PETRICHOR [4]

Featured Image -- 40463

Gadis yang mengirim pesan dan foto pada itu adalah teman sekolahnya, Hyerim tidak terlalu mengenal gadis itu.Hanya saja dulu dia sangat ingin mendekati Dyo, itulah kenapa selalu ada kiriman kue kerumah Dyo. Hyerim langsung bangkit dan bersemangat meng’iya’kan ajakan Nana.

“Kenapa tiba-tiba…?” Nana bengong terkejut melihat ekspresi Hyerim

“A…aku hanya ingin melihat Sehun, kapan mereka akan datang?” celetuk Hyerim berbohong

“Masih besok” Nana masih terkejut dengan ekspresi Hyerim yang tiba-tiba

“Aku tahu, besok kita akan pergi” kata Hyerim sangat bersemangat

Flash Back Senior High School “Gadis Aneh”

Hyerim dan Dyo terus melamun sambil melihat keluar jendela kaca. Sesekali mereka bercanda dan membicarakan sesuatu yang lucu. Saat hujan benar-benar turun, mereka akan membuka jendela dan mencium bau hujan (Petrichor) bersama.

“Ddodo ah~ apa kau punya impian?” tanya Hyerim membuka pembicaraan kembali setelah beberapa menit terdiam

“Tentu saja, kau sudah tahu bakatku aku pikir kau tahu impianku” Dyo berusaha memberikan teka-teki pada Hyerim

“Penyanyi? Baiklah jika itu yang kau inginkan, bisakah kau menyanyikan sebuah lagu untukku?”

“1 lagu 10.000 won”

“Yya~ …”

Dyo tertawa lepas karena berhasil menggoda Hyerim.

Tiba-tiba mereka mendengar sesuatu seperti benda yang terjatuh di depan ruang kelas. Padahal saat itu hampir semua anak sudah pulang. Mereka mencoba melihat ke depan dan menemukan seorang gadis tersungkur di lantai, dia merintih kesakitan sambil memegang kakinya. Itu Park Ji Min, dan disebelahnya ada sebuah pot bunga yang sudah pecah. Pot bunga itu hasil kerja kelompok Hyerim dan Dyo setahun lalu.

“Kau baik-baik saja?” langsung menghampiri Jimin dan membantunya berdiri.

“aah~ tolong pelan-pelan”

“Ayo aku akan menuntunmu ke klinik” sebelum pergi bersama Jimin, Dyo melihat Hyerim

“Hyerim~ apa kau akan diam saja melihat orang lain yang membutuhkan bantuan?”

Hyerim hanya masih bingung harus bagaimana, karena akhir-akhir ini dia sering melihat Jimin sedang memperhatikannya dan Dyo.Dengan sedikit menahan perasaan marahnya, Hyerim menghampiri Jimin dan Dyo dengan paksa melepas tangan Jimin yang sudah melingkar di pundak Dyo.

“Yya~ Hyerim~ apa yang kau lakukan?” Dyo terkejut melihat sikap Hyerim

“Dia baik-baik saja, dia bisa berjalan, kau tidak perlu membantunya” tatapan Hyerim sangat kosong

“Kau kenapa? Kau tidak melihat kakinya terluka?” Dyo menaikkan nada bicaranya

Yya~ Hyun Shik~ bisakah kau membantunya ke klinik?” saat itu Hyerim melihat seorang temannya yang lewat tepat disamping mereka, tanpa basa-basi Hyerim langsung menghentikannya dan memintanya membantu Jimin ke klinik.

Dan Hyunshik menolaknya, lantaran tidak mengenal Jimin. Hyerim marah karena Jimin menghancurkan tanaman cangkokannya dan akhir-akhir ini dia sering muncul di depan Dyo. Hyerim bahkan langsung pergi tanpa memperhatikan Dyo yang kebingungan. Dyo melanjutkan langkahnya membawa Jimin ke klinik.

…….

“Yya~ Hyerim~ Song Hye Rim, tunggu aku…”mengejar Hyerim yang terus menghindarinya

Hyerim langsung keluar gedung dan tidak mempedulikan Dyo yang terus memanggilnya. Dyo mempercepat langkahnya dan mendapatkan lengan Hyerim sesampainya di halaman sekolah yang masih basah karena hujan.

“Hyerim~ kenapa kau sangat sensitive akhir-akhir ini?”

“Kau tidak lihat aku cemburu?” terlalu kesal, Hyerim tidak sengaja mengeluarkan pertanyaan itu

“Mwo?” Dyo kebingungan lagi

“Lupakan, aku hanya tidak suka pada Ji Min, aku harap kau mengerti itu” pergi meninggalkan Dyo

“Kau tidak ingin pulang bersama?” teriak Dyo setelah Hyerim meninggalkannya beberapa langkah

Hyerim terus melangkah tanpa merespon pertanyaan Dyo. Park Ji Min sudah berdiri di depan gedung memperhatikan mereka, ketika Dyo membalikkan badannya, dia melihat Jimin disana.

“Kau seharusnya menunggu di klinik, ayo~ aku akan menemanimu sampai supirmu datang menjemput”

“Dyo ah~ Hyerim benar, aku baik-baik saja”

“…” sedikit merasa bersalah

“Maafkan aku” Jimin menyesali perbuatannya

“Untuk apa?” Dyo tidak tahu harus menjawab apa

“Seharusnya aku mengatakan ini pada Hyerim, tapi dia sejak awal tidak pernah suka denganku”

“Apa maksudmu?”

“Maafkanaku, aku harus mengambilmu dari Hyerim”

Jelas Dyo tidak bisa bicara apa-apa, dia masih berusaha memahami ucapan Jimin. Dyo mengakui kecantikan dan kecerdasan Jimin, meski dia belum terlalu mengenal Jimin dan tidak pernah sekelas. Dan meski teman laki-lakinya banyak yang membicarakan kelebihan Jimin, namun tak sedikit juga yang mengatakannya aneh dan hanya Dyo yang mau baik padanya. Sebagian dari mereka bahkan menyayangkan jika Dyo terlalu dekat dengan Hyerim yang punya otak pas-pasan dibandingkan Jimin yang jauh lebih terlihat cerdas dan cantik.

********

Hari dimana EXO akan datang dalam acara pembukaan sebuah toko akhirnya tiba. Hyerim dan Nana sangat antusias,meski mereka tidak mendapat tempat di depan. Saat itu suasananya benar-benar sangat ramai, bisa jadi sebagian besar gadis-gadis di kampusnya datang ke acara itu. Sambil menunggu kedatangan mereka (EXO), Hyerim sibuk dengan ponselnya yang mendadak error karena kameranya tidak berfungsi dengan baik.

Tiba-tiba suasana semakin riuh saat EXO datang. Hyerim yang terlalu konsentrasi dengan ponselnya terdorong-dorong ratusan fans yang hadir disana. Dia bahkan kehilangan Nana, akhirnya karena kerasnya dorongan ponsel Hyerim terjatuh,  terlempar bahkan tertendang beberapa kali. Hyerim berusaha mengambilnya, tapi ponselnya justru semakin jauh tertendang, hingga pada akhirnya terinjak-injak. Dia sulit melihat kedepan, di depan ada begitu banyak security yang menghalangi ratusan fans yang ingin dekat dengan member EXO.

Hyerim terus merangkak, sampai akhirnya dia bisa melihat ponselnya di tempat yang tidak ada banyak kaki melangkah. Dia berusaha mengambil dengan menerobos kaki security, tapi lagi-lagi ponselnya tertendang sekali lagi. Dan saat Hyerim berhasil mendapatkannya, dia baru sadar di depannya ada 12 laki-laki yang berdiri gagah menatapnya. Mereka bingung, Hyerim juga bingung. Hyerim tertegun, dia hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali, Dyo yang berdiri paling belakang langsung maju ke depan. Karena melihat teman-temannya tiba-tiba menghentikan langkahnya

“Ada apa?” tanya Dyo

“Bukan kah dia…? Hyung” Sehun mengenali Hyerim dan melihat kearah Dyo

“Kalian mengenalnya?” tanya Lay

“Sorry…3x” membungkuk berkali-kali“Aku hanya ingin mengambil ponselku”sambil menunjukkan ponselnya yang sudah menjadi 3 bagian. Perlahan Hyerim menjauh, dia berusaha terlihat setenang mungkin meski pun hatinya sudah tidak karuan karena dia menyadari ada ratusan pasang mata yang memperhatikannya.Tapi sungguh dia tidak berani sedikit pun eye contact dengan Dyo yang sudah jelas sedang memandangnya.

Jimin yang melihatnya bergegas mendatangi Hyerim, tapi Baekhyun dan Chen lebih dulu ada didekat Hyerim.“Hyerim ah~…!” bersamaan mereka langsung menghampiri Hyerim.

Baekhyun ah~Jongdae ah~ annyeong! Hehehe”

“Hyerim, waaa~ lama tidak bertemu, senang rasanya bisa melihatmu lagi” Baekhyun terlihat sangat senang dan memeluk Hyerim sebentar

“Benar, kami benar-benar senang bisa melihatmu lagi. Sudah lama sekali” secara tidak sadar Chen bahkan memegang tangan Hyerim, membuat ratusan fans menatap Hyerim semakin tajam

“Tapi, apa yang kau lakukan disini?” Baekhyun penasaran

“…” melihat ponselnya yang sudah tidak berwujud

“Hyerim apa yang terjadi dengan ponselmu?” Jongdae merasa iba dengan apa yang terjadi pada Hyerim saat itu

Jimin sempat terkejut melihat Baekhyun dan Chen terlihat sangat dekat dengan Hyerim. Jimin tidak pernah tahu, dulu mereka adalah tetangga dekat. Niat buruknya pun muncul…

“Aku rasa dia seorang sasaeng fan, tolong jauhkan dia dari pada member” bisik Jimin pada seorang security

Security tersebuat segera menarik Hyerim jauh dari kerumunan, ” Maaf kau tidak bisa disini terlalu lama” ujar sang security

“Hyerim, aku harap kita bisa bertemu lagi ya?” Baekhyun sedikit berbisik agar tak banyak yang mendengar

“Hyerim jangan pulang sampai kami selesai, araseo? Aku akan menemuimu nanti” Chen berusaha tetap manis pada Hyerim

Hyerim tidak bisa berkata apa-apa, dia bahkan mendapat tatapan sinis dari ratusan fans yang saat itu menonton. Dyo bahkan terlihat bingung dengan keadaan ini, tapi dia beruasaha sangat tenang.

“Hyerim ah~ apa yang kau lakukan tadi?” Nana menghampiri Dyo karena sangat penasaran, dia bahkan rea keluar dari kerumunan

“Apa? aku hanya berusaha mendapatkan ponselku yang jatuh” jawab Hyerim polos

“Kau baik-baik saja? Aku tidak akan menjamin kau aman setelah ini, kau bicara cukup lama dengan Baekhyun dan Chen. Bahkan Sehun menatapmu, sungguh aku tidak percaya ini” Nana sangat histeris dengan apa yang terjadi pada sahabatnya

“Memang kenapa? Apa aku melakukan kejahatan?” Hyerim masih tidak mengerti

“Tidak~ tapi lebih baik kita tidak usah menonton, aku jauh lebih takut terjadi sesuatu padamu setelah ini” Nana sangat pengertian sebagai sahabat Hyerim

“Aku tidak mengerti, maksudmu apa? Kita sudah mendapat tiketnya dan ini sangat mahal, bagaimana kita bisa pergi begitu saja tanpa melihat?” Hyerim tahu dia tidak akan diperbolehkan masuk, tapi dia ingin bertemu Jimin

“Hyerim ah~ percayalah padaku. Kau sahabatku, aku tidak ingin kau terluka”

“Tunggu, Nana… kau tidak marah?” Hyerim heran karena Nana terlihat tidak penasaran dengan apa yang Hyerim bicaran dengan Chen dan Baekhyun

“Mwo? Kenapa aku harus marah?” masih dengan tampang polos khas Hyerim “ Maafkan aku Nana~ aku tidak pernah cerita padamu tentang Baekhyun dan Chen”

“Soal mereka dulu tetangga dekatmu? Dan Dyo adalah cinta pertamamu?” Hyerim terkejut bukan main mendengar pernyataan Nana

Mwo?? Bagaimana kau…?”

“Bodoh~ kau selalu ceroboh menyimpan buku harianmu, aku memang seharusnya marah padamu. Tapisebagai gantinya, kau harus menceritakan masa kecil Baekhyun padaku, mengerti?”

“Maafkan aku, Nana”

“Sudahlah, jangan pedulikan tiket! Kita harus pergi sekarang juga, setelah ini mungkin wartawan akan mencarimu”

Pada akhirnya, ada sedikit rasa menyesal pada diri Hyerim karena tidak jadi melihat acara pembukaan itu. Yang ada di pikirannya saat itu hanya bayang-bayang pandangan Kyungsoo yang tidak biasa. Entah apa yang dia pikirkan tentang Hyerim sekarang, Hyerim hanya merasa sangat sakit saat melihatnya.

Malam itu Hyerim memutuskan untuk keluar, sekedar menghilangkan penat karena seharian tidak banyak yang bisa dia lakukan di kamar. Dia ingin makan ramen di mini market, meski rasanya sedikit aneh. Nana memaksanya memakai jaket tebal dengan penutup kepala dan syal tebal yang menutupi sebagian wajahnya agar tak seorang pun mengenalinya. Karena kapan saja Hyerim bisa bertemu dengan fans EXO yang mengenali wajah Hyerim.

Menikmati malam sendiri seperti ini memang sangat menenangkan bagi Hyerim. Banyak hal yang harus segera dia pikirkan dengan tenang.

“O~ petrichor??”celetuk Hyerim begitu mencium bau hujan dan tiba-tiba hujan turun dengan deras. Hyerim langsung berlari mencari tempat berteduh. “Ah~ dingin sekali” celetuk Hyerim sekali lagi saat mendapatkan tempat berteduh di depan sebuah toko seragam.

Aish~ seharusnya aku membawa payung” gerutu seorang pria yang berteduh di tempat yang sama dengan Hyerim. Hyerim sudah menduga ini akan terjadi, dia sudah menduga akan bertemu lagi dengan member EXO. Karena memang rumah kostnya cukup dekat dengan asrama tempat mereka tinggal. Melihat pria disampingnya itu adalah Dyo, Hyerim langsung menutup wajahnya. Dia lupa memakai sarung tangan dan sudah pasti itu sangat terasa dingin di tangannya.Dyo masih belum menyadari bahwa perempuan di sampingnya adalah Hyerim. Tapi Hyerim sudah deg-degan bukan main, dia terus menahan untuk tidak bicara sepatah kata pun.

Continue…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s