[Special Chen’s Day} If One Day We Meet Again

chen-birthday-projectq

Cast : Kim Jong Dae // Jung Hyena.

Genre : Sad, Angst, Romance?

Leght : OneShoot.

Rating : 17+

Author Note : Murni karya autor ByunPelvis^^. Maaf, masih banyak typo bertebaran.

*

Special Chen’s Day.

by Ella ByunPelvis.

“밤하늘 저 별자리를 따라가면”

“Suatu hari kita akan bertemu lagi”

*

Jarum jam semakin menambah lajunya. Menit-menit yang terus berlalu membuat waktu terasa sangat cepat. Seterusnya waktu akan memakan malam yang semakin dingin itu. Dua insan masih betah duduk di atap gedung apartement untuk memandang indahnya langit bertabur bintang di atas sana.

“Jadi apa kau akan tetap pergi?”

Suara lembut memecah keheningan yang sudah terjadi hampir setengah jam. Si wanita menolehkan wajah pada pria yang juga duduk manis tepat disampingnya. Bukan sahutan yang ia dengar , melainkan anggukan yang membuat hatinya miris. Moodnya tiba-tiba saja menjadi buruk dan ia tak mau terus mengungkit perihal pria di sampingnya.

“Tidak bisakah kau tetap tinggal? Menemaniku didunia yang kejam ini?” . Airmatanya mulai tak terbendung, sebisa mungkin ia menahan isakannya.

“Maafkan aku, Hyena-ya. Aku harus mengambil beasiswa Hevard”

Si pria tahu baimana perasaan gadis yang selalu menemaninya hampir setengah dari hidupnya. Jika bisa memilih ia ingin tinggal dan selalu disisi Jung Hyena.

“Eum, aku mengerti. Jadi ini malam terakhir aku bersamamu Jong Dae-ya?”

Pria itu lagi-lagi menjawabnya dengan menggeleng. Hyena merengut, rasanya ia ingin mendengar jawaban pasti dari Jong Dae.

“Aku mohon jangan terlalu bersedih karna kepergianku.” Perintah Jong Dae membuat Hyena menunduk. Suara isakan pilu itu membuat hati serasa tersayat, Jong Dae tak pernah ingin Hyena Terluka dalam bentuk apapun. Dengan sigap pria itu meminjamkan bahunya, menepuk punggung gadis disampingnya agar merasa lebih tenang.

“Aku pergi meninggalkanmu tak selamanya. Jangan menangis seolah aku akan mati.” Ucap Jong Dae masih merengkuh Hyena dalam dekapannya.

“Berhenti berbicara seperti itu. Kau mebuatku takut.”

“Kalau begitu berhentilah membuang air matamu.”

Hyena mengangkat wajahnya untuk menatap mata Jongdae, ia sangat sedih tak akan bisa melihat tatapan hangat itu lagi. Jong Dae sudah seperti lenteranya saat ia merasa sendiri dalam kegelapan. Pria itu sudah mewarnai hidupnya yang kusam.

Jong Dae tersenyum sangat manis, menunjukan bentuk bibirnya yang sangat unik.

“Bisakah kau menjawab pertanyaanku sebelum pergi?”

Jong Dae terdiam beberapa saat, pria itu seolah tau apa yang akan dikatakan oleh Jung Hyena. Pasti sesuatu yang sangat sering didengarnya.

“Ya, katakan saja!”

Hyena melepas tangan Jong Dae yang ada di bahunya. Tangannya terangkat untuk menggapai pipi tirus milik Jong Dae.

“Kita sudah lama menjadi teman. Kau selalu menemaniku kala aku sendiri. Kau menghiburku saat aku sedih. Mungkin perasaan ini salah bagimu. Aku mencintaimu Jong Dae-ya. Bisakah kau membalas perasaanku?” Ucap Hyena dengan akhir kata yang terdengar lirih.

Benar, dugaan Jong Dae sangat tepat. Ini sudah sekian kali pria itu mendengarnya. Jong Dae sangat takut untuk menjawab, ia sangat takut jawabannya lagi-lagi menyakiti Hyena.

Pria itu menghembuskan nafasnya dengan berat, tangan hangat Hyera digenggamnya.

“Sekali lagi maafkan aku Hyena-ya. Kita memang selalu bersama selama ini dan aku tak bisa jauh darimu. Tapi kau salah mengartikan semua perhatianku. A-aku….”

“Jadi kau benar-benar menganggap hubungan kita hanya sahabat?”

“Eum, seperti itulah.”

Hyena melepas tangan Jong Dae dan mendur dua langkah, harapannya untuk menjadi seseorang yang spesial dihati Jong Dae pupus sudah. Berpuluh-puluh kali ia menyatakan perasaan suka pada Jongdae, tapi jawaban yang ia dapat selalu saja sama, yaitu penolakan.

Hyena tak tau mengapa Jong Dae bersikap seolah tak bisa kehilangannya. Jong Dae selalu marah jika ia dekat dengan pria lain.Pria itu selalu mengatur ini itu tentang apa yang akan dilakukannya. Bahkan jika ia sakit Jong Dae selalu merawatnya, menjaganya sepanjang malam tanpa lelah. Lalu apa sebenarnya arti sikap itu? .

“Aku sangat bodoh. Benar bukan?”

“Tidak Hyena-ya.”

Hyena kembali mundur saat Jong Dae mendekat. Bahkan sekarang gerimis mulai turun membasahi permukaan bumi, seolah tau betul bagaimana suasana hatinya.

“Aku bodoh terus menumbuhkan perasaan ini. Aku tau kau tak pernah menyukaiku. Aku ini hanya sahabat yang memiliki hidup menyedihkan. Kim Jong Dae, kau hanya kasihan padaku kan? Aku…hikss… maafkan aku”

“Jung Hyena.”

Jong Dae berusaha menggapai Hyena yang terus saja menjauh. Sampai kini pembatas balkon membuat gadis itu berhenti, Jong Dae menahan langkahnya.

” Baiklah. Pergi saja! Biarkan aku menjalani hidup ini sendiri seperti dulu. Aku tak akan menahanmu lagi. Lupakan semua perasaanku padamu Jong Dae-ya.”

“Apa maksudmu? Kau minta aku untuk melupakanmu? Jangan gila.” Jong Dae bahkan berbicara dengan nada tinggi. Pria itu tak suka dengan permintaan Hyena.

“Untuk apa kau peduli pada sahabatmu yang malang ini?. Aku bukanlah seseorang yang spesial dalam hatimu. Kau hanya mencintai mantan kekasihmu si Kim Taeyon kan? Selamanya akan seperti itu.”

“Jangan mengungkit gadis itu. Aku sama sekali tak mencintainya.”

Hyena tertawa miris, tangannya semakin erat mencekal pembatas balkon. Rasanya ia ingin terjun dari sana, tapi jiwanya itu tentu masih waras. Hyena bukanlah orang dengan kadar otak yang rendah, ia masih bisa berfikir jernih untuk melanjutkan hidupnya yang menyedihkan.

” Aku tak akan menanyakan kapan kau kembali. Aku akan melanjutkan hidupku seperti dulu. Walau hanya seorang diri.”

“Berhenti bicara seolah kita akan berpisah selamanya. Kau tak akan sendiri. Sudah kukatakan ak-“

“Kau mau yang terbaik untukku kan? Kalau begitu jangan pernah kembali! Jangan muncul di hadapanku untuk memberi harapan kosong.”

Jong Dae mematung, tak pernah disangka akhirnya akan sperti ini. Memang benar ia sangat possesif pada Hyena selama ini. Ia ingin melindungi Hyena , ia ingin Hyena selalu bahagia, ia tak suka Hyera dekat dengan pria lain.

Mendengar bagaimana keputusan Hyena malam ini tiba-tiba hatinya berubah. Hatinya sakit saat mendengar Hyena memutuskan akan melupakan perasaan padanya.

“selamat tinggal Jong Dae-ya. Maaf karena mencintaimu. Persahabatan ini hancur gara-gara perasaan bohoh ini. “

Setelah mengatakan itu Hyena meninggalkan Jong Dae. Pria itu menyentuh dada kirinya yang terasa sangat sesak. Entah mengapa kata-kata Hyena seperti membunuhnya hidup-hidup

Dengan langkah tergesa Hyena menuruni anak tangga, kakinya lemas hingga ia hampir tersungkur. Kakinya dengan cepat menulusuri koridor untuk mencapai apartement tempat tinggalnya.

Gadis itu tergesa-gesa memasukan digit angka pada pasword pintu setelah sampai. Hyena berfikir lagi, kini ia malah mengganti pasword apartementnya. Tujuannya adalah agar Jong Dae tak bisa menerobos masuk, ia benar-benar ingin sendiri.

‘tut’

Pintu terbuka, Hyena masuk dan langsung menutupnya. Tubuhnya merosot disana, ia memeluk kedua kakinya dan kembali terisak. Kini hidupnya akan kembali seperti dulu. Semua hal akan ia hadapi seorang diri seperti dulu.

“Lebih baik aku tak pernah mengenalmu Kim Jong Dae. Kau membuatku mencintaimu tapi kau tak mau menerima perasaanku. Aku lelah mencintaimu. Maafkan keegoisanku.”

.

Disisi lain Jong Dae sudah berdiri didepan pintu apartement Hyena . Namja itu menagis karena menyesal.

“Maafkan aku Hyena. Sungguh maafkan aku”

Jong Dae berusaha membuka pintu apartement gadis itu tapi gagal.

Jong Dae terlalu bodoh, disaat Hyena bersumpah untuk menghapus perasaan suka padanya ia merasa sangat kehilangan.

“Aku akan kembali dan melihat apakah kau masih mencintaiku. Jangan lupakan perasaanmu yang sebenarnya, aku janji akan selalu di sampingmu saat aku kembali. Kumohon jangan hapus perasaanmu sampai aku datang lagi”

Jong Dae masih disana, berdiri tegap didepan pintu. Berharap gadis didalam sana mendengar kata-katanya. Tangannya merogoh saku jaket untuk mengambil sesuatu yang ada disana.

sebuah kalung dengan liontin separuh sayap. Benda itu adalah pemberian Hyena untuk hadiah ulang tahunnya. Jong Dae menggenggam kalung itu dengan perasaan yang teramat sakit . Ia merasa sangat jahat.

Masih teringat siang tadi Hyena memberikan kado itu dengan wajah bahagia.  Kalung itu dimaknai oleh Hyena sebagai tanda persahabatan. Separuh sayap untuknya, dan separuhnya lagi milik Hyena.

Hyena berharap Jong Dae akan selalu melindunginya seperti seorang malaikat. Jong Dae terlanjur janji, tapi malam ini ia malah mengingkarinya.

“Maaf aku harus tetap pergi. Tak apa jika kau mengabaikanku,membenciku,atau melupakanku. Aku akan menunggu sampai kau ingat diriku lagi.”

‘Aku akan menjawab perasaanmu jika kita bertemu lagi’

END

Dear Kim Jong Dae : Saengil Chuka Hamnida uri Duck ^^. We always suport and Love You.

akan ada sequelnya nanti^^.

see you next strory…

3 thoughts on “[Special Chen’s Day} If One Day We Meet Again

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s