CAN’T HELP MY SELF [CHAPTER 1]

cats

ByunPelvis’s Story Line

Cast                       :Park Chanyeol

Kim Hyejung .

Other Cast          : Oh Sehun and other.

Genre                   : Romance , fluft , Friendship.

Leghet                  : TwooShoot

Disclaimer           : Park Chanyeol dan Sehun milik Tuhan , Orang Tua , dan SM .Kecuali OC yang resmi milik author dan readers .  Author hanya meminjam nama saja ok? . Dan cerita ini hanya fiksi belaka. Murni dari pemikiran  saya, tidak ada unsur meniru dari cerita manapun . Maaf  jika ada kesamaan dengan jalan cerita author lain. ^^ Yang ada cerita ini adalah inspirasi dari lagu.

 

Anyeonghaseyo uri readers^^.

Selamat datang difanfiction author ByunPelvis yang ceritanya jarang mendapat rating tinggi ini he he. Tapi ff kali ini bukanlah sebuah cerita yang berat konflik. Cerita ini hanya klise , menceritakan bagaimana seseorang yang tak berani menyatakan perasaannya dan pada akhirnya bisa pacaran. ^^

Yapp.. ff ini adalah inspirasi dari lagunya Eric Nam Oppa^^. Author lagi suka bgt lagu Can’t Help My Self. Setelah lihat terjemahan lagunya dan seketika itu langsung dapat ide dibuat ff.

ff ini aku post dibeberapa blog mungkin ada yang pernah baca^^

Readers, selamat membaca salah satu karyaku ini. Semoga betah baca dan suka ceritanya^^

Cekidot >>>!

*

*

 

“When i walked in the room , i saw your face. Baby girl i was so amazed.I cought you smilling back at me,But i don’t know what to say.”

*

*

. Ini adalah cuplikan cerita singkat tentangku yang berhasil mendapatkan kekasihku. Disini  tidak akan diceritakan secara detail, tapi hanya saat aku memintanya menjadi kekasihku saja.

Ceritaku akan sepanjang rel kereta jika dijabarkan . Kau boleh mebacanya, dan kuharap kau akan terkesan  he he. Menyatakan perasaan tidaklah mudah bagiku, saat itu rasanya aku hampir mati ditempat karena terlalu gugup. Tapi atas keyakinan yang kumiliki Tuhan membantuku melancarkan semua. Dengan itu, usahaku tak sia sia. Kami saling mencintai dari dulu sampai sekranag. Ya kami sudah menikah  dua minggu yang lau setelah 3 tahun menjalin hubungan^^. Aku harap kehidupanku sekarang dan seterusnya selalu disertai kebahagiaan . Aku sangat mencintai gadisku…

-Park Chanyeol..

*

Can’t Help My Self

*

.

Ramalan cuaca mengumumkan bahwa siang ini akan turun hujan  , tapi yang terjadi saat ini hanya terlihat awan mendung  yang menyelimuti bumi. Seonggok manusia menghembuskan nafasnya berat seperti sedang penuh  beban . Harapannya untuk berteduh dihalte menunggu bus disaat hujan deras sudah pupus. Namja berparas tampan serta tubuh yang tinggi itu memasukan lagi payung lipat kedalam backbag miliknya.

Matanya menyapu kearah kanan dan kiri, berharap seseorang yang hampir setiap harinya ia tunggu memunculkan sosoknya. Rasanya namja itu telah terjatuh dilautan yang sangat dalam , ia tak bisa bernafas jika sehari saja tak melihat wajah gadis impiannya.

Sudah diduganya,

Dari arah kanan sosok cantik yang ditunggu terlihat berjalan kearahnya, Chanyeol senang bukan main dan merapikan duduknya. Rambut hitam pekat berayun indah seiring dengan kaki putih mulus yeoja itu. Senyum favoritnya ditunjukan untuknya saat mataya memandang wajahnya.

13

 

“Park Chanyeol , kau masih disini?” sapanya, namja yang dipanggil Chanyeol tadi tersenyum canggung dan mengangguk. Namja itu bergeser untuk memberi tempat untuk seseorang yang telah ditunggunya secara diam diam sejak tadi.

Bodohnya ia tak berani menatap langsung mata yeoja itu, ah bukan berarti ia takut tapi dirinya hanya menghindari resiko salah tingkah .

Satu menit terasa sangat lama baginya, tak ada bahan obrolan yang  berhasil keluar dari otaknya. Chanyeol terlalu bingung harus memulai kata katanya.

“Chanyeol-ssi sepertinya kita selalu bersama menunggu bus. Tidakkah begitu?” tanya Hyejung dengan kekehannya, membuat Chanyeol meringis.

“nde majjayeo”

Seperti sebuah rahasia dan tidak seharusnya Hyejung tau apa tujuannya. Chanyeol selalu menyembunyikan niatnya selalu berada dihalte itu. Wajahnya tak bisa lurus memandang Hyejung, ia berniat membuka mulutnya kemudian mengigitnya karena bingung apa yang harus ditanyakan.

“hei apa kau sudah menyelesaikan tugas musik dari guru Nam?”  ucap suara disampingnya. Chanyeol berhasil menoleh dan menatap mata itu dengan mengerjap lucu.

“nde? e-eoh belum sama sekali”

“hahh jeongmal? kurasa bukan hanya aku yang kesulitan.”

Keduanya kembali diam, Chanyeol sangat ingin bicara lagi tapi sungguh rasanya suaranya bagai tersangkut ditenggorokan.

Kemudian ia mengingat apa saran temannya dua hari yang lalu. Mungkin ia akan melakukan ajakan kecil untuk permulaan.  Kacamata bulat yang dikenakannya berulangkali dibenarkan karena melorot. Tangannya menggenggam erat tali tas’nya sebelum menoleh.

“eum Hyejung-ssi   bagamana kalau-“

“eohh bus’nya datang. Kajja Chanyeol-ssi!”  Hyejung berdiri dan menarik lengannya agar tak tertinggal bus.

Ucapan Chanyeol terpotong karena Hyejung  mengajaknya masuk dan dengan kikuk ia menurutinya. Tadinya Chanyeol hendak  mengajak Hyejung mengerjakan tugas ekstrakulikuler music bersama, tapi sayangnya ajakannya gagal total karena bus datang.

Sebenarnya hatinya itu mengumpat sial , tapi Chanyeol bukanlah namja yang pandai meluapkan eomosi kesalnya disaat dekat dengan yeoja bernama lengkap Kim Hyejung itu. Didalam bus ia tak bisa melihat Hyejung karena duduk terpisah. Ia berada dikursi paling belakang selama Hyejung berada dikursi depan.

Chanyeol POV

Aku memasuki apartement dengan langkah lunglai , tak ada niatan untuk mencuci wajah atau makan . Saat berada dikamar pandanganku tertuju pada jendela kaca yang menyatu dengan kamarku. Saat ini hujan sudah mulai turun.

Aku mengingat saat berpisah dengan Hyejung tadi, dengan senyum cerahnya ia melambaikan tangan kearahku. Ia tak tau senyumnya itu membuat jantungku hampir copot. Kim Hyejung benar benar membuatku tak bisa berkutik .

ya, Kim Hyejung adalah yeoja yang merombak hatiku menjadi lebih berwarna, ia mahasiswa dari fakultas hukum yang baru beberapa bulan ini ikut bergabung dalam klub musik kelompokku. Kami sebelumnya hanya saling tau saja. Entahlah apa alasannya ikut klum musik, tapi itu adalah keberuntungan luar biasa untukku. Sekarang semangatku dua kali lipat untuk mengembangkan musik diuniversitas, dengan segala kreatifitas yang kelompok kami miliki.

“ya hujan! kenapa kau baru turun setelah aku tak bersama Hyejung aishh” benar, mungkin aku sudah gila karena mengumpat hujan. Tapi jujur saja aku sekarang lebih menyukai hujan turun setiap hari, dengan seperti itu mungkin aku akan lebih lama dihalte bersamanya.

Memang aneh aku ini, tapi begitulah awalku bisa cukup dekat dengan Kim Hyejung. Yeoja yang sudah kusukai hampir satu tahun ini.

Flashback

Suara gemuruh petir terdengar memekakakn telingaku, aku berdecak karena rintik hujan mulai turun.

“aishh kenapa harus hujan segala eoh?”

Aku berlari kecil menuju depan toko yang lumayan bisa melindungiku dari rintik hujan ini. Bajuku sedikit basah dan belanjaan yang kubawa cukup berat ,  efeknya terjadi pada pergelangan tanganku yang pegal.

Taxi yang melintas dijalan sana lumayan kencang dan aku tak mungkin menghentikannya dari jarak  sejauh ini. Mungkin aku harus menunggu hujan reda untuk bisa berdiri santai ditepi jalan.

Cukup lama aku menyapu pandangan sampai mataku menangkap halte bus sekitar  5 meter  dari tempatku berteduh. Dengan sangat terpaksa aku harus berlari menuju kesana jika ingin mendapat bus dan cepat kembali keapartement.

“baiklah aku akan lari saja”

Aku mulai berlari menerobos hujan. Lima meter tak cukup jauh dan aku berhasil mencapai halte, tapi ada yang salah karena kantung belanjaan yang kubawa terasa lebih ringan. Aku menoleh dan menemukan barang yang kubeli berserakan dijalan, ternyata kantong plastiknya jebol, ugg sial.

“haiss”

Aku mendesah kesal dan kembali untuk memungutinya satu persatu, percuma saja aku tadi menghindari hujan karena pada akhirnya aku terguyur total begini. Sebenarnya ini hari apa bisa sampai sial begini?

Tapi ada yang aneh lagi karena tiba tiba air hujan tak terasa lagi membasahi kulitku. Aku mendongak dan menemukan seseorang memayungiku.

Bagai slow mation yang kualami saat ini , aku bagai tak bisa berkedip melihat senyum yeoja yang juga tengah memandangku. Angin menerbangkan helaian rambutnya yang tergerai, wajah putih dan manis begitu bersinar dipandanganku.

“hei  kurasa kau membutuhkan bantuan?”

Aku tersadar saat yeoja yang berdiri dihadapanku melontarkan pertanyaan, perasaanku mendadak jadi gugup.

“e-eoh anhiyeo. kamsahamnida tapi ini tidak merepotkan” jawabku mungut kembali barang barang belanjaanku. Aku tau percuma saja memasukannya kedalam kantung plastikyang sudah jebol begini. Jadi aku memeluk semua barangku menggunakan kedua tangan. Yeoja dihadapanku ini tersenyum , ah lebih tepatnya menahan tawanya. Sangat manis, ini pertama kalinya aku melihat seseorang semenawan ini. Aku menjadi tak merasakan dinginnya tubuhku yang basah kuyup, gemercik air hujan juga tak terdengar lantaran kehangatan senyum yeoja yang belum kukenali ini.

“hei kau kesulitan. Eoh ini gunakan saja tasku”

“aha ha gwemchana. Aku bisa membawanya seperti ini” ucapku kikuk. Yeoja ini menggeleng dan membuka lebar tasnya, bahkan mengeluarkan isinya yang hanya ada dua buku. Ia menyodorkannya padaku, rasanya sangat tidak enak jika aku menolak, toh memang aku sedang membutuhkannya.

“nah begitu. Lebih mudah bukan? Ayo kubantu memasukan barangmu” aku mengerjap dan menurut , satu persatu kumasukan barangku.

“jja ke halte itu!”

“ah ye” dengan sedikit malu-lamu aku ikut berteduh dibawah payung yang dibawanya dan berjalan bersama menuju halte. Kami saling tersenyum canggung sampai masing masing mengambil tempat duduk dibangku panjang halte ini.

“aku sangat berterimakasih padamu nona”

“sama sama. Hei kau mahasiswa Kyunghae kan?” tanya yeoja ini membuatku mengerutkan alis. Eoh aku baru sadar dia mengenaliku. Pantas saja dia tak canggung membantuku.

“eh? Bagaimana kau bisa tau?”

“eiyy siapa yang tak tau kau si namja pembuat lagu “

“ah apa aku setenar itu?”

Gadis ini mengangguk dan terus bertanya perihal kehidupanku di universitas, ternyata ia asik juga.  Aku memang cukup memiliki bakat diuniversitas , berapa laguku selalu menjadi favorit mahasiswa pantas jika aku sedikit terkenal.

Ah aku akan mendeskripsikan jika yeoja yang diduduk disampingku ini cantik, ramah dan juga banyak bicara. Aku terkesan selama ia bercerita . Bahkan sampai kita satu bus bersama , gadis ini masih bertanya tanya soalku. Dan aku tak bisa menghindar dari wajahnya yang terpancar indah itu. Hatiku tiba tiba saja merasakan perbedaan detak tempo jantung. Ini dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Oh Tuhan… apa inikah First Love?

Flashback end

Aku tersenyum mengingat awal pertemuanku dengan hyejung, tak manis dan juga tak berkesan tapi menurutku itu adalah pertemuan yang tak bisa kulupakan. Diguyur hujan, melihat senyumnya untuk pertama kalinya dan juga bercerita dengannya. Eoh padahal itu awal pertemuan tapi dia sudah mengakrabkan diri denganku. Aku yakin siapa saja betah dan akan cocok berteman dengannya.

Sejak pertemuan dihalte saat hujan itu aku menjadi dekat dengannya, awalnya aku bodoh karena tak tau namanya. Aku baru mengetahui marga dan juga panggilannya saat aku mengembalikan tas miliknya yang kupinjam dan itu setelah berselang satu mingu karena kami beda jurusan dikampus. Kim Hyejung, dialah cinta pada pandangan pertamaku , kurasa.

Setiap harinya aku sengaja duduk dihalte bus menunggunya dan itu tak pernah sia sia, jika hujan kami akan berteduh  menunggu hujan reda. Aku bukan namja yang pandai membuat topik pembicaraan jadis kadang setiap bersama pasti Hyejung dulu yang selalu memulai obrolan.

“bagaimana caranya membuatmu terus berada disisiku?”

aku mengasihani diriku sendiri yang tak pernah pandai dalam urusan percintaan. Aku sungguh tak bisa menolong diriku  yang tersiksa karena memendam rasa suka terlalu lama.

Yang kulakukan saat ini adalah membuka tas  dan mengeluarkan beberapa lembar kertas. Disana terdapat notasi notasi lagu buatannya  yang sangat spesial.

“sedikit lagi akan kuselesaikan. Dan kurahap ia menyukainya”

TBC

*

*

 

Terimakasih sekali bagi readers yang sudah mempir baca.^^

Singkat bgt ya?

Memang author sengaja karena ini hanya sebuah flashback aja.^^

 

 

See you in Chapter 2 End.

Cn49pdMUIAAStJ9

aeri-ya… buing buingg…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s