Yura the Single Girl (Part 1)

poster

Yura The Single Girl

A member of The Girl Series

Part 1

TITLE : Yura The Single Girl | SCRIPTWRITER : MaybeeMay (@VanelisaMey)|

MAIN CAST : Go Yura (OC) Kim Jongin (EXO) |

LENGTH : Twoshoot  | GENRE : Romance,Comedy,Fluff | RATING : PG-15 |

Warning ; Beberapa kalimat mungkin terlalu dialay-alaykan. Sorry in Advance.

 

SUMMARY :

“Kau sudah menciumku dan masih belum tahu siapa aku?“

-Jongin

***

Yura menyeka keringat yang turun dari dahinya dengan perlahan. Kakinya kebas,napasnya sudah terengah-engah dan kepalanya mulai pening. Rasanya ia tidak mampu lagi berlari.  Mungkin ia memang yeoja paling gila se-Korea Selatan.  Persis seperti gelar yang diberikan oleh kakaknya yang sebenarnya jauh lebih tidak waras, Go Kyuhyun.

“ Ahhh! Lari saja. Pokoknya aku lari saja!” Mengesampingkan semua denyat-denyut kesakitan di setiap inci tubuhnya,Yura terus berlari mengikuti jalur disekitar  Sungai Han. Sekarang sudah lewat jam 12 malam, dan Seoul baru saja dilanda hujan lebat pertama di awal Musim Semi beberapa jam yang lalu. Yura merapatkan jaketnya sambil mengomel kesal.  Risleting Jaketnya ternyata semakin terbuka semakin ia berlari, membuatnya terpapar udara beku yang membuatnya bergidik. Ia mengangkat hoodie yang sempat menganggur dan memakainya  dengan dengan harapan ia tak akan kena flu besok. Karena ia masih harus memperjuangkan Hak Asasinya.

Yura’s POV

Begini. Hanya ada beberapa kegilaan yang pernah terjadi pada keluargaku selama 24 tahun ini. Yang pertama dan yang paling gila tentu saja,saat Kyuhyun Pabo menghilangkan cincin kawin warisan keluarga selama ratusan tahun saat memberi makan anjing Toy Puddle milik ibu,Suri. Dan anjing itu berakhir di meja operasi. Aku tak ingin menjelaskan bagaimana prosedur persisnya tapi begitulah… membicarakannya saja masih membuatku takut. Bagaimana jika waktu itu aku yang menelannya? Apa kakek akan menyuruhku untuk dioperasi juga? Lupakan soal Suri,lagipula  ia sudah menghilang sejak dulu sekali.  Mati sebenarnya.

Sekarang mari kita bahas kegilaan yang kedua yang pernah terjadi pada keluargaku. Kegilaan yang terjadi padaku. Maaf,aku tidak sebodoh kakakku untuk menghilangkan cincin warisan. Aku hanya single! Apa single itu masalah? Aku tidak tahu menjadi single pernah melanggar hukum apapun. Tapi karena keluargaku bukan keluarga normal,maka statusku ini seperti bumerang yang dilemparkan padaku pada setiap kesempatan. Setiap ada acara keluarga,ulang tahun,pertunangan,pernikahan apalagi! Aku akan diperlakukan seperti wanita tua yang tidak mampu lagi bereproduksi. Karena itu aku selalu setia bolos acara keluarga.

Tapi kukira, hanya dengan bersembunyi aku akan terhindar dari mulut-mulut pahit penggosip yang sudah menurun di  keluargaku. Sayangnya tidak semudah itu.

Sekarang tiba-tiba semua orang mulai menawariku foto berbagai macam jenis pria utnuk dikencani. YANG BENAR SAJA! Aku masih 24 tahun demi tuhan bukan 40 tahun! Ini semua tentu saja bermula dari ibu yang menentang mentah-mentah keinginanku untuk menikah saat umur 30. Aku sudah cukup ditertawai orang-orang satu keluargaku. Aku benar-benar kesal sekarang.  Aku akan meledak.

Saking emosinya,aku bahkan tidak memperhatikan jalanan di depanku saat berlari. Yah bodoh amat memangnya siapa yang akan berolahraga jam segini di Sungai Han sela-,

  

              BUKKK!!!!

 

Aissshhhh,sakit sekaliiii“ rintihku kesakitan. Sesuatu baru saja menabrak  kaki kiriku. Parahnya, aku kaget karena benturannya dan terjatuh lumayan keras membentur aspal. Aku mau mati saja. Ini sakit sekali! Kudongakkan kepalaku ke atas,air mata mengaburkan pandanganku. Hanya ada satu lampu jalan yang berjarak hampir 200 meter dari tempat kejadian jadi aku tak bisa melihat muka wajah seseorang itu dengan baik. Tapi dia jelas namja dan sepedanya-lah yang menabrakku. Sakit di kaki,sakit hati semuanya bercampur menjadi satu dan tanpa bisa kutahan lagi aku meledak layaknya yeoja gila.

“YAH! MATAMU KAU TARUH DIMANA HAH? MEMANGNYA AKU KURANG BESAR UNTUK KAU LIHAT? MEMANGNYA YEOJA PALING GILA SE-KOREA SELATAN INI KURANG GILA UNTUK KAU PERHATIKAN?! AKU JUGA MANUSIA! MEMANGNYA KAU KIRA AKU APA? SEJAK KAPAN MANUSIA BISA –“Aku tahu aku sudah diluar konteks. Ini tumpahan semuanya. Aku akan terus meracau saja sampai puas. Lalu mataku memperhatikan namja di depanku. Namja yang kukebas ini memakai jaket hitam dengan topi merah berlogo brand terkenal. Saat kumarahi habis-habisan  ia malah menundukkan wajahnya dan menarik topinya menutupi wajah. Ia bahkan tidak turun dari sepedanya dan menanyakan apakah aku baik-baik saja. ANAK KECIL INI! Tata krama macam apa itu?!

“Ah,aku benar-benar minta maaf kalau aku melukaimu sampai— sampai sesakit itu. Aku benar-benar minta maaf“ Setelah menjerit kesakitan saat berusaha berdiri -yang sama sekali tidak dibantu omong-omong-  aku berdiri berhadapan dengan namja itu. Jarak wajah kami hanya sejengkal.  Dan dia semakin menyembunyikan wajahnya. Wah. Aku tahu ini beresiko,tapi aku benar-benar harus memberi anak ini sedikit pelajaran.

“Anak kecil“ Kutepuk pundakknya dengan satu tangan. Pergelangan kakiku mulai berulah lagi. Sakitnya semakin luar biasa.

“Kau tahu tidak? Saat berbicara dengan orang yang lebih tua darimu,kau tak boleh menutup wajahmu seperti tadi. Kau dengar tidak? Itu-ti-dak-so-pan!“ Kudorong pundaknya dengan setiap penekanan. Hari ini aku benar-benar wanita gila dan pemarah.  Lalu aku menarik topi itu dari kepalanya dengan satu tarikan keras. Hal yang terjadi selanjutnya agak remang-remang,tapi yang kutahu tiba-tiba bibir si “namja tak dikenal” ini sudah menempel pada bibirku dan jiwaku langsung melayang pergi. Aku berusaha untuk melepaskan diri tapi kedua tangannya sudah melingkari pinggangku dengan kuat.

“YAH! Emph—“Sejujurnya,aku agak bingung saat itu. Di satu sisi aku kagum betapa jantannya dia. Tapi di sisi lain aku tidak bisa menerima ciuman macam ini. Aku dicium namja yang tidak aku kenal sama sekali. Wajahnya pun aku tidak lihat! Memang kehidupan cintaku menyedihkan tapi ini diluar batas.  Aku berontak dan anehnya dia langsung melepaskan diri dan menjauh dariku seperti aku ini virus penyakit mematikan. Padahal 3 menit lalu dia tidak mau melepaskanku sama sekali! Ini mulai aneh,apa dia Psycho atau semacamnya? Apa aku baru saja dicium seorang Psycho? Astaga Go Yura apa yang akan kau lakukan sekarang.

“YA-YAH! Ka- Kau siapa?“ Dibawah remang-remang lampu jalan,aku bisa melihat dan mendengar ia berdecak. Namja itu melepaskan sepedanya, memungut topinya dari jalan dan berdiri menatapku dengan satu tangan di pinggang.

“Kau sudah menciumku dan masih belum tahu siapa aku?“ Aku tersinggung sumpah. Memangnya aku pembaca bibir orang apa?! Yang langsung bisa mengenali orang dari bibirnya. Lalu apa maksudnya dengan “kau sudah menciumku“?  Yang benar “Aku sudah memaksa  menciummu“ dasar bodoh.

“Apa katamu?! Anak kecil dengar ya,untuk ketahuanmu, KAU yang menciumku! “balasku sengit. Ini pride wanita.

“Kenapa kau selalu memanggilku anak kecil sih? UNTUK KETAHUANMU,aku bukan anak kecil“Ia meniruku dengan begitu menyebalkan.

“Lalu maumu apa,ANAK BESAR?“ Ini pertama kalinya aku bisa beradu argumen sehebat ini dengan seseorang.Mungkin aku berbakat. Mungkin aku harus mencoba berdebat dengan ibu nanti saat sarapan.

“Wah,sekarang aku benar-benar tertarik padamu“ Bibirnya membentuk senyum miring menggoda dan aku langsung meringis geli. Tidak menganggapnya serius sama sekali.

“Ya sudah terserah kau sajalah anak kecil“ Aku tersenyum dan berbalik membelakanginya sambil melangkah tertatih. Memutuskan untuk pulang. Kakiku akan benar-benar patah kalau aku lanjut berlari. Walaupun sebenarnya aku tidak sanggup berlari juga.

“Kau mau kuantar pulang tidak?“ Kurasakan tangannya menahan pundakku dari belakang. Harus kuakui, Tawaran itu sungguh menggiurkan. Akan sangat romantis kalau dia mau menggendon-. HENTIKAN GO YURA KAU BICARA APA?!! Kuenyahkan pikiran-pikiran kotor(?) dari otakku dan kembali ke realita. Kupukul tangannya gemas,

“Kenapa kau bicara dengan bahasa informal padaku hah? Aku bukan temanmu!“ Kucubit pipinya dan ia langsung berteriak kesakitan layaknya anak kecil. Well,dia memang anak kecil.

“Memangnya siapa yang bilang begitu? Bagaimana kalau ternyata kalau aku ini oppa-mu?Memangnya kau tahu?“ Tangannya perlahan terlepas dari pundakku. Ia memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan berbicara dengan nada menantang.

“Ya jelas aku tau!“ Sahutku yakin. Padahal sebenarnya aku tidak tahu. Aku hanya menebak. Perlahan kulangkahkan kakiku ke belakang dan melangkah pergi untuk kedua kalinya.

“Jongin-ah!!!!!“  Lalu kudengar suara berat namja berteriak memecah keheningan malam itu. Yang langsung disambut sahutan `ne` dari belakang. Aku menoleh  dan mendapati namja tadi sudah berlari ke arah suara itu sambil membawa barang bukti, sepedanya . Sesaat ia melihat melalui pundaknya ke arahku dan tersenyum.

 

Dan aku melihat wajahnya.

 

Demi Tuhan,dia tampan.

 

“Sialan kakiku sakit sekali“ Sepertinya Jongin si anak kecil yang tampan harus dilupakan. Aku harus ke rumah sakit.

***

Aku benar-benar pergi ke rumah sakit tadi malam. Dan ternyata keadaanku lebih parah dari yang kuperkirakan. Kakiku yang kukira hanya lebam biasa ternyata keseleo. Si pak dokter sayangnya tidak langsung to-the-point bilang kalau aku HANYA keseleo, dengan indahnya ia malah bercerita panjang kalau aku takkan bisa berjalan menggunakan kaki kananku. Sepersekian detik kemudian,aku masih tertegun. Aku benar-benar mengira kakiku akan dioperasi atau semacamnya. Dan aku akan hidup dengan satu kaki saja dan harus memakai kaki palsu. Lalu dia melanjutkan omongannya yang tadi dengan tambahan kata “6 hari“. Demi Tuhan jangan bilang aku parno. Siapa suruh dokternya berwajah seperti aku ini pasien Kanker stadium 4?

Pendek cerita,kakiku sekarang dibalut perban dan satu-satunya saran dokter itu adalah untuk tidak bergerak. Maaf saja,tapi aku juga manusia biasa yang harus mandi dan makan. Menurutmu aku bisa mandi di tempat tidur,dok? Sesampainya di rumah,saat aku masih kesulitan menaiki tangga ke lantai 2 dengan tongkat , suara teriakan seseorang mengaggetkanku.

“HYAAAAAA!!! KAU SIAPA?!! KAU PEMBUNUH BERKAKI SATU?!!“ Ini akibat dari terlalu banyak mencekoki pelayanmu film horror. Mereka jadi terlalu imajinatif.

“Aduh. Ahjumma ,kau berisik sekali“Dengusku kesal. Sekarang baru jam 4 pagi. Aku tidak ingin menyebabkan drama pagi-pagi begini. Sekarang aku hanya ingin tidur dan-

“Go Yura?!! Kau– kenapa kau baru pulang jam segini?! Dan ada apa dengan kakimu?!!“ Itu suara Ibu. Astaga. Here we go.

“ Aku BENAR-BENAR baik-baik saja oke? Tolong jangan membuat drama disini,jebal“ Tanpa peduli aku terus berusaha menaiki tangga satu per satu.

“Yeobo!! Anak kita benar-benar sudah putus asa. Bagaimana ini? Dia mencoba untuk bunuh diri!!” Kuputar bola  mataku. Benar-benar luar binasa imajinasi ibu. Lalu ayah keluar dari kamar dan melihatku. Dan harus kutambahkan,ia terlihat tak senang sama sekali. Sepertinya aku akan diceramahi sampai pagi. Hal terakhir yang kubutuhkan adalah Go Kyuhyun muncul dihadapanku dengan mulut berbisanya.

“Yahhhhhh, Go Yura. Kau hebat sekali ya. Patut ditiru! “ YANG BENAR SAJA! KENAPA SEMUANYA JADI KENYATAAN BEGINI?! Kakakku itu menepuk tangannya sambil tertawa dan aku langsung balas melemparkan tatapan sengit nan membunuh .

“Tak bisakah kalian semua kembali ke kamar masing-masing dan tidur? Aku baik-baik saja dan tak butuh perhatian siapapun“ Kataku pedas. Tak bisakah aku dibiarkan sendiri untuk sehari saja??

“Tidak sama sekali Go Yura. Sekarang juga kau masuk ke ruang kerja Ayah“ Okay. Terima kasih banyak Ayah. Kakiku sudah cukup sakit untuk berjalan. Sekarang telingaku akan sakit juga.

***

Kai menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan menerawang. Tanpa ia sadari,ia terus menyesali pertemuan anehnya dengan gadis itu . Kenapa tadi ia menciumnya? Memang tadi ada sasaeng yang mengikutinya,dan Kai melakukan itu untuk menyembunyikan identitasnya tapi… Apakah harus mencium? Tadi seharusnya ia memeluk gadis itu saja. Aishhhhhh.

Bagaimana kalau fans itu sempat melihat wajahnya? Bagaimana kalau dia memotretnya dan menjualnya ke Dispatch? Lebih baik ia mati saja daripada ketahuan. Kai tidak ingin merusak semua kepercayaan yang telah dibangunnya sampai hari ini dengan susah payah.

Lagipula,pertemuannya dengan gadis itu bahkan ciuman itupun hanya kebetulan. Kai sama sekali tidak mengenalnya! Begini ya, dia bahkan tidak tahu apa gadis itu benar seorang noona atau tidak. Yang dia tahu tentang gadis itu hanyalah dia agak gila.  Selama bertahun-tahun berolahraga malam di Pinggiran Sungai Han, ini baru pertama kali ia bertemu gadis yang lari jam 12 malam. Makanya Kai langsung terkejut dan dengan tidak sengaja menabraknya. Itu kesalahannya yang pertama.

Sedangkan kesalahannya yang kedua, jelas karena ia mencium gadis itu.

Lalu, sesuatu melintasi pikirannya. Kai bisa gila saking khawatir,tapi kepalanya terus memunculkan wajah gadis itu layaknya kaset yang diputar berkali-kali.

Apa ini normal? Untuk memikirkan seorang gadis sampai separah ini?

Perasaan yang aneh dan bergolak dalam hatinya ini baru pertama kali ia rasakan.

Apa aku sakit ya?

***

Aku bangun dari tempat tidur layaknya zombie berkaki patah. Aku tidak sempat melihat jam,handphone atau benda  apapun yang bisa menunjukkan waktu saat itu. Lagipula,aku sedang dalam proses hibernasi akibat kecelakaan super bodoh kemarin. Hal terakhir yang kubutuhkan adalah berjalan lebih dari kamarku. Mulai sekarang sampai minggu depan kamar ini akan jadi sarangku yang baru.

Aku baru saja hendak memakai sendal pada satu kaki,saat kakiku yang di-perban terbentur tempat tidurku. Dengan lumayan keras.

“SIAL!!!“ Teriakanku mungkin terdengar satu kompleks. Ya Tuhan sepertinya tulang kakiku langsung patah. Bukan cuma keseleo lagi. Kupegang kakiku berusaha merasakan keutuhan tulang kaki yang ternyata masih didominasi bengkak sisa kemarin. Menyadari kebodohanku,aku kembali tiduran di atas tempat tidur. Berusaha untuk tidur lagi.

Tapi Tuhan aku lapar. Jam berapa sekarang sih? Kuraih handphoneku dibawah bantal dan setelah menggerakkan jariku untuk membuka layar, hal yang pertama mendominasi jarak pandangku justru puluhan panggilan tak terjawab dari Raeul,sahabat karib sekaligus rekan kerjaku di rumah sakit.

Eo? Apa Raeul sudah tau kakiku patah? Tapi masa dia menelponku hampir 20 kali hanya untuk menanyakan itu? Aihh,tidak mungkin tidak mungkin. Sayangnya sahabatku tidak sebaik itu. Mungkin 5 kali masih masuk akal. Tapi tidak 20 kali berturut-turut.

Aku sendiri bingung. Apa sih ini? Apa ini kerjaan ibu yang melebih-lebihkan lagi? Jariku bergerak ke bawah melihat daftar orang-orang yang menelponku dan sebuah nama membuat jantungku mau terbang melayang meninggalkan dunia ini.  Ya tuhan, kepala departemenku juga menelpon. 10 kali pula!!! Ini apa sebenarnya?!!!!!

Aku sungguh berharap ini bukan kabar buruk. Semoga,tiba-tiba aku diberi promosi dan ditempatkan di Emergency Department seperti yang selama ini kuinginkan. Ya,mungkin itu. Positive thinking Yura Positive Thinking.

Kuangkat handphoneku untuk menelpon Raeul. Pada dering pertama,ia langsung mengangkatnya. Aneh. “Raeul-ah kau ke-“ Aku bahkan belum sempat menyempurnakan satu kalimat saat Raeul berteriak layaknya orang gila di telepon.

“YAHHHHH!!!! KAU KEMANA SAJA? DEMI TUHAN FOTOMU TERPAMPANG DIMANA-MANA!!“ Hah? Foto apa? Aku tidak pernah diwawancarai koran manapun tuh. Tapi aku diam saja. Percuma memotong saat Raeul sudah bersemangat seperti ini.

“—KAU GILA YA?! KENAPA KAU MENCIUM ANAK INGUSAN MACAM DIA?! DIA ITU IDOL DEMI TUHAN YURRAAAAA!!! KENAPA KAU TAK BILANG KAU PACARAN DENGAN ARTIS YANG JAUH LEBIH MUDA DARIMU?!!” Jiwaku melayang jauh. Dan kembali lagi ke Seoul.

“APA KAU BILANG? MENCIUM SIAPAAAA??!!!“ Sahutku terperanjat dengan nada yang bahkan lebih tinggi. Kupaksa tubuhku untuk bangun dari tempat tidur.

“Apa maksudmu? Kau belum lihat di internet?“ Suara Raeul berubah drastis. Ia tidak lagi teriak-teriak layaknya orang gila. Sekarang dia berbicara padaku seperti berbicara dengan pasiennya yang tidak yakin penyakitnya apa.

Kutarik kursi di depan meja komputer dan dengan buru-buru aku mengetik namaku sendiri di Naver.

Hasilnya? Nihil.

“Kau bicara apa sih Raeul? Ini tidak ada apa-apa tau!“

“Bagaimana bisa? Dasar bodoh jangan ketik namamu di mesin pencari!!!! Ketik EXO!!!“

Lalu kuketik nama itu.

Dan semuanya terpampang di depan wajahku layaknya buku yang terbuka.

Puluhan artikel dengan judul “Tertangkap berciuman! Kai EXO ternyata telah berpacaran!“ dan “Kai member EXO tertangkap paparazzi!“ atau  “Telah dikonfirmasi,pacar Kai bukan artis!“ Semuanya ditulis dengan huruf super besar disertai ratusan tanda seru. Handphoneku masih tertempel di telinga,dan aku masih bisa mendengar ocehan non-stop Raeul tapi duniaku sesaat berhenti.

Kemarin malam itu,,bukankah namanya Jongin? Kuberanikan diri untuk membuka salah satu artikel yang menduduki peringkat satu paling banyak dibaca.

Sabtu,2 Juli 2015. Pagi ini, Dispatch merilis foto-foto misterius seorang pria dan wanita. Pria tersebut telah dikonfirmasi sebagai Kim Jongin atau Kai member dari EXO sedangkan wanita yang diciumnya dalam foto tersebut sampai sekarang masih tidak diketahui identitasnya. Namun,narasumber dapat memastikan bahwa gadis tersebut bukanlah dari kalangan artis sama sekali. Setelah Baekhyun menjadi member pertama EXO yang ketahuan berkencan,akankah Kai mengikuti jejak sang Hyung?

Lalu muncullah fotoku berciuman dengan Kai atau Kim Jongin itu. Ajaibnya walaupun saat itu cahayanya remang,hasil fotonya luar biasa jelas. Bahkan nenekku pun bisa tahu itu aku!!! Ehh,sebenarnya itu bukan ide bagus. Bagaimana ini?!!!!! Apa Keluargaku sudah tahu?

PUK PUK!! PUK PUK!!!!

Pintu kamarku digedor. Ini pasti kerjaan Kyuhyun pabo.

“Ada apa sih oppa?!!“ Teriakku kesal. Sekarang jelas bukan saat yang tepat untuk bertemu siapapun. Terlebih Kyuhyun Pabo. Setelah itu,lama tak terdengar apapun dari luar. Kukira mungkin dia sudah pergi. Tidak jadi menggangguku atau apapun yang akan dia lakukan tapi tiba-tiba,

PRAKKKKK!!!!!!!!!!!!

Pintu kamarku ditendang dari luar. Dan pintu putih hand-made dari jepang itu langsung tumbang dari engsel-engselnya. Aku.bisa.pingsan.sekarang.juga. Pintu itu luar biasa mahalnya dan aku beli dengan gaji pertamaku waktu itu. Ya Tuhan.

Di tengah keputusasaan dan air mata yang hampir meluncur dari pelupuknya,bisa kudengar teriakan bahagia seseorang dan tubuh seseorang yang memeluk tubuhku. Tapi aku tidak tahu itu siapa. Otakku masih berpusat pada pintu yang tinggal kenangan itu. Lalu aku tersadar. AKU TIDAK MENGUNCI PINTU KAMARKU SAMA SEKALI.

Kuangkat wajahku dan saat itu barulah aku baru menyadari keadaan di sekitar. Ada ayah,ibu,kyuhyun pabo dan semua pelayanku di dalam kamar. Wajah mereka kelewat bahagia. Mata mereka terpusat padaku dengan berbinar-binar. Ini apa? Seharusnya mereka  memarahiku kan? Maksudku,wajahku baru saja terpampang di TV berciuman dengan seorang laki-laki yang batang hidungnya pun tidak dikenal orang tuaku sama sekali. Tapi kenapa?

“Yura-yah~~~ Ibu bahagia sekaliiiiii!! Ternyata kau sudah punya pacar. Kenapa kau tak pernah cerita?“ Oh My God. Ibu salah paham.Mulutku megap-megap mencari kata yang tepat. Bagaimana ini? Aku mau saja mengaku sudah punya pacar,tapi si anak kecil itu kan idol!!

“Ehem,begin-“

“Sudahlah,tak apa-apa kok. Kau tak perlu cerita. Ibu juga mengerti anak muda jaman sekarang sukanya pacaran diam-diam“ Ya Tuhan,kenapa ibuku bisa berpikir seperti itu? Buat apa aku pacaran diam-diam?! Pacar saja tidak punya,pacaran diam-diam dari hongkong!

“Oh,iya! Minggu depan kan Ulang Tahun Tuan,kenapa tidak undang pacar nona saja,Nona Yu?“ Ya tentu saja kalau itu pacarku,bibi!! Lalu semuanya berjalan dengan semakin tidak baik. Ibuku mengganggap ide bibi itu luar biasa dan mulai bergaya seperti orang tak sabaran. Kyuhyun pura-pura seperti orang tak sabaran juga padahal aku tahu dia sebenarnya hanya ingin mengejekku. Ayah terlihat tenang, dia hanya menatapku sesekali dengan ekspresi aneh yang tidak ada dalam kamus ekspresi ayah di dalam otakku. Sekarang apa yang harus kulakukan? Sepertinya minggu depan aku pura-pura mati saja sekalian.

 

Minggu,3 Juli 2015 ( 02.30 KST)

               

               Go Yura

 

Author’s note :  Annyeong~~ here is your Author,Dynasty Wu speaking. FF ini sebenarnya FF yang banyak “pertama” nya. Ini pertama kalinya aku bikin FF yang PG-15. Dan ini juga pertama kalinya aku bikin FF yang main cast EXO-nya bukan Kris. Oh iya untuk chapter selanjutnya akan muncul Main Cast yang ketiga!! Cinta segitiga lagi deh *mian readers,author memang pecinta cinta segitiga wkwkwk*…  Hint-nya : Member EXO. Ayooo coba ditebak~~

Anyway, don’t forget to Read,Comment and Like!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Yura the Single Girl (Part 1)

  1. Liat posternya kim jiwon jd trtarikk…
    Hmmmm…
    Karaktrrnyaa cocok bayangin jiwon ngomel2 hahahhaha
    Feelnya dapett..
    HAhahhaha
    Lanjuttt
    Gidareyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s