[Author Tetap] EXO’s Drabble Series – Chanyeol

f0cjvy9wd2

mardikaa94 | blank. | Park Chanyeol, OC | general | school life, hurt, sad

Jika kamu mencintainya, itu tak apa. Karena tidak semua cinta harus memiliki.

~000~

Sudah setahun kami bersahabat, sudah setahun kami membolos untuk menonton konser band jalanan, sudah setahun aku mengenal dirinya, dan sudah setahun aku jatuh cinta padanya.

Awal mulanya, kami hanyalah anak ingusan yang telat masuk pada saat masa orientasi. Sehingga dihukum berdiri di lapangan dengan kaki kiri diangkat dan tangan memegang telinga. Memakai seragam SMP dengan ikatan sejumlah dengan tanggal lahir di rambut untuk anak perempuan dan di baju putih untuk anak lelaki. Panasnya terik matahari, membuat kepalaku berdenyut tak henti-henti. Karena saking sibuknya mempersiapkan alat-alat untuk hari pertama orientasi, aku tidak makan malam dan pagi, yang membuatku limblung di bawah sinar matahari.

Entah Neptunus atau keberuntungan lain yang datang menghampiri, dengan baik hati dia memberikan sepotong roti dan sedikit air mineralnya, membuat pusingku hilang seketika, tak sadar bahwa pertemuan pertama kami, akan menjadi sangat istimewa.

Saat hari orientasi akan berakhir, semua ekstrakulikuler di SMA baruku mengadakan demo besar-besaran, memperkenalkan bahwa ekskul mereka, layak untuk kami ikuti.

Ajaibnya, kami berada di kelas, ekskul, dan meja yang sama.

Saat hari pertama dimulai, aku gugup bukan main. Pasalnya, aku bukanlah seorang remaja gaul yang mudah beradaptasi dan mendapat banyak teman dalam hitungan hari. Bukan seorang remaja supel yang active dalam hal apapun. Bukan seorang remaja penuh semangat dan selalu menebar senyum kapan saja.

Intinya, aku tidak mudah bergaul dengan lingkungan baru.

Disaat semua meja penuh dan kepalaku sibuk berputar memilah meja mana yang kosong, mataku terhenti padanya, yang sedang melambai sambil menunjukkan sederet giginya yang putih. Menunjuk salah satu meja yang tepat berada disampingnya.

“ayo duduk disini bersamaku.”

Sejak hari itu, kami selalu bersama. Mengerjakan tugas sehabis sekolah di taman atau perpustakaan kota, membeli eskrim dan naik ayunan kayu bersama-sama, berbagi cerita sampai matahari menenggelamkan dirinya, lomba lari sampai minimarket terdekat untuk menentukan siapa yang membeli payung saat kami kehujanan, dan tidak sengaja berciuman saat bis umum berhenti tiba-tiba.

Itu adalah ciuman pertamaku, yang kulakukan bersama cinta pertamaku.

Iya, dia tidak pernah tahu bahwa aku sudah jatuh dalam pesonanya. Jatuh dalam karismanya. Jatuh dalam tatapannya yang sendu. Jatuh dalam senyumnya yang sehangat coklat panas buatan ibu. Jatuh dalam ketampanannya saat bola basket itu masuk ke dalam ring. Jatuh dalam segala hal yang berhubungan dengannya.

Dengan Park Chanyeol.

Mungkin aku terlalu bodoh karena terus memendam perasaan ini, mungkin aku terlalu bodoh karena hanya bisa tersenyum saat dia melakukan sesuatu yang membuat jantungku berdebar, mungkin aku terlalu bodoh karena tidak mengatakannya.

Tapi aku melakukan ini, karena aku tahu, dia menyukai orang lain. Bukan aku.

Jadi aku cukup tahu diri, memendam sendiri dan bersikap seolah-olah aku adalah seorang sahabat yang selalu mendukungnya untuk mendapatkan cintanya. Mengorbankan hatiku yang sakit saat tahu mereka sudah berpacaran.

Tapi tak apa, kami masih menjadi sahabat, masih bisa berbagi cerita dan rahasia. Sampai hari itu tiba, disaat kami sedang menikmati eskrim coklat dibawah pohon dekat taman belakang sekolah.

“kapan kamu punya pacar?”

“aku tidak berminat punya pacar.”

“kenapa?”

“aku tidak sepertimu.”

“cih, bilang saja tidak ada yang menyukaimu.”

“memang. Orang yang kusuka menyukai orang lain.”

“oh ya, bagaimana rasanya?”

“sakit, sakit sekali sampai aku sulit bernapas.”

“siapa?”

“kamu, Chanyeol.”

END

maafkan saya yang jarang publish cerita, karena ada beberapa kendala; laptop rusak, sinyal jelek, UTS, TO, dan omelan ibu yang nyuruh saya belajar😦

untuk selanjutnya, saya usahakan yang terbaik.

terimakasih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s