[Author Tetap] I am Number Nine

BN9mXEN4Ds

I am Number Nine

Author        : mardikaa_94

Cast            : Oh Sehun, OC, and others

Genre                   : fantasy, action(?)

Length        : oneshot

Rating         : PG 15

Bajingan.

Sehun berteriak dalam hati, susah sekali untuk mengontrol emosinya akhir-akhir ini, dia mencoba untuk bersikap santai saat mereka—bajingan jelek dengan senyum miringnya yang membuat Sehun muak—mengganggu pacarnya, Son Minsoo.

“mau apa lagi?” matanya memicing, jika Minsoo tidak menahannya sekarang, bisa dipastikan bibir manusia di depannya ini robek dan berdarah.

“hanya ingin mengajak pacarmu kencan.”

“brengsek.”

Sehun kepalkan tangannya, bahkan wajahnya merah sampai urat lehernya tercetak jelas, dia bersumpah akan membunuh lelaki itu secepatnya.

Angin besar menerpa mereka, tapi entah kenapa hanya Sehun yang tidak merasakannya, Minsoo meringis saat dirasa angin besar itu menerpa wajahnya dengan kasar.

“Sehun, sebaiknya kita masuk ke dalam.”

Sehun diam, emosinya sudah sampai di ubun-ubun, sedangkan lelaki itu sudah melindungi wajahnya dengan tangan dan mengerang kesakitan.

Mati.

“hentikan!” Jung Ssaem disana, dengan wajah merah dan tangan menggenggam rotan.

“Oh Sehun, Kang Dae Gu, ke ruangan saya, sekarang!”

Sehun pulang bersama kakak laki-lakinya, Oh Yoogeun. Mereka terdiam beberapa saat. Sehun sibuk dengan ponsel dan kakaknya focus menyetir.

“masih sulit?”

Sehun mengangguk pelan, matanya masih focus pada layar ponselnya.

“cobalah untuk terus berlatih, dan coba lacak mereka.”

“aku merasa salah satunya ada di dekat sini.”

Yoogeun tersenyum, lalu menancap gasnya lebih cepat.

Sehun merupakan seorang Whirlwinds, pengendali angin lebih tepatnya, dia sudah mengetahui itu sejak berumur lima, tepat saat Yoogeun memberitahu bahwa orang tua mereka meninggal karena melawan Cronic.

“ini bukan jalan pulang.”

“memang.”

Yoogeun berhenti tepat di depan rumah tua dengan kayu yang sudah agak bobrok, lalu mengajak Sehun untuk mengikutinya.

Tapi Sehun berkata tidak.

“kenapa?”

“kau mau apa di sini?”

“hanya ingin melihat-lihat. Ini akan bagus jika kita perbaiki dan kita buat sebagai semacam camp. Iya, kan?”

“tidak, aku tidak ingin.”

“oh, ayolah Sehun, kau takut hantu?”

Tidak. Bukan hantu.

Tapi sesuatu yang lebih menakutkan.

Entah apa, tapi Sehun bisa merasakannya.

“baiklah, aku ikut.”

Yoogeun membuka pintu biru kusam di depannya secara perlahan, rumah itu gelap, kosong, dan bau. Lalu dengan secercah(?) cahaya malam, Sehun melihat Yoogeun di sana. Di dalam rumah tua dengan tangan tergantung di atas dan darah di sekujur wajahnya.

“mmmm! Mm!”

“Yoogeun?”

BLAM!

“kau tahu? susah sekali untuk menemukan kalian.”

Sial.

Sehun berbalik, menatap sosok besar-jelek di hadapannya.

“kau?”

“aku Cronic. Kau pasti tahu kan?”

“aku sangat berterimakasih atas info yang kau beritahu tadi.”

“info?”

“ya. Seekor kutu yang kau ceritakan tadi. Aku bisa membunuhnya sesuka hatiku. Jika kau menolak untuk mati di hadapanku.”

Minsoo. Pasti Minsoo.

“jangan ganggu dia, brengsek!”

“woah, woah, santai saja, Sehun.”

Makhluk itu menyeringai menjijikan, lalu tangannya mengibas angin.

“mmmmmmh.”

Yoogeun mengerang disana, satu silatan besar terlihat jelas di balik kaus birunya. Darahnya mengalir deras dan makhluk itu tertawa puas.

“mudah, bukan? Jika kau tidak ingin pacarmu mati,”

Lagi, Yoogeun mengerang kesakitan, membuat Sehun mati-matian menahan emosinya.

“kakakmu yang akan mati.”

“bunuh aku saja, brengsek! Jangan—jangan mereka.”

Sehun menangis dalam diam, jantungnya memacu dan matanya mulai merah.

“oh, tidak akan. Karena kau akan bagus untuk jadi pelayan utama-ku.”

“brengsek!”

Sehun kepalkan tangannya, meninju dengan keras wajah makhluk menjijikan di depannya, dia sudah tak tahan. Dia akan membunuh makhluk itu sendiri.

Angin besar mengisi rumah itu. Sang makhluk menjijikan sedikit mengerang saat anginnya mengiris sedikit demi sedikit permukaan wajahnya.

“hanya itu kemampuanmu, bocah?”

Makhluk itu mengeluarkan senjata(?)nya, lalu dengan cepat menembakkannya tepat ke dada Sehun. Sehun menghindar, tapi tak lama dia sadar sesuatu.

Kakaknya ada di belakang.

“Yoogeun!”

Yoogeun hancur berkeping-keping, bahkan satu saja bagian tubuhnya sudah tak terlihat. Dan Sehun bersumpah akan membalaskan dendam kakaknya.

“mati kau, sialan!”

DUUUAR!

Anginnya hilang, Sehun tumbang.

“kau tidak ada apa-apanya, bocah. Kau tahu itu, kan?”

“kau—su—dah—membunuh—Yoogeun.”

“dan kau se—.”

DUUAR!

Rumah itu hancur sebagian, terbakar, dan meledak.

“nomor enam. Api.”

TBC or END nih gaes?

 

 

2 thoughts on “[Author Tetap] I am Number Nine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s