Sleeping Prince (Chapter 3)

Author             : Nikky-Chan

Tittle                : Sleeping Prince

Cast                 : Chanyeol, Minhyun (OC), Jong In, Hyeri (OC) and other (seiring chapter, cast muncul dan hilang sesuai kebutuhan)

Genre              : Humor (garing), School life, Romance

Lenght             : Chapter

Rating             : T

.

.

.

.

“Hukuman mencari daftar 88 rasi bintang lalu menghafalkannya.  Kim sonsaengnim hukumannya kurang kejam gimana lagi coba?”

Minhyun mencari buku mengenai astronomi pada tiap rak buku perpustakaan sejak sejam yang lalu. Terdapat di pojok ruangan di bagian tertinggi rak yang tidak bisa di capainya. Cukup menyebalkan karena membuatnya teringat pada tinggi badan yang tumbuh dengan lambat –atau malah sudah berhenti-.

 

Di jam pelajaran seperti ini perpustakaan terlihat lebih sepi di bandingkan jam istirahat. Palingan ada beberapa siswa yang kelasnya mendapat jam kosong saja. Atau mendapat hukuman seperti dirinya. Minhyun bisa melihat Luhan, siswa berwajah cantik yang sering berbuat jail sedang duduk dengan buku di depannya –wajahnya terlihat serius-. Biasanya sifat jailnya masih bisa di toleransi, tapi kalau sampai mendapat hukuman seperti saat ini pasti karena alasan lain.

 

“Pasti dia terlambat datang. Padahal sekolahnya cuma beberapa langkah saja, tapi setiap hari terlambat.”

 

Ini sih namanya keterlaluan. Chanyeol saja yang suka molor selalu datang ke sekolah tepat waktu. Alasannya sih agar bisa tidur lagi di sekolah. Tapi Minhyun cukup memuji perbuatannya yang tidak terlambat berangkat sekolah.

 

Minhyunpun memilih tempat duduk yang cukup jauh dari tempat Luhan. Di sebelahnya kini ada seorang siswa yang menindih buku dengan kepalanya. Sepertinya terlalu lelah mengerjakan tugas. Tapi Minhyun merasakan firasat buruk mengenai hal ini. Dan benar saja.. ketika siswa itu mengganti posisi kepalanya jadi menghadap Minhyun, ternyata siswa itu…

 

“Chanyeol (lagi..)”

 

Mengeluh dalam hati, sepertinya hidupnya tidak bisa jauh dari Chanyeol sejak mereka berbagi tidur di satu ruangan. Satu kelas, satu kamar. Kalau mereka berdua tidak jodoh rasanya keterlaluan.

 

BUG!

 

Minhyun memukul kepalanya sendiri dengan buku astronominya. Pikirannya kembali sengklek. Dan selalu begitu jika otaknya sudah menyebutkan tema ‘Park Molor Chanyeol’.

 

“Parah.. parah.. parah…”

 

“Kamu makhluk asing dari planet parapara ya?”

 

Minhyun menoleh ke samping. Chanyeol sudah membuka matanya sambil mengucek matanya –sepertinya kebiasaan-. Pemuda itu kini menyangga kepalanya dengan tangan kiri. Matanya melirik malas pada buku catatan teman sekamarnya (sementara) yang masih kosong.

 

“Menurut astronomi modern, saat ini terdapat 88 rasi bintang yang telah diakui oleh (Internasional Astronomi Union (IAU) pada tahun 1992. 88 rasi bintang tersebut adalah andromeda, antlia, apus, aquarius, aquila,ara–”

 

“Stoppp!!”

 

“Ada apa? Apa aku terlalu cepat?”

 

“Eh? Kau sedang membantuku?”

 

“Iya.. ayo cepat tulis. Akan kumulai dari awal.”

 

Chanyeolpun mulai menyebutkan satu persatu rasi bintang secara berurutan dari A-Z. Dari rasi bintang Andromeda sampai Vulpecula. Sesekali pemuda itu akan mengoceh mengenai berapa jauh bintang itu dari bumi. Atau mitos mengenai bintang-bintang yang terkenal di mitologi-mitologi. Sepertinya dia hafal mati mengenai astronomi. Tidak heran sih, dia kan pemegang nilai tertinggi di pelajaran astronomi sejak pindah sekolah.

 

“Berdasarkan perhitungan, Ophiucus berada di tanggal 29 Nov-18 Desember. Sebenarnya bintang baru ini bukanlah sistem rasi bintang baru yang menjadi dasar perhitungan bintang.Dalam astronomi, dikenal ada 88 rasi bintang yang berada di langit.Ophiuchus adalah salah satu dari 88 rasi bintang.”

 

Chanyeol menunjuk rasi bintang no.59 yang ada pada catatan yang di tulis Minhyun tadi. Kemudian dia kembali bercerita mengenai  pergeseran bulan-bulan pada tanggal zodiak yang malah terdengar semakin rumit.

 

Minhyun terkekeh. Biasanya Chanyeol itu terlihat malas dan selalu dalam keadaan tidur. Tapi kali ini pemuda itu banyak bicara. Yah.. bukan berarti dia itu pendiam sih.

 

“Zodiakmu apa?” tanya Minhyun tiba-tiba.

 

“Sagitarius.”

 

Minhyun mengambil ponselnya, lalu mengetik sesuatu disana. Keduanya tidak bicara beberapa menit sampai Minhyun menunjukkan layar ponselnya pada Chanyeol.

 

“Sagitarius, karakteristik orangnya sangat mahir berdiplomasi, pandangan luas, otaknya pandai, mempunyai jiwa petualang, mandiri dan menyukai kebebasan.”

 

Chanyeol mengangguk. “Hm.. aku menyukai kebebasan bisa tidur dimana saja, kapan saja dalam kondisi apa saja?”

 

“Kalau ada kebakaran?”

 

“Aku tidak akan meninggalkan kasurku apapun yang terjadi.”

 

Minhyun menatapnya datar. Kalau begitu, berarti Chanyeol adalah orang yang tidak bisa di tinggal sendiri. Bagaimana jika ada kebakaran di asrama, lalu Chanyeol lebih memilih memeluk gulingnya daripada lompat dari jendela untuk menyelamatkan diri. Siswi tahun ketiga itu menatap horor Chanyeol yang sekarang saja sudah mulai mengantuk lagi.

 

“Chanyeol, aku janji tidak akan meninggalkanmu.”

 

“Eh?”

.

.

.

Hyeri adalah salah satu dari sekian banyak fans Chanyeol di sekolah. Waktu itu dia sedang menyiapkan diri karena mengikuti remidi. Maklum saja, dia salah satu pemain inti klub voli. Otaknya penuh dengan voli voli dan voli. Istirahat makan siangpun terpaksa dia gunakan untuk belajar karena minggu depan akan diadakan pertandingan voli dengan sekolah lain. Jika nilainya jelek, maka dengan terpaksa guru pembimbingnya tidak mengijinkan untuk ikut serta.

 

Di kelas hanya ada dia dan Chanyeol yang sedang tidur di barisan bangku belakang. Semua siswa keluar kelas menyerbu kantin seperti biasa. Suasana ruang kelas cukup hening, mereka berdua cukup fokus dengan kegiatan masing-masing.

 

“Uwaahh.. kenapa matematika tidak pernah bersahabat denganku? Bahasa inggris juga…” erang Hyeri putus asa.

 

Greek!

 

Suara kursi yang bergeser mengalihkan perhatiannya dari buku keramat bernama matematika. Chanyeol berdiri dari tempatnya dengan mata sayu. Perlahan berjalan ke bangku Hyeri sambil sesekali menguap.

 

“Coba kulihat nilai-nilai milikmu Hyeri-sshi..”

 

Meskipun enggan, Hyeripun memberikan dua kertas hasil ulangan miliknya kepada Chanyeol. Si pemuda yang biasanya bermata sayu kini membelalakkan matanya. Hyeri sedikit takjub melihat betapa bulatnya kedua mata itu, mengingatkannya pada bakso. Hyeri mulai lapar.

 

“Nilai-nilaimu cukup menakjubkan ya.”

 

Hyeri tersenyum kikuk. “Be-begitulah…”

 

“Aku heran kau bisa naik ke kelas tiga dengan kesibukan klub voli seperti itu.”

 

Jleb!

 

“Hahaha…” tawanya dalam hati sih menangis “aku memang tidak terlalu pandai sih.”

 

“Aku bisa mengajarimu, kau tau kan kalau aku sekamar dengan Minhyun. Kau bisa ke kamarnya kalau mau.” Chanyeol menepuk kepala Hyeri beberapa kali. “Kalau butuh bantuan, kau harus mengatakannya. Melakukannya seoran diri pasti sulit bagimu.”

 

Beberapa teman Minhyun memang sering ke kamar mereka untuk diajari matematika ataupun bahasa inggris. Dua mata pelajaran dengan banyak siswa yang mendapatkan remidi. Sayangnya, Hyeri berpikiran lain. Dia kira Chanyeol memberinya perhatian lebih padanya.

 

Sejak saat itu, dia berusaha mendapatkan perhatian Chanyeol dengan berusaha membantu sebisanya. Lagipula bangkunya tidak terlalu jauh darinya sekarang. Hyeri dengan sengaja bertukar tempat duduk di samping Chanyeol.Tapi…

 

“Ah? Catatan di papan tulis sudah di hapus ya? Padahal aku belum selesai menulis..”

 

“Cha–”

 

“Ini, pinjam punyaku saja.”

 

Hyeri di dahului oleh Minhyun yang duduk di depan bangku Chanyeol. Kekalahan pertamanya..

 

“Sial, catatan kimiaku tertinggal.”

 

“Chanyeol–”

 

“Hahh.. ini. Kau meninggalkannya di meja belajar, untung tadi aku kembali karena catatanku juga tertinggal.”

 

Ketika dia ingin meminjami catatannya agar bisa berbagi, datang Minhyun yang merupakan teman sekamarnya dengan barang yang dibutuhkannya. Kekalahan keduanya, terlalu telak.

 

“Lho? Aku belum mendapatkan fotocopy soal bahasa inggris.”

 

“Kalau begitu–”

 

“Ini.” Dan kekalahan ketiganya dalam satu haripun membuatnya menggigit kamus bahasa inggrisnya dengan derai air mata/lebay.

 

“Hyeri-sshi, kalau kau lapar lebih baik ke kantin.” Tegur Chanyeol. Dasar gak peka.

.

.

Lain Hyeri, lain pula Jong In. Dia memang bukan pecinta Minhyun, cuma teman paling dekatnya sebelum Chanyeol datang. Sekarang, gadis itu bahkan jarang ke kelasnya. Katanya gawat kalau sampai meninggalkan Chanyeol sendirian. Jong In hanya bisa gigit jari setiap melihat mereka jalan berdampingan layaknya pasangan.

 

Tapi bukan berarti Jong In suka ataupun cinta pada Minhyun ya? Dia hanya kesal karena teman dekatnya direbut.

 

“Lagipula apa-apaan si Park Chanyeol itu? Sok keren sekali memakai kacamata hitam segala..” gerutu Jong In tak jauh dari Chanyeol dan Minhyun yang mau memasuki asrama siswi. Dia sedang bersembunyi di balik pohon tak jauh dari sana.

 

“Ayo…” dia melihat Minhyun meraih tangan Chanyeol agar berpegangan pada tangannya. Lalu berjalan memasuki asrama siswi.

 

“APA-APAAN ITU?? MEMANGNYA DIA BUTA??!”

 

“Permisi..”

 

“HAHH??”

 

Jong In terdiam melihat wanita paruh baya tersenyum canggung padanya sekarang. Tapi dari wajahnya, Jong In merasa tidak mengenalnya.

 

“Park Ha Rim imnida. Anu… bisakah kau mengantarku ke asrama tempat Park Chanyeol tinggal?”

 

Jong In memasang wajah penuh tanda tanya sekarang.

 

“Aku ibunya..”

 

Dan kedua mata Jong In rasanya mau keluar dari tempatnya sekarang.

 

 

TBC

 

Ini… kok jadi semacam drabbel di jadiin gitu satu ya? Mungkin yang nulis lagi irit ide (?)

Iklan

4 thoughts on “Sleeping Prince (Chapter 3)

  1. Akhirnya dilanjut juga. Jongin lucu banget. Cemburu karena chanyeol selalu sama minhyuk 😆😆 ibunya chanyeol datang? Tau nggak chanyeol tinggal di asrama putri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s