Lucky or Problem (Chapter 2)

lucky

Tittle                      : Lucky or Problem (Chapter 2)
Sequel of             : So Lucky To Be Your Love

Author                  : RainyChoi

Genre                   : Romance, School life, Family

Length                  : MultiChapter

Rated                    : PG-15

Main Cast            :- Choi Hanseul (OC)
– Oh Sehun (EXO)
– Byun Baekhyun (EXO)

Supporting Cast : temukan sendiri
– All Secret cast

A/N: ini aku bikin dari awal cerita pertemuan ya a.k.a Flashbacknya. Bisa terjadi di Chapter selanjutnya ada pertambahan Cast

No Copas, No Plagiat, and No siders ^^ semoga suka sama ceritanya..

~Happy Reading~


Chapter 2: Meeting

Kini aku dan sepupuku, Baekhyun bersama pergi ke Taman Kota sebelum kita bermain ke tempat bermain. Di taman kota itu biasanya kalau jam 11.00 seperti ini sudah banyak yang berdagang makanan yang sangat aku sukai. Dari kecil aku sama Baekhyun selalu pergi ke banyak tempat seperti ini untuk sekedar melepas stres dan bosan, entah di rumah maupun di sekolah.

Biasanya kami selalu berbagi cerita satu sama lain. Seperti dulu, saat pertama aku berpacaran dengan Chanyeol, Baekhyun lah yang tau pertama kali. Baekhyun itu bukan hanya sekedar sepupu ataupun kakak, tapi dia bisa menjadi orang tua yang menasihati anaknya ataupun menjadi teman tempat bersandar dan menjadi boneka kesayangan saat ingin memeluk seseorang.

“Hannie, apakah taman kota sudah berubah? Terakhir aku kesana seingatku 2 tahun yang lalu, masih ada padang rumput kecil.” Memang semenjak Chanyeol oppa meninggalkanku untuk pergi selamanya, aku sudah tidak pernah mengajak Baekhyun ke taman kota lagi.

“Molla, aku tidak pernah kesana lagi.” Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya. Walaupun Baekhyun itu 1 tahun lebih tua dariku, tapi dia tidak pernah marah jika aku selalu berbicara informal padanya. Aku penasaran mengapa dia tidak marah, dasar sepupu aneh.

.
.

Kami pun sampai di taman kota. Ternyata taman ini sudah lumayan berubah, sekarang para pedagang sudah tersusun dengan rapi. Aku dan Baekhyun pun pergi menuju salah satu penjual makanan kesukaan kami, Jjambong. Karena aku juga belum sarapan tadi, maka aku memutuskan untuk makan disini saja.

Aku dan Baekhyun pun duduk di salah satu tempat duduk dan memesan makanan dan minuman yang sama untuk dua orang, yaitu aku dan Baekhyun. Selama makanan kami dibuat kami sedikit berbincang.

“Byun Baek. Kau tau, hari ini lagi-lagi murid baru itu terus menerus mendekatiku.”

“Hm, mungkin dia menyukaimu. Hihihihi”

“Tidak lah.”

“Iya juga sih, kau itu kan gadis es. Susah untuk menaklukkan hati gadis tak normal sepertimu. Yang ada nanti dia malah mendapatkan banyak pukulan darimu. Hahahaha” hmmm.. Bagus, terus saja dia mengataiku. Ku ambil salah satu kue di mejaku, lalu kemasukan ke dalam bubuk cabai dan ku masukan kedalam mulutnya Baekhyun yang sedang tertawa.

“Ya, ya. Kau ….. Auhhh… Pedassss.. Aigooo… Minum minum.. Huh hahh ” aku yang melihat itu hanya tertawa puas. Jangan kira kalau kalian mengenalku dengan julukan yeoja kutub aku tidak pernah tertawa. Ya, walaupun aku tertawa hanya di depan sepupuku satu ini sihh.. Hihihihi.

Setelah mendapat banyak minum, Baekhyun menjitakku.

“Ya! Appo. Makanya jangan mengataiku.”

Sekarang ia malah mencubit pipiku, aku memukul-mukul tangannya agar melepaskannya dari pipiku. Aduhh, ini sakit. Bisa-bisa pipiku sudah tak berbentuk lagi.

“Rasakan ini anak nakal. Kau itu sudah dapat julukan yeoja kutub, tapi tetap saja masih nakal.”  Enak saja ia mengataiku nakal, tadi sudah banyak. Lalu nanti apa lagi?. Memangnya dia kira aku sebodoh apa, jika melawannya saja tidak bisa.

kelitik kelitik kelitik..
“ya ya ya.choihannie. kau curangggg. Hahahahaha” untung tempat ini masih lumayan sepi, jadi untuk bercanda pun tidak ada orang yang merasa terganggu.

Nah kan, rasakan dia. makanya jangan macam macam denganku. Belum juga puas menggelitikinya, makanan kami pun datang dan aku memberhentikan kegiatanku ini. Ya walaupun Baekhyun sudah memegangi perutnya karena ketawa terus. Liat saja dia, tunggu pembalasanku selanjutnya.

Setelah seusai makan, kami pergi menuju tempat favorit kami di taman itu. Inilah padang rumput kecil, tempatku, Baekhyun dan Chanyeol oppa dulu bermain, berbagi cerita, dll. Baekhyun itu adalah salah satu teman terdekat Chanyeol oppa, jadi kita biasanya kemana-mana selalu ber3 kalau ada Baekhyun itu juga.

Seperti biasa, kami merebahkan tubuh kami diatas rumput-rumput hijau. Kalau kesini, biasanya aku dan Chanyeol oppa meninggalkan Baekhyun sendiri dan pergi ke pohon ChanHan berada. Tapi kali ini berbeda, aku tidak kesana karena aku tidak dalam keadaan sedih hihihi. Karena kalau aku sendirian yang kesana pasti saat aku sedang sedih.

“Huahh.. ternyata rasanya tidak berubah jika disini, sama seperti dulu.” Ujar Baekhyun sambil merentangkan tangannya. Mungkin menurutnya memang tidak ada perubahan, tapi ada yang berubah. Biasanya aku tiduran disini di atas lengannya Chanyeol oppa, tapi sekarang? diatas lenganku sendiri. Miris sekali.

.
.

“Choihan.”

Setelah sekian lama diliputi keheningan, akhirnya Baekhyun memanggilku dan aku langsung menengok kearahnya.

“Hmm?” Jawabku. Dia tersenyum aneh kearahku. Perasaanku tidak enak jika dia sudah tersenyum seperti ini, pasti ada apa-apa.

“Aku ada rencana bagus, sini kemarikan telingamu.” Rencana gila apa lagi yang sudah dibuatnya. Astagaa.. Dia mulai membisikkan rencana gilanya kali ini.

“Bagaimana?” Tanyanya. Sudah ku duga ini rencana gila lagi. Astaga, sepupuku yang satu ini.

“Kau jangan gila Byunbaek. Tidak! aku tidak mau!” Apa-apaan dia.

“Lagi pula kita hanya ingin melihat reaksi mereka semua, hehehehe. Yang tahu kau sepupuku kan hanya Chanyeol saja. Ayolah Hannie. Untuk terakhir kalinya aku merencanakan hal gila seperti ini.” Baekhyun kini memohon dan mengeluarkan puppy eyes andalannya itu. Jika sudah begini mana bisa aku menolaknya.

“Ya sudah, ini untuk terakhir kalinya. Jika terjadi apa-apa kau yang akan ku hajar.” Ancamku pada Baekhyun. Kini ia hanya tersenyum girang. Baekhyun langsung berdiri dan menarikku untuk pergi bermain ke tempat tujuan awal kami, Lotte World.

__________SKIP TIME__________

Kami sudah sampai di Lotte World, Baekhyun yang tadi memakai kemeja putih kini sudah berganti menjadi kaus yang sama dengan kaus yang kupakai sekarang, hanya saja dia berwarna hitam sedangkan aku putih. Oh aku tau, dia sudah merencanakannya. Mentang-mentang jika ke tempat ramai aku dan dia biasanya selalu di ikuti oleh namja dan yeoja penggoda, jadi dia merencanakannya. Sepupuku ini memang sangat pandai dalam hal gila seperti ini.

“Kajja, my couple.” Saat dia ingin merangkulku aku sudah lebih dulu menoyor dahinya, enak saja dia. Aku berjalan lebih dulu ke tempat pembelian tiket masuk.

“Jadi kau sudah merencanakan ini jauh-jauh hari, eoh?” Todongku padanya dengan suara pelan.

“Iya dongg, abisnya tadi di sekolahmu saja banyak yeoja yang menggodaku. Itu sekolahmu, sekolah atau tempat gadis dan namja penggoda? Aku tadi di peluk, di cubit, dan bahkan ada yang mencium pipiku. Astaga sekolah elit yang mengerikan.” Sindir Baekhyun. Ku akui memang begitu adanya, disana banyak siswa-siswi yang suka menggoda, seperti Sehun saja waktu awal masuk. Kalau ada yang tampan atau cantik sedikit saja sudah bisa menjadi bahan bulan-bulanan mereka.

“Jadi kau bilang aku gadis penggoda juga? Jangan macam-macam kau Byunbaek.”

“Aniyo, sepupuku yang cantik ini bukannya yang menjadi bahan pria-pria penggoda itu? hahaha.” Sepertinya dia benar-benar penguntit handal.

“Tapi untung kau memiliki kekuatan jadi tak ada yang berani macam-macam denganmu. ahh, ada untungnya juga jadi kau. hihihihi.”

Tiba saatnya giliranku, aku kini sedang membeli tiket untuk masuk. Setelah aku mendapatkannya, kami lalu pergi masuk kedalam dan dapat bermain sepuasnya.

Saat ingin bermain aku berfikir, tidak enak juga kalau hanya berdua dengannya, lebih enak bertiga seperti dulu. Ya tapi mau bagaimana lagi, hanya dia teman bermain ku seka—

“Hanseul-ssi.” Panggil seorang namja. Hmm, seperti aku tahu siapa dia. Namja itu pun berlari kearahku dan Baekhyun.

“Hanseul-ssi, kau disini juga? Wahh, kebetulan sekali. Ayo kita bermain bersama.” .. “Eoh, ah hyung, Annyeonghaseyo Oh Sehun imnida.” Ya, dia itu Sehun. Untuk apa dia sok kenal denganku.

“Ah, ne. Byun Baekhyun imnida. Senang bertemu denganmu Sehun. Ah, kau sendirian?”

“Aniyo hyung, tadi aku kesini bersama kakak sepupuku dan para temannya. Tapi aku dicueki, jadi karena aku melihat Hanseul disini maka aku menghampirinya saja. Apa aku mengganggu kalian?”

“Hm, Sa-” apa-apaan si Baekhyun ini, malah menyumpal mulutku dengan tangannya. Untuk apa lagi dia bertanya. Sudah tau sangat mengganggu.

“Ah, tidak sama sekali Sehun. Lebih baik kau ikut bermain dengan kami, ya kan Hannie?” Byun Baekhyun… Awas kau nanti dirumah. Dia itu murid baru yang ku pernah ceritakan Padamu….. Astagaa… Susah juga mempunyai sepupu gila sepertinya.

Sebelum aku menjawab, si Byunbaek ini malah menarikku untuk pergi ke satu wahana yang tidak menegangkan dahulu untuk pengawalan (?).  Sehun pun kini juga berjalan disamping Baekhyun. Ya Tuhan, harusnya tadi aku tidak bilang jika jalan ber2 dengan si Byunbaek ini sepi dan ingin ber3 seperti dulu. Tapi kenapa kau mendengarnya Ya Tuhan…

__________SKIP TIME__________

Nah setelah mencoba wahana yang tidak mengerikan sebagai awalan, kini kami pergi ke wahana yang lumayan menguji adrenalin. Namanya Bungee Drop, dimana pengunjung duduk mengelilingi tiang dan kemudian dihempaskan di ketinggian 38 meter dengan kecepatan tak kurang dari 90 km/jam. Ahhh itu adalah favoritku disini.

Aku pun duduk di permainan itu. Sedangkan Baekhyun dan Sehun duduk di antara kedua sisiku. Setelah pengaman permainan itu mengunci diri para pengunjung yang menaiki wahana itu tiba-tiba aku merasakan kedua tanganku seperti di pegang. Kulihat kedua tanganku, ternyata kedua namja disampingku ini yang memegangnya. Ku lirik mereka berdua, wajah mereka berdua sama saja. Sama-sama membuatku tertawa. Tapi karena ada di Sehun disini lebih baik ku tahan agar bisa menjaga image ku.

Tiba-tiba ‘Wushhhhhh’ permainan itu telah dimulai.

“Waaaaaaaa…” Teriak kedua namja di sampingku.

“Waaaaaaaaa…. Eomma…..” Teriak mereka lagi bersamaan. Sedangkan aku hanya menggenggam erat balik tangan mereka berdua, aku sih hanya tertawa saja menikmati wahana ini.

Biarkan saja kedua namja disampingku berteriak histeris yang penting aku menikmatinya. Hihihihi.

‘Syuuungggg’ akhirnya, permainan ini pun berakhir. Aku melepas genggaman tangan mereka berdua, aku pun turun dari tempat duduk dan melihat wajah Baekhyun maupun Sehun yang sepertinya lelah karena berteriak tadi. Hahaha, siapa suruh berteriak secara berlebih.

Mereka berdua pun juga turun menghampiriku.

“Hannie, lebih baik kita beli minum dulu.” Ajak Baekhyun diikuti dengan anggukan Sehun. Aku hanya mengikutinya dari belakang karena aku tertawa melihat tingkah kedua namja itu.

“Ini untukmu.” Ujar Baekhyun sambil memberikan minuman untukku.

Kami pun melanjutkan bermain wahana yang dipilihkan Baekhyun. Mau kemana dia?. Kami pun sampai di depan wahana yang di pilih Baekhyun. Tunggu, bukan kah ini rumah hantu? Ahhh.. Andwae. Aku tidak mau. Tapi nanti jika aku lari malah menurunkan imageku di depan dua namja ini, tidak tidak.

kami pun masuk kedalam wahana rumah hantu itu. Jujur, aku sangat tidak suka yang berbau hal seperti ini. Pada saat awal memang terlihat biasa saja, tapi saat benar-benar masuk aku melihat dinding yang banyak terpajang foto … Kalian bisa tebak sendiri. Apa lagi ditambah suara-suara yang menakutkan. Aduhh,, Bagaimana ini. Tanpaku sadari wajahku sudah berubah menjadi pucat pasih sekarang karena rasa takut.

Kini tiba saatnya kereta kami datang. Kereta itu hanya ada 3 termpat duduk dan itupun berjejer, jadi tidak ada yang di depan atau belakang. Kami menaiki kereta kecil itu, aku duduk diantara Baekhyun dan Sehun lagi. Astaga, kereta ini mulai berjalan. Siapapun tolong aku.

Selama kereta itu berada di dalam aku sama sekali tidak membuka mataku.

Syuuttt.
Kenapa ini? kenapa keretanya berhenti? Huaaaaa……..Aku merasakan ada sebuah tangan yang dengan halus meraba tengkuk leherku. Pada saat membuka mata tiba-tiba aku dikagetkan oleh sosok itu.

“Huaaaaaaaa…….” Aku pun memeluk orang yang berada di sebelah kiriku. Ternyata tangan yang meraba tengkukku itu terus meraba-raba. Membuatku semakin berteriak histeris dan mempererat pelukanku sambil mengumpat di depan dada namja yang kupeluk itu.

Keretapun kembali berjalan. Tapi tetap saja aku masih mendengar suara-suara aneh yang mengagetkanku.

“Uwwwaaaaaaaaaaaa…….” aku terus berteriak histeris juga masih memeluk tubuh namja disebelahku semakin erat. Dan sanking aku takutnya, aku pun mengeluarkan air mata.

Aku sudah merasa cukup aman dan melepaskan pelukanku, ternyata sudah hampir sampai. Ah, itu dia pintu keluarnya, Akhirn–

Dooorrrrr….

“Huuuuuaaaaaaaaaa……” Aish staff itu, membuatku kaget saja.

Permainan pun selesai, aku turun dari kereta dengan tubuh yang lemas dan wajah yang pucat. Aku, Baekhyun dan Sehun pun berjalan keluar. Baekhyun menoleh kearahku dan tertawa, benar-benar tidak punya hati.

“aigoo, wajahmu sangat pucat Hannie. hahahaha, tadi giliran naik wahana yang menyeramkan malah senang. Sekarang hanya menaiki wahana yang tidak ada apa-apanya saja sudah K.O seperti ini.”

“Aigoo, Hanseul-ah. Ini minum dulu. wajahmu pucat sekali, lebih baik kita beristirahat dulu.” ajak Sehun sambil memberikan minum dan menggandeng tanganku. Sebenarnya sepupuku itu siapa, si Baebekhun itu apa Sehun? Kalau bukan karena aku lemas, aku tidak mau digandeng seperti ini. Mengambil kesempatan.

Sedangkan si Byunbaek itu entah kemana. Aku tidak tahu, kebiasaan menghilang begitu saja.

Pada saat kami beristirahat dan sudah memesan makan, aku menarik lengan Baekhyun.
“Heh Byunbaek. Kau tau dia itu siapa?” Bisikku. Baekhyun hanya menggeleng.

“Dia itu murid baru yang menyebalkan yang pernah ku ceritakan padamu. Aishh..” Lanjutku dengan menoyor kepala sepupuku yang satu itu.

“Ya! Kau itu suka sekali menoyor kepalaku. Yakin dia menyebalkan? Menurutku tidak, dia baik sekali denganmu.” .. “Tadi saja, dia rela kau sudah menyakitinya.”

“Maksudmu?” Aku mengernyit heran, menyakitinya? Kapan? Berdekatan dengannya saja tidak pernah.

“Aniyo, hihihi. Sudahlah nikmati saja hari ini, sepupuku tersayang. Chu~” sebelum Baekhyun menciumku lagi aku menoyor kepalanya dan balik duduk dan menunggu makanan kami datang.

.

“Haii namja-namja yang tampan.” Sapa 3 orang yeoja yang berpakaian seperti kekurangan bahan. Astaga, di tempat rekreasi seperti ini masih ada saja yeoja seperti itu.

“Mau makan ya? Boleh bergabung? Tempat duduk sudah penuh. Boleh ya.” Ujar seorang yeoja yang kini bergelayut manja di lengan Baekhyun dan disusul oleh kedua temannya yang mengangguk di salah satu lengan Baekhyun dan Sehun.

Aku hanya melempar death glare ke para yeoja kecentilan itu. Bukannya takut, mereka malah melempar tatapan sinis kepadaku lagi.

“Baiklah para nona, karena kami kasihan pada kalian. Maka, kalian boleh duduk bersama kami. Lagi pula, meja ini cukup untuk 6 orang.” Byunnbaeekkkkkkk………. Kauuuu… Aishh..

Ketiga yeoja itu menarik kursi dan menempatkannya di samping Baekhyun dan namja menyebalkan itu. Sedangkan aku? Hanya dicueki. Kejam sekali kalian.

.
.

Setelah melewati masa-masa panas, akhirnya kami semua selesai makan dan aku langsung berdiri. Aku berjalan tidak menghiraukan kedua namja yang memanggil-manggil namaku. Rasakan, siapa suruh kalian tadi hanya membuatku sebagai obat nyamuk.

Aku menuju permainan lain yang tidak terlalu mengoyak perut. Kalau tidak begitu, bisa saja aku muntah pada saat selesai permainan. Awalnya, aku menaiki komedi putar, lalu menonton bioskop 4D, Cinderella’s castle, Alice in wonderland, World monorail dan banyak lagi. Tapi setelah kami main di komedi putar, entah Sehun itu menghilang setelah berbicara dengan Byunbaek itu dan membuat kami berdua menunggunya di kursi menunggu. Nahh, sisanya tinggal roller coaster yaitu French Revolution dan Atlantic Adventure, permainan seperti roller coaster kecil yang dapat membasahkan tubuh.

“Hanseul-ah, maafkan kami tadi. Ayo lahh, kalau bermain dalam diam seperti ini tidak seru.” Ujar Sehun dengan semua aegyonya sambil menggoyangkan lengan kananku.

“Betul itu Hannie. Jangan marah seperti ini dong.. Atau kau mau aku….” “Ciu-” sebelum sepupu gila ku ini melakukan hal yang tidak-tidak di muka umum dan di depan teman sekolahku, aku langsung mengiyakan untuk tidak marah lagi.

“Baiklah. Ku terima permintaan maaf kalian.”

“Gomawo….” Teriak mereka bersamaan lalu memelukku. Astaga, jika begini aku tidak bisa bernapas.

Mereka lalu melepaskan pelukannya dan ini waktunya aku mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Untuk pengakhiran bermain hari ini, kami berjalan ke French Revolution, karena kali ini hanya 2 orang dalam satu tempat duduknya maka Baekhyun menyuruh ku untuk duduk bersama namja yang sok kenal selama satu hari ini denganku. Sedangkan dia, malah senang duduk bersama yeoja cantik yang hanya memakai tanktop dan celana pendek, sangat minim.

Aku pun duduk begitu pula dengan Sehun yang berada di sebelahku. Setelah pengaman terpasang, permainan itu mulai berjalan naik keatas. Sebuah tangan kini menggenggam erat tanganku lagi. Ku lirik wajah sang pemilik tangan, siapa lagi kalau bukan Sehun. Kulihat setiap menaiki wahana yang menguji jatung ia selalu terlihat pucat, jika dia takut kenapa harus naik? Aneh.

“Sehun-ssi, gwenchanayo?” Tanyaku dengan lembut walaupun terdengar sedikit dingin. Tapi aku khawatir takutnya nanti dia malah pingsan lagi, kan merepotkan.

“Ne, gwenchanayo.” Jawabnya dengan senyum. Entah, senyumnya kali ini berbeda dari yang sebelumnya. Tapi kenapa aku seperti pernah melihat senyum ini, tapi kapan?

Roller coaster ini semakin cepat dan teriakan pengunjung yang menaiki ini sangat mendominan, termasuk aku.

Setelah kereta berhenti, kami semua turun. Aku bersama kedua namja dibelakangku -Sehun dan Baekhyun- pergi menuju Atlantic Adventure, kini Sehun yang mengajaknya. Setelah mengantre kini giliran kami yang dipanggil. Lagi-lagi setiap barisnya hanya ada 2tempat duduk.

“Silakan Anda berdua masuk.” Suruh staff penjaganya.

“Tapi kami bertiga.” Jawabku.

“Ah tidak, kau dan Sehun masuk saja. Aku tidak ingin baju ku basah, kau tau kan aku sangat tidak suka jika kaus yang kupakai basah? Cha, masuklah palli.” Suruh Baekhyun padaku. Ah, benar juga. dari kecil sepupuku ini memang sangat tidak suka jika baju yang ia pakai basah. huuffftt, bersama namja ini lagi. Malas, tapi mau bagaimana lagi.

Aku dan Sehun naik ke atas perahu di tempat duduk paling depan, yang katanya sih semua tidak mau di paling depan karena akan basah kuyup. Nasib memang tidak mendukungku saat ini.

Awalnya kami menjelajah di dalam ruangan, lalu kereta berbentuk perahu itu naik dan turun dengan cepat.

Byurrrrr
Oh my God. Baru ini saja sudah membuat bajuku basah. Ini baru yang kecil, belum yang besarnya, bisa-bisa aku sudah seperti mandi.

“Bagaimana? Seru kan Hanseul-ssi?” tanya Sehun dengan wajah sumringah.

“Hmm, jangan berbicara formal. Aku tidak suka.” Aku hanya menggumam untuk menjawab pertanyaanya yang tadi.

“Baiklah.” Kini kereta itu naik lebih tinggi, inilah yang ku benci. Pasti membuat bajuku basah kuyup. Kereta itu pun turun dengan cepat dan lagi-lagi

Byuuuurrrrr.
Kini aku sudah tidak tahu, sebasah apa rambut dan badanku. Kulihat Sehun juga basah kuyup, rambutnya dan Jaket yang dipakainya pun basah. Tapi, eeerrrr… Rambutnya yang basah dan terlihat dari samping terlihat sangat,,, ehhmmm,,,, sexy dan tampan.

‘Ahh, apa yang kupikirkan’  aku menggelengkan kepalaku. Apa yang kupikirkannn??? yaaaaa….

“Hanseul-ah, kajja kita turun. Jangan melamun terus, tinggal kita yang belum turun. Ayo.” Sehun menyadarkanku dari pikiranku yang aneh ini. Aku pun segera turun dan keluar sambil menikmati angin agar mengeringkan tubuhku.

“hmmm.. Hanseul-ah.” Panggil Sehun yang berada disebelahku. Mengapa wajahnya seperti malu dan memerah seperti itu? Aduuuhh.. ada apa??

“Hmm? Wae?” Sehun pun melepaskan jaketnya dan memberikannya padaku, sekarang menyisakan kemeja sekolah yang berwarna putih itu. Astaga, apa yang kupikirkan lagiii?????

Tapi jujur siapapun yang melihatnya pasti akan berpikir satu kata yang sama denganku, ‘sexy’. Kemejanya yang basah, kini membentuk dan memperlihatkan tubuhnya yang sangat atletis. Aduhhh,, Choi Hanseul, mengapa kau jadi yadong seperti ini?

“Hhmmm, Ini. Kau pakai jaketku.” Ujarnya dengan gugup.

“Ada apa memang?” sebelum aku menerima jaketnya itu, aku penasaran apa yang membuatnya menyuruhku memakai jaketnya.

Wajahnya malah memerah sekarang. “Hmmm, i-itu. Bajumu. Sudahlah cepat pakai ini.” Sehun pun memakaikan jaketnya padaku.

Tunggu dulu. Baju? Hah? ada apa dengan bajuku?‘ kulihat baju yang ku pakai. Astaga, jelas saja dia menyuruhku memakai jaketnya dengan wajah yang memerah. Ternyata dia melihat tubuhku secara tidak langsung, karena bajuku yang berwarna putih ini basah.

“Go-gomawo.” Wajahku memerah seketika itu juga. Aku mengancingkan jaketnya Sehun, aku benar-benar malu. Chanyeol oppa saja tidak pernah melihat tubuhku secara tidak langsung, tapi ini namja yang baru ku kenal hanya kurang dari 1 minggu sudah melihat tubuhku walaupun secara tidak langsung. Aishh, ini karena Baekhyun. Aku dan Sehun pun berjalan menemui Baekhyun dengan pikiran kami masing-masing.

“Eo, Hannie, Sehun kalian sudah datang? Waa, kalian basah kuyup sekali. Ayo cepat pulang. Sehun, kau pulang dengan kami saja. Aku tidak menerima penolakan. Kajja.” Baekhyun kini menggandeng tanganku dan menuju mobil kami berada.

Sesampainya di mobil, aku disuruh duduk di jok belakang dan aku menerimanya karena aku mengantuk sekaligus lelah. Enak rasanya jika tidur di belakang, luas. Aku memejamkan mataku yang lelah dan akhirnya aku pun tertidur.

Hanseul POV end

Sehun POV

Aku senang karena hari ini aku menghabiskan hariku bersama yeoja dingin itu dan juga bersama Baekhyun hyung. Yeoja itu berbeda hari ini, tidak sedingin sewaktu disekolah. Jika aku lihat dari baju mereka, sepertinya Hanseul mempunyai hubungan khusus dengan Baekhyun hyung. Seperti sepasang kekasih.

Berbicara tentang baju, aku jadi ingat kejadian tadi. Choi Hanseul. Yeoja itu, akhhh… aku tak tahu,aku tidak bisa berpikir jernih sekarang. Walau aku suka memandangi tubuh gadis. Tapi untuk kali ini Aku baru pertama kali ini benar-benar melihat tubuh yeoja, walaupun secara tidak langsung, apa lagi yang kulihat itu berasal dari yeoja yang baru ku kenal kurang dari 1 minggu ini. Astaga Choi Hanseul. You make me crazy!

Kira-kira apa yang Hanseul pikirkan tentangku pada saat itu?? Pasti dia berpikir bahwa aku mesum, tapi tak apa lah. Dari pada namja lain yang melihatnya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Tapi, untung tadi aku dengan cepat memakaikan jaketku padanya. Bagaimana pun juga aku ini juga seorang namja yang masih normal, aku tidak bisa berlama-lama menatap tubuhnya.

Auhhh. Oh Sehun, apa yang kau pikirkan? Mengapa kau menjadi berpikir yadong maksimal seperti ini. Aishh~

“Sehun-ah, aku mengantar Hanseul dulu ya. Setelah itu baru aku mengantarmu pulang. Lihat, yeoja itu sangat kasihan jika tidur dengan baju yang basah, dia bisa demam.” Ucap Baekhyun hyung.

“Baiklah hyung.” aku menyutujui Baekhyun hyung. Kasihan Hanseul jika ia harus tidur dengan pakaian seperti itu, dia bisa saja sakit.

Beberapa saat kemudian, mobil kami pun memasuki kawasan perumahan yang sangat elit. Disini adalah perumahan orang-orang yang sangat kaya. Mobil Baekhyun hyung pun memasuki sebuah rumah yang halamannya sangat luas dan besar. Aku hanya membelakan mataku. Rumahku saja tak semewah ini, ini sedikit lebih mewah dari rumahku. Uwwaahhh.. Daebak!

“Sehun-ah, tolong bawa Hanseul kedalam kamarnya. Aku ingin memanggilkan pelayan untuk menggantikan bajunya.” Aku pun menggangguk, lalu kami pun keluar dari mobil. Aku membuka pintu mobil belakang dengan hati-hati. Setelah terbuka, aku menggendong Hanseul untuk ke kamarnya.

Ku lihat gadis yang berada di gendonganku sekarang. Wajahnya saat tidur sangat damai, di tambah dengan cantik dan sangat berbeda dengan saat ia bangun.

Ku mulai memasuki rumahnya yang sangat mewah dan besar. Tapi, dimana kamarnya? Ah, lebih baik aku tanya saja pada pelayan itu.

“Permisi ahjumma, kamar nona ini dimana ya?” Tanyaku pada salah satu pelayan rumah ini.

“Mari tuan saya tunjukkan.” Pelayan itu meminta ku untuk mengikutinya, dan sampailah aku di depan pintu kamar yang berwarna coklat kayu. Knop pintunya saja mewah, sudah seperti istana.

Aku kini masuk ke dalam kamar seorang yeoja bernama Choi Hanseul ini. Kamarnya sungguh, sangat besar dan elegant. Apa lagi berwarna putih di campur dengan warna emas, dan tempat tidurnya langsung berhadapan dengan sebuah taman . Sangat memukau.

“Letakkan di tempat tidur saja tuan, tuan Byun tadi sudah menyuruhku untuk mengganti pakaiannya.” Aku pun langsung meletakkan gadis ini dengan hati-hati agar tidak membangunkannya. Tapi, kemana orang tuanya? Dari awal aku masuk seperti tidak ada siapapun.

“Ah, ahjumma. Orang tua Hanseul kenapa tidak ada?” Tanyaku dengan hati-hati.

“Tuan dan Nyonya besar memang sangat jarang pulang kerumah, jadi kami mendapat tugas besar untuk menjaga Nona muda.” Aku hanya mengangukkan kepalaku. Jadi orang tuanya jarang pulang, lalu ia kesepian tinggal sendirian? Sangat tak menyangka.

“Baiklah ahjumma, saya permisi pulang dulu.” Aku pun membungkukkan badanku.

Aku pun menuju mobil untuk segera pulang, jika tidak orang tuaku pasti memarahiku. Aku masuk ke dalam mobil.

“Kau ganti dulu Bajumu dengan kaus ini, jika berlama-lama dengan pakaian basah kau bisa sakit. Cha, Palli. Kau tunjukkan jalan menuju rumahmu.” Baekhyun memberi Kaus untukku, benar juga kalau aku tidak menggantinya aku bisa sakit. Akupun menunjukkan arah menuju rumahku sambil mengganti bajuku.

Selama perjalanan, kami banyak berbicara tentang kehidupan kami masing-masing. Baekhyun hyung banyak bercerita tentang bagaimana hidupnya, begitu pula denganku.

Baekhyun hyung ternyata sangat menyenangkan dan ramah, jelas saja seorang Hanseul bisa menyukainya. Namja yang benar-benar memukau.

“Hyung, itu disana rumahku.” Aku menunjuk kearah rumahku berada.

“Ah, baiklah.”

Setelah sampai di depan rumahku, aku turun dan berpamitan padanya.

“Hyung, aku pulang dulu. Terima kasih kau sudah mengantarku pulang. Maaf merepotkanmu.” Aku menundukkan badanku.

“Tak apa. Baiklah, sampai bertemu lagi Sehun.” Aku pun menutup pintu mobilnya dan Baekhyun hyung pun menjalankan mobilnya.

Aku memasuki rumahku. Aku melihat mobil sepupuku sudah bertengger(?) di garasi rumahku. Pasti dia sudah pulang dari tadi.

“Eomma… Aku pulang..”

“Hunnie, kau dari mana saja? Kenapa tidak pulang bersama noona mu?” Tanya eomma padaku.

“Tadi saja saat aku menemaninya, aku malah dicueki. Untung aku bertemu dengan temanku, jadi aku bermain saja dengan temanku. Noona itu sangat kejam, eomma.” Aduku. Memang gadis yang menjabat(?) sebagai sepupuku itu sangat kejam.

“Ya! Lagipula kan aku sudah bilang, jika aku bersama temanku. Kau yang nekat ikut denganku.” Tiba-tiba noona itu datang dari arah samping. Dia selalu berada dimana saja sepertinya, seperti hantu.

“Ya tapi kan aku juga ingin kenal dengan temanmu. Para teman hyung saja mau berteman denganku.” Aku melipat kedua tanganku di depan dada.

“Kau itu bodoh atau apa sih eoh? Temanku itu gadis semua, aku tak mau kau menjadi bahan godaan mereka. Teman hyung mu itu pria, mana mungkin mereka menggoda mu seperti waria. Bodoh!”

Tukkk..
Apa-apaan dia. Sudah mengataiku bodoh, malah ditambah memukul kepalaku dengan buku resep yang dibawanya. Sungguh kejam dia.

“Ya! Seyeon noona. Appo. Kau benar-benar sangat mengerikan. Sudahlah aku lelah, aku tak mau menambah lelah ku hanya untuk berdebat dengan seorang Ahn Seyeon, noona yang menakutkan. Hiiiii. Eomma, annyeong.” Aku langsung berlari ke kamarku dari pada nanti aku di bunuh oleh noona kejam itu.

Huahh,
Aku membaringkan tubuhku diatas kasur. Sangat lelah tapi menyenangkan. Aku mengeluarkan sebuah foto yang tadi aku beli setelah bermain komedi putar. Foto itu adalah foto aku, Hanseul dan Baekhyun hyung.

Di foto itu, gadis es itu entah terlihat begitu manis. Walau tak ada senyum yang terlihat, tapi foto itu memancarkan sisi manis seorang gadis dingin. Dan aku kembali mengingat saat di sekolah tadi, kalau boleh jujur sebenarnya aku memintanya untuk kembali duduk denganku bukan karena para gadis yang suka menggodaku. Tapi, Aku merasa sangat nyaman jika berada di dekatnya.

Aku menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian ku yang basah dan setelah itu aku akan tidur karena aku sangat lelah hari ini.

__________SKIP TIME__________

“OH SEHUN……. IREONA!! SUDAH SIANG!!” Aduhh. Suara hantu itu pasti selalu mengganggu tidurku.

Aaaaa.. Apa ini? Pasti noona hantu itu yang menarik kakiku. Astaga. Benar-benar seperti bukan hantu lagi melainkan setan.

“OH SEHUN… Bukan kah hari ini kau harus mencari baju untuk besok? Palli, mandi! Eommamu menyuruhku menemanimu.” Ya Tuhan, mengapa kau menakdirkanku memiliki sepupu bersuara seperti kaleng rombeng ini.

“Noona, pelan kan suaramu. Arra, sudah sana keluar. Aku mau mandi. Atau kau mau mengintipku?” Aku pun mendudukan tubuhku di tepi kasur ku.

“Mwo? Badanmu itu jelek untuk apa aku melihatnya? Tidak menarik.” Enak saja. Banyak gadis yang ingin melihat tubuhku. Kata siapa tubuhku jelek, seperti tubuhnya bagus saja.

“Enak saja. Tubuhmu lebih tak menarik lagi. Dadamu saja seperti tak berisi, lalu tak terlalu langsing. Sangat tak menarik.” Cibirku.

Tuukk,
“Enak saja, aku ini sexy. Sudahlah, Kau mau ku masukkan ke dalam kolam ikan depan rumah atau mandi sekarang? Cepat mandi!” Gadis itu memang selalu seenaknya.

———*******———

Seusai aku mandi dan berpakaian aku menghampiri sepupuku di teras rumah.

“Noona, Kajja.” Tanpa basa basi aku menuju mobil.

“Ya! Oh Sehun! Sudah bagus ku tunggui. Ya!” Biarkan saja gadis itu berteriak semaunya. Sudah biasa aku mendengar teriakannya yang jika kau berada di dekatnya mungkin gendang telingamu bisa pecah saat itu juga.

***

Sesampainya di toko, sekarang aku bersama Seyeon noona sedang memilih-milih baju yang cocok untuk acara besok. Kata eomma, besok adalah pertemuan penting.

Pokk
“Hai, Oh Sehun.” Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dan aku membalikkan badanku.

“Kau. Mau apa lagi kau sekarang?”

“Bagaimana penawaranku yang kemarin Sehun? Kalau kau menerimanya, kau bisa memiliki gadis itu dan aku juga bisa memiliki Baekhyun. Bagaimana? Bukankan itu sebuah simbiosis mutualisme.” Dasar yeoja licik.

“Sampai kapan pun aku tak akan sudi berteman dengan yeoja licik sepertimu.”

“Aku hanya ingin kita bekerja sama. Lagipula bukan kah memang tak ada yang sudi berteman denganku? Hahaha.”

“Hanya Gadis yang ingin kau akan celakai lah yang sudi berteman denganmu. Apa kau tak sadar?”

“Hahahaha, lalu? Aku hanya menginginkan Baekhyun oppa menjadi milikku. Itu saja.”

“Kau memang ular.”

Sehun POV end

Author POV

Back to 08.30 in Hanseul house.

Seorang gadis kini menggeliat di kasur berukuran King size nya itu, disaat sinar matahari menyeruak masuk kedalam kamarnya. Cahaya itu menusuk (?) masuk ke dalam mata gadis itu. Ia langsung duduk dan sedikit melakukan peregangan otot-ototnya, dan juga sambil mengumpulkan nyawa(?).

Gadis itu keluar kamarnya. Ternyata kini dua orang yang sudah bisa dikatakan, sudah lanjut usia itu duduk dengan manisnya di ruang keluarga rumah itu.

“Hanseul.” Hanseul yang merasa namanya dipanggil pun menengok ke arah suara tersebut.

“Hanseul-ah, sini.” Panggil salah satu orang itu. Hanseul pun yang masih setengah sadar hanya mengucek-ngucek matanya.

“Kakek, Nenek?” Hanseul berjalan menuju dua orang itu.

“Hmm, sini sayang.” Panggil perempuan yang sudah tua itu.

“Kakek dan nenek kesini hanya ingin menengokmu dan Baekhyun.” Ujar kakeknya Hanseul dan Baekhyun.

“Ah, maaf kek. Apa sebaiknya aku juga memanggil Baekhyun kesini?”

“Tidak, tidak usah. Kami tadi sudah ke kamarnya. Dia terlihat sangat lelah, jadi tak usah dibanguni.”

“Baiklah nek.”

“Kami kesini juga ingin memberitahu, jika besok malam kau dan Baekhyun akan ikut dengan kami untuk mengikuti pertemuan antar kepala perusahaan. Tapi sebelum itu, kita juga akan makan sore bersama SH company.”

“Ibumu sudah memberi tahumu kan? Jangan lupa beli baju untuk kalian berdua.” Hanseul hanya mengangukkan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu, kami pulang dulu. Dan setidaknya kami tenang karena kedua cucu kami sehat. Kami pulang ya Hanseul.”

“Baik nek. Hati-hati di jalan.” Hanseul membungkukkan badannya ke arah kakek dan neneknya.

Setelah kakek dan neneknya itu pergi, Hanseul menuju kamar sepupunya itu. Ia membangunkan Baekhyun seperti biasa. Membuka tirai jendela kamar itu lalu namja itu akan bangun dengan sendirinya.

Benar saja, setelah Hanseul membuka tirainya Baekhyun pun menggeliat di kasurnya dan langsung duduk dengan mata yang masih tertutup.

“Ya, Byunbaek. Tadi kakek dan nenek kesini.” Ujar Hanseul.

“Eung? Lalu? Hoaaammm..”

“Besok kita akan pergi bersama mereka dan hari ini kita disuruh mencari baju untuk acara besok. Cepat mandi, lalu kita pergi ke butik.” Dengan malas mereka berdua pun segera menuju kamar mandinya masing-masing.

****

Setelah selesai Baekhyun dan Hanseul pun pergi menuju butik di kawasan Myeongdong. Butik itu bernama Diamond Boutique. Salah satu butik yang mewah di kawasan itu.

“Byunbaek, kau ingin memakai warna apa?” Tanya Hanseul pada namja yang sibuk memilih baju.

“Eung? Bagaimana jika kita memakai warna kuning neon atau pink neon? Hihihi”

“Jangan memikirkan hal gila lagi Byun Baekhyun.”

“Hahaha. Arra. Bagaimana jika memakai warna hitam bercampur emas? Itu terlihat lebih elegant.”

“Aku setuju. Cepat kau cari untukmu dulu, setelah itu baru aku mencari yang cocok denganmu.” Hanseul lebih memilih duduk untuk menunggu sepupunya.

Hanseul hanya memainkan ponselnya untuk mengecek e-mailnya, yang biasanya penuh dengan e-mail yang berasal dari beberapa anggota organisasi sekolah.

“Hai, sedang menunggu?.” Sapa seseorang yang duduk disamping Hanseul. Gadis itu menengok ke arah seseorang yang tiba-tiba sok kenal dengannya.

“Ah, maaf. Joneun Kim Joonmyeon imnida. Atau kau bisa memanggilku Suho. Salam kenal.” Pria itu mengulurkan tangannya kearah gadis di sebelahnya itu. Hanseul pun membalas uluran tangan pria yang bernama Suho itu.

“Choi Hanseul imnida.” Setelah perkenalan Hanseul kembali berkutat dengan ponselnya itu.

“Kau sedang menunggu?” Mendengar pertanyaan itu Hanseul hanya mengangguk dan ber ‘hm’ ria.

“Ah, kalau aku kesini ingin mencari pakaian untuk acara besok malam. Aku sebenarnya tak berniat untuk ikut orang tuaku ke dua acara itu. Dan eomma bilang, salah satu acaranya adalah acara perjodohan.” Jelas Suho panjang lebar.

Hanseul hanya diam, padalah dalam hatinya ia berkata ‘memang siapa yang nanya?’ Tapi itu tak mungkin keluar dari mulutnya begitu saja.

“Hhmmm, aku sebenarnya tak menyukai jika aku dijodohkan. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak mungkin melawan perintah orang tuaku.”

“Oh begitu. Jika aku jadi kau, aku pasti akan menolak mentah-mentah dan akan mencampakkan orang yang dijodohkan denganku. Aku juga tidak akan segan-segan melakukan hal yang nekat untuk membatalkan itu semua. Tapi untung saja aku bukan dirimu.” Jawab Hanseul, entah mengapa kata-kata itu meluncur dengan mulusnya dari mulut gadis yang masih berkutat dengan ponselnya itu.

“Hm, tapi untung aku juga bukan kau hahahaha. Dari dulu aku tak akan pernah bisa melawan perintah kedua orang tuaku.”  Suho hanya tertawa mendengar kata-kata gadis itu.

“Tapi sepertinya, aku akan menyukai orang yang akan dijodohkan denganku kalau orang itu adalah kau. Hahahaha.. Kau itu gadis yang menarik. Sangat jarang aku menemukan gadis yang dapat berkata apa adanya di depan pria.” Lanjutnya.

“Tapi aku tak berharap.” Jawab Hanseul dengan tenang. Sampai sebuah panggilan memanggil namanya dan menyuruh gadis itu menghampirinya.

Suho yang ditinggal begitu saja hanya tersenyum dan memperhatikan gadis yang tadi duduk disebelahnya. “Cantik. Semoga kita dapat bertemu lain waktu.” Gumamnya.

“Joonmyeon-ah. Kajja. Ibu sudah membayarnya. Ayo pulang.”

“Baik bu.”

.

.

“Hanseul-ah, sebenarnya atas dasar apa kita diajak oleh kakek dan nenek ikut serta dalam acara yang pasti sangat formal itu?” Tanya Baekhyun yang sedang bersantai di atas balon kasur yang mengambang di atas kolam renang rumah, sambil memakan pudding strawberry yang tadi dibelinya setelah pulang dari butik.

“Mana ku tahu. Bukan kah kakak tertua yang seharusnya ikut serta bersama mereka?” Hanseul hanya mengangkat bahunya.

“Anak bodoh, kakak tertua itu sedang berada di Canada sekarang bersama tunangannya. Kau itu kenapa bodoh sekali.” Baekhyun melayangkan sebuah ketukan di kepala sepupunya itu.

“Sudah berapa banyak panggilan mu untukku eoh? Mulai dari Kutub, bongkahan es, tidak normal, nakal dan sekarang bodoh. Lalu selanjutnya apa lagi?” Balas Hanseul sesungutan.

“Memang itu kenyataannya. Hahahaha” Baekhyun tertawa dengan keras dan membuat Hanseul yang duduk di balon kasur yang berbeda dengannya menjadi geram.

Hanseul pun mengayuh balon nya menuju tepi kolam dan membawa tali yang menghubungkannya dengan balon kasur milik Baekhyun. Sesampainya di tepi kolam, ia menarik balon itu sedikit menuju tepi kolam untuk mendekatinya.

Setelah balon itu mendekat. Dan —

Plunggg
Balon kasur itu dibalikkan oleh Hanseul, yang membuat namja di atasnya yang tadi sedang menikmati pudding strawberry nya itu tercebur kedalam kolam.

Hanseul yang melihat itu tertawa terbahak-bahak melihat sepupunya tercebur kedalam kolam.

“Hahahaha… Rasakan itu. Mehrong :p ”

“Ya! Anak nakal! Awas kau!” Hanseul lari menghiraukan teriakan yang berasal dari namja yang sudah basah kuyup di tengah kolam renang. Baekhyun yang merasa dikerjai oleh sepupunya itu, pasti tak akan diam saja.

Tunggu pembalasanku, anak nakal.‘ Batin Baekhyun

*****

“Byunbaek, aku ingin berkeliling. Aku ingin memanjakan motorku lagi, kasihan dia sudah jarang ku bawa berkeliling kota lagi.” Pamit Hanseul pada Baekhyun yang tengah menonton berita gosip kesukaanya itu.

“Ne, hati-hati ya. Jangan lupa beli pengganti puddingku yang tadi tercebur ke kolam karena kau. Kalau tidak, ku pastikan kau tak bisa bernapas karena tertawa Nona Choi.”

“Arraseo. Bye.”

“Bye.”

Hanseul pun menuju garasi rumahnya. Disana terlihat ada 3 buah motor berukuran besar miliknya, semua motor itu adalah pemberian dari kakek dan neneknya yang mengunjungi rumahnya tadi siang.

Hanseul lebih memilih memakai motor NCR M16 berwarna hitam, yang menjadi motor kesayangannya itu dan ia beri nama Bongbong itu. Ia menaiki motornya itu dan membawanya berkeliling kota Seoul pada malam hari.

***

Sebelum gadis pembawa motor besar itu melanjutkan berkelilingnya, ia memampir ke toko tempat sepupunya tadi membeli pudding. Gadis itu masuk ke dalam toko itu dan memang setiap pengunjung yang datang selalu disambut hangat oleh para penjaga toko itu.

Krincingg….~~~~        *anggap aja bunyi kaya bel bel getoohh hhihii*

“Selamat datang dan selamat malam nona.” Sambut penjaga pintu toko itu. Hanseul masuk dan langsung menuju meja pemesanan.

“Annyeonghaseyo Nona. Pasti kau ingin beli pudding seperti tadi siang ya?” tebak ahjumma yang melayani pemesanan itu.

“Ah ne ahjumma, Hanseul ingin yang seperti tadi. Dan satu green tea blend bubble jelly.” jawab Hanseul.

“Jelly rasa apa nona?”

“Hmm… Rasa leci saja ahjumma.”

“Baiklah, saya buatkan dulu. Mohon ditunggu sebentar.” Sementara Ahjumma itu membuatkan pesanan itu, Hanseul duduk di salah satu meja untuk menunggu pesanannya.

Seuljjeokseuljjeok barabojima
Banjjakbanjjak naeipsul barabojima
Johahaneun urisai meoreojilkkabwa
Meoreojilkka duryeowo

Nada dering yang berasal dari ponsel Hanseul itu berbunyi, yang menandakan panggilan masuk.

“Choihannnie, bagaimana sudah dibeli pesananku?”

“Namja bawel, ini aku sedang berada di tokonya.”

“Bagus jika begitu. Lalu, kapan kau pulang?”

“Nona, ini pesananmu.” Panggil ahjumma penjaga toko.

“Byunbaek, tunggu sebentar. Aku harus mengambil pesananku dulu.” Hanseul berdiri dan menuju kasir untuk mengambil dan membayar pesanannya itu.

“Jadi berapa semuanya ahjumma?”

“Semuanya jadi 6,000 won.”

“Ah, ini ahjumma.”

“Nona, tumben tak bersama namja yang tadi bersamamu?” tanya ahjumma yang sedang menghitung uang untuk kembalian uang yang Hanseul beri tadi.

“Ah, namja yang ini? Byunbaek ini ahjumma menanyaimu. Aku loudspeaker ya.” Ucap Hanseul sembari mengaktifkan Loudspeaker ponselnya.

“Annyeong Ahjummaa~ Byun Baekhyun disini. hihihihi.”

“Ah, annyeong Baekhyun-ssi. Ini kembalian dan pesanannya nona.” Jawab ahjumma itu dan memberi pesanan Hanseul.

“Senang berbicara dengan Ahjumma lagi.”

“Ne~” ahjumma itu menjawabnya dengan ramah.

“Sudah dulu ya ahjumma. Jika kau berbicara dengannya dengan waktu yang lama, nanti ahjumma bisa stress karena mendengar celotehannya yang sangaaat panjang dan banyak. Gamsahamnida ahjumma.” Pamit Hanseul dan ahjumma itu hanya tertawa.

“Ya! Jangan merusak imageku, anak nakal.” Protes Baekhyun.

“Sudah jangan berisik. Suaramu dapat memecahkan gendang telingaku. Sudah dulu ya, aku ingin melanjutkan acara berkelilingku. bye.”

“Ya! Ya Han–”

Tuutt
Hanseul menghiraukan teriakan sepupunya itu dan memutuskan sambungan telfonnya.

Hanseul menaiki motornya dan menuju Sungai Han, untuk sekedar menikmati minumannya tadi dan pemandangan malam indah salah satu sungai yang terkenal di luar Korea itu sendiri.

Breeeuummm..                  *angap suara motor hihihi*

Hanseul menjalankan mototnya menuju Sungai Han yang sudah tidak jauh dari toko pudding itu.

*****

@Han River

“Waahh, yeppeuda.” gumam Hanseul sambil memarkirkan motornya di dekat tempatnya untuk duduk..

Hanseul duduk sembari menikmati minuman yang tadi di belinya.

“Hanseul-ssi?” panggil seseorang yang berdiri dibelakang Hanseul.

Orang itu adalah pria yang tadi siang ditemuinya di butik. Pria itu Kim Joonmyeon, atau bisa dipanggil Suho.

Hanseul menengokkan kepalanya. “Suho-ssi?”

“ah, ternya ini benar kau Hanseul-ssi.” Suho duduk disebelah Hanseul.

“Jangan seformal itu. Bicara informal saja. aku 96line”

“Ah, berarti aku lebih tua 1 tahun darimu. aku 95line. Baru akan lulus SHS tahun ini. Kau bisa memanggilku apa saja, agar kau nyaman memanggilku.” Suho tersenyum kearah gadis disebelahnya yang sedang asyik menyeruput minumannya itu.

“Aku memanggilmu Suho saja, tak apa?” Tanya Hanseul.

“Ne, tidak apa-apa. Kau berbicara informal padaku juga tak apa. Setidaknya, agar kita cepat akrab.”

“Ah, ne.”

“Kau sendirian?” Tanya Suho.

“Hm, aku hanya mampir duduk sebelum pulang.”

“Oh, memang kau dari mana? Kenapa sudah malam seperti ini masih baru pulang?”

“Dari membawa Bbongbbong berkeliling.”

“Bbongbbong? Siapa itu? Your pet?”

“Bukan, itu dia Bbongbbong.” Tunjuk Hanseul pada motornya yang terparkir tak jauh darinya.

Suho membelakkan matanya lalu tertawa.
“Hahahaha, motor sekeren dan semewah itu kau beri nama Bongbong? Lucu sekali.”

“Terus saja.”

“Jangan ngambek seperti itu dong. Nanti cantiknya hilang. Aku minta maaf deh.”

“Aku tidak marah. Sudah ya, aku mau pulang. Sudah malam.” Hanseul berdiri menuju motornya dan menaiki Bongbong nya itu.

“Hanseul-ah, aku ingin minta nomor ponselmu. Boleh tidak?”

“Boleh. 02++++++++. Sudah kan? Aku pulang dulu ya.” Hanseul menggas motornya menuju arah rumahnya.

__________SKIP TIME_________

“Kok sepi? Biasanya tidak.” Gumam Hanseul saat melewati kawasan yang biasa ia lewatkan.

Hanseul membelakkan matanya saat melihat seseorang sedang di palaki dan hampir di pukuli oleh 2 orang, yang sudah ia pastikan adalah preman. Hanseul pun menghampiri orang-orang itu.

Hanseul memarkirkan motornya dan langsung turun.

“Hei!” Teriak Hanseul pada dua orang yang sedang memukuli korbannya.

“Ada gadis cantik nih. Hai cantik, sedang apa malam-malam disini?” Goda salah satu pria yang tadi memukuli korbannya itu.

“Hanseul?”

“Astaga, Sehun?” Api pertarungan kini membara di hati seorang Hanseul. Mana bisa ia terima, jika temannya di palaki oleh orang-orang tak berpendidikan itu.

“Sehun jangan bergerak dari situ, kau diam saja. Hei, ahjussi – ahjussi gila! Jangan beraninya melawan orang lemah ya.”

“Hey, gadis cantik. Jangan galak seperti itu dong, kami akan melepaskan temanmu asal kau mau menemani kami bermain malam ini. Hahahaha” Hanseul hanya mengeluarkan senyuman mengejek dan mengeluarkan ludahnya.

“Cihh. Sini lawan kalau berani, dasar banci!” Ejek Hanseul yang membuat kedua namja itu geram dan menyerang Hanseul.

Hanseul melawan kedua namja itu dengan semua teknik dan pengalamannya dalam taekwondo.

Bughh

Bughh

“Ayo, keluarkan semua kekuatan kalian. Jangan hanya berbadan besar saja.” Kedua namja jahat itu kembali menyerang Hanseul dengan satu pukulan yang mendarat di sudut bibir gadis itu. Hanseul tetap mengeluarkan senyuman mengejeknya, lalu kembali menghajar kedua namja itu.

Bughh

Bughh

Bughh

“Ampun. Ampun.” Kedua namja itu lari terbirit-birit karena sudah cukup babak belur karena di lawan oleh gadis pemegang sabuk hitam taekwondo itu.

Sehun berlari kearah Hanseul. “Hanseul-ah. Kau tak apa? Astaga rambutmu sampai berantakan seperti ini.” Ujarnya sambil merapikan rambut gadis itu dan mengelap keringat yang membasahi kening gadis di depannya itu.

“Hm, hanya sedikit luka karena pukulan tadi.” Sehun memeluk Hanseul dengan erat. Namja itu merasa bersalah karena telah membuat seorang gadis berkelahi, apalagi dengan 2 namja berbadan besar yang menakutkan itu.

Sehun melepaskan pelukannya. “Benar? Sakit tidak?” Tanyanya khawatir.

“Tidak. Kau lihat itu, wajahmu yang lebam. Kau kenapa tak melawannya tadi?”

“Aku tak terlalu bisa berkelahi Hanseul-ah. Maaf, aku telah membuatmu seperti ini.” Sehun sangat bersalah melihat seorang gadis menyelamatkannya hingga terluka seperti sekarang ini.

“Kau juga, ini sudah malam dan tempat ini sepi. Kenapa tak memakai kendaraan apapun?”

“Aku tadi hanya ingin membeli buah, jadi kupikir lebih baik berjalan kaki saja.”

“Bodoh. Sudah ayo cepat kita obati lukamu dulu.” Hanseul menggandeng tangan Sehun untuk menuju motornya. Sehun yang digandeng pun hanya diam saja mendapat perilaku yang berbeda dari seorang Hanseul.

Hanseul menaiki motornya sekaligus menyalakan mesin motornya. “Ayo naik.” Katanya.

“Apa tidak aku saja yang bawa? Kau pasti lelah akibat berkelahi tadi.” Tawar Sehun

“Tidak, cepat naik.” Sehun pun menuruti gadis itu untuk naik keatas motornya.

“Pegangan.” Sehun memeluk pinggang gadis yang berhelm di depannya.

Breummm~

“Hanseul-ah, ini motormu? Wahh, keren sekali. Bukankah motor ini adalah salah satu motor termahal di dunia?” Tanya Sehun dan dijawab dengan ber ‘Hm’ ria dari gadis didepan nya itu.

“Kau kenapa bisa dengan gesitnya melawan namja tadi? Kau pandai dalam hal berkelahi ya?”

“Aku pemegang sabuk hitam taekwondo. Tapi baru 11 bulan yang lalu. Jadi masih ada Sabeum yang lebih hebat dariku.”

“Waahhhh, keren. Dulu aku bermimpi ingin mempunyai yeojachingu yang pandai berkelahi sepertimu. Apa kau tahu, siapa gadis lain yang sepertimu? Karena aku yakin, kau tak mungkin mau denganku.”

“Hm, semoga saja mimpimu jadi nyata.”

Pembicaraan itu terus berlanjut hingga mereka sampai di rumah gadis sang pemilik motor itu. Setelah sampai di halaman rumah, Hanseul memarkirkan motornya sembarang.

“Ayo turun. Bereskan dulu luka mu. Palli.” Suruh Hanseul sambil membawa bungkusan yang berisi pudding pesanan Baekhyun.

Hanseul lagi-lagi menggandeng tangan namja yang tadi diboncengnya, dan menuju ruang tamu rumahnya.

“Duduk dulu. Tunggu sebentar.” Hanseul mengantarkan bungkusan itu pada sepupunya itu.

“Ahjumma, Baekhyun eodiseoyo?”

“Sepertinya tuan Baekhyun berada di kamarnya, nona muda.”

“Ah, baiklah ahjumma.” Hanseul pun menaiki tangga dan menuju kamarnya Baekhyun.

“Byunbaek………” Teriak Hanseul.

Cleklek.

“Byunbaek. Ini pudd–”
“Astaga anak ini. TV masih nyala dan headset masih menempel di telinganya, dia malah tertidur. Kebiasaan.” Hanseul menaruh bungkusan itu diatas meja kecil di samping tempat tidur Baekhyun. Hanseul mematikan televisi yang masih menyala tadi, lalu beralih pada headset di telinga sepupunya itu dan melepasnya.

Gadis itu menarik selimut sampai seperut namja itu. “Jaljayo my lovely cousin.” Hanseul merapikan rambut hitam Baekhyun lalu seperti biasa, ia mengecup pipi namja itu.

Hanseul mematikan lampu kamar itu lalu keluar dari kamar sepupunya, kini gadis itu beralih kearah tempat obat-obatan berada sekaligus mengambil kompres. Setelah mengambil itu semua, ia kembali menuju ruang tamu.

“Sini. Wajahmu banyak luka, harus cepat diobati.” Gadis itu dengan perlahan mengobati wajah namja itu.

“Sshh, aww.”

“Terlalu kencang ya? Maaf.” Sehun yang melihat ujung bibir gadis itu yang berdarah pun, ikut mengambil kapas dan obat merah untuk mengobatinya.

“Diam, jangan bergerak.” Suruh Hanseul pada Sehun yang hendak mengambil kapas dan obat merah itu.

“Tunggu sebentar.” Sehun memegang tangan Hanseul dan menyingkirkan dari wajahnya dulu, ia pun mengambil kapas dan obat merah serta plester.

“Biarkan aku mengobati ujung bibirmu ini.”

“Tidak perlu. Aku takut dengan semua obat itu jika bersentuhan langsung dengan kulitku.”

“Tapi Lihat, ini berdarah.

“Tidak perlu.”

“Tidak apa. Aku akan pelan-pelan. Tahan ya. Ini akan sedikit sakit.”

“Aww. Pelan-pelan. Ini sakit.”

“Itu sudah sangat pelan. Aku memberi sedikit alkohol agar tidak infeksi dan agar cepat sembuh. Hanya luka sekecil ini saja kau kesakitan, giliran berkelahi saja kau hebat.” Cibir Sehun. Kali ini namja itu juga berbeda, menjadi sedikit lebih stay cool. Tidak seperti 5 hari ini, sangat berisik.

“Tapi ini sungguh sangat perih.” Mata gadis itu sekarang malah berkaca-kaca.

“Berarti itu lukanya dalam. Tahan sebentar lagi.” Sehun mengusap pipi gadis itu sambil meniup pelan kearah luka gadis itu.

“Auhhhh… Perih Sehun… Sungguh.” Sehun yang merasa iba kini malah membawa gadis itu kedalam dekapannya.

“Arra, aku tahu. Lukamu belum seberapa dengan lukaku. Hahaha.” Hanseul hanya diam menahan rasa perih yang berangsur-angsur menghilang.

Sehun melepaskan dekapannya. “Chaa, sekarang tinggal diberi obat merah lalu di plester.”

“Nah, sudah selesai. Sekarang biar aku sendiri yang ngobati lukaku.”

“Biar aku saja. Kemarikan.”

“Baiklah, ini.”

*****

Setelah mengobati luka Sehun, Hanseul mengambil kunci mobil yang berada di dekatnya. “Ayo ku antar pulang. Aku tak menerima penolakan.”

Hanseul pun mengantar namja itu pulang ke rumahnya. Dengan kecepatan rata-rata, dijalan yang sepi pada malam hari gadis itu memacu mobilnya agar cepat sampai tujuan yang sudah di beri tahu Sehun.

“Itu rumahku. Aku turun dulu ya, gomawo.”

Chup~

“Hati-hati dijalan. Semoga cepat sembuh.”

Hanseul yang menerima perlakuan itu hanya bisa diam dan melajukan mobilnya menuju rumahnya lagi.

__________SKIP TIME__________

Sunday.
17.30 KST in Hanseul’s home

“Hannie-ya…. Sudah mandi belum?” Teriak Baekhyun yang sedang merapikan pakaiannya pada alat yang dapat menghubungkan langsung suaranya ke kamar Hanseul.

“Ne, aku sedang di dandani.” Balasnya

“Okay. Kakek dan nenek sebentar lagi akan datang, jangan berlama-lama.”

“Ne, Arraseo.”

———–

Sunday
17.35 In Sehun’s home

“Seuhyon, Sehun. Kalian sudah siap? Kajja. Kita tidak boleh membuat tamu menunggu. Karena sebelum ke acara resmi kita ada pertemuan dulu.

“Sudah appa.” Jawab kedua anaknya bersamaan.

Kini, keluarga Oh berpamitan pada Seyeon yang tidak mengikuti acara resmi para petinggi perusahaan ternama itu.

“Seyeon-ah, kami pergi dulu ya nak. Kau tak apa sendiri?” Tanya Han Jaein, ibu dari Sehun dan Seuhyon.

“Tak apa imo. Lagi pula aku juga ditemani kucingku, si Boni. Hehehe” Jawab Seyeon.

“Dia itu hantu eomma, jadi dia malah senang ditinggal sendiri.” Sindir Sehun.

“Ya! Lihat lah anakmu yang satu ini, imo. Seuhyon oppa, lihat lah adikmu itu. Dia selalu jahat padaku.” Adu Seyeon pada Sehun’s eomma dan Seuhyon.

“Sudahlah kalian ini. Sehun, Kajja. Seyeon, kami tinggal dulu ya.” Han Jaein kini menarik tangan anaknya itu agar kedua Se Se itu tidak melanjutkan pertengkarannya.

“Seyeon-ah, kami pergi dulu ya. Appa sudah lama menunggu di mobil. Annyeong.” Pamit Seuhyon sembari mengacak rambut sepupu perempuannya itu.

“Okay oppa, annyeong.”

Setelah masuk mobil semua, Mobil itu pun berjalan ke sebuah restorant yang sudah di janjikan sebelumnya.

*****

Different side.
Hanseul POV

Sudah datangnya lama, lalu sekarang malah menunggu anaknya itu.

Aku lebih memilih menutup telingaku dengan headset yang dari tadi sudah bertengger manis di telingaku.

Ah, mungkin itu anaknya. Sok bersikap manis.

“Hanseul ini namja yang akan ku jodohkan denganmu.” Apa? DiJodohkan? Harabeoji memang gila. Aku tidak mau.

“Sini, kenalkan ini gadis yang akan dijodohkan denganmu.” Aku melepas headsetku lalu melihat siapa sih pria yang akan dijodohkan denganku.

“Mwo? Kau?”

“Kau?”

***~~~~TeBeCe~~~~***

Cihuyyyy.. Seneng tralala dahh akhirnya chapter 2 ini selesai jugaa… Huaahhh,, jangan lupa RCL yaaa… Maap kalau masih banyak typo. Soalnya ini story chapter pertama buat ku hihihihi . kalau ada yang mau kenal lebih dekat denganku kalian bisa follow instagramku hihihi .. namanya: @_seulran10 kalau ngefollow trus mau difollow back comment aja ^^

 

Makasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca ff gaje nan aneh ini hihihi. Maklum, sedang dalam tahap awal berusaha menggapai yang lebih tinggi. *caelah bahasanya*

 

 

One thought on “Lucky or Problem (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s