dari pandangannya. Ia terus berdoa agar hubungannya dengan chanyeol terus berlanjut sampai menikah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s