[Author Tetap] Our Dream


Cast: Park Chanyeol, Kang Cheonsa

Genre: Fluff, romance

Rate: PG-13

DISC: THIS IS MY IMAGINATION! NO COPAS OR PLAGIAT!

Summary:

Kalian tau rasanya memimpikan hal berharga dalam hidupmu?

Sesungguhnya, itu menyakitkan.

karena mimpi tidak selalu menjadi kenyataan dan kau adalah ketidak-mungkinan yang menjadi mungkin dan nyata.

.

.

.

Cheonsa pov*

Aku berjalan menyusuri koridor kosong. Hening dan menenangkan, seorang laki-laki, bukan! Seorang pangeran lebih tepatnya berdiri di ujung koridor.

Dirinya terlalu sibuk menatapku hingga aku tersipu. Wajahnya sangatlah tampan dan hal itu membuatku terpana. Aku mengenalnya, aku sangat mengenalnya.

“You are my prince and.. my day dream.”

Aku berlari menuju dirinya dan dengan canggung berhadapan dengannya.

“Cheonsa, bangunlah!” Terdengar bisikkan yang nyata mengelilingiku.

Mataku mulai tertutup dan terbuka lagi namun segalanya telah lenyap. Dirinya tak ada disana dan diriku hanya bisa terdiam mengingat siapa dirinya.

“Apa semalam kamu tidur?” Aku menetralkan sinar yang memasukki retinaku.

“Tentu.” Balasku seraya merenggangkan otot-ototku.

“Kau terlihat sering tertidur akhir-akhir ini. Benarkah kau tidur saat malam hari?” Jika bisa jujur, bahkan akhir-akhir ini aku tertidur saat sore hari dan siang hari.

“Ya. Aku hanya sedang memimpikkan mimpi yang terlupakan.” Saemi tertawa kecil seraya menepuk bahuku.

“Jangan terlalu banyak bermimpi! Tidur terlalu banyak tidaklah baik bagi tubuhmu.” Aku tau itu dengan baik namun mengingat aku akan bermimpi membuat tubuhku selalu ingin tertidur walaupun ketika aku bangun, aku selalu lupa atas mimpiku.

“Baiklah..”

pov end*

Chanyeol pov*

“Cheonsa, kau sangat cantik hari ini.” Ujarku menatap dirinya, gadis yang selalu ada dalam mimpiku.

“Aku senang bisa melihatmu.” Ujarnya tersenyum manis.

“Ayo kita berkeliling taman. Aku akan membelikanmu es krim.” Kami mulai berjalan menyusuri taman entah dimana.

Cheonsa sangatlah cantik, begitu pula hatinya yang baik hati. Aku selalu terpanah oleh dirinya namun lucunya, setiap aku bertemu dengannya, dia tak pernah mengingat diriku.

“Kenapa kau selalu melupakanku?” Cheonsa seakan tertegun dan bingung.

“Benarkah? Apa kita pernah bertemu?” Kuhela nafas berat dan mengangguk kecil.

“Lupakan.. ayo kita beli es krim disana.” Kugenggam tangan kecilnya lembut membuat dirinya tersipu.

“Ini.” Ujarku memberikan es krim rasa vanilla kesukaannya.

“Terimakasih.” Cheonsa tersenyum dan menjilati es krimnya.

“Ada suatu hal yang ingin kukatakan.” Aku tidak merasa gugup dan takut untuk mengatakannya. Hal ini sudah sering kulakukan.

“Aku mencintaimu.. bagaimana perasaanmu padaku?” Cheonsa mengerjapkan matanya lucu seakan dirinya sedang kebingungan.

“K-kau baik..”

“Aku membutuhkan lebih dari itu.” Cheonsa menatapku dengan gugup dan ekspresinya sangat manis dan lugu.

“Aku juga menyukaimu, Park Chanyeol.” Senyumku mengembang mendengar jawabannya walaupun ini bukanlah jawaban pertamanya.

Seandainya dirimu nyata.. aku tidak akan pernah melepaskanmu. Kau selalu membuatku lupa bahwa aku sedang bermimpi dan itu menyakitkan bahwa mimpi ini hanyalah milik diriku seorang tanpa dirimu sesungguhnya.

Suara aneh mulai terdengar, membuatku harus melepaskan tangannya dan terbangun dengan enggan.

Aku menginginkan dirinya berada disisiku..
Bukan hanya sebuah mimpi yang hadir sejak beberapa bulan terakhir ini.
“Jika saja kita bisa bertemu.. sayangnya kau hanyalah sebuah khayalan dalam mimpiku.” Aku tersenyum pahit dan memulai hari baruku.

pov end*

Author pov*

“Perkenalkan, ini adalah murid baru pindahan dari Busan.” Chanyeol membungkuk dan tersenyum.

“Hai, aku Park Chanyeol senang berkenalan dengan kalian.” Senyum Chanyeol terhenti saat matanya menangkap sesosok perempuan yang tidak asing baginya.

“Kau bisa duduk di sebelah Cheonsa.” Cheonsa hanya menatapnya seolah tidak terjadi apapun. Wajahnya sungguh polos dan lugu, mengingatkannya akan mimpi bersama Cheonsa.

Perempuan yang entah bagaimana berada di hadapannya. Apa ia bermimpi? Chanyeol mencubit dan memukul pipinya namun dirinya kesakitan. Chanyeol menatap gadis disebelahnya terpana disaat gadis-gadis lainnya-lah yang terpana oleh Chanyeol.

“Hai.” Chanyeol mencoba menarik perhatian Cheonsa.

“Hai.” Cheonsa tersenyum malu-malu menatap Chanyeol.

Cheonsa tidak merasa gugup bersama Chanyeol. Entah jiwa maupun raganya, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran Chanyeol. Lain dengan Chanyeol yang semakin gugup saat melihat senyum manis Cheonsa.

“Aku Park Chanyeol, ehmm.. apakah kita pernah bertemu?” Cheonsa mengerenyit dan berfikir sejenak.

“Kurasa tidak..” Cheonsa kembali memperhatikan guru sedangkan Chanyeol hanya mengangguk.

‘Yah, tidak mungkin kau adalah Cheonsaku.’ Batin Chanyeol menepis fikiran aneh itu.

***

“Cheonsa!” Teriak Chanyeol menghampiri Cheonsa yang duduk sendirian.

“Siapa kau?” Tanya Cheonsa bingung.

“Aku Chanyeol..” Lirih Chanyeol menatap Cheonsa yang tidak mengenali dirinya.

“Maaf, aku tak mengenalimu.” Ujarnya lalu tersenyum dan kembali menatap danau dihadapannya.

“Baiklah, ayo kita berkenalan lagi. Mungkin ini ke 1000 kalinya dalam mimpiku namun tak apa. Aku terlalu menyukai dirimu.” Cheonsa menatap Chanyeol tersipu dengan kata-katanya.

“Baiklah.” Chanyeol tersenyum dan menatap danau dihadapan mereka.

“Kau tidak mengenaliku? Aku Chanyeol.. tidak-kah kau mengingat mimpimu bersama laki-laki tampan?” Cheonsa menatap Chanyeol dan mulai mengingat mimpinya dengan her prince.

“Bagaimana kau mengetahuinya?” Tanya Cheonsa membuat Chanyeol tersenyum senang mengetahui Cheonsa mengingatnya.

“Aku adalah laki-laki itu! Kau selalu melupakan wajahku.” Cheonsa tak begitu percaya namun mengingat tingkah laku Chanyeol dan mimpinya, ia tak ragu bahwa Chanyeol adalah pangeran dalam mimpinya.

“Chanyeol…”

“CHEONSA! CHANYEOL! BANGUN! Kalian harus dihukum! Terutama kamu Chanyeol! Baru saja masuk tapi sudah tidur di kelas!” Pak Seon berteriak membangunkan Chanyeol dan Cheonsa yang terbangun dari mimpi.

Cheonsa dan Chanyeol saling menatap dan mengingat mimpi mereka. Cheonsa tidak melupakan mimpinya namun mengingat kata Chanyeol tanpa mengingat wajah.

“Maaf pak..” Lirih Chanyeol lalu bangkit dari tempat duduknya dan bersama Cheonsa.

Mereka ber2 dihukum berdiri di luar hingga pelajaran selesai, membuat Cheonsa dan Chanyeol memiliki waktu bersama.

“Mengenai tadi..” Lirih Cheonsa memulai percakapan.

“Kau bertanya apakah kita pernah bertemu.. apakah kita pernah bertemu?” Bukan menjawab, Cheonsa juga sekarang balik bertanya.

Wajahnya memerah saat Chanyeol membalas tatapannya yang memperhatikan Chanyeol. Chanyeol tersenyum melihat wajah tersipu Cheonsa.

“Entahlah, kau mirip seseorang yang kukenal. Bisa saja kau hanya melupakanku.” Ya, bisa saja..

“Kita lihat nanti, sekarang kita berteman dulu, bagaimana?” Cheonsa mulai berfikir dan mengingat nama Chanyeol yang ia mimpikan membuat dirinya tanpa sadar mengangguk.

Aneh? Tidak. Mereka semakin dekat dan segalanya menjadi jelas. Ini bukanlah kisah sedih lainnya. Mereka nyata namun kenangan mereka tak nyata. Itulah mengapa mereka mewujudkannya sekarang.

“Cheonsa! Datanglah ke taman belakang nanti!” Teriak Chanyeol yang diangguki Cheonsa dengan senyum.

Cheonsa yakin akan sesuatu yang sebenarnya tidak bisa ia percayai. Dirinya terlalu sering memimpikkan bahwa Chanyeol adalah pangeran dalam mimpinya dari dulu. Namun, bukankah itu hal aneh jika benar terjadi?

***

“Chan!” Panggil Cheonsa yang duduk di bangku dengan sebuah es krim.

Chanyeol mendekati Cheonsa dan tersenyum menatapnya. Entah mengapa hari ini Cheonsa terlihat manis dengan pita kecil menghiasi rambutnya.

“Kau terlihat cantik hari ini.” Cheonsa tersipu mendengarnya.

“Apa yang ingin kau katakan?” Tanya Cheonsa mengingatkan Chanyeol.

“Aku.. aku menyukaimu.. bagaimana denganmu?” Cheonsa terdiam seakan telah mengalami deja vu.

“Aku.. entahlah..” Cheonsa tak yakin..

“Kau tau, aku selalu lupa dengan wajah seseorang dalam mimpiku. Dia mirip sekali denganmu walaupun aku tak mengingat wajahnya. Kau selalu mengingatkanku akan dirinya.” Chanyeol tertegun mendengar hal itu dan membiarkan Cheonsa melanjutkan kalimatnya.

“Bahkan akhir-akhir ini aku selalu memimpikanmu..” Lirih Cheonsa malu untuk mengatakannya.

Chanyeol mendekatkan dirinya dan menggenggam tangan Cheonsa erat. Dirinya tersenyum seraya merasakan tangan Cheonsa yang hangat.

“Aku tau.. kau adalah Cheonsa. Aku juga memimpikanmu dan aku selalu mengatakan aku mencintaimu dalam mimpi. Aku tak ingin kita berhubungan lewat mimpi lagi. Aku ingin kita didunia nyata ini. Bersama, mencintai dan mengingat tanpa lupa sedikitpun dengan apa yang kita lakukan.” Mereka terdiam memandang 1 sama lain.

“Jadi, bagaimana perasaanmu padaku?” Tanya Chanyeol yang disenyumi Cheonsa.

“Kau sudah mengetahuinya. Aku pernah melakukan hal ini dalam mimpi dan kau mengetahui jawabannya.” Chanyeol tersenyum dan mengecup bibir manis Cheonsa.

“Aku tau, aku mengingat semua mimpi kita.” Bisik Chanyeol lalu memeluk Cheonsa yang tersenyum.

“Tentu, aku selalu melupakan nama dan wajah jelekmu namun tidak melupakan kenangan kita. Kecuali saat aku ingin terbangun dan kau menyatakan cinta.” Cheonsa dan Chanyeol tertawa kecil seraya mengeratkan pelukan 1 sama lain.

“Aku tau..” Lirih Chanyeol dengan senyum manisnya.

The End

.

.

.

Jangan lupa Like dan Comment ya! Thx yang udah baca hehe. ff ini pernah di post di blog saya, secret.wordpress.com

♡♡

2 thoughts on “[Author Tetap] Our Dream

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s