Unconditional Love

Unconditional Love (Chen Ver copy.png

Judul
Unconditional Love

Author
Atatakai-chan

Length
Ficlet

Genre
AU, Friendship

Rating
General

Main Casts
Chen of EXO as Kim Jongdae
OC as Choi Wonhee

Additional Cast
GRAY as Lee Sunghwa

Disclaimer
The plot belongs to Atatakai-chan as the author of this fanfiction. Copying and republishing this work without the author’s permission is prohibited.

Author’s Note
Terima kasih saya ucapkan pada Anda sekalian yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca dan memberikan komentar pada fanfiksi ini.

[ © 2016 Atatakai-chan All Rights Reserved ]

.

.

“Unconditional love is hard to compete with.”

Abbi Glines, Because of Low

.

.

Another Unconditional Love stories
{Kim Haesol Ver.} {Boo Seungkwan Ver.} {Hirai Momo Ver.}

 

.

.

 

“Jadi begitulah ceritanya, Jongdae. Bagaimana menurutmu?”

“Ah, menyebalkan sekali.”

“Apanya?”

“Si Lee Sunghwa itu.”

Kim Jongdae mencondongkan bagian atas tubuhnya semakin dekat pada gadis yang duduk berhadapan dengannya. Kedua lengannya ia lipat di atas meja bundar khas kedai-kedai kopi di pinggiran kota Incheon.

“Kau berpikir seperti itu ya?” Si gadis bersurai hitam pendek itu ikut mencondongkan tubuh bagian atasnya. Sedotan berwarna merah muda terhimpit di antara lapisan bibir atas dan bawahnya yang kemerahan.

Jongdae mengangguk. Lelaki berambut klimis itu kemudian menyesap cangkir berisi kopi favoritnya dengan tatapan yang masih tertuju pada sang gadis yang mengenakan pakaian kelonggaran.

“Ngomong-ngomong, bajumu kukembalikan lusa saja ya?” Si gadis memohon pada Jongdae melalui kerjapan-kerjapan kedua maniknya.

Jongdae berhenti menyesap kopi. Diletakannya cangkir yang setengah kosong itu di atas meja. Senyum mengembang di wajahnya, menambah tingkat ketampanan si laki-laki yang lahir pada tahun 1992 itu, “terserah kau saja. Kapan pun boleh asal kau kembalikan.”

 

oOOo

 

“Wonhee,” Jongdae menoleh pada gadis yang sudah sedari tadi pagi menghabiskan waktu bersamanya. Genggamannya pada tangan Wonhee semakin ia pererat, “kau mau makan apa? Tumben sekali belum lapar.”

Tawa pelan lolos dari mulut Wonhee seraya gadis itu mengayun-ayunkan lengannya yang terpaut dengan Jongdae. “Entahlah, aku merasa masih sangat kenyang.”

“Pasti gara-gara tadi kau menyantap roti lapis pesananku juga.” Jongdae setengah menyindir dan Wonhee pun mencibir.

“Habis mau bagaimana lagi? Kau ‘kan alergi salmon, masa aku membiarkanmu memakan roti lapis isi salmon itu? Kalau kau sakit ‘kan aku juga yang repot.”

Jongdae tertawa. Suara tawa khasnya itu memang dapat menarik perhatian siapa saja termasuk orang-orang yang berjalan di sekitar keduanya. Tawa Jongdae sangat menular sehingga si gadis yang kini tengah menyenderkan kepalanya di lengan Jongdae juga ikut tertawa.

“Jadi mau makan dulu nih?” Wonhee sedikit menengadahkan wajahnya untuk menatap Jongdae.

“Terserah kau saja, tuan putri.” Jawab Jongdae sambil kemudian terkekeh pelan ketika hantaman ringan Wonhee mendarat pada sisi bahunya.

Wonhee menarik lengan Jongdae secara perlahan, menuntun lelaki itu ikut bersamanya memasuki sebuah toko pakaian khusus wanita. Jongdae hanya bisa menghela napas lantaran mengetahui fakta bahwa gadis yang lebih pendek beberapa sentimeter darinya itu selalu menariknya masuk ke dalam toko pakaian wanita setiap kali mereka berjalan-jalan.

“Wonhee, kau tidak bosan apa selalu membawaku ikut masuk memilih pakaian?”

Yang dipangil namanya menggeleng pelan seraya terkekeh, “tentu saja tidak. Kau ‘kan—”

“Wonhee?”

Keduanya menoleh pada sumber suara yang berasal dari belakang mereka, tak jauh dari pintu masuk toko pakaian. Seorang laki-laki dengan tinggi tak jauh berbeda dari keduanya nampak menatap keduanya dari balik kacamata hitam yang ia kenakan.

“Sunghwa oppa? Sedang apa di sini?”

Wonhee melepaskan dirinya yang sedari tadi menggelayut pada lengan Jongdae, melangkah mendekati sosok lelaki yang ia panggil Sunghwa dan melingkarkan lengannya pada lengan lelaki itu, “kenalkan, itu Kim Jongdae. Sahabatku yang sering kuceritakan itu.”

 

=====

EPILOGUE

=====

Wonhee memilah-milih pakaian —bingung memutuskan untuk membeli yang mana— sementara di dekatnya berdiri Jongdae dan Sunghwa yang saling berdiam diri —lebih tepatnya saling menahan diri agar tidak bericara karena baik Jongdae maupun Sunghwa tahu apa yang akan keluar dari mulut mereka akan menyakiti satu sama lain.

“Hey! Kalian berdua! Tunggu di sini, jangan kemana-mana, oke? Aku coba baju dulu.”

Jongdae dan Sunghwa mengangguk. Senyum dipamerkan oleh keduanya pada Wonhee yang kini berbalik badan dan berjalan menjauhi mereka, menuju ke ruang fitting.

“Jongdae-ssi? Boleh aku berkata sesuatu?”

“Ya, tentu. Ada apa?”

Sunghwa menghela napas seraya menyenderkan punggungnya pada tembok. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana jeans yang ia kenakan, “aku tahu kau dan Wonhee berteman—”

“Bersahabat.” Jongdae menyela, tak lupa ia memamerkan senyum agar setidaknya dirasa lebih sopan.

“Ah, baik. Aku tahu kau dan Wonhee…” Sunghwa kembali menghela napas. Untuk sepersekian detik ia terdiam, kemudian ia melanjutkan, “… bersahabat dari kalian masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Tetapi, bisakah kau tidak terlalu dekat dengannya? Aku sebenarnya membuntuti kalian sudah cukup lama. Daripada dilihat sebagai sepasang sahabat, orang-orang yang tidak tahu pasti akan mengira kalian adalah sepasang kekasih.”

Jongdae mendengus, “hanya itu saja? Kalau begitu sekarang giliranku yang berbicara, ya, Sunghwa-ssi?”

“Silakan.” Sunghwa menyahut, mempersilakan Jongdae untuk menyampaikan apa yang hendak disampaikan.

“Kuperingatkan kau, jangan macam-macam pada Wonhee. Kalau kau sampai macam-macam padanya dan membuatnya menangis, sebagai sahabatnya yang mengenalnya sangat baik, aku tidak akan memaafkanmu.”

 

 

FIN.

2 thoughts on “Unconditional Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s