Human

Human

by Ranfzhr

Mystery | Drabble | PG-13 | EXO’s Byun Baekhyun, Kim Jongin, Oh Sehun, Park Chanyeol

.Also published in ferhanifatimah.wordpress.com

***

Pagi itu saat Baekhyun tiba di kelasnya, suasana benar-benar ribut. Meski masih tersisa sekitar dua puluh menit sebelum bel masuk berbunyi, lebih dari tiga per empat penghuni kelas telah hadir. berkumpul membentuk kerumunan-kerumunan kecil bersama teman terdekat masing-masing.

Baekhyun mempercepat langkahnya, menghampiri dua orang sahabatnya di bangku paling belakang yang terlihat sibuk membicarakan sesuatu.

Sambil meletakkan ranselnya dan ikut duduk bersama Jongin juga Sehun, tanpa menyapa atau memberi salam ia langsung bertanya,

“Kalian sudah lihat berita pagi ini? Tentang.. uhm.. insiden di apartemen dekat sini..”

“Kau tidak sadar seluruh orang yang ada disini tengah membicarakannya?” tanya Sehun, mengisyaratkan pada Baekhyun untuk melihat keadaan sekitar dimana seluruhnya sibuk saling berbincang.

Jongin mendengus, “Kenapa berita aneh seperti itu malah ditayangkan pagi-pagi, sih? Aku langsung kehilangan selera makan sampai harus berangkat sekolah tanpa sarapan terlebih dulu.” kesalnya.

Sementara Sehun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, Baekhyun mulai membicarakan berita tersebut,

“Berita itu mengerikan, menurutku.  Karena anehnya, saat potongan-potongan tubuh itu diperiksa dan diselidiki, hanya ada bekas cabikan. Tak ada apapun yang mengindikasikan penggunaan senjata tajam. Sisa-sisa tubuh itu.. benar-benar berantakan. Kalau boleh kusamakan, mirip seperti bangkai tikus sisa makanan kucing.”

Jongin dan Sehun mulai merasa mual, tapi tak berniat menghentikan pembicaraan ini sama sekali.

“Ini memang aneh. Beberapa bagian tubuh hilang, dan bahkan ada beberapa tulang yang… uh.. seperti.. habis digerogoti. Mau dibilang ini pekerjaan hewan buas, tapi insiden itu terjadi di apartemen mewah lantai 12, bagaimana mungkin hewan bisa masuk?” tutur Sehun dengan melipat tangan di dada.

Jongin mengangguk, dan menambahkan, “Bahkan detektif yang terkenal mahir memecahkan masalah pun tak menemukan petunjuk sama sekali. Setelah tempat kejadian disisir pihak kepolisian bersama salah satu anggota keluarga terdekat dari korban, dipastikan tidak ada barang yang hilang. Walaupun tinggal di apartemen mewah, korban diketahui tidak memiliki banyak kekayaan, dan tidak terlalu banyak bersosialisasi. Kalian pikir apa motif pelaku?”

Kedua laki-laki lainnya hanya bisa mengerutkan dahi. Meski jika dipikir-pikir ini semua bukan urusan mereka, tapi berita menghebohkan seperti ini rasanya terlalu menarik untuk dilewatkan.

“Jangan-jangan ini ulah seorang kanibal? Hiiiiii… Mengerikan!” Baekhyun bergidik sendiri, mulai membayangkan suatu perkumpulan aneh pemakan manusia yang mungkin saja adalah dalang di balik kejadian ini.

“Cih, pikiranmu itu terlalu jauh, Baek.” ujar Sehun.

Masih dengan pikiran-pikiran absurd-nya yang agak mengerikan, Baekhyun mengedarkan pandangan, dan ia baru sadar kalau seseorang tengah duduk tepat di samping mereka bertiga, di bangku yang sebelum-sebelumnya kosong.

Mendekat pada kedua sahabatnya, Baekhyun berbisik, “Hey, siapa orang yang duduk di samping kita itu? Kalian mengenalnya?”

Baekhyun sama sekali tak pernah merasa pernah melihat laki-laki itu. Wajahnya sangat asing bagi Baekhyun. Penampilannya agak aneh, dan Baekhyun dibuat semakin bingung karenanya. Rambutnya berwarna biru gelap, kulitnya putih pucat—putih sekali, kontras dengan bibirnya yang berwarna gelap. Baekhyun menebak, laki-laki itu mungkin mengenakan sedikit eyeliner di matanya serta lip-balm berwarna gelap di bibirnya.

“Tadi dia bilang, dia murid pindahan,” Sehun menjawab.

Sejenak, Baekhyun terdiam. Dia pikir, bukankah setiap ada murid baru di sekolah ini, harus melapor dulu ke ruang guru dan baru boleh masuk kelas didampingi wali dari kelas yang akan ditempati?

Namun dengan mengesampingkan hal aneh apapun itu, Baekhyun mengajak kedua sahabatnya untuk mendekati laki-laki itu, karena sejak tadi ia hanya diam saja. Hitung-hitung ucapan selamat datang, atau mungkin bisa sekaligus dijadikan teman.

Mengulurkan tangan, Baekhyun menyapanya, “Hai, kau murid baru, ya? Kenalkan, aku Baekhyun. Ini Sehun, dan ini Jongin. Siapa namamu?”

Baekhyun, Jongin, dan Sehun menunggu reaksi laki-laki itu yang terkesan agak lamban. Tapi tak lama ia langsung tersenyum lebar dan menjawab,

“Chanyeol. Namaku Park Chanyeol.” jawabnya riang. Kesan dingin dan suram yang sempat ditangkap Baekhyun hilang seketika begitu lelaki bernama Chanyeol itu tersenyum. Yah.. walaupun senyumnya yang sangat lebar itu terlihat agak aneh.

“Senang mengenalmu.” kata Baekhyun seraya tersenyum. Kemudian mereka bertiga memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan dengan mengikutsertakan Chanyeol.

“Menurut kalian bagaimana dugaanku tadi? Aku pernah membaca beberapa cerita tentang perkumpulan rahasia berisi orang-orang berkepribadian aneh pemakan daging manusia—“

“Hentikan, Baek. Itu tidak masuk akal.” potong Sehun segera.

Berbeda dengan Sehun, Jongin nampaknya lumayan setuju dengan dugaan Baekhyun.

“Tapi memang sejauh ini sudah beberapa kali ditemukan di berbagai belahan dunia, kasus dimana manusia memakan sesamanya. Jadi.. yah, mungkin saja itu terjadi, Hun.” katanya.

Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, bingung dengan kesimpulan aneh yang diutarakan kedua sahabatnya itu.

Setelah mendapat satu dukungan dari Jongin, Baekhyun semakin antusias, “Benar sekali. Dunia ini memang sudah gila. Jika jual-beli organ tubuh saja sedang marak terjadi, maka hal yang seperti ini pun bisa saja terjadi.”

“Dunia memang gila, tapi kalian lebih gila.” sela Sehun malas diiringi decakan.

“Hmm.. Omong-omong, aku serius soal kasus-kasus kanibal tadi. Belum ada yang tahu kelainan macam apa yang bisa mendorong seseorang untuk memakan sesamanya, tapi aku jadi bertanya-tanya bagaimana rasa daging manusia. Bagaimana menurut kalian?” Jongin terkikik.

“Tidak lucu, Jongin.” Sehun memutar bola matanya begitu mendengar perkataan Jongin. “Atau kalau kau memang penasaran, coba saja kau gigiti tubuh Baekhyun, sepertinya ada cukup banyak daging disana.”

“Hey! Kenapa jadi aku?!” Baekhyun protes. Obrolan mereka mulai menyimpang sepertinya.

Karena beberapa candaan garing tentang rasa daging manusia, ketiganya tertawa keras. Bahkan Chanyeol ikut tertawa, lebih keras karena ia merasa obrolan itu benar-benar lucu.

Baekhyun menghapus air matanya yang sempat keluar karena tertawa. Masih sambil terkekeh-kekeh, ia bertanya pada Chanyeol, “Bagaimana pendapatmu tentang kanibal dan rasa daging manusia? Hahaha..”

Tertawa sedikit, Chanyeol menjawab, “Aneh rasanya membahas tentang kanibal. Aku belum pernah bertemu orang-orang seperti itu. Soal rasa, kuakui, rasanya memang lezat.”

.

.

5 thoughts on “Human

  1. Apa ini semacam riddle?? Tapi terlalu mudah ditebak utk sekedar riddle haha. But gw terhibur. Sejak menyebutkan ciri fisik chanyeol udah ketahuan siapa pelakunya haha. Goof job deh buat ff ini 👍

  2. inidia aku tahu akhirnya bakal kaya gitu hahaha soalnya aku juga pernah bikin ff yg konsepnya sama wkwk pasti di akhir gantung dan asik lah liat respon readers wkwk
    kece aku suka, menghibur good job!

    btw entah masih ada atau engga ff (alay) yg dimaksud aku publish disini judulnya ‘Missing person’. ff ku udh beberapa tahun lalu wkt aku pertama belajar nulis hehe

    maaf ya author nim aku malah ikut promosi wkwk jadi nostalgia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s